Analisis Kenyamanan Termal Dan Rancangan Perbaikan Ruang Kelas Guna Mendukung Proses Belajar
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen (percobaan), yaitu dengan membuat 2 (dua) ruang dengan luas yang sama tetapi dengan perlakuan yang berbeda, yaitu ruang
menengah umum dan kejuruan didapat bahwa: ada 5 sekolah yang kondisi termal ruang belajarnya berada pada kondisi diatas ambang batas hangat nyaman, dengan suhu
Hal ini disebabkan karena luasan inlet dan outlet di perluas hingga mencapai rasio yang ideal dengan penempatan bukaan yang tepat sehingga aliran udara
Dengan rasio bukaan 16,59-22,76% dari luas lantai, sistem ventilasi ruang kelas ini cukup baik untuk mengalirkan dan mendistribusikan perge- rakan udara yang nyaman
Hal ini disebabkan karena luasan inlet dan outlet di perluas hingga mencapai rasio yang ideal dengan penempatan bukaan yang tepat sehingga aliran udara
3 Bila ventilasi alamiah tidak dapat menjamin adanya pergantian udara dengan baik, kamar atau ruang harus dilengkapi dengan penghawaan buatan/mekanis. B LANTAI
Hal ini disebabkan karena luasan inlet dan outlet di perluas hingga mencapai rasio yang ideal dengan penempatan bukaan yang tepat sehingga aliran udara
Penelitian dilakukan dengan cara mengukur suhu udara, kelembaban dan kecepatan angin serta mengukur sensasi temal dari responden didalam ruang kelas dengan membagikan