• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayo Mengenal Pasar Baru Jakarta 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ayo Mengenal Pasar Baru Jakarta 3"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Seri Pengetahuan Arsitektur dan Perkotaan Untuk Pelajar

Ayo Mengenal

Pasar Baru Jakarta

oleh:

Cynthia Puspitasari

Jurusan Arsitektur

(2)

Ayo Mengenal Pasar Baru Jakarta disusun oleh:

Cynthia Puspitasari

Diterbitkan di Jakarta, Juli 2015 Diterbitkan oleh:

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Alamat: Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640

Ilustrasi Sampul:

(3)

KATA PENGANTAR

Perkembangan kota mendorong munculnya kawasan-kawasan baru di perkotaan, yang mengakibatkan perubahan pada gaya hidup dan aktivitas masyarakat. Hal tersebut sedikit banyak berimbas pada kawasan-kawasan tua yang

pada masa lalu pernah menjadi primadona bagi kehidupan

kota. Kawasan kota lama berangsur-angsur mulai

ditinggalkan dan digantikan oleh kehadiran pusat-pusat gaya hidup modern, seperti halnya shopping mall.

Salah satu kawasan kota lama yang ada di DKI Jakarta

adalah kawasan Pasar Baru. Pasar Baru yang pernah menjadi salah satu ikon kota lama Jakarta ini terus mengalami penurunan kualitas fisik hingga penurunan vitalitas kawasan. Akibatnya, perkembangan kawasan yang berada di sekitarnya

pun seolah berjalan tanpa arah serta kurang adanya penataan dan keterhubungan satu sama lain. Hal ini pula yang mendorong semakin berkurangnya pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.

Buku ini ditulis untuk dapat memberikan pengetahuan

(4)

potensi-potensi tersebut, diharapkan dapat menarik minat wisatawan khususnya anak-anak untuk mengunjungi kawasan Pasar Baru Jakarta tersebut. Sehingga, kelestarian kawasan

kota lama dan kegiatan yang ada di dalamnya tetap terjaga.

Jakarta, Juli 2015 Penyusun,

(5)

Hai, kami Arsa dan Arsi!

Selamat datang di buku Ayo Mengenal Pasar Baru

Jakarta . Kami akan menemani teman-teman untuk berjalan-jalan menjelajahi Kawasan Pasar Baru dari

(6)

DAFTAR ISI

II Bangunan-bangunan di Pasar Baru 20

1 Bangunan Cagar Budaya 22

2 Bangunan Bernilai Sejarah 25

III Kegiatan Menarik di Pasar Baru 28

1 Kegiatan Belanja 30

2 Kegiatan Seni dan Budaya 32

3 Kegiatan Kuliner 33

IV Pelestarian Pasar Baru Jakarta 35

Daftar Pustaka 42

Sumber Bacaan 42

(7)

I

Pasar Baru

dari Waktu ke Waktu

(8)

Hmm.. Seperti apa ya, perkembangan

kawasan Pasar Baru?

(9)

Kawasan perbelanjaan Pasar Baru dari waktu ke waktu menyimpan banyak cerita dan perubahan. Menjadi penting untuk mengulas keberadaanya di masa lalu dan di masa sekarang untuk dapat mengetahui prospeknya di masa yang akan datang. Hal tersebut bertujuan agar kejayaan Pasar Baru tidak berhenti dan terus berkelanjutan.

1. PASAR BARU TEMPO DULU

1820, Pasar Baru yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan tertua di Jakarta, dibangun dengan nama Passer Baroe. Pada awalnya, Pasar Baru berupa pasar sederhana yang mewadahi kegiatan pedagang pribumi dalam menjual hasil pertaniannya serta pedagang keliling Cina yang menjual barang-barang kelontong.

1877, para pedagang dari golongan etnis Cina

mulai mendirikan toko-toko dan akhirnya

(10)

itu sejenak melupakan bisnisnya dan beramai-ramai berkumpul di sepanjang Ciliwung untuk menyaksikan penyelenggaraan Peh Cun.

1914, pemerintahan Inggris membangun gedung kesenian yang mendorong Kawasan Pasar Baru semakin hidup. Gedung kesenian tersebut masih terbuat dari bahan bambu yang sederhana. Kemudian pada masa pemerintahan Hindia Belanda gedung kesenian dibongkar dan diganti dengan material yang lebih permanen, yang kini menjadi Gedung Kesenian Jakarta (Schouwburg). Pasar baru dikelilingi bangunan-bangunan penting seperti halnya gedung Departemen Keuangan, gedung Kesenian dan kantor Pos, sehingga membuat toko-toko di Pasar Baru pada masa itu cepat berkembang menjadi pusat perbelanjaan utama.

1920, terjadi proses Eropanisasi, dimana

bangunan-bangunan Cina yang sudah tua

dirobohkan dan diganti dengan

(11)

yang strategis yang dekat dengan jalan Veteran dimana banyak dihuni oleh orang Eropa.

1930, sejak Indonesia merdeka, Pasar Baru menjadi pusat aktivitas ekonomi Jakarta. Berdasarkan catatan sejarah, disebutkan bahwa pada tahun 1930-an pemilik toko di sep1930-anj1930-ang kawas1930-an Pasar Baru tidak lagi didominasi oleh para pedagang Cina, namun sebagian dimiliki oleh kelompok etnik India dan Jepang. Kala itu di Pasar Baru banyak dijual barang-barang kebutuhan sehari-hari bangsa Eropa, mulai dari sepatu, kain, pakaian, perabot rumah tangga, obat-obatan, buku sampai peralatan fotografi. Harga dan kualitasnya beraneka ragam dan tidak kalah dari yang dijual di pertokoan sejenis yang berada di Eropa. Pada bagian utara dari Pasar Baru (sebelah gedung Metro sekarang) juga terdapat pasar basah yang menjual aneka bahan makanan sehari-hari seperti sayuran, ikan dan daging.

(12)

atribut fesyen lainnya. Konsep Mall pada saat itu masih dalam arti yang sebenarnya dimana terdapat penataan bangku-bangku untuk beristirahat dan

pepohonan. Berbeda dengan konsep mall saat ini

yang memindahkan deretan toko ke dalam ruang tertutup dan mengandalkan alat pendingin ruangan.

1980, pamor Pasar Baru mulai pudar dikarenakan intervensi dari kepadatan kendaraan bermotor dan polusi yang merusak suasana pertokoan yang terbuka. Koridor jalan dipenuhi oleh kendaraan yang parkir dan berlalu-lalang. Kenyamanan yang dimiliki oleh pusat perbelanjaan yang sejuk dan teduh nyaris punah. Hampir bersamaan dengan itu, di bagian

utara Pasar Baru bermunculan pusat-pusat

perbelanjaan baru seperti Metro, King Plaza dan Harco yang berbentuk Mall tertutup yang sejuk karena penggunaan AC. Sejak itu pula deretan toko-toko di Pasar Baru menjadi kalah menarik dan mulai ditinggalkan. Walaupun pamor Pasar Baru sudah menurun, sebagian warga kota masih ada yang fanatik dan setia berbelanja ke Pasar Baru. Hal itu disebabkan oleh adanya kepercayaan bahwa tempat

membeli emas dan tekstil yang terbaik,

(13)

memberikan identitas keberadaan kota lama dengan wujud fisik yang tersisa dan memori kejayaannya.

Gambar 1.1 Pasar Baru dari Tahun 1900, 1935, 1949 dan 2001 Sumber: kelurahanpasarbaru.com, diakses 9 Pebruari 2012

1990, dalam rangka merangsang pertumbuhan aktivitas yang kian menurun, pemerintah setempat

berupaya mereduksi fungsi kawasan dengan

penerapan konsep pedestrian mall. Konsep tersebut ditetapkan dengan membatasi akses kendaraan melalui Jalan Pasar Baru pada pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam.

(14)

internasional melalui SK Gubernur No. 3048/2000 pada 18 Oktober 2000. Penetapan yang telah diberlakukan lebih dari satu dekade tersebut tidak membuahkan hasil maksimal, terbukti kualitas kawasan yang terus mengalami penurunan. Kini sisa-sisa era kejayaan pusat fesyen tersebut masih dapat dilihat dari spirit dan aktivitas perdagangan saat ini yang didominasi oleh toko-toko tekstil, sepatu, tas dan aksesoris fesyen lainnya serta penyelenggaraan festival dan aktivitas seni dan budaya. Walaupun upaya untuk menjadikan Pasar Baru sebagai tempat wisata yang menggabungkan unsur ekonomi, seni dan budaya sudah ada namun masih perlu banyak dibenahi baik dari segi fisik maupun non fisik.

2. PASAR BARU SAAT INI

(15)

Gambar 1.2 Pasar Baru Saat Ini

Kegiatan ekonomi pada kelurahan Pasar Baru yang terletak di Jakarta Pusat cukup strategis karena dekat dengan Taman Monas sebagai arena rekreasi kota. Pasar Baru terdapat di antara kawasan perdagangan dan jasa (kawasan perbelanjaan Pasar Baru dan pertokoan Jl. KH. Samanhudi) serta kawasan seni dan budaya (pertokoan dan bangunan pariwisata Jl. DR. Sutomo dan Jl. Antara). Sedangkan pada bagian timur dan baratnya merupakan kawasan hunian dan bangunan umum.

(16)

pemukiman belum disesuaikan dengan fungsi barunya sebagai penampung kegiatan perdagangan. Pertemuan antara kedua fungsi ini juga masih terlihat tumpang tindih dan tidak ada batasan yang jelas.

Kawasan ini dengan jelas mempertemukan dua dominasi fungsi lahan yang berbeda, yakni fungsi

perdagangan dengan fasilitas umum dan

pemerintahan. Hingga saat ini penataan kedua fungsi lahan tersebut masih berjalan masing-masing tidak disesuaikan dengan daya dukung lahan secara keseluruhan.

3. PASAR BARU DI MASA DEPAN

(17)

1) Hal tersebut dapat meningkatkan citra wisata Kota Jakarta yang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut antara

lain dengan peningkatan keamanan dan

ketertiban, penataan lokasi pada jalur kawasan wisata unggulan di Jakarta agar tercipta suasana aman, tertib, tentram, indah dan berseri.

2) Kawasan Pasar Baru merupakan kawasan

unggulan di Jakarta yang perlu dijadikan kawasan wisata belanja bertaraf internasional.

Dalam artikel Pasar Baru Semrawut Semakin Tidak Nyaman (Pos Kota, 29 Desember 2011), DPRD DKI Jakarta mendesak pemerintah provinsi untuk menata Pasar Baru, bukan hanya semata untuk kenyamanan pengunjung maupun pelaku usaha semata. Namun juga untuk citra Jakarta sebagai kota

jasa. Berdasarkan fenomena-fenomena yang

melatarbelakangi permasalahan kawasan tersebut, penulis memandang penting untuk melakukan revitalisasi kawasan Pasar Baru Jakarta. Dimana untuk mengembalikan kejayaan kawasan dan agar segala aspek di dalamnya dapat berkesinambungan, upaya yang dapat dicapai adalah dengan mengembalikan Pasar Baru menjadi salah satu ikon Kota Jakarta dan

(18)
(19)
(20)

II

Bangunan-bangunan

Di Pasar Baru

(21)

Teman-teman, apa saja ya

bangunan yang ada di

(22)

1. BANGUNAN CAGAR BUDAYA

Sebagai salah satu bagian dari kota lama, kawasan Pasar Baru (Passer Baroestraat) memiliki sebaran bangunan yang memiliki sinifikansi sejarah dan budaya kota lama. Bangunan-bangunan tersebut berusia di atas 100 tahun dengan gaya arsitektur Eropa maupun arsitektur Cina yang masih tercatat

dengan jelas dan keberadaannya masih

dipertahankan sebagaimana bentuk aslinya. Berikut bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sekitar kawasan Pasar Baru dan dilindungi berdasarkan Daftar Bangunan Cagar Budaya DKI Jakarta (lihat Gambar 2.1):

1. Gedung kesenian Jakarta, disebut juga

Schouwburg, merupakan bangunan yang

dibangun pada pemerintahan Inggris pada tahun 1914, dengan gaya Art Deco. Gedung ini tidak hanya menjadi gedung pertunjukan, tahun 1926 kongres pemuda pertama diadakan di gedung ini kemudian pada jaman pendudukan Jepang gedung ini pernah menjadi markas tentara, kemudian pada tanggal 29 Agustus 1945 Presiden Soekarno meresmikan Komite Nasional Indonesia (KNIP ) di gedung ini.

(23)

dipindahkan ke gedung baru, maka Gedung Kantor Pos ini kemudian dikenal sebagai Gedung (Kantor) Filateli.

3. Museum Fotografi (Kantor Antara), sebelumnya dikenal dengan gedung Antara, yang merupakan kantor jurnalis pada masa kemerdekaan. Bangunan yang memiliki arsitektur bergaya Art Deco ini sekarang dijadikan Museum Fotografi yang memuat berbagai foto tua dan foto yang berhubungan dengan dunia jurnalistik.

4. Batik Sutra Putih, sebelumnya adalah Apotik Kimia Farma dan dikenal dengan nama Apotheek.

Bangunan ini memiliki gaya arsitektur dan ornamen khas Art Deco. Hingga saat ini rangka-rangka bangunan masih dipertahankan, namun beberapa material seperti kaca telah mengalami perubahan.

5. Toko Kompak, merupakan bangunan bekas

kediaman Majoor Tio Tek Ho. Bangunan ini masih dipertahankan bentuk aslinya dan telah berusia lebih dari 200 tahun. Bangunan dengan gaya arsitektur Cina dengan sedikit pengaruh Art Deco

(24)

6. Gereja Ayam, dahulu bernama Haantjes Kerk, diresmikan pada tahun 1915. Pada tahun 1953 namanya dirubah dinamakan Gereja Pniel. Bangunan yang mempunyai dua buah menara pada tampak depannya ini bergaya neo-romanik dengan unsur-unsur neo-barok.

7. Sekolah Santa Ursula, disebut juga Ursulint Zuster School, sekolah ini didirikan pada tahun 1859 oleh para suster Ursulin di Indonesia. Sekolah yang memiliki gaya arsitektur Art Deco ini, masih mempertahankan bentuk aslinya.

Gambar 2.1 Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Pasat Baru

Dari tujuh bangunan di atas dua di antaranya berada pada koridor jalan Pasar Baru. Perubahan pada bangunan tersebut tidak diperkenankan, namun pemeliharaan dan perbaikan merupakan hal yang harus diupayakan mengingat kondisinya saat ini yang minim pemeliharaan.

4. Batik Sutra Putih

(25)

2. BANGUNAN BERNILAI SEJARAH

Pada koridor jalan Pasar Baru, terdapat beberapa bangunan yang dinilai layak dipertahankan dan dijadikan ikon heritage pada koridor jalan Pasar Baru, karena bentuk dan langgamnya masih dianggap mewakili sejarah kota lama kawasan. Bangunan tersebut merupakan beberapa bangunan yang masuk ke dalam kelompok berpotensi historis yang masih memiliki signifikansi sejarah dan budaya untuk dipreservasi, antara lain (lihat Gambar 2.2):

a. Garuda, merupakan toko alat olah raga dengan bangunan historis yang telah mengalami perubahan pada fasad. Rangka dan atap bangunan pelana adalah elemen bersignifikansi sejarah bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

b. Tekstil Sogo, merupakan toko tekstil dengan bangunan berpotensi historis, dimana atap dan fasad pada lantai 2 (plafon dan lubang angin) memiliki ornamen bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

c. Jean Machine, merupakan toko pakaian dengan bangunan berpotensi historis, dimana atap dan fasad pada lantai 2 (railing dan bukaan) memiliki ornamen bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

(26)

ornamen bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

e. Dasa Permai, merupakan toko pakaian dengan pengolahan bangunan secara eklektik, dimana fasad pada lantai 2 memiliki ornamen tempelan yang meniru gaya Art Deco.

f. Elite Fashion, merupakan toko pakaian dengan pengolahan bangunan secara eklektik, dimana fasad pada lantai 2 memiliki ornamen tempelan yang meniru gaya Art Deco.

g. Tamar Tamim Tekstil, merupakan toko tekstil dengan bangunan berpotensi historis, dimana atap dan fasad pada lantai 2 (lubang angin dan bukaan) memiliki ornamen bercirikan Art Deco

yang masih dapat dikenali.

h. Gedung kosong (eks Nyonya Meneer), adalah bangunan bekas toko jamu yang memiliki muatan memori sejarah dan budaya masa lampau. Toko ini terkenal di masa lalu sebagai penyedia berbagai obat dan jamu tradisional. Wujud fisik bangunannya memperlihatkan gaya arsitektur Art Deco yang jelas dari bentuk, fasad (ornamen lubang angin dan bukaan) serta bentuk atap.

(27)

ornamen bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

j. Batik Sutra Kencana, merupakan toko tekstil dengan bangunan berpotensi historis, dimana elemen atap dan fasad (bukaan) pada lantai 2 memiliki ornamen bercirikan arsitektur Cina yang masih dapat dikenali.

k. Lee Ie Sang, merupakan toko perabot dengan bangunan berpotensi historis, dimana fasad pada lantai 2 (artikulasi garis dan bidang) memiliki ornamen bercirikan Art Deco yang masih dapat dikenali.

Gambar 2.2 Bangunan Bernilai Sejarah pada Koridor Pasat Baru a. Garuda b. Textile Sogo

h. Eks Ny. Meneer i. Vini Vidi Vici

e. Dasa Permai g. Tamar Tamim

(28)

III

Kegiatan Menarik

Di Pasar Baru

(29)

Apa saja ya,

kegiatan yang dapat dilakukan

(30)

Pada kawasan Pasar Baru terdapat kumpulan kegiatan baik itu perdagangan dan seni budaya. Kegiatan-kegiatan tersebut beragam macamnya dan muncul karena adanya dorongan dari berbagai komunitas yang ada di kawasan yang bersangkutan. Kegiatan pada kawasan dikelompokan berdasarkan bidang-bidang unggulan yang ada dan dimasukkan ke dalam penggolongan kegiatan belanja, seni dan budaya serta kuliner.

1. KEGIATAN BELANJA

(31)

Gambar 3.1 Kegiatan Belanja Fesyen di Kawasan Pasar Baru

Selain keberadaan Pasar Baru sebagai kawasan belanja dan bersejarah, kawasan ini masih menyimpan keunggulan lainnya, seperti obyek hiburan dan fasilitas akomodasi, hotel dan penginapan, restoran hingga pedagang kaki lima. Dukungan aktivitas pedagang kaki lima (perdagangan informal) di sekitar kawasan banyak bergerak di bidang fesyen, aksesoris dan kuliner. Aktivitas perdagangan informal yang tidak diwadahi ini menjadi kegiatan ekonomi yang cukup hidup melihat dari banyaknya antusiasme pengunjung yang tertarik berbelanja pada pedagang kaki lima dan kios-kios lainnya. Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa

perdagangan informal tidak diperhitungkan

keberadaannya oleh pemerintah setempat dan

(32)

Gambar 3.2 Kegiatan Perdagangan Informal di Pasar Baru

Sumber: seputarpasarbaru.wordpress.com, diakses 13 Pebruari 2012

2. KEGIATAN SENI DAN BUDAYA

Kegiatan seni dan budaya, adalah salah satu kegiatan yang memberikan ciri khas pada kawasan dimana adanya sebaran pertokoan etnik dan budaya, komunitas penjual peralatan lenong betawi, kios-kios pengrajin seni lukis, yang tersebar di beberapa wilayah Pasar Baru. Kegiatan tersebut mendorong sering diadakannya festival seni dan budaya pada Tahun Baru, Festival Passer Baroe (pada 22 Juni, berupa lomba tarik perahu, lomba hias perahu, gebuk bantal di atas kali, panjat pinang di atas kali, lomba menghias toko, dan lomba modifikasi roti buaya, pameran lukisan dan jual beli alat lenong yang cukup terkenal di antara komunitasnya.

(33)

Gambar 3.3 Seni dan Budaya Pasar Baru

Sumber: beritajakarta.com, diakses 1 Desember 2011

3. KEGIATAN KULINER

(34)

Gambar 3.4 Kuliner di Pasar Baru

(35)

IV

Pelestarian

Pasar Baru Jakarta

(36)

Apa yang dapat dilakukan

agar kawasan Pasar Baru

(37)

Pengembangan kawasan kota yang bersejarah pada hakekatnya memerlukan suatu proses rekam jejak terkait keberadaannya di masa lalu. Kondisi serupa terjadi pada kawasan kota lama, Pasar Baru Jakarta. Kejayaan masa lalu yang dimiliki oleh kawasan Pasar Baru, baik itu berupa artefak sejarah fisik maupun non fisik, menjadi salah satu hal penting yang perlu dilestarikan.

Artefak sejarah meliputi bangunan dan

(38)

Kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk aktivitas komunitas berkembang dengan sangat baik di Pasar Baru. Kegiatan-kegiatan yang berupa industri kreatif di bidang seni dan budaya tersebut tersebar di sekitar kawasan dan memberi warna yang cukup khas, seperti halnya pertokoan lenong betawi dengan pertunjukan lenongnya. Perkembangan kegiatan-kegiatan tersebut diperkaya dengan keberadaan bangunan dan lingkungan di sekitar koridor komersial Pasar Baru yang memiliki fungsi, struktur dan morfologi yang menarik. Sebut saja Gedung Kesenian Jakarta, Museum Fotografi dan sebagainya, Jalan Pasar Baru dan Jalan Kelinci yang memiliki sejarah unik bagi kota, sungai Ciliwung

pada bagian selatan kawasan yang sangat

menunjang bagi kegiatan festival seni dan budaya, serta titik-titik transportasi umum yang strategis dan memberikan banyak kemudahan dalam pencapaian kawasan.

(39)

menjadikan Pasar Baru sebagai kawasan wisata belanja bertaraf internasional. Untuk itu, diperlukan suatu nilai jual yang dapat menjembatani antara kejayaan sejarah Pasar Baru di masa lalu dan tuntutan di masa depan. Nilai jual yang dimaksud di sini adalah suatu komoditi yang khas dan mampu mendukung tujuan wisata belanja tersebut. Fesyen

yang perkembangannya sangat cepat dapat

menghubungkan kesuksesan di masa lalu dan perkembangan di masa depan. Fesyen yang bersifat dinamis dan variatif juga mampu mempertemukan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat kota yang berbeda-beda. Berdasarkan alasan tersebutlah fesyen dapat dimanfaatkan sebagai nilai jual dan tema dalam penataan koridor komersial Pasar Baru dan menjadi katalisator bagi pengembangan kawasan budaya di sekitarnya.

(40)
(41)

Sampai jumpa,

teman-teman!

(42)

Daftar Pustaka

SUMBER BACAAN

Hightower et al. (2009). Energy Corridor: Livable Centers Plan, Energy Corridor, City of Houston, Texas.

Jacobs, Allan. (1993). Great Streets. MIT Press, Cambridge, Massachusetts.

Katz, Peter. (1994). The New Urbanism - Toward an Architecture of Community. Portland

Rubenstein, Harvey. M. (1992). Pedestrian Malls, Streetscapes and Urban Spaces. John Wiley & Son Inc., New York.

Tesis

Puspitasari, Cynthia (2013). Penataan Koridor Komersial sebagai Katalisator Pengembangan Kawasan Budaya: Pasar Baru Jakarta sebagai Fashion Street. Tesis Magister Rancang Kota, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Peraturan Perundang-undangan

Rencana Detail Tata Ruang Jakarta Pusat Tahun 2010-2030, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2010

Rencana Wilayah Ruang Kota DKI Jakarta Tahun 2010-2030, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2010

Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 3048/2000 tentang Penunjukan Pasar Baru dan Sekitarnya menjadi Kawasan Wisata Belanja Bertaraf Internasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2000

Artikel

Pasar Baru Semrawut Semakin Tidak Nyaman, Pos Kota, 17 Desember 2011.

Website

(43)

SUMBER GAMBAR

Cover batas

Sketsa Gerbang Selatan Pasar Baru Jakarta oleh Cynthia Puspitasari

Gambar 1

Dokumentasi Pribadi

Gambar 1.1 Alam Semesta

Gambar 1.1 Pasar Baru dari Tahun 1900, 1935, 1949 dan 2001

http://kelurahanpasarbaru.com, diakses 9 Pebruari 2012

Gambar 1.2 Pasar Baru Saat Ini

Dokumentasi Pribadi

Gambar 1.3 Petunjuk Jalan Pasar Baru

Dokumentasi Pribadi

Gambar 2

Dokumentasi Pribadi

Gambar 2.1 Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Pasat Baru

Dokumentasi Pribadi

Gambar 2.2 Bangunan Bernilai Sejarah pada Koridor Pasat Baru

Dokumentasi Pribadi

Gambar 3

Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.1 Kegiatan Belanja Fesyen di Kawasan Pasar Baru

Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.2 Kegiatan Perdagangan Informal di Pasar Baru

http://seputarpasarbaru.wordpress.com, diakses 13 Pebruari 2012

Gambar 3.3 Seni dan Budaya Pasar Baru

http://beritajakarta.com, diakses 1 Desember 2011

Gambar 3.4 Kuliner di Pasar Baru

http://warungjakarta.blog.com, diakses 1 Desember 2011

Gambar 4

Gambar

Gambar 1
Gambar 1.1 Pasar Baru dari Tahun 1900, 1935, 1949 dan 2001 Sumber: kelurahanpasarbaru.com, diakses 9 Pebruari 2012
Gambar 1.2 Pasar Baru Saat Ini
Gambar 1.3 Petunjuk Jalan Pasar Baru
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, pasar seni yang dimaksud merupakan pasar seni yang tidak hanya mendukung seni dan budaya saja tetapi juga kuliner khas yang terdapat di Jawa Barat dan

PENGARUH PERKEMBANGAN AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN SOLO BARU.. Kawasan Solo Baru memiliki letak sangat strategis dan pada

Keterpaduan pasar dalam jangka panjang antara harga ikan bandeng di Muara Baru dan Jembatan Lima dapat diketahui dengan nilai Index of Market Connection (IMC) yang

Untuk memperlihatkan keindahan dan keunikan dari budaya Pasar Terapung Lok Baintan memerlukan teknik fotografi yang baik dan dikemas menjadi buku bacaan

Penelitian ini mengkaji dan menganalisis mengenai Kinerja Bidang Pengelolaan Pasar dalam Pengelolaan Pasar Baru Subang. Pendekatan penelitian yang di gunakan untuk mengkaji

Pada medio 1970 muncul fenomena baru terhadap bangunan perdagangan di kawasan waterfont (karena sebagian besar dibangun di tepian air), yaitu Pasar Festival ( festival marketplaces

penelitian dengan judul “ PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI PASAR BARU DAN PASAR SAYUR MAGETAN”..

”Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 56/M-DAG/9/2014, Tentang Pedoman Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern.. Pasar Tradisional