Rekayasa Gempa
TKS
23243
Pengantar
Seismologi 1
1.0
Gempa
Tujuan
modul ke- 1
1.
0
Setelah kuliah ini mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan definisi gempa bumi 2. Mendeskripsikan mekanisme terjadinya gempa.
3. Mendeskripsikan teori pelat tektonik ntuk mendukung
penjelasan mekanisme terjadinya gempa.
Gempa
Definisi Gempa 1.1
An earthquake (also known as a quake, tremor or temblor) is the shaking of the surface of the Earth, resulting from the sudden release of energy in the Earth's lithosphere that creates seismic waves. (wikipedia, 2019)
Gempa bumi adalah goncangan
permukaan bumi, yang dihasilkan dari pelepasan energi secara tiba-tiba di litosfer* bumi yang menghasilkan
gelombang seismik. (wikipedia, 1996)
pergerakan
(tumbukan,
patahan)
kerak bumi
Akumulasi energi
regangan
Limit
regangan, pelepasan
energi
Konversi
energi regangan menjadi energi
gelombang
*Litosfer (Lithospehere) berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dansphere (σφαῖρα) yang berarti benda geometris bulat sempurna dalam ruang tiga dimensi. Litosfere berarti lapisan bumi terluar yang padat berbatu.
Rekayasa Gempa
Mekanisme Gempa:
bagaimana gempa bumi terjadi?
1.1
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan sistematis tentang mekanisme gempa, maka perlu dipelajari struktur interior dan eksterior bumi,
pergerakan kerak bumi, dan penyebab pergerakan tersebut.
Sudden release of accumulated strain energy
pergerakan
(tumbukan,
patahan)
kerak bumi
Akumulasi energi
regangan
Limit
regangan
tercapai, pelepasan
energi
Konversi
energi regangan menjadi energi
gelombang
Gempa
Struktur interior bumi 1.2
Dari proses terbentuknya, planet bumi memiliki struktur interior yang unik berupa lapisan-lapisan konsentrik (concentric layers)
Kerak bumi ( Crust )
Kerak benua (continental crust) [25-40 km]*
Kerak lautan (oceanc crust) [~6 km]
Mantle
Upper mantle [650 km]
Lower mantle [2235 km]
Core
Outer core: liquid [2270 km]
Inner core: solid [1216 km]
*nilai dalam kurung mewakili pendekatan ketebalan rerata setiap lapisan
Gempa
Struktur interior bumi 1.2
CORE Inner core: terdiri dari besi (Fe) dan sangat panas. Inti dalam ini berupa solid karena berada dibawah tekanan yang ekstrim.
Outer core: berbentuk liquid akibat panas yang sangat tinggi dari inti dalam.
MANTLE
Mantle terdiri dari komposisi besi (Fe), magnesium (Mg),
aluminum (Al), dan senyawa silicate silicon (Si) and oksigen (O).
Dengan suhu mencapai 1000
oC makan bagian mantle ini
menyerupai gel (fluida viscous) yang dapat berdeformasi plastis.
KERAK (CRUST)
Kerak adalah bagan terluar yang paling tipis.
Relatif dingin dan berbentuk batuan (rocky) serta getas (brittle) sehingga dapat retak (fracture) pada kejadian gempa.
*Litosfer terdiri dari lapisan kerak bumi dan mantle terluar yang padat.
Gempa
Struktur exterior bumi;
continental drift theory 1.3
Alfred Wagener (1915) berdasarkan banyak bukti menyatakan bahwa lempeng-lempeng benua pada
permukaan bumi bergerak relatif satu terhadap yang lain.
Implikasinya: pada masa lampau semua lempeng benua
berkumpul menjadi satu lalu terpisah-pisah karena pergerakan
relative lepmen-lempeng yang retak.
Gempa
Struktur exterior bumi;
continental drift theory 1.3
Benua yang berkumpul pada masa lampau ini dikenal dengan nama pangaea.
Pangea atau Pangaea adalah super benua yang ada selama era akhir Paleozoikum dan awal Mesozoikum, terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu dan muai retak sekitar 200 juta tahun yang lalu, sebelum komponen benua dipisahkan menjadi konfigurasi saat ini.
Pangea dikelilingi oleh lautan global yang bernama Panthalassa
Animasi disamping menunjukkan model computer continental drift dari formasi Pangea hingga konfigurasi lempeng benua saat ini.
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan garis pantai Kecocokan pengunungan
Kecocokan tipe dan umur batuan Kecocokan deposit glaciers
Kecocokan fossils
Saat pertama kali mengungkapkan teori ini, Alfred Wagener menerima cemoohan dan
menjadi bahan ejekan ilmuawan geologi saat itu, karena mereka tidak percaya lempeng benua bergerak.
Tetapi sekarang teori ini diterima sebagai penjelasan ilmiah yang meyakinkan.
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan garis pantai
Bukti“kecocokan” geologis adalah kecocokan fitur geologi skala besar di berbagai benua. Nampak bahwa garis pantai Amerika Selatan dan Afrika Barat cocok, namun lebih khusus lagi, fitur-fitur dataran dari benua yang terpisah juga sama.
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan pengunungan
Bukti “kecocokan” geologis lebih khusus adalah, fitur-fitur dataran dari benua yang terpisah juga sama.
Contohnya termasuk: Pegunungan Appalachian di Amerika Utara bagian timur yang sesuai dengan Dataran Tinggi Skotlandia, strata batuan yang sudah dikenal dari sistem Karroo di Afrika Selatan cocok dengan sistem Santa Catarina di Brasil, dan
pegunungan Brasil dan Ghana saling sesuai walaupun dipisahkan Samudra Atlantik.
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan tipe dan umur batuan
Bukti“kecocokan” geologis lebih khusus adalah, fitur-fitur dataran dari benua yang terpisah juga sama.
Contohnya termasuk: Strata batuan yang sudah dikenal dari sistem Karroo di Afrika Selatan cocok dengan sistem Santa Catarina di Brasil, dan pegunungan Brasil dan Ghana saling sesuai walaupun dipisahkan Samudra Atlantik.
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan deposit glaciers
300 juta tahun yang lalu
Gempa
continental drift theory;
bukti-bukti pendukung 1.3
Kecocokan fossils
Fosil Mesosaurus (reptil akuatik) ditemukan di kedua sisi
Atlantik
Bukti penting lainnya dalam teori Continental Drift adalah kecocokan fosil. Ada berbagai contoh fosil yang ditemukan di benua yang terpisah dan tidak di daerah lain. Ini
menunjukkan bahwa benua-benua ini
dahulu kala bergabung bersama karena lautan luas antara massa daratan ini bertindak sebagai penghalang untuk transfer fosil.
Empat contoh fosil meliputi: Mesosaurus, Cynognathus, Lystrosaurus, dan Glossopteris..
Mengapa lempeng-
lempeng benua bergerak?
1.4
Apa yang mendorong gerakan
lempeng-lempeng benua?
Proses geologis- geofisika apa yang mendorong
continental drift terjadi?
Gempa
Mengapa lempeng-
lempeng benua bergerak?
1.4
Panas dari inti bumi ditransfer ke mantle menuju ke permukaan. [Heat Transfer]
Proses perpindahan panas ini berbentuk konveksi (convection cell), karena melewati cairan pada lapisan inti luar dan mantle.
Massa cairan yang panas bergerak naik, dan yang dingin turun.
Gerakan kompleks massa cairan ini
mendorong kerak/lempeng-lempeng benua untuk bergerak relative satu dengan yang lain.
Proses geologis-geofisika apa yang mendorong continental drift terjadi?
Temperatur inti bumi diperkirakan 5400oC dengan tekanan 330-360 GPa. Temperatur kerak bumi berkisar 200 - 400oC.
Gempa
Mengapa lempeng-
lempeng benua bergerak?
1.4
Proses geologis-geofisika apa yang mendorong continental drift terjadi?
Perpindahan panas dalam bentuk arus konveksi pada mantle menyebabkan lempeng-lempeng benua saling
bergerak dengan laju dan vector yang kompleks.
Jika massa pada mantle naik maka akan muncul retakan (rifting) pada kerak bumi.
Jika massa mantle turun maka akan
muncul zona penunjaman (subduction zone) pada kerak bumi.
Gempa
Gempa bumi terjadi karena lempeng benua bergerak?
1.4
Proses geologis-geofisika continental drift yang kompleks membuat lempeng-lempeng
benua bergerak.
Lempeng-lempeng benua bergerak,
bertumbukan, bertabrakan, bergeseran dengan laju gerakan yang bervariasi.
Jka dua atau lebih lempeng saling mendesak, menekan, menggeser, maka akan timbul tegangan dan regangan pada lempeng.
Jika tegangan ini tidak dapat ditahan, maka lempeng mengalami fraktur dan akan terjadi pelepasan energi dalam bentuk propagasi gelombang.
Gempa
Model computer disusun oleh para ahli di Univ Tokyo untuk menjelaskan mekanisme gempa leps pantai jepang (Tohoku) 11 Maret 2011. Propagasi stres yang lambat pada area patahan mungkin telah menyebabkan Gempa Besar Timur Jepang.
Teori Pelat Tektonik
1.5
GempaTeori lempeng tektonik diusulkan pada 1960-an berdasarkan teori pergeseran benua. Ini adalah teori yang menjelaskan formasi dan deformasi permukaan Bumi.
Menurut teori ini, benua dibawa di atas lempengan besar (lempeng) di lapisan terluar Bumi
(Lithosphere).
Lapisan terluar bumi dibagi menjadi 12 Pelat
Tektonik utama (~ 80 km). Pelat-pelat ini bergerak
relatif satu sama lain beberapa sentimeter per
tahun.
Teori Pelat Tektonik
1.5
GempaTeori Pelat Tektonik;
tipe-tipe batas pelat
1.5
GempaDivergent plate boundaries (Tension):
dimana pelat-pelat bergerak saling menjauh Convergent Plate boundaries
(Comression): dimana pelat-pelat bergerak saling mendekati
Transform plate boundaries
(Shearing): dimana pelat-pelat saling
bergeser.
Teori Pelat Tektonik;
tipe-tipe batas pelat
1.5
GempaTeori Pelat Tektonik;
dimana pusat gempa bumi sering terjadi?
1.5
GempaGempa bumi sering terjadi pada
patahan (Fault)
Teori Pelat Tektonik;
dimana pusat gempa bumi sering terjadi?
1.5
GempaGempa bumi sering terjadi pada batas pertemuan antar pelat tektonik, baik subduction mupun collision
Zona subduksi dibawah jawa, bali dan nusa tenggara, dimana lempeng tektonik indo-Australia bergerak ke utara dan
menunjam dibawah lempeng benua asia.
Teori Pelat Tektonik;
Epicenter gempa bumi – World seismicity
1.5
GempaGempa bumi sering terjadi pada batas pertemuan
antar pelat tektonik, baik subduction mupun
collision
Zona subduksi dibawah jawa, bali dan nusa tenggara, dimana lempeng tektonik indo- Australia bergerak ke utara dan menunjam dibawah lempeng benua asia.
Teori Pelat Tektonik;
Epicenter gempa bumi – World seismicity
1.5
GempaGempa bumi sering terjadi pada batas pertemuan
antar pelat tektonik, baik subduction mupun
collision
Titik-titik dalam peta mewakili epicentre (pusat gempa dipermukaan bumi) yang terdjadi diseluruh dunia. Terlihat bhawa lokasi titik tersebut sesuai dengan btas-batas pelat tektnik yang dinyatakan dalam teori.
Teori Pelat Tektonik;
Peta tektonik Indonesia
1.5
GempaTektonik setting Indonesia merupakan pertemuan antar tiga lempeng tektonik besar;
Eurasian Plate +
Australian Plate + Philpine Sea Plate.
Aktifitas tektonik yang terjadi menyebabkan terbentuknya deretan gunungapi (volcanic arc) di sepanjang pulau Sumatera, Jawa-Bali- Nusa Tenggara, utara Sulawesi-Maluku, hingga Papua.
Anak panah (vector) pada gambar menunjukkan arah dan laju pergerakan pelat-elat tektonik dengan batas-batas-batas pertemuan antar pelat tektonik ditunjukkan dengan garis dan segitiga.
Teori Pelat Tektonik;
Epicenter gempa bumi – Indonesia seismicity
1.5
GempaDengan kondisi geotektonik yang sedemikian rupa, maka Indonesia menjadi daerah dengan frekuensi
kemunculan gempa kecil, menegah dan besar yang
cukup tinggi.
Zona subduksi dibawah jawa, bali dan nusa tenggara, dimana lempeng tektonik indo- Australia bergerak ke utara dan menunjam dibawah lempeng benua asia.
Course wrap-up?
1.5
Refleksikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Dapatkah anda menjelaskan kembali dengan kalimat anda sendiri apakah gempa bumi itu?
Dapatkah anda menjelaskan kembali mekanisme gempa bumi terjadi?
Apakah saja proses geotektonik yang terjadi yang mendorong terjadinya gempa? Bagaimana Teori Pergeseran Benua
(Continental Drift) dan Teori Pelat Tektonik (Tectonic Plate) dapat mendukung penjelasan anda tentang mekanisme terjadinya gempa.
Gempa
Apakah tujuan tercapai? kita
Apakah anda cukup percaya diri menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas? Apakah anda senang dangan hasil belajar anda?
Bacalah lebih lanjut berbagai sumber pengetahuan tengan kegempaan.
Gempa