KOMUNIKASI EFEKTIF
DALAM
Nama Kelompok
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat.
Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communications messages communicated through a mass medium to a large number of people). Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan, bahkan puluhan ribu orang, jika tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa.
Menurut Gerbner (1967)
Karakteristik
Komunikasi
Massa
•
Pesan Bersifat Umum
•
Komunikannya Anonim dan Heterogen
•
Media Massa Menimbulkan Keserempakan
•
Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Hiebert, Ungurait, dan Bohn, (1975)
mengemukakan
komponen-komponen
komunikasi
meliputi:
communicator, codes and contents, gatekeepers, the media,
regulators, filters, audience,
dan
feedback.
1. Communicator
Hiebert, Ungurait, dan Bohn (1974: 78) mengemukakan 3 sifat komunikator komunikasi massa , yaitu :
Costliness
Complexity
2. Codes and Contents
Codes
adalah sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan
pesan komunikasi.
Content
atau isi media merujuk pada makna dari sebuah pesan, bisa
berupa informasi mengenai sebuah lelucon yang dilontarkan oleh
komedian.
Dalam komunikasi massa,
codes
dan
content
berinteraksi sehingga
3. Gatekeeper
Gatekeeper dalam media massa terdiri dari beberapa pihak, diantaranya
penerbit majalah, editor surat kabar, manajer stasiun radio siaran,
produser berita televisi, produser film, dan lain-lain.
4. The Media
Media massa terdiri dari :
Media cetak, yaitu surat kabar dan majalah.
Media elektronik, yaitu radio siaran, televisi, dan media online (internet).
5. Regulators
6. Filter
7. Audience
8. Feedback (Umpan Balik)
Feedback adalah respon atau tanggapan yang
dikirImkan kepada komunikator terhadap pesan yang
disampaikan.
Umpan balik yang terjadi dalam proses komunikasi massa dapat
diuraikan sebagai berikut :
1. Teori Peluru atau Jarum Hipodermik
Teori mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa, dan komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa. Seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu ajaib kepada khalayak yang tidak berdaya (pasif).
Teori Komunikasi
2. Teori Proses Selektif
3. Teori Pembelajaran Sosial
4. Teori Difusi Inovasi
Everett M. Rogers dan Floyd G. Shoemaker mengemukakan bahwa
teori divusi inovasi dalam prosesnya ada 4 tahap, yaitu :
Pengetahuan
: Kesadaran individu akan adanya inovasi dan
pemahaman tertentu tentang bagaimana inovasi tersebut
berfungsi.
Persuasi
: Individu membentuk dikap setuju atau tidak setuju
terhadap inovasi.
Keputusan
: Individu melibatkan diri pada aktivitas yang mengarah
pada pilihan untuk menerima atau menolak inovasi.
5. Teori Kultivasi
Pembahasan Jurnal
A. Saharudin. “Komunikasi Massa Media Televisi dalam Mewujudkan
Pendidikan dan Kritikkan”
Kini media layar kaca menjadi barang kebutuhan pokok bagi
kehidupan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Dengan kata lain, informasi sudah merupakan bagian dari hak manusia untuk aktualitas diri. Penyebaran teknologi informasi media massa telah lebih jauh memasuki pola peradaban manusia. Masyarakat harus menerima kehadiran teknologi
Acara televisi dalam konteks Informasi dan Pendidikan Informasi sudah menjadi kebutuhan manusia yang esensial untuk mencapai tujuan, melalui informasi manusia dapat mengetahui peristiwa yang terjadi disekitarnya, memperluas cakrawala sekaligus memahami kedudukan serta peranannya dalam masyarakat.
Jika pada masa orde baru, kecenderungan misi media massa adalah
mendukung pembangunan serta menempatkan media massa pada posisi terpenting dalam perumusan pola kebijakan pembangunan nasional.
Media massa, khususnya pers yang membangun, pada hakikatnya berupaya memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam
Pemilahan terhadap informasi yang disajikan oleh media televisi merupakan langkah dan tindakan kita sebagai filter dari semakin besarnya arus budaya
westernisasi yang masuk ke Indonesia sebagai tempat bertemunya