• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simulasi Sensor Seismometer Horizontal Menggunakan MEMS Accelerometer Berbasis Arduino UNO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Simulasi Sensor Seismometer Horizontal Menggunakan MEMS Accelerometer Berbasis Arduino UNO"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN 1

(2)

Program :

pinMode(led13, OUTPUT); Serial.begin(9600);

pinMode(led13, OUTPUT); digitalWrite(led13, LOW);

Serial.println("Initializing I2C-MPU6050 devices..."); Wire.begin();

accelgyro.initialize();

Serial.println(accelgyro.testConnection() ? "MPU6050 ON " : "MPU6050 OFF "); }

void loop() {

accelgyro.getAcceleration(&ax, &ay, &az); az -= 15000;

(3)

if (y==10 ){

Serial.println(" .Selesai"); Serial.println(" ");

Serial.println(" "); Serial.println(" "); y = 0;

Program pengujian system keseluruhan : #include "I2Cdev.h"

pinMode(led13, OUTPUT); Serial.begin(9600);

pinMode(led13, OUTPUT); digitalWrite(led13, LOW);

Serial.println("Initializing I2C-MPU6050 devices..."); Wire.begin();

(4)

Serial.println(accelgyro.testConnection() ? "MPU6050 ON " : "MPU6050 OFF "); }

void loop() {

accelgyro.getAcceleration(&ax, &ay, &az); az -= 15000;

Serial.print("ax["); Serial.print(y); Serial.print("] = "); Serial.print(ax);

//menghitung nilai integrator kecepatan if ( y + 1 ){

vX = vX + ax; }

Serial.print(" | Integrator Kecepatan vX["); Serial.print(j); Serial.print("] = "); Serial.println(vX);

//menghitung nilai amplitudo dari kecepatan if (vX > maksvX){

//mencari nilai data ke-n dari kecepatan if ( vX > 0 && nvs == 0 ) {

(5)

maksaX = ax; }

if (-ax > maksaX) { maksaX = abs(ax);

}

//mencari nilai data ke-n dari percepatan if ( ax > 0 && ncs == 0 ) {

Serial.println("Amplitudo dari Percepatan (AcX) "); Serial.print("AcX = "); Serial.println(maksaX);

Serial.println("Jumlah data ke-n untuk Percepatan (ncX) "); Serial.print("ncX = "); Serial.println(ncX);

Serial.println(" ");

Serial.println("Amplitudo dari Kecepatan (AvX) "); Serial.print("AvX = "); Serial.println(maksvX);

Serial.println("Jumlah data ke-n untuk Kecepatan (nvX) "); Serial.print("nvX = "); Serial.println(nvX);

Serial.println(" .Selesai"); Serial.println(" ");

(6)

y = 0; //data dimulai dari 0 maksaX = 0;

ncX = 0; ncs = 0; vX = 0; j = 0;

maksvX = 0; j < y;

nvX = 0; nvs = 0; delay(10000); }

(7)

LAMPIRAN 2

(8)

DATA PENGUJIAN

NO

Pengujian I

Pengujian II

Pengujian III

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

486 -56 -152 16 116 -20 464

487 -20 -172 -44 72 56 520

488 32 -140 -84 -12 24 544

489 -80 -220 8 -4 -24 520

490 -20 -240 4 0 28 548

491 -44 -284 36 36 68 616

492 64 -220 -52 -16 -64 552

493 -12 -232 28 12 -52 500

494 -72 -304 96 108 -12 488

495 -52 -356 -88 20 -52 436

496 76 -280 56 76 -12 424

497 -16 -296 8 84 56 480

498 -20 -316 -8 76 -80 400

499 -76 -392 -28 48 24 424

500 -36 -428 -92 -44 16 440

Keterangan :

 Pengujian I ketika sensor didekatkan dengan getaran HP dan Laptop

 Pengujian II ketika sensor didekatkan dengan getaran Aerator

Aquarium

(21)

LAMPIRAN 3

(22)

GRAFIK KECEPATAN DAN PERCEPATAN

1.

Pengujian I

Grafik percepatan terhadap waktu

Grafik kecepatan terhadap waktu

-200

111 133 155 177 199 221 243 265 287 309 331 353 375 397 419 441 463 485

P

111 133 155 177 199 221 243 265 287 309 331 353 375 397 419 441 463 485

(23)

2.

Pengujian II

Grafik percepatan terhadap waktu

Grafik kecepatan terhadap waktu

-200

106 127 148 169 190 211 232 253 274 295 316 337 358 379 400 421 442 463 484

P

111 133 155 177 199 221 243 265 287 309 331 353 375 397 419 441 463 485

(24)

3.

Pengujian III

Grafik percepatan terhadap waktu

Grafik kecepatan terhadap waktu

-200

106 127 148 169 190 211 232 253 274 295 316 337 358 379 400 421 442 463 484

P

106 127 148 169 190 211 232 253 274 295 316 337 358 379 400 421 442 463 484

Gambar

Grafika-vs-t
Grafika-vs-t
Grafika-vs-t

Referensi

Dokumen terkait

yang sejalan dengan dinamika perekonomian terbuka. Dalam melihat tahapan proses transmisi pengaruh dari perubahan suku bunga.. terhadap perekonomian nasional, pendekatan yang

membersihkan/ mengepris/menyiangi bahan sesuai dengan standar yang berlaku/ standar konsumen. 

Bahan pewangi yang sering digunakan antara lain, minyak mawar, minyak lavender, minyak lemon dan wintergreen.. Bahan penahan wangi (fiksatif) yang bisa digunakan

Kesamaan perlakuan terjadi karena setiap orang yang berbeda dalam situasi seperti yng ditentukan dalam ketentuan Undang - undang itu berhak dan berkewajiban untuk

Tempat pengambilan sampel yang digunakan diperoleh dari Taman Biro Rektor Universitas Sumatera Utara, untuk uji skrining fitokimia dan pembuatan ekstrak metanol,

Kode Program untuk editing konfigurasi host pada server. Tambahkan beberapa script

Pada hasil uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar terhadap ekstrak metanol, etil asetat dan n -heksan dari daun jamblang menunjukkan bahwa daya

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa peranan alat bukti dalam hubungannya dengan aturan pembuktian dalam Hukum Acara Pidana sebagai alat bukti sah