• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PELATIHAN PBJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEBIJAKAN PELATIHAN PBJ"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN

PELATIHAN PBJ

Suharti

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan PBJ

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Rapat Koordinasi LPPBJ dan Fasilitator PBJ

(2)

UKPBJ

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SDM

LPPBJ Fasilitator Asesor

(3)

Lembaga Pelatihan

PBJ

SDM

Tenaga Kediklatan

Program Pelatihan

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN SDM PBJ MELALUI PELATIHAN PBJ

Peran

A. LKPP: Peningkatan kompetensi Tenaga Kediklatan (Fasilitator, Pengelola Kelas)

B. LPPBJ: Membina dan

mengembangkan kompetensi Tenaga Kediklatan

C. Fasiltator: Melaksanakan tugas pengajaran sesuai

kompetensinya

Peran

A. LKPP: Penyusunan Program Pelatihan

B. LPPBJ: Menyelenggarakan Pelatihan sesuai Program Pelatihan C. Fasiltator:

▪ Ikut serta mengembangkan materi pelatihan;

▪ Mengajarkan Program Pelatihan LKPP

Peran

A. LKPP: Memberikan pembinaan dan penjaminan mutu LPPBJ melalui Akreditasi, Surveillen, Monev

B. LPPBJ:

▪ Menjaga mutu pelaksanaan pelatihan;

▪ Berkoordinasi dengan LKPP dan Fasilitator;

▪ Turut serta dalam pembinaan yang diberikan.

C. Fasiltator:

▪ Menjadi Fasilitator Tetap di LPPBJ;

▪ Mengajarkan Program Pelatihan sesuai kompetensi

Dibutuhkan Kolaborasi,

Sinergitas dan Partisipasi

(4)

BASIC KNOWLEDGE COMPETENCIES

▪ TECHNICAL

▪ MANAGERIAL

▪ SOCIAL

▪ CULTURAL

ADVANCE LEVEL

MIDDLE LEVEL

JUNIOR LEVEL

ENTRY LEVEL

BASIC LEVEL

PROFICIENCY LEVEL PUBLIC PROCUREMENT

COMPETENCIES MAPPING

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

* * * * * * * * *

KNOWLEDGE

ATTITUTED SKILLS

INTRODUCTION TO PROCUREMENT MANAGEMENT AND PUBLIC PROCUREMENT REGULATION

MEMBANGUN DAN MEMELIHARA KOMPETENSI SDM PBJ

PUBLIC PROCUREMENT PROFESSIONAL

(5)

PROGRAM

PELATIHAN PBJ

1

(6)

PROGRAM PELATIHAN KOMPETENSI PBJ

PELATIHAN PENJENJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PBJ

PELATIHAN DALAM JABATAN ORGANISASI (OKUPASI) PBJ PELATIHAN BERDASARKAN

KELOMPOK KOMPETENSI (CLUSTER) PBJ

PELATIHAN BERDASARKAN UNIT KOMPETENSI TERTENTU

1

2

3

4

(7)

PENJENJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PBJ PERTAMA

PENJENJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PBJ MUDA

PENJENJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PBJ MADYA

MATERI

LPPBJ

• Pusdiklat PBJ;

• Lembaga Pelatihan PBJ (LPPBJ) yang telah Terakreditasi A dan B di Pusdiklat PBJ.

9 UK: 7,8,9,10,11, 13, 15,16

92 JP

• Pusdiklat PBJ;

• Lembaga Pelatihan PBJ (LPPBJ) yang telah Terakreditasi A

di Pusdiklat PBJ.

8 UK: 5,6,12,17, 19,20, 22,29

E : 61 JP; TM : 42 JP

• Pusdiklat PBJ;

• Lembaga Pelatihan PBJ (LPPBJ) yang telah Terakreditasi A

di Pusdiklat PBJ.

6 UK: 1,2,3,4,22,28

E : 32 JP; TM : 30 JP

PELATIHAN PENJENJANGAN JABATAN FUNGSIONAL

PENGELOLA PBJ

(8)

PELATIHAN DALAM JABATAN ORGANISASI PBJ (OKUPASI)

LPPBJ

✓ Pusdiklat PBJ;

✓ Lembaga Pelatihan PBJ (LPPBJ) yang telah

Terakreditasi A di Pusdiklat PBJ.

(9)

TRANSFORMASI PETA KOMPETENSI

Jenis Kompetensi

• Melakukan Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah (Lv 1 – Lv 5)

• Melakukan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah (Lv 1 – Lv 5)

• Mengelola Kontrak Pengadaan

Barang/Jasa

Pemerintah (Lv 1 – Lv 5)

• Mengelola Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah secara

Swakelola (Lv 1 – Lv 5)

(10)

Level 1 Awareness

➢ Tingkat memahami, mengerti substansi

➢pekerjaan sederhana dg pedoman/

panduan

➢Bimbingan intensif

Level 2 Basic

➢ Menerapkan sesuai

pedoman

➢ Berdasar

pedoman/pand uan

➢ memerlukan bimbingan

Level 3- Intermediate

➢ Menerapkan dg analisis

➢ Tdk

memerlukan bimbingan

➢ Dapat

membimbing orang lain

➢ memecahkan masalah teknis operasional

Level 4 Advance

➢ Mengevaluasi suatu proses pekerjaan

➢ Mengembangkan teknik metode kerja

➢ Memberi arahan atau tanpa

panduan

Level 5 Expert

➢ Mengkreasikan mengembangkan, konsep, teori, kebijakan

➢ Sebagai sumber rujukan utama (mentor)

TINGKAT PENGUASAAN KOMPETENSI

Proficiency Levels Competence

(11)

PERBEDAAN MATERI BERDASARKAN SKKNI & SKJ

Metode Model

Pembelajaran Dasar

SKKNI SKJ

• Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Penetapan SKKNI

• Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 70 Tahun 2016 Tentang

Penetapan SKKNI bidang PBJ

• Peraturan Presiden No 16 Tahun 2018 Tentang PBJP

• Peraturan Menteri Pendayagunaan

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2017, Tentang Standar Kompetensi jabatan ASN

• Draft Keputusan Lembaga LKPP Tentang Kompetensi Teknis PBJ

Classroom Blended Learning (e-learning dan

Classroom) & On the Job Training

Ceramah, studi kasus, diskusi Synchronous (chatting, webinar),

Coaching, studi kasus, diskusi, ceramah

(12)

Pelatihan untuk Narasumber/ Pengajar

(TOT) PBJ

Pelatihan JF PPBJ Pembentukan

Pelatihan Pengawasan Internal PBJP

Pelatihan PBJ di Desa

Pelatihan Kerjasama Pemerintah Badan

Usaha

Pelatihan Supply Chain Management

Pelatihan PBJ Tingkat Dasar (E : 20 , TM : 18)

PROGRAM PELATIHAN TEKNIS

(13)

KOMPONEN PEMBIAYAAN PELATIHAN KOMPETENSI

Komponen/Sub Komponen/Detail

Belanja Bahan Honorarium Fasilitator PBJ Belanja Perjalanan Dinas

▪ Jamuan Rapat persiapan dan evaluasi

▪ Honorarium Penceramah/Keynote speaker (1 OJ)

▪ Paket Meeting (bila di hotel)

▪ Seminar Kits ▪ Honorarium Fasilitator PBJ saat Synchronous ( 1 UK = 1 JP)

▪ Perjalanan dinas (Fasilitator PBJ, Pengelola Kelas, dll)

▪ Pencetakan Sertifikat ▪ Honorarium Fasilitator PBJ saat tatap muka (sesuai jumlah JP TM)

▪ Pencetakan Spanduk

▪ Honorarium pemeriksaan buku kerja (dibayarkan ke Fasilitator PBJ) (1 UK ada 2 essay x jumlah peserta)

▪ Pencetakan laporan

Catatan:

✓ Jumlah peserta Maksimal 25 orang

✓ Pengelola kelas minimal 2 orang

✓ 1 Fasilitator PBJ untuk @ 13 orang peserta

(14)

Lembaga

Pelatihan PBJ (LPPBJ)

2

(15)

LEMBAGA PELATIHAN PBJ (LPPBJ)

Unit Organisasi di TNI/ Polri yang ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang di lingkungan TNI/Polri; atau

Lembaga/Unit Pendidikan/Pelatihan Swasta/Non Pemerintah yang menyelenggarakan kegiatan di bidang pendidikan atau Pelatihan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Unit Organisasi di K/L/Pemerintah Daerah yang memiliki tugas dan fungsi penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan;

Pusdiklat PBJ

Pihak yang dapat bertindak sebagai LPPBJ terdiri atas:

(16)

Data LPPBJ Terakreditasi

Pemerintah Swasta

26 LPPBJ

Jumlah

K/L : 87 Provinsi: 34 Total : 112 K/L : 25

Provinsi: 15 Lainnya : 28 Total : 68

68 LPPBJ

(17)

Tenaga Kediklatan

Pegawai LPPBJ yang bertugas merencanakan, melaksanakan, mengawasi, mengendalikan, dan mengevaluasi program Pelatihan dengan

mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Pusdiklat PBJ

Pengelola Pelatihan (MOT)

Fasilitator PBJ pada Program Pelatihan Tingkat Dasar, terdiri atas : Widyaiswara;

Narasumber; Penceramah;Pakar/Praktisi

Fasilitator PBJ

Persyaratan yang harus dimiliki ialah

pengalaman kompetensi dibidang IT seperti instalasi, konfigurasi, network/jaringan dan database, (dibuktikan dengan sertifikat), dan Menguasai komputer

(hardware/software/office

Pengelola Sistem Informasi

Pegawai LPPBJ yang bertugas melaksanakan dukungan administratif penyelenggaraan Pelatihan sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Pusdiklat PBJ.

Penyelenggara Pelatihan (Pengelola Kelas/TOC)

(18)

FASILITAS KEDIKLATAN

Prasarana

1. Ruang Kelas;

2. Ruang Sekretariat Panitia;

3. Ruang Makan;

4. Ruang Ibadah;

5. Rest room

Sarana

Sarana yang disediakan harus memadai dan berfungsi untuk dipergunakan dalam

pelaksanaan Pelatihan PBJ paling kurang:

• bahan ajar (modul, slide, peraturan-peraturan terkait)

• meja dan kursi belajar;

• papan tulis / flipchart dan kertas flipchart;

• alat tulis;

• proyektor dan layar;

• komputer/ laptop untuk fasilitator;

• jaringan internet;

• sound system;

• perlengkapan P3K;

• panduan pelatihan;

• tanda pengenal peserta (name tag);

• daftar hadir fasilitator dan peserta;

• lembar biodata peserta;

• sertifikat pelatihan

(19)

Menjadi LPPBJ Terakreditasi (Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017)

A B C

Menyelenggarakan Pelatihan (Teknis dan Kompetensi)

Berkoordinasi dengan Unit Kepegawaian, UKPBJ, dan Unit Kerja Lainnya dalam pembinaan karier dan pengembangan kompetensi

Peran BPSDM Provinsi dan Unit Diklat di K/L

dalam Pembinaan dan Pengembangan SDM PBJ

(20)

Peran Perguruan Tinggi dalam Pembinaan dan Pengembangan SDM PBJ

Peningkatan Kapasitas SDM (dituangkan dalam MoU dan Perjanjian Kerjasama)

Penyebarluasan pengetahuan PBJ : Kuliah Umum PBJ, Seminar PBJ

Penelitian tentang PBJ, Lomba Penulisan Artikel/Essai tentang PBJ, Penulisan Karya Ilmiah tentang PBJ

Procurement Academy, PBJ menjadi Mata Kuliah, Program Studi/Jurusan.

Sertifikat Pendamping Ijazah

(21)

Fasilitator PBJ

3

(22)

KEGIATAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN FASILITATOR

Peningkatan Kapasitas (Pelatihan, Bimtek, Diseminasi, Workshop)

Monitoring dan Evaluasi

(23)

PENGEMBANGAN FASILITATOR

Fasilitator PBJP Tk. Dasar

Pelatihan Fasilitator PBJP Tk. Dasar

Fasilitator :

1. Pelatihan Penjenjangan Jabatan Fungsional (Pertama, Muda, Madya)

2. Teknis Tematik (Desa, KPBU, dll)

Pelatihan Kompetensi Fasilitator PBJP Tingkat Lanjut Penugasan pada

Pelatihan PBJP tingkat

Dasar

Penugasan pada Pelatihan

1. Pelatihan Penjenjangan Jabatan Fungsional (Pertama, Muda, Madya)

2. Teknis Kompetensi PBJ (PA/KPA, PPK, POKJA, PP) 3. Teknis Tematik (Desa, KPBU, dll)

Pelatihan Kompetensi Calon

Fasilitator

*Yang sudah lulus pelatihan fasilitator

yang setara

Rekrutmen

Penugasan pada Pelatihan Pembentukan Jabfung,

Pelatihan soft kompetensi PBJ dan

BIMTEK

Fasilitator Pelatihan Pembentukan Jabfung,

Pelatihan soft kompetensi PBJ dan

BIMTEK*

Lulus sertifikasi PBJP Tk. Dasar

Lulus Tes Substansi PBJP Tk. Dasar minimal score

230** Pelatihan Fasilitator :

1. Pelatihan Penjenjangan Jabatan Fungsional (Pertama, Muda, Madya)

2. Teknis Kompetensi PBJ (PA/KPA, PPK, POKJA, PP) 3. Teknis Tematik (Desa, KPBU, dll)

1

2

3 4

(24)

Terima kasih

Pusdiklat PBJ LKPP

Rakor LPPBJ & Fasilitator PBJ

Referensi

Dokumen terkait

Mulai tahun 2014, jurnal Teknik hanya menerima artikel-artikel yang berasal dari hasil-hasil penelitian asli (prioritas utama), dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak

Metode aktif merupakan sumber arus listrik yang digunakan dilakukan dengan cara dialirkan ke dalam tanah atau material batuan di bawah permukaan bumi, kemudian

Bagi pengrajin batik bola di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta belum dapat secara maksimal dan juga rendahnya pengetahuan tentang hak cipta atas hasil karya seni pencipta

Dasar pertimbangan dari analisa bentuk dasar bangunan Recreational Waterfront Harbour adalah analogi bentuk pergerakan air, yakni: pergerakan fold, cusp, ecliptic

Setiap helai serat kaca yang terstruktur memiliki sifat kaku dan kuat dalam proses perengangan dan saat melalui proses kompresi atau pemberian tekanan di sepanjang sumbunya.

Itu semua dapat dihadirkan dalam kontestasi politik yang terjadi di DKI Jakarta, dimana partisipasi sebagai tujuan sangat terasa hadir dalam kasus tersebut sehingga

Pendistribusian semen curah PT Semen Padang 70 % melalui jalur laut yang menggunakan kapal sewaan ke tiga daerah tujuan pemasaran local yaitu DKI, Batam dan Medan serta

Daerah yang derajat desentralisasi fiskal dan derajat potensi daerahnya lebih besar dibandingkan dengan lainnya, maka daerah tersebut akan memiliki derajat ketergantungan