Teks penuh

(1)

Hindam, 2016

BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan mengenai pendekatan dan desain penelitian,

populasi dan sampel penelitian, definisi operasional variabel penelitian,

pengembangan instrumen penelitian, prosedur penelitian dan teknik analisis data.

A. Pendekatan dan Desain Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

kuantitatif. Pemilihan pendekatan kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui

efektivitas model Self Directed Learning (SDL) dalam meningkatkan keberanian

siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jenis

penelitian eksperimen kuasi. Creswell (2012, hlm. 309) menjelaskan bahwa

eksperimen kuasi tidak melakukan penugasan acak (not random assignment)

terhadap kelompok partisipan. Hal ini dikarenakan peneliti tidak dapat

menciptakan kelompok secara artifisial untuk eksperimen, melainkan

menggunakan kelompok yang sudah terbentuk (intact group). Adapun desain

penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan bentuk non equivalent

pre test-post test control group design. Desain penelitian ini dilaksanakan pada

dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua

kelompok digunakan pengukuran sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah

pemberian perlakuan. Dalam penelitian ini, kelompok eksperimen diberikan

perlakuan model SDL dan pada kelmpok kontrol diberikan perlakuan

konvensional yang diberlakukan di sekolah. Adapun desain penelitiannya adalah

sebagai berikut.

Gambar 3.1

O1 O2

Y1 Y2

X Kelompok Eksperimen

(2)

Bagan Desain Penelitian Keterangan:

O1 : Tes sebelum perlakuan diberikan (pre test) pada kelompok eksperimen

X : Pemberian perlakuan yaitu model SDL pada kelompok eksperimen

O2 : Tes sesudah perlakuan diberikan (post test) pada kelompok eksperimen

Y1 : Pre test pada kelompok kontrol

- : Tidak ada perlakuan (perlakuan secara konvensional yang berlaku di sekolah)

Y2 : Postest pada kelompok kontrol

B. Populasi dan Sampel Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri Rajapolah yang beralamat di

Jalan Ciinjuk No. 1 Sukaraja Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan TGB SMK Negeri

Rajapolah tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 88 siswa yang terbagi ke dalam tiga

kelas dengan rincian setiap kelasnya sebagai berikut.

Tabel 3.1 Populasi Penelitian

No Kelas Jumlah

1 XI TGB 1 30

2 XI TGB 2 32

3 XI TGB 3 26

Jumlah 88

Setelah menentukan populasi penelitian, langkah selanjutnya yaitu

menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel pada penelitian

menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan teknik purposive sampling

dilakukan atas dasar pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang dimaksud adalah

dengan melihat kelas yang memiliki rata-rata skor keberanian terrendah, serta

memperhatikan pertimbangan dari guru dan juga melakukan observasi.

Pengambilan sampel menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact

(3)

Hindam, 2016

diambil secara acak. Adapun banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 58

siswa dengan rincian sebagai berikut.

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

Kelas Kelompok Jumlah

XI TGB 2 Kontrol 32

XI TGB 3 Eksperimen 26

Jumlah 58

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu keberanian siswa

sebagai variabel terikat dan model Self Directed Learning (SDL) sebagai variabel

bebas. Variabel terikat berfungsi sebagai perilaku sasaran, sedangkan variabel

bebas berfungsi sebagai strategi untuk memfasilitasi peningkatan keberanian

siswa. Adapun definisi operasional keberanian siswa pada penelitian ini

dikembangkan pada konsep keberanian menurut Peterson & Seligman (2004),

sedangkan definisi operasional model SDL dikembangkan pada prinsip-prinsip

model SDL menurut Chee dkk. (2011). Berikut penjelasan definisi operasional

kedua variabel tersebut.

1. Keberanian Siswa

Keberanian siswa pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas XI

jurusan TGB SMK Negeri Rajapolah tahun ajaran 2016/2017 untuk mencapai

tujuan walaupun terdapat halangan internal dan eksternal dalam pencapaiannya.

Adapun aspek dan indikatornya adalah sebagai berikut.

a. Bravery (valor) yaitu tindakan suka rela yang dilakukan oleh siswa walaupun

terdapat rasa takut untuk mengambil resiko dalam situasi yang berbahaya agar

memperoleh kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Adapun indikatornya

sebagai berikut.

1) Berani menghadapi ancaman, tantangan, kesulitan atau penderitaan.

2) Berani mengutarakan kebenaran walaupun bertentagan dengan orang lain.

(4)

b. Persistence (perseverance, industriousness) yaitu tindakan berlanjut secara

sukarela yang dilakukan siswa untuk mencapai suatu tujuan meskipun ada

hambatan, kesulitan atau keputusasaan. Adapun indikatornya sebagai berikut.

1) Mampu menyelesaikan tugas.

2) Mampu bertahan menyelesaikan tugas walaupun terdapat hambatan.

3) Merasa senang ketika berhasil menyelesaikan tugas.

c. Integrity (authencity, honesty) yaitu menunjukkan moral kejujuran dan

keutuhan diri siswa. Adapun indikatornya sebagai berikut.

1) Mampu menyatakan kebenaran, menampilkan diri yang sebenarnya dan

bertindak secara tulus.

2) Berperilaku sesungguhnya.

3) Bertanggung jawab.

d. Vitality (zest, enthusiasm, vigor, energy) yaitu perasaan gembira, antusias dan

bersemangat yang dirasakan siswa. Adapun indikatornya sebagai berikut.

1) Merasakan hidup penuh energi dan kegembiraan

2) Mampu mengerjakan tugas dengan sepenuh hati

3) Menjalani hidup sebagai seorang petualang

4) Merasakan hidup bahagia dan aktif

2. Model Self Directed Learning (SDL)

Model SDL pada penelitian ini adalah suatu bentuk model pembelajaran

yang dirancang untuk meningkatkan keberanian siswa. Adapun

langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.

b. Memilih tahapan SDL yang sesuai

c. Memilih strategi dan sumber pembelajaran yang sesuai

d. Mengintegrasikan teknologi sesuai dengan keperluan

D. Pengembangan Instrumen Penelitian

1. Jenis Instrumen

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk

(5)

Hindam, 2016

berstruktur dengan bentuk jawaban tertutup. Angket bentuk ini merupakan angket

yang jawabannya telah tersedia kemudian responden diberi sejumlah pernyataan

dengan cara memilih setiap pernyataan pada alternatif jawaban yang telah

disediakan. Setiap jawaban diberi skor sesuai dengan bobot yang telah ditetapkan.

Skala yang digunakan dalam angket ini adalah skala likert. Sugiyono

(2011: 134) menyatakan skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,

dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Lebih

lanjut Sugiyono mengemukakan dengan skala likert, variabel yang akan diukur

dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan

sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa

pertanyaan atau pernyataan. Berikut rentang skala likert yang digunakan dalam

penelitian ini.

Tabel 3.3 Rentang Skala Likert

Alternatif Jawaban Bobot

(+) (-)

2. Pengembangan Kisi-Kisi Instrumen

Kisi-kisi instrumen keberanian siswa dikembangkan berdasarkan definisi

operasional variabel yang merujuk pada konsep keberanian menurut Peterson &

Seligman (2004). Berikut ini disajikan kisi-kisi instrumen keberanian siswa

sebelum uji coba.

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Keberanian Siswa (Sebelum Uji Coba)

Aspek Indikator Item Pernyataan

(6)

Aspek Indikator Item Pernyataan

Merasa senang ketika berhasil menyelesaikan tugas.

sebenarnya dan bertindak secara tulus.

36, 41, 43 35, 37, 38, 39, 40, 42 9

Berperilaku sesungguhnya. 44, 45, 46,

47 4

Bertanggung jawab 48, 49, 50,

51 4

Vitality

Merasakan hidup penuh energi

dan kegembiraan 55, 56, 57

52, 53, 54, 58, 59 8 Mampu mengerjakan tugas

dengan sepenuh hati 60, 61 62, 63 4

Menjalani hidup sebagai seorang

petualang 64, 65 66, 67 4

Merasakan hidup bahagia dan

aktif 68, 69, 74

70, 71, 72, 73, 74 8

Jumlah Pernyataan 75

3. Uji Coba Instrumen

a. Uji Kelayakan Instrumen

Sebelum diujicobakan, instrumen keberanian siswa yang telah disusun

terlebih dahulu ditimbang kelayakannya oleh tiga orang ahli. Penimbangan

kelayakan instrumen bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan instrumen

dari segi bahasa, konstruk, maupun materi.

Instrumen yang ditimbang oleh para pakar diklasifikasikan ke dalam dua

kategori yaitu memadai dan tidak memadai. Memadai artinya butir instrumen

dapat langsung digunakan, sedangkan tidak memadai berarti butir instrumen

(7)

Hindam, 2016

terlebih dahulu sesuai dengan hasil penimbangan. Selanjutnya, hasil penimbangan

kelayakan instrumen oleh para ahli dijadikan sebagai landasan dalam

penyempurnaan instrumen yang telah disusun.

Hasil uji kelayakan instrumen keberanian siswa mendapat revisi pada

tata bahasa dan empat item pernyataan harus direvisi dikarenakan tidak memenuhi

kualifikasi. Pernyataan-pernyataan yang termasuk pada kategori tidak memadai

disebabkan oleh beberapa hal diantaranya kalimat pernyataan samar atau kurang

jelas, isi pernyataan kurang spesifik dan pernyataan yang berulang (memiliki

makna yang sama). Berdasarkan hasil penimbangan instrumen diperoleh 75 item

pernyataan yang memadai untuk diujicbakan.

b. Uji Keterbacaan

Uji keterbacaan dilakukan untuk mengetahui tingkat keterbacaan dari

tiap item pernyataan. Uji keterbacaan dilakukan kepada subjek uji coba yaitu lima

orang siswa kelas XI jurusan TGB SMK Negeri Rajapolah Kabupaten

Tasikmalaya, sehingga setiap item pernyataan dapat dimengerti dan dijadikan

sebagai instrumen untuk mengungkap keberanian siswa. Berdasarkan hasil uji

keterbacaan, responden dapat memahami dengan baik seluruh item pernyataan

baik dari segi bahasa maupun makna yang terkandung dalam pernyataan

instrumen.

c. Uji Validitas Butir Instrumen

Sugiyono (2011: 267) menyatakan bahwa uji validitas alat pengumpul

data dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan dalam

penelitian dapat digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur. Instrumen

yang sudah diuji keterbacaan, kemudian disebarkan kepada 88 orang siswa kelas

XI jurusan TGB SMK Negeri Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, untuk menguji

validitas item pernyataan. Pengujian validitas instrumen pada penelitian ini

menggunakan uji validitas dari Spearman. Pengolahan data dilakukan dengan

menggunakan program SPPS for Windows Versi 14.0. Berikut ini disajikan hasil

(8)

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas Instrumen Keberanian Siswa

(9)

Hindam, 2016

**: Correlation is significant at the 0,.01 level (2-tailed)

*: Correlation is significant at the 0,05 level (2-tailed)

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 75 item pernyataan angket

keberanian siswa, terdapat 61 item pernyataan yang valid, dan 14 item pernyataan

yang tidak valid. Maka, total butir pernyataan yang siap untuk dijadikan bahan

penskoran (pre test) berjumlah 61 item pernyataan. Berikut ini disajikan kisi-kisi

instrumen keberanian siswa setelah uji validitas.

Tabel 3.6

Kisi-kisi Instrumen Keberanian Siswa Setelah Uji Validitas

Aspek Indikator Item Pernyataan

(+) (-)

Mampu menyelesaikan tugas. 18 17, 19,

20 4

Mampu bertahan menyelesaikan tugas walaupun terdapat

hambatan.

21 22, 23 3

Merasa senang ketika berhasil menyelesaikan tugas.

sebenarnya dan bertindak secara tulus.

Berperilaku sesungguhnya. 35, 36,

37, 38 4

(10)

Aspek Indikator Item Pernyataan

(+) (-)

42

Vitality

Merasakan hidup penuh energi

dan kegembiraan 45, 46

43, 44,

47, 48 6 Mampu mengerjakan tugas

dengan sepenuh hati 49, 50 51, 52 4

Menjalani hidup sebagai seorang

petualang 53, 54 2

Merasakan hidup bahagia dan

aktif 55, 56, 60

57, 58,

59, 61 7

Jumlah Pernyataan 61

d. Uji Reliabilitas Instrumen

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui keterandalan atau

ketetapan alat ukur. Jika suatu alat ukur memiliki reliabilitas yang baik maka alat

ukur tersebut dapat memberikan skor yang relatif sama pada seorang responden

jika responden mengisi kuesioner itu pada waktu yang berbeda.

Metode yang digunakan dalam uji reliabilitas instrumen adalah metode

dengan menggunakan rumus Alpha. Tolak ukur untuk menentukan koefisien

reliabilitas yang digunakan adalah pedoman interpretasi koefisien korelasi

menurut Sugiyono (2011:257). Adapun perhitungan reliabilitas dilakukan dengan

bantuan program SPSS for Windows Versi 14.0. Hasil pengolahan data

menunjukkan koefisien reliabilitas instrumen keberanian siswa sebesar 0,906,

artinya koefisien reliabilitas instrumen keberanian siswa berada pada kategori

sangat tinggi, dan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data untuk

mengungkap keberanian siswa.

e. Pengelompokkan Data dan Penafsiran

Data-data yang diperoleh dari hasil penyebaran instrumen keberanian

siswa dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah.

Pengelompokkan data didasarkan pada perhitungan skor rata-rata dan skor standar

deviasi. Berdasarkan hasil pengolahan data maka diperoleh rentang skor untuk

menentukan kategorisasi keberanian siswa yang terdapat pada tabel berikut ini.

(11)

Hindam, 2016

Rumusan Kategori Keberanian Siswa

Kategori Rentang Tinggi > 223 Sedang 142-223 Rendah < 142

E. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang meliputi tiga tahap, yakni: (1) pendahuluan

meliputi studi literatur dan studi lapangan, pembuatan instrumen penelitian,

kemudian pengujian instrumen penelitian sehingga menghasilkan instrumen

penelitian yang terstandar, (2) pelaksanaan penelitian, dilakukan pre test,

pelaksanaan intervensi model SDL dan post test, dan (3) yakni hasil penelitian

berupa model SDL untuk meningkatkan keberanian siswa. Lebih jelasnya, alur

prosedur penelitian disajikan pada gambar berikut ini.

Gambar 3.2

Bagan Alur Prosedur Penelitian

F. Teknik Analisis Data

Hasil

Model SDL untuk meningkatkan keberanian siswa Pendahuluan

Studi literatur dan studi lapangan

Instrumen penelitian

Instrumen yang terstandar Model SDL

Pelaksanaan

(12)

Teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan penentuan konversi

skor dan uji komparatif. Penentuan konversi skor dimaksudkan untuk mengetahui

makna skor yang dicapai siswa dalam pendistribusian respon terhadap instrumen.

Data yang terkumpul berupa nilai dari hasil pre test dan post test. Uji komparatif

yang dilakukan adalah dengan membandingkan data tersebut. Tujuannya adalah

untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan diantara kedua nilai

tersebut. Uji efektivitas model SDL untuk meningkatkan keberanian siswa

dilakukan dengan menggunakan teknik uji Mann Whitney dikarekanakan data

tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Prosedur perhitungannya

menggunakan perangkat lunak SPSS forWindows Versi 14.0.

Adapun hipotesis statistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

H0 : µ1 - µ2= 0

H1 : µ1 - µ2 0

Keterangan:

µ1: Gain score kelompok eksperimen

µ2 : Gain score kelompok kontrol

Kriteria pengujiannya adalah tolak H0 jika sig α, dimana α dalam

Figur

Tabel 3.3 Rentang Skala Likert
Tabel 3 3 Rentang Skala Likert . View in document p.5
Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Keberanian Siswa
Tabel 3 4 Kisi kisi Instrumen Keberanian Siswa . View in document p.5
Tabel 3.6 Kisi-kisi Instrumen Keberanian Siswa
Tabel 3 6 Kisi kisi Instrumen Keberanian Siswa . View in document p.9
Tabel 3.7
Tabel 3 7 . View in document p.10
Gambar 3.2 Bagan Alur Prosedur Penelitian
Gambar 3 2 Bagan Alur Prosedur Penelitian . View in document p.11

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (12 Halaman)