• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN EDUKASI GIZI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN EDUKASI GIZI"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN EDUKASI GIZI

TIM DOSEN MK KONSULTASI DAN PENDIDIKAN GIZI PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2021

(2)

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:

"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Q.S. Al-Mujadalah ayat 11

01

02

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar- benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu

pengetahuan".

Q.S. Thaha ayat 114

AIKA DAN

KEMUHAMMADIYAHAN

(3)

OUTLINE

PERUMUSAN MASALAH

02

STRATEGI EDUKASI GIZI

03

PELAKSANAAN EDUKASI

04 GIZI

EVALUASI EDUKASI GIZI

05

PENDAHULUAN

01

(4)

Mampu merancang dan

melaksanakan Edukasi Gizi

CAPAIAN PEMBELAJARAN

(5)

PENDAHULUAN

(6)

TEORI INTERVENSI PERUBAHAN PERILAKU

Sumber :

• Precede and Proced Model (Green & Kreuter 1999 dalam clark 200

• Conceptual framework of food and nutrition intervention addressing HIV/ AIDS (Castleman, Deitchler, Tumilowicz, 2008)

• Care management algorithm (Mahan, 2008;

Mahan, 2012)

(7)

EDUKASI GIZI

Edukasi atau pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan yang menjadi upaya merubah, menumbuhkan atau mengembangkan perilaku kesehatan yang positif.

Pendidikan kesehatan dilandasi oleh motivasi dengan mengubah

tiga faktor penentu perilaku, yaitu sikap, pengaruh sosial dan

kemampuan berkomunikasi.

(8)

Edukasi merupakan kegiatan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien akan suatu informasi tertentu. Edukasi gizi dapat bersifat individu maupun kelompok. Dalam edukasi individu pada umumnya kegiatan ini disatukan atau divariasikan dengan kegiatan konseling agar sasaran yang dituju dapat tercapai.

EDUKASI GIZI

(9)

Edukasi lebih menekankan pada proses pemberian pengetahuan yang terdiri dari:

Tujuan pemberian edukasi

Prioritas modifikasi

Hubungan gizi dengan kesehatan

atau penyakit Informasi untuk

bertahan atau survival

Rekomendasi modifikasi

Topik lain yang berhubungan 2

3

4

5

6

1

(10)

TUJUAN EDUKASI GIZI

1. Meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, mengubah perilaku serta meningkatkan kepatuhan dan meningkatkan kualitas hidup.

2. Agar pasien dapat hidup lebih lama dan dalam kebahagiaan karena kualitas hidup sudah merupakan kebutuhan bagi sesorang.

3. Untuk membantu pasien agar mereka dapat merawat diri sendiri, sehingga komplikasi yang mungkin timbul dapat dikurangi dan juga

lama hari perawatan dapat ditekan. Ini terutama untuk pasien diabetes.

4. Agar pasien tetap produktif`sehingga dapat berfungsi dan berperan sebaik-baiknya di dalam masyarakat.

5. Menekan biaya perawatan baik pribadi, asuransi dan beban

pemerintah.

(11)

Faktor yang mempengaruhi proses dan penerimaan edukasi

Informasi lain yang diterima oleh klien secara bersamaan dalam

hari yang yang sama.

Cara belajar individu.

Pengetahuan dasar yang sudah dimiliki.

Dasar pendidikan klien.

Adanya kondisi yang kompleks yang mempengaruhi edukasi.

Kualitas hidup klien.

Ketidakhadiran pendamping atau anggota keluarga lain

atau caregiver.

Faktor gaya hidup. Kebutuhan edukasi

lainnya, misalnya berkaitan dengan pengobatannya.

(12)

PERUMUSAN MASALAH

BERDASARKAN DATA

(13)

ASSESSMENT

Evaluasi diagnostik yang dilakukan dengan mengumpulkan data sebelum pelaksanaan edukasi untuk menetapkan titik awal klien.

Data assessment seringkali merupakan kompilasi dari berbagai sumber yang mungkin mencakup kegiatan seperti wawancara lisan atau review catatan.

Berfungsi untuk mengklasifikasikan klien berdasarkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, bakat, minat, kepribadian, tingkat pendidikan, kemampuan membaca, usia, jenis kelamin, pekerjaan, budaya, gaya hidup, masalah kesehatan, dan kesiapan psikologis klien untuk menerima edukasi saat ini (tahap perubahan).

(14)

Kebutuhan untuk belajar merupakan kesenjangan antara apa yang diketahui klien saat ini dan apa yang seharusnya klien ketahui. Kesenjangan ini berfungsi sebagai penentu titik awal pelaksanaan edukasi.

Hasil assessment akan membandingkan apa yang diketahui klien dengan apa yang perlu klien ketahui.

(15)

TUJUAN ASSESSMENT

 Untuk menilai tingkat pengetahuan dan pengalaman saat ini untuk mengidentifikasi tingkat awal konten pembelajaran

Contoh

Konselor yang memberikan edukasi kepada klien yang telah didiagnosa diabetes cukup lama dan tahu cara menghitung karbohidrat akan memulai proses edukasi pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan klien yang baru didiagnosa

Sangat penting untuk menentukan terlebih dahulu seberapa banyak klien sudah tahu karena akan membuang waktu setiap orang untuk mengulang informasi yang diketahui dan dapat menyebabkan kebosanan atau kurangnya perhatian dari pihak klien.

(16)

Assessment Psikologis

Diperlukan untuk memahami sikap klien terhadap kesehatan dan gizi, kemauan untuk berubah, motivasi, dan kesiapan untuk belajar, yang mempengaruhi perilakunya.

Sikap dianggap predisposisi untuk tindakan dan perubahan. Masalah yang ada mungkin tidak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Namun,

penyebab dan solusi mungkin terletak pada domain afektif atau dalam

sikap, nilai, dan keyakinan individu.

(17)

Assessment Membutuhkan Cara Berpikir Kritis Konselor

Menentukan data spesifik apa yang akan dikumpulkan

Menentukan kebutuhan akan informasi tambahan

Memilih alat dan prosedur pengkajian gizi sesuai situasi:

Alat pengukuran / pengumpulan data

Prosedur pengumpulan data

Comparatives standard

Membedakan data yg terkait dan tidak terkait

Membedakan data yang penting dan tidak penting

Validasi data

(18)

Elemen Lain yang Diperlukan Konselor saat Melaksanakan Assessment

Kemampuan Membuat Keputusan Berdasarkan Fakta (evidence based)

Profesionalisme

Sistem Tubuh, Patofisiologi Penyakit, Metabolisme Zat Gizi,

Psikologis, dsb Pengetahuan Terkait Makanan dan Gizi

(19)

Pengelolaan Data Hasil Assessment

1. Sumber Data

2. Jenis & Cara Pengelompokkan Data 3. Bahasa Terstandar/Terminologi

Terkait data status gizi dan faktor penyebab masalah gizi

T ermasuk : interaksi obat-makanan, budaya, agama, usia

dan kebutuhan konseling gizi

(20)

Sumber Data

DASAR : “ PRACTICE SETTING ’’

(latar belakang praktek seperti klinik,

masyarakat, rawat inap/ rawat jalan)

(21)

SUMBER DATA PENGKAJIAN

Perseorangan Kelompok Masyarakat

Informasi yang tersedia

 Hasil laboratorium

 Rekam medis klien

 Hasil wawancara klien

 Hasil wawancara pada pendamping

 Pengamatan dan pemeriksaan

Informasi yang tersedia

 Pertanyaan awal tentang komunitas

pada diskusi kelompok terarah

 Untuk terapi kelompok termasuk sumber data perorangan

 Untuk promosi grup menyertakan data masyarakat

Informasi yang tersedia

 Survey gizi

 Survey kesehatan

 Penelitian epidemiologi

 Data kegiatan rutin:

Pencatatan pelaporan, dan wawancara

 Penilaian kebutuhan

masyarakat secara strategis (melalui proses Musyawarah Masyarakat Desa (MMD))

21

Sumber: Modifikasi The British Dietetic Association, Model and Process for Nutrition and Dietetic Practice, 2016

(22)

1. Riwayat Terkait Gizi & Makanan/ Food History (FH)

Asupan, pemberian, pengetahuan/kepercayaan/sikap, prilaku terkait makanan & gizi, pengobatan & penggunaan obat komplemen/alternatif, ketersediaan suplai bahan makanan, aktifitas & fungsi, ukuran fokus pasien/nilai-nilai terkait gizi

2. Pengukuran Antropometri / Anthropometric Measurements (AD)

Tinggi badan, berat badan, body mass index (BMI), indikator/rangking percentil pola pertumbuhan, dan riwayat berat badan

Jenis & Cara Pengelompokkan Data

(International Dietetics & Nutrition Terminology (IDNT)

Reference Manual)

(23)

3. Data Biokimia, Tes & Prosedur Medis / Biochemical Data, Medical Tests & Procedures (BD)

Data laboratorium (misal elektrolit, glukosa) & tes medis (misal waktu pengosongan lambung, resting metabolik rate )

4. Penilaian Fisik Fokus Gizi / Nutrition Focused Physical Findings (PD)

Penampilan fisik, hilang otot dan lemak, fungsi menelan, nafsu makan

5. Riwayat Klien/Client History (CH)

Riwayat personal, riwayat medis / kesehatan klien/ keluarga, pengobatan + terapi dan riwayat sosial

Jenis & Cara Pengelompokkan Data

(International Dietetics & Nutrition Terminology (IDNT) Reference

Manual)

(24)

Bahasa Terstandar/Terminologi

Domain Klas Terminologi

1. Riwayat terkait gizi dan makanan 8 klas 151

2. Data Pengukuran Antropometri 1 klas 7

3.Data biokimia, tes medis dan prosedur 12 klas 93

4. Pemeriksaan fisik fokus gizi 1 klas 9

5. Riwayat klien 4 klas 35

Standar comparative 4 klas 43

TOTAL 30 klas 338

(25)

STRATEGI

EDUKASI GIZI

(26)

SASARAN EDUKASI

01

Pasien itu sendiri

02

Keluarga Pasien

03

Orang yang sehari-hari beraktivitas bersama-sama pasien baik

lingkungan rumah, lingkungan tempat kerja, lingkungan sekolah.

CONTENTS TITLE

(27)

INFORMASI DALAM EDUKASI GIZI

02

Dalam menyampaikan informasi, faktor

yang perlu diperhatikan adalah kondisi pasien baik

kondisi fisik tergantung berat ringannya penyakit,

maupun kondisi psikologis

03

Seseorang yang baru didiagnosa

suatu penyakit biasanya sulit untuk

menerima

kenyataan tersebut, sehingga pemberian

informasi yang berlebihan atau kurang sesuai

kondisi

psikologisnya akan menambah penderitaan

04

Membesarkan hati pasien bahwa penyakit yang diderita dapat

dikendalikan asalkan pasien dapat menerima dan

mau merubah perilaku atau gaya

hidupnya

01

Informasi dasar meliputi tentang

penyakit, penyebabnya, terapi

obatnya,

pengaturan makan, kegiatan jasmani

dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perubahan

gaya hidup

Bagi Pasien

(28)

Kegiatan jasmani yang

sesuai dengan penyakit yang disandang pasien

Pengenalan tanda-tanda bila pasien mengalami gangguan seperti tanda- tanda hipoglikemi dan juga hiperglikemi, ataupun hipertensi

Bagaimana pengaturan makan yang baik untuk mencegah penyakit degeneratif

INFORMASI DALAM EDUKASI GIZI

Bagi Lingkungan

(29)

METODE EDUKASI

METODE LANGSUNG

METODE TIDAK

LANGSUNG

(30)

Metode Langsung

2

3

4

5 1

Demo membuat makanan bayi dan anak Demo aktifitas fisik

Kelas workshop keterampilan menyusun menu

Demo menyiapkan dan memasak makanan diet tertentu Kelas penyuluhan berbagai topik gizi dan kesehatan

6 Kelas workshop menyusun daftar belanja bahan makanan bergizi

(31)

Televisi

Billboard (papan pengumuman)

Radio

Koran dan Majalah

Metode Tidak Langsung

(32)

Pemilihan Metode

1. Disesuaikan dengan masalah klien (masukkan dalam latar belakang proposal)

2. Metode disesuaikan dengan tingkat pendidikan,

kemampuan baca serta pengetahuan dasar klien

(33)

METODE EDUKASI KELEBIHAN KELEMAHAN

Ceramah Mudah dan efisien.

Menyampaikan sebagian besar informasi. Mencapai jumlah yang besar. Kontrol total oleh instruktur.

Peserta pasif. Belajar dengan mendengarkan. Suasana

formal. Mungkin membosankan.

Tidak cocok untuk

pembelajaran kognitif pada tingkat yang lebih tinggi. Tidak cocok untuk pembelajaran manual.

Diskusi (contoh: panel, debat, studi kasus)

Lebih menarik, sehingga

memotivasi. Partisipasi aktif.

Suasana informal. Memperluas perspektif. Peserta akan ingat apa yang diskusikan. Baik untuk tujuan kognitif dan afektif tingkat tinggi.

Peserta mungkin tidak siap.

Orang yang pemalu mungkin tidak berdiskusi. Lebih

memakan waktu. Ukuran grup terbatas.

(34)

METODE EDUKASI KELEBIHAN KELEMAHAN

Project Lebih memotivasi. Partisipasi

aktif. Baik untuk tujuan kognitif tingkat tinggi.

Ukuran grup terbatas.

Simulasi (misalnya, skenario, role-play)

Partisipasi aktif. Membutuhkan pemikiran kritis.

Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.

Menghubungkan teori dan praktik. Lebih menarik. Baik untuk tujuan kognitif dan afektif tingkat tinggi.

Memakan waktu. Ukuran grup terbatas kecuali di komputer.

Demonstrasi Gambar visual yang realistis.

Menarik dalam beberapa hal.

Dapat menampilkan grup besar.

Baik untuk domain psikomotor.

Membutuhkan peralatan.

Membutuhkan waktu. Peserta bersifat pasif, kecuali bisa berlatih.

(35)

PELAKSANAAN

EDUKASI GIZI

(36)

7 Langkah Edukasi Gizi

Melakukan assessment untuk mengetahui titik mula klien

Menulis tujuan edukasi yang terukur dan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu dengan mempertimbangkan ranah materi

Menentukan konten edukasi berdasarkan hasil assessment dan tujuan edukasi

Memilih metode, teknik, materi dan sumber yang sesuai dengan tujuan dan klien Menerapkan intervensi dan memberikan kesempatan bagi klien untuk

mempraktikkan informasi baru

Mengevaluasi progres dan hasil secara terus menerus dan pada interval yang ditentukan, termasuk melakukan reassessment

Mendokumentasikan hasil edukasi

(37)

Edukasi gizi akan efektif apabila:

1. Fokus pada perubahan perilaku atau praktik 2. Berpikir secara kritis dalam memecahkan

permasalahan

3. Tepat dalam mengidentifikasi determinan atau faktor penyebab yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku

4. Menggunakan data dan teori hasil kajian ilmiah

(38)

EVALUASI

EDUKASI GIZI

(39)

Evaluasi edukasi gizi terdiri dari penilaian sistematis terhadap kualitas, efektivitas, dan nilai upaya pendidikan, seperti instruksi, program, atau tujuan berdasarkan informasi atau data.

Langkah-langkah melakukan evaluasi:

1. Menentukan tujuan atau hasil edukasi 2. Merancang evaluasi berdasarkan tujuan 3. Memilih apa yang akan dievaluasi

4. Memutuskan bagaimana dan kapan melakukan reassessment untuk mendapatkan target tepat waktu

5. Melakukan reassessment 6. Menganalisis hasil evaluasi 7. Melaporkan hasil evaluasi

8. Menetapkan arah tindakan selanjutnya.

(40)

TIPE EVALUASI

Formatif

• Mengacu pada evaluasi yang dilakukan pada

awal atau selama

edukasi, dengan hasil umpan balik dapat

memodifikasi sisa upaya edukasi

Sumatif

• Mengacu pada

penilaian titik akhir

kualitas di akhir edukasi

(41)

Evaluasi Formatif

 Dapat sering dilakukan

 Jika peserta/klien tampak bosan, tidak yakin, cemas, bingung, atau jika konselor tidak yakin dengan kemampuan orang tersebut, dapat diberhentikan sejenak kegiatan edukasi dan lakukan evaluasi  minta peserta/klien untuk mengulangi apa yang telah dipelajari

 Dalam edukasi diabetes, jika evaluasi formatif menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memahami konsep penghitungan karbohidrat, dia tidak akan mampu menguasai perilaku yang lebih kompleks seperti perencanaan menu. Setelah ditemukan bahwa masalah yang tidak dipahami adalah penghitungan karbohidrat, konselor dapat mengubah pendekatan untuk mencoba mengatasi masalah tersebut. Peserta/klien dapat diberikan penjelasan alternatif yang lebih jelas atau lebih sederhana atau ilustrasi konkret.

(42)

Evaluasi Sumatif

 Evaluasi sumatif dianggap final dan digunakan di akhir edukasi (biasanya edukasi di masyarakat)

 Tujuan evaluasi sumatif adalah untuk menilai hasil, kualitas, atau layak menggunakan pendekatan kuantitatif

 Termasuk penilaian/grading, sertifikasi, atau evaluasi kemajuan, dan evaluasi untuk membedakan yang berprestasi dari mereka yang tidak

 Penilaian dibuat tentang pemberi materi atau program yang berkaitan dengan keefektifan edukasi atau pengajaran untuk populasi sasaran

 Aspek penilaian ini menciptakan kecemasan dan sikap defensif

yang sering dikaitkan dengan evaluasi.

(43)

TUGAS INDIVIDU

1. Buat Satuan Acara Pendidikan Gizi (SAP) sesuai dengan format yang sudah diberikan.

2. Edukasi dilakukan di lingkungan tempat tinggal mahasiswa

3. Materi edukasi yang diberikan disesuaikan dengan materi yang sudah pernah mahasiswa dapatkan selama perkuliahan (gizi daur, diet infeksi, gizi buruk, dsb)

4. Pemilihan metode disesuaikan dengan materi yang akan diberikan (demonstrasi, sistem ceramah, FGD, dsb)

5. Buat rancangan/template media yang akan digunakan saat

edukasi (untuk dibahas minggu depan)

(44)

Thank you

Referensi

Dokumen terkait

Pengalaman merupakan gambaran pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya

P4 Tuhan selalu berada di setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap waktu perjalanan hidup kita sebagaimana Firman Tuhan berkata “Sampai disini, hari

Dalam blog ini diberikan beberapa contoh perhitungan struktur jembatan beton prategang mulai dari struktur atas yang terdiri dari slab lantai jembatan dan girder

Sarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada wisatawan antara lain seperti fasilitas umum (toilet), restaurant, ruang informasi, sarana transportasi di dalam

Berdasarkan jenis usaha perikanan lele, menunjukkan adanya perbedaan keuntungan yang signifikan diantara usaha perikanan lele mutiara dan masamu; (3) Faktor produksi,

Menimbang : bahwa dalam rangka efesiensi dan efektifitas pelaksanaan pembelajaran dan administrasi sekolah serta optimalisasi penyelenggaraan pendidikan, perlu

Gerakan Infaq Beras Jakarta menjadi jembatan amal sholeh dimana gerakan ini hanya untuk menjembatanin antara OTA (Orang Tua Asuh) yang ingin berdonasi atau berinfaq untuk

Dalam pekerjaan campuran beraspal hangat dengan Asbuton Butir, penghamparan dan pemadatan merupakan salah satu langkah pekerjaan yang memegang peranan penting dan