• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengemasan dan penyimpanan produk irtp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengemasan dan penyimpanan produk irtp"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA

PANGAN (IRTP)

BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA

BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA

(2)

Teknologi Pengemasan

• Aspek Perlindungan dan

Penanganan Produk

(3)

Aspek Perlindungan dan

Penanganan Produk

• Mengontrol keluar masuknya air • Mengendalikan suhu,

• Mengatur kondisi udara pengemasan, • Mencegah perpindahan komponen

yang dapat menguap

(4)

Mengontrol Uap Air

• Mencegah masuknya uap air terutama untuk produk yang kering

• Mencegah keluarnya uap air dengan

mengatur sirkulasi (perputaran) udara diluar kemasan

(5)

Mengendalikan Suhu

• Memperpanjang Umur Simpan

• Penyimpanan dengan suhu rendah perlu kemasan yang tahan suhu rendah

• Kemasan dapat menahan penguapan air • Kemasan kuat, sehingga pada waktu

(6)

Mencegah Perpindahan Komponen

yang Dapat Menguap

• Mencegah terjadinya

perubahan cita rasa produk • kemasan kedap

(7)

Alumin

ium foi l

Mencegah Kontak Cahaya

• Menghindari kontak cahaya untuk produk-produk yang tidak tahan terhadap cahaya. • Menggunakan kemasan kedap cahaya

•Kemasan Aluminium Foil •Kemasan Kaleng

•Kemasan Gelas Berwarna

•Kemasan Plastik Tidak transparan (tembus pandang

(8)

Aspek Pemasaran dari Pengemasan

Menarik Perhatian

warna, bentuk, merk, gambar-gambar, tata letak

Daya Tarik Praktis

mudah dibuka dan ditutup; volume yang sesuai; dapat digunakan

(9)

Politen/Polietilen (PE)

• Mudah ditarik, sukar disobek;

• Tidak cocok untuk bahan berlemak, • Tahan terhadap asam, basa, alkohol,

deterjen;

• Untuk penyimpanan beku (-50°C);

• Dapat dengan mudah ditembus gas • Kedap air dan uap air

(10)

Politen/Polietilen (PE)

• Low Density Polyethylene (LDPE) yang mudah dikelim/direkat dan murah

• Medium Density Polyethylene (MDPE) yang lebih kaku dari LDPE dan lebih tahan suhu tinggi,

• High Density Polyethylene (HDPE) yang paling kaku dan tahan suhu tinggi (suhu 120°C).

(11)

Alumunium Foil Berlapis

• Foil atau poliester yang dimetalisasi dan PE, PET/saran/PE,

nilon/saran/PE, OPP/saran/PE, dan OPP/alumunium foil/PE.

• Kopi instan bisa digunakan kemasan PVDC melapis PVC

(12)

Produk Gorengan

• Kertas/alumunium foil/PE, OPP/ PVDC/PE,

• LDPE/PVC/LDPE digunakan untuk mencegah ketengikan, kehilangan aroma dan CO2

(13)

Alumunium dan Alufo

• Daya pengkaratan rendah, • Mudah dibengkokkan,

• Mampu menahan masuknya gas, • Tidak berbau dan tidak berasa, • Sulit disolder sehingga

sambungan tidak rapat

• Cocok untuk produk gorengan

(14)

Alumunium Foil (Alufo)

• Merupakan bahan kemas dari lembaran alumunium yang padat

dan tipis dengan ketebalan <0.15 m. • Kemasan ini kedap, tidak tembus

cahaya, fleksibel/mudah dilipat atau dibentuk,

• Dapat digunakan sebagai bahan

pelapis atau penguat dilapisi dengan plastik atau kertas

(15)

Bahan Pengemas Kayu

• Sebagai bahan pengemas sekunder

• Syarat : mudah tersedia, mudah disambung dan dipaku, kuat,

tergantung pada jenis, ukuran dan proses awal dari produk yang

(16)

Bahan Kertas

• Kertas kraft, Kertas krep

• kertas glasin dan kertas tahan minyak yang permukaannya licin

• Kertas lilin yang dibuat dengan menambahkan lilin

• Kertas dan koran bekas dapat

(17)

Karton Lipat

• Populer karena pemakaian luas • Bahan ekonomis,

• Dapat dibuat berbagai bentuk dan ukuran,

(18)

Kantong/Tas Kertas

• Umumnya terbuat dari kertas kraft yang tidak dipucatkan

• Idealnya kadar air kertas 6-8%

• Ukuran kantong tergantung berat bahan yang dikemas (p:l=2:1 atau p:l=1.5:1)

• Ideal (murah dan kuat) untuk komoditi 10-40 kg

(19)

Berbagai Karung

Karung Goni

Terbuat yute/rami

Fleksibel/mudah dilipat, kuat, murah dan

relatif dapat melindungi produk dari lembab

Rongga agak besar sehingga terdapat

(20)

Berbagai Karung

Karung Plastik

Terbuat dari PE

mudah pecah; mudah meluncur

(21)

Bahan Pengemas Gelas

Keunggulan

inert (tidak bereaksi dengan bahan yang

dikemas, tahan asam dan basa, dan tahan lingkungan)

gelas dapat dibuat tembus pandang atau gelapselama pemakaian, bentuknya tetap

tidak berbau dan tidak berpengaruh terhadap

bahan yang dikemas (tidak ada perpindahan)

(22)

Bahan Pengemas Gelas

Kelemahan

Rapuh/mudah pecah

Berat sehingga biaya distribusi dan transportasi

tinggi

(23)

PENYIMPANAN

Tujuan : stok

(24)

Jenis kehilangan dalam

penyimpanan

Penurunan berat

Penurunan Kualitas

Kehilangan nilai uang

Kehilangan benih

Kehilangan kepercayaan

(25)

Parameter/penentu

kehilangan/kerusakan

Kadar air

Serangan serangga Ketengikan

Jumlah mikroba

Racun yang dihasilkan mikrobaNilai gizi turun

(26)

Teknik penyimpanan pangan biji-bijian

Daya tampung dan kekuatanKekedapan terhadap cuacaPerlindungan terhadap tikusEfisiensi insulasi

Pengaturan pengisian dan

pengeluaran

Nilai ekonomi

(27)

BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA

BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan engujian dengan menggunakan kromatografi gas, bahan penyerap etilen yang paling baik dalam menyerap gas etiten adalah bahan �nyerap etiten yang terbuat

• Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas

metode uap air panas dengan waktu 6 menit, kadar patinya akan membentuk gel pada permukaan bahan dan kadar pati yang terdapat pada umbi talas belitung tersebut

Variabel yang digunakan dalam rumus tersebut terdiri dari kadar air awal produk (Mi), kadar air kritis (Mc), kadar air kesetimbangan (Me), konstanta permeabilitas uap air

Penularan terhadap manusia terjadi akibat mengkonsumsi larva yang terkandung dalam makanan mentah atau yang setengah matang terutama pada moluska (siput air),

Semakin bertambah umurnya telur, kuning telur akan mengambil uap basah dari putih telur yang mengakibatkan kuning telur semakin

menunjukkan perlakuan tanpa pengemas mengalami penurunan kadar protein yang sangat drastis karena tidak adanya pelindung yang mampu menghambat proses oksidasi

Selai adalah makanan semi basah yang terbuat dari pengolahan buah-buahan, gula, atau tanpa penambahan bahan pangan