• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Selatan bermula dari tahun 1982 terjadi proses pemecahan kawasan kelurahan larangan utara, yang pada saat itu H. Adung Suhendi menjabat sebagai kepala desa. Pada mulanya kelurahan larangan selatan berlokasi di rumah dinas H.

Adung Suhendi. Pada bulan oktober tahun 1984, terjadi pemilihan kepala desa, pada saat itu H. Adung Suhendi terpilih kembali menjadi kepala desa.

Pada tanggal 01 oktober 1985 diresmikannya kantor kelurahan larangan selatan, Yang pada saat itu diresmikan oleh Bupati yaitu H. Tajus Sobirin. Pada tahun 1998, H. Adung Suhendi digantikan oleh H. Suhaemi Haka dan masa jabatannya dari tahun 1998 sampai dengan 2001. Pada tahun 2002 sampai dengan 2012, tejadi pergantian kembali. Yang pada saat itu digantikan oleh bapak Sahrudin, S.Sos. Pada bulan April 2012 terjadi kembali pergantian kepala kelurahan, yang pada saat itu bapak Drs. Tarmuzi yang menjabat sebagai kepala kelurahan. Awal bulan februari 2012 terjadi pergantian lurah, yang pada saat itu bapak Ashari Hermawan yang menjabat sebagai lurah larangan selatan sampai dengan sekarang.

3.1.1 Visi

Terwujudnya kelurahan Larangan Selatan dalam pelayanan masyarakat yang prima menuju masyarakat mandiri, sejahtera, dan berakhlakul karimah.

3.1.2 Misi

Untuk mencapai visi kelurahan Larangan Selatan, misi yang dilaksanakan kelurahan larangan selatan adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia kelurahan yang profesional dilandasi iman, taqwa dan berbudi.

(2)

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan pada masyarakat dalam pembuatan dokumen secara cepat dan tepat.

3. Meningkatkan kinerja-kinerja aparatur kelurahan larangan untuk selalu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun secara swadaya dan mandiri menuju masyarakat sejahtera.

5. Menciptakan situasi yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

3.2 Struktur Organisasi Kelurahan Larangan Selatan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi dan Tata Kerja kelurahan

3.3 Analisa Proses Bisnis Berjalan

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan maka analisa prosedur proses bisnis yang akan dibahas adalah prosedur seleksi penerima bantuan program bedah rumah yang sedang berjalan, dimana terdapat beberapa tahap yang harus dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah

(3)

2. Status kepemilikan tanah merupakan milik sendiri.

3. Status kepemilikan Rumah merupakan milik sendiri.

4. Pemohon merupakan dari kalangan yang kurang mampu.

5. Pemohon merupakan warga kelurahan larangan selatan.

3.3.2 Kriteria Yang Menjadi Acuan Dalam Seleksi 1. Pengahasilan.

2. Luas bangunan.

3. Tingkat kerusakan.

4. Tingkat kerusakan dinding.

5. Tingkat kerusakan lantai.

6. Ketersediaan WC.

3.4 Analisis Sistem

Kebutuhan informasi merupakan kebutuhan yang ada pada sistem dan informasi yang dihasilkan oleh sistem. Kebutuhan informasi pada sistem pendukung keputusan untuk seleksi penerima bantuan program bedah rumah adalah sebagai berikut:

3.4.1 Kriteria Yang Dibutuhkan

Berikut merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Adapun kategori yang telah ditentukan yaitu Penghasilan (01), Luas Bangunan (02), Tingkat Kerusakan Atap (03), Tingkat Kerusakan Dinding (04), Tingkat Kerusakan Lantai (05), Ketersediaan WC (06).

a. Penghasilan (01)

Kriteria penghasilan merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan berdasarkan penghasilan tetap maupun tidak tetap setiap bulannya.

(4)

b. Luas Bangunan (02)

Kriteria luas bangunan merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan luas bangunan yang dimiliki oleh setiap kepala keluarga.

c. Tingkat Kerusakan Atap (03)

Kriteria tingkat kerusakan atap merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan seberapa parahkah tingkat kerusakan atap rumah dari setiap kepala keluarga.

d. Tingkat Kerusakan Dinding (04)

Kriteria tingkat kerusakan dinding merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan seberapa parahkah tingkat kerusakan dinding rumah dari setiap kepala keluarga.

e. Tingkat Kerusakan Lantai (05)

Kriteria tingkat kerusakan dinding merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan seberapa parahkah tingkat kerusakan lantai rumah dari setiap kepala keluarga.

f. Ketersediaan WC (06)

Kriteria ketersediaan wc merupakan kriteria yang ditentukan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan ketersediaan wc yang dimiliki oleh setiap kepala keluarga.

Dari kriteria tersebut, maka dibuat suatu tingkatan kepentingan kriteria berdasarkan bobot yang telah ditentukan. Rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria sebagai berikut :

1 = Sangat Tidak Penting 2 = Tidak Penting

3 = Cukup Penting 4 = Penting

5 = Sangat Penting

(5)

harta keluarga.

c. Tingkat Kerusakan Atap (03) bobot preferensinya 5, Karena hal ini mengenai keselamatan keluarga.

d. Tingkat Kerusakan Dinding (04) bobot preferensinya 5, Karena hal ini mengenai keselamatan keluarga.

e. Tingkat Kerusakan Lantai (05) bobot preferensinya 4.

f. Ketersediaan WC (06) bobot preferensinya 5, Karena hal ini mengenai kesehatan keluarga.

Berdasarkan beberapa kriteria di atas, dapat disimpulkan bahwa bobot preferensi yang didapat adalah W=[5,3,5,5,4,5]. Selanjutnya tahap penilaian yang akan diuraikan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.1 Kriteria

Tipe Kriteria Subkriteria Bobot

Cost Penghasilan (01)

0-1,2 Juta 0

1,3-1,8 Juta 4

1,9-2,1 Juta 8

2,2-2,6 Juta 10

2,7-3,1 Juta 12

3,2-3,6 Juta 14

3,7-4,2 Juta 16

> 4,2 Juta 18

Cost Luas Bangunan (02)

15 – 30 m2 0

31 – 46 m2 4

47 – 62 m2 8

(6)

63– 78 m2 10

79 – 100 m2 12

Cost Tingkat Kerusakan Atap (03)

Kondisi Baik 0

Kondisi Ringan 4

Rusak Sedang / Sebagian 8 Rusak Berat / Seluruhnya 10

Cost Tingkat Kerusakan Dinding (04)

Kondisi Baik 0

Kondisi Ringan 4

Rusak Sedang / Sebagian 8 Rusak Berat / Seluruhnya 10

Cost Tingkat Kerusakan Lantai (05)

Kondisi Baik 0

Kondisi Ringan 4

Rusak Sedang / Sebagian 8 Rusak Berat / Seluruhnya 10

Cost Ketersediaan WC (06)

Ada, Berfungsi 0

Ada, Tidak Berfungsi 4

Tidak Ada 8

Tabel 3.2 Data Warga

No Nama Penghasilan L.Bangunan TK. Atap TK.

Dinding TK.

Lantai Ket. WC

1. Syukur Yakub 0 - 1,2

Juta 36,00 M2 Rusak

Sedang

Rusak

Sedang Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

2. Achyar B.

Muhamad 0 - 1,2

Juta 43,75 M2 Rusak

Sedang

Rusak

Sedang Rusak

Sedang Ada, Berfungsi

3. Sudjoto 0 - 1,2

Juta 78,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

4. Samirah 0 - 1,2

Juta 20,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Sedang Rusak

Sedang Ada, Berfungsi

5. Sobari 0 - 1,2

Juta 46,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

(7)

9. Wardi 0 - 1,2

Juta 60,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

10. Bahrudin 0 - 1,2

Juta 60,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

11. Jana Muhamad Arman

0 - 1,2

Juta 16,24 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada, Tidak Berfungsi

12. Mutinah Agus

Tianti 0 - 1,2

Juta 39,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Tidak Ada

13. Muhtar 0 - 1,2

Juta 70,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Sedang Rusak

Sedang Ada, Berfungsi

14. Sri Mulyani 0 - 1,2

Juta 57,75 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Sedang Ada, Berfungsi

15. Masenah 0 - 1,2

Juta 74,40 M2 Rusak

Berat

Rusak

Sedang Rusak

Sedang Ada, Berfungsi

16. Hamidah

Faridah 0 - 1,2

Juta 20,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

17. Mochamad

Arif 0 - 1,2

Juta 66,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

18. Saiman 0 - 1,2

Juta 36,00 M2 Rusak

Berat

Rusak

Berat Rusak

Berat Ada,

Berfungsi

(8)

Berdasarkan data warga di atas dapat dibentuk matriks keputusan sebagai berikut : Tabel 3.3 Rating Kecocokan

Warga Kriteria

01 02 03 04 05 06

Warga 1 0 4 6 6 10 2

Warga 2 0 4 6 6 6 2

Warga 3 0 10 10 10 10 2

Warga 4 0 0 10 6 6 2

Warga 5 0 4 10 10 10 2

Warga 6 0 4 10 6 6 2

Warga 7 0 0 6 6 6 2

Warga 8 0 8 6 6 6 2

Warga 9 0 8 10 10 10 2

Warga 10 0 8 10 10 10 2

Warga 11 0 0 10 10 10 4

Warga 12 0 0 10 10 10 10

Warga 13 0 10 10 6 6 2

Warga 14 0 8 10 10 6 2

Warga 15 0 10 10 6 6 2

Warga 16 0 0 10 10 10 2

Warga 17 0 10 10 10 10 2

Warga 18 0 4 10 10 10 2

(9)

b. Melakukan normalisasi matrik keputusan (Rij) dengan persamaan:

(Rij)= untuk Kriteria (01) sampai dengan (06) merupakan Cost, sehingga didapat hasil seperti berikut:

Kriteria 1 (01) R(1,1)=

R(2,1)= R(3,1)=

R(4,1)=

0 4 6 6 10 2

0 4 6 6 6 2

0 10 10 10 10 2

0 0 10 6 6 2

0 4 10 10 10 2

0 4 10 6 6 2

0 0 6 6 6 2

0 8 6 6 6 2

0 8 10 10 10 2

0 8 10 10 10 2

0 0 10 10 10 4

0 0 10 10 10 10

0 10 10 6 6 2

0 8 10 10 6 2

0 10 10 6 6 2

0 0 10 10 10 2

0 10 10 10 10 2

0 4 10 10 10 2

xX =

(10)

R(5,1)= R(6,1)= R(7,1)= R(8,1)= R(9,1)= R(10,1)= R(11,1)= R(12,1)= R(13,1)=

R(14,1)= R(15,1)= R(16,1)= R(17,1)= R(18,1)=

Kriteria 2 (02)

R(1,2)= R(2,2)= R(3,2)= R(4,2)=

(11)

R(8,2)= R(9,2)= R(10,2)= R(11,2)= R(12,2)= R(13,2)= R(14,2)= R(15,2)= R(16,2)= R(17,2)= R(18,2)=

Kriteria 3 (03)

R(1,2)= 1

R(2,2)= 1

R(3,2)= 0,6

R(4,2)= 0,6

(12)

R(5,2)= 0,6

R(6,2)= 0,6

R(7,2)= 1

R(8,2)= 1

R(9,2)= 0,6

R(10,2)= 0,6

R(11,2)= 0,6

R(12,2)= 0,6

R(13,2)= 0,6

R(14,2)= 0,6

R(15,2)= 0,6

R(16,2)=

R(17,2)= 0,6

R(18,2)= 0,6

Kriteria 4 (04) R(1,2)=

R(2,2)= 1

R(3,2)=

R(4,2)= 1

(13)

R(8,2)= 1 R(9,2)=

R(10,2)= R(11,2)= R(12,2)=

R(13,2)= 1

R(14,2)=

R(15,2)= 1

R(16,2)= R(17,2)= R(18,2)=

Kriteria 5 (05) R(1,2)=

R(2,2)= R(3,2)= R(4,2)=

(14)

R(5,2)= R(6,2)= R(7,2)= R(8,2)= R(9,2)= R(10,2)= R(11,2)= R(12,2)= R(13,2)= R(14,2)= R(15,2)= R(16,2)= R(17,2)= R(18,2)=

Kriteria 6 (06) R(1,2)=

R(2,2)= R(3,2)= R(4,2)=

(15)

R(8,2)= R(9,2)= R(10,2)= R(11,2)= R(12,2)= R(13,2)= R(14,2)= R(15,2)= R(16,2)= R(17,2)= R(18,2)=

(16)

Kemudian diperolehlah matriks ternormalisasi R sebagai berikut :

c. Proses perankingan, merupakan hasil perkalian antara matriks ternormalisasi (Rij) dengan bobot preferensi yang didapat (W).

Sehingga hasil yang diperoleh seperti dibawah ini;

V1 = (0x5)+(0x3)+(0.6x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 17 V2 = (0x5)+(0x3)+(1x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 19

V3 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(1x5) = 13,4 V4 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 17 V5 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(1x5) = 13,4 V6 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 17 V7 = (0x5)+(0x3)+(1x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 19 V8 = (0x5)+(0x3)+(1x5)+(1x5)+(1x4)+(1x5) = 19

V9 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(1x5) = 13,4 V10 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(1x5) = 13,4 V11 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(0,5x5) = 10,9 V12 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(0,2x5) = 9,4

0 0 1 1 0.6 1

0 0 1 1 1 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 1 1 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 1 1 1

0 0 1 1 1 1

0 0 1 1 1 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 0.6 0.6 0.5 0 0 0.6 0.6 0.6 0.2

0 0 0.6 1 1 1

0 0 0.6 0.6 1 1

0 0 0.6 1 1 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

0 0 0.6 0.6 0.6 1

Rij =

(17)

V18 = (0x5)+(0x3)+(0,6x5)+(0,6x5)+(0,6x4)+(1x5) = 13,4

Maka, dari hasil perangkingan diatas, dapat disimpulkan peroleh nilai akhir untuk masing-masing alternatif adalah:

Tabel 3.4 Nilai Vi Metode SAW

Alternatif Nilai Vi

WRG001 17

WRG002 19

WRG003 13,4

WRG004 17

WRG005 13,4

WRG006 17

WRG007 19

WRG008 19

WRG009 13,4

WRG010 13,4

WRG011 10,9

WRG012 9,4

WRG013 17

WRG014 19

WRG015 17

WRG016 9,9

WRG017 13,4

WRG018 13,4

Dengan Metode SAW, dapat menghasilkan 10 alternatif warga yang berhak menerima bantuan program bedah rumah.

(18)

3.5 Perancangan Proses Bisnis Berjalan

3.5.1 Use Case Diagram Proses Bisnis Berjalan

Gambar 3.2 Use Case Diagram Proses Bisnis Berjalan

Tabel 3.5 Use Case Mengisi Form Pengajuan Bedah Rumah

Nama Use Case Mengisi Form Pengajuan Bedah Rumah Deskripsi Singkat Warga merupakan orang yang melakukan pengisian

form untuk mengajukan program bantuan bedah rumah

Aktor Warga

Pra-Kondisi Warga melakukan pengisian form bedah rumah yang diberikan oleh RT setempat

(19)

Pasca Kondisi Setelah data terisi, data diberikan kepada ketua RT setempat

Tabel 3.6 Use Case Mengembalikan Form Pengajuan Bedah Rumah

Nama Use Case Mengembalikan Form Pengajuan Bedah Rumah Deskripsi Singkat Warga merupakan orang yang mengembalikan form

pengajuan program bantuan bedah rumah yang telah terisi

Aktor Warga

Pra-Kondisi Warga melakukan pengisian form bedah rumah yang diberikan oleh RT setempat

Tindakan Utama Setelah form diisi, kemudian form tersebut dikembalikan kepada ketua RT setempat

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Setelah data warga diterima maka akan ditanda tangani oleh ketua RT

Tabel 3.7 Use Case Menandatangani Form Pengajuan Bedah Rumah

Nama Use Case Menandatangani Form Pengajuan Bedah Rumah Deskripsi Singkat Ketua RT dan RW merupakan orang yang akan

menandatangani

Aktor Ketua RT dan RW

Pra-Kondisi Setelah form pengajuan diterima dari warga,

(20)

kemudian form tersebut akan ditanda tangani oleh keta RT dan RW setempat

Tindakan Utama Menandatangani form pengajuan dari warga, sebagai bukti jika form pengajuan tersebut diketahui oleh ketua RT dan RW setempat

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Setelah ditanda tangani form akan diberikan kepada BKM

Tabel 3.8 Use Case Memberikan Form Pengajuan Bedah Rumah

Nama Use Case Memberikan Form Pengajuan Bedah Rumah Deskripsi Singkat Ketua RT merupakan orang yang memberikan form

pengajuan bedah rumah

Aktor Ketua RT

Pra-Kondisi Setelah form pengajuan ditanda tangani oleh ketua RT dan RW, kemudian form tersebut akan diberikan kepada BKM.

Tindakan Utama Memberikan form pengajuan warga kepada BKM Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi BKM menerima form pengajuan warga

Tabel 3.9 Use Case Melakukan Survey Rumah

Nama Use Case Melakukan Survey Rumah

Deskripsi Singkat Petugas BKM merupakan orang yang melakukan survey lapangan (kondisi rumah warga)

Aktor BKM

Pra-Kondisi Setelah form pengajuan diterima, kemudian BKM melakukan survey lapangan (kondisi rumah warga)

(21)

sesuai benar dengan data yang telah diisi warga

Tabel 3.10 Use Case Melakukan Verifikasi Kondisi Rumah

Nama Use Case Melakukan Verifikasi Kondisi Rumah

Deskripsi Singkat Petugas BKM merupakan orang yang melakukan verifikasi kondisi rumah

Aktor BKM

Pra-Kondisi Setelah rumah di survey, petugas BKM akan memverifikasi kondisi rumah. Apakah benar sesuai dengan data yang telah diisi dan apakah pantas untuk dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah

Tindakan Utama Melakukan verifikasi kondisi rumah Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi BKM melaporkan hasil verifikasi

Tabel 3.11 Use Case Memberikan Laporan Hasil Verifikasi

Nama Use Case Memberikan Laporan Hasil Verifikasi

Deskripsi Singkat Petugas BKM merupakan orang yang memberikan laporan verifikasi kondisi rumah warga

Aktor BKM

Pra-Kondisi Setelah verifikasi selesai dilakukan, maka proses selanjutnya BKM akan melaporkan kepada Kelurahan

(22)

Tindakan Utama Memberikan laporan hasil verifikasi kondisi rumah warga

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Kelurahan menerima laporan dan melakukan pengecekan

Tabel 3.12 Use Case Melakukan Seleksi

Nama Use Case Melakukan Seleksi

Deskripsi Singkat Petugas Kelurahan yang dipercaya untuk melakukan seleksi adalah kepala seksi ekonomi dan pembangunan

Aktor Kelurahan

Pra-Kondisi Menerima laporan dan melakukan pengecekan Tindakan Utama Melakukan seleksi warga yang berhak mendapatkan

bantuan

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Kelurahan membuat keputusan siapa saja warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah

Tabel 3.13 Use Case Membuat Keputusan

Nama Use Case Membuat Keputusan

Deskripsi Singkat Petugas Kelurahan yang dipercaya untuk membuat keputusan warga yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah adalah kepala seksi ekonomi dan pembangunan

(23)

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Setelah mendapatkan nama-nama yang berhak menerima bantuan, kelurahan akan memberikan dana kepada warga yang akan dititipkan kepada ketua RT setempat.

Tabel 3.14 Use Case Menerima Dana Bantuan Bedah Rumah

Nama Use Case Menerima Dana Bantuan Bedah Rumah Deskripsi Singkat Dana yang diterima warga yaitu dalam bentuk uang

Aktor Warga

Pra-Kondisi Kelurahan menitipkan dana kepada ketua RT setempat

Tindakan Utama Memberikan dana bantuan bedah rumah Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Warga menerima dana dan melakukan perbaikan rumahnya

(24)

3.5.2 Activity Diagram Proses Bisnis Berjalan

Gambar 3.3 Activity Diagram Proses Bisnis Berjalan

(25)

Gambar 3.4 Use Case Diagram Sistem Usulan

Tabel 3.15 Use Case Login

Nama Use Case Login

Deskripsi Singkat Admin melakukan login terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam sistem

Aktor Admin

Pra-Kondisi Mengakses halaman login

Tindakan Utama Mengisi form login (username dan password) Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Masuk ke dalam sistem

(26)

Tabel 3.16 Use Case Mengakses Menu Data Warga

Nama Use Case Mengakses Menu Data Warga

Deskripsi Singkat Admin mengakses menu data warga untuk melakukan penginputan data warga yang ingin diseleksi, mengubah data warga, menghapus data warga

Aktor Admin

Pra-Kondisi Tampil form penginputan data warga, tampil form ubah data warga

Tindakan Utama Mengisi form data warga, mengubah data warga Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Menambahkan atau menyimpan data warga, mengubah data warga kemudian menyimpan data yang telah diubah

Tabel 3.17 Use Case Mengakses Menu Kriteria

Nama Use Case Mengakses Menu Kriteria

Deskripsi Singkat Admin mengakses menu data warga untuk mengetahui apa saja kriteria dan subkriteria yang menjadi acuan dalam sistem pendukung keputusan penerima bantuan program bedah rumah. Selain itu admin dapat mengubah bobot kriteria dan subkriteria

Aktor Admin

Pra-Kondisi Halaman Menu Kriteria

Tindakan Utama Melihat Kriteria, Subkriteria serta bobotya Tindakan alternatif Merubah bobot kriteria dan bobot subkriteria

(27)

Nama Use Case Mengakses Menu Hasil Perhitungan SAW Deskripsi Singkat Admin mengakses menu Hasil Perhitungan SAW

untuk melakukan proses penyeleksian warga yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah

Aktor Admin

Pra-Kondisi Halaman Menu Hasil Perhitungan SAW Tindakan Utama Masuk ke halaman Hasil Perhitungan SAW Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Mendapatkan hasil seleksi, kemudian masuk ke halaman laporan

Tabel 3.19 Use Case Mengakses Menu Laporan Nama Use Case Mengakses Menu Laporan

Deskripsi Singkat Admin mengakses menu Laporan untuk mencetak hasil laporan seleksi

Aktor Admin

Pra-Kondisi Halaman Menu Laporan Tindakan Utama Mencetak laporan Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Hasil laporan tercetak

(28)

Tabel 3.20 Use Case Mengakses Menu Admin

Nama Use Case Mengakses Menu Kriteria

Deskripsi Singkat Admin mengakses menu admin untuk melakukan proses ubah data admin, hapus data admin, tambah admin dan ganti password

Aktor Admin

Pra-Kondisi Halaman Menu Admin, muncul data yang akan diproses

Tindakan Utama Merubah data admin, hapus data admin, tambah admin, dan ganti password

Tindakan alternatif -

Pasca Kondisi Data admin terubah, data admin terhapus, admin bertambah, dan password admin berubah.

3.6.2 Activity Diagram Sistem Usulan

(29)

Gambar 3.6 Activity Diagram Data Warga

Gambar 3.7 Activity Diagram Data Kriteria

(30)

Gambar 3.8 Activity Diagram Hasil Prhitungan SAW

Gambar 3.9 Activity Diagram Laporan

(31)

Gambar 3.10 Activity Diagram Admin

(32)

3.6.3 Sequence Diagram Sistem Usulan

Gambar 3.11 Sequence Diagram Login

(33)

Gambar 3.13 Sequence Diagram Data Kriteria

Gambar 3.14 Sequence Diagram Hasil Perhitungan SAW

(34)

Gambar 3.15 Sequence Diagram Laporan

Gambar 3.16 Sequence Diagram Admin

(35)

Gambar 3.17 Class Diagram Sistem Usulan

3.6.5 Struktur Database

Tabel 3.21 Spesifikasi Basis Data Tabel admin

No Nama Field Type Size Keterangan

1 Username Varchar 10 Username (Primary Key)

2 Password Varchar 15 Password

3 nama_pengguna Varchar 20 Nama Pengguna

(36)

Tabel 3.22 Spesifikasi Basis Data Tabel data_warga

No Nama Field Type Size Keterangan

1 kode_warga Varchar 5 Kode Warga (Primary

Key)

2 Nama Varchar 30 Nama Warga

3 Jenkel Varchar 9 Jenis Kelamin

4 Alamat Varchar 50 Alamat

5 no_ktp Varchar 16 No KTP

6 Pekerjaan Varchar 30 Pekerjaan

7 Penghasilan Varchar 30 Penghasilan

8 Wc Varchar 30 Kondisi WC

9 luas_bangunan Varchar 30 Luas Bangunan

10 jumlah_penghuni Varchar 8 Jumlah Penghuni

11 kondisi_atap Varchar 30 Kondisi Atap

12 kondisi_dinding Varchar 30 Kondisi Dinding

13 kondisi_lantai Varchar 30 Kondisi Lantai

14 tgl_input date - Tanggal Input

15 Username Varchar 10 Username (Foreign Key)

Tabel 3.23 Spesifikasi Basis Data Tabel kriteria

No Nama Field Type Size Keterangan

1 kode_kriteria Varchar 2 Kode Kriteria (Primary Key)

2 nama_kriteria Varchar 30 Nama Kriteria

3 Tipe Varchar 7 Tipe

4 Bobot Varchar 2 Bobot

(37)

2 nama_subkriteria Varchar 30 Nama Subkriteria

3 Bobot Varchar 2 Bobot

4 kode_kriteria Varchar 2 Kode Kriteria (Foreign Key)

Tabel 3.25 Spesifikasi Basis Data Tabel matriks_keputusan

No Nama Field Type Size Keterangan

1 kode_matkep Varchar 3 Id Penilaian (Primary

Key)

2 kode_warga Varchar 5 Kode Warga (Foreign

Key)

3 Nama Varchar 30 Nama Warga

4 Penghasilan Varchar 30 Penghasilan

5 Luas_bangunan Varchar 30 Luas Bangunan

6 Kodisi_atap Varchar 30 Kondisi Atap

7 Kondisi_dinding Varchar 30 Kondisi Dinding

8 Wc Varchar 30 Kondisi Wc

(38)

3.7 Rancangan Layar

3.7.1 Struktur Tampilan Layar

Gambar 3.18 Struktur Tampilan Layar

3.7.2 Perancangan Antar Muka

Form Login

(39)

Gambar 3.20 Halaman Utama

Gambar 3.21 Halaman Data Warga

(40)

Gambar 3.22 Form Tambah Data Warga

Gambar 3.23 Hasil Tambah Data Warga

(41)

Gambar 3.24 Form Edit Data Warga

Gambar 3.25 Halaman Data Kriteria

(42)

Gambar 3.26 Form Edit Data Kriteria

Gambar 3.27 Halaman Data Subkriteria

Form Edit Data Subkriteria

(43)

Gambar 3.29 Halaman Hasil Perhitungan SAW

Gambar 3.30 Form Halaman Laporan

(44)

Gambar 3.31 Halaman Admin

Gambar 3.32 Form Tambah Data Admin

(45)

Gambar 3.33 Form Ganti Password

Gambar 3.34 Form Edit Data Admin

Referensi

Dokumen terkait

Pengenalan tipologi suatu kawasan perkotaan diketahui dengan melihat desa perkotaan lama (tahun 1990 dan 2000 desa perkotaan yang terbentuk tidak jauh berbeda),

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2)

Dimana ̅ i adalah volume molal parsial dari komponen ke-i secara fisik, ̅ i berarti kenaikan dalam besaran termodinamik V yang diamati bila 1 mol senyawa ditambah ke

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl yang digunakan sebagai aktivator dalam pembuatan karbon aktif dari kulit pisang tanduk (Musa

PEJABAT NEGARA DAN PENSIUNANN$A $ANG PENGHASILANN$A TIDAK MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP).. )= *mbalan kepada Bukan Pega?ai ang Menerima Penghasilan ang

Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pemrosesan secara tradisional memiliki kandungan fenolik, flavonoid serta aktivitas antioksidan yang lebih baik

kualitas pembelajaran mata kuliah di Prodi D-IV Keperawatan Banda Aceh Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh yang dapat digunakan sebagai sarana yang menunja

Rapat Anggota dapat memberhentikan Pengurus bila terbukti baik dalam sikap maupun tindakannya mencemarkan nama baik W201 CLUB INA atau tidak memenuhi lagi syarat keanggotaan dan