Helmi Setiawan
5210100159
E-BIS
Digital Cash
Atau biasa disebut sebagai e-Cash merupakan salah satu bentuk alternatif pembayaran yang pertama dikembangkan untuk e-Commerce. Ide dasar dari digital cash ini adalah bagaimana melakukan pembayaran melalui internet dengan mengirimkan token unik dan otentik yang mewakili nilai uang asli dari konsumen ke pedagang. Dalam skema ini, pengguna harus mendepositkan uang dalam sebuah bank atau membuat sebuah kartu kredit. Maka Bank akan mengeluarkan sebuah token digital (nomor unik yang terenkripsi) untuk berbagai pecahan uang tunai, lalu konsumen dapat membelanjakannya ke situs pedagang. Selanjutnya pedagang akan menyetorkan token elektonik ini ke bank mereka.
Digicash, First Virtual, dan Millicent merupakan perintis awal dalam Digital Cash ini tidak lagi menawarkan layanan tersebut. Karena pada umumnya, protokol dan praktek yang dibutuhkan untuk membuat digital cash ini di kenyataannya terlalu rumit. Namun, masih ada beberapa perusahaan yang masih meneruskan ide dari digital cash tersebut. Beberapa perusahaan, seperti E-gold dan GoldMoney, telah berfokus pada mata uang elektronik yang diukur dengan emas batangan. E-gold mungkin adalah yang paling dikenal pada jenis perusahaan ini. Didirikan pada 1996, E-gold Ltd, sebuah perusahaan terorganisasi di bawah hukum negara nevis, menawarkan sebuah mata uang elektronik yang disebut E-gold yang di dasarkan pada emas batangan.
Gambar 1. Alur Kerja Digital Cash
1. Konsumen harus mengambil Ecash dari bank terlebih dahulu. Konsumen dapat memiliki Ecash tersebut dengan cara mendebitnya dari rekening banknya atau membelinya dengan kartu kredit. Koin elektronik (Ecash) itu akan di-download ke dalam hard disk komputer konsumen. Setiap koin memiliki nilai tertentu. Koin-koin dengan nilai nominal tertentu dimasukkan ke dalam komputer konsumen secara otomatis, sehingga konsumen tidak perlu menentukan pecahan-pecahan mana yang perlu di-download. Bahkan, jika kekurangan uang kecil, perangkat lunak Ecash akan menginstruksikan lagi agar konsumen menghubungi bank guna menukar koin.
2. Setelah konsumen memiliki Ecash di hard disk-nya, konsumen dapat dengan segera berbelanja. Setelah berbelanja di toko pedagang, konsumen akan ditagih oleh pedagang. Perangkat lunak Ecash konsumen akan mengambil koin-koin sejumlah yang diminta pedagang. Koin itu kemudian diambil dan dihapus dari hard disk konsumen.
3. Ketika koin-koin itu diterima oleh pedagang, perangkat lunak pedagang langsung membawanya ke bank untuk memeriksa keabsahan Ecash dari konsumen.
4. Sebenarnya, proses otentikasi tidak dilakukan di bank pedagang, namun bank pedagang melalui jaringan perbankan akan melakukan otentikasi ke bank konsumen. Jika nomor seri Ecash tersebut belum ada dalam daftar nomor seri uang yang telah diterima oleh bank sebelumnya, maka koin itu dianggap sah. Lantas bank dapat mengkredit rekening bank milik pedagang.
5. Bank memberitahukan kepada pedagang hasil otentikasi Ecash yang diserahkan tadi.
6. Setelah mendapatkan kepastian keabsahan dari bank, pedagang harus melaksanakan kewajibannya kepada konsumen.