4 BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Strategi Pemasaran
2.1.1 Pengertian Strategi Pemasaran
Pemasaran merupakan suatu hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Menurut Stanton (2012) Semua tindakan komersial yang berfokus pada perencanaan, penetapan harga, periklanan, dan pendistribusian barang dan jasa untuk memenuhi keinginan konsumen disebut sebagai pemasaran.
Perusahaan memiliki nilai jual untuk produk yang akan dijual. Agar informasi produk yang akan dijual sampai ke tangan konsumen, maka diperlukan strategi untuk memasarkan produk-produk tersebut. Perusahaan dapat menggunakan dua atau lebih program pemasaran pada saat yang sama, dengan masing-masing jenis program memiliki efek yang berbeda pada permintaan, seperti periklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi, layanan pelanggan, atau pengembangan produk. Dibutuhkan kerangka kerja untuk mengkoordinasikan program pemasaran agar selaras, terintegrasi, dan sinergis.
Strategi pemasaran adalah suatu hal sangat penting dan merupakan kegiatan utama dalam mengembangkan usaha atau bisnis, salah satu cara dengan pengenalan produk secara umum kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan yang dicapai oleh suatu perusahaan. Strategi pemasaran bertuan untuk menambah jumlah pembeli. Strategi pemasaran ini merupakan suatu pola dasar dalam menjalankan pemasaran, mengarah sumber daya, serta adanya interaksi dengan pesaing pasar dan konsumen.
Pengertian strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan memperoleh keuntungan dari hubungannya dengan konsumen (Kotler, Philip; Armstrong, 2008).
2.1.2 Tujuan Strategi Pemasaran
Ada banyak keuntungan dalam sebuah strategi pemasaran di sebuah perusahaan dengan tujuan memenuhi kebutuhan manusia atau sebagai pencapaian perusahaan dan mengatur arah setiap divisi agar mampu bekerja sama mencapai tujuan perusahaan dengan tujuan agar konsumen dapat dilayani dengan baik. Dengan melingkupi semua sistem yang memiliki hubungan untuk
5 merencanakan dan menentukan harga hingga mempromosikan dan menyalurkan produk yang dapat memuaskan konsumen. Dalam sebuah perusahaan atau bisnis, pembentukan strategi pemasaran merupakan suatu hal yang sangat penting, yaitu :
1. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail kegiatan yang berubungan dengan pasar. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan promosi produk, iklan produk, deskripsi produk, design produk..
2. Merumuskan tujuan perusahaan. Tujuan ini dapat ditentukan melalui strategi marketing.
2.2 Konsep Strategi Pemasaran
Perusahaan dapat menggunakan dua atau lebih program pemasaran pada saat yang sama, dengan masing-masing jenis program memiliki efek yang berbeda pada permintaan, seperti periklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi, layanan pelanggan, atau pengembangan produk.
Dibutuhkan kerangka kerja untuk mengkoordinasikan program pemasaran agar selaras, terintegrasi, dan sinergis. Menurut Kotler & Armstrong (2008) menurut penulis, ada lima konsep pemasaran yang sering dijadikan acuan oleh para pelaku bisnis dalam melakukan operasi pemasaran., yaitu:
1. Produksi
Menurut prinsip-prinsip manufaktur, yang merupakan filosofi bisnis tertua, konsumen lebih memilih hal-hal yang tersedia secara luas dengan harga yang wajar.
2. Produk
Fitur berkualitas tinggi akan disukai oleh pelanggan. Konsep ini menunjukkan bagaimana konsumen memiliki pengaruh besar pada penciptaan produk.
3. Penjualan
Jika konsumen dan pelaku bisnis tidak melakukan transaksi secara rutin, konsumen akan sering menampilkan keengganan atau penolakan untuk membeli.
6 4. Pemasaran
Jika konsumen dan pelaku bisnis tidak melakukan transaksi secara rutin, konsumen akan sering menampilkan keengganan atau penolakan untuk membeli.
5. Pemasaran Berorientasi Masyarakat
Tugas organisasi, menurut pengertian masyarakat ini, adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang dibutuhkan secara lebih efektif dan efisien..
2.3 Unsur Strategi Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan salah satu elemen dari strategi pemasaran; itu adalah teknik yang digunakan oleh perusahaan untuk menentukan bagaimana ia menampilkan penawarannya di kelompok pasar tertentu, yang merupakan target peluang penjualan. Berikut merupakan strategi pemasaran menurut (Sofjan, 2013):
1. Strategi Produk
Strategi dalam hal ini dengan cara menetapkan dan menyediakan produk yang tepat bagi pasar yang dituju.Keputusan tentang bauran produk, merek, kemasan, dan kualitas merupakan contoh strategi produk yang dapat diterapkan.
2. Strategi Harga
Peranan komponen pemasaran yang menghasilkan pendapatan penjualan adalah harga. Selain meningkatkan penjualan dan keuntungan, harga sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi pasar perusahaan.
3. Strategi Penyaluran (Distributor)
Kegiatan mendistribusikan barang kepada pelanggan secara tepat waktu dikenal sebagai distribusi. Salah satu kebijakan pemasaran yang mencakup penentuan saluran pemasaran adalah kebijakan distribusi (Marketing Channels).
4. Strategi Promosi
Referensi pemasaran mencakup tindakan promosi. Promosi harus mengikuti seluruh strategi pemasaran dan direncanakan, diarahkan, dan diatur dengan baik..
7 2.4 Jenis-jenis Strategi Pemasaran
Menurut Sofjan (2013), strategi pemasaran dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok dalam hal teknik yang dapat digunakan organisasi: yaitu:
1. Strategi pemasaran tidak membeda-bedakan (Undifferentiated marketing).
Korporasi hanya mempertimbangkan tuntutan umum dalam strategi ini. Untuk menarik pelanggan, korporasi hanya menjual satu jenis barang. Strategi ini bertujuan untuk melakukan penjualan massal sehingga dapat menurunkan biaya.
2. Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar (Differentiated marketing).
Strategi ini, perusahaan melayani kebutuhan secara berkelompok dengan satu jenis produk meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk yang berfluktuasi tergantung pada kebutuhan pelanggan.
3. Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (concentrated Marketing).
Pada bagian dari strategi ini berfokus pada penjualan produk ke berbagai segmen pasar. Perusahaan akan mencapai posisi pasar yang solid sebagai hasil dari rencana pemasaran ini. Perusahaan akan lebih fokus dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menjawab tuntutan dan preferensi konsumen.
2.5 Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT ialah proses identifikasi dalam dunia bisnis, ada kekuatan, kelemahan, peluang, dan bahaya. Menurut Hartono (2013) Semua perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan di bidang fungsional bisnis mereka, menurut analisis SWOT. Dalam bisnis, tidak ada perusahaan yang sekuat yang lain. Misi yang jelas tercipta ketika kekuatan dan kelemahan internal digabungkan dengan peluang dan bahaya eksternal. Ini memungkinkan untuk memanfaatkan asset sendiri sambil mengatasi kekurangan.
8 2.6 Unsur-Unsur SWOT
Menurut Rangkuti (2016), dalam menganalisis SWOT maka perlu melibatkan faktor eksternal dan internal dalam sebuah perusahaan. Penjelasan faktor internal dan internal sebagai berikut:
1. Faktor Eksternal
Tujuan dari bagian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang mewakili peluang dan risiko bagi perusahaan.
2. Faktor Internal
Komponen internal ini mencoba mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan keterbatasan organisasi.
2.7 Model Analisis SWOT
Sebelum membuat matriks elemen-elemen strategis eksternal, menurut Rangkuti (2015), terlebih dahulu kita harus memahami apa saja faktor-faktor tersebut (EFAS). Faktor Strategis Eksternal dapat ditemukan dengan cara berikut :
1. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman).
2. Pada kolom 2, berikan bobot untuk setiap faktor mulai dari 1,0 hingga 0,0.
(tidak penting). Variabel-variabel ini cenderung mempengaruhi variabel- variabel strategis..
3. Hitung peringkat (pada kolom 3) untuk setiap faktor pada skala 4 (luar biasa) sampai 1 (buruk) berdasarkan dampaknya terhadap kondisi perusahaan. Komponen peluang memiliki nilai penilaian positif (probabilitas yang lebih tinggi mendapat +4, sedangkan peluang kecil mendapat +1). Kebalikannya adalah menetapkan peringkat ancaman.
Peringkat adalah satu jika nilai ancaman benar-benar tinggi. Peringkatnya adalah 4 jika tingkat ancamannya rendah.
4. Untuk mendapatkan bobot faktor di kolom 4, kalikan bobot di kolom 2 dengan rating di kolom 3. Setiap faktor memiliki skor bobot mulai dari 4.0 (sangat baik) sampai 1.0 (poor).
5. Gunakan kolom 5 untuk menjelaskan mengapa faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor bobotnya dihitung.
9 6. Untuk menghitung total bobot skor perusahaan, gabungkan skor bobot (kolom 4) menjadi satu. Nilai keseluruhan ini menggambarkan bagaimana bisnis merespon isu-isu strategis eksternal. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan bisnis ini dengan bisnis lain di industrinya..
Berikut cara menghitung bobot untuk Faktor Strategi Eksternal (EFAS) setelah Anda mempelajari cara menentukannya.
Bobot = I + E
Jumlah I + E (O dan T)
Keluaran dari matriks faktor strategi eksternal kemudian dimasukkan ke dalam model kuantitatif, yang disebut matriks SWOT, untuk menyusun strategi bersaing perusahaan. Dibawah ini contoh tabel 2.1:
Tabel 2.1 Contoh Matrik Faktor Strategi Eksternal (EFAS)
Faktor-Faktor Strategi Eksternal
Bobot Rating Bobot X Rating
PELUANG:
1. Integrasi ekonomi Eropa
2. Perubahan struktur demografi
3. Pembangunan ekonomi di Asia
4. Terbukanya Eropa Timur
5. Kecenderungan superstore
0,20 0,15
0,15 0,20
0,10
4 4
4 3 3
0,80 0,60
0,60 0,60
0,30
10 ANCAMAN:
1. Meningkatnya
peraturan pemerintah
2. Meningkatnya persaingan
3. Whirlpool dan Electrolux menjadi global
4. Munculnya teknologi baru
5. Perusahaan jepang
0,02
0,05 0,05
0,05 0,03
2
2 2
1 1
0,04
0,10 0,05
0,05 0,03
Total 1,00 3,17
Sumber: (Rangkuti, 2015)
Setelah identifikasi elemen strategis internal perusahaan, tabel IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) digunakan untuk menetapkan faktor-faktor strategis internal di dalam kerangka Strengths and Weaknesses perusahaan, yang meliputi :
1. Pada kolom 1, identifikasi karakteristik yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan..
2. Berikan bobot untuk setiap faktor berdasarkan sikap Anda terhadap strategi perusahaan pada skala dari 1,0 (sangat penting) hingga 0,0 (tidak penting).
(Untuk semua bobot ini, skor pembuatan tidak boleh melebihi 1,00.)
3. Hitung peringkat (pada kolom 3) untuk setiap faktor dengan menggunakan skala 4 (luar biasa) sampai 1 (buruk) untuk mencerminkan pengaruh faktor- faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan. Variabel positif (semua variabel dalam kategori kekuatan) dinilai pada skala +1 hingga +4 (sangat baik) dengan membandingkannya dengan norma industri atau pesaing utama Pengaruh variabel negatif adalah kebalikannya..
11 4. Untuk mencari faktor pembobot di kolom 4, kalikan bobot di kolom 2 dengan peringkat di kolom 3. Hasil akhirnya adalah skor berbobot untuk setiap komponen mulai dari 4,0 (besar) hingga 1,0 (buruk).
5. Berikan komentar atau catatan di kolom 5 tentang mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor bobotnya dihitung.
6. Untuk menghitung total bobot skor perusahaan, gabungkan skor bobot (kolom 4) menjadi satu. Nilai keseluruhan ini menggambarkan bagaimana bisnis merespon isu-isu strategis eksternal. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan bisnis ini dengan bisnis lain di industrinya..
Setelah Anda mempelajari cara menghitung Faktor Strategi Internal (IFAS), berikut adalah cara menghitung IFAS seperti contoh tabel 2.2 dibawah ini:
Bobot = I + E
Jumlah I + E (S dan W)
Tabel 2.2 Contoh Matrik Faktor Strategi Internal (IFAS)
Faktor-Faktor Strategi Eksternal
Bobot Rating Bobot X Rating
KEKUATAN:
12 1. Budaya kualitas
2. Pengalaman Top Manager
3. Integrasi vertikal
4. Hubungan yang baik dengan SDM
5. Memiliki orientas internasional
0,15 0,15
0,10 0,05
0,15
4 4
4 3
3
0,60 0,60
0,40 0,15
0,45
KELEMAHAN:
1. Proses produksi
2. Saluran distribusi
3. Dukungan kondisi
keuangan kurang begitu baik
0,05
0,05
0,15
0,10
2
2
1
1
0,10
0,10
0,30
0,10
13 4. Posisi global
sangat kurang
5. Fasilitas manufaktur
0,05
1
0,05
Total 1,00 2,85
Sumber: (Rangkuti, 2015)
2.8 SWOT
Matriks SWOT adalah alat untuk mengumpulkan informasi tentang strategi perusahaan. Matriks ini dengan jelas menggambarkan bagaimana peluang dan risiko eksternal perusahaan disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahannya.
Matriks ini, menurut Rangkuti (2015), dapat menghasilkan empat set alternatif strategi.. Seperti tabel 2.3 dibawah ini:
Tabel 2.3 Diagram Matrik SWOT
IFAS
EFAS
STRENGHT (S)
Tentukan 5-10 faktor-faktor
WEAKNESSES (W)
Tentukan 5-10 kelemahan internal
14 kekuatan
internal
OPPORTUNITIES (O)
Tentukan 5-10 faktor ancaman eksternal
STRATEGI SO
Ciptakan taktik yang memanfaatkan peluang dengan
memanfaatkan kekuatan.
STRATEGI WO
Ciptakan teknik yang tidak efektif untuk
memanfaatkan peluang
THREATS (T) Identifikasi 5-10 ancaman eksternal.
STRATEGI ST
Ciptakan teknik untuk menghadapi bahaya yang mengandalkan kekuatan
STRATEGI WT
Ciptakan taktik untuk melawan ancaman dan mengatasi kelemahan.
Sumber: (Rangkuti, 2015)
1. Strategi SO
Strategi ini didasarkan pada pola pikir perusahaan, yaitu menggunakan seluruh aset perusahaan untuk merebut dan memanfaatkan peluang dengan semaksimal mungkin.
2. Strategi ST
Pada rencana untuk mengatasi bahaya dengan memanfaatkan kekuatan perusahaan.
3. Strategi WO
15 Padateknik ini dibangun dengan memanfaatkan kemungkinan yang ada dengan memanfaatkan kekurangan yang ada..
4. Strategi WT
Strategi ini berpusat pada operasi defensif yang berusaha mengatasi kerentanan saat ini dan mencegah bahaya..
a. QSPM (QuantitativeeStrategyyPlanninggMatriks)
Menurut (David, F.R.,, 2009) teknis Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (Quantitavie Strategic Planing Matriks – QSPM) merupakan salah satu metode analisis dalam literature yang dirancang dalam penentuan daya tarik secara relative tindakan. Matriks QSPM menggunakan nilai pembobotan dan nilai Attractive 5 score (AS) yang dinilai oleh responden. Total Attractive Score (TAS) terendah adalah pilihan terakhir. Secara konseptual, QSPM menetukan daya Tarik yang berbeda berdasarkan sejauh mana factor kunci keberhasilan adalah internal. Daya Tarik relative dari setiap strategi dalam berbagi alternative dihitung dengan menentukan dampak kumulatif dari setiap factor keberhasilan internal dan eksternal.
Pada QSPM ini menunjukkan strategi yang paling baik untuk dipilih berdasarkan key success factor internal – eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Secara konseptual tujuan QSPM adalah menetapkan Relative Attractiveness dari strategi yang bervariasi dan dianggap paling baik untuk diimplementasikan.