Quwwatul Maal
I. TUJUAN UMUM
Terbentuknya pribadi muslim yang memiliki
keahlian dan kemampuan dalam berdawah
pada setiap ruang lingkup dan berbagai kondisi,
memiliki kemampuan untuk membina orang
lain, mampu menghadapi dan mengatasi
tantangan, problematika serta merasakan
pentingnya amal jama'i dan amal untuk
II. TUJUAN KHUSUS
1. Menjelaskan urgensi quwwatul maal untuk
bekal dawah
2. Menjelaskan Kewajiban Berjihad di jalan Allah
3. Menjelaskan bahwa Jihad yang Sempurna
adalah dengan kekuatan harta sendiri
4. Menjelaskan bahwa waktu dan kekayaan
adalah harta kita
5. Menjelaskan bahwa harta yang kita miliki
bukan seutuhnya milik kita
III. SASARAN AFEKTIF &
PSIKOMOTORIK
1.
Mengajak manusia berjihad dengan harta
mereka
2.
Membiayai dakwah dengan harta kita
3.
Termotivasi untuk memberikan perhatian, ide
dan pemikiran terhadap segala bentuk
program yang akan memberikan nilai tambah
pada para pemuda muslim.
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah:
1. Kegiatan Pembuka
• Mengkomunikasikan tema dan tujuan kajian Quwwatul Maal
2. Kegiatan Inti:
• Kajian materi Quwwatul maal
• Berdikusi dan tanya tentang Quwwatul Maal ( lihat tujuan Kognitif,
afektif dan psikomotor)
• Penekanan dari murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung di dalam materi tersebut
3. Kegiatan Penutup:
• Tugas mandiri (lihat kegiatan pendukung)
V. PILIHAN KEGIATAN PENDUKUNG.
1. Melakukan daurah Fun Rising
2. Melakukan daurah pelatihan dakwah.
3. Syiar unfaq.
4. Menulis makalah yang menjelaskan Quwwatul Maal menuju kebangkitan umat
5. Menulis cerita pendek (cerpen) yang menerapi segala hambatan dan rintangan yang dihadapi para da'I dalam kehidupan dan
dakwahnya.
6. Memberikan ceramah yang menjelaskan bahwa urgensi dan pengaruh Quwwatul Maal dalam kebangkitan umat
VI. SARANA EVALUASI DAN MUTABA’AH.
1.
Ujian pengetahuan sekitar paket mata pelajaran.
2.
Mengevaluasi dan memberikan catatan yang sesuai
dengan prilaku umum dengan mencapai target
dakwah.
3.
Mengevaluasi dan memberikan catatan kesertaan
dalam kegiatan pendukung.
4.
Mengevaluasi latihan dengan target tujuan-tujuan
moral.
VII. Tujuan pengayaan dzatiyah
1. Memberikan pemahaman dan kesadaran bahwa untuk leading di masa depan harus mau melakukan pembinaan pemuda dari sejak dini dan kemandirian dalam ekonomi
2. Memberikan kesadaran bahwa hanya pemuda dengan kriteria tertentulah yang bisa menjadi pilar kebangkitan umat.
3. Menumbuhkan semangat membina para pemuda dengan acuan order SDM masa depan yang sudah diprediksi dan diantisipasi sejak dini.
4. Menanamkan keyakinan bahwa hanya dengan penyebaran
pemahaman Islam yang syamilah umat ini bisa diselamatkan dari kehancuran.
5. Menanamkan keyakinan bahwa umat ini membutuhkan kegiatan da’wah islam yang memiliki program tarbiyatul umah untuk
VIII. Referensi
1. Kitab: Kaedah-kaedah dakwah kepda Allah [Dr. Hammam Sa’id]
2. Kitab: Nurul Yaqin [Al-Khudhari]
3. Amar Ma’ruf dan nahi munkar. Kar. Jalaluddin Al-Umari.
4. Dakwah Islam kewajiban syariat dan kepentingan manusia. Kar. Dr. Shadiq Amin.
5. Thariq Dakwah. Kar. Syeikh. Mustafa Masyhur.
6. Problematika Dakwah dan Da’i. Kar. Fathi Yakan.
7. Kaifa Nad’un Nas. Kar. Fathi Yakan.
8. Kaifa Nad’un Nas. Kar. Abdul Badi’I Shaqar.
9. Tujuan-tujuan Utama bagi Da’i. Kar. A. Qathan, Jassim Muhalhil.
10. Wa bilhaqi shadamna fi wajhith thughyan” Mahmud Abdul Wahhab Fayid.
11. Fikih Dakwah. Kar. Syeik Mustafa Masyhur.
12. Buku catatan harian dakwah dan da’i. Kar. Hasan Albanna.
13. Risalah Dakwatuna. Kar. Albanna.
14. Bagaimana mendakwahi orang lain. Kar. Dr. Abdul Badi’ shaqar.
15. Dakwah kepada llah. Kar. Dr. Taufiq Al-Wa’i.
16. Islam dan Kondisai perekonomian kita. Kar. Abdul Qadir Audah.
17. Undang-undang kesatuan peradaban. Kar. Al-Ghazali.
18. Syarah Ushul Isyrin. Kar. Al-Qaradhawi.
Ketika membaca sirah perjuangan generasi Islam pertama, tentu akan ditemukan para pejuang sejati yang telah mengorbankan jiwa dan hartanya untuk perjuangan di jalan Allah. Dada mereka yang telah dipenuhi oleh keimanan dan keislaman tidak pernah ragu mengorbankan apa saja untuk kepentingan agamanya. Perjuangan agung mereka tidak mungkin dapat diuraikan satu per satu, namun perjuangan mereka pada hakikatnya adalah perjuangan suci yang dilandasi keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka sangat yakin bahwa semua pengorbanan yang diberikan akan dibalas dengan surga dan segala kenikmatannya. Untuk mendapat kenikmatan akhirat inilah, mereka berlomba-lomba mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Pengorbanan mereka yang agung dan mulia telah menjadikan Islam sebagai agama yang menyelamatkan dunia.
Mereka yang memiliki harta benda dan mengaku sebagai orang yang beriman, tidak akan menumpuk harta bendanya secara berlebih-lebihan sebagaimana yang telah dicontohkan generasi Islam pertama, karena mereka mengetahui bahwa dunia ini adalah ladang untuk menanam amal saleh agar dapat dipanen kelak di akhirat. Mereka yang telah diberi kelebihan harta oleh Allah, namun dipergunakan untuk kepuasan duniawi dan tidak dibelanjakan di jalan Allah, bukanlah termasuk
Unsur-unsur Kekuatan dalam Islam
(
Anaashiru al-Quwwah fil Islam
)
Ada 5 (lima) kekuatan yang harus dimiliki kembali oleh umat Islam jika ingin maju. Kekuatan tersebut adalah
1.kekuatan iman,
2.kekuatan ilmu,
3.kekuatan persaudaraan,
4.kekuatan harta dan
5.kekuatan angkatan perang.
Suatu hari Abdullah bin Abbas memakai pakaian paling indah dan mahal, berharga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan
dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadat tetapi meminggirkan ilmu dan tidak mau mempelajari al-Quran, fiqh dan hadits Rasulullah SAW. Mereka terkenal sebagai kaum yang picik, fanatik, puritan dan membenci siapa saja yang berseberangan paham dengan mereka.
Abdullah bin Abbas mandi dan memakai parfum paling harum, menyikat rambutnya serta mengenakan pakaian indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang picik yang memakai baju tebal dan tambalan, muka yang berdebu serta kusut masai.
Mereka berkata, “Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas menjawab, “Apakah kalian lebih tahu mengenai Rasulullah SAW
Dalam al-Quran, Allah menegaskan bahwa
jihad dalam menegakkan agama Allah wajib
memiliki bekal persiapan. Firman-Nya :
ِ اا اوُدَع ِهِب َنوُبِهْرُت ِلْيَخْلا ِطاَبِر ْنِمَو ٍةاوُق ْنِم ْمُتْعَطَتْسا اَم ْمُهَل اوّدِعَأَو
ْنِم اوُقِفْنُت اَمَو ْمُهُمَلْعَي ُ اا ُمُهَنوُمَلْعَت َل ْمِهِنوُد ْنِم َنيِرَخَآَو ْمُكاوُدَعَو
َنوُمَلْظُت َل ْمُتْنَأَو ْمُكْيَلِإ افَوُي ِ اا ِليِبَس يِف ٍء ْيَش
“
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka
dengan apa saja dar segala jenis kekuatan yang
dapat kamu sediakan dari pasukan berkuda yang
lengkap untuk menggetsrksn musuh Allah dan
Islam menggalakkan umatNya bekerja
sungguh-sungguh untuk meraih keuntungan
duniawi. Semua kekayaan yang dianugerahkan
Allah hendaklah dibelanjakan di jalan Allah.
Rasulullah saw berpesan agar umat Islam tidak
memberatkan masalah ibadah yang sebenarnya
mudah dilakukan, sampai pada tahap
berlebih-lebihan sehingga menyusahkan diri sendiri. Islam
A. Harta itu milik
Allah
1
.
Harta adalah milik Allah dan
manusia membutuhkan harta dari
Allah
Allah berfirman:
ُديِم َحْلا ّيِنَغْلا َوُه ُ اا َو ِ اا ىَلِإ ُءاَرَقُفْلا ُمُتْنَأ ُساانلا اَهّيَأ اَي
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada
Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak
Allah berfirman Allah SWT:
ٌميِظَع ٌر ْجَأ ُهَدْنِع ُ ااَو ٌةَنْتِف ْمُكُد َلْوَأَو ْمُكُلاَوْمَأ اَمانِإ
''Sesungguhnya hartamu dan
anak−anakmu hanyalah cobaan (bagimu).
Di sisi Allahlah pahala yang besar.''
(At−Taghabun: 15).
2. Harta pada dasarnya bersifat netral. Ia tidak
mulia atau hina, baik atau buruk. Ia lebih sebagai
ujian bagi sifat dasar manusia terhadap Allah
Nabi saw bersabda:
َلاَثْمَأ اَهِدِبَك َذ َلْفَأ ُضْرَ ْلا ُءيِقَت َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر َلاَق َلاَق َةَرْيَرُه يِبَأ ْنَع
يِف ُلوُقَيَف ُعِطاَقْلا ُءيِجَيَو ُتْلَتَق اَذَه يِف ُلوُقَيَف ُلِتاَقْلا ُءيِجَيَف ِةاضِفْلاَو ِبَهاذلا ْنِم ِناَوُطْسُ ْلا
ُهْنِم َنوُذُخْأَي َلَف ُهَنوُعَدَي امُث يِدَي ْتَعِطُق اَذَه يِف ُلوُقَيَف ُقِرااسلا ُءيِجَيَو يِمِحَر ُتْعَطَق اَذَه
ائئْيَش
Hakikat harta diterangkan Rasulullah saw
seperti sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah:
َتْلَكَأ اَم الِإ َكِلاَم ْنِم َمَدآ َنْبا اَي َكَل ْلَهَو َلاَق يِلاَم يِلاَم َمَدآ ُنْبا ُلوُقَي
َتْيَضْمَأَف َتْقادَصَت ْوَأ َتْيَلْبَأَف َتْسِبَل ْوَأ َتْيَنْفَأَف
B. Kebutuhan
Jihad akan Harta
B. Kebutuhan Jihad akan Harta
(Ihtiyajatul Jihad)
Jihad yang sempurna dilakukan dengan jiwa, harta dan lisan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Daud dan lainnya)
Keutamaan berjihad dengan harta adalah
dicatat sebagai orang yang ikut berjihad dan
merupakan shadaqah yang paling utama.
Rasulullah SAW bersabda,
ِ اا ِليِبَس يِف ائيِزاَغ َفَلَخ ْنَمَو اَزَغ ْدَقَف ِ اا ِليِبَس يِف ائيِزاَغ َزاهَج ْنَم
اَزَغ ْدَقَف ٍرْيَخِب
Bahkan dalam hadits yang lain
Rasulullah SAW bersabda,
انِإَف ِهِدْعَوِب ائقيِدْصَتَو ِ الاِب ائناَميِإ ِ اا ِليِبَس يِف ائسَرَف َسَبَت ْحا ْنَم
ِةَماَيِقْلا َم ْوَي ِهِناَزيِم يِف ُهَل ْوَبَو ُهَث ْوَرَو ُهايِرَو ُهَعَبِش
Seorang mukmin sejati, pantang untuk
digantikan dan pantang untuk mundur dari
gelanggang dakwah dan jihad fii sabilillah.
Sebaliknya ia akan senantiasa memompa
semangatnya untukberjihad di jalan Allah dan
menegakkan dakwah baik dengan hati, lisan
dan perbuatannya.
Laa izzata illaa bijihaadin
C. Jihad harta upaya
perimbangan dalam
Dr. Said Hawwa dalam bukunya
Jundullah
menulis tentang jihad harta ini,
“Sebenarnya jihad
dengan harta
(jihad bil-mal)
ini merupakan bagian vital
dari jihad-jihad yang lain. Risalah dakwah tidak akan
berjalan dengan sempurna tanpa adanya bantuan
logistik dan dana yang kuat, lebih-lebih ketika sedang
mempersiapkan kekuatan dalam rangka menghadang
kekuatan musuh. Setiap gerak dakwah tidak bisa
terlepas dari masalah dana, sebab dalam
pelaksanaannya, dakwah memerlukan sarana dan
Dr. Yusuf al-Qaradhwi dalam Fiqhuz-Zakah menulis
tentang beberapa bentuk jihad masa kini yang harus
diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
1.Mendirikan pusat-pusat kegiatan Islam yang representatif
di negara Islam, sebagai pusat taklim dan tarbiyah bagi
generasi muda Islam, menyampaikan/mengajarkan ajaran
Islam secara
sharih
‘jelas’ dan benar, membentengi akidah
dari bahaya kemusyrikan dan kekufuran, memelihara
kemumian pola pikir islami agar tidak tergelincir, serta
mempersiapkan diri untuk membela Islam dan menghalau
musuh-musuhnya.
2.Mendirikan pusat kegiatan bagi kepentingan penyiaran
3. Mendirikan unit usaha di bidang percetakan, baik berupa surat kabar, majalah tabloid, maupun brosur-brosur, untuk menangkis berita-berita dari luar yang merusak dan
memutarbalikkan fakta kebenaran Islam, membuka tabir kebohongan musuh-musuh Islam, serta menjelaskan Islam yang sebenarnya.
4. Termasuk di dalamnya adalah penyebaran buku-buku Islam dari penulis-penulis Islam yang bersih, yang mampu
menyebarkan ide/pikiran Islam dan membangkitkan
D. Distribusi Infak fi
sabilillah
Imam Syahid Hasan al-Banna sangat
menaruh perhatian pada aspek perekonomian .
Gerakannya mampu mengorganisasi usaha-usaha
perekonomian, bahkan pabrik-pabrik besar,
sebagai sumber dana perjuangannya. Usahanya
itu dikelola oleh jamaah secara profesional.
Demikian pula halnya dengan gerakan
ekonomi yang dikelola gerakan al-Arqam, yang
berpusat di Malaysia, dengan pabrik-pabrik dan
usaha perdagangan yang cukup maju serta
dikelola secara profesional oleh pribadi-pribadi
SUPLEMEN
PROFIL HARTAWAN
MUSLIM GENERASI
1. Khadijah ra., Ummahatul Mu’minin Pertama
Dalam tarikhnya, Ibnu Atsir menulis, “Siti Khadijah adalah seorang niagawati yang mempunyai kedudukan terhormat dan memiliki harta kekayaan besar. Dalam mengelola perniagaannya, ia mempekerjakan kaum pria untuk menjualkan barang-barang dagangannya dengan menerima sebagian dari keuntungan yang didapatnya.
(”3) (Lihat Muhammad al-Ghazali, Fiqhus Sunnah, hlm. 132)
Niagawati kaya raya ini lalu menikah dengan seorang pemuda calon pemimpin besar umat manusia, Muhammad al-amin. Allah telah memilih pendamping yang sangat tepat bagi misi-misi besar yang diembannya kelak, seorang wanita terhormat, kaya raya, cerdas, tegas, bijaksana, dan rela mengorbankan hartanya untuk mendukung perjuangan suaminya tercinta. Khadijah r.a. adalah profil hartawan muslimah agung yang pengorbanannya sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Khadijah r.a., bangsawan kaya raya yang telah mengorbankan seluruh miliknya untuk perjuangan menegakkan risalah Islam yang diemban suaminya tercinta, Muhammad Rasulullah. Dengan pengorbanannya, ia rela hidup menderita, senantiasa kekurangan, meninggalkan kemewahan duniawi, menjadi miskin demi menegakkan keyakinannya; sampai ia wafat di tengah-tengah kemiskinan dan kekurangan suami dan para pengikut setianya. Sesungguhnya, pantaslah Rasulullah mencintai orang yang telah mengorbankan
2. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar ibnul-Khaththab
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah salah seorang bangsawan dan hartawan Quraisy yang mengikuti Rasulullah di awal dakwah Islam. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Abu Bakar telah banyak berbuat untuk menjayakan perjuangan Islam, membantu saudara-saudara seimannya yang lemah, membebaskan mereka dari perbudakan dan kesulitan-kesulitan ekonomi lainnya. Kederma- wanan Abu Bakar tidak dapat ditandingi oleh para sahabat lainnya karena ia telah mengorbankan seluruh harta bendanya untuk perjuangan Islam. Dalam sebuah riwayat disebutkan sebagai berikut.
ْنَأ ائمْوَي َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر اَنَرَمَأ ُلوُقَي ُهْنَع ُ اا َيِضَر ِبااطَخْلا َنْب َرَمُع ُتْعِمَس َلاَق ِهيِبَأ ْنَع َمَلْسَأ ِنْب ِدْيَز ْنَع ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر َلاَقَف يِلاَم ِفْصِنِب ُتْئِجَف ائمْوَي ُهُتْقَبَس ْنِإ ٍرْكَب اَبَأ ُقِبْسَأ َمْوَيْلا ُتْلُقَف يِدْنِع ئلاَم َكِلَذ َقَفاَوَف َقادَصَتَن اَم َمالَسَو ِهْيَلَع ُ اا ىالَص ِ اا ُلوُسَر ُهَل َلاَقَف ُهَدْنِع اَم ّلُكِب ُهْنَع ُ اا َيِضَر ٍرْكَب وُبَأ ىَتَأَو َلاَق ُهَلْثِم ُتْلُق َكِلْهَ ِل َتْيَقْبَأ اَم َمالَسَو ائدَبَأ ٍء ْيَش ىَلِإ َكُقِباَسُأ َل ُتْلُق ُهَلوُسَرَو َ اا ْمُهَل ُتْيَقْبَأ َلاَق َكِلْهَ ِل َتْيَقْبَأ
3. Utsman bin Affan
Ketika Perang Tabuk (perang terbesar ketika itu antara kaum muslimin dan tentara Romawi pada bulan Rajab tahun 9 H) diperintahkan oleh Rasulullah pada musim panas yang terik, perjalanan yang ditempuh amat jauh dan jumlah musuh sangat besar. Demikian pula perlengkapan yang dipersiapkan harus memadai. Rasulullah lalu menganjurkan kepada para sahabat untuk mengeluarkan sumbangan menurut kemampuan masing-masing.
Para sahabat berlomba-lomba mengeluarkan infak, demikian juga kaum wanita berlomba mengeluarkan barang perhiasannya dan menyerahkannya kepada Rasulullah guna membantu persiapan angkatan perang, namun sumbangan itu tidak seberapa banyak dan belum mencukupi persiapan guna menghadapi tentara Romawi yang demikian besar dan tangguh. Ketika Rasulullah memandang pasukan yang besar dan panjang dari para sahabat, beliau bersabda, “Barangsiapa yang dapat membiayai mereka. Allah akan mengampuninya.” Mendengar jaminan ampunan Allah itu, tampillah Utsman dari arah yang tidak diduga dari dalam barisan panjang itu, menyanggupkan diri untuk membiayai seluruh keperluan pasukan perang yang terkenal dengan nama Jaisul Usrah ‘pasukan di waktu susah’. Berkata Ibnu Syihab az-Zuhri sehubungan dengan infak Utsman bin Affan itu, “Utsman telah menyerahkan kepada Jaisul Usrah dalam Perang Tabuk sejumlah 940 ekor unta ditambah dengan 60 ekor kuda untuk membulatkan jumlah menjadi seribu ekor.”