AKUNTANSI MANAJEMEN DAN PERAN MANAJEMEN BIAYA
Akuntansi manajemen adalah profesi akuntansi dan keuangan yang mengembangkan dan menggunakan informasi manajemen biaya untuk membantu mengimplementasikan strategi organisasi. Informasi manajemen biaya mencakup informasi keuangan mengenai biaya dan pendapatan, dan informasi non-keuangan mengenai retensi pelanggan, produktivitas, kualitas dan faktor – faktor penentu utama kesuksesan lainnya bagi organisasi. Manajemen biaya adalah pengembangan dan penggunaan dari informasi manajemen biaya.
Pada tahap terendah dari rantai nilai, akuntan manajemen mengumpulkan dan meringkas data dari peristiwa bisnis dan kemudian mentrasformasikan data ke informasi melalui analisis dan penggunaan dari keahlian akuntan manajemen. Informasi dikombinasikan dengan informasi lain tentang strategi organisasi dan lingkungan kompetisi untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat dilakukan. Akuntan manajemen menggunakan pengetahuan tersebut untuk terlibat dengan tim manajemen untuk mengambil keputusan strategis yang memajukan strategi organisasi.
Fungsi pelaporan keuangan adalah penyiapan laporan keuangan meliputi penyiapan laporan keuangan untuk pihak – pihak eksternal. Fungsi departemen sistem keuangan adalah mengembangkan dan memelihara sistem pelaporan keuangan dan sistem lain yang berkaitan.
Empat Fungsi Manajemen
Keempat fungsi utama manajemen adalah:
1. Manajemen strategis : infomasi manajemen biaya dibutuhkan untuk membuat keputusan – keputusan strategis yang tepat berkaitan dengan pemilihan produk, metode produksi, teknik dan saluran pemsaran, penilaian profabilitas pelanggan, dan masalah – masalah jangka panjang lainnya.
2. Perencanaan dan pengambilan keputusan : informasi manajemen biaya dibutuhkan untuk mendukung keputusan – keputusan rutin mengenai penggantian peralatan, pengelolaan arus kas, penganggaran pembelian bahan baku, penjadwalan produksi, dan penetapan harga.
3. Pengendalian manajemen dan operasional : informasi manajemen biaya dibutuhkan sebagai dasar yang wajar dan efektif untuk menemukan operasi yang tidak efisien dan memberi penghargaan serta memotivasi manajer yang paling efektif.
4. Penyusunan laporan keuangan : informasi manajemen biaya dibutuhkan untuk mendapatkan catatan akuntansi yang akurat tentang persediaan dan asset lainnya.
Pemikiran yang strategis ini antara lain adalah dapat mengantisipasi perubahan – perubahan produk, jasa, dan proses produksi dirancang untuk mengakomodasi perubahan – perubahan yang diperkirakan atas permintaan pelanggan. Fleksibilitas merupakan hal yang penting. Kemampuan membuat perubahan – perubahan secara cepat adalah sangat penting sebagai tuntutan atas konsep – konsep manajemen biaya.
Penekanan pada fungsi manajemen strategis juga membutuhkan daya pikir yang kreatif dan terintregasi. Tim yang terdiri dari berbagai fungsi harus dapat melihat suatu masalah bukan hanya dari satu sudut pandang melaikan melalui pendekatan yang terintregasi, yakni dengan menggabungkan keahlian dari seluruh fungsi secara simultan. Pendekatan yang terintregasi diperlukan dalam lingkungan yang dinamis dan kompetitif.
Jenis – Jenis Organisasi
Informasi manajemen biaya berguna bagi seluruh organisasi: perusahaan bisnis, unit pemerintah, dan organisasi nirlaba. Perusahaan bisnis dikelompokkan menjadi perdagangan, manufaktur, dan jasa. Organisasi pemerintah dan nirlaba menyediakan jasa, seperti halnya perusahaan – perusahaan dalam industri jasa. Hamper seluruh perusahaan dan organisasi menggunakan informasi manajemen biaya. Informasi manajemen biaya digunakan dalam berbagai cara. Informasi tersebut digunakan untuk menetapkan harga, mengubah penawaran produk atau jasa dalam rangka meningkatkan profitabilitas, memperbarui fasilitas produksi pada saat yang tepat, dan menetapkan metode pemasaran atau saluran distribusi yang baru.
Tingkat ketergantungan perusahaan pada manajemen biaya bergantung pada bentuk strategi kompetitifnya. Banyak perusahaan kompetitif dengan dasar ingin menjadi penyedia barang atau jasa berbiaya rendah. Organisasi nirlaba dan pemerintah harus memiliki strategi untuk mencapai misi mereka dan memuaskan konstituen.
LINGKUNGAN BISNIS KONTEMPORER
Banyak perubahan dalam lingkungan bisnis pada tahun – tahun belakangan ini telah menyebabkan modifikasi yang signifikan dalam praktik – praktik manajemen baiya.
Lingkungan Bisnis Global
Teknologi Produksi
Supaya dapat tetap kompetitif dalam menghadapi kompetisi global yang makin ketat, perusahaan di seluruh dunia mengadopsi teknologi produksi yang baru. Hal ini mencakup metode persediaan just in time untuk mengurangi biaya dan pemborosan, mengadopsi metode – metode yang telah diterapkan di perusahaan manufaktur Jepang, dan teknik produksi fleksibel yang dikembangkan untuk mengurangi waktu penyetelan dan memungkinkan perputaran pesanan pelanggan secara cepat.
Penggunaan Teknologi Informasi, Internet, dan Manajemen Sumber Daya Perusahaan Ekonomi baru ini dicerminkan oleh pertumbuhan pesat perusahaan berbasis internet, peningkata penggunaan internet untuk komunikasi, penjualan, dan pemrosesan data bisnis; dan penggunaan sistem manajemen perusahaan. Teknologi ini telah membantu perkembangan fokus strategis pada manajemen biaya dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan.
Fokus pada Pelanggan
Perubahan utama pada lingkungan bisnis adalah meningkatnya ekspektasi pelanggan terhadap fungsionalitas dan kualitas produk. Akibatnya, siklus hidup produk menjadi lebih pendek. Proses bisnis yang baru lebih berfokus pada kepuasan pelanggan.
Organisasi Manajemen
Organisasi manajemen telah berubah sebagai respons atas perubahan dalam teknologi, pemasaran, dan proses produksi. Karena fokusnya adalah nilai dan kepuasan pelanggan, maka penekanannya telah berubah dari ukuran kinerja keuangan dan berbasis laba menjadi ukuran kinerja yang berkaitan dengan pelanggan dan bersifat non-keuangan. Praktik – praktik manajemen biaya juga berubah dengan memasukkan laporan yang berguna bagi tim manajer yang besifat lintas fungsi.
Pertimbangan – Pertimbangan Sosial, Politik, dan Budaya
Perubahan – perubahan ini mencakup tenaga kerja yang lebih menghormati etika dan terdiri atas berbagai ras, dan pembaruan rasa tanggung jawab yang etis di antara manajer dan karyawan. Lingkungan bisnis yang baru mengharuskan perusahaan untuk fleksibel dan mampu beradaptasi serta menempatkan tanggung jawab yang lebih besar pada tenaga kerja yang lebih ahli.
Akuntan manajemen berfokus pada faktor – faktor yang membuat perusahaan sukses, selain biaya dan ukuran keuangan lainnya. Tahap – tahao pengembangan sistem manajemen biaya menurut Robert Kaplan adalah: tahap 1 adalah sistem manajemen biaya adalah sistem pelaporan transaksi yang paling mendasar. Tahap 2 adalah sistem manajemen biaya berfokus pada pelaporan keuangan pada pihak eksternal. Tahap 3 adalah sistem manajemen biaya mulai menelusuri data operasional yang utama dan mengembangkannya menjadi informasi biaya yang lebih akurat. Tahap 4 adalah informasi manajemen biaya yang relevan secara strategis merupakan bagian integral dari sistem.
Faktor – faktor penentu kesuksesan adalah ukuran atas seluruh aspek kinerja perusahaan yang penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif yang merupakan kesuksesan perusahaan.
TEKNIK – TEKNIK MANAJEMEN KONTEMPORER: RESPONS AKUNTAN MANAJEMEN KEPADA LINGKUNGAN BISNIS KONTEMPORER
Kartu Skor Berimbang dan Peta Strategi
Laporan akuntansi yang disusun berdasarkan keempat perpektif (kinerja keuangan, kepuasan pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan) disebut kartu skor berimbang. Penggunaan kartu skor berimbang merupakan unsur terpenting dari seluruh pendekatan yang digunakan oleh perusahaan agar menjadi dan tetap kompetitif. Peta strategi adalah metode yang didasarkan pada kartu skor berimbang yang menghubungkan empat perspektif dalam diagram sebab akibat. Peta strategi merupakan suatu metode yang bermanfaat dalam memahami bagaimana perbaikan dalam fakor – faktor penentu kesuksesan tertentu berkontribusi terhadap tujuan – tujuan lainnya dan hasil – hasil akhir keuangan.
Rantai Nilai
Merupakan alat analisis merupakan alat analisis yang digunakan organisasi untuk mengidentifikasi langkah – langkah spesifik yang dibutuhkan untuk menyediakan barang atau jasa yang kompetitif bagi pelanggan. Gagasan utama analisis rantai nilai adalah perusahaan harus secara teliti mempelajari setiap langkah dalam operasinya, untuk menentukan bagaimana setiap langkah berkontribusi bagi laba dan kompetisi perusahaan.
Perhitungan Biaya dan Manajemen Berdasarkan Aktivitas
berdasarkan aktivitas menggunakan analisis aktivitas dan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas untuk membantu manajer meningkatkan nilai produk dan jasa, dan meningkatkan kompetisi organisasi.
Intelejen Bisnis
Merupakan pendekatan untuk implementasi strategi dimana akuntan manajemen menggunakan data untuk memahami dan menganalisis kinerja bisnis. Berfokus pada faktor – faktor penentu kesuksesan.
Perhitungan Biaya Berdasarkan Target
Perhitungan biaya berdasarkan target menentukan biaya yang diharapkan untuk suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk tersebut dapat memperoleh laba yang diharapkan. Perhitungan biaya berdasarkan target menekan perusahaan untuk menjadi lebih kompetitif, dimana perbedaan harga sedikit saja dapat menarik pelanggan pada produk dengan harga yang lebih rendah.
Perhitungan Biaya Selama Siklus Hidup Produk
Merupakan metode untuk mengidentifikasi dan memantau biaya produk selama siklus hidupnya.
Penentuan Tolok Ukur
Merupakan proses dimana perusahaan mengidentifikasi faktor – faktor penentu kesuksesan, mempelajari praktik – praktik terbaik yang dilakukan oleh perusahaan lain untuk menemukan faktor – faktor penentu kesuksesan tersebut, dan kemudia mengimplementasikan perbaikan dalam proses perusahaan agar dapat menyamakan atau bahkan mengalahkan kinerja kompetitornya.
Perbaikan Proses Bisnis
Merupakan metode manajemen dimana manajer dan pekerja berkomitmen terhadap program perbaikan berkelanjutan dalam hal kualitas dan faktor – faktor penentu kesuksesan lainnya. BPR merupakan metode untuk menciptakan keunggulan kompetitif dimana perusahaan mengorganisasikan kembali fungsi – fungsi operasi dan manajemennya, sehingga sering kali menyebabkan pekerjaan dimodifikasi, dikombinasikan, atau dihilangkan.
Manajemen Kualitas Total
untuk menganalisis konsekuensi biaya dari berbagai pilihan desain untuk TQM dan mengukur serta melaporkan berbagai aspek kualitas yang termasuk di dalamnya.
Lean Accounting
Menggunakan aliran nilai untuk mengukur mafaat keuangan dari kemajuan perusahaan dalam mengimplementasikan teknologi produksi. Menempatkan produk dan jasa perusahaan ke dalam aliran nilai, tiap – tiap produk dan jasa perusahaan merupakan kelompok produk atau jasa yang berkaitan.
Teori Kendala
Digunakan untuk membantu perusahaan secara efektif memperbaiki faktor – faktor penentu kesuksesan yang sangat penting dan membantu mengidentifikasi dan menghilangkan kemacetan produksi. Kecepatan dalam pengembangan produk, pengiriman produk, dan proses produksi menjadi yang utama seiring temuan competitor global akan makin tingginya ekspektasi pelanggan atas pengembangan dan pengiriman produk yang cepat.
Kesinambungan Usaha Perusahaan
Berarti keseimbangan antara tujuan jangka pendek dengan jangka panjang organisasi dalam 3 dimensi kinerja.
Manajemen Risiko Perusahaan
Merupakan kerangka kerja dan proses yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola risiko yang dapat berimplikasi negatif atau positif terhadap kompetitor dan kesuksesan perusahaan. Strategi yaitu rencana penggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan yang berkelanjutan di dalam lingkungan yang kompetitif. Dimulai dari menentukan tujuan dan arah bisnis jangka panjang.
MENGEMBANGKAN STRATEGI KOMPETITIF Kepemimpinan Biaya
Diferensiasi
Diimplementasikan dengan cara menciptakan produk atau jasa yang unik dengan cara tertentu, biasanya memiliki kualitas yang lebih baik, fitu produk jasa pelanggan, atau inovasi. Persepsi ini menyebabkan perusahaan dapat mematok harga lebih tinggi dan mengungguli kompetisi laba tanpa menurunkan biaya secara signifikan.
Isu Strategis Lainnya
Sebuah perusahaan yang menjalankan kedua strategi tersebut kemungkinan besar akan sukses hanya jika perusahaan tersebut mencapai salah satu strateginya secara signifikan. Situasi seperti ini disebut “terjebak di tengah – tengah”.
Lima Langkah Pengambilan Keputusan Strategis 1. Menentukan isu strategis di sekitar masalah 2. Mengidentifikasi tindakan alternative
3. Memperoleh informasi dan melakukan analisis dari alternative
4. Berdasarkan strategi dan analisis, memilih dan mengimplementasikan alternatif yang diharapkan
5. Memberikan evaluasi yang berkelanjutan tentang efektifitas implementasi dalam tahap 4
LINGKUNGAN PROFESI MANAJEMEN BIAYA Organisasi Profesional
Kelompok organisasi yang pertama adalah Internal Revenue Service (IRS), yang menyusun pedoman perhitungan harga pokok produk untuk tujuan perpajakan, dan Federal Trade Commision (FTC). Selanjutnya, Securities and Exchange Commision (SEC) memberikan pedoman, ketentuan, dan peraturan mengenai pelaporan keuangan.
Pada sector swasta, Finnancial Accounting Standards Board (FASB), suatu organisasi yang independen, dan AICPA memberikan pedoman tambahan yang berkaitan dengan praktik – praktik pelaporan keuangan. Kongres mendirikan Cost Accounting Standards Board (CASB) pada tahun 1970 yang secara operasional berada di bawah naungan Office of Federal Procurement Policy.
Karena salah satu tanggung jawab pengendalian manajemen dari akuntan manajemen adalah mengembangkan sistem yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah kesalahan serta kecurangan dalam catatan akuntansi, akuntan manajemen pada umumnya mempunyai hubungan yang kuat dengan organisasi yang berorientasi pada pengendalian, seperti Institute of Internal Auditors (IAA).
Sertifikasi Profesional
Peran dari program – program sertifikasi profesional adalah menyediakan ukuran yang jelas tentang kapabilitas tentang akuntan manajemen dalam hal pengalaman, pelatihan, dan kinerja. Pertama adalah Certified Management Accountant (CMA) yang dikeluarkan oleh Intitute of Management Accountants. Sertifikasi yang kedua adalah pengangkatan Certified Public Accountant (CPA).
Etika Profesi
Etika profesi dapat disimpulkan sebagai komitmen akuntan manajemen untuk menyediakan layanan yang bermanfaat bagi pihak manajemen.
Kode Etik IMA
Perilaku etis akuntan manajemen dipandu oleh kode etik yang dibuat oleh Institute of Management Accountans (IMA). Kode etik IMA menetapkan standar minimum perilaku yang ditujukan untuk mengarahkan akuntan manajemen menginspirasikan profesionalisme yang sangat tinggi pada seluruh tingkat akuntan manajemen.
Kode etik IMA terdiri atas empat standar utama, yaitu kompetensi, kerahasiaan, integritas, dan kredibilitas.
Bagaimana Menerapkan Kode Etik