• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTEGRITAS SEORANG PEMIMPIN ROHANI. Budisatyo Tanihardjo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INTEGRITAS SEORANG PEMIMPIN ROHANI. Budisatyo Tanihardjo"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

INTEGRITAS SEORANG PEMIMPIN ROHANI Budisatyo Tanihardjo

1. Anggapan tentang Keberhasilan

Keberhasilan merupakan suatu dambaan bagi setiap orang. Tidak terkecuali bagi para pemimpin rohani atau para pemimpin bisnis yang sedang berada di bidang usahanya di market place,yakni di dunia usaha atau di bidang-bidang yang sesuai dengan keahlian atau kompetensi atau penggilannya masing-masing. Tentunya juga bagi para hamba Tuhan atau para pendeta yang sedang melayani pekerjaan Tuhan di area atau di komunitas yang dipercayakan kepadanya.

Gambaran umum dari keberhasilan yang sedang atau telah dinikmati oleh sebagian dari orang-orang atau sekelompok orang tertentu, ternyata telah dilalui oleh mereka melalui berbagai proses perjuangan yang cukup panjang dan biasanya kemudian oleh kebanyakan orang disebut sebagai ... ...1) atau cerita tentang keberhasilan.

Pengertian keberhasilan tersebut adalah keberhasilan baik secara kualitas, maupun keberhasilan secara kuantitas.

Sebagai seorang gembala sidang dari suatu denominasi gereja yang dipercayakan, saya melihat contoh keberhasilan dengan pengertian sebagai berikut, misalnya; bagi seorang pemimpin rohani atau pemimpin bisnis yang bergerak di bidang usaha apapun di market place, keberhasilan tersebut dapat ditandai dengan semakin meluasnya pengaruh kepemimpinan di organisasinya dan atau di market place di area di mana mereka berada.

Demikian juga bagi seorang gembala sidang atau pendeta, keberhasilan tersebut dapat ditandai antara lain dengan semakin bertambah banyaknya jumlah anggota jemaat yang terdaftar sebagai anggota, dan datang dengan setia untuk beribadah kepada Tuhan di gerejanya.

Sebaliknya ada kalanya bagi suatu organisasi di bidang usaha tertentu misalnya, kekurangberhasilan bagi mereka tercermin dari kurang berkembangnya secara maksimal usaha mereka di market place, atau bagi suatu gereja atau bagi organisasi rohani tertentu, seringkali anggapan “kurang berhasil” dilihat dari kekurangberhasilannya dalam segi jumlah jemaatnya yang dirasakan sangat sulit untuk bertambah. Walaupun dengan berbagai alasan atau sanggahan, para gembala sidang atau para pemimpin rohani yang bertanggung jawab sebagai pemimpin di gereja lokal maupun di organisasi di dunia usaha tertentu tersebut, akan dapat mengatakan bahwa: “yang lebih penting adalah kualitas, bukan kuantitas”.

Kedua anggapan ini tentu saja ada benarnya, walaupun tidak sepenuhnya benar.

Pertama, kita tentunya tidak boleh langsung menghakimi sekali pintas saja, bila ada suatu organisasi yang secara pengaruh dalam pertumbuhannya di market place, terasa sangat sulit untuk bertumbuh atau berkembang, lalu organisasi tersebut langsung dianggap ”tidak berhasil”, atau bila ada suatu gereja yang secara kuantitas jemaatnya tidak terus bertambah secara signifikan, atau sangat sulit untuk disebut bertumbuh dan berkembang, maka gereja

(2)

tersebut lalu dianggap sebagai gereja yang “tidak berhasil”. Bukankah bagi Tuhan, sekecil apapun organisasi yang dipimpin oleh seorang yang ”percaya” bila berjalan pada jalur yang benar, dan pemimpin rohaninya telah dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal dan konsisten di dalam jalan Tuhan, maka pada waktunya kelak organisasi di bawah kepemimpinannyapun akan mencapai keberhasilan?

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 5:21

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Lukas 16:10

Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik;

engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Lukas 19:17

Demikian pula bagi seorang gembala sidang atau pendeta, seberapa pun banyaknya jumlah jiwa-jiwa yang bisa dilayani di dalam suatu gereja, adalah jiwa-jiwa milik Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan pelayanannya oleh Gembala sidang tersebut beserta staf penggembalaan yang menyertainya? Sehingga sejumlah berapapun sidang jemaat yang ada dan dipercayakan kepada mereka, tentu saja harus dapat dilayani secara efektif dan optimal, dalam hal kualitas seturut kebenaran Firman Tuhan. Sehingga seberapa pun jumlah anggota jemaat yang ada, mereka akan dapat mencapai pertumbuhan rohani yang maksimal guna mencapai kedewasaan penuh dan benar, bahkan akan dapat mencapai tujuan yang sesungguhnya, yakni kesempurnaan untuk menjadi serupa Kristus, dan menjadi mempelai perempuan-Nya. Serta mencapai kesempurnaan sebagai anggota tubuh Kristus yang utuh dan menyatu, untuk bertemu dengan Sang Kepala Gereja Tuhan Yesus Kristus.

Kedua, tentu saja sebutan “berhasil” dari suatu organisasi usaha di bidang usaha yang ditekuninya tersebut, akan bisa dibuktikan secara nyata melalui pertumbuhan dalam halkuantitassekaligus ditandai dengan meningkatnya kualitas pengaruh dari organisasi tersebut di Market Place. Demikian pula dengan keberhasilan seorang gembala Sidang maupun seorang pemimpin rohani, keberhasilannya adalah nyata dan dapat dibuktikan, bila secara signifikan anggota jemaatnya bertumbuh maksimal dengan cepat dalam hal kuantitas, serta berkembang dan bertumbuh secara optimal dalam hal kualitas.

Walaupun tentunya bisa saja muncul pula pendapat yang menyatakan bahwa: “Belum tentu bila pengaruh organisasinya bertambah besar dan meluas di market place, atau jumlah jemaatnya terus bertambah banyak secara ‘kuantitas’, akan selaras pula secara progresif dengan bertumbuhnya ‘kualitas’, dalam rangka menjawab tuntutan ’kualitas’ di market place, atau bisa menjawab maksimal tantangan kebutuhan setiap anggota jemaat mereka secara rohani?” Artinya belum tentu kenaikan pertumbuhan secara ’kuantitas’, akan secara langsung diikuti mutlak oleh progresif pertumbuhan maksimal secara ’kualitas’. Namun intinya adalah; tetap harus ada keseimbangan pertumbuhan, baik secara kuantitas maupun secara kualitas yang dapat dibuktikan.

(3)

Menanggapi berbagai hal tersebut, maka buku ini diharapkan akan dapat menangkap dimensi-dimensi dan indikator-indikator sebagai faktor penentu, yang dapat menunjukkan pengaruh keberhasilan seorang pemimpin di dalam suatu organisasi atau bidang usaha tertentu yang bergerak di market place.

Bahkan lebih spesifik lagi bagi seorang pemimpin rohani atau seorang gembala sidang, di dalam kepemimpinan pelayanannya sebagai seorang hamba Tuhan di suatu gereja lokal, yang telah, dan kemudian hari atau nantinya akan dipercayakan kepadanya, dapat membina dan mengarahkan seluruh sidang jemaat untuk dapat memaksimalkan panggilannya di bidang-bidang yang tepat dan sesuai, baik berupa panggilan secara pribadi, maupun panggilan dalam kelompok komunitas yang sama.

2. Pengertian Sidang Jemaat, Gembala Sidang dan integritas

Dalam mengungkapkan pengertian di sub bagian berikut ini dan selanjutnya, akan diketengahkan lebih banyak perihal yang berhubungan dengan kegerejaan dalam kapasitas peranan seorang pemimpin rohani yakni seorang Gembala Sidang, dengan membatasi diri untuk tidak menyentuh lebih luas perihal organisaasi di dunia market place secara detail ataupun mendalam. Hal ini hanyalah untuk mempertajam penulisan revisi buku ini, sebagai tindak lanjut dari judul buku sebelumnya yakni, ”Integritas seorang Gembala Sidang dan keberhasilan pelayanan di Gereja lokal”.

Mari kita terlebih dahulu melihat bersama-sama pengertian Gereja lokal. Gereja lokal adalah sekumpulan orang-orang percaya yang tergabung bersama-sama, di dalam suatu penggembalaan dari suatu organisasi gereja tertentu atau denominasi tertentu, di suatu daerah tertentu. Mereka bersatu hati dan bersepakat, datang beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi mereka. Mereka yang datang beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus tersebut, dapat juga disebut sebagai domba-domba gembalaan atau sidang jemaat. Mereka bersama-sama dengan penuh kesadaran dan kerelaan hati, memberikan diri mereka berada dibawah payung otoritas kepemimpinan seorang gembala sidang, atau suatu tim kepenatuaan, atau suatu tim kemajelisan.

Pada umumnya kepemimpinan rohani yang ditetapkan dari suatu Gereja lokal, disebut Gembala sidang atau ada pula yang menyebutnya sebagai penilik jemaat. Gembala sidang dimaksud adalah seorang Hamba Tuhan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi dari suatu gereja tertentu, atau suatu denominasi dari aliran gereja tertentu, dan ditetapkan sebagai seorang gembala jemaat atau pemimpin rohani dari suatu sidang jemaat.

Seorang gembala sidang secara umum adalah seseorang yang telah melalui proses menuruti panggilan Tuhan di dalam kehidupannya secara pribadi, setelah sebelumnya melalui suatu proses kelahiran baru atau telah dilahirkan kembali secara rohani. Sebagai seorang yang telah bertobat dan hidup dalam suatu kehidupan yang senantiasa dibaharui terus-menerus oleh kebenaran Firman Tuhan dan bertumbuh matang serta dewasa secara rohani, memiliki hubungan intim dan pribadi dengan Tuhan, pada akhirnya dipimpin dan ditetapkan sendiri oleh Roh Kudus untuk suatu tugas penggembalaan suatu sidang jemaat.

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Kisah para Rasul 20:28

(4)

Posisi, kedudukan, atau kepercayaan, sebagai seorang Gembala sidang atau penilik jemaat Allah, merupakan pekerjaan yang indah yang diharapkan oleh seseorang, namun demikian tetap saja mereka harus memahami bahwa penetapan yang benar dan sesungguhnya adalah berasal dari Roh Kudus. Sehingga bila dalam perjalanan pelayanannya sebagai seorang gembala Sidang atau penilik jemaat Allah itu menghasilkan suatu penghormatan, maka penghormatan yang diterimanya itu patut dan selayaknya dikembalikan kepada Sang Empunya Kehormatan, yakni Tuhan Yesus Kristus Sang Raja di atas segala raja dan Tuan atas segala tuan, yang melalui Roh Kudus-Nya telah menetapkannya sebagai seorang gembala atau penilik jemaat Allah, dan yang telah diberi tugas untuk melayani.

Penghormatan bagi seorang gembala sidang atau penilik jemaat Allah itu pun akan muncul selanjutnya, melalui suatu proses berkesinambungan dan konsisten oleh sebab pola kepemimpinannya yang baik, dan kehidupan pelayanannya yang penuh integritas, karena kehidupannya sepenuhnya diisi oleh kebenaran Firman Tuhan, dan hidup penuh ketaatan dipimpin oleh Allah Roh Kudus.

Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." ITimotius 3:1

Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. I Timotius 5:17

Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. II Timotius 1:13-14

Proses penetapan yang baik diperoleh melalui suatu pergumulan doa dan puasa oleh yang bersangkutan, dilanjutkan dengan tindakan penumpangan tangan oleh suatu sidang penatua, lalu mereka oleh petunjuk Roh Kudus, diutus ke berbagai tempat dan daerah sesuai kebutuhan pelayanan dari suatu sidang jemaat, atau ada banyak pula yang memulai pekerjaan penggembalaan itu diawali dengan merintis suatu sidang jemaat yang baru.

Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan denganpenumpangan tangan sidang penatua. I Timotius 4:14

Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Kisah para Rasul 14:23

Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas,... Kisah para Rasul 15:22

Seorang Gembala sidang atau seorang pemimpin rohani, atau seorang penilik jemaat atau penatua atau utusan yang ditempatkan, memiliki tanggung jawab dalam hal membina kerohanian orang-orang yang telah dipercayakan kepada mereka. Gembala sidang bertanggung jawab juga dalam hal menggembalakan, memelihara, menjaga, mengawasi domba-domba yang dipercayakan kepadanya, sehingga secara otomatis mereka juga bertanggung jawab terhadap pertumbuhan para domba atau sidang jemaat, baik secara kualitatif (kualitas) maupun kuantitatif (kuantitas).

(5)

Menurut penelitian dan pengamatan, berhasil atau tidaknya pertumbuhan suatu gereja lokal, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif, ternyata salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor kehidupan seorang gembala sidang sebagai otoritas pemimpin di tempat pelayanan yang dipercayakan kepadanya.

Seorang gembala sidang, pertama-tama harus dapat mempertanggungjawab-kan pelayanannya kepada Tuhan, dengan maksud dapat menggembalakan domba-domba-Nya melalui hukum Kasih, dengan cara melakukan antara lain (3P); Pembinaan, Perawatan dan Pemuridan.

Pembinaan artinya bahwa; seorang gembala sidang dengan penuh kasih dan kerelaan hati, akan bersedia membina atau membangun anggota jemaat atau domba-domba yang dipercayakan kepadanya, dari suatu keadaan yang terpuruk, atau tidak berdaya, bahkan dari suatu keadaan tanpa harapan sekalipun, akan menjadi pulih dan bangkit kembali, serta memiliki harapan baru di dalam Tuhan Yesus Kristus, walaupun harus melalui proses waktu yang cukup lama dan berat dalam penangannya.

Perawatan artinya adalah, seorang gembala sidang dengan penuh kasih dan kesabaran serta kesetiaan, bersedia meluangkan waktu, memberikan tenaga dan perhatian sepenuhnya, guna membebat, merawat dan memulihkan keadaan domba-domba yang cedera, sakit, kurang vitamin, loyo, kurang bersemangat, lemah, sampai akhirnya menjadi pulih dan sehat serta penuh dengan semangat, untuk kembali datang dengan setia beribadah kepada Tuhan, karena telah memiliki masa depan yang penuh harapan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Perawatan dapat juga diartikan sebagai; menjaga kawanan domba agar dapat mengalami pertumbuhan maksimal, mulai dari bayi, kanak-kanak sampai menjadi domba-domba/jemaat dewasa.

Sedangkan pemuridan dimaksud adalah terciptanya suatu proses belajar mengajar yang berkesinambungan, munculnya kondisi keteladanan dan peneladanan yang dinamis dan harmonis, adanya peran guru dan murid yang saling mengisi dan partisipasi optimal.

Harapan pemuridan adalah, agar para murid dapat melakukan segala sesuatu yang telah diajarkan, diperintahkan, dan diteladankan oleh gurunya. Tuhan Yesus Kristus sendirilah Guru yang Agung, di mana kita semua adalah murid-murid-Nya, yang senantiasa belajar kepada guru Agung kita.

Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guruyang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya. Yohanes 3:2

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. Matius 11:29-30

Selanjutnya seorang gembala sidang tentunya juga harus bertanggung jawab dan loyal kepada organisasi atau denominasi (aliran gereja) tertentu, dimana secara organisasi gembala sidang atau pemimpin rohani tersebut dinaungi atau dipercayakan penugasannya oleh organisasi gereja tersebut. Gembala sidang tersebut diharapkan dapat “memanage”

yakni; Mengelola, Mengarahkan dan Memberdayakan (3M) segenap anggota jemaatnya.

(6)

Mengelola artinya mengurus, melakukan, menyelenggarakan.1 Seorang gembala sidang harus dapat meng-urusi jemaatnya, melakukan tugas-tugas dan panggilannya sebagai seorang gembala sidang dan menyelenggarakan pelayanan-pelayanan Gerejawi yang sudah diserahkan kepadanya sebagai kewajiban dan tanggungjawab.

Mengarahkan artinya tuju, jurusan, menuju, menghadap ke..., tujuan, maksud.2 Seorang gembala sidang adalah seorang pemimpin yang sudah harus tahu, kemanakah arah yang akan di tuju, mengerti jurusan apa yang sedang dan akan dilalui bersama jemaat/domba- dombanya, memahami dengan benar sedang menuju ke mana arah pelayanannya, senantiasa dihadapkan kepada siapa jemaat/domba-dombanya, mengerti dengan jelas apa tujuan pelayanannya, dan mengerti dengan benar maksud pelayanan dan maksud dari jemaat/domba-domba yang dipercayakan kepadanya untuk dilayani. Pelayanan yang dipercayakan kepadanya hanyalah merupakan suatu penugasan untuk mengelola dan mengarahkan sidang jemaat/domba-domba yang dipercayakan kepadanya untuk dilayani.

Gembala sidang hanya dipercayakan untuk menyelenggarakan tugas Allahi, sedangkan sidang jemaat/domba-domba adalah milik Gembala yang Baik, Gembala Agung segala domba, yakni Tuhan Yesus Kristus sendiri, bukan milik pribadi si Gembala sidang. Gembala sidang hanyalah hamba yang dipercaya oleh Tuannya.

”Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." Lukas 17:10 Seorang gembala sidang juga bertanggung jawab untuk: Memberdayakan anggota sidang jemaat/domba-dombanya. Memberdayakan artinya memberikan kekuatan, memberikan tenaga, memberikan akal, ikhtiar atau jalan.3 Seorang gembala sidang dalam pelayanannya akan memberikan kekuatan dan tenaga kepada sidang jemaat/domba-domba, melalui pemberitaan Firman Tuhan yang hidup sebagai makanan rumput yang hijau dan segar bagi domba-domba gembalaannya, dan membawa mereka agar berada dalam kondisi dipenuhkan oleh Allah Roh Kudus senantiasa. Sehingga dengan demikian sidang jemaat diberdayakan untuk melaksanakan amanat Agung Kristus dan menjadi saksi-Nya. Serta mengarahkan mereka pada hikmat, ikhtiar atau jalan yang harus mereka lakukan. Oleh pimpinan Roh Kudus, Anda dan saya menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:19-20

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah para Rasul 1:8

Selain dari berbagai hal tersebut di atas, seorang Gembala sidang juga harus dapat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah, karena statusnya

1W.J.S. Poerwadarminta: Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka, 1985

2 Ibid. hal. 55

3 Ibid. hal. 233.

(7)

secara otomatis diakui sebagai tokoh atau pemimpin keagamaan, yang patut dicontoh dan diteladani; baik dari tutur kata maupun perilaku kehidupannya.

Persoalan timbul, ketika salah satu faktor terpenting dari kehidupan seorang gembala sidang sebagai seorang pemimpin, hilang atau tidak nampak secara nyata dan jelas; yakni integritas.

John C Maxwell dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan di dalam diri Anda, mengatakan bahwa; Integritas adalah komoditi yang mulai menghilang sekarang ini.

Standar-standar pribadi ambruk di dunia yang telah mengutamakan kesenangan pribadi serta jalan pintas menuju sukses.4

Integritasternyata harus dimiliki oleh semua orang dan harus nampak nyata dalam setiap kehidupan pribadinya, karena integritas berhubungan dengan suatu pola kepribadian seseorang. Integritas mencerminkan keberadaan jati diri seseorang. Integritas adalah suatu

“kebulatan; keutuhan; ketulusan hati; kejujuran; suatu keutuhan karakter.”5

Integritas seorang pemimpin rohani atau gembala sidang harus teruji, karena seorang gembala sidang atau pemimpin rohani adalah pemimpin yang patut dituruti perkataannya, patut ditiru dan dicontoh atau diteladani perilakunya.

Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, I Timotius 3:2

Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.

Titus 1:7

Sebagai seorang gembala sidang yang memiliki integritas, setiap perkataannya harus memiliki esensi kebenaran Firman Tuhan. Perkataan-perkataan yang mengandung Firman Tuhan akan selalu disampaikannya kepada setiap orang yang mendengarkannya, yakni perkataan-perkataan yang membangun, memotivasi, membangkitkan, menguatkan, meneguhkan dan memberkati. Segenap perilaku kehidupannya mewujudkan ekspresi Firman Tuhan yang hidup dan terwujud nyata, dapat dilihat dan dinikmati oleh setiap orang yang melihat dan berada disekelilingnya atau bersamanya. Sudah seharusnya Firman Tuhan yang hidup itu, wajib terefleksi secara nyata dan utuh di dalam kehidupannya sebagai seorang pemimpin. Sehingga kehidupannya adalah seperti suratan yang terbuka dan dapat dibaca oleh setiap orang.

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. II Korintus 3:2

Masalahnya; Secara realitas, kehidupan yang berintegritas dari seorang pemimpin, yakni seorang gembala sidang, jarang sekali nampak secara nyata dan utuh.

Seorang yang berintegritas ditandai dengan tidak mempunyai loyalitas yang terbagi, juga tidak pura-pura. Orang yang berintegritas itu “utuh”; mereka dapat diidentifikasikan dari tunggalnya tekad mereka. Orang yang berintegritas tidak perlu menyembunyikan apapun atau takut terhadap apapun.6

4 John C. Maxwell, Mengembangkan kepemimpinan di dalam diri Anda, Buku kerja,69

5 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, 384. lihat juga John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, 326. Dan berbagai pandangan.

6 Ibid., Buku kerja, 69-70

(8)

Tentunya penulisan ini dibuat dengan maksud sebagai catatan dan masukan bagi penulis secara pribadi, termasuk bagi para pemimpin gereja, atau bagi para pemimpin Kristen, bagi para gembala sidang, atau bagi siapa saja sebagai orang-orang kudus Allah yang telah dan akan senantiasa diperlengkapi oleh pelayanan kelima jawatan gereja, dalam rangka pembangunan tubuh Kristus di muka bumi ini, yakni guna menghadirkan dan memperluas Kerajaan Allah.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-

pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,... Efesus 4:11-12

3. Identifikasi keberhasilan melalui Integritas dan hal Kerajaan Allah

Ada berbagai faktor yang menyebabkan berhasilnya kepemimpinan seorang pemimpin rohani atau Gembala Sidang.

Keberhasilanseorang pemimpin, pada akhirnya mempengaruhi keberhasilan organisasi.

Salah satu contoh dari keberhasilan adalah;keberhasilan pelayanan seorang pemimpin rohaniatau gembala sidang di sebuah gereja lokal.

Keberhasilan sebuah gereja lokal memang diakui, tidak sepenuhnya atau secara mutlak hanya ditentukan oleh keberhasilan seorang pemimpin rohani melalui pelayanannya saja.

Keberhasilan sebuah gereja lokal antara lain bisa juga dipengaruhi oleh berbagai hal lain seperti:

1. Keuangan yang terbuka/ transparansi 2. Gedung gereja yang mewah dan mentereng 3. Interior design yang apik dan nyaman 4. Tempat duduk yang empuk dan nyaman 5. Adanya musik dan sound sistem yang baik 6. Adanya liturgi atau Praise and Worship 7. Adanya fasilitas-fasilitas bintang lima

8. Letak/posisi gedung gereja yang strategis dan mudah dijangkau 9. Adanya manajemen dan organisasi yang baik

10. Adanya orang-orang kaya sebagai donatur 11. Adanya kelompok etnis atau ras tertentu 12. Adanya kepemimpinan yang baik

Namun hal lain yang tidak dapat dipungkiri adalah: bahwa ternyata keberhasilan sebuah gereja lokal sangat dipengaruhi secara kuat oleh keberhasilan pelayanan seorang pemimpin rohaninya, dalam hal ini adalah keberhasilan pelayanan seorang gembala sidang.

Dan berhasil atau tidaknya pelayanan seorang pemimpin rohani atau gembala sidang tersebut, ternyata dapat dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain seperti berikut:

1. Kesejahteraan hidup gembala sidangatau pemimpin rohani orgnisasi tersebut 2. Gaya kepemimpinannya, misalnya otoriter, partisipatif atau kepemimpinan hamba 3. Usia gembala sidang/ pemimpin rohani (pengaruh kematangan)

4. Pengalaman, pandangan dan wawasan-wawasannya 5. Organisasi dan doktrin-doktrin

6. Latar belakang sosial budaya

(9)

7. Gender/ jenis kelamin (dibeberapa gereja tertentu) 8. Kehidupan pribadi dan keluarga

9. Kecenderungan behavioralnya atau perilaku (Menurut Teori “Power of Character, DR. Jakup Ezra CBC”), dipengaruhi juga oleh “warna” Merah, Kuning, Hijau atau Ungu, Personality, Character, dan Temperamennya, yang Responding, atau cara merespon seseorang dengan benar.

10. Integritasgembala sidang/integritas pemimpin rohani

11. Tingkat pendidikan atau skill yang dimiliki, baik oleh gembala sidang/pemimpin rohani maupun jemaat

12. Kesadaran jemaat dan kerelaan mereka untuk terlibat dalam setiap gerak pelayanan, serta

13. Tingkat kematangan jemaat dan kedewasaan rohaninya

Setelah identifikasi keberhasilan diperolehdalam sejumlah butir seperti tersebut di atas, melalui proses penelitian yang telah dilakukan penulis dalam tesis yang telah berhasil dipertanggungjawabkannya, akhirnya dapat teridentifikasikan dalam tesis tersebut bahwa faktor terpenting sebagai penyebab keberhasilan pelayanan di suatu gereja lokal, ternyata dipengaruhi secara signifikan oleh Integritas yang dimiliki oleh gembala sidang/pemimpin rohani dari suatu gereja atau organisasi tersebut.

Integritas dimaksud adalah: suatu kebulatan atau keutuhan karakter, yang dimiliki oleh seorang pemimpin rohani atau seorang gembala sidang.

Integritas yang dimiliki oleh seorang gembala sidang atau seorang pemimpin rohani tersebut, diidentifikasikan menjadi variable independen yang memunculkan beberapa dimensi antara lain: dimensi ketulusan hati dandimensi dapat dipercaya

Dimensi ketulusan hati memiliki beberapa indikator antara lain: Kesetiaan, kejujuran, kerendahan hati dan ketaatan.

Sedangkan dimensi dapat dipercayamemiliki beberapa indikator berupa: Menjadi murid yang mau terus-menerus belajar, bertanggung jawab, konsisten dan dapat menjadi teladan, baik dalam perkataan maupun tingkah lakunya.

Selain dari dua kelompok besar dari dimensiketulusan hati dan dimensidapat dipercaya tersebut, tentunya masih ada banyak lagi komponen-komponen lainnya yang dapat dikategorikan sebagai bagian dari integritas. Namun demikian minimal bila kedua dimensi integritas, yakni dimensi ketulusan hati dan dimensi dapat dipercaya tersebut dapat dimiliki oleh seorang pemimpin rohani atau seorang gembala sidang, maka dapat tercapailah keberhasilan gereja lokal atau keberhasilan organisasi yang dipimpinnya, baik keberhasilan secara Kuantitas maupun keberhasilan secara Kualitas.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita semua yang percaya kepada-Nya, doa seperti berikut ini:

Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah kiranya nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama- lamanya. Amin.) Matius 6:9-13

(10)

Ini adalah suatu contoh dan bukti dari keutuhan integritas Allah. Tuhan Yesus dalam keutuhan integritas-Nya menghendaki agar Anda dan saya bisa menikmati Kerajaan Allah, yang terjadi di muka bumi ini, di dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti di Sorga. Kiranya Kerajaan Allah senantiasa hadir dalam kehidupan kita, dan kehendak-Nya pun terjadilah.

Sebaliknya, perhatikan ayat tersebut, kehendak-Nya pun akan terjadi di bumi, di dalam kehidupan Anda dan saya seperti di Sorga, bila Kerajaan Allah datang atau benar-benar hadir dan terjadi di dalam kehidupan kita.

Kerajaan Allah bukan lagi berbicara tentang hal fisik atau lahiriah, atau bahkan ada yang menganggap bahwa Kerajaan Allah adalah suatu Kerajaan yang berada di tempat tak terjangkau nun jauh di sana yakni di sorga, tetapi Kerajaan Allah berbicara tentang Kuasa atau suatu Kedaulatan Kerajaan, di mana Allah yang di sorga adalah Rajanya. Sorga adalah tempat di mana Allah Bapa dan Yesus Putera-Nya sekarang berada dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, bertahta sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan atas segala tuan.

Sedangkan Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah berbicara tentang Kuasa atau Kedaulatan Kerajaan yang dimulai dari tempat-Nya di Sorga, sampai ke bumi di mana Anda dan saya berada. Dan kita adalah saksi-saksi-Nya yang menghadirkan Kerajaan Allah, sampai ke ujung bumi ini.

Bukankah banyak orang yang tidak berintegritas, membangun Kerajaannya sendiri (Build the kingdom of self), bukannya membangun atau meluaskan Kerajaan Allah (Kingdom of God). Pikirnya apa yang dimilikinya adalah miliknya sendiri, apa yang didapat atau diperolehnya adalah karena kekuatannya sendiri. Tidak ada ketulusan hati apa lagi dapat dipercaya. Padahal sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan, bahkan hidup ataupun mati adalah milik Tuhan. Kalau kita kuat, itu hanya oleh karena kekuatan dari Tuhan. Itulah integritas.

Tuhan Yesus dengan keutuhan integritas-Nya tidak menghendaki hanya Dia sendiri dan Bapa-Nya saja, atau hanya dengan para malaikat-Nya yang bisa menikmati hadirat Kerajaan Allah. Tetapi Dia telah rela membagikan Kerajaan Sorga itu, agar kita semua yang percaya kepada-Nya, bisa mengambil bagian dan memiliki hadirat Kerajaan Allah.

Bandingkan dengan orang yang tidak berintegritas, mereka membangun, memperkuat, memperkokoh, memperluas, mempertahankan Kerajaan pribadinya, hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, paling jauh adalah untuk kepentingan keluarga atau keturunan- keturunannya atau kolega atau handai tolannya saja. Kepentingan diri sendiri itu biasanya terjadi karena adanya hal-hal fisik atau materi, atau kepentingan-kepentingan duniawi yang dipertahankan.

Alkitab menuliskan hal itu sebagai keinginan-keinginan yang berasal dari dunia, yakni keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. I Yohanes 2:15-16

Mari kita melihat contoh dari murid-murid Tuhan Yesus. Bukankah mereka telah bersama-sama dengan Yesus hampir selama tiga setengah tahun pelayanan Yesus. Dan Yesus telah mengajarkan kepada mereka tentang Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah.

(11)

Tuhan Yesus telah memberitakan hal Kerajaan Allah sejak Yohanes ditangkap oleh raja Herodes, bahkan berita tentang Kerajaan Allah itupun diberitakan-Nyalagi oleh Tuhan Yesus sendiri selama 40 hari setelah penderitaan-Nya selesai, yaknisetelah kebangkitan-Nya dari kematian, setelah dengan banyak tanda Yesus membuktikan bahwa Dia hidup, dan berita yang Yesus sampaikan adalah berita tentang Kerajaan Allah.

Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Matius 4:1

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Matius 4:17

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Matius 4:23

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah- rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Matius 9:35

Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Kisah para Rasul 1:3

Tetapi yang terjadi dengan murid-murid Yesus adalah; mereka tetap masih belum mengerti tentang hakekat atau inti dari perihal Kerajaan Allah, sampai saat sebelum Tuhan Yesus terangkat naik ke Sorga.

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Kisah para Rasul 1:6

Para murid masih menganggap bahwa Kerajaan Allah yang Tuhan Yesus telah ajarkan kepada mereka adalah berbicara tentang perkara-perkara jasmaniah atau duniawi. Mereka menganggap bahwa Kerajaan Allah adalah sama dengan kerajaan Israel secara lahiriah, di mana saat itu mereka sedang mengalami penderitaan sebagai bangsa terjajah oleh kerajaan Romawi. Mereka pikir bahwa Yesus akan segera melepaskan/membebaskan mereka dari penderitaan jasmani itu. Bayangkan saja bila mereka benar-benar menanti kebebasan kerajaan Israel pada waktu itu, maka yang terjadi adalah lebih dari seribu sembilan ratus empat puluh tahun kemudian baru terwujud, karena kita tahu bersama bahwa bangsa Israel memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1948.

Bila kita mencoba memvisualisasikannya, mungkin Tuhan Yesus mengelus dada-Nya dan dalam bahasa sehari-hari Tuhan Yesus kemudian berkata: ”Aduh... Murid-murid-Ku, masakah telah sekian lamanya Aku mengajarkan tentang Kerajaan Allah, bahkan Aku telah menyampaikannya dalam berbagai perumpamaan, tetapi kalian tetap saja tidak mengerti tentang ”Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah itu?” Janganlah terjebak oleh hal-hal jasmani?... Itu adalah urusan Bapa sendiri, engkau tidak perlu repot-repot?” Selanjutnya Yesus mengatakan:

Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus

(12)

turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah para Rasul 1:6-8

Luar biasa! Masa dan waktu kelepasan/pembebasan tentang hal-hal lahiriah, ada di dalam ketetapan “Bapa” sendiri menurut “Kuasa-Nya”. Dan Kuasa-Nya itu diberikan kepada kita, melalui Roh Kudus yang turun memenuhi seluruh kehidupan kita. Puji Tuhan!

Artinya; jika kita menerima Roh Kudus, kita menerima kuasa. Kuasa itu adalah Kuasa Bapa sendiri. Kuasa yang memerdekakan, kuasa yang membebaskan, kuasa yang melepaskan, kuasa yang memulihkan, kuasa yang menyembuhkan, kuasa otoritas Kerajaan Allah yang memerintah atas segala sesuatu. Kuasa Kerajaan Allah harus disaksikan oleh kita sebagai para saksi Kerajaan, mulai dari Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Kabar baik tentang Kerajaan Allah telah dipercayakan kepada murid-murid-Nya pada waktu itu, bahkan pada masa kini Anda dan saya telah dipercayakan-Nya untuk menjadi saksi-Nya memberitakan Injil Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi dengan otoritas Kuasa Roh Kudus, sebab Kerajaan Allah bukan lagi berbicara tentang hal-hal lahiriah, tetapi tentang kedaulatan dan Kuasa.

Berita Injil sebagai Kabar baik yang penuh Kuasa itu adalah: Berita Injil Kerajaan. Di dalam-Nya terkandung berita keselamatan, pembebasan, pemulihan, kehidupan yang baru, pola hidup penuh kemenangan, dipenuhioleh sistem dan pedoman yang jelas dan akurat, serta nilai-nilai Kerajaan yang sebenarnya, berisi Hukum kasih yang abadi, yakni nilai-nilai agung Kerajaan Allah yang kekal.

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Matius 24:14

Lalu mengapa penderitaan secara fisik atau kejahatan-kejahatan duniawi, bisa saja menyerang dan terjadi dalam kehidupan kita secara lahiriah? Setiap keadaan yang tidak baik di dunia ini, sangat mungkin terjadi dan datang secara jasmani/fisik/lahiriah, dan dialami oleh murid-murid-Nya atau bahkan bisa saja terjadi dalam kehidupan Anda dan saya.

Mengapa? Karena memang bumi ini telah rusak dan penuh manusia yang melakukan kejahatan dan kecemaran dosa. Perhatikan:

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Kejadian 6:5-6

Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya! Wahyu 22:11

Bagi orang-orang yang tidak berintegritas, maka mereka akan terus melakukan kejahatan dan kecemaran dosa, namun bagi orang-orang yang berintegritas, Anda dan saya akan hidup dalam kebenaran dan akan terus menerus menguduskan diri kita.

Puji Tuhan! Anda dan saya ada di tengah-tengah mereka, bahkan Anda dan saya telah ditanam di ladang dunia ini sebagai anak-anak Kerajaan. Inilah misi besar Kerajaan Allah di muka bumi ini.

(13)

Selanjutnya Yesus membentangkan arti tentang perumpamaan lalang di antara gandum itu;

Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Matius 13:37-38

Anda dan saya sebagai benih yang baik dan disebut sebagai anak-anak Kerajaan, dibandingkan dengan lalang sebagai anak-anak si jahat yang sama-sama ditanam di ladang dunia ini, memiliki perbedaan yang sangat menyolok dalam kualitas hidup. Perbedaan tersebut adalah, Anda dan saya sebagai anak-anak Kerajaan memiliki kehidupan yang berbuah. Jangan sampai Anda dan saya hanya disebut sebagai Kristen, tetapi tidak berbuah.

Benih yang baik itu disebut gandum, daun gandum memang bentuknya hampir sama dengan daun lalang, tetapi perbedanya adalah; tanaman gandum berbulir/berbuah sedangkan tanaman lalang tidak berbuah, atau lalang bisa berbulir juga namun isinya tidak berguna.

Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Matius 13:26 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Matius 7:20

Dunia di mana kita ditanam sebagai anak-anak Allah, adalah dunia yang jahat. Dunia yang jahat ini penuh dengan aneka penderitaan. Namun Anda dan saya telah hidup di muka bumi ini, tidak bisa memilih atau mengelak dari keadaan dunia ini. Anda dan saya telah ditanam sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus yang adalah Anak Manusia di ladang dunia ini, sebagai anak-anak Kerajaan. Tentunya sebagai anak-anak Kerajaan, Anda dan saya mendapat tugas sebagai pembawa misi Kerajaan Allah. Yakni bagaimana kita harus bersikap dan berperilaku ditengah-tengah umat manusia yang penuh kejahatan dan dosa di dunia ini. Demikian pula kita harus dapat menjadi saksi-Nya, melaluisikap kita dalam menghadapi berbagai macam penderitaan yang secara nyata harus dialami juga oleh kita sebagai anak-anak Kerajaan? Buktinya, sesulit atau sesusah apapun keadaannya, Tuhan Yesus sanggup menolong.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Roma 8:18

Ternyata penderitaan di dunia ini hanyalah merupakan suatu proses, yang harus dialami oleh setiap anak-anak Allah atau anak-anak Kerajaan sekalipun. Namun disadari ataupun tidak, pada kenyataannyabahwa seluruh mahluk hidup yang ada di dunia yang jahat ini, juga sedang berada di dalam penderitaan, bahkan lebih parah lagi adalah; mereka tidak mempunyai pengharapan apapun. Lahir telanjang dan pergi dengan telanjang pula, tidak membawa apa-apa. Sedangkan yang dialami disepanjang umurnya adalah kesusahan, penderitaan dan kekesalan. Sekalipun orang itu kaya raya, memiliki harta benda dan kemuliaan, namun tidak diberi kuasa untuk menikmatinya, itu juga adalah penderitaan yang pahit. Demikianlah yang dikatakan oleh Pengkhotbah.

Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya. Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Pengkhotbah 5:14-16

(14)

Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Pengkhotbah 6:1-2

Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang jahat menjadi sia- sia. Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya. Amsal 11:7-8

Penderitaan itu adalah proses sekolah Illahi karena ada tujuan akhir dari penderitaan yakni Kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Itulah kemuliaan Sorgawi yang sesungguhnya, yang akan kita alami kelak bila kita telah lulus dari sekolah Allahi Universitas Sorgawi, Fakultas atau jurusan penderitaan duniawi (ilustrasi bebas).

Sasaran dekatnya, apabila Anda dan saya telah lulus dalam proses penderitaan itu, maka kita sebagai lulusan sarjana Universitas Sorgawi jurusan penderitaan duniawi, sedang ditunggu/dinantikan oleh seluruh mahluk, karena jelas bahwa mereka ternyata tidak mempunyai pengharapan apapun di dunia ini. Seluruh mahluk itu, tengah menantikan saat dimana Anda dan saya sebagai anak-anak Allah yakni anak-anak Kerajaan dinyatakan. Oleh sebab itu tetaplah kuat dan bertahanlah ditengah-tengah penderitaan.

Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Roma 8:19

Saya sering menyampaikan hal berikut ini:

Seandainya hidup kita mencapai usia seratus tahun sekalipun dan yang dialami disepanjang hidup itu hanyalah penderitaan, jangan pernah menyerah! Karena kemuliaan yang akan kita terima adalah kemuliaan yang Kekal, yakni kehidupan kekal sampai selama-lamanya, di dalam Sorga-Nya yang permai.

Maju terus di dalam Tuhan! Tuhan tidak akan pernah terlambat untuk menolong. Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Sebagai orang-orang yang berintegritas, Anda dan saya sedang dinanti-nantikan oleh dunia ini. Mereka melihat dan memantau segenap sisi kehidupan kita. Bersungguh-sungguhlah di dalam Tuhan. Jangan ikuti tawaran dunia yang menggiurkan. Milikilah tanda-tanda Kerajaan Allah yang akan menjadi bagian dalam hidup kita.

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu. Lukas 17:20-21

Ternyata Kerajaan Allah berada di antara kita. Kedaulatan Kerajaan Allah, yakni Kuasa Roh Kudus-Nya harus nyata di dalam setiap kehidupan pribadi Anda dan saya sebagai anak- anak Kerajaan yang berintegritas, sehingga Anda dan saya dapat menjadi saksi Kerajaan- Nya sampai ke ujung bumi, dan membawa mandat berita Injil Kerajaan-Nya. Marilah kita semua sebagai anak-anak Kerajaan yang hidup di dunia ini, terus menerus membangun kehidupan sepenuhnya dengan nilai-nilai KerajaanAllah yakni menjadi pelaku kebenaran Firman Tuhan. Tuhan Yesus sudah tidak lama lagi datang ke dunia ini, Anda dan saya disebut juga sebagai ’bentara’ atau bahkan disebut sebagai ’duta-duta besar’ Kerajaan Allah.

Anda dan saya akan turut mengambil bagian dalam mempercepat kedatangan-Nya, melalui

(15)

berita Injil Kerajaan yang diwartakan, baik itu secara lisan maupun sebagai suratan yang terbuka yang dapat dibaca oleh semua orang.

Menurut Derek Morphew7, di PB; Kerajaan Roma tidak mempunyai jaringan TV untuk mengumumkan dekrit kerajaan kepada penduduk. Mereka mempekerjakan bentara untuk hal ini. Keryx (bentara atau penyiar) adalah seseorang yang diutus oleh penguasa atau negara untuk memberitakan dengan suara yang jelas sebuah berita dan membuat berita itu diketahui. Bentara membawa berita-berita penting dari kota ke kota. Mereka akan memasuki setiap kota menemukan sebuah tempat umum yang menyolok, membuat proklamasi mereka dan dilanjutkan ke kota berikutnya. Keryx selalu di bawah otoritas seseorang lainnya, dimana ia menjadi juru bicaranya. Dirinya sendiri kebal. Ia menyampaikan pesan dan maksud tuannya. Kantornya mempunyai sebuah karakter resmi dan oleh karenanya ia adalah penyiar dari keputusan hukum. Ketika dekrit atau keputusan resmi dikatakan, hal itu menjadi pengikat. Perkataan menjadi suatu peristiwa. Penulis PB menggunakan perkataan ini untuk menggambarkan apa yang terjadi di dalam pelayanan Yesus. Ia memberitakan dengan kuasa, jaman yang akan datang dengan gamblang. Sebenarnya, ini adalah perkataan-Nya atau pengumuman yang menyebabkan sesuatu terjadi. Ketika Ia berbicara, peristiwa Eskatologipun mulai mengambil bagian. Pengumuman tentang kedekatan kerajaan itu sendiri, menyebabkan kuasa tersebut dilepaskan. Jawaban dari pertanyaan kita: ‘Bagaimana kuasa dari jaman yang akan datang masuk pada jaman ini?’ Caranya adalah: ‘Dengan memproklamirkan perkataan Yesus’.

Yesus memulai pelayanan-Nya dengan mengumumkan kedekatan kerajaan.

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah.

Kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Markus 1:14-15

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Matius 4:23

Hal ini dengan segera diikuti oleh sebuah tindakan mendemonstrasikan bahwa pengumuman itu sesungguhnya berlaku.

o Seorang pria yang dirasuk setan dibebaskan hanya dengan perkataan Yesus yang berotoritas (Markus 1:25)

o Seperti seorang bentara, Yesus mempunyai sebuah tugas mendesak untuk memberitakan di seluruh kota (Markus 1:38-39)

o Ketika Ia melakukannya, proklamasi menjadi sinonim dengan kesembuhan dan pelepasan: orang yang sakit kusta disembuhkan karena Yesus berkata ‘Aku mau’

(Markus 1:41)

o Seorang lumpuh berjalan karena Ia berkata ‘Bangunlah’ (Markus 2:11) o Perwira tahu bahwa Yesus hanya perlu ‘katakan sepatah kata’ (Matius 8:8) o Ketika Yesus berkata ‘pergilah’ setan-setan itupun keluar (Matius 8:32)

Seseorang dapat melihat seluruh pelayanan umum Yesus dengan dua cara: Kata-kata Yesus dan Karya-karya Yesus.

7 Morphew, Derek, Teologi Kerajaan Allah, Viniyard Publishing Indonesia, Jl. Kerajinan No. 5. Jakarta1991.

(16)

Karya-karya-Nya selalu merupakan hasil dari perkataan-Nya, dan karya-karya-Nya selalu memproklamirkan perkataan. Kata-kata itu mengumumkan kerajaan. Itulah keutuhan Integritas Yesus, apa yang dikatakan-Nya sama dengan apa yang dikerjakan -Nya.

Yesus mengharapkan para murid, serta Anda dan saya, mengumumkan hal yang sama.

Disini terletak pertalian antara kedatangan kerajaan yang akan datang dan sekarang.

Mekanisme pemicu, dari pengumuman, tetap sama. Tugas bentara adalah; untuk memproklamirkan perkataan Yesus, yakni menyatakan Kerajaan dan kuasa-Nya, saat ini terletak di dalam kehidupan dan pelayanan Anda dan saya.

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Lukas 9:2

Ingat kedatangan-Nya kedua kali yang sudah sangat dekat kelak nanti, adalah untuk membawa kita semua yang percaya kepada-Nya kembali ke rumah Bapa di Sorga, karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga. Tidak ada cara lain yang akan membawa kita bisa menikmati tempat yang sudah disediakan bagi kita di Sorga, selain hidup dengan penuh Integritas. Hidup sebagai anak-anak Kerajaan, hidup sebagai bentara pembawa warta kerajaan, dan duta-duta besar Kerajaan Allah, yang membawa mandat Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Roma 14:17- 18

Hiduplah dengan penuh integritas sebagai anak-anak Kerajaan, dengan standard nilai- nilai Kerajaan Allahyang terdapat sepenuhnya di dalam Injil Kerajaan – menjadi pelaku Firman Tuhan. Dimulai dari kehidupan kita pribadi lepas pribadi, nikah kita, rumah tangga dan keluarga, serta menjadi saksi-Nya yang membawa dampak Kerajaan Allah, mulai dari lingkungan kita, masyarakat, serta bangsa dan negara kita, sampai ke seluruh dunia. Amin.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, sejauh pelacakan yang telah dilakukan, belum ditemukan kajian atau penelitian yang secara komprehensif dan mendalam membahas tentang konsep Almanak NU,

Pada sistem DRP pembelian bahan baku dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pusat distribusi pada jaringan multiekselon, sedangkan sistem persediaan dengan jumlah pesanan

default-ap-tx-limit=0 default-authentication=yes default-client- tx-limit=0 default-forwarding=yes dfs-mode=none disable-running- check=no disabled=\. yes

“Hukum Adat itu adalah suatu kompleks norma – norma yang bersumber pada perasaan keadilan rakyat yang selalu berkem- bang meliputi peraturan – peraturan tingkah laku manusia

seperti yang telah diketahui, banyak sekali program non kependidikan yang di selenggarakan di UNNES, selain kedua program di atas, terdapat juga program pendidikan yang bertujuan

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan penulis dengan data primer dan sekunder, maka penelitian ini memunculkan tanggapan bahwa adanya dana sertifikasi

Bila suhu bayi tetap dalam batas normal dan bayi minum dengan baik dan tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di RS, bayi dapat dipulangkan dan nesehati ibu bagaimana

Setelah itu larutan EM4 dicampurkan pada bahan organik yang tandan kosong kelapa sawit, lalu dilakukan pengomposan (bahan dimasukkan ke dalam terpal dan ditutup dengan rapat)