• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM SMK EDISI TAHUN 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KURIKULUM SMK EDISI TAHUN 2004"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A.

TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan bertujuan untuk:

1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik;

2. Mendidik peserta didik agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab;

3. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni;

4. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah;

5. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan;

6. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.

B.

KOMPETENSI KEAHLIAN

Kompetensi Keahlian Teknik Mekanik Otomotif seperti yang tercantum dalam Tabel. 1 Daftar Kompetensi Keahlian di bawah ini.

Tabel 1. Daftar Kompetensi Keahlian Bidang Keahlian : Teknik Bangunan

Program Keahlian : Teknik Gambar Bangunan Level

Kualifikasi Ko

de Unit Kompetensi Sertifikat

Tingkat Pendidikan

Juru A Survei dan Pemetaan SMK

Gambar B Menggambar Teknik Bangunan Gedung

Bangunan C Melaksanakan Pekerjaan Sambungan Konstruksi Kayu

D Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Batu E Melaksanakan Pekerjaan Plambing dan Sanitasi

F Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Baja dan Aluminium

G Membuat RKS dan Menghitung RAB Bangunan Gedung Sederhana H Melaksanakan Pengujian Bahan Bangunan

I Menggambar Bangunan Gedung J Menggambar Konstruksi Baja

K Menggambar Konstruksi Beton Bertulang L Menggambar Konstruksi Kayu

(2)

C.

LEVEL KUALIFIKASI TAMATAN SMK

Level kualifikasi tamatan SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan Gedung Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan tercantum dalam Tabel 2. Level Kualifikasi Tamatan SMK di bawah ini.

Tabel 2. Level Kualifikasi Tamatan SMK

Kode Kompetensi KualifikasiLevel Sertifikat

A Survei dan Pemetaan Juru gambar B Menggambar Teknik Bangunan Gedung Bangunan C Melaksanakan Pekerjaan Sambungan Konstruksi Kayu

D Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Batu E Melaksanakan Pekerjaan Plambing dan Sanitasi

F Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Baja dan Aluminium

G Membuat RKS dan Menghitung RAB Bangunan Gedung Sederhana H Melaksanakan Pengujian Bahan Bangunan

I Menggambar Bangunan Gedung J Menggambar Konstruksi Baja

K Menggambar Konstruksi Beton Bertulang L Menggambar Konstruksi Kayu

M Menggambar Konstruksi Aluminium

D.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan bagi lulusan Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan adalah:

1. Teknik Gambar (komputer dan manual);

2. Menggambar bangunan gedung;

3. Menggambar Kerja dan Detil Bangunan;

4. Membuat RAB dan RKS Bangunan Gedung;

5. Persiapan Dokumen Pekerjaan;

6. Konsultan Teknik Bangunan Gedung.

E.

PROFIL KOMPETENSI TAMATAN

Level

Kualifikasi Kompetensi Sub Kompetensi

Juru A. Survei dan Pemetaan A1. Membuat garis lurus di lapangan Gambar A2. Mengukur jarak di lapangan

Bangunan A3. Mengukur beda tinggi dengan alat ukur sederhana A4. Membuat peta situasi dengan alat ukur sederhana A5. Melaksanakan pengukuran beda tinggi dengan pesawat

penyipat datar

A6. Melaksanakan pengukuran posisi horisontal A7. Membuat peta situasi dengan pesawat teodolit A8. Pengkaplingan tanah dan jalan

B. Menggambar Teknik Bangunan B1. Menggambar macam-macam ikatan batu bata Gedung B2. Menggambar pondasi

B3. Menggambar macam-macam sambungan kayu

B4. Menggambar macam-macam profil dan sambungan Baja B5. Membuat analisa perencanaan bangunan gedung

B6. Menggambar simbol-simbol / tanda-tanda dan ukuran sesuai dengan ketentuan

(3)

Level

Kualifikasi Kompetensi Sub Kompetensi

Sambungan Konstruksi Kayu arah memanjang: Bibir-lurus, Bibir miring, Papan ekor burung, Kunci-sesisi, dan Kuncijepit

D. Melaksanakan Pekerjaan D1. Memasang Bouwplank

Konstruksi Batu D2. Melaksanakan pekerjaan pondasi batu kali

D3. Mengerjakan sambungan pekerjaan dinding batu-bata E. Melaksanakan Pekerjaan Plambing E1. Membuat macam-macam sambungan pelat

dan Sanitasi E2. Membuat macam-macam sambungan pipa E3. Menggambar isometri pipa

E4. Melaksanakan pemasangan alat-alat saniter dan Perlengkapannya

E5. Melaksanakan pemasangan instalasi air panas F. Melaksanakan Pekerjaan F1. Membuat rigi-rigi las karbit

Konstruksi Baja dan Aluminium F2. Membuat sambungan baja pelat dengan las karbit F3. Membuat rigi-rigi las listrik

F4. Membuat sambungan baja pelat dengan las listrik F5. Membuat macam-macam sambungan baja dengan baut F6. Membuat sambungan batang aluminium dengan paku keling –

rivet dan baut – sekrup

G. Membuat RKS dan Menghitung G1. Menghitung volume, harga satuan, dan RAB RAB Bangunan Gedung G2. Membuat RKS

H. Melaksanakan Pengujian Bahan H1. Menguji bahan pengikat Bangunan H2. Menguji bahan kayu

H3. Menguji bahan agregat H4. Menguji campuran beton

I. Menggambar Bangunan Gedung I1. Menggambar rumah tinggal sederhana I2. Menggambar rumah tinggal bertingkat I3. Menggambar bangunan umum

J. Menggambar Konstruksi Baja J1. Menggambar konstruksi kuda-kuda rangka baja J2. Menggambar konstruksi kuda-kuda portal baja J3. Menggambar konstruksi rangka atap baja J4. Menggambar konstruksi tangga baja

J5. Menggambar konstruksi gelagar lantai loteng baja dengan penutup lantai papan kayu

J6. Menggambar konstruksi teralis baja J7. Menggambar konstruksi pagar baja

J8. Menggambar konstruksi pintu baja dan folding-gate K. Menggambar Konstruksi Beton K1. Menggambar penulangan pondasi dan sloof beton bertulang

Bertulang K2. Menggambar konstruksi kolom beton bertulang K3. Menggambar konstruksi pelat lantai beton bertulang K4. Menggambar konstruksi balok beton bertulang K5. Menggambar penulangan atap beton bertulang K6. Menggambar konstruksi tangga beton bertulang L. Menggambar Konstruksi Kayu L1. Menggambar kusen dan daun pintu dan jendela

L2. Menggambar konstruksi kuda-kuda kayu L3. Menggambar konstruksi lantai loteng L4. Menggambar konstruksi tangga kayu M. Menggambar Konstruksi M1. Menggambar konstruksi kusen aluminium

Aluminium M2. Menggambar konstruksi daun pintu rangka aluminium M3. Mengambar konstruksi daun jendela kaca rangka aluminium M4. Menggambar konstruksi pemasangan daun pintu /jendela rangka

aluminium, handel, dan penguncinya

M5. Menggambar konstruksi penyekat ruang rangka aluminium M6. Menggambar konstruksi plafon rangka aluminium

M7. Menggambar konstruksi pemasangan rolling-door aluminium, handel, dan penguncinya

M8. Menggambar konstruksi pemasangan awning & kerei aluminium

(4)

Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok besar yaitu kelompok substansi instruksional dan noninstruksional. Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang dan terstruktur sebagai substansi kurikulum. Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kunci, program kecakapan hidup, lingkungan hidup, narkoba dan lain sebagainya yang dirancang tetapi tidak terstruktur sebagai substansi kurikulum.

1.

SUBSTANSI INSTRUKSIONAL

Substansi instruksional dikelompokkan dalam program normatif, adaptif dan produktif, dirancang dengan pendekatan kompetensi dan dikemas dalam bentuk modul.

2.

SUBSTANSI NON INSTRUKSIONAL

a.

Kompetensi Kunci.

Kompetensi kunci adalah suatu kemampuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan ke situasi yang baru, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dan jenis pekerjaan. Kompetensi kunci merupakan kompetensi yang mendukung pelaksanaan semua jenis pekerjaan, mencakup pengetahuan dan keterampilan yang bersifat generik. Jenis kompetensi kunci seperti yang tercantum dalam Tabel 3. Daftar Kompetensi Kunci.

Tabel 3 Daftar Kompetensi Kunci

No Kompetensi Kunci

1 Mengumpulkan, menganalisis dan mengorganisasikan data 2 Mengkomunikasikan idea dan informasi

3 Merencana dan mengorganisir kegiatan 4 Bekerja dengan orang lain dalam suatu tim 5 Menggunakan idea dan teknik matematika 6 Mengatasi masalah

7 Menggunakan teknologi 8 Pemahaman budaya

Pelatihan kompetensi kunci tidak dapat dilakukan secara mandiri sebagaimana kompetensi lainnya. Kompetensi kunci harus dilatihkan secara integratif atau menyatu dalam proses pelatihan kompetensi lainnya, yang harus dituangkan dalam proses penyusunan modul.

Kompetensi kunci dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan yaitu level 1, level 2 dan level 3 seperti tercantum dalam Tabel 4.

Tabel 4. Level Kompetensi Kunci

No Kompetensi Kunci Level 1 Level 2 Level 3

1 MENGUMPULKAN, MENGANALISA DAN MENGELOLA INFORMASI Kapasitas untuk mengumpulkan informasi,

memindahkan dan menyeleksi informasi dalam rangka memilih informasi yang diperlukan untuk dipresentasikan, mengevaluasi sumber dan cara memperoleh informasi tersebut

Mengakses 2 MENGKOMUNIKASIKAN IDE-IDE DAN INFORMASI

Kapasitas untuk berkomunikasi dengan orang lain secara efektif menggunakan beragam bahasa, tulisan, grafik dan expresi non verbal lainnya

isi tertentu Komplek dengan isi beragam

(5)

No Kompetensi Kunci Level 1 Level 2 Level 3 kegiatan kerja individu termasuk penggunaan

waktu dan sumber yang baik, pemi-lihan prioritas dan pengawasan prestasi individu

pengawasan bimbingan mengevaluasi kegiatan yang komplek 4 BEKERJA DENGAN ORANG LAIN SERTA KELOMPOK

Kapasitas untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain baik antar pribadi ataupun kelompok termasuk mengerti dan memberikan respon akan keinginan klien dan bekerja secara efektif sebagai anggota ke -lompok untuk mencapai tujuan bersama

Aktifitas yang

telah diketahui Membantu merancang dan mencapai tujuan

Kolaborasi dalam kegiatan komplek

5 MENGGUNAKAN IDE-IDE SERTA TEKNIK MATEMATIKA Kapasitas untuk menggunakan konsep

bilangan, spasi dan ukuran dan teknik seperti perkiraan untuk praktek

Tugas yang

sederhana Memilih tugas yang komplek dan sesuai

Kapasitas untuk menjalankan strategi penyelesaian masalah baik untuk situasi dimana masalah dan solusi yang diinginkan memiliki bukti dan dalam situasi yang memerlukan pemikiran kritis dan pendekatan kreatif untuk mencapai hasil

Rutin, sedikit

Kapasitas untuk menerapkan teknologi, mengkombinasikan keahlian fisik and sensor yang diperlukan untuk menjalankan peralatan dengan pengertian ilmiah dan prinsip teknologi yang diperlukan untuk mengadaptasi sistem

Produksi ulang /

Kapasitas untuk memilih keterampilan guna menangani keragaman budaya dan dapat bernegosiasi dalam konteks budaya yang luas.

b.

Program Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberi bekal kecakapan pada peserta didik dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupannya, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Program pendidikan dan pelatihan kecakapan hidup meliputi 5 (lima) jenis kecakapan yaitu:

 Kecakapan mengenal diri (self awareness);  Kecakapan berpikir rasional (thinking skill);  Kecakapan sosial (social skill);

 Kecakapan akademik (academic skill), dan  Kecakapan kejuruan(vocational skill).

Program kecakapan hidup di SMK merupakan kelanjutan dari program kecakapan hidup yang dilaksanakan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan Hidup di SMK, sekolah harus menyusun rencana pelaksanaan program kecakapan hidup yang terintegrasi pada topik pembelajaran instruksional atau pada kegiatan ekstrakurikuler.

c.

Program non instruksional lain

(6)

G.

DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI

Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang dilatihkan pada peserta didik dalam kurun waktu 3 tahun dan kemungkinan multiexit-entry yang dapat diterapkan.

A

B

C

D

E

H G

I F

1 2

L K

M J

3

S L T P & Y A N G

S E D E R A J A T L U L U SS M K

T I N G K A T 1 T I N G K A T 2 T I N G K A T 3

Gambar 1. Diagram Pencapaian Kompetensi Keterangan :

A = Survei dan Pemetaan

B = Menggambar Teknik Bangunan Gedung

C = Melaksanakan Pekerjaan Sambungan Konstruksi Kayu D = Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Batu

E = Melaksanakan Pekerjaan Plambing dan Sanitasi

F = Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Baja dan Aluminium

G = Membuat RKS dan Menghitung RAB Bangunan Gedung Sederhana H = Melaksanakan Pengujian Bahan Bangunan

I = Menggambar Bangunan Gedung J = Menggambar Konstruksi Baja

K = Menggambar Konstruksi Beton Bertulang L = Menggambar Konstruksi Kayu

(7)

H.

SUSUNAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Bidang Keahlian : Teknik Bangunan Gedung Program Keahlian : Teknik Gambar Bangunan

No Mata Diklat Waktu

I NORMATIF

1 Pendidikan Agama 192

2 PPKn dan Sejarah 192

3 Bahasa Indonesia 192

4 Pendidikan Jasmani 288

II ADAPTIF

1 Matematika 480

2 Fisika Bangunan 192

3 Kimia Teknik 192

4 Komputer (Word Processor dan Spread Sheet) 192

5 Bahasa Inggris 384

6 Kewirausahaan (Interpreneurship) 192

7 Menghitung Statika Bangunan 192

8 Menggambar Teknik 192

9 Mengelola Proyek Sederhana 192

III PRODUKTIF

1 Survey dan Pemetaan 142

2 Menggambar Teknik Bangunan Gedung 86

3 Melaksanakan Pekerjaan Sambungan Konstruksi Kayu 50

4 Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Batu 64

5 Melaksanakan Pekerjaan Plumbing dan Sanitasi 106

6 Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Baja dan Allumunium 98 7 Membuat RKS dan Menghitung RAB Bangunan Gedung Sederhana 106

8 Melaksanakan Pengujian Bahan Bangunan 60

9 Menggambar Bangunan Gedung 270

10 Menggambar Konstruksi Baja 60

11 Menggambar Konstruksi Beton Bertulang 83

12 Menggambar Konstruksi Kayu 75

13 Menggambar Konstruksi Allumunium 139

Jumlah 4411

Gambar

Gambar Bangunan tercantum dalam Tabel 2. Level Kualifikasi Tamatan SMK di bawah ini.
Tabel 3 Daftar Kompetensi Kunci
Gambar 1. Diagram Pencapaian Kompetensi

Referensi

Dokumen terkait

Di akhir penulisan Tugas Akhir, saya akan membahas tentang solusi yang saya pilih dalam menghadapi tamu yang temperamental secara efektif yaitu gabungan solusi membaca buku

Penelitan yang dilakukan Gabritha Floretta (2014) menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di

“Metode penelitia n kuantitafi dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Through this game, I have learnt more about “how to make and accept apologies”.. (Tick any box that corresponds to

Sementara itu, asset stratejik Orientasi Pasar Kompetitif dan Adaptabilitas Lingkungan Stratejik berpengaruh nyata (signifikan) terhadap kinerja pemasaran bagi pedagang kecil

a. Perkembangan kasus campak di Provinsi Jawa Timur dari tahun ke tahun dapat digambarkan dengan IR kasus campak. Tingkat sosial ekonomi yang digambarkan dengan

[r]

sehingga penulis dapat menyelesaik an skripsi yang berjudul “ Analisis Spesialisasi dan Daya Saing Sektor-Sektor Ekonomi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2001-.