• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANCAMAN SYIRIK DAN KEUTAMAAN TAUHID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANCAMAN SYIRIK DAN KEUTAMAAN TAUHID"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANCAMAN SYIRIK DAN KEUTAMAAN TAUHID

A. ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG BERBUAT SYIRIK

1. Hadits ke-4477 Kitab Shohih Bukhori

ل ل ل ل ْمل ل م ل لِ خلِأل بل ي ْ

ِ

إل ل ي ل َ حلََل َ ح

لِ ل شئ

ل شل َف ل ل فل َ ل ََس ل يل ل ََإل ََصل َ حمل أ ل ل َمألَل ْ ل ََإ

لل ل ََإل ََصلإ َ حمل َ أل َ حل مل ل فل َ ثَ حل مل َل مل أل يأل ل ل َ م

ل ي

لطَلإلو ل ص ْإل يلو ل ص ْإل

لَل{ل أ لَُل ل فل َ ل أ ل ََس

لرَِإلفي

لَأل َ حل م ل}ل جحلءإ ل مل أل يح ل ََ

ِ

إل ََإل كيل ألَبل َل م ل{ل}

ل غلِل ملَ يل

لَُل

ل فلَ ل َ أل َ حل م ل}لإ غل س لإ ملس ل

ل م ل{ل أ لَُل

ل ف

ل

لل َ ل يْإل}ل ل مل ي

إل ز أل مل ل ل وسَ إل هُألَل{ل أ

ِ

لِل َ َسإل يل ل يْجل أ

لي َ مل وص

Telah menceritakan kepada kami Yahya Telah menceritakan kepada kami Waki' dari

Ismail bin Abu Khalid dari 'Amir dari Masruq dia berkata: “Aku bertanya kepada 'Aisyah

radliallahu 'anha wahai Ibu, Apakah benar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat

Rabbnya?” Aisyah menjawab: “Sungguh rambutku berdiri (karena kaget) atas apa yang kamu

katakan. Tiga perkara yang barang siapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah

berdusta. Barang siapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam

pernah melihat Rabbnya, maka ia telah berdusta.” Lalu Aisyah membaca ayat: Dia tidak

dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan

Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Al An'am: 103). Dan tidak mungkin bagi

seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan

wahyu atau dibelakang tabir. (As Syura: 51). Dan barang siapa yang mengatakan kepadamu

bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok maka ia telah berdusta. Lalu

Aisyah membaca ayat; Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa

yang akan diusahakannya besok. (Luqman: 34). Dan barang siapa yang mengatakan

kepadamu bahwa beliau menyembunyikan sesuatu, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah

membaca ayat; Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al

(2)

A. Pembanding Hadits

Hadits seperti di atas, juga terdapat dalam kitab Shohih Muslim, hadits ke-259 dengan

sanad dan redaksi yang berbeda, tetapi maksud matannya tetap sama.

(3)

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami

Ismail bin Ibrahim dari Dawud dari asy-Sya'bi dari Masruq dia berkata, "Ketika aku duduk

bersandar di samping Aisyah, maka dia berkata, 'Wahai Abu Aisyah (Masruq)! Ada tiga

perkara, barangsiapa yang memperbincangkan salah satu darinya, berarti dia telah melakukan

pembohongan yang amat besar terhadap Allah.' Aku bertanya, 'Apakah tiga perkara itu? '

Aisyah menjawab, 'Pertama, barangsiapa mengklaim bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi

wasallam melihat Tuhannya maka sungguh dia telah membesarkan kebohongannya terhadap

Allah.' Aku yang duduk bersandar dari tadi, maka aku mulai duduk dengan baik, lalu aku

berkata, 'Wahai Ummul Mukminin! Berilah aku tempo, dan janganlah kamu membuatku

terburu-buru, (dengarlah kata-kataku ini terlebih dahulu), bukankah Allah telah berfirman:

'(Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu

yang lain) ' (Qs. Al Takwir: 23). Dan Firman Allah lagi: '(Dan sungguh Muhammad telah

melihat 'dia' dalam bentuk rupanya yang asal sekali lagi) ' (Qs. An Najm: 13). Maka Aisyah

menjawab, 'Aku adalah orang yang pertama bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi

wasallam. mengenai perkara ini dari kalangan umat ini. Beliau telah menjawab dengan

bersabda: "Yang dimaksud 'dia' dalam ayat itu adalah Jibril (bukan Allah), aku tidak pernah

melihat Jibril dalam bentuk asalnya kecuali dua kali saja, yaitu semasa dia turun dari langit

dalam keadaan yang terlalu besar sehingga memenuhi di antara lagit dan bumi.' Kemudian

Aisyah berkata lagi, 'Apakah kamu tidak pernah mendengar bahwa Allah: '(Dia tidak dapat

dilihat oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat dan mengetahui hakikat segala

penglihatan mata, dan Dialah Yang Maha Bersifat Lemah Lembut lagi Maha Mendalam

pengetahuannya) ' (Qs. Al An'am: 103). Atau, apakah kamu tidak pernah mendengar firman

Allah: '(Dan tidaklah layak bagi seorang manusia, bahwa Allah mengajaknya berbicara

kecuali berupa wahyu (dengan diberi mimpi) atau dari balik dinding (dengan mendengar

suara saja) atau dengan mengutuskan utusan (Malaikat), lalu utusan itu menyampaikan wahyu

kepadanya dengan izin Allah sesuatu yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha

Tinggi, lagi Maha Bijaksana) '. (Qs. Asy Syura: 51). Kemudian Aisyah berkata lagi,

'Barangsiapa yang mengklaim bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah

menyembunyikan sebagian dari kitab Allah, maka sungguh dia telah membesarkan

pendustaan terhadap Allah, sebagaimana firman Allah: '(Wahai Rasulullah, sampaikanlah

sesuatu yang diturunkan kepadamu, dan jika kamu tidak melakukannya, maka berarti kamu

tidak menyampaikan risalah-Nya) ' (Qs. Al Maidah: 67). Kemudian Aisyah berkata,

"Barangsiapa mengklaim bahwa dia mampu mengabarkan tentang takdir yang akan terjadi

besok, maka sungguh dia telah membesarkan kebohongan terhadap Allah. Allah berfirman:

(4)

mengetahui kegaiban kecuali Allah) '. (Qs. An Naml: 65). Dan telah menceritakan kepada

kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab telah

menceritakan kepada kami Dawud dengan sanad ini semisal hadits Ibnu Ulayyah, dan dia

menambahkan, "Aisyah berkata, 'Kalau seandainya Muhammad telah menyembunyikan

sebagian dari wahyu yang diturunkan kepadanya, niscaya dia menyembunyikan ayat ini:

'(Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang mana Allah telah melimpahkan

nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, 'Tahanlah terus isterimu

dan bertaqwalah kepada Allah', sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu sesuatu yang

mana Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang

lebih berhak untuk kamu takuti) ' (Qs. al-Ahzab: 37). Telah menceritakan kepada kami Ibnu

Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Ismail dari

asy-Sya'bi dari Masruq dia berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Apakah Muhammad

shallallahu 'alaihi wasallam melihat Rabbnya? ' Dia menjawab, 'Mahasuci Allah, sungguh

bulu kuduku merinding karena perkataan yang kamu ucapkan tadi'." Lalu dia membawakan

hadits tersebut dengan kisahnya. Dan hadits Dawud lebih sempurna dan panjang."

Dalam Sunan Tirmidzi juga disebutkan, hadits ke-2994, dengan jalur periwayatan dan

redaksi yang berbeda, tetapi maksud matannya tetap sama.

(5)

ل سحل ي ح

ل

لإ ل َْ إل ِ ل بل ْملو ل شئ لَألَ يلع جْإل بل ْم لحيَ

ل إويِإلِل ْإل َ

2

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami

Ishaq bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Dawud bin Abu Hind dari Asy Sya'bi dari

Masruq ia berkata; "Aku bersandar didekat 'Aisyah lalu 'Aisyah berkata; "Wahai Abu Aisyah,

tiga hal yang barangsiapa mengucapkan salah satunya, berarti ia telah dusta besar atas nama

Allah, yaitu; barangsiapa mengira Muhammad pernah melihat Rabbnya berarti ia berdusta

atas nama Allah, sementara Allah berfirman Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,

sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan dialah yang Maha halus lagi Maha

Mengetahui QS Al An`am: 103, Dan tidak mungkin bagi seorang pun bahwa Allah

berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir QS Asy Syura: 51."

Tadinya aku bersandar, lalu aku duduk, aku berkata; "Wahai Ummul Mukminin, tunggulah

aku, jangan tergesa-gesa, bukankah Allah Ta'ala berfirman Dan Sesungguhnya Muhammad

telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain QS An Najm: 13 Dan

Sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang QS At Takwiir: 23. 'Aisyah

berkata; "Demi Allah, aku adalah orang pertama kali menanyakannya kepada Rasulullah

shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau menjawab: "Sesungguhnya dia itu adalah Jibril, aku

tidak pernah melihatnya dalam wujud (asli) ciptaannya kecuali pada kedua kali itu, aku

melihatnya turun dari langit, besarnya wujud dia menutupi (jarak) antara langit dan bumi dan

barangsiapa mengira Muhammad menyembunyikan sesuatu yang diturunkan Allah padanya,

berarti dia telah dusta besar atas nama Allah. Allah berfirman Hai rasul, sampaikanlah apa

yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. QS Al Ma`idah: 67, Dan barangsiapa mengira

bahwa ia mengetahui sesuatu dikeesokan harinya, berarti ia telah dusta besar atas nama Allah.

Allah berfirman Katakanlah: 'Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui

perkara yang ghaib, kecuali Allah QS An Naml: 65. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.

Masruq bin Al Ajda' kun-yahnya (julukan) adalah Abu Aisyah, ia adalah Masruq bin

Abdurrahman. Seperti itulah namanya disebut dalam Ad Diiwaan.

2. Pembahasan Hadits

Hadits-hadits di atas tidak secara eksplisit menyebutkan istilah syirik. Akan tetapi

makna yang dikandungnya adalah mengenai syirik. Hal ini ditunjukkan pada perkataan

Aisyah mengenai orang yang mengaku mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Aisyah

2

(6)

dengan tegas mengatakan bahwa perkataan itu adalah bohong, karena hanya Allah sajalah

yang mengetahui kejadian di hari esok (Luqman: 34).

Kejadian seperti ini dapat kita lihat pada perilaku masyarakat yang mempercayai para

peramal. Inilah salah satu hal yang ingin ditekankan dalam hadits-hadits di atas. Bahwa

mempercayai ramalan para dukun dan para normal atau yang lainnya adalah termasuk syirik,

mempercayai kepada selain Allah.

Syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam rububiyyah dan uluhiyyah-Nya,

seperti berdoa kepada selain Allah, memalingkan Allah kepada yang lain dalam hal ibadah,

seperti menyembelih hewan, bersumpah, dan takut yang bukan karena Allah.3 Syirik dibagi

menjadi dua:

1. Syirik akbar, yaitu berpaling dari Allah kepada sesuatu yang lain dalam urusan

ibadah, seperti menyembelih hewan bukan karena Allah, bersumpah dan takut

kepada selain Allah. Orang yang berbuat syirik akbar, menjadikannya keluar dari

Islam, dan akan kekal di neraka selama ia belum bertobat.

2. Syirik ashghar, yaitu sesuatu yang menjadi perantara atau menjadikan syirik akbar,

tapi tidak menjadikannya keluar dari Islam. Syirik ini dibagi menjadi dua:

a. Syirik dhohir, yaitu dengan perbuatan atau ucapan. Seperti memakai cincin

agar terlindung dari bahaya.

b. Syirik khofi, seperti melakukan sesuatu dengan tujuan karena manusia, bukan

karena Allah, atau riya’, ujub, sum’ah.4

Musryik atau orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain itu akan

diancam dan dikutuk Allah dengan diberikan hukuman dan sanksi yang sangat berat, dan

diantaranya:

1. Pelaku dosa besar yang tidak akan diampuni Allah untuk selamanya. Allah berfirman

dalam surat An Nisaa' ayat 48 dan 116: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni

dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa

yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,maka

sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. Surat An Nisaa' :48).

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan

Allah dan Dia mengampuni semua dosa selain dosa syirik itu bagi siapa yang

3

Al-Kabaair, bab akbarulkabaair, hal. 28

4

(7)

dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka

sesungguhnya ia telah tersesat dengan kesesatan yang amat jauh" (QS. An Nisaa' :116)

2. Segala amal kebaikannya akan dihapus oleh Allah. Allah berfirman dalam surat Az

Zumar ayat 65: "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada

orang-orang yang sebelum kamu, jika kamu berbuat syirik, niscaya amalmu akan dihapus.

Dan jika mereka berbuat syirik, maka hapuslah dari mereka apa yang telah mereka

kerjakan.

3. Orang syirik akan dikutuk dan dilaknat oleh Allah serta dimasukkan kedalam neraka

jahanam. Allah berfirman dalam surat Al Fath ayat 6: "Dan supaya Dia mengadzab

orang-orang syirik lelaki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk kepada

Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk,dan Allah

mengutuk dan melaknat kepada mereka serta menyediakan bagi mereka neraka

jahanam dan (neraka jahanam) itulah sejahat-jahatnya tempat kembali.

4. Orang syirik itu dianggap oleh Allah hatinya najis atau kotor karena mempersekutukan

sesuatu dengan Allah, dan dilarang memasuki daerah Masjidil Haram baik untuk haji,

umrah maupun untuk keperluan yang lain. Allah berfirman dalam surat At Taubat ayat

28: "Wahai orang-orang yang beriman, bahwasannya orang-orang syirik itu najis

maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini".

Demikianlah gambaran tentang dosa besar syirik dan merupakan suatu yang harus

dijauhi, bahkan terhadap orang yang berbuat syirik pun diharuskan untuk menjauhinya dan

berpaling dari mereka, agar jangan sampai mereka dapat mengajak kepada perbuatan syirik.

Syirik adalah kezaliman yang besar.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran

kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya

mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

B. KEUTAMAAN TAUHID

(8)

ل بإل َ حل ل سل بلم إ ب

ِ

إل َ حلَ ل ي ْ

ِ

إل بلَوم لسويل بل ْأل َ ح

ل

ل ي لِأل ل َيس إل بل ي سل ل ش

ل ََإل ََصل ََإل وس ل َ أ

ل ه أل ئ سل ََس ل يل

لَُل ي ل ََإل يبسلِل جإل لإ ملَُل ي لِوس ل َََل م

إل فل ضفأل إ

ِ

ل

ل لإ م

ل ْملجح

(Shahih bukhari - 25) : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus dan Musa

bin Isma'il keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd berkata, telah

menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang Islam, manakah yang paling utama?

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman kepada Allah dan

Rasul-Nya". Lalu ditanya lagi: "Lalu apa?" Beliau menjawab: "Al Jihad fi sabilillah (berperang di

jalan Allah). Lalu ditanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Jawab Beliau shallallahu 'alaihi

wasallam: "haji mabrur".

2. Pembahasan Hadits

Dari riwayat sahabat nabi diatas, mengenai pertanyaan yang di ajukan sahabat kepada

nabi tentang tauhid, nabi saw memberikan suatu penghargaan kepada sahabat tentang tauhid

yang berkaiatan dengan keimanan. Tauhid memiliki beberapa tingkat dan derajat begitu juga

lawanya yaitu syirik dan muawahid sejati adalah orang yang telah berhasil melalui tingkat

tauhid.

Tauhid terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya:

a. Tauhid zati

Tauhid zati adalah mengetaui zat Allah dalam keesaanya dan ketunggalanya. setiap

muwahid mengetahui bahwa dia itu maha kaya, yakni segala sesuatu membutuhkan dia dan

menerima pertolonganya, sedangkan dia tidak membtuhkan segala sesuatupun : wahai

manusia kalianlah yang membutuhkan Allah,dan Allah, dialah yang maha kaya lagi maha

terpuj i(QS 35 : 15) dalam bahasa filosofi dia wujud yang mesti ada

b. Tauhid sifati

Tauhid sifati adalah memahami bahwa zatnya adalah sifatnya itu sendiri,bahwa

sifatnya satu sama lain sama.tauhid zati berarti menafikan keberadaan sekutu dan penyerupa,

sedangkan tauhid sifati berarti menafikan keberadaan segala bentuk pluralitas dan

kemajemukan pada zat itu sendiri.meski zat Allah di lukiskan dengan sifat sifat sempurna,

(9)

c. Tauhid amali

Tauhid amali adalah memahami bahwa alam. dengan seluruh system, norma, dan

sebab akibatnya ,merupakan perbuatan dan karyanya, serta timbul dari kehendaknya karena

maujud-maujud yang ada d alam ini pada hakekatnya tidak mandiri, yaitu semunya

bergantung padanya, maka wujud wujud ini tidak mandiri baik dalam akibat maupun sebab.5

d. Tauhid ilahiyah

Tauhid ilahiyah adalah mengesakan atau menunggalkan atau memperuntukan buat

Allah saja segalah macam ibadah yang lahir dan yang bathin,yang berupa perkataan dan

perbuatan, dan meniadakan peribadatan dari segalah sesuatu selain Allah, .Allah berfirman

Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun (QS anisa

ayat 36)

Lawan dari tauhid ilahiyah adalah adalah syirik akbar (besar ) yang meniadakan iman

secara total dan syrikik asghar (kecil) yang meniadakan kesempurnaan iman.syirik besar

menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu atau saingan yang di samakan dan di

sejajarkan dengan Allah tuhan bagi alam semesta dengan mencintainya seperti mencintai

Allah, takut kepadanya seperti rasa takut kepada Allah ,memohon perlindungan kepadanya,

berdoa kepadanya, takut akan siksanya, berharap kepadanya, dan bertawakal kepadanya atau

menaatinya dalam bermaksiat kepada Allah,atau mengikutinya melakukan hal-hal yang tidak

di ridhai oleh Allah,dan lainya.

Sesungguhnya Allah Allah tidak mengampuni dosa syirik , dan dia mengampuni

segala dosa yang selain syirik bagi siapa yang di kehendakinya.barang siapa yang

mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar (seperti firman

Allah dalam surat anisa ayat 48

(10)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala

dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang

mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.

Sedangkan syirik kecil yaitu sedikit Riya (perasaan ingin di puji orang lain ) sehingga

yang bersangkutan memperbaiki amalnya yang semestinya ditujukan kepada Allah taatlah

seperti firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat 110:

kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa

mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh

dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

Nabi saw. bersabda “Perkara yang saya khawtirkan terhadap kamu adalah syirik

terkecil. Kemudian beliau di Tanya tentang syirik ashgor (kecil) kemudin beliau menjawab

Riya”’(HR.Ahmad dari Mahmudbin labid)”

Sedangkan tauhid rububiyah itu mengakui dengan sungguh-sungguh bahwa Allah swt

itu tuhan bagi segalah sesuatu, yang menguasai alam semesta, yang, menciptakanya,

mengaturnya, mengurusnya,yang tidak ada sekutu baginya di dalam kekuasaanya. Sedangkan

tauhid asma was-sifat ialah mengimani apa yang di sifatkan Allah untuk dirinya didalam

kitabnya dan yang di sifatkan oleh rasulullah saw.berupa al-asmaaulhusna (nama nama yang

terbaik) dan sifat-sifat yang luhur.6

6

Referensi

Dokumen terkait

Dengan  sanksi  hukuman  yang  semakin  berat, karyawan  akan  semakin  takut      melanggar peraturan-peraturan    perusahaan.      Berat     

Allah berfirman, “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, sesuatu yang jelas-jelas tidak dapat

Kelalaian dapat didefinisikan sebagai apabila seseorang melakukan sesuatu perbuatan dan perbuatan itu menimbulkan suatu akibat yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh

Hal-hal yang diancam dengan hukuman pada pasal 9 dan 10 ayat 2. dianggap sebagai pelanggaran dan yang diancam dengan

Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar

Kelalaian ini dapat didefinisikan sebagai apabila seseorang melakukan sesuatu perbuatan dan perbuatan itu menimbulkan suatu akibat yang dilarang dan diancam dengan

Dengan demikian seorang yang yakin akan keesaan Allah, mempunyai sikap hidup optimis yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan orang kafir yang menyekutukan Allah, sebagai

Demikian juga orang yang menafikan adanya sesembahan selain Allah, namun dia tidak meyakini bahwa Allah adalah sesembahan yang berhak disembah, semisal orang atheis, maka ia juga tidak