TRANSFORMASI MANAJEMEN TALENTA BERBASIS KINERJA
A. Yudi Wicaksono, M.PP.
Plt. Asisten Deputi Manajemen Talenta dan Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur
Agenda Pembahasan
Kebijakan Manajemen Talenta
Penilaian Penerapan Manajemen Talenta
Transformasi Manajemen Talenta Berbasis
Kinerja
Pasal 7 ayat 1:
Manajemen Talenta ASN Nasional ditetapkan dan dilaksanakan oleh Tim Manajemen Talenta ASN Nasional yang terdiri dari unsur: Kementerian PANRB, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, LAN, BKN, dan KASN.
PP MANAJEMEN PNS No. 11/2017 Pasal 143 ayat 2:
Manajemen Talenta salah satu unsur dalam kriteria Sistem Merit:
ü memiliki manajemen karir yang terdiri dari:
§ Perencanaan
§ Pengembangan
§ Pola karir
§ KELOMPOK RENCANA SUKSESI yang diperoleh dari MANAJEMEN TALENTA Pasal 199 ayat 4:
Ketentuan lebih lanjut mengenai kelompok rencana suksesi diatur dengan Peraturan Menteri
UU ASN No. 5/2014
Pasal 51
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit
Peraturan Menteri PANRB No. 3 Tahun 2020:
Manajemen Talenta ASN
AMANAT UU ASN PRIORITAS NASIONAL
Perpres RPJMN 2020-2024 No. 18/2018
§ Pengelolaan Manajemen Talenta Nasional
§ Penerapan Manajemen Talenta Nasional ASN
LATAR BELAKANG KEBIJAKAN MT ASN NASIONAL
TARGET CAPAIAN
KEMENTERIAN PANRB
Penerapan Manajemen Talenta ASN
Kebijakan Penetapan Ragam Okupasi Kritis ASN Nasional
Instansi Pemerintah yang menerapkan pola karir Nasional
BKN
Data ASN yang Akurat dan Komprehensif
Sistem Talent Pool ASN Nasional
Pemetaan kompetensi ASN melalui Assesment Center
LAN
Gap analysis kebutuhan SDM ASN sesuai sektor prioritas dan potensi kewilayahan
Rencana Pengembangan Kompetensi SDM ASN Nasional
Sistem Informasi Kompetensi ASN (SIPKA)
Rekonseptualitasi sekolah kader ASN ke dalam ASN Global 100
Pasal 7 ayat (1)
Manajemen Talenta ASN Nasional ditetapkan dan dilaksanakan oleh Tim Manajemen Talenta ASN Nasional yang terdiri dari unsur:
q Kementerian PANRB
q Kementerian PPN/Bappenas q Kementerian Dalam Negeri q Lembaga Administrasi Negara q Badan Kepegawaian Negara q Komisi Aparatur Sipil Negara
Pasal 7 ayat (2)
Menteri PANRB mengusulkan penetapan
Tim Manajemen Talenta ASN Nasional kepada Presiden
Pasal 10 huruf g
Manajemen Talenta ASN didukung infrastruktur yang salah satunya adalah: Tim Manajemen Talenta ASN
Peraturan Menteri PANRB No. 3 Tahun 2020: Manajemen Talenta ASN
TIM MANAJEMEN TALENTA ASN NASIONAL
TALENT MOBILITY MERDEKA
BEKERJA
ASN
PEGAWAI SWASTA
PEGAWAI BUMN
VISI MISI 2019-2024
”PEMBANGUNAN SDM”
TALENT SHORTAGE BONUS DEMOGRAFI
MILLENIALS SERVE MILLENIALS
TRANSFORMASI PENGELOLAAN SDM APARATUR
AGAR KOMPATIBLE DENGAN PRIVATE SEKTOR
6
PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL
PERCEPATAN PENINGKATAN KAPASITAS SDMA
6P
PENGEMBANGAN T A L E N T A
& KARIR 4
5
PENGUATAN BUDAYA KERJA
& EMPLOYER BRANDING
PENINGKATAN
2
KINERJA &
SISTEM PENGHARGAAN
1
3
PERANCANGAN JABATAN, PERENCANAAN DAN PENGADAAN
FROM TACTICAL TO
STRATEGIC RECRUITMENT
3
Talent PoolsBuilding4
Forecasting FutureTalent Needs & Maintaining Talent Pipeline
Selecting High Performance Candidates
2
FillingOpen Position
1 Seleksi Terbuka
Perlu penguatan
Talent Committee!
PEMBANGUNAN NASIONAL
9-BOX MATRIX
PENGUKURAN POTENSIAL
DEPLOYMENT ENGAGEMENT
TALENT POOL
7,8,9
7, 8, 9 INTERNAL
STRATEGI & TATA KELOLA (BUILD, BUY, BORROW)
9 (JIKA ADA POSISI KOSONG)
ACQUISITION
PPPK
TALENT TRACKING &
MONITORING
MANAJEMEN SUKSESI
2
POTENSIAL
KINERJA
4 7 9 8 1
5
3 6
VISI & MISI, ARAH STRATEGI ORGANISASI
ANALISIS
KEBUTUHAN TALENTA
TALENT MAPPING
7,8,9
1. Peta Talent dalam Matriks 2. Potensi masa depan 3. Saran pengembangan
EKSTERNAL
PENILAIAN KINERJA
INSTITUSIONAL NASIONAL
CPNS AKSELERASI
DEVELOPMENT
ASN CORPORATE UNIVERSITY
7, 8, 9
MANAJEMEN TALENTA EXISTING
IP TELAH DIKECUALIKAN DARI SELEKSI TERBUKA
Kriteria SM
≥Baik
q 33 Kementerian q 35 Lembaga
q 20 Pemprov q 66 Kab/Kota
11 IP Dikecu-
alikan
1. BPKP 2. KKP
3. Kemenkeu 4. Kemen BUMN 5. LAN
6. BPOM
7. Pemprov. Jabar 8. Pem. Kota Bandung 9. Pem. Kota Tangerang 10. Pemkab. Sumedang 11. Kemenkumham
Ø 4 Kementerian Ø 3 Lembaga Ø 1 Provinsi Ø 2 Kota
Ø 1 Kabupaten
PERMASALAHAN?
Belum semua IP memiliki Talent Pool
Dari 24 IP yang sistem meritnya sangat baik, hanya 11 yang
dikecualikan dari seleksi terbuka
• Kebijakan untuk mendukung Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020.
• Manajemen talenta nasional termuat dalam 2 agenda pembangunan pada RPJMN 2020-2024, yakni peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing serta penguatan stabilitas Polhukam dan Transformasi Pelayanan Publik
• Target penerapan Manajemen Talenta ASN dalam matrik RPJMN 2020-2024, yaitu pada 87 Kementerian/Lembaga di tahun 2023 dan 34 Provinsi serta 100 Kab/kota di tahun 2024.
PENILAIAN PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA
Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penilaian Penerapan Manajemen
Talenta Aparatur Sipil Negara pada Instansi Pemerintah
Tujuan penilaian
1. Rencana suksesi untuk penempatan memuat suksesor yang diperoleh dari kelompok rencana suksesi hasil pemetaan talenta berdasarkan aspek potensial dan kinerja terbaik
2. Mengukur penerapan Manajemen Talenta ASN pada IP dengan indeks merit sangat baik 3. Kesesuaian antara kebijakan dan implementasi Manajemen Talenta ASN
4. Memetakan pelaksanaan kebijakan sehingga nantinya Manajemen Talenta ASN dapat diterapkan secara nasional 5. Monitoring dan evaluasi untuk pengembangan dan penyempurnaan kebijakan ke depan
Objek Penilaian
Instansi pemerintah yang memiliki penilaian Indeks Sistem Merit di tahun 2020 dengan kategori “Sangat baik”
menjadi pilot project penilaian penerapan Manajemen Talenta ASN pada tahun 2021. Penilaian Indeks Sistem Merit di peroleh dari Laporan Capaian Penerapan Indeks Sistem Merit Tahun 2020 yang disusun oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
PENILAIAN PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA
No Nama Instansi Penilaian Indeks Sistem Merit Nilai Kategori ISM 1 Kementerian Keuangan 382.5 Sangat Baik 2 Kementerian Badan Usaha Milik Negara 382.5 Sangat Baik 3 Kementerian SekretariatNegara 380.5 Sangat Baik
4 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat 369.5 Sangat Baik
5 Kementerian Kelautan dan Perikanan 361.5 Sangat Baik 6 Kementerian Perindustrian 355.5 Sangat Baik 7 Kementerian Hukum dan HAM 336.5 Sangat Baik 8 Kementerian Riset dan Teknologi / BRIN 335.5 Sangat Baik 9 Kementerian Agraria dan Tata Ruang 334.5 Sangat Baik 10 Kementerian Dalam Negeri 330.5 Sangat Baik 11 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 330.0 Sangat Baik 12 Kementerian Pertanian 328.5 Sangat Baik
No Nama Instansi Penilaian Indeks Sistem Merit Nilai Kategori ISM 13 Kementerian PAN-RB 326.0 Sangat Baik 14 Badan Kependudukan dan KeluargaBerencana Nasional 364.5 Sangat Baik
15 Badan Pengawas Obat dan Makanan 364.0 Sangat Baik 16 Lembaga Administrasi Negara 357.7 Sangat Baik 17 Badan Pemeriksa Keuangan 351.5 Sangat Baik 18 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 336.5 Sangat Baik 19 Badan Kepegawaian Negara 332.5 Sangat Baik 20 Pemerintah Provinsi Jawa Barat 375.5 Sangat Baik 21 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta 342.0 Sangat Baik 22 Pemerintah Provinsi Jawa Timur 332.0 Sangat Baik 23 Pemerintah Kota Bandung 332.5 Sangat Baik 24 Pemerintah Kota Tangerang 326.0 Sangat Baik
Objek Penilaian
PENILAIAN INDEKS SISTEM MERIT 2020
No Nama Instansi Penilaian Indeks
Sistem Merit Penilaian MT Kategori ISM Skor Predikat
1 Kementerian A Sangat Baik 89,00 Maju
2 Kementerian B Sangat Baik 95,25 Maju
3 Kementerian C Sangat Baik 69,5 Tinggi
4 Kementerian D Sangat Baik 83 Maju
5 Kementerian E Sangat Baik 44,25 Menengah
6 Kementerian F Sangat Baik 60,5 Tinggi
7 Kementerian G Sangat Baik 94 Maju
8 Lembaga H Sangat Baik 34,25 Menengah
9 Lembaga I Sangat Baik 34,25 Menengah
10 Pemerintah Daerah J Sangat Baik 99 Maju
11 Pemerintah Daerah K Sangat Baik 30,25 Menengah
12 Pemerintah Daerah L Sangat Baik 36,75 Menengah
13 Pemerintah Daerah M Sangat Baik 42 Menengah
PENILAIAN PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA 2021
Sumber: KASN
WHAT NEXT?
TRANSFORMASI BIROKRASI INDONESIA
BIROKRASI BERKELAS DUNIA DAN PELAYANAN PUBLIK YANG KOMPETITIF AKUNTABILITAS KINERJA DAN PENGAWASAN EFEKTIF
E V P E V P R e w a r d & R e co g n i t i o n
T a l e n t & S u cce ssi o n
L e a r n i n g &
D e v e l o p m e n t
ARAH KEBIJAKAN JF
16
PENATAAN REGULASI (KONSEP JABATAN, KOMPETENSI, KARIER
PENGHARGAAN)
SIMPLIFIKASI JABATAN FUNGSIONAL à KELOMPOK
JABATAN
PENYESUAIAN TATA KELOLA JABATAN FUNGSIONAL (PENGELOLAAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS) SEBELUM
PENYEDERHANAAN BIROKRASI
TRANSFORMASI
PASKA
PENYEDERHANAAN BIROKRASI
Mekanisme Kerja Agile Mendukung Kinerja Pegawai
17
Top Down Organization
Cross-functional Agile Team
Organisasi Tradisional Organisasi Agile
Transformasi
Mekanisme Kerja yang agile mendukung pengelolaan kinerja ASN
Pegawai Leadership
Pegawai dengan keterampilan dan
keahlianyang dibutuhkan
Allison Becker (Goal Keeper)
Virgil Van Dijk (Center Back)
Mo Salah (Winger)
Arah Transformasi JF : From Individual Job to Job Family Based on Competence domain
Input
Utama Angka
Kredit
Madya Angka
Kredit
Muda Angka
Kredit
Pertama
Angka Kredit
Utama
Output Proficiency
Level
Madya
Muda
Pertama
Proficiency Level
Proficiency Level
Proficiency Level
Job Title
Kelompok JF 267 JF
41 kelompok
JF
3414 JP
3 JP- Pengadminis trasi umum - Operator - Teknisi
9-BOX MATRIX
PENGUKURAN POTENSIAL
2
POTENSIAL
KINERJA
4 7 9 8 1
5
3 6 TALENT
MAPPING
PENILAIAN KINERJA
q Sesuai Prinsip
Pengelolaan Kinerja ASN
PERILAKU
HASIL KERJA
TALENT CLASSIFICATION
Misconduct
Promotable
Unfit Need
Improvement Star
HASIL KERJA
q Sesuai Core Value ASN BerAKHLAK
PERILAKU
PREDIKAT KINERJA AKHIR PEGAWAI
PERILAKU HASIL KERJA
Kurang/
misconduct
Sangat Kurang
Baik Baik
Baik Sangat
Baik
sesuai ekspektasidi bawah ekspektasi
Dibawah
ekspektasi Sesuai
ekspektasi Diatss
ekspektasi diatas ekspektasi
butuh perbaikan butuh
perbaikan Kurang/
misconduct
TAHAPAN EVALUASI KINERJA PEGAWAI PERIODIK DAN AKHIR
Menetapkan Kinerja Organisasi (Periodik/Akhir)
berdasarkan Capaian Kinerja
Organisasi (periodik/akhir) Berdasarkan hasil kerja dan perilaku kerja pegawai dengan
mempertimbangkan kontribusi pegawai terhadap pencapaian
kinerja organisasi
01
Menetapkan Pola Distribusi Predikat Kinerja
Pegawai
02
Menetapkan Predikat Kinerja
Pegawai
03
ProsedurInstruksiKerjaForm
Merupakan Capaian Milestone/ Trajectory Target:
ISTIMEWA
MELAMPAUI TRAJECTORY TARGET
BAIK
SESUAI TRAJECTORY TARGET
CUKUP
SUDAH BERPROGRESS NAMUN BUTUH PERBAIKAN
KURANG
REALISASI DIBAWAH TARGET
SANGAT KURANG
REALISASI JAUH DIBAWAH TARGET
CAPAIAN KINERJA PERIODIK ORGANISASI
PENETAPAN PREDIKAT KINERJA PEGAWAI Berdasarkan capaian kinerja organisasi periodik
PREDIKAT KINERJA PERIODIK PEGAWAI
PREDIKAT KINERJA PERIODIK PEGAWAI
PERILAKU HASIL KERJA
Sangat Kurang
Baik Baik
Baik Sangat
Baik
sesuai ekspektasidi bawah ekspektasi
Dibawah
ekspektasi Sesuai
ekspektasi Diatss
ekspektasi diatas ekspektasi
Butuh
perbaikan Butuh perbaikan Kurang/
misconduct
Kurang/
misconduct
POLA DISTRIBUSI
PEGAWAI (BERDASARKAN
DISTRIBUTION GUIDELINES)
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
CAPAIAN KINERJA AKHIR ORGANISASI
PENETAPAN PREDIKAT KINERJA PEGAWAI Berdasarkan capaian kinerja organisasi akhir
PREDIKAT KINERJA AKHIR PEGAWAI
POLA DISTRIBUSI
PEGAWAI (BERDASARKAN
DISTRIBUTION GUIDELINES)
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
PROSES HASIL (IKU DAN DELIVERY EKSPEKTASI PIMPINAN)
Kurang
Kurang
Butuh Perbaikan Sangat
Kurang
Baik Baik
Baik Istimewa
sesuai ekspektasidi bawah ekspektasi
kurang Baik sangat Baik
diatas ekspektasi
Butuh Perbaikan
Pelaksanaan RB (Indeks RB)
PERILAKU HASIL KERJA
Kurang/
misconduct
Sangat Kurang
Baik Baik
Baik Sangat
Baik
sesuai ekspektasidi bawah ekspektasi
Dibawah
ekspektasi Sesuai
ekspektasi Diatss
ekspektasi diatas ekspektasi
Butuh perbaikan Butuh
perbaikan Kurang/
misconduct
Pola Distribusi Pegawai (Individual Performance) berdasarkan Unit Performance
(Pola distribusi ini bukan forced distribution, namun sebagai distribution guidelines/panduan) Unit Performance = Sangat Kurang Unit Performance = Kurang
Ket: Pada umumnya predikat kinerja pegawai Sangat Kurang, namun dimungkinkan terdapat pegawai berpredikat kinerja: Sangat Baik, Baik, Cukup dan/atau Kurang
Ket: Pada umumnya predikat kinerja pegawai Kurang, namun dimungkinkan terdapat pegawai berpredikat kinerja: Sangat Baik, Baik, Cukup dan/atau Sangat Kurang
ProsedurInstruksiKerjaForm
Unit Performance = Butuh Perbaikan Unit Performance = Baik
Pola Distribusi Pegawai (Individual Performance) berdasarkan Unit Performance
(Pola distribusi ini bukan forced distribution, namun sebagai distribution guidelines/panduan)
Ket: Pada umumnya predikat kinerja pegawai Cukup, namun dimungkinkan terdapat pegawai berpredikat kinerja: Sangat Baik, Baik, Kurang dan/atau Sangat Kurang
Ket: Pada umumnya predikat kinerja pegawai Baik, namun dimungkinkan terdapat pegawai
berpredikat kinerja: Sangat Baik, Cukup, Kurang dan/atau Sangat Kurang
ProsedurInstruksiKerjaForm
Unit Performance = Istimewa
Pola Distribusi Pegawai (Individual Performance) berdasarkan Unit Performance
(Pola distribusi ini bukan forced distribution, namun sebagai distribution guidelines/panduan)
Ket: Pada umumnya predikat kinerja pegawai Sangat Baik, namun dimungkinkan terdapat
pegawai berpredikat kinerja: Baik, Cukup, Kurang dan/atau Sangat Kurang
ProsedurInstruksiKerjaForm
29
MISCONDUCT
NEED IMPROVEMENT UNFIT
STAR
PERILAKU
PROMOTABLE
HASIL KERJA
TALENT CLASSIFICATION
PREDIKAT KINERJA AKHIR PEGAWAI
PERILAKU HASIL KERJA
Kurang/
misconduct
Sangat Kurang
Baik Baik
Baik Sangat
Baik
sesuai ekspektasidi bawah ekspektasi
Dibawah
ekspektasi Sesuai
ekspektasi Diatss
ekspektasi diatas ekspektasi
butuh perbaikan
KET: DALAM MENETAPKAN RATING DAN PERILAKU MEMPERTIMBANGKAN LEVEL KONTRIBUSI PEGAWAI
butuh perbaikan Kurang/
misconduct
Verifikasi
Talent Committee
HUBUNGAN PREDIKAT KINERJA PEGAWAI DENGAN KLASIFIKASI TALENTA
Succession
Committee
TUGAS TALENT COMMITTEE DAN SUCCESSION COMMITTEE
TALENT COMMITTEE
SUCCESSION COMMITTEE
• Menetapkan rencana suksesi dan penempatan talenta berdasarkan usulan talent committee.
• Menetapkan Pegawai yang di manage-out.
• Melakukan verifikasi Pegawai dengan predikat Kinerja Sangat Baik dan Sangat Kurang untuk penetapan predikat talenta.
• Menetapkan program retensi talenta.
• Mengusulkan rencana suksesi
kepada succession committee.
Core Value ASN
BerAKHLAK
Core Values ASN (Telah dilaunching oleh
Bapak Presiden RI pada 27 Juli 2021)
Aspek Perilaku dan Panduan Perilaku
BERORIENTASI PELAYANAN
1.Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat
2.Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan
3.Melakukan perbaikan tiada henti
AKUNTABEL
1.Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggungjawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi
2.Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggungjawab, efektif, dan efisien
3.Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan
KOMPETEN
1.Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah
2.Membantu orang lain belajar 3.Melaksanakan tugas dengan
kualitas terbaik
HARMONIS
1.Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
2.Suka menolong orang lain
3.Membangun lingkungan kerja yang kondusif
LOYAL
1.Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia pada NKRI serta
pemerintahan yang sah
2.Menjaga nama baik sesama ASN, Pimpinan, Instansi, dan Negara
3.Menjaga rahasia jabatan dan negara
ADAPTIF
1.Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
2.Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas
3.Bertindak proaktif
KOLABORATIF
1.Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi
2.Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
3.Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama
1
3 2
5
7
2
3
5
6
7
4
33
5
3
6
7
36
TALENT MOBILITY
43PROMOSI ROTASI
Penempatan dalam jenjang
jabatan yang lebih tinggi Perpindahan dalam jenjang jabatan yang setara
Sejalur (manajerial/
fungsional)
Perpindahan Jalur (manajerial ke
fungsional/
fungsional ke manajerial)
Sejalur (manajerial/
fungsional)
Perpindahan Jalur (manajerial ke
fungsional/
fungsional ke manajerial)
SELAIN PROMOSI DAN ROTASI YANG MERUPAKAN PENGHARGAAN KEPADA TALENT, MOBILITAS
TALENTA JUGA MENCAKUP MANAGE OUT
MANAGE OUT
DEMOSI
PEMBER HENTIAN
Penempatan dalam jenjang jabatan yang lebih rendah
Dapat mempertimbangan hasil evaluasi rencana perbaikan kinerja individu
JABATAN STRUKTURAL
STAR 3 tahun berturut- turut/
Kombinasi antara STAR dan PROMOTABLE 4 - 5 tahun, pegawai eligible untuk mengikuti test JF jenjang MUDA atau PENGAWAS