• Tidak ada hasil yang ditemukan

Talaqqi Madah; Quwwatul Maal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Talaqqi Madah; Quwwatul Maal"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Quwwatul Maal

(2)

I. TUJUAN UMUM

Terbentuknya pribadi muslim yang memiliki

keahlian dan kemampuan dalam berdawah

pada setiap ruang lingkup dan berbagai kondisi,

memiliki kemampuan untuk membina orang

lain, mampu menghadapi dan mengatasi

tantangan, problematika serta merasakan

pentingnya amal jama'i dan amal untuk

(3)

II. TUJUAN KHUSUS

1. Menjelaskan urgensi quwwatul maal untuk

bekal dawah

2. Menjelaskan Kewajiban Berjihad di jalan Allah

3. Menjelaskan bahwa Jihad yang Sempurna

adalah dengan kekuatan harta sendiri

4. Menjelaskan bahwa waktu dan kekayaan

adalah harta kita

5. Menjelaskan bahwa harta yang kita miliki

bukan seutuhnya milik kita

(4)

III. SASARAN AFEKTIF &

PSIKOMOTORIK

1.

Mengajak manusia berjihad dengan harta

mereka

2.

Membiayai dakwah dengan harta kita

3.

Termotivasi untuk memberikan perhatian, ide

dan pemikiran terhadap segala bentuk

program yang akan memberikan nilai tambah

pada para pemuda muslim.

(5)

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah:

1. Kegiatan Pembuka

• Mengkomunikasikan tema dan tujuan kajian Quwwatul Maal

2. Kegiatan Inti:

• Kajian materi Quwwatul maal

Berdikusi dan tanya tentang Quwwatul Maal ( lihat tujuan Kognitif,

afektif dan psikomotor)

• Penekanan dari murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung di dalam materi tersebut

3. Kegiatan Penutup:

• Tugas mandiri (lihat kegiatan pendukung)

(6)

V. PILIHAN KEGIATAN PENDUKUNG.

1. Melakukan daurah Fun Rising

2. Melakukan daurah pelatihan dakwah.

3. Syiar unfaq.

4. Menulis makalah yang menjelaskan Quwwatul Maal menuju kebangkitan umat

5. Menulis cerita pendek (cerpen) yang menerapi segala hambatan dan rintangan yang dihadapi para da'I dalam kehidupan dan

dakwahnya.

6. Memberikan ceramah yang menjelaskan bahwa urgensi dan pengaruh Quwwatul Maal dalam kebangkitan umat

(7)

VI. SARANA EVALUASI DAN MUTABA’AH.

1.

Ujian pengetahuan sekitar paket mata pelajaran.

2.

Mengevaluasi dan memberikan catatan yang sesuai

dengan prilaku umum dengan mencapai target

dakwah.

3.

Mengevaluasi dan memberikan catatan kesertaan

dalam kegiatan pendukung.

4.

Mengevaluasi latihan dengan target tujuan-tujuan

moral.

(8)

VII. Tujuan pengayaan dzatiyah

1. Memberikan pemahaman dan kesadaran bahwa untuk leading di masa depan harus mau melakukan pembinaan pemuda dari sejak dini dan kemandirian dalam ekonomi

2. Memberikan kesadaran bahwa hanya pemuda dengan kriteria tertentulah yang bisa menjadi pilar kebangkitan umat.

3. Menumbuhkan semangat membina para pemuda dengan acuan order SDM masa depan yang sudah diprediksi dan diantisipasi sejak dini.

4. Menanamkan keyakinan bahwa hanya dengan penyebaran

pemahaman Islam yang syamilah umat ini bisa diselamatkan dari kehancuran.

5. Menanamkan keyakinan bahwa umat ini membutuhkan kegiatan da’wah islam yang memiliki program tarbiyatul umah untuk

(9)

VIII. Referensi

1. Kitab: Kaedah-kaedah dakwah kepda Allah [Dr. Hammam Sa’id]

2. Kitab: Nurul Yaqin [Al-Khudhari]

3. Amar Ma’ruf dan nahi munkar. Kar. Jalaluddin Al-Umari.

4. Dakwah Islam kewajiban syariat dan kepentingan manusia. Kar. Dr. Shadiq Amin.

5. Thariq Dakwah. Kar. Syeikh. Mustafa Masyhur.

6. Problematika Dakwah dan Da’i. Kar. Fathi Yakan.

7. Kaifa Nad’un Nas. Kar. Fathi Yakan.

8. Kaifa Nad’un Nas. Kar. Abdul Badi’I Shaqar.

9. Tujuan-tujuan Utama bagi Da’i. Kar. A. Qathan, Jassim Muhalhil.

10. Wa bilhaqi shadamna fi wajhith thughyan” Mahmud Abdul Wahhab Fayid.

11. Fikih Dakwah. Kar. Syeik Mustafa Masyhur.

12. Buku catatan harian dakwah dan da’i. Kar. Hasan Albanna.

13. Risalah Dakwatuna. Kar. Albanna.

14. Bagaimana mendakwahi orang lain. Kar. Dr. Abdul Badi’ shaqar.

15. Dakwah kepada llah. Kar. Dr. Taufiq Al-Wa’i.

16. Islam dan Kondisai perekonomian kita. Kar. Abdul Qadir Audah.

17. Undang-undang kesatuan peradaban. Kar. Al-Ghazali.

18. Syarah Ushul Isyrin. Kar. Al-Qaradhawi.

(10)
(11)

Ketika membaca sirah perjuangan generasi Islam pertama, tentu akan ditemukan para pejuang sejati yang telah mengorbankan jiwa dan hartanya untuk perjuangan di jalan Allah. Dada mereka yang telah dipenuhi oleh keimanan dan keislaman tidak pernah ragu mengorbankan apa saja untuk kepentingan agamanya. Perjuangan agung mereka tidak mungkin dapat diuraikan satu per satu, namun perjuangan mereka pada hakikatnya adalah perjuangan suci yang dilandasi keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka sangat yakin bahwa semua pengorbanan yang diberikan akan dibalas dengan surga dan segala kenikmatannya. Untuk mendapat kenikmatan akhirat inilah, mereka berlomba-lomba mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Pengorbanan mereka yang agung dan mulia telah menjadikan Islam sebagai agama yang menyelamatkan dunia.

(12)

Mereka yang memiliki harta benda dan mengaku sebagai orang yang beriman, tidak akan menumpuk harta bendanya secara berlebih-lebihan sebagaimana yang telah dicontohkan generasi Islam pertama, karena mereka mengetahui bahwa dunia ini adalah ladang untuk menanam amal saleh agar dapat dipanen kelak di akhirat. Mereka yang telah diberi kelebihan harta oleh Allah, namun dipergunakan untuk kepuasan duniawi dan tidak dibelanjakan di jalan Allah, bukanlah termasuk

(13)

Unsur-unsur Kekuatan dalam Islam

(

Anaashiru al-Quwwah fil Islam

)

Ada 5 (lima) kekuatan yang harus dimiliki kembali oleh umat Islam jika ingin maju. Kekuatan tersebut adalah

1.kekuatan iman,

2.kekuatan ilmu,

3.kekuatan persaudaraan,

4.kekuatan harta dan

5.kekuatan angkatan perang.

(14)

Suatu hari Abdullah bin Abbas memakai pakaian paling indah dan mahal, berharga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan

dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadat tetapi meminggirkan ilmu dan tidak mau mempelajari al-Quran, fiqh dan hadits Rasulullah SAW. Mereka terkenal sebagai kaum yang picik, fanatik, puritan dan membenci siapa saja yang berseberangan paham dengan mereka.

Abdullah bin Abbas mandi dan memakai parfum paling harum, menyikat rambutnya serta mengenakan pakaian indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang picik yang memakai baju tebal dan tambalan, muka yang berdebu serta kusut masai.

Mereka berkata, “Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas menjawab, “Apakah kalian lebih tahu mengenai Rasulullah SAW

(15)

Dalam al-Quran, Allah menegaskan bahwa

jihad dalam menegakkan agama Allah wajib

memiliki bekal persiapan. Firman-Nya :

ِ اا اوُدَع ِهِب َنوُبِهْرُت ِلْيَخْلا ِطاَبِر ْنِمَو ٍةاوُق ْنِم ْمُتْعَطَتْسا اَم ْمُهَل اوّدِعَأَو

ْنِم اوُقِفْنُت اَمَو ْمُهُمَلْعَي ُ اا ُمُهَنوُمَلْعَت َل ْمِهِنوُد ْنِم َنيِرَخَآَو ْمُكاوُدَعَو

َنوُمَلْظُت َل ْمُتْنَأَو ْمُكْيَلِإ افَوُي ِ اا ِليِبَس يِف ٍء ْيَش

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka

dengan apa saja dar segala jenis kekuatan yang

dapat kamu sediakan dari pasukan berkuda yang

lengkap untuk menggetsrksn musuh Allah dan

(16)

Islam menggalakkan umatNya bekerja

sungguh-sungguh untuk meraih keuntungan

duniawi. Semua kekayaan yang dianugerahkan

Allah hendaklah dibelanjakan di jalan Allah.

Rasulullah saw berpesan agar umat Islam tidak

memberatkan masalah ibadah yang sebenarnya

mudah dilakukan, sampai pada tahap

berlebih-lebihan sehingga menyusahkan diri sendiri. Islam

(17)

A. Harta itu milik

Allah

(18)

1

.

Harta adalah milik Allah dan

manusia membutuhkan harta dari

Allah

Allah berfirman:

ُديِم َحْلا ّيِنَغْلا َوُه ُ اا َو ِ اا ىَلِإ ُءاَرَقُفْلا ُمُتْنَأ ُساانلا اَهّيَأ اَي

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada

Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak

(19)

Allah berfirman Allah SWT:

ٌميِظَع ٌر ْجَأ ُهَدْنِع ُ ااَو ٌةَنْتِف ْمُكُد َلْوَأَو ْمُكُلاَوْمَأ اَمانِإ

''Sesungguhnya hartamu dan

anak−anakmu hanyalah cobaan (bagimu).

Di sisi Allahlah pahala yang besar.''

(At−Taghabun: 15).

2. Harta pada dasarnya bersifat netral. Ia tidak

mulia atau hina, baik atau buruk. Ia lebih sebagai

ujian bagi sifat dasar manusia terhadap Allah

(20)

Nabi saw bersabda:

َلاَثْمَأ اَهِدِبَك َذ َلْفَأ ُضْرَ ْلا ُءيِقَت َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر َلاَق َلاَق َةَرْيَرُه يِبَأ ْنَع

يِف ُلوُقَيَف ُعِطاَقْلا ُءيِجَيَو ُتْلَتَق اَذَه يِف ُلوُقَيَف ُلِتاَقْلا ُءيِجَيَف ِةاضِفْلاَو ِبَهاذلا ْنِم ِناَوُطْسُ ْلا

ُهْنِم َنوُذُخْأَي َلَف ُهَنوُعَدَي امُث يِدَي ْتَعِطُق اَذَه يِف ُلوُقَيَف ُقِرااسلا ُءيِجَيَو يِمِحَر ُتْعَطَق اَذَه

ائئْيَش

(21)

Hakikat harta diterangkan Rasulullah saw

seperti sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu

Hurairah:

َتْلَكَأ اَم الِإ َكِلاَم ْنِم َمَدآ َنْبا اَي َكَل ْلَهَو َلاَق يِلاَم يِلاَم َمَدآ ُنْبا ُلوُقَي

َتْيَضْمَأَف َتْقادَصَت ْوَأ َتْيَلْبَأَف َتْسِبَل ْوَأ َتْيَنْفَأَف

(22)

B. Kebutuhan

Jihad akan Harta

(23)

B. Kebutuhan Jihad akan Harta

(Ihtiyajatul Jihad)

Jihad yang sempurna dilakukan dengan jiwa, harta dan lisan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Daud dan lainnya)

(24)

Keutamaan berjihad dengan harta adalah

dicatat sebagai orang yang ikut berjihad dan

merupakan shadaqah yang paling utama.

Rasulullah SAW bersabda,

ِ اا ِليِبَس يِف ائيِزاَغ َفَلَخ ْنَمَو اَزَغ ْدَقَف ِ اا ِليِبَس يِف ائيِزاَغ َزاهَج ْنَم

اَزَغ ْدَقَف ٍرْيَخِب

(25)

Bahkan dalam hadits yang lain

Rasulullah SAW bersabda,

انِإَف ِهِدْعَوِب ائقيِدْصَتَو ِ الاِب ائناَميِإ ِ اا ِليِبَس يِف ائسَرَف َسَبَت ْحا ْنَم

ِةَماَيِقْلا َم ْوَي ِهِناَزيِم يِف ُهَل ْوَبَو ُهَث ْوَرَو ُهايِرَو ُهَعَبِش

(26)

Seorang mukmin sejati, pantang untuk

digantikan dan pantang untuk mundur dari

gelanggang dakwah dan jihad fii sabilillah.

Sebaliknya ia akan senantiasa memompa

semangatnya untukberjihad di jalan Allah dan

menegakkan dakwah baik dengan hati, lisan

dan perbuatannya.

Laa izzata illaa bijihaadin

(27)

C. Jihad harta upaya

perimbangan dalam

(28)

Dr. Said Hawwa dalam bukunya

Jundullah

menulis tentang jihad harta ini,

“Sebenarnya jihad

dengan harta

(jihad bil-mal)

ini merupakan bagian vital

dari jihad-jihad yang lain. Risalah dakwah tidak akan

berjalan dengan sempurna tanpa adanya bantuan

logistik dan dana yang kuat, lebih-lebih ketika sedang

mempersiapkan kekuatan dalam rangka menghadang

kekuatan musuh. Setiap gerak dakwah tidak bisa

terlepas dari masalah dana, sebab dalam

pelaksanaannya, dakwah memerlukan sarana dan

(29)

Dr. Yusuf al-Qaradhwi dalam Fiqhuz-Zakah menulis

tentang beberapa bentuk jihad masa kini yang harus

diperhatikan, yaitu sebagai berikut :

1.Mendirikan pusat-pusat kegiatan Islam yang representatif

di negara Islam, sebagai pusat taklim dan tarbiyah bagi

generasi muda Islam, menyampaikan/mengajarkan ajaran

Islam secara

sharih

‘jelas’ dan benar, membentengi akidah

dari bahaya kemusyrikan dan kekufuran, memelihara

kemumian pola pikir islami agar tidak tergelincir, serta

mempersiapkan diri untuk membela Islam dan menghalau

musuh-musuhnya.

2.Mendirikan pusat kegiatan bagi kepentingan penyiaran

(30)

3. Mendirikan unit usaha di bidang percetakan, baik berupa surat kabar, majalah tabloid, maupun brosur-brosur, untuk menangkis berita-berita dari luar yang merusak dan

memutarbalikkan fakta kebenaran Islam, membuka tabir kebohongan musuh-musuh Islam, serta menjelaskan Islam yang sebenarnya.

4. Termasuk di dalamnya adalah penyebaran buku-buku Islam dari penulis-penulis Islam yang bersih, yang mampu

menyebarkan ide/pikiran Islam dan membangkitkan

(31)

D. Distribusi Infak fi

sabilillah

(32)

Imam Syahid Hasan al-Banna sangat

menaruh perhatian pada aspek perekonomian .

Gerakannya mampu mengorganisasi usaha-usaha

perekonomian, bahkan pabrik-pabrik besar,

sebagai sumber dana perjuangannya. Usahanya

itu dikelola oleh jamaah secara profesional.

Demikian pula halnya dengan gerakan

ekonomi yang dikelola gerakan al-Arqam, yang

berpusat di Malaysia, dengan pabrik-pabrik dan

usaha perdagangan yang cukup maju serta

dikelola secara profesional oleh pribadi-pribadi

(33)

SUPLEMEN

PROFIL HARTAWAN

MUSLIM GENERASI

(34)

1. Khadijah ra., Ummahatul Mu’minin Pertama

Dalam tarikhnya, Ibnu Atsir menulis, “Siti Khadijah adalah seorang niagawati yang mempunyai kedudukan terhormat dan memiliki harta kekayaan besar. Dalam mengelola perniagaannya, ia mempekerjakan kaum pria untuk menjualkan barang-barang dagangannya dengan menerima sebagian dari keuntungan yang didapatnya.

(”3) (Lihat Muhammad al-Ghazali, Fiqhus Sunnah, hlm. 132)

Niagawati kaya raya ini lalu menikah dengan seorang pemuda calon pemimpin besar umat manusia, Muhammad al-amin. Allah telah memilih pendamping yang sangat tepat bagi misi-misi besar yang diembannya kelak, seorang wanita terhormat, kaya raya, cerdas, tegas, bijaksana, dan rela mengorbankan hartanya untuk mendukung perjuangan suaminya tercinta. Khadijah r.a. adalah profil hartawan muslimah agung yang pengorbanannya sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata.

(35)

Khadijah r.a., bangsawan kaya raya yang telah mengorbankan seluruh miliknya untuk perjuangan menegakkan risalah Islam yang diemban suaminya tercinta, Muhammad Rasulullah. Dengan pengorbanannya, ia rela hidup menderita, senantiasa kekurangan, meninggalkan kemewahan duniawi, menjadi miskin demi menegakkan keyakinannya; sampai ia wafat di tengah-tengah kemiskinan dan kekurangan suami dan para pengikut setianya. Sesungguhnya, pantaslah Rasulullah mencintai orang yang telah mengorbankan

(36)

2. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar ibnul-Khaththab

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah salah seorang bangsawan dan hartawan Quraisy yang mengikuti Rasulullah di awal dakwah Islam. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Abu Bakar telah banyak berbuat untuk menjayakan perjuangan Islam, membantu saudara-saudara seimannya yang lemah, membebaskan mereka dari perbudakan dan kesulitan-kesulitan ekonomi lainnya. Kederma- wanan Abu Bakar tidak dapat ditandingi oleh para sahabat lainnya karena ia telah mengorbankan seluruh harta bendanya untuk perjuangan Islam. Dalam sebuah riwayat disebutkan sebagai berikut.

ْنَأ ائمْوَي َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر اَنَرَمَأ ُلوُقَي ُهْنَع ُ اا َيِضَر ِبااطَخْلا َنْب َرَمُع ُتْعِمَس َلاَق ِهيِبَأ ْنَع َمَلْسَأ ِنْب ِدْيَز ْنَع ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر َلاَقَف يِلاَم ِفْصِنِب ُتْئِجَف ائمْوَي ُهُتْقَبَس ْنِإ ٍرْكَب اَبَأ ُقِبْسَأ َمْوَيْلا ُتْلُقَف يِدْنِع ئلاَم َكِلَذ َقَفاَوَف َقادَصَتَن اَم َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر ُهَل َلاَقَف ُهَدْنِع اَم ّلُكِب ُهْنَع ُ اا َيِضَر ٍرْكَب وُبَأ ىَتَأَو َلاَق ُهَلْثِم ُتْلُق َكِلْهَ ِل َتْيَقْبَأ اَم َمالَسَو ائدَبَأ ٍء ْيَش ىَلِإ َكُقِباَسُأ َل ُتْلُق ُهَلوُسَرَو َ اا ْمُهَل ُتْيَقْبَأ َلاَق َكِلْهَ ِل َتْيَقْبَأ

(37)

3. Utsman bin Affan

(38)

Ketika Perang Tabuk (perang terbesar ketika itu antara kaum muslimin dan tentara Romawi pada bulan Rajab tahun 9 H) diperintahkan oleh Rasulullah pada musim panas yang terik, perjalanan yang ditempuh amat jauh dan jumlah musuh sangat besar. Demikian pula perlengkapan yang dipersiapkan harus memadai. Rasulullah lalu menganjurkan kepada para sahabat untuk mengeluarkan sumbangan menurut kemampuan masing-masing.

Para sahabat berlomba-lomba mengeluarkan infak, demikian juga kaum wanita berlomba mengeluarkan barang perhiasannya dan menyerahkannya kepada Rasulullah guna membantu persiapan angkatan perang, namun sumbangan itu tidak seberapa banyak dan belum mencukupi persiapan guna menghadapi tentara Romawi yang demikian besar dan tangguh. Ketika Rasulullah memandang pasukan yang besar dan panjang dari para sahabat, beliau bersabda, “Barangsiapa yang dapat membiayai mereka. Allah akan mengampuninya.” Mendengar jaminan ampunan Allah itu, tampillah Utsman dari arah yang tidak diduga dari dalam barisan panjang itu, menyanggupkan diri untuk membiayai seluruh keperluan pasukan perang yang terkenal dengan nama Jaisul Usrah ‘pasukan di waktu susah’. Berkata Ibnu Syihab az-Zuhri sehubungan dengan infak Utsman bin Affan itu, “Utsman telah menyerahkan kepada Jaisul Usrah dalam Perang Tabuk sejumlah 940 ekor unta ditambah dengan 60 ekor kuda untuk membulatkan jumlah menjadi seribu ekor.”

(39)
(40)
(41)

6. Sa’ad Ibn Ar-Rabi

Al-Bukhari meriwayatkan sebagai berikut.

Setibanya kaum Muhajirin di Madinah, Rasulullah saw.

segera mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf

dengan Sa’ad ibnur-Rabi.’ Ketika itu, kepada

Abdurrahman, Sa’ad berkata, “Aku termasuk orang

Anshar yang mempunyai banyak harta kekayaan dan

kekayaan itu akan kubagi dua, separo untuk Anda dan

separo untukku. Aku juga mempunyai dua istri. Lihatlah

mana yang Anda pandang baik bagi Anda sebutkan

namanya, ia akan segera kucerai dan sehabis masa

iddahnya, Anda kupersilakan menikahinya.”

Referensi

Dokumen terkait

Sedang menurut Istilah kadar harta benda tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang memenuhi syarat kepada orang yang berhak menerimanya... Mengeluarkan

Shighat (pernyataan atau ikrar wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan sebagian harta bendanya).. Seorang yang merdeka dan merupakan pemilik barang; b). Benda yang

Telah kami dapati pada umat ini terkhusus yang bersuku Holimombo dari Buton, mereka berlebih-lebihan dalam memuliakan plasenta ini, ketika seorang wanita akan

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan

Pemahaman Muzakki Masjid Al-Magfirah Kelurahan Karame Tentang Zakat Maal Zakat maal berarti mensucikan harta yang menumpuk yang wajib dikeluarkan, dengan syarat cukup

MEMINTA HARTA BENDA KEPADA KAMU BAGI SERUANKU. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang- orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu

Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.. Israf adalah berlebih-lebihan. Contoh Israf yang tampak nyata dalam

Dikemukakan bahwa wakif (pihak yang mewakafkan harta bendanya) dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang (wakaf uang), yang dilakukan melaui Lembaga Keuangan Syariah yang di