• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERAMPILAN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSO (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KETERAMPILAN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSO (2)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

KETERAMPILAN DALAM

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

(2)

Terdiri dari :

Keterampilan Observasi

Keterampilan Menjaga Hubungan Keterampilan Mendengar dan

(3)

1. KETERAMPILAN

OBSERVASI

a. Tingkah laku verbal non

verbal

Penampilan umum

Pandangan mata & Ekspresi

Wajah

(4)

b. Pengamatan dan Penafsiran

Pengamatan obyektif

Berbagai tingkah laku yang di LIHAT dan

DENGAR

Contoh : -

jalan mondar - mandir, tangan

dikepal, dsb

Penafsiran/Interpretasi

Kesan yg kita berikan terhadap apa yang

kita lihat (amati) dan apa yang kita dengar

Contoh : -

kesal, terlalu lama menunggu,

(5)

C. Kesenjangan

tingkah laku

verbal dan non verbal

Kesesuaian antara tingkah laku

verbal dan nonverbal

Kesesuaian antara dua buah

pertanyaan

Kesesuaian antara yang

(6)

2. KETERAMPILAN

MENJAGA HUBUNGAN

Tujuan

Dasar proses pemberian

bantuan

Memudahkan klien memahami

saran bidan sehingga mau

mengikutinya

Klien merasa puas dan akan

(7)

Keterampilan Membina

Hubungan Baik

Sikap dasar yang dibutuhkan :

S : Face Ur clients Squarely

O : Open & non judgemental facial expression

L : Lean towards client

E : Eye contact in a culturally-acceptable manner

R : Relaxed & friendly manner

Sikap dasar yang dibutuhkan :

S : Face Ur clients Squarely

O : Open & non judgemental facial expression

L : Lean towards client

E : Eye contact in a culturally-acceptable manner

(8)

Perilaku Respon Positif

Mendukung Terciptanya

Hubungan baik

Bersalaman dengan ramah

Mempersilahkan duduk

Bersabar

Tidak memotong pembicaraan

(9)

Perilaku Respon Positif

Mendukung Terciptanya

Hubungan baik

Tidak melakukan penilaian

Mendengarkan dengan penuh perhatian

Menanyakan alasan kedatangan

Menghargai apapun pertanyaan maupun

(10)

3. Keterampilan

Mendengar dan Bertanya

A. Keterampilan Mendengar

Mendengar pasif

o

Kegiatan mendengar pesan nonverbal

Contoh : kontak mata, menganggukkan kepala

o

Keikutsertaan secara verbal

(11)

Mendengar aktif

Kegiatan mendengar yang

menyediakan pengetahuan

bahwa kita tahu perasaan

pasien dan mengerti

(12)

Merefleksikan perasaan &

isi ucapan Pasien

Merangkum

Refleksi isi

Refleksi perasaan –

tujuan :

- Perasaan

- Klien kebingungan ??

- Diskusi

Merangkum

Refleksi isi

Refleksi perasaan –

tujuan :

- Perasaan

(13)

Refleksi

 Contoh :

 Klien : “ Tiap hari saya selalu disibukkan dengan pekerjaan

rumah, mengurus anak, dalam keadaan hamil seperti ini saya ingin minta bantuan suami untuk mengerjakan pekerjaan

rumah, tetapi apakah suami saya mau. Karena suami saya

sering mengatakan bahwa pekerjaan rumah adalah pekerjaan perempuan, padahal semestinya tidak begitukan Bu!

Namanya berumahtanggakan harus sama-sama, apalagi saya sedang hamil begini, ya kan Bu !”

 Bidan : “Ibu minta bantuan suami mengerjakan pekerjaan

(14)

Persamaan dan perbedaan

merangkum dengan refleksi

isi :

 Merangkum dilakukan setelah beberapa waktu

yang lebih lama dan mencakup beberapa informasi yang diucapkan klien

 Merangkum digunakan diawal dan akhir dari

percakapan

 Untuk transisi (peralihan) antar topik

 Memberikan penjelasan panjang terhadap

(15)

Tips Dalam Mendengar

Aktif

 Terima Klien apa adanya. Hargai klien sebagai

individu yang berbeda dari individu lainnya.

 Dengarkan apa yang dikatakan klien dan bagaimana

ia mengatakan hal itu. Perhatikan intonasi suara, pemilihan kata, ekspresi wajah dan

gerakan-gerakan tubuh.

 Tempatkan diri pada posisi lien selama

mendegarkan

 Kadang-kadang lakukan mendegar aktif (diam). Beri

(16)

Tips Dalam Mendengar

Aktif

 Dengarkan klien dengan seksama, jangan berpikir

apa yang akan anda katakan selanjutnya.

 Lakukan pengulangan (refleksi) apa yang anda

dengar, sehingga anda dan klien tahu bahwa anda telah paham.

 Duduk menghadap klien dengan nyaman, hindari

gerakan yang menganggu, tatap dan perhatikan klien ketika berbicara.

 Tunjukkan tanda perhatian verbal (hmmm, yaaa,

(17)

B. Keterampilan

Bertanya

Tujuan mendengarkan dan bertanya adalah

:

 Mendorong klien untuk berbicara

 Menunjukkan minat dan perhatian kita

terhadap klien

 Meningkatkan kesadaran kita terhadap

perasaan klien

 Memperoleh informasi

 Memberikan suatu arahan percakapan

(18)

B. Keterampilan Bertanya

Pertanyaan tertutup

 Pertanyaan yang menghasilkan jawaban ya atau

tidak, atau dengan kata-kata singkat.

Pertanyaan terbuka

 Pertanyaan yang memerlukan jawaban yang luas

sehingga pasien dapat mengungkapkan

masalahnya, perasaannya dengan kata-kata

(19)

Pertanyaan Tertutup

 Menghasilkan jawaban “ya” atau “tidak” yang

berguna untuk mengumpulkan informasi yang faktrual (biasanya dilakukan pada awal-awal percakapan)

 Bila menginginkan jawaban yang pendek dan khusus  Kegunaan untuk menanyakan riwayat kesehatan data

diri

 Contoh : “Apakah Ibu senang dengan kehamilan anak ketida

ini ?”

“Apakah suami Ibu menerima kehamilan Ibu yang ketiga ini ?”

“ Berapa jumlah anak Ibu?”

(20)

Kelemahannya pertanyaan tertutup

 Tidak menciptakan suasana yang nyaman dalam

berkomunikasi dan proes pengambilan keputusan

 Bidan mengontrol jalannya percakapan, klien hanya

memberikan informasi yang bersangkutan dengan pertanyaan saja

 Tidak mendorong seseorang untuk berbicara bebas  Membatasi pilihan-pilihan jawaban seseorang dan

(21)

Pertanyaan Terbuka

 Jenis pertanyaan biasanya memakai kata tanya

“bagaimana”atau “apa”

 Kegunaan untuk mempelajari perasaan, kepercayaan dan

pengetahuan klien

 Memberi kebebasan atau kesempatan kepada klien dalam

menjawab yang memungkinkan partisipasi aktif dalam percakapannya.

 Merupakan cara yang efektif untuk menggali informasi

(22)

Pertanyaan Terbuka

 Mendorong untuk mengembangkan jawaban,

melanjutkan pembicaraan, dan mengarahkan pada

masalah terpenting sehingga dapat muncul informasi-informasi yang tidak diduga dari jawaban klien

Contoh :

“Bagaimana perasaan Ibu dengan

kehamilan anak

ketiga ini ?”

(23)

C. Bertanya Efektif

 Bertanya yang efektif kepada klien penting  Contoh Pertanyaan :

“Apa yang dapat saya bantu ?”

“Apa masalah Ibu sehingga Ibu datang ke klinik ?”

 Dapat menilai pemahaman dan pengalaman klien berkaitan

dengan kehamilan dan persalinan.

 Contoh pertanyaan :

“Menurut Ibu, apa yang menyebabkan terjadinya masalah

tersebut?”

“Apa yang Ibu lakukan ketika tanda-tanda perdarahan?”

“Apakah ada perbedaan yang Ibu rasakan antara kehamilan

anak yang pertama dan kedua ?”

 Dapat menghemat waktu bidan dan klien dengan tidak mengulang informasi yang

(24)

Hal-hal yang harus diperhatikan

dalam bertanya efektif :

 Gunakan intonasi suara yang menunjukkan perhatian, minat

dan keakraban

 Gunakan kata-kata yang dipahami klien

 Ajukan pertanyaan satu-persatu. Tunggu jawaban dengan

penuh minat, jangan memotong

 Gunakan kata-kata yang mendorong Kline untuk tetap

berbicara seperti “dan”, “Bagaimana”, Lalu” ?” Maksudnya”

 Bila menanyakan hal-hal yang sifatnya pribadi, jelaskan

(25)

Hal-hal yang harus diperhatikan

dalam bertanya efektif :

Hindari penggunaan kata tanya “Mengapa”,

karena kemungkinan klien dapat merasa

“disalahkan”

Ajukan pertanyaan yang sama dengan berbagai

cara bila klien belum paham.

Hindari Pertanyaan yang mengarahkan

Gunakan “pertanyaan terbuka” karena lebih

(26)

Referensi

Dokumen terkait

klien mengatakan sudah menggosok gigi, klien mengatakan sudah mengganti baju, klien mengatakan sudah menyisir rambut, klien mengatakan mencuci tangan dengan air

Pelaksanaan layanan informasi di sekolah MAN Rantau Prapat sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi, upaya yang dapat dilakukan

Media juga sangat dibutuhkan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat luas, dengan adanya komunikasi media, suatu informasi penting dapat diterima oleh masyarakat dalam dan

Saya tidak memerlukan waktu yang lama dalam mengakses dan menggunakan jasa belanja online.. Saya dapat menghemat biaya terkait transaksi belanja online dibandingkan dengan

Bidan harus dapat melakukan pengamatan terhadap tingkah laku nonverbal dengan memperhatikan bagaimana cara klien menatap mata, bahasa tubuh (kinecis), kualitas suara, yang

Pada fase ini perawat dapat menunjukkan sikap caring dengan memberikan informasi yang dibutuhkan klien, melakukan tindakan yang sesuai dan menggunakan teknik komunikasi

klien mengatakan sudah menggosok gigi, klien mengatakan sudah mengganti baju, klien mengatakan sudah menyisir rambut, klien mengatakan mencuci tangan dengan air

Penggunaan teknologi informasi dalam sistem informasi akan sangat membantu dalam menghemat waktu dan tenaga, sehingga informasi yang dibutuhkan akan dapat diperoleh dengan cepat dan