• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rpp Sistem Starter Sepeda Motor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rpp Sistem Starter Sepeda Motor"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

FORMULIR

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.11 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter Kompetensi Dasar : Mengindentifikasi komponen sistem starter

Indikator : 1. Sistem starter diidentifikasi tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya

2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pertemuan Ke : 1-3

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 x Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat mengidentifikasi sistem starter pada sepeda motor

B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Pengenalan sistem starter 2. Pengertian dari sistem starter 3. Fungsi sistem starter

4. Persamaan dan perbedaan sistem starter sepeda motor dan mobil C. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: pengenalan sistem starter sepeda motor d. Motivasi: mengapa sistem starter sangat diperlukan?

5 menit 5 menit 10 menit 10 menit 2. Kegiatan Inti

 Peserta diklat mempelajari prinsip dasar dari sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

(2)

 Peserta diklat mempelajari dan memahami pengertian sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mempelajari dan memahami fungsi sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mempelajari dan memahami perbedaan dan persamaan sistem starter sepeda motor dan mobil melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mengerti dan memahami fungsi lainnya dari sistem starter sepeda motor

35 menit

35 menit

30 menit

25 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran b. Guru melaksanakan tanya jawab tentang materi yang sudah

dibahas

c. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

20 menit

30 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

F. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

(3)

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

FORMULIR

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.5 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter Kompetensi Dasar : Mengindentifikasi komponen sistem starter

Indikator : 1. Sistem starter diidentifikasi tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya

2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pertemuan Ke : 4-5

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (2 x Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat menjelaskan konstruksi sistem starter berikut komponen-komponennya melalui penggalian infomasi pada modul.

B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Komponen utama sistem starter 2. Fungsi dari komponen sistem starter

3. Konstruksi sistem starter elektrik dan manual

4. Konstruksi dan prinsip kerja komponen-komponen starter elektrik dan manual

C. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: Komponen-komponen sistem starter

d. Motivasi: bagaimana komponen-komponen sistem starter bekerja?

5 menit 5 menit

10 menit 10 menit 2. Kegiatan Inti

 Peserta diklat mempelajari komponen utama sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mempelajari fungsi dari komponen sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran

30 menit

(4)

dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mendiskusikan konstruksi sistem starter elektrik dan manual melalui bimbingan guru.

 Peserta diklat mendiskusikan dan memahami konstruksi sistem starter elektrik dan manual melalui bimbingan guru.

 Peserta diklat mendiskusikan dan memahami konstruksi dari komponen sistem starter elektrik dan manual melalui bimbingan guru.

 Peserta diklat mendemonstrasikan prinsip kerja komponen-komponen starter elektrik dan manualmelalui bimbingan guru dan penggalian informasi pada buku pembelajaran.

20 menit

20 menit

30 menit

30 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran

b. Guru melaksanakan tanya jawab tentang materi yang sudah dibahas

c. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

30 menit 20 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

G. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

(5)

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

FORMULIR

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.5 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter

Kompetensi Dasar : Mendiagnosis gangguan pada sistem starter

Indikator : 1. Pendiagnosaan dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 3. Seluruh kegiatan pendiagnosaan dilakukan berdasarkan SOP

(Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese lamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

4. Sistem keamanan kelistrikan dipasang dan dihubungkan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai

Pertemuan Ke : 6-8

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 x Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat mengidentifikasi pemeriksaan/servis sistem starter sesuai spesifikasi pabrik 2. Siswa dapat melakukan prosedur pemeriksaan/servis sistem stsrter melalui buku manual. B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Penentuan kelayakan pakai sistem starter

2. Pemeriksaan, pengujian dan menentukan kondisi sistem/komponen starter C. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: kelayakan sistem starter

d. Motivasi: mengapa kelayakan sistem starter kendaraan perlu diperiksa?

(6)

2. Kegiatan Inti

Peserta diklat mempelajari kelayakan sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan memahami ketentuan kelayakan sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat melakukan pemeriksaan sistem/komponen starter dengan bimbingan guru.

Peserta diklat melakukan pengujian sistem/komponen starter dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan mendiskusikan untuk menentukan kondisi sistem/komponen starter

25 menit

25 menit

45 menit

45 menit 20 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran b. Guru melaksanakan tanya jawab tentang materi yang sudah dibahas c. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

30 menit 20 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

F. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

NIP. 19740606 200501 1 010 NKTAM. 0303 6808 1036232

(7)

FORMULIR

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.5 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter

Kompetensi Dasar : Mendiagnosis gangguan pada sistem starter

Indikator : 1. Pendiagnosaan dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 3. Seluruh kegiatan pendiagnosaan dilakukan berdasarkan SOP

(Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese lamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

4. Sistem keamanan kelistrikan dipasang dan dihubungkan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai

Pertemuan Ke : 9-10

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (2 x Pertemuan) A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat mengetahui prosedur pemeriksaan/servis sistem starter melalui buku manual. 2. Mendemontrasikan prinsip kerja sistem starter

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Pemeliharaan/servis sistem starter dan komponen-komponennya

2. Pemeriksaan mengacu pada SOP, undang-undang K3, peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

3. Prinsip kerja sistem starter elektrik 4. Prinsip kerja sistem starter manual

C. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: pemeliharaan sistem starter

d. Motivasi: kenapa pemeliharaan starter diperlukan pada sepeda motor?

10 menit

(8)

2. Kegiatan Inti

Peserta diklat mempelajari dan memahami cara pemeliharaan/servis sistem starter dan komponen-komponennya melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan mendiskusikan pemeriksaan yang mengacu pada SOP, undang-undang K3, peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru

Peserta diklat mempraktikkan pemeliharaan/servis sistem starter dan komponen-komponennya melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mendiskusikan hasil pemeliharaan/servis sistem starter dan komponen-komponennya sesuai SOP. melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan memahami kerja sistem starter elektrik dan manual melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

25 menit

35 menit

35 menit

30 menit

35 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran b. Guru melaksanakan tanya jawab tentang materi yang sudah dibahas c. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

30 menit 20 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

F. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

NIP. 19740606 200501 1 010 NKTAM. 0303 6808 1036232

(9)

FORMULIR

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.5 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter Kompetensi Dasar : Memperbaiki gangguan sistem starter

Indikator : 1. Perbaikan yang diperlukan, penggantian komponen, penyetelan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai.

2. Perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese-lamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

Pertemuan Ke : 11-14

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (4 x Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat menganalisa perbaikan sistem suspensi

2. Siswa dapat melaksanakan prosedur perbaikan pengujian dan pengukuran komponen-komponen sistem starter

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Perbaikan sistem starter dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lain.

2. Perbaikan komponen-komponen sistem starter dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lain.

C. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: perbaikan sistem starter

d. Motivasi: bagaimana prosedur perbaikan sistem starter?

5 menit 5 menit

10 menit 10 menit 2. Kegiatan Inti

Peserta diklat mempelajari dan memahami prosedur pembongkaran

(10)

dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan memahami prosedur perbaikan sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat melakukan pembongkaran sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat melakukan perbaikan sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

Peserta diklat mempelajari dan mendiskusikan prosedur keselamatan kerja pembongkaran dan perbaikan sistem starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

25 menit

45 menit

45 menit

20 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran b. Guru melaksanakan tanya jawab tentang materi yang sudah dibahas c. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

30 menit 20 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

F. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

NIP. 19740606 200501 1 010 NKTAM. 0303 6808 1036232

(11)

Nomor Dokumen SMK MHD 1 PDG / FOR – KUR / 04 ( 0.5 )

Judul Format RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : PRODUKTIF/021 KK 15 Kelas/Semester : XI / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : Melakukan Perbaikan Sistem Starter Kompetensi Dasar : Memperbaiki gangguan sistem starter

Indikator : 1. Perbaikan yang diperlukan, penggantian komponen, penyetelan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai.

2. Perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese-lamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

Pertemuan Ke : 15-16

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (2 x Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat Menginformasikan dengan benar dan di akses sesuai dengan spesifikasi pabrik

B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Penyebab kerusakan sistem starter

2. Kondisi sistem/komponen ditentukan dengan membandingkan kondisi komponen yang sebenarnya (standar) pada spesifikasi pabrik untuk batas/toleransi.

3. Perbaikan komponen-komponen sistem starter sesuai dengan gejala kerusakan yang ada 4. Perbaikan sistem starter dilaksanakan berdasarkan metode dan perlengkapan yang sesuai

terhadap spesifikasi pabrik C. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah

2. Diskusi informasi 3. Tanya Jawab 4. Belajar Praktek 5. Penugasan

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu

1 Pendahuluan

a. Orientasi: Guru memperhatikan dan menanyakan kesiapan Peserta diklat untuk mengikuti pelajaran

b. Pemberian Acuan: Guru menyampaikan standar, indikator dan tujuan pembelajaran

c. Apersepsi: penyebab kerusakan sistem starter

d. Motivasi: apa saja penyebab kerusakan sistem starter?

5 menit 5 menit 10 menit 10 menit 2. Kegiatan Inti

(12)

starter melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

 Peserta diklat mempelajari dan mendiskusikan untuk menentukan kondisi sistem/komponen starter dengan membandingkan kondisi komponen yang sebenarnya (standar) pada spesifikasi pabrik untuk batas/toleransi.

 Peserta diklat melakukan penyetelan perbaikan komponen-komponen sistem starter sesuai dengan gejala kerusakan yang ada melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.  Peserta diklat mempelajari dan memahami prosedur perbaikan sistem

starter dilaksanakan berdasarkan metode dan perlengkapan yang sesuai terhadap spesifikasi pabrik melalui penggalian informasi pada buku pembelajaran dengan bimbingan guru.

35 menit

60 menit

35 menit

3. Penutup

a. Guru bersama peserta diklat menyimpulkan materi pembelajaran b. Menginformasikan materi pembelajaran untuk minggu berikutnya c. Tindak lanjut memberikan tugas Evaluasi Praktikum secara

perorangan dan secara berkelompok

d. Guru meninggalkan kelas dengan mengucapkan salam

20 menit 10 menit 20 menit

E. SUMBER BELAJAR 1. Modul sistem starter

2. Buku manual Supra X 125, Honda Karisma dan Yamaha Mio 3. Unit Kendaraan Honda Supra X 125, Honda Karisma, Yamaha Mio 4. Special Tools (SST)

F. PENILAIAN

1. Ranah Kognitif/pengetahuan; berupa tes tertulis

2. Ranah Afektif/sikap; observasi (pengamatan) didalam kelas 3. Untuk ranah Psikomotorik; berupa uji praktek

4. Untuk tindak lanjut: Bagi yang gagal diberikan remedial

Bagi yang tuntas diberikan pengayaan dan lanjut ke indikator berikutnya

Padang, Januari 2014

Mengetahui , Diperiksa Oleh , Dibuat Oleh, Kepala Sekolah Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Deta Mahendra, S.Pd, MM Dra. Afrizuarni Aulia Rahman Panjaitan, S.Pd

Referensi

Dokumen terkait

Studi Dokumen, pada metode ini dilakukan pengumpulan informasi berdasarkan jurnal, buku, literatur, datasheet dan internet yang berhubungan dengan komponen yang akan

Memahami daftar (tabel) komponen Wiring Hardness sistem kelistrikan yang perlu di periksa secara periodik, termasuk mengamati daftar pemeriksaan, pemeliharaan dan

Perawatan dan Perbaikan Sistem Pemindah Tenaga Sepeda Motor Pada akhir fase F, peserta didik mampu mendiagnosis gangguan atau kerusakan pada sistem pemindah tenaga sepeda motor

Aplikasi sistem pakar yang telah dibuat dapat digunakan untuk jenis kerusakan sepeda motor berdasarkan gejala kerusakan motor dan menghasilkan solusi sesuai dengan hasil

 Setelah peserta didik mengumpulkan informasi yang dilakukan pertemuan 1, peserta didik diarahkan untuk praktik melakukan pemeriksaan dan perbaikan

Peserta didik dapat melakukan identifikasi komponen mekanisme katup melalui praktikum di bengkel dengan job sheet sesuai standar operasional prosedur 4.. Peserta didik

Penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor dalam menghasilkan diagnosa kerusakan mesin yang berdasarkan bobot dari gejala-gejala yang sering timbul yang bersumber dari seorang

KD 3 KD 4 3.17 Mendiagnosis kerusakan penerangan dan panel instrumen 4.17 Memperbaiki sistem penerangan dan panel instrumen IPK 3 IPK 4 3.17.1 Menentukan C3 gejala kerusakan sistem