• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKNA HIDUP PADA ANAK PIDANA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 BLITAR Institutional Repository of IAIN Tulungagung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKNA HIDUP PADA ANAK PIDANA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 BLITAR Institutional Repository of IAIN Tulungagung"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

88 BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab-bab

sebelumnya, yaitu tentang makna hidup pada anak pidana di lembaga

pembinaan khusus anak kelas 1 Blitar, maka dapat disimpulkan sebagai

berikut :

1. Makna Hidup yang Dirasakan oleh Anak Pidana di LPKA Blitar

Anak pidana di LPKA Blitar memaknai kehidupan mereka

selama di dalam lapas dengan pemaknaan yang bersifat holistik.

Aspek-aspek dalam hidup yang beragam memiliki esensi

kebermaknaan, yaitu kepuasan terhadap hidup, perasaan berhak atau

pantas untuk melanjutkan hidup di masa depan, dan kepantasan hidup

di masa depan. Makna hidup yang dirasakan oleh anak pidana

terwujudkan dalam perasaan atau emosi, pola berpikir, dan tingkah

laku.

Makna hidup yang dirasakan oleh anak pidana di LPKA Blitar

di realisasikan dengan kemampuan mengolola emosinya sehingga

tidak terus meratapi keadaannya, berperilaku disiplin, sopan dan

ramah, serta memiliki cita-cita untuk kehidupan masa depan.

2. Proses Pencapaian Makna Hidup pada Anak Pidana di LPKA Blitar

Pencapaian makna hidup oleh anak pidana di LPKA Blitar

(2)

89

89

pengalaman hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 fase

kehidupan, yaitu fase derita, fase penerimaan diri, fase penemuan

makna dan fase realisasi makna. Dalam proses pencapaian makna

hidup anak pidana melakukan usaha membangun kemampuan

resiliensi dan adaptasi, melakukan perenungan diri dan mengikuti

program pembinaan dengan sepenuh hati.

B. Saran

1. Bagi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar

a) Bagi Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar

Dengan memperhatikan hasil penelitian ini, hal yang perlu

mendapatkan perhatian adalah kebijakan sistem sekolah formal.

Pada system sekolah formal, perlu adanya peningkatan

kedisiplinan kehadiran guru agar tidak menyurutkan semangat

belajar anak pidana.

b) Bagi Kasi Pembinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1

Blitar

Dengan menelaah data dan hasil penelitian, program pembinaan

yang diselenggarakan oleh LPKA Blitar menjadi salah satu sarana

pencapaian makna hidup yang baik. Namun, lembaga perlu

mengevaluasi dan menciptakan inofasi program pembinaan supaya

(3)

90

90 c) Bagi Anak Pidana

Makna hidup merupakan aspek psikologis yang bersifat temporer, meskipun saat ini

kehidupan bermakna telah mampu dirasakan, namun anak pidana sebaiknya tetap

mengasah potensi dirinya dan tetap semangat memperbaiki kualitas dirinya agar makna

Referensi

Dokumen terkait

Penyusun melakukan wawancara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah untuk mencari penyebab anak didik tersebut melakukan tindak pidana

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dijabarkan di atas, membuktikan bahwa masih adanya residivis anak di LPKA ini bukan hanya dikarenakan pola pembinaan di LPKA

Pembinaan terhadap Anak Pidana (Anak Didik Pemasyarakatan), khsusunya Anak Pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Medan harus dilakukan sesuai dengan tujuan

Bahkan peneliti sempat mengadakan wawancara dengan masyarakat disekitar LPKA sebelum melakukan penelitian untuk mengetahui keberadaan LPKA di Blitar, ternyata dari

Triangulasi menggunakan sumber lain yang berarti untuk kemudian dibandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk fenomenologi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipan,

Dengan demikian dapat definisi operasional CBT berbasis spiritual terhadap tingkat regulasi diri Andikpas LPKA Blitar adalah suatu terapi yang menggunakan terapi

(Studi Kasus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I