20 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran dikelas. Model penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc Tanggart terdiri dari siklus-siklus yang saling berhubungan dan setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan, yaitu : (1) Planning, (2) Acting dan Observing, (3) Reflection, dan (4) Revise. Jika pada siklus 1 belum mencapai target yang diharapkan maka akan berlanjut pada siklus II dan seterusnya.
Siklus – 1 : - - - - 1. PLANNINNG -
2. ACTING &
4. REVISE PLAN
3. REFLECTING
Siklus – 2 : - - - - 5. PLANNINNG -
6. ACTING &
8. REVISE PLAN
7. REFLECTING
Siklus – 3 : - - - - dst…
1.2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Pancor Kopong, Lombok Timur, semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa 20 orang. Mata pelajaran yang dijadikan sarana penelitian adalah zat aditif dan adiktif.
1.3. Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan
Penelitian yang dipilih peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam pelaksanaannya peneliti berkolaborasi dengan mitra guru kelas VIII di SMP Islam Pancor Kopong, Lombok Timur, sebagai pelaksanaan tindakan. Peneliti berperan sebagai (1) observer, (2) perencana tindakan, (3) pengumpulan data, (4) penganalisa data, dan (5) pelapor hasil penelitian dilapangan.
1.4. Data dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pembelajaran, baik itu interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa yang relevan, sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan dan data mengenai proses maupun hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa diamati melalui lembar pengamatan aktivitas belajar, hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan yang diketahui melalui post test, hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan diamati melalui lembar observasi keterampilan, dan hasil belajar sikap yang diketahui melalui observasi sikap. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Pancor Kopong, Lombok Timur dengan jumlah siswa 20 orang.
1.5. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
3.5.1 Observasi
Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pengumpulan data dilakukan oleh observer selama proses pelaksanaan tindakan, dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi. Objek yang
akan diamati adalah aktivitas dan hasil belajar siswa, observasi dilakukan pada saat proses belajar berlangsung, yang menjadi observer atau pengamat adalah guru mata pelajaran IPA di SMP Islam Pancor Kopong, Lombok Timur tahun pelajaran 2020/2021. Tujuan observasi ini untuk mengamati aktivitas dan hasil belajar siswa pada kegiatan pembelajaran.
3.5.2 Wawancara
Wawancara yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, dimana peneliti mewawancarai guru guna mendapatkan gambaran awal mengenai pembelajaran yang diberikan sebelumnya.
3.5.3 Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung. Dokumentasi ini berupa hasil lembar kegiatan siswa, hasil dokumentasi ini dapat dijadikan petunjuk dan bahan pertimbangan pelaksanaan kegiatan selanjutnya serta penarikan kesimpulan. Data yang dikumpulkan fokus tentang keaktifan dengan dokumentasi, dokumen dalam hal ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung, dokumentasi ini dapat berupa foto.
3.5.4 Test
Test dilakukan pada akhir pembelajaran (post test) untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa setelah pemberian tindakan. Tes yang diberikan ini berupa pilihan ganda.
3.5.5 Catatan lapangan
Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak bisa masuk kedalam lembar observasi.
Instrument dalam penelitian ini juga digunakan untuk mengukur aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, yaitu :
a. Instrument yang digunakan untuk memperoleh data mengenai aktivitas dan hasil belajar siswa dengan penerapan model problem based learing dengan menggunakan metode brainstorming. Untuk memperoleh data aktivitas dan hasil belajar digunakan lembar pengamatan pada saat proses pembelajaran berlangsung.
b. Instrument yang digunakan untuk mendapatkan data mengenai hasil belajar siswa dengan penerapan model model problem based learning dengan menggunakan metode brainstorming. Untuk ranah kognitif digunakan post test. Post test pada setiap soal perlu diuji validitas dan tingkat kesukarannya. Untuk memperoleh data hasil belajar sikap menggunakan lembar observasi sikap sedangkan untuk memperoleh data hasil belajar keterampilan digunakan instrument lembar observasi hasil belajar keterampilan.
1.6. Teknik Analisis Data
Data atau informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisa. Teknik ini dapat mengungkapkan data atau informasi tentang (a) aktivias belajar dan (b) hasil belajar siswa yang dapat diuraikan sebagai berikut:
3.6.1 Analisa aktivitas belajar siswa
Data analisa keberhasilan aktivitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi yang menggunakan instrument lembar pengamatan pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Persentase keberhasilan proses belajar siswa dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
𝑁 =𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑋 100% ... (3.4) (Arifin, 2010 :232)
Tabel 3.1 Kualifikasi Aktivitas Belajar Siswa No. Interval Skor Kualifikasi
1 90 – 100 Sangat Baik (A)
2 80 – 90 Baik (B)
3 70 – 79 Cukup (C)
4 60 – 69 Kurang (D)
5 0 – 59 Sangat Kurang (E)
(Sumber : dikembangkan dari Sudjana (2011 : 118)
3.6.2 Analisa data hasil belajar siswa
Hasil belajar sikap dan psikomotor dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Nilai hasil belajar siswa = ∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑋 100%...(3.5)
Hasil belajar ranah sikap dan keterampilan dikatakan berhasil apabila persentasi keseluruhan siswa adalah ≥ 80 %.
Sedangkan untuk ketuntasan hasil belajar kognitif dihitung dengan menggunakan rumus sebagai beriktut :
Persentase ketuntasan hasil belajar kognitif = ∑ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠
∑ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠𝑋100. . . (3.6) Kualifikasi presentase hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.3
Tabel 3.2 Standar Kualitas Hasil Belajar Siswa No. Interval
Skor
Kualifikasi
1 90 – 100 Sangat Baik (A) 2 80 – 90 Baik (B)
3 70 – 79 Cukup (C) 4 60 – 69 Kurang (D) 5 0 – 59 Sangat Kurang
(E)
(Sumber : dikembangkan dari Sudjana (2011 : 118)
Dari hasil data tersebut dilakukan penarikan kesimpulan sebagai proses pemberian makna dan penjelasan terhadap data yang telah disajikan untuk pengambilan keputusan.
1.7. Prosedur Penelitian
Penelitian dilakukan selama 3 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan observasi awal yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang berlangsung ditempat penelitian. Sebelum dilakukannya tindakan penelitian, peneliti mendapatkan temuan awal.
3.7.1 Siklus 1
Kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan 1
Pada tahap awal, peneliti melakukan observasi mengenai pembelajaran dasar dan zat aditif dan adiktif di SMP Islam Pancor Kopong, Lombok Timur. Dari observasi tersebut peneliti dapat mengetahui masalah dan pada akhirnya peneliti memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada tahap persiapan tindakan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Membuat skenario pembelajaran atau Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi siswa yang bermasalah baik denganterus memberi perhatian khusus, memberikan motivasi, melakukan pendekatan kepada siswa yang bermasalah tanpa harus mengabaikan siswa yang lainnya, dan dengan melakukan tindakan yang sesuai dengan model pembelajaran problem based learning dengan metode brainstorming.
b. Menyiapkan perangkat untuk penerapan pembelajaran problem based learning dengan metode brainstorming, yang meliputi materi pembelajaran, lembar diskusi siswa, pertanyaan dan kunci jawaban, lembar kemajuan siswa, dan hadiah untuk penghargaan kelompok.
c. Mempersiapkan instrument yang diperlukan dalam penelitian, yaitu soal test tulis atau soal post test untuk penilaian ranah kognitif, lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran, lembar observasi hasil belajar ranah sikap dan keterampilan serta menyiapkan catatan lapangan.
2. Pelaksanaan Tindakan 1
Perencanaan tindakan 1 dilaksanakan 2 kali pertemuan (4 x 45 menit).
Tahap tindakan adalah tahap untuk menerapkan pembelajaran berdasarkan model. Tindakan yang dilakukan guru pada tindakan pertama adalah guru memindahkan tempat duduk siswa yang sering berbicara.
3. Observasi 1
Observasi dilakukan selama penelitian berlangsung secara seksama.
Subyek yang diamati oleh pengamat adalah aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning dengan
menggunakan metode brainstorming, aktivitas siswa, hasil belajar dan keterampilan.
4. Refleksi 1
Guru dan peneliti membahas kekurangan yang ada pada siklus 1 dan seterusnya dilakukan perencanaan perbaikan yang diperlukan dan dilakukan pada siklus 2.
3.7.2 Sisklus 2
1. Perencanaan II
Setelah dilakukan refleksi I untuk mengetahui kekurangan pada siklus 1, perbaikan dilakukan dengan langkah melakukan rencana pembelajaran pada siklus 2.
2. Pelaksanaan tindakan II
Tindakan pada siklus 2 direncanakan selama 2 kali pertemuan ( 4 x 45 menit). Jika pada siklus I masih terjadi siswa yang bermasalah, maka akan diperbaiki pada tindakan II. Tindakan yang dilakukan pada siklus 2 dilakukan dengan lebih spesifik, sesuai dengan tingkat kenakalan siswa yang bermasalah.
3. Observasi II
Observasi dilakukan selama kegiatan pelaksaan tindakan berlangsung.
4. Refleksi II
Pada refleksi II guru dan peneliti membahas kekurangan pada siklus 2 dan perbaikan yang harus dilakukan pada siklus III.
3.7.3 Siklus 3
1. Perencanaan III
Setelah dilakukan refleksi II, selanjutnya dilakukan penyusunan rencana pembelajaran pada siklus 3 untuk memperbaiki kekurangan pada siklus 2.
2. Pelaksanaan tindakan III
Tindakan pada siklus 2 direncanakan selama 2 kali pertemuan (4 x 45 menit). Jika pada siklus 2 masih terjadi siswa yang bermasalah, maka akan diperbaiki pada tindakan III. Tindakan yang dilakukan pada siklus 3 dilakukan dengan lebih spesifik lagi, sesuai dengan tingkat kenakalan siswa yang bermasalah tersebut.
3. Observasi III
Observasi dilakukan selama kegiatan pelaksanaan tindakan berlangsung.
4. Refleksi III
Pada tahap ini peneliti akan membahas tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa untuk kegiatan pembelajaran-pembelajaran berikutnya.