BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi.Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang berasal dari skor hasil belajar IPA kelas V yang berupa tes dan skor angket kemandirian dan fasilitas belajar siswa. Hasil dari analisis deskriptif variabel hasil belajar IPA dan variabel kemandirian serta fasilitas belajar, didapatkan jumlah sampel penelitian, nilai rata-rata, nilai tengah data, modus, simpangan baku, varian, kemiringan, keruncingan, rentang, nilai minimum, nilai maksimum, dan jumlah data.
a. Variabel Hasil Belajar IPA Kelas V
Sebelum dianalisis secara deskriptif menggunakan aplikasi SPSS versi 21, berikut adalah data penelitian yang telah diperoleh:
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Variabel Hasil Belajar IPA Kelas V Hasil Belajar IPA Kelas V
No Interval Frekuensi
1 44 – 49 10
2 50 – 55 12
3 56 – 61 50
4 62 – 67 38
5 68 – 73 89
6 74 – 79 42
7 80 – 85 57
8 86 – 91 15
9 92 – 97 13
Total 326
Data skor hasil belajar IPA terlampir pada lampiran 24. Data yang diperoleh, kemudian ditabulasi dengan bantuan MS. Excel yang kemudian akan diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 21 untuk dianalisis secara deskriptif.
59 commit to user
Tabel 4.2. Hasil Analisis Deskriptif Hasil Belajar IPA Statistics
TOTAL
N Valid 326
Missing 0
Mean 70,71
Median 70,79
Mode 72
Std. Deviation 11,052
Variance 122,150
Skewness -,035
Std. Error of Skewness ,135
Kurtosis -,380
Std. Error of Kurtosis ,269
Range 52
Minimum 44
Maximum 96
Sum 23052
Gambar 4.1. Histogram Data Hasil Belajar IPA
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dinyatakan bahwa jumlah sampel penelitian hasil belajar IPA yaitu 326 siswa. Nilai rata-rata data hasil belajar IPA yaitu 70,71. Median atau nilai tengah data hasil belajar IPA yaitu 70,79. Modus atau nilai yang sering muncul pada data hasil belajar IPA yaitu 72. Simpangan bakunya (standard deviation) yaitu 11,052.
Ragam (variance) data hasil belajar IPA yaitu 122,150.
commit to user
Kemiringan (skewness) kurva yaitu -0,035, artinya nilai skewness negatif tidak terlalu jauh dari nol, maka data cenderung condong ke kiri.
Nilai kurtosis (keruncingan kurva) yaitu -0,380, artinya koefisien keruncingan < 3, sehingga bentuk distribusi frekuensinya adalah platikurtis atau tumpul.
Rentang data hasil belajar IPA yaitu 52. Nilai minimum yang didapatkan dari hasil penelitian untuk hasil belajar IPA yaitu 44, sedangkan nilai maksimumnya yaitu 96. Jumlah skor seluruh data hasil belajar IPA yaitu 23052.
Data hasil belajar IPA diharapkan berdistribusi normal karena memiliki nilai mean, median, dan modus yang hampir sama. Selain itu jika dilihat dari perhitungan rasio skewness yaitu -0,25 dan rasio kurtosis yaitu -1,41, maka data hasil belajar IPA masih berdistribusi normal, karena berada di antara nilai -2.00 sampai 2.00.
b. Variabel Kemandirian Belajar Siswa
Sebelum dianalisis secara deskriptif menggunakan aplikasi SPSS versi 21, berikut adalah data penelitian yang telah diperoleh:
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Variabel Kemandirian Belajar Kemandirian Belajar
No Interval Frekuensi
1 73 – 76 8
2 77 – 80 13
3 81 – 84 43
4 85 – 88 76
5 89 – 92 66
6 93 – 96 59
7 97 – 100 40
8 101 – 104 19
9 105 – 108 2
Total 326
Data skor kemandirian belajar siswa terlampir pada lampiran 23.
Data yang diperoleh, kemudian ditabulasi dengan bantuan MS. Excel yang commit to user
kemudian akan diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 21 untuk dianalisis secara deskriptif.
Tabel 4.4. Hasil Analisis Deskriptif Kemandirian Belajar Statistics
TOTAL
N Valid 326
Missing 0
Mean 90,2000
Median 89,9000
Mode 87,46
Std. Deviation 6,68086
Variance 44,634
Skewness -,021
Std. Error of Skewness ,135
Kurtosis -,317
Std. Error of Kurtosis ,269
Range 36,00
Minimum 73,00
Maximum 109,00
Sum 29405,21
Gambar 4.2. Histogram Data Kemandirian Belajar
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dinyatakan bahwa jumlah sampel penelitian kemandirian belajar yaitu 326 siswa. Nilai rata-rata data kemandirian belajar yaitu 90,2000. Median atau nilai tengah data kemandirian belajar yaitu 89,9000. Modus atau nilai yang sering muncul pada data kemandirian belajar yaitu 87,46. Simpangan bakunya
commit to user
(standard deviation) yaitu 6,68086. Ragam (variance) data kemandirian belajar yaitu 44,634.
Kemiringan (skewness) kurva yaitu -0,021, artinya nilai skewness negatif tidak terlalu jauh dari nol, maka data cenderung condong ke kiri.
keruncingan (kurtosis) kurvanya yaitu -0,317, artinya koefisien keruncingan < 3, sehingga bentuk distribusi frekuensinya adalah platikurtis atau tumpul.
Rentang data kemandirian belajar yaitu 36,00. Nilai minimum yang didapatkan dari hasil penelitian untuk kemandirian belajar yaitu 73,00 sedangkan nilai maksimumnya yaitu 109,00. Jumlah skor seluruh data kemandirian belajar yaitu 29405,21.
Data kemandirian belajar diharapkan bersistribusi normal karena memiliki nilai mean, median, dan modus yang hampir sama. Selain itu jika dilihat dari perhitungan rasio skewness yaitu -0,15 dan rasio kurtosis yaitu -1,17, maka data kemandirian belajar siswa masih berdistribusi normal, karena berada di antara nilai -2.00 sampai 2.00.
c. Variabel Fasilitas Belajar Siswa
Sebelum dianalisis secara deskriptif menggunakan aplikasi SPSS versi 21, berikut adalah data penelitian yang telah diperoleh:
Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Variabel Fasilitas Belajar Fasilitas Belajar
No Interval Frekuensi
1 72 – 75 2
2 76 – 79 7
3 80 – 83 25
4 84 – 87 65
5 88 – 91 64
6 92 – 95 59
7 96 – 99 53
8 100 – 103 39
9 104 – 107 12
Total 326
commit to user
Data skor fasilitas belajar siswa terlampir pada lampiran 23. Data yang diperoleh, kemudian ditabulasi dengan bantuan MS. Excel yang kemudian akan diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 21 untuk dianalisis secara deskriptif.
Tabel 4.6. Hasil Analisis Deskriptif Fasilitas Belajar Statistics
TOTAL
N Valid 326
Missing 0
Mean 92,0352
Median 92,3700
Mode 89,47
Std. Deviation 6,63497
Variance 44,023
Skewness -,152
Std. Error of Skewness ,135
Kurtosis -,345
Std. Error of Kurtosis ,269
Range 34,62
Minimum 71,87
Maximum 106,49
Sum 30003,49
Gambar 4.3. Histogram Data Fasilitas Belajar
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dinyatakan bahwa jumlah sampel penelitian fasilitas belajar yaitu 326 siswa. Nilai rata-rata data fasilitas commit to user
belajar yaitu 92,0352. Median atau nilai tengah data fasilitas belajar yaitu 92,3700. Modus atau nilai yang sering muncul pada data fasilitas belajar yaitu 89,47. Simpangan bakunya (standard deviation) yaitu 6,63497.
Ragam (variance) data fasilitas belajar yaitu 44,023.
Kemiringan (skewness) kurva yaitu -0,152, artinya nilai skewness negatif tidak terlalu jauh dari nol, maka data cenderung condong ke kiri.
keruncingan (kurtosis) kurvanya yaitu -0,345, artinya koefisien keruncingan < 3, sehingga bentuk distribusi frekuensinya adalah platikurtis atau tumpul.
Rentang data fasilitas belajar yaitu 34,62. Nilai minimum yang didapatkan dari hasil penelitian untuk fasilitas belajar yaitu 71,87 sedangkan nilai maksimumnya yaitu 106,49. Jumlah skor seluruh data fasilitas belajar yaitu 30003,49.
Data fasilitas belajar diharapkan bersistribusi normal karena memiliki nilai mean, median, dan modus yang hampir sama. Selain itu jika dilihat dari perhitungan rasio skewness yaitu -1,12 dan rasio kurtosis yaitu -1,28, maka data fasilitas belajar siswa masih berdistribusi normal, karena berada di antara nilai -2.00 sampai 2.00.
2. Hasil Uji Prasyarat Analisis
Uji prasyarat pada penelitian ini ada dua macam yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Hasil pengujian ini merupakan syarat untuk melakukan pengujian hipotesis penelitian.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh pada penelitian berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak normal. Pada analisis ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil analisis uji normalitas dapat dilihat pada lampiran 25.
Bentuk hipotesis uji normalitas pada penelitian ini yaitu:
Ho : populasi berdistribusi normal.
H1 : populasi tidak berdistribusi normal commit to user
Kriteria pengujian (berdasar signifikansi) dalam uji normalitas yaitu:
Jika signifikansi > 0,05, maka terima Ho,
Jika signifikansi < 0,05, maka tolak Ho α yang digunakan yaitu 5%
atau 0,05.
1) Uji Normalitas Hasil Belajar IPA
Hasil uji normalitas data hasil belajar IPA dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.7 Hasil Analisis Uji Normalitas Variabel Hasil Belajar IPA
Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan, didapatkan hasil pada kolom Kolmogorov-Smirnov nilai Sig. yaitu 0,056, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terima Ho atau variabel hasil belajar IPA berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
2) Uji.Normalitas Kemandirian Belajar
Hasil uji normalitas data hasil kemandirian belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.8 Hasil Analisis Uji Normalitas Variabel Kemandirian Belajar
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kemandirian_Belajar
N 326
Normal Parametersa,b Mean 90,2000
Std. Deviation 6,68086
Kolmogorov-Smirnov Z ,715
Asymp. Sig. (2-tailed) ,685
Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan, didapatkan hasil pada kolom Kolmogorov-Smirnov nilai Sig. yaitu 0,685, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi > 0,05. Oleh karena itu,
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Hasil_Belajar_IPA
N 326
Normal Parametersa,b Mean 18,68
Std. Deviation 2,763
Kolmogorov-Smirnov Z 1,336
Asymp. Sig. (2-tailed) ,056
commit to user
dapat disimpulkan bahwa terima Ho atau variabel kemandirian belajar siswa berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
3) Uji.Normalitas Fasilitas Belajar
Hasil uji normalitas data hasil fasilitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.9 Hasil Analisis Uji Normalitas Variabel Fasilitas Belajar One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Fasilitas_Belajar
N 326
Normal Parametersa,b Mean 92,0352
Std. Deviation 6,63497
Kolmogorov-Smirnov Z ,680
Asymp. Sig. (2-tailed) ,744
Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan, didapatkan hasil pada kolom Kolmogorov-Smirnov nilai Sig. yaitu 0,744, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terima H0 atau variabel fasilitas belajar siswa berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
b. Uji.Linieritas
Linieritas artinya asumsi adanya hubungan dalam bentuk garis lurus antara variabel. Pada analisis ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Output lengkap analisis linearitas dapat dilihat pada lampiran 26. Bentuk hipotesis uji linearitas penelitian ini yaitu :
Ho : terdapat hubungan linear antara variabel X dan variabel Y.
H1 : tidak terdapat hubungan linear antara variabel X dan variabel Y.
Kriteria pengujian (berdasar signifikansi) dalam uji linearitas yaitu:
Jika signifikansi > 0,05, maka terima Ho,
Jika signifikansi < 0,05, maka tolak Ho α yang digunakan yaitu 5% atau 0,05.
1) Uji Linieritas Hasil Belajar IPA dan Kemandirian Belajar
Hasil uji linieritas data hasil belajar IPA dan kemandirian belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini : commit to user
Tabel 4.10 Hasil Uji Linieritas Hasil Belajar IPA dan Kemandirian Belajar
UJI LINIERITAS
df F Sig.
Hasil_
Belajar_ IPA
*
Kemandirian _Belajar
Between Groups
(Combined) 289 1,918 ,101
Linearity 1 177,755 ,000
Deviation from Linearity
288 1,307 ,167
Within Groups 36
Total 325
Berdasarkan uji linieritas yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Sig. 0,167, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi > 0,05.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terima Ho atau terdapat hubungan linear antara hasil belajar IPA siswa dan variabel kemandirian belajar.
2) Uji Linieritas Hasil Belajar IPA dan Fasilitas Belajar
Hasil uji linieritas data hasil belajar IPA dan fasilitas belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.11 Hasil Uji Linieritas Hasil Belajar IPA dan Fasilitas Belajar UJI LINIERITAS
df F Sig.
Hasil_Belajar_
IPA*
Fasilitas_Belajar
Between Groups
(Combined) 185 1,240 ,090
Linearity 1 82,047 ,000
Deviation from Linearity
184 ,801 ,921
Within Groups 140
Total 325
Berdasarkan uji linieritas yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Sig. 0,921, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi > 0,05.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terima H0 atau terdapat hubungan linear antara hasil belajar IPA siswa dan variabel fasilitas belajar.
commit to user
c. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik pada suatu penelitian, tidak akan ada korelasi antara variabel bebasnya (tidak terjadi multikolinieritas). Peneliti dalam menganalisis multikolinieritas menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Output lengkap uji multikolinieritas dapat dilihat pada lampiran 27.
Bentuk hipotesis uji multikolinieritas penelitian ini yaitu:
H0 : tidak terjadi multikolinieritas antarvariabel X H1 : terjadi multikolinieritas antarvariabel X
Dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinieritas yaitu:
3) Melihat nilai tolerance
c) Jika nilai tolerance ≥ 0,10, maka H0 diterima.
d) Jika nilai tolerance < 0,10, maka H0 ditolak.
4) Melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor) c) Jika nilai VIF ≤ 10,00, maka H0 diterima.
d) Jika nilai VIF > 10,00, maka H0 ditolak.
Tabel 4.12 Hasil Uji Multikolinieritas Kemandirian Belajar dan Fasilitas Belajar
Variabel Bebas
Collinearity Statistics Tolerance VIF
Kemandirian Belajar 0,690 1,449
Fasilitas Belajar 0,690 1,449
variabel terikat: Hasil Belajar IPA
Berdasarkan tabel hasil uji multikolinieritas diketahui nilai tolerance yaitu 0,690 dan nilai VIF yaitu 1,449. Hal itu berarti nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10,0 maka Ho diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antarvariabel bebas pada penelitian ini dan analisis regresi ganda dapat dilanjutkan.
commit to user
3. Hasil Uji.Hipotesis
a. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda adalah analisis yang digunakan untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih dengan satu variabel terikat. Peneliti dalam menganalisis regresi berganda menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21. Bentuk hipotesis untuk analisis regresi berganda penelitian ini yaitu:
H0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
H1 : terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Kriteria untuk menolak H0 berdasarkan P-value atau Significance (Sig.) yaitu:
Jika Sig. F Change ≤ α , maka H0 ditolak, Jika Sig. F Change > α , maka H0 diterima.
α yang digunakan yaitu 5% atau 0,05
Tabel 4.13 Hasil Analisis Regresi Berganda Analisis Regresi Berganda
Model R R
Square
Change Statistics
R Square Change F Change Sig. F Change
1 ,584a ,341 ,341 83,556 ,000
a. Predictors: (Constant), Fasilitas_Belajar, Kemandirian_Belajar Tabel 4.14 Hasil Analisis Nilai JK reg pada Uji Regresi Berganda
Nilai JK reg
Model Sum of Squares F Sig.
1
Regression 846,003 83,556 ,000b
Residual 1635,178
Total 2481,181
a. Dependent Variable: Hasil_Belajar_IPA
b. Predictors: (Constant), Fasilitas_Belajar, Kemandirian_Belajar commit to user
Tabel 4.15 Hasil Analisis Nilai b dan c pada Uji Regresi Berganda
Variabel Bebas B
Kemandirian Belajar (X1) Nilai b 0,172 Fasilitas Belajar (X2) Nilai c 0,100 variabel terikat: Hasil Belajar IPA
Berdasarkan tabel 4.13 dapat diketahui nilai Sig. F change sebesar 0,000. Nilai Sig. F change < α (0,000 < 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA.
Berdasarkan tabel 4.14 dan 4.15 dihasilkan nilai JK reg sebesar 846,003untuk nilai b (koefisien regresi kemandirian belajar) sebesar 0,172 dan c (koefisien regresi fasilitas belajar) sebesar 0,100. Nilai JK reg, b, dan c akan digunakan untuk menghitung Sumbangan Relatif (SR).
b. Analisis Korelasi Berganda
Analisis korelasi berganda berfungsi untuk mencari besarnya hubungan dan kontribusi dua variabel (X) atau lebih secara bersama-sama dengan variabel terikat (Y). Peneliti dalam menganalisis korelasi berganda menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21. Bentuk hipotesis untuk analisis korelasi berganda penelitian ini yaitu:
H0 : tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
H1 : terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Kriteria untuk menolak H0 berdasarkan Significance (Sig.) yaitu:
Jika Sig. ≤ α , maka H0 ditolak, commit to user
Jika Sig. > α , maka H0 diterima.
α yang digunakan yaitu 5% atau 0,05
Tabel 4.16 Hasil Analisis Korelasi Berganda
Variabel Bebas Sig. r tabel r hitung Kemandirian Belajar (X1) 0,000 0,113 0,549 Fasilitas Belajar (X2) 0,000 0,113 0,471 variabel terikat: Hasil Belajar IPA
Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan dengan aplikasi SPSS versi 21, ditunjukkan bahwa nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa tolak H0, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen.
Pada tabel 4.16, diketahui nilai r hitung variabel kemandirian belajar
= 0,549, sedangkan r tabel yaitu 0,113. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai r hitung kemandirian belajar (0, 549 > 0,113) yang berarti terdapat pengaruh antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA.
Hasil analisis koefisien korelasi antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA siswa sebesar 0,549, artinya kemandirian belajar memiliki pengaruh sedang (rentang interval koefisien korelasi 0,40 – 0,599).
Pada tabel 4.16, diketahui nilai r hitung variabel fasilitas belajar = 0,471, sedangkan r tabel yaitu 0,113. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai r hitung fasiltas belajar (0, 471 > 0,113) yang berarti terdapat pengaruh antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA. Hasil analisis koefisien korelasi antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa sebesar 0,471, artinya fasilitas belajar memiliki pengaruh sedang (rentang interval koefisien korelasi 0,40 – 0,599).
Pada tabel 4.13, diketahui hasil koefisien korelasi antara variabel kemandirian dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA sebesar 0,584 (r hitung > 0,113), artinya memiliki pengaruh sedang (rentang interval koefisien korelasi 0,40 – 0,599). commit to user
Sesuai dengan hasil dari uji korelasi di atas, maka hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se- Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021 dapat diterima.
c. Sumbangan Efektif (SE)
Sebelum melakukan perhitungan sumbangan efektif, peneliti terlebih dahulu melakukan perhitungan koefisien determinasi, dan sumbangan relatif.
Tabel 4.17 Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Variabel Bebas R R Square
Kemandirian Belajar, Fasilitas Belajar 0,584 0,341 variabel terikat: Hasil Belajar IPA
Berdasarkan hasil analisis di atas, didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,341 dalam persen yaitu 34,1 %. Setelah diketahui analisis koefisien determinasi dalam persen (KP), analisis selanjutnya yaitu mencari sumbangan relatif dan sumbangan efektif.
Output lengkap analisis sumbangan relatif dan sumbangan efektif dapat dilihat pada lampiran 30.
Tabel 4.18 Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Variabel Bebas terhadap Hasil Belajar IPA
No Variabel Sumbangan Efektif Sumbangan Relatif
1. Kemandirian Belajar 22,82 % 77,75 %
2. Fasilitas Belajar 11,31 % 65,74 %
TOTAL 34,13 % 100 %
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa total kontribusi sumbangan variabel kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021 sebesar 34,13%
dan 65,87% hasil belajar dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan rincian per variabel yaitu sumbangan kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA sebesar 22,82% dan 77,18% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan
commit to user
sumbangan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA sebesar 11,31%
dan 88,69% dipengaruhi oleh faktor lain.
Setelah mengetahui kontribusi sumbangan variabel kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaran online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021, berikut merupakan tabel rangkuman hasil pengaruh per-indikator pada masing-masing variabel.
Tabel 4.19 Hasil Pengaruh per-Indikator Kemandirian Belajar (X1)
No Indikator Persentase (%)
1. Mampu Bekerja Sendiri 77,75 %
2. Percaya Diri 65,74 %
3. Memiliki Hasrat Bersaing untuk Maju 74,74 %
4. Bertanggung Jawab 78,71 %
5. Menghargai Waktu 82,83 %
6. Mampu Mengambil Keputusan 73,05 %
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa indikator dari kemandirian belajar yang paling tinggi pengaruhnya yaitu indikator menghargai waktu dan paling rendah pengaruhnya yaitu indikator percaya diri. Namun keenam indikator kemandirian belajar memiliki persentase pengaruh yang hampir seimbang sehingga semuanya penting untuk diperhatikan.
Tabel 4.20 Hasil Pengaruh per-Indikator Failitas Belajar (X2)
No Indikator Persentase (%)
1. Ruang atau tempat belajar di rumah 67,92 %
2. Perabot belajar di rumah 74,75 %
3. Alat bantu belajar 76,06 %
4. Sumber belajar 71,11 %
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa indikator dari fasilitas belajar yang paling tinggi pengaruhnya yaitu indikator alat bantu belajar dan paling rendah pengaruhnya yaitu indikator ruang atau tempat belajar di rumah. Namun keempat indikator fasilitas belajar memiliki commit to user
persentase pengaruh yang hampir seimbang sehingga semuanya penting untuk diperhatikan.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Kemandirian Belajar (X1) terhadap Hasil Belajar IPA (Y) Pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA siswa dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21 dalam menguji hipotesis penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se- Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Sig. yaitu 0,000.
Nilai Sig. tersebut < α (0,05), artinya hipotesis penelitian ini dapat diterima atau kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021. Hasil analisis koefisien korelasi antara variabel kemandirian belajar dan hasil belajar IPA yaitu 0,549. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013: 250) mengenai pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi menyatakan bahwa, koefisien korelasi pada penelitian ini yaitu 0,549 berada pada tingkat hubungan sedang. Korelasi akan lebih kuat jika mendekati angka 1.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sumbangan efektif dari variabel kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA sebesar 22,82% dan 77,18% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun hasil dari setiap indikator yaitu (a) mampu bekerja sendiri (77,75%); (b) percaya diri (65,74%); (c) memiliki hasrat bersaing untuk maju (74,74%); (d) bertanggung jawab (78,71%); (e) menghargai waktu (82,83%); dan (f) mampu mengambil keputusan (73,05%).
Selain itu hasil penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2016: 91) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa
commit to user
SD Negeri Purwoyoso 06 Semarang, dengan r tabel 0,560 lebih besar dari r hitung 0,213 (0,560 > 0,213) termasuk dalam tingkat hubungan sedang.
Rosyidah (2010: 69) yang menyatakan bahwa kemandirian belajar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar, sehingga mempengaruhi hasil belajar matematika, siswa yang memiliki kemandirian belajar baik, akan memiliki tingkat hasil belajar matematika yang tinggi.
Sebaliknya siswa yang memiliki kemandirian belajar yang kurang baik menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika.
Hasil dari penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang Sakti lakukan dengan judul “Korelasi Antara Sikap Kemandirian Belajar Siswa dengan Prestasi Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Seni Musik Kelas VIII CSMP Negeri 3 Klaten Tahun 2012/2013” yang menyatakan bahwa siswa yang memiliki kemandirian yang tinggi ternyata hasil belajarnya juga tinggi, sedangkan siswa yang memiliki kemandirian belajar yang rendah, maka hasil belajarnya juga cenderung rendah.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemandirian siswa, maka akan semakin tinggi pula hasil belajar siswa. Begitu pun sebaliknya, semakin rendah kemandirian siswa, maka akan semakin rendah pula hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan, maka hasil penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
2. Pengaruh Fasilitas Belajar (X2) terhadap Hasil Belajar IPA (Y)
Pengaruh Fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar IPA siswa dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21 dalam menguji hipotesis penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas belajar di rumah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
commit to user
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Sig. yaitu 0,000.
Nilai Sig. tersebut < α (0,05), artinya hipotesis penelitian ini dapat diterima atau fasilitas belajar di rumah berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021. Hasil analisis koefisien korelasi antara variabel fasilitas belajar dan hasil belajar IPA yaitu 0,471. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013:
250) mengenai pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi menyatakan bahwa, koefisien korelasi pada penelitian ini yaitu 0,471 berada pada tingkat hubungan sedang. Korelasi akan lebih kuat jika mendekati angka 1.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sumbangan efektif dari variabel fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA sebesar 11,31% dan 88,69% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun hasil dari setiap indikator yaitu (a) ruang atau tempat belajar di rumah (67,92%); (b) perabot belajar di rumah (74,75%); (c) alat bantu belajar (76,06%); dan (d) sumber belajar (71,11%).
Selain itu hasil penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Jannah (2017) dengan judul “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di MI Bustanul Ulum Brudu Sumobito Jombang” menerangkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara fasilitas belajar siswa dengan hasil belajar kelas V. Hal tersebut menunjukkan bahwa fasilitas memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Artinya semakin terpenuhinya fasilitas belajar, maka semakin meningkat pula hasil belajar yang dicapai.
Hasil dari penelitian sesuai dengan pendapat Aunurrahman (2010: 123) yang menyatakan bahwa fasilitas belajar yang memadai kebutuhan dalam proses belajar mengajar, akan mendukung siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Selain itu Vamuliana (2003: 137) menyatakan bahwa tercukupinya fasilitas belajar akan dapat memperlancar proses belajar siswa untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal.
commit to user
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar siswa, maka akan semakin optimal pula hasil belajar siswa.
Begitu pun sebaliknya, apabila fasilitas belajar siswa kurang lengkap, maka akan berpengaruh pada hasil belajar siswa yang kurang optimal. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan, maka hasil penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
3. Pengaruh Kemandirian (X1) dan Fasilitas Belajar (X2) terhadap Hasil Belajar IPA (Y)
Pengaruh kemandirian dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Peneliti menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21 dalam menguji hipotesis penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian dan fasilitas belajar pada pembelajaan online terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21 menunjukkan bahwa nilai Sig. F Change sebesar 0,000 < 0,05, artinya hipotesis penelitian ini dapat diterima.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara kemandirian dan fasilitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Hasil analisis koefisien korelasi antara variabel kemandirian dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA yaitu 0,584. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013: 250) mengenai pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi menyatakan bahwa, koefisien korelasi pada penelitian ini yaitu 0,584 berada pada tingkat hubungan sedang. Korelasi akan lebih kuat jika mendekati angka 1.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sumbangan efektif dari variabel bebas kemandirian dan fasilitas belajar commit to user
terhadap hasil belajar IPA kelas V sebesar 34,13%. Ini berarti kedua variabel bebas tersebut berpengaruh secara bersama-sama sebesar 34,13% terhadap hasil belajar IPA dan 65,67% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Menurut Susanto (2016: 12) faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar khususnya hasil belajar IPA, terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kesehatan, sikap, minat, motivasi, bakat, fisik, kebiasaan belajar, dan konsentrasi. Sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga (suasana rumah, relasi, cara mendidik), sekolah (metode belajar dan mengajar), dan masyarakat sekitar.
Selain itu hasil penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Pupadita (2018) dengan judul “Hubungan Kemandirian Belajar dan Fasilitas Belajar dengan Hasil Belajar Biologi Kelas XI IPA SMA N 2 Koto XI Tarusan” yang menyatakan hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi rhitung = 0,287 pada variabel bebas kemandirian belajar (X1) dan fasilitas belajar (X2) dengan hasil belajar (Y) yang merupakan variabel terikat. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kemandirian belajar dan fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa.
Hasil dari penelitian ini juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Mujisuciningtyas (2014) dengan judul “Pengaruh Kemandirian Belajar dan Sarana Prasarana Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Praktik di SMK Negeri 2 Tuban” menyatakan bahwa secara parsial kemandirian belajar dan sarana prasarana pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Begitu juga dengan secara simultan atau bersama-sama, kemandirian belajar dan sarana prasarana pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemandirian siswa dan lengkap fasilitas belajar yang dimiliki, maka akan semakin tinggi dan optimal pula hasil belajar yang dicapai siswa. Begitu pun sebaliknya, semakin rendah kemandirian dan kurang lengkapnya fasilitas belajar yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah pula hasil belajar yang commit to user
dicapai siswa. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan, maka hasil penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara sikap kemandirian dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
commit to user