GERAKAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PA

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

GERAKAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA ISLAM DI SPANYOL

Makalah

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Sejarah Pendidikan Islam Dosen Pengampu : Dwi Istiyani, M.Ag

Disusun oleh:

Latifah (2021113095)

Siti Aisyah (2021113172)

Danu Mustadhirin (2021113247)

Moch Agung Nugroho (2021114248)

M Faisal Darmawan (2021114224)

PAI C

JURUSAN TARBIYYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berbicara dunia pendidikan Islam dan kemajuan-kemajuannya, maka kita akan terbentur kepada pertumbuhan lembaga- lembaga pendidikan Islam dibeberapa dunia. Pada kali ini akan dibahas mengenai gerakan pengembangan ilmu pengetahuan pada masa Islam di spanyol.

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum pra kedatangan Islam sungguh ssangat memprihatinkan, terutama masa pemerintahan raja Ghotic yang melaksanakan pemerintahannya dengan tangan besi yitu seing menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Kondisi ini membuat rakyat Andalusia (Spanyol) menderita. Mereka sangat merindukan datangnya Ratu yang Adil sebagai sebuah kekuatan yang mampu membebaskan mereka dari kondisi tersebut. Kemudian mereka akhirnya menemukan momentumnya ketika kedatangan Islam di Spanyol dan banyak beberapa kemajuan dalam bidang sosial dan Ilmu perkembangan ilmu pengetahuan Islam di Spanyol.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Islam masuk ke Spanyol ?

2. Bagaimana Perkembangan Pendidikan Islam di Spanyol ? 3. Bagaimana Eksistensi masjid dan perpustakaan di Spanyol ? 4. Bagaimana Perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa (Spanyol) ? 5. Bagaimana Gerakan penerjemahan dan pengembangan ilmu

pengetahuan di Spanyol ?

(3)

PEMBAHASAN A. Islam masuk ke Spanyol

Dalam sejarah ilmu pengethuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia, yang diambil dari sebutan tanah semenanjung Iberia. Julukan Andalusia ini berasal dari kata Vandalusia, yang artinya negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum mereka dikalahkan oleh bangsa Gothia Barat pada abad V. daerah ini dikuasai oleh Islam setelah penguasa Bani Umayyah merebut tanah semenanjung ini dari bangsa Gothi Barat pada masa Khalifah Al-walid ibn Abdul Malik.

Islam masuk ke Spanyol (Cordoba) pada tahun 93 H (711 M) di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad yang memimpin angkatan perang Islam untuk membuka Andalusia. Andalusia dapat ditaklukan dengan mudah oleh Tariq bin Ziyad bersama panglimanya yang bernama Mughith Ar-Rumi ke Cordoba yang membawa 700 orang pasukab berkuda.

Sejak pertama kali Islam menginjakkan kakinya di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir disana sekitar tujuh setengah abad lamanya, Islam memainkan peranana yang besar baik dalam bidang kemajuan intelektual (filsafat, sanins, fikih, musik dan kesenian, bahasa dan sastra), serta kemegahan fisik (Cordoba dan Granada).1

Menurut Dr. Badri Yatim, sejarah panjang Islam di Spanyol dapat dibagi dalam enam periode. 2

1. Periode pertama (711-755 M)

Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh khalifah Bani Umaayah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, berbagai gangguan masih terjadi baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Gangguan yang dtang dari dalam yaitu berupa perselisihan antar elite penguasa. Disamping itu terdapat perbadaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Adapun

(4)

gangguan yang datang dari luar yaitu datangnya dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang tinggal di daerah pegunungan.

2. Periode kedua (755-791 M)

Pada periode ini Spanyol berada dibawah pemerintahan khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memesuki spanyol, tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Abdurrahman Ad Dakhil. Abdurrahman Ad Dakhil adalah keturunan bani Umayah yang berhasil lolos dari kerajaan Bani Abbasiyah ketika Bani Abbasiyah berhasil menaklukan Bani Umayyah di Damaskus. Selanjutnya Ad Dakhil berhasil mendirikan Bani Umayyah di Spanyol.

Saat periode ini, umat Islam Spanyol mulai memperolah kemajuan baik dalam bidang politik maupun peradaban. Abdurrahman Ad Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol.

3. Periode ke tiga (912-1013 M)

Pada periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar “An-Nasir” sampai munculnya “raja-raja kelompok”. pada periode ii Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah. Pada periode ini umat Islam di Spanyol mencapai puncsk kemajuan dan kejayaan menyaingi daulah abbasiyah di Baghdad. Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku. Pada masa ini masyrakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran yang tinggi.

4. Periode ke empat (1013-1086 M)

(5)

Pada periode ini umat Islam di Spanyol kembali memasuki pertiaian intern. Ironisnya jika terjadi perang saudara, diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. Namun, walaupun demikian, kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini. Istana-istana mendorong para sarjana dan satrawan untuk mendapatkan perlindungan dari satu istana ke istana yang lain.

5. Periode kelima (1086-1248 M)

Pada periode ini meskipun Spanyol islam masih terpecah dalam beberapa negara , tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan yakni kekuasaan Dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti muwahhidun (1146-1235). Dinasti Muwabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf bin Tasyfin di afrika Utara. Pada tahun1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakesy. Dan akhirnya dapat memasuki Spanyol dan menguasainya. Dalam perkembangan selanjutnya, pada periode ini kekuasan Islam Spanyol dipimpin oleh penguasa-penguasa lemah sehingga mengakibatkan bebrapa wilayah islam dapat dikuasai oleh kaum Kristen. Tahun 1238 M Cordova jatuh ketangan penguasa Kristen dan Sevilla jatuh pada tahun 1248 M. Hampir seluruh wilayah islam lepas dari tangan penguasa Islam.

6. Periode keenam (1248-1492 M)

(6)

kepada Ferdinan dan Isabella untuk menjatuhkannya. Dua penguasa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah, dan Abu abdullah naik tahta.

Ferdinan dan Isabella akhirnya mempersatukan dua kerajaan besar Kristen melaui perkawinan, dan akhirnya mereka menyrang balik terhadap kekuatan Abu abdullah. Abu abdullah tidak kuasa menahan serangan-serangan penguasa Kristen tersebut sehingga pada akhirnya kalah. Abu abdullah akhirnya menyerahkan kekuasann kepada Ferdinan dan Isabella, sedangkan abu Abdullah hijrah ke afrika Utara. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol pada tahun 1492 M. pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam diwilayah ini. Walaupun Islam telah berjaya dan dapat berkuasa disana selama hampir tujuh setengah abad lamanya.3

B. Perkembangan Pendidikan Islam di Spanyol

Meskipun terdapat persaingan antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol, namun hubungan antara Timur dan Barat tidak selalu berupa peperangan. Banyak sarjana mengadakan perjalanan dari ujung Barat wilayah Islam ke ujung Timur, dan sebaiknya, dengan membawa buku-buku dan gagasan-gagasan cerdas. Sejumlah sarjana muslim juga telah dikirim ke dataran India dan Cina untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pada kesempatan yang sama, banyak kalangan terpelajar dan penguasa dari jerman, Perancis, Italia, india yang belajar ke Spanyol.

Pertumbuhan lembaga-lembaga pendidikan Islam tergantung kepada keluarga penguasa, terutama kholifah yang menjadi pendorong utama bagi kegiatan keilmuan di Granada, Sevile, dan Cordova. Fikih merupakan inti kurikulum, namun mereka lebih menekankan kepada mazhab Maliki daripada mazhab-mazhab lainnya. Hal ini juga berlaku pada saat menentukan tenaga

(7)

pengajar dan kurikulum yang akan diterapkannya, peran kholifah dan penasihat-penasihat dekatnya amat dominan.

Karena kholifah dan keluarganya amat menentukan dalam penyediaan dana dan arah-arah kegiatan lembaga-lembaga pendidikan di Andalusia, maka maju dan mundurnya lembaga-lembaga tersebut amat tergantung kepada interest patronase penguasa terhadap kegiatan keilmuan Islam.

Kekuatan intelektual muslim Spanyol sebenarnya baru dimulai pada abad kesepuluh, tetapi kontribusinya yang sangat signifikan baru dilakukan selama periode paruh terakhir abad kesebelas hingga pertengahan abad ketiga belas.

Pada saat ini spanyol telah memantapkan bangunan fondasinya dalam dunia ilmu pengetahuan. Yang telah dirintisnya beberapa waktu sebelumnya, termasuk diantaranya adalah dengan mulai masuknya Islam sejak abad ke VII. Berbagai khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa, sejalan dengan meningkatnya arus mahasiswa dan cendekiawan dari Eropa Barat yang belajar di sekolah-sekolah tinggi dan universitas Spanyol dan melalui terjemahan-terjemahan karya-karya muslim yang berasal dari sumber-sumber (bahasa) Arab. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.4

Lembaga Pendidikan Islam di Andalusia (Spanyol) : a. Kuttab

Kuttab di Andalusia lebih maju dari yang ada di Baghdad dan Damaskus. Kuttab termasuk lembaga pendidikan rendah yang sudah tertata rapi di saat itu.

b. Madrasah

Madrasah pada saat itu tidak sedikit jumlahnya. Madrasah tersebar didaerah kekuasaan Islam, antara lain Cordova, Granadam dan seville. c. Perguruan Tinggi

Di Andalusi banyak sekali didirikan universitas. Diantaranya Universitas Cordova yang berkembang menjadi lembaga pendidikan setara dengan universitas Al-Azhar di Cairo.5

4 Suwito, sejarah Sosial Pendidikan Islam, (Jakarta : Kencana 2005), hlm 116-117

(8)

Faktor- faktor Mendorong Perkembanagan Pedidikan Islam di Andalusi

C. Eksistensi masjid dan perpustakaan di Spanyol

Pada dunia pendidikan Islam yang di kawasan Islam Timur mulai dikenal dengan madrasah, namun istilah madrasah ini belum banyak dikenal di kawasan Andalusia. Masjid dan perpustakaan masih menjadi basis dalam pengembangan dunia ilmu pengetahuan. Istilah madrasah tidak dikenal di Andalusia hingga abad ke 13 M. Baru pada pertengahan abad ke 14, sebuah bangunan madrasah yang besar didirikan di Granada oleh penguasa Nasrid, yaitu Yusuf Abu al- Hajjaj pada tahun 750 H (1349 M). pembangunan madrasah di Granada tersebut akhirnya menjadi contoh bagi pendirian madrasah-madrasah di tempat lain di Andalusia.7

Perpustakaan didirikan oleh pemerintah untuk menyediakan prasarana-prasarana yang mendukung. Untuk itulah para khalifah bani Umayyah di Andalusia (Spanyol) telah menyisihkan dana dari kas negara untuk membangun berbagai sarana pendukung tersebut secara intensif. Hal ini dapat dilihat dari upaya khalifah Abdurahman III (912-951 M) membangun perpustakaan di kota Granada hingga mencapai 600.000 jilid buku. Upaya yang sama juga dilakukan oleh khalifah al- Hakam III (961-976) tak mau kalah dengan upaya yang dirintis bapaknya. Ia juga membangun perpustakaan terbesar ( Greatest Library) diseluruh Eropa pada masa itu dan pada masa-masa sesudahnya.

Perpustakaan lain yang cukup menonjol di kalangan muslim pada saat adalah perpustakaan yang dibangun oleh Abil mutrif, seorang hakim di cordova, kebanyakan berisi buku-buku langka, masterpiece masterpiace kaligrafi, memperkerjakan enam orang penyalin yang bekerja sepenuh waktu.

(9)

D. Perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa (Spanyol)

Menurut Hasan Langgulung, pada zaman kegemilangan Islam di Andalusia, ilmu-ilmu dan seni semakin bertambah banyak dan berkembang dengan pesat sehingga sukar dihimpun semuanya. Namun demikian ia mencoba membuat klasifikasi sebagai berikut :

a. Pengetahuan dan Syari’ah yaitu Ilmu tafsir Al- Qu’an, Ilmu bacaan (qira’ah), tajwid,Ilmu hadits, Ilmu Fikih, Ilmu Ushul Fiqh, Ilmu Kalam dan Ilmu Tasawuf.

b. Ilmu- Ilmu Bahasa dan Sastra yaitu Ilmu Bahasa, Ilmu Nahu, saraf dan aru’d, Ilmu Balaghah dan Ilmu kritk sastra.

c. Ilmu Sejarah dan Sosial yaitu Ilmu sirah, peperangan dan biografi, Ilmu sejarah.

d. Ilmu-Ilmu Falsafah, Logika, Debat, dan Diskusi.

e. Ilmu-Ilmu Murni yaitu Ilmu Matematika, Ilmu Falak dan Ilmu Musik. f. Ilmu-Ilmu kealaman dan Eksperimental yaitu Ilmu Kimia, Ilmu Fisika dan

Ilmu Biologi.

g. Ilmu-Ilmu Terapan dan Praktik yaitu Ilmu Kedokteran, Ilmu farmasi dan Ilmu Pertanian.8

Kontribusi pendidikan Islam terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di eropa

Abad pertengahan, dunia eropa dalam masa kegelapan. Gereja timur menganggap ilmu sains berbahaya terhadap agama masehi. Sebab itu institut-institut ilmu sains dan filsafat Yunani ditutup dan tidak diijinkan membukanya.

Sementara itu mulai abad VIII sampai XIII masehi umat Islam telah mencapai zaman keemasan dengan kebangkitan dan perkembangan keterampilan dalam segala bidang ilmu pengetahuan. Terlebih lagi dengan kehadiran Islam di andalus telah menmbah khazanah peradaban Islam yang sungguh mengagumkan di belahan dunia bagian barat, jauh meninggalkan peradaban eropa

(10)

Hal ini disebabkan ajaran al-Quran sejalan dengan ilmu sains dan mendorong sepenuhnya pemikiran filosof terhadap alam semesta. Bahkan kemudian kaum muslimin mengembangkannya lebih jauh dengan mengadakan penelitian-penelitian dan observasi secara langsung. Hasilnya adalah berkembangnya berbagai macam cabang ilmu pengetahuan dalam islam, seperti fisika, biologi , kedokteran, pengobatan, kimia, astronomi dan sebagainya. Demikian pula pola pikir rasional yang dikembangkan oleh para ahli dikalangan umat Islam, menyebabkan lahirnya ilmu mantiq, matematika dan sebagainya sehingga umat Islam pada masa kejayaan pendidikan Islam me,megang tampuk kemajuan yang gelang gemilang dalam segala bidang, baik dalam ilmu pengetahuan , kesustraan, pemikiran dan kebudayaan

Pemikiran orang barat kemudian mulai terbuka dan mereka melihat kenyataan bahwa apa yang di propagandakan gereja bertentangan dengan ilmu pengetahuan . pertentangan antara gereja dengan ilmu pengetahuan berjalan cukup lama. Persoalan ini berakhir dengan kemenangan ilmu, setelah para ilmuan barat melihat kenyataan kemajuan peradapan islam jauh meninggalkan peradaban mereka. Maka mulai saat itu orang-orang barat berhubungan dengan umat islam di Andalusia, Shiqillah (Sicilia), syiria, dan lain-lain. Dengan adanya kesadaran dan hubungan –hubungan tersebut, memberikan kontribusi yang sangat besat bagi kemajuan eropa pada masa sesudahnya.9

E. Gerakan penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan di Spanyol Bangsa Arab dan Islam telah memberikan saham bagi kebangkitan Eropa. Sistem pembelajaran pada sekolah, perguruan tinggi, para ulama, dan buku-buku menjadi penggerak kebangkitan barat.

Perkenalan bangsa barat dengan dunia Islam telah membuka mata mereka akan kemajuan peradaban Islam yang telah ditorehkan oleh cendekiawan-cendekiawan muslim sebagai hasil dan pengalaman mereka terhadap ajaran

(11)

agama Islam Ketertarikan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk lebih mengetahui dan sekaligus menggali khazanah keilmuan di dunia Islam.

Para penuntut ilmu dari barat berupaya untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang berkembang di dunia Islam ke dunia eropa, dengan jalan menerjemahkan sejumlah buku. Pentransferan ilmu yang dimaksud juga mereka lakukan dengan jalan mengirim sejumlah mahasiswa mereka untuk belajar di dunia Islam, terutama di Andalus, seperti Gerard asal Cremono Itali, Johannes Hspalensis dari Seville, Dominic Gundisalvi dari Toledo, John dari Gorze Jerrnan dan lain-lain.10

Pemuda-pemuda Kristen Eropa tersebut belajar di universitas-universitas Islam di Spanyol, seperti Universitas Cordova, Seville, Malaga, granada, dan Salamanca. Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuan-ilmuan muslim.

Sebelum periode penerjemahan besar-besaran pada abad ke 12, sebenarnya sudah ada usaha-usaha sporadis untuk memajukan ilmu pengetahuan di Eropa Barat. Buktinya sudah ada beberapa usaha penerjemahan ke bahasa Latin pada abad kesembilan. Diantara sarjana pertama yang mempelajari ilmu pengetahuan Arab adalah Gerbert de Aurilac, yang menjadi Paus Sylvester Ii (999-1003). Sepanjang karir kependetaannya, Gerbert sudah mendapatkan reputasi tinggi sebagi seorang guru, dan ia mempunyai kompetensi profesional dalam bidang logika, dan kesustraan Latin. Ia juga telah menunjukkan minatnya kepada ilmu pengetahuan. Pada sebelum usianya yang ke-20, ia sudah menghabiskan tiga tahun umurnya di Catalonia (967-970) untuk mempelajari matematika dan astronomi. Biara Catalonia di Ripolli mempunyai perpustakaan cyang cukup baik, yang juga mengoleksi karya-karya berbahasa Arab dalam lapangan ilmu pengetahuan.

Pada abad XII dimulailah penerjemahan besar-besaran ilmu pengetahuan Islam. Minat untuk penerjemahkan karya-karya Islam tersebut meluas dan dilakukan semua golongan masyrakat. Mulai dari ilmuan, pendeta maupun bangsawan dan raja-raja.

Kota Toledo di Spanyol merupakan pusat penerjemahan. Sebagai pusat penerjemahan, toledo mempunyai persn yang sangat penting. Toledo menjadi

(12)

tempat transisi ilmu-ilmu keIslaman ke Eropa. Disana diterjemahkan banyak sekali karya ulama muslim baik yang brrasal dari Timur maupun Barat. Disana pula untuk pertama kalinya didirikan universitas Eropa yang mengkaji studi-studi ketimuran 9oriental studies). Universitas ini didirikan pada tajun 1250 M diatas perintah para pendeta dengan tujuan mempersiapkan misionaris dengan sasaran umat Islam dan Yahudi. Dengan adanya usaha menerjemahan tersebut diatas, maka ilmu pengetahuan Islam memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan Eropa.11

PENUTUP

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Samsul Munir. 2010. Sejarah Peradaban Islam .Jakarta: Amzah.

Ramayulis.2011. Sejarah Pendidikan Islam.Jakarta : Kalam Mulia.

Shafwan , Muhammad Hambal Shafwan. 2004. Intisari Sejarah Pendidikan Islam. Solo : PUSTAKA ARAFAH .

Suwito. 2005. sejarah Sosial Pendidikan Islam, .Jakarta : Kencana .

Yatim, Badri .2000. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : raja Grafindo Persada.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...