• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Perkembanga (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Perkembanga (1)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Perkembangan Sosiologi Masyarakat Modern Indonesia

(MASYARAKAT MODERN YANG TIPIKAL INDONESIA)

OLEH:

KELOMPOK 8

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER

BANJARBARU 2015

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun bisa menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul "Perkembangan Sosiologi Masyarakat Modern Indonesia” yang ditulis sebagai tugas matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.

Dalam penulisan makalah ini, penyusun banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu, , selaku dosen pembimbing mata kuliah algoritma pemrograman II; 2. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini.

Makalah ini ialah hasil karya penyusun. Penyusun bertanggung jawab atas isi makalah ini. Penyusun yakin dalam makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diperlukan untuk memperbaiki hal tersebut. Semoga makalah ini bermanfaat.

Banjarbaru, Mei 2015

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI………..iii

BAB 1...4

PENDAHULUAN...4

1.1. Latar Belakang...4

1.2. Rumusan Masalah...4

1.3. Tujuan...4

BAB II...5

PERMASALAHAN...5

2.1 Pengertian Budaya Dasar...5

2.2 Pengertian Masyarakat Modern...5

2.3 Tahapan Perkembangan Masyarakat...6

1. Masyarakat Tradisional...6

2. Masyarakat Transisi...7

3. Masyarakat Modern...7

2.4 Dampak Modernisasi dan Globalisasi Indonesia...10

BAB V...17

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

(5)

BAB II

PERMASALAHAN

2.1 Pengertian Budaya Dasar

“Ilmu Budaya Dasar” adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai

masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian-pengertian

yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan

keahlian yang tergolong alam pengetahuan budaya. Definisi tentang pengetahuan

budaya: Pengetahuan Budaya (the humanities) adalah pengetahuan yang mencangkup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini dapat dibagi lagi dalam keahlian-keahlian lain. Seperti seni sasra, seni tari, seni music, seni rupa dan lain-lain (Prasetya, 2011).

2.2 Pengertian Masyarakat Modern

Pengertian Masyarakat Modern. Masyarakat modern terdiri dari dua kata,

yaitu masyarakat dan modern. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat

diartikan sebagai pergaulan hidup manusia (himpunanorang yang hidup bersama

di suatu tempat dengan ikatan-ikatan tertentu).

1.Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara terbaru, mutakhir.

2.Jadi secara harfiah masyarakat modern berarti suatu himpunan orang yang

hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentuyang

bersifat mutakhir.

(6)

a. Bersifat rasional, yakni lebih mengutamakan pendapat akal

pikiran,daripada pendapatemosi. Sebelum melakukan pekerjaan selalu

dipertimbangkan lebih dahulu untungdan ruginya secara logika.

b. Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh, tidak hanya memikirkan

masalah yang bersifat sesaat tetapi selalu dilihat dampak sosialnya secara

lebih jauh.

c. Menghargai waktu, yaitu selalu melihat bahwa waktu adalah sesuatu yang

sangat berharga dan perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya

d. Bersikap terbuka, yakni mau menerima saran, masukan, baik berupa kritik,

gagasandan perbaikan dari manapun datangnya.

e. Berpikir obyektif, yakni melihat segala sesuatu dari fungsi dan kegunaan

bagi masyarakat (Mariyatin, 2013).

2.3 Tahapan Perkembangan Masyarakat

Berdasarkan tata kehidupan dan penciptaan serta penggunaan ilmu

pengetahuan dan teknologi maka perkembangan masyarakat dapat dibedakan

menjadi 3 tahapan, yaitu :

1. Masyarakat Tradisional

Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang tertutup, padu monopolitik

terdapatnya seperangkat pemikiran dan nilai yang meresapi,mengatur dan

menguasai, menyatukan semua bidang yang ada.

Ciri-ciri masyarakat pada tahapan ini adalah :

a. Berbentuk komunitas kecil, tertutup dan homogen

b. Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan

(7)

d. Masih hidup dengan sistem ekonomi subsistem

e. Peralatan dan teknologinya sederhana

f. Ketergantungan kepada lingkungan

g. Terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi dan politik

2. Masyarakat Transisi

Masyarakat transisi adalah masyarakat yang berada di antara masyarakat

tradisional dan modern. Pada umumnya berada di daerah marginal atau

pinggiran atau kota-desa.

Ciri - ciri dari masyarakat transisi diantaranya :

a. Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti pergeseran

dari tenaga kerja pertanian ke sektor industri

b. Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya tingkat

pendidikan rendah, tetapi menjadi sekrang mempunya tingkat pendidikan

yang meningkat.

c. Mengalami perubahan ke arah kemajuan

d. Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan jaman.

e. Tingkat mobilitas masyarakat tinggi.

f. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota

misalnya jalan raya

3. Masyarakat Modern

Masyarakat modern adalah Masyarakat yang telah meninggalkan cara-cara

tradisional yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya

yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat

(8)

perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu

terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang

membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

Ciri-ciri masyarakat modern :

a. Menerima hal-hal baru.

b. Menyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar.

c. Masyarakatnya heterogen

l. Menghargai harkat hidup orang lain

m. Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

n. Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang

diberikan

Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada

umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau

masyarakat kota (Nugraha, 2012).

Masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat manusia

(9)

disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan

masyarakatnya, dan keadaaan lingkungan alamnya dimana masyarakat itu

hidup. Masalah-masalah tersebut dapat terwujud sebagai : masalah sosial,

masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, ataupun

masalah-masalah lainnya. Yang membedakan masalah-masalah sosial dari

masalah-masalah lainya adalah bahwa masalah-masalah sosial selalu ada

kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta

ada selalu kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia dan dengan

konteks-konteks normative dimana hubungan-hubungan manusia itu terwujud (Ahmadi,

2003).

Pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senantiasa

terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah perubahannya

berbeda-beda natar masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya. Proses

modernisasi itu sangat luas, hamper-hampir tidak bisa dibatasi ruang lingkup

dan masalahnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan

seterusnya. Secara historis, modernisasi merupakan perubahan-perubahan

masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisioanal atau dari masyarakat

pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Proses perubahan

itu didorong oleh berbagai usaha masyarakat dalam memperjuangkan harapan

dan cita-citanya., yaitu perubahan kehidupan dan penghidupan yang ada

menjadi lebih baik. Karakteristik yang umum dari modernisasi adalah

menyangkut bidang-bidang tradisi sosial kemasyarakatan, ilmu penegtahuan

dan teknologi, kependudukan dan mobilitas sosial. Berbagai bidang tersebut

(10)

kehidupan masyarakat modern. Sayangnya, penggunaaan istilah modernisasi

banyak disalahtafsirkan sehingga sisi moral sebagai pengendali terkadang

tertinggal jauh. Tidak sedikit orang menganggap modernisasi semata-mata

sebagai sesuatu kebebasan yang bersifat keduniaan. Tidak mengherangkan pula

kalau banyak anggota masyarakat yang menjadi keliru dalam berkiprah

terhadap konsep modernisasi, lantaran kemajenukan dari bidang-bidang

kehidupan yang menjadi ruang lingkupnya. Ada yang menganggap modernisasi

sebagai suatu lambang kebebasan, lain lagi menganggap sebagai peniruan cara

berat (westernisasi), bahkan ada sebagian lagi menganggap modernisasi sama

dengan sekulerisme. Kebebasan diartikan sebagai keleluasaan bergaul dengan

meninggalkan norma kesopanan dan norma kesusilaan; weternisasi dapat

mengakibatkan menurunnya nilai produksi dalam negeri sendiri dan

melunturkan kecintaan terhadap tanah air. Sementara sekularisasi dapat

mengakibatkan rusaknya mental dan lunturnya kesucian nilai-nilai keagamaan

(Abdulsyani, 2002).

2.4 Dampak Modernisasi dan Globalisasi Indonesia

Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial dan

Budaya

1. Dampak Positif

Dampak positif modernisasi dan globalisasi tersebut sebagai berikut.

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan

pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

(11)

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat

menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih

maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan

transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi

penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.

a. Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan

masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk

mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka

merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang

mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan

Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia.

Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi

hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu

(12)

memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang

stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

C.Respons Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada masyarakat

yang dapat menerima dan ada yang tidak dapat menerima. Masyarakat yang

tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir yang

tradisional. Pola pikir masyarakat yang tradisional mengandung unsur-unsur

dibawah ini:

1. bersifat sederhana,

2. memiliki daya guna dan produktivitas rendah,

3. bersifat tetap atau monoton,

4. memiliki sifat irasional, yaitu tidak didasarkan pada pikiran tertentu.

Sedangkan perilaku masyarakat yang tidak bisa menerima perubahan sosial

budaya, di antaranya sebagai berikut.

1. Perilaku masyarakat yang bersifat tertutup atau kurang membuka diri

untuk berhubungan dengan masyarakat lain;

2. Masih memegang teguh tradisi yang sudah ada;

3. Takut akan terjadi kegoyahan dalam susunan/struktur masyarakat, jika

terjadi integrasi kebudayaan;

4. Berpegang pada ideologinya dan beranggapan sesuatu yang baru

bertentangan dengan idielogi masyarakat yang sudah ada.

Masyarakat tradisional cenderung sulit menerima budaya asing yang

masuk ke lingkungannya, namun ada juga yang mudah menerima budaya asing

(13)

membawa kemudahan bagi kehidupannya. Pada umumnya, unsur budaya yang

membawa perubahan sosial budaya dan mudah diterima masyarakat adalah,

jika:

1. unsur kebudayaan tersebut membawa manfaat yang besar,

2. peralatan yang mudah dipakai dan memiliki manfaat,

3. unsur kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan

masyarakat yang menerima unsur tersebut.

Unsur budaya yang tidak dapat diterima oleh masyarakat adalah:

1. unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan,

2. unsur kebudayaan yang dipelajari taraf pertama proses sosialisasi.

Sebaliknya, masyarakat modern yang memiliki pola pikir yang berbeda.

Unsur yang terkandung dalam pola pikir masyarakat modern adalah:

1. bersifat dinamis atau selalu berubah mengikuti perkembangan zaman,

2. berdasarkan akal pikiran manusia dan senantiasa mengembangkan

efisiensi dan efektivitas, serta

3. tidak mengandalkan atau mengutamakan kebiasaan atau tradisi

masyarakat.

(Hidayat, 2012).

Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah

yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat.

Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan

dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk

peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebagai suatu bentuk perubahan sosial,

(14)

terencana. Perencanaan sosial (social planning) dewasa ini menjadi ciri umum

bagi masyarakat atau negara yang sedang mengalami perkembangan. Suatu

perencanaan sosial haruslah didasarkan pada pengertian yang mendalam tentang

bagaimana suatu kebudayaan dapat berkembang dari taraf yang lebih rendah ke

taraf yang lebih maju atau modern. Di Indonesia, bentuk-bentuk modernisasi

banyak kita jumpai di berbagai aspek kehidupan masyarakatnya, baik dari segi

pertanian, industri, perdagangan, maupun sosial budayanya. Salah satu bentuk

modernisasi di bidang pertanian adalah dengan adanya teknik-teknik pengolahan

lahan yang baru dengan menggunakan mesin-mesin, pupuk dan obat-obatan,

irigasi teknis, varietas-varietas unggulan baru, pemanenan serta penanganannya,

dan sebagainya. Semua itu merupakan hasil dari adanya modernisasi. Pada

gambar berikut terlihat adanya kemajuan atau modernisasi dalam hal pemanenan

hasil pertanian. Pada gambar (a) terlihat bahwa pengolahan hasil panen masih

dilakukan secara manual; pada gambar (b) terlihat bahwa petani setempat mulai

menggunakan teknologi sederhana dalam pengolahan hasil panennya; dan pada

gambar (c) terlihat bahwa proses pemanenan dan pengolahan hasil panen

dilakukan dengan menggunakan alat pertanian yang canggih sehingga proses

pemanenan dan pengolahannya dapat dilakukan sekaligus.Berbagai bidang

tersebut dapat berkembang melalui serangkaian proses yang panjang sehingga

mencapai pola-pola perilaku baru yang berwujud pada kehidupan masyarakat

modern. Sayangnya, penggunaan istilah modernisasi banyak disalahartikan

sehingga sisi moralnya terlupakan. Banyak orang yang menganggap modernisasi

(15)

mengherankan juga bila banyak anggota masyarakat yang salah melangkah dalam

menyikapi atau memahami tentang konsep modernisasi.

Untuk menghindari kesimpangsiuran pengertian dan kesalahan pemahaman

tentang modernisasi, maka secara garis besar istilah modern dapat diartikan

berikut ini.

1. Modern berarti kemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya

taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.

2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan

hidup. Agar modernisasi (sebagai suatu proses) tidak mengarah ke angan-angan

belaka, maka modernisasi harus mampu memproyeksikan kecenderungan yang

ada dalam masyarakat sekarang ke arah waktu-waktu yang akan datang.

Proses modernisasi tidak serta merta terjadi dengan sendirinya. Modernisasi dapat

terjadi apabila ada syarat-syarat berikut ini.

1. Cara berpikir yang ilmiah yang melembaga dalam kelas penguasa maupun

masyarakat.

2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.

3.Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur.

4. Penciptaan iklim yang menyenangkan dari masyarakat terhadap modernisasi

dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.

5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.

6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

Hal yang harus kalian pahami adalah bahwa modernisasi berbeda dengan

westernisasi. Jika modernisasi adalah suatu bentuk proses perubahan dari

(16)

oleh suatu masyarakat atau negara terhadap kebudayaan dari negara-negara Barat

yang dianggap lebih baik dari budaya daerahnya. Berdasarkan hal tersebut,

pengertian modernisasi lebih baik daripada westernisasi. Akan tetapi, bersamaan

dengan proses modernisasi biasanya juga terjadi proses westernisasi, karena

perkembangan masyarakat modern itu pada umumnya terjadi di dalam

(17)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

2. “Ilmu Budaya Dasar” adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai

masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan

pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang

pengetahuan keahlian yang tergolong alam pengetahuan budaya.

3. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat diartikan sebagai

pergaulan hidup manusia (himpunanorang yang hidup bersama di suatu

tempat dengan ikatan-ikatan tertentu).

4. Berdasarkan tata kehidupan dan penciptaan serta penggunaan ilmu

pengetahuan dan teknologi maka perkembangan masyarakat dapat

dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu masyarakat tradisional, masyarakat

transisi, masyarakat modern.

5. Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada masyarakat

yang dapat menerima dan ada yang tidak dapat menerima. Masyarakat

yang tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir

yang tradisional.

6. Masyarakat tradisional cenderung sulit menerima budaya asing yang

masuk ke lingkungannya, namun ada juga yang mudah menerima budaya

asing dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan unsur budaya asing tersebut

(18)

4.2. Saran

Sebaiknya masyarakat Indonesia terutama yang bersifat tradisional perlu

membuka diri terhadap perkembangan zaman saat ini, dan kurangilah

keterganungan masyarakat terhadap lingkungan secara berlebihan. Meskipun

masalah-masalah soisal yang dihapi oleh setiap masyrakat tidaklah sama, antara

yang satu dengan yang lainnya. Tetapi usahakan perbedaan tersebut tetap

mengarahkan kepada hal-hal yang postif demi mengembangkan masyrakat

(19)

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani. 2002. Sosiologi : Skematika, Teori, dan Terapan. Hal. 173. Penerbit Bumi Aksara: Jakarta

Ahmadi, H. Abu. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Hal. 12. Penerbit Rineka Cipta: Jakarta.

Auliyah, Dicha. 2014. Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Globalisasi.

https://dichaniswansyahsemdel.wordpress.com/ips/sosiologi/perilaku-masyarakat-dalam-perubahan-sosial-budaya-di-era-globalisasi/

Diakses pada tanggal 1 Juni 2015

(20)

Era Global.

h

ttp://asephidayat1.blogspot.com/2012/03/perilaku-masyarakat-dalam-p erubahan.html

Diakses pada tanggal 1 Juni 2015

Mariyatin. 2013. Problematika Masyarakat Modern dan Perlunya Akhlak Tasawuf

h

ttp://atin.staff.iainsalatiga.ac.id/2013/09/05/problematika-masyarakat-m

odern-dan-perlunya-akhlak-tasawuf/

Diakses pada tanggal 30 Mei 2015

Nugraha, Indra. 2012. Tahap Perkembangan Masyarakat.

http://terisicyber75.blogspot.com/2012/03/tahap-perkembangan-masyarakat.html

Diakses pada tanggal 30 Mei 2015

Referensi

Dokumen terkait

Sistem pakar yang telah dirancang dan dibangun pada penelitian ini menggunakan metode backward chaining , karena dimulai dari sesuatu yang ingin dibuktikan yang

[r]

Variabel tujuan biasanya dikelompokkan dengan pasti dan model pohon keputusan lebih mengarah pada perhitungan probability dari tiap-tiap record terhadap kategori-kategori tersebut

[r]

Data nickname dan nama room yang telah tersimpan di dalam socket telah mengalami proses enkripsi dengan menggunakan algoritma Rijndael. Data password yang telah tersimpan

Departemen Mekanika dan Energi Politeknik Elektronika Negeri

daya tahan tubuh kurang baik akan memengaruhi produktivitas karena ketidak- hadiran dalam bekerja, sakit dengan berobat jalan maupun berada di rumah sakit. Selain

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN TERPADU PENYULUH, MAHASISWA DAN BABINSA DALAM UPAYA KHUSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI, JAGUNG DAN KEDELAI TINGKAT PROVINSI. Realisasi Luas Tanam (ha)