• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTARDAERAH DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTARDAERAH DI INDONESIA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Hubungan Antar Variabel di Dalam Model
Hasil Estimasi Tabel 1 Two Stage Least Square (TSLS)
Tabel 2

Referensi

Dokumen terkait

Selama 8 tahun pelaksanaan desentralisasi fiskal di Propinsi Sumatera Barat secara empirik dapat dibuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dari 15 kabupaten/kota di Propinsi

Penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul tersebut, karena melihat fenomena ketimpangan antar propinsi juga melihat pada kebijakan yang diharapkan

Dengan menggunakan data provinsi di pulau Jawa dan Sulawesi antara tahun 2010 hingga 2013 serta melihat ukuran desentralisasi dengan proxy yang digunakan adalah

Berdasarkan hasil estimasi antara desentralisasi fiskal terhadap inflasi di daerah provinsi di Indonesia, menunjukkan bahwa variabel desentralisasi fiskal mempunyai arah

Selain itu, terdapat indikasi bahwa desentralisasi fiskal memiliki kontribusi yang besar untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah karena pemerintah daerah dapat memiliki

Kebijakan desentralisasi fiskal ini juga telah membawa perubahan besar dalam perkembangan belanja daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.Penelitian ini bertujuan untuk

Apabila dilihat berdasarkan lingkup Provinsi, maka Provinsi Papua Barat memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi jika dibandingkan dengan seluruh Provinsi

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Jhingan (2008) bahwa investasi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dari sisi penawaran melalui penambahan persediaan atau