PENYERTAAN MODAL NEGARA
(pada 44 BUMN selama tahun 2015-2017)
Januari 2019
DASAR HUKUM PENYERTAAN DAN PENATAUSAHAAN MODAL NEGARA
PP Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas
PP No.72 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik
Negara dan Perseroan Terbatas
PENYERTAAN MODAL NEGARA
Berdasarkan : PP No.44 Tahun 2015 j.o PP No.72 Tahun 2016
■ Penyertaan Modal Negara adalah pemisahaan kekayaan negara dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara atau penetapan cadangan perusahaan atau sumber lain untuk dijadikan sebagai modal BUMN dan/atau Perseroan Terbatas lainnya, dan dikelola secara korporasi (Pasal 1 poin 7)
■ Peruntukkan PMN (Pasal 5)
a. Pendirian BUMN atau Perseroan Terbatas;
b. Penyertaan Modal Negara pada Perseroan Terbatas yang di dalamnya belum terdapat saham milik Negara; atau
c. Penyertaan Modal Negara pada BUMN atau Perseroan Terbatas yang didalamnya telah terdapat saham milik Negara.
■ Tujuan PMN (Pasal 7)
a. memperbaiki struktur permodalan BUMN dan Perseroan Terbatas; dan/atau b. meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan Perseroan Terbatas.
KEBIJAKAN PMN
SUMBER : NOTA KEUANGAN APBN TAHUN 2018
■ TAHUN 2015 -2016
mendukung agenda prioritas nasional melalui beberapa program prioritas antara lain:
1) program kedaulatan pangan;
2) program pembangunan infrastruktur dan maritim;
3) program kedaulatan energi;
4) program pengembangan industri strategis; dan 5) program kemandirian ekonomi nasional.
■ TAHUN 2017
1) meningkatkan kapasitas penjaminan proyek infrastruktur yang dijamin Pemerintah;
2) mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan untuk mendukung program Pemerintah di bidang penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR);
3) mempercepat pemenuhan kebutuhan pembiayaan infrastruktur dengan memperkuat struktur permodalan BUMN, dan
4) peningkatan infrastruktur sistem transportasi nasional.
PERKEMBANGAN PMN KEPADA BUMN SELAMA TAHUN 2015-2017 (Triliun Rupiah)
0 10 20 30 40 50 60 70
2015 2016 2017
64,8 50,7
6,4
SUMBER: Nota Keuangan APBN 2018 (diolah)
*) meliputi APBN P pada tahun berjalan
DAFTAR 44 BUMN PENERIMA PMN
NO BUMN PENERIMA PMN SELAMA 2015-2017
1. PT. PLN (Rp 28,6 T) 16. PT. PAL Indonesia (Rp 1,5 T) 31. PT. Geo Dipa Energi (Rp 0,6 T)
2. PT. Sarana Multi Infrastruktur (Rp 26,6 T) 17. Perum Perumnas (Rp 1,5 T) 32. PT. Askrindo (Rp 0,5 T)
3. PT. Hutama Karya (Rp 5,6 T) 18. PT. Adhi Karya (Rp 1,4 T) 33. PT. Bharata Indonesia (Rp 0,5 T)
4. Perum Bulog (Rp 5 T) 19. PT. Jasa Marga (Rp1,3 T) 34. Perum Jamkrindo (Rp 0,5 T)
5. PT. KAI (Rp 4 T) 20. PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Rp1,1 T) 35. PT. Sang Hyang Seri (Rp 0,4 T)
6. PT. Angkasa Pura (Rp 4 T) 21. PT. Perusahaan Pengelola Aset (Rp1 T) 36. PT. Dirgantara Indonesia (Rp0,4 T) 7. PT. Wijaya Karya (Rp 4 T) 22. PT. Askrindo dan Perum Jamkrindo (KUR) (Rp1 T) 37. Perum Perikanan Indonesia (Rp 0,3 T) 8. PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Rp 3,5 T) 23. PT. PNM (Rp 1 T) 38. PT. Garam (Rp 0,3 T)
9. PT. Waskita Karya (Rp 3,2 T) 24. PT. ASDP (Rp1 T) 39. PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia
(Rp 0,3 T)
10. PT. Aneka Tambang (Rp 3,5 T) 25. PT. Pertani (Rp1 T) 40. PT. BPUI (Rp 0,3 T)
11. PTPN III (Rp 3,2 T) 26. PT. Industri Kereta Api (Rp1 T) 41. PT. Dok dan Pekapalan Surabaya (Rp 0,2 T)
12. PT. Sarana Multigriya Finansial (Rp 3 T) 27. PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Rp 0,9 T) 42. PT. Industri Kapal Indonesia (Rp 0,2 T) 13. PT. Krakatau Steel (Rp 2,5 T) 28. PT. Djakarta LLoyd (Rp 0,8 T) 43. PT. Perikanan Nusantara (Rp 0,2 T)
14. PT. Pembangunan Perumahan (Rp 2,3 T) 29. PT. Pindad (Rp 0,7 T) 44. PT. Amarta Karya
15. PT. Pelindo IV (Rp 2 T) 30. PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Rp 0,7 T)
Sumber: Perkembangan Investasi Kepada BUMN pada Nota Keuangan APBN 2018, diolah
KINERJA KEUANGAN 10 BUMN PENERIMA PMN TERBESAR SELAMA TAHUN 2015-2017
Pemberian PMN secara umum belum menunjukkan efek yang maksimal terhadap kinerja keuangan BUMN.
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 1 PT. PLN 0,95 0,98 0,66 0,81 0,67 2,93 2,96 0,63 0,45 0,54 -17,45% 7,22% 0,75% 1,20% 0,51%
2 PT SMI 19,95 11,77 12,74 13,25 13,78 0,56 0,92 0,29 0,44 0,61 4,56% 5,11% 1,20% 3,93% 3,68%
3 PT. HK 1,40 1,45 1,86 1,38 1,08 5,95 5,15 1,35 0,46 0,21 15,25% 14,76% 4,78% 1,83% 2,67%
4 Perum Bulog 1,03 0,95 1,09 1,22 1,42 5,14 4,45 2,88 2,15 1,52 -8,11% -12,21% 15,81% 5,79% 7,14%
5 PT. KAI 0,99 0,74 1,10 1,14 1,87 2,14 2,06 1,41 1,59 1,56 11,25% 15,22% 15,37% 10,48% 13,13%
6 PT. AP II 2,27 0,85 1,76 2,56 1,79 0,15 0,25 0,25 0,40 0,48 7,27% 8,83% 10,39% 9,74% 9,12%
7 PT. WIKA 1,14 1,20 1,23 1,59 1,34 3,01 2,25 2,60 1,49 2,12 19,89% 15,90% 12,93% 9,18% 9,27%
8 PT. PII 116,11 103,03 114,85 173,70 233,78 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00% 0,01% 4,66% 5,69% 0,46%
9 PT. Waskita Karya 1,43 1,36 1,16 1,27 1,00 2,69 3,40 2,12 2,66 3,30 15,44% 17,59% 16,15% 10,81% 18,46%
10 PT ANTAM 1,84 1,64 2,59 2,44 1,62 0,79 0,83 0,66 0,63 0,62 3,33% -6,17% -7,87% 0,35% 0,74%
No Nama BUMN Current Ratio Debt to Equity Return on Equity
Rasio Keuangan
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN BPK TAHUN 2015
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai Tahun Anggaran 2015 pada Sembilan BUMN dan Anak Perusahaan Program Kedaulatan Pangan
a. Kebijakan penggunaan investasi dan modal kerja belum mendukung tujuan PMN b. Dana PMN tidak dapat digunakan untuk Modal Kerja:
- PT Pertani menggunakan dana PMN sebesar Rp5.265.904.612,50 untuk gaji pegawai Bulan April 2016 dan pertanggungjawaban dropping dana (PJDD) belum sesuai dengan aturan internal perusahaan
- Dana PMN untuk modal kerja PT SHS direalisasikan untuk membayar hutang kepada petani sebesar Rp4.547.414.000,00
c. Kegiatan Investasi dan Operasional yang didanai oleh PMN belum dilaksanakan pada PT SHS dan PT Garam.
d. Kajian feasibility study PTPN IX untuk kegiatan investasi tidak menggunakan data historis terbaru sehingga PMN senilai Rp450 miliar tidak digunakan secara efektif.
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Penggunaan Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai Tahun Anggaran 2015 pada Tiga BUMN Program Ekonomi Kerakyatan
a. Roadmap program pembiayaan, perasuransi dan penjaminan Tahun 2015-2019 belum ditetapkan
b. Kebijakan penarikan dividen yang ditetapkan oleh RUPS pada PT Askrindo dan Kementerian BUMN pada Perum Jamkrindo mengakibatkan tingkat gearing ratio memburuk.
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN BPK TAHUN 2015
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI TAHUN 2016
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Investasi Tahun Buku 2014 S.D. Triwulan I 2016 PT KAI di Jakarta, Bandung, dan Palembang
Pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) oleh PT KAI tanpa melalui perencanaan dan koordinasi yang memadai sehingga dana PMN sebesar Rp2.000.000.000.000,00 tidak segera dapat dimanfaatkan.
Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pelaksanaan dan Penggunaan Tambahan PMN tahun 2014 s.d. 2016 dan Sumber Dana Lainnya pada PT SMI, PT SMF, dan PT PII.
a. Pembiayaan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara Melak kepada PT CDN tidak didasarkan pada penilaian kelayakan yang memadai dan pelaksanaannya tidak sepenuhnya sesuai ketentuan.
b. Keikutsertaan kembali PT SMI dalam sindikasi pembiayaan Refinancing kepada PT APD tidak sepenuhnya mengantisipasi risiko operasional dan keuangan debitur yang cenderung berkelanjutan, dan restrukturisasi belum didukung dengan skema pelunasan yang jelas
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN BPK TAHUN 2017
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Biaya Produksi dan Investasi pada PT PAL Indonesia Tahun Buku 2015, 2016, dan 2017
a. Terdapat Kesalahan Perencanaan Mengakibatkan Peralatan Over Head Crane 70 Ton Senilai Rp5.768.608.000,00 dan USD2,129,000.00 Tidak Dapat Dipasang dan Berpotensi Menanggung Biaya Perbaikan Sebesar Rp2.560.000.000,00
b. Peralatan PHPL Belum Dapat Dimanfaatkan Serta Terdapat Tambahan Biaya Pengadaan Sebesar USD3,039,059.78
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Keuangan dan Aset PT Geo Dipa Energi (Persero) dan Instansi Terkait Lainnya Tahun 2015 s.d. 2017 di Jakarta dan Daerah Pemanfaatan Dana PMN Tahun 2015 Sebesar Rp607.307.000.000,00 Belum Jelas
■ Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Kegiatan Pengadaan pemeliharaan kapal, dan Penggunaan PMN PT ASDP Indonesia Ferry (PERSERO) dan Instansi Terkait Lainnya Tahun 2012 sampai dengan Triwulan III Tahun 2017 di Jakarta, Banten, dan Nusa Tenggara Barat
Dana PMN senilai Rp333.704.783.625,00 Berpotensi Tidak Terserap Sesuai dengan Rencana
KESIMPULAN DAN SARAN
■ Terdapat temuan dana PMN mengendap yang belum dapat dimanfaatkan. Hal tersebut menyebabkan program yang didanai oleh PMN tidak dapat langsung memberi dampak positif yang terlihat dari kinerja keuangan pada 10 BUMN yang mendapatkan alokasi PMN terbesar belum menunjukkan tren kenaikan. Oleh karena itu, BAKN mendorong komisi VI dan Komisi XI untuk dapat mengawal tata kelola serta efektivitas penggunaan PMN.
■ BPK belum melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang fokus pada penggunaan PMN secara keseluruhan dalam satu tahun anggaran. Pemeriksaan terkait PMN yang ada pada saat ini masih bersifat parsial berdasarkan program prioritas. Hal ini mengakibatkan belum ada hasil pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendukung pengawasan penggunaan PMN secara menyeluruh. Diharapkan BPK agar dapat memasukan pemeriksaan terhadap PMN secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran dalam tematik pemeriksaan yang akan datang.