• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAK Diserahkan docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAK Diserahkan docx"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAK

Diserahkan Kepada :

Yopie Ndolu, M.Pd.K

Diserahkan untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Nilai dalam Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Pak

Nama : Litra Auriana Nim : 0701201408

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EKUMENE

JAKARTA

(2)

PENDAHULUAN

Pengertian.

Dilihat dari terminologinya, perencanaan pembelajaran terdiri atas dua

kata, yaitu perencanaan dan kata pembelajaran. Perencanaan berasal dari kata

rencana yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk

mencapai tujuan.

Dengan demikian proses suatu perencanaan harus dimulai dari

penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuhan serta dokumen

yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan

untuk mencapai tujuan tersebut.

Ketika kita merencanakan, maka pola pikir kita diarahkan bagaimana

agar tujuan itu dapat dicapai secara efektif dan efisien. Ely (1979),

mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan

cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Terry

(1993), mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah penetapan

pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk Mencapai tujuan

yang telah ditentukan.

(3)

1. Adanya strategi iuntuk mencapai tujuan

2. Sumber daya yang dapat mendukung

3. Implementasi setiap keputusan

Perencanaan merupakan hasil proses berpikir yang mendalam, hasil dari

proses pengkajian dan mungkin penyeleksian dari berbagai alternatif yang

dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi. Perencanaan adalah

awal dari semua proses suatu pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional1

A. Latar Belakang

Perencanaan pendidikan merupakan suatu proses dalam perumusan

kebijaksanaan suatu instrumen dan teknik dalam penentuan prioritas dan merupakan

bagian integral dari perencanaan pembangunan social ekonomi suatu bangsa, serta

merupakan jembatan penghubung antara harapan peserta didik, orang tua,

masyarakat, dan pemerintah dalam mencapai tujuan pendidikan.

Untuk menghubungkan dan menjembatani harapan-harapan tersebut, proses

perencanaan pendidikan dilakukan melalui beberapa pendekatan. Terdapat empat

pendekatan dalam perencanaan system pendidikan, yaitu pendekatan berdasarkan

permintaan masyarakat berdasarkan pendidikan, pendekatan berdasarkan kebutuhan

tenaga kerja, pendekatan berdasarkan nilai balik dan pndekatan sistem terpadu.

(4)

Berdasarkan pada penjelasan tersebut, maka disini pemakalah akan membahas

tentang macam-macam pendekatan dalam perencanaan pendidikan.2

B. Faktor Tujuan Perencanaan

Setiap kegiatan apapun bentuk dan jenisnya, sadar atau tidak sadar selalu

diharapkan kepada tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau

usaha yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunyai arti apa-apa. Dengan

demikian, Tujuan merupakan faktor yang sangat menentukan

Cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai harus dinyatakan secara jelas,

sehingga semua pelaksana dan sasaran pendidikan memahami atau mengetahui suatu

proses kegiatan pendidikan, bila tidak mempunyai tujuan yang jelas untuk dicapai

secara sekaligus, maka perlu dibuat secara bertahap, misalnya tujuan umum, tujuan

institusional, tujuan kurikuler dan tujuan instruksionalnya ditetapkan secara jelas dan

terarah.3

a. Tujuan sebagai titik akhir

Suatu usaha tentu saja mengalami permulaan serta mengalami pula

akhirnya. Mungkin saja ada usaha yang terhenti dikarenakan sesuatu

kegagalan mencapai tujuan, namun usaha itu belum bisa dikatakan telah

berakhir. Pada umumnya, suatu usaha baru berakhir jika tujuan akhirnya telah

dicapai.

(5)

Dalam kaitan ini, yang diperhatikan adalah hal-halyang terletak pada

jangkauan masa dating, dan bukan pada situasi sekarang atau pada jalan yang

harus diambil pada situasi tadi. Misalnya, jika seoranf pendidik bertujuan

agaranak didiknya menjadi manusia yang berakhlak mulia, maka

penekanannya disini adalah deskripsi tentang pribadi.4

C. Macam-Macam Tujuan Pendidikan

Pendidikan berlangsung dalam suatu proses panjang yang pada akhirnya

mencapai tujuan umum atau akhir, yaitu kedewasan atau pribadi dewasa susila.

Tujuan yang bersifat umum ini akan dicapai melalui pencapaian tujuan-tujuan dekat. Seorang ahli Pendidikan, Langeveld mengemukakan macam-macam tujuan

pendidikan, yaitu: tujuan umum/akhir atau lengkap/total, tu juan khusus, tujuan tak

lengkap, tujuan sementara, tujuan insidentil dan tujuan intermedier.5

D. Rencana Pembelajaran.

Menyiapkan persiapan dalam proses pembelajaran merupakan langkah awal

yang harus dilakukan oleh guru, karena bagaimanapun rencana pembelajaran

merupakan muara dari implementasi pengetahuan, teori, keterampilan dasar, dan

pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran. Rencana

pembelajaran merupakan suatu perkiraan atau suatu proyeksi guru mengenai seluruh

kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas, baik yang

dilakukan oleh guru maupun yang dilakukan oleh siswa.

(6)

Dalam menyiapkan rencana pembelajaran ini, guru harus terlebih dahulu

mengetahui dan menganalisis dengan baik kompetensi yang akan dibentuk dalam

setiap interaksi edukatif.

Dengan kata lain, dalam persiapan pembelajaran diperlukan kejelasan

kompetensi dasar yang akan dimiliki oleh siswa., apa yang harus dilakukan, apa yang

harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui

bahwa peserta didik telah mengetahui kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut

merupakan unsure yang secara minimal harus ada dalam setiap rencana pembelajaran

sebagai pesoman guru dalam melaksanakan pembelajaran, dan membentuk

kompetensi peserta didik.6

E. Fungsi Rencana Pembelajaran

Sedikitnya terdapat dua fungsi rencan pembelajaran, yaitu :

1. Fungsi Perencanaan

Yang dimaksud dengan fungsi perencanaan dalam konteks persiapan

pembelajaran adalah bahwa rencana pembelajaran hendaknya dapat mendorong guru

(7)

lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang mayang. Oleh

karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memilki persiapan, baik

persiapan tertulis maupun tidak tertulis. Komponen-komponen yang harus

diperhatikan dan dipahami guru dalam menyiapkan rencana pembelajaran ini, antara

lain adalah kompetensi dasar, meteri standar, hasil belajar, indicator hasil belajar.

Evaluasi berbasis kelas (EBK)

2. Fungsi pelaksanaan pembelajaran

Rencana pembelajaran hendaknya disusun secara sistemik dan sistematis, utuh

dan menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi

pembelajaran yang actual. Dengan demikian, rencana pembelajaran akan dapat

berfungsi sebagai instrument untuk mengefektifkan proses pembelajaran dengan apa

yang telah direncanakan.

Dalam konteks, ini materi standar yang dikembangkan dan dijasikan bahan

kajian oleh siswa harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya,

mengandung nilai fungsional, praktis serta disesuaikan panduan pembelajaran dengan

kondisi dan kebutuhan lingkungan, sekolah, dan daerah.

Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran harus terorganisasi melalui

serangkaian kegiatan tertentu, dengan strategi yang tepat.7

F. Langkah-Langkah Menyusun Rencana Pembelajaran

(8)

Pengembangan rencana pembelajaran sebelum melakukan proses

pembelajaran merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Untuk dapat

membuat rencana pembelajaran yang baik dan dapat menyelenggarakan proses

pembelajaran yang efektif dan efisien, seorang guru perlu mengetahui unsur-unsur

persiapan pembelajaran, yang antara lain adalah analisis kebutuhan siswa,

tujuan-tujuan yang hendak dicapai, berbagai strategi yang relevan digunakan dan criteria

evaluasi. Dari uraian tersebut setidaknya ada 4 langkah dalam melakukan rencana

pembelajaran, yakni sebagai berikut :

1. Perencanaan untuk mengapresiasi keragaman. 2. Merumuskan tujuan dan kompetensi.

3. Menyusun rencana implementasi pembelajaran dalam kelas. 4. Menentukan model penilaian (evaluasi).

Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran di kelas, perlu dibuat rencana cara

pembelajaran. Rencana pembelajaran tersebut merupakan realisasi dari pengalaman

belajar peserta didik yang telah ditentukan pada tahapan penentuan pengalaman

belajar peserta didik. Komponen rencana cara pembelajaran meliputi :

1. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran, kelas, semester, dan waktu atau

banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).

2. Kompetensi dasar (yang hendak dicapai atau merupakan pencapaian

kompetensi).

3. Materi pokok (beserta uraiannya yang perlu dipelajari peserta didik dalam rangka

(9)

4. Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus

dilakuykan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran

dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar). 5. Media (yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran).

6. Penialian assesmen dan tindak lanjut (instrument dan prosedur yang digunakan

untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian.

Misalnya remedial, pengayaan, dan sebagainya).

7. Sumber bahan (yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan

kompetensi dasar yang harus dikuasai).

8. Lebih rinci Mulyasa mengindentifikasi beberapa komponen yang diperluakn

dalam melakukan8

G. Kriteria Metode Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran tentu mempunyai keunggulan dan kelemahan. Kelemahan

tersebut perlu dihilangkan, atau setidaknya diperkecil, kemudian melakukan

modifikasi. Oleh karena itu, perlu dirumuskan kriteria metode perencanaan

pembelajaran yang efektif, seperti yang diungkapkan oleh Ralp W. Tyler, sebagai

berikut:

1. Berkesinambungan (Continuity) 2. Berurutan (Sequence)

3. Keterpaduan (Integration)

1. Berkesinambungan

(10)

Berkesinambungan menunjukkan keadaan pengulangan kembali unsur-unsur

utama perencanaan pembelajaran secara vertikal. Sebagai contoh, jika dalam

pelajaran IPS pengembangan keterampilan membaca dipandang sebagai sesuatu yang

sangat penting, maka metode latihan membaca perlu dilakukan secara terus menerus

atau berkesinambungan agar siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan

keterampilan tersebut. Dengan demikian keterampilan siswa dalam membaca, atau

menguasai konsep energi dapat berkembang secara efektif melalui pelajaran di

sekolah.

2. Urutan Materi

Urutan materi mempunyai hubungan dengan kriteria berkesinambungan. Dengan

kriteria ini dimaksudkan bahwa isi perencanaan pembelajaran diorganisasi dengan

cara mengurutkan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kedalaman atau

keluasan yang dimiliki. Suatu materi undang-undang yang disampaikan pada tingkat

pertama tidak terlalu dalam, namun pada tingkat berikutnya lebih dalam lagi.

Demikian pula tentang keluasannya. Sebagai contoh, keterampilan membaca

yang dikembangkan pada pelajaran IPS, pada kelas pertama dapat berisi materi

pembelajaran yang sederhana, namun pada tingkat selanjutnya makin kompleks.9

(11)

H. Kesimpulan

Dari pemaparan diatas penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang

ingin dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang akan dipakai

untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi/bahan apa yang akan

disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, alat atau media apa yang

diperlukan.

2. Kompenen- komponen perencanaan pembelajaran diantaranya; tujuan,

bagaimana perencanaa itu dimulai, cara mencapai tujuan.

3. Jenis – jenis perencanaan pembelajarann diantaranya; perencanaan permulaan,

perencanaan tahunan, perencanaan untuk hari pertama, perencanaan terus

menerus, mengikutsertakan murid dalam peremcanaan, perencanaan jangka

panjang, perencanaan pengajaran unit, perencanaan harian dan mingguan, dan

rencana kerja harian.

4. Fungsi perencanaan pembelajaran ; Memberi penjelasan terhadap guru

pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan hubungan dengan

pelajaran yang dilaksanakan guna mencapai tujuan tersebut, membantu guru

memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajaranterhadapa pencapaian

tujuan pembelajaran, menembah keyakinan guru terhadap nilai - nilai yang

terkandung dalam pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan. 5. hal yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan pembelajaran, yaitu

memperhatikan hal – hal yang harus dipersiapkan : Memahami kurikulum,

(12)

program kerja, Menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar

yang telah dilaksanakan.

6. Perencanaan pembelajarn dan desain pembelajaran berkaitan erat.10

Referensi

Dokumen terkait

Aktivitas belajar siswa merupakan segala sesuatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran yang dapat berupa fisik maupun jasmani. Kegiatan

Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara

Pelaksanaan Pembelajaran, adalah proses berlangsungnya kegiatan pembe- lajaran Sains yang dilakukan oleh siswa dengan guru di dalam kelas yangD. menjadi

Penataan ruang kelas yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran teori maupun praktik merupakan kegiatan penataan ruang dan isinya agar pembelajaran lebih efektif

Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menyusun beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dengan menggunakan fasilitas yang disediakan untuk memperoleh

Aktivitas siswa dalam pembelajaran merupakan proses komunikasi antara siswa dengan guru dalam lingkungan kelas, baik dari hasil proses interaksi siswa dengan guru maupun siswa

dalam kelas besar maupun kelas kecil, 5 Siswa dapat mengetahui tujuan- tujuan pembelajaran dengan baik dan jelas, 6 Waktu untuk berbagi kegiatan pembelajaran dapat dikontrol oleh guru,

Data pada penelitian ini berupa kegiatan yang dilakukan oleh guru kelas IIIa dan guru kelas Vc selama proses pembelajaran dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi