• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN METODE RASTERIZATION DENGAN METODE CLIPPING UNTUK PEMECAHAN FILE GAMBAR | Damanik | JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERBANDINGAN METODE RASTERIZATION DENGAN METODE CLIPPING UNTUK PEMECAHAN FILE GAMBAR | Damanik | JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) 1 PB"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Riset Komputer (JURIKOM), Vol. 2 No. 6, Desember 2015 ISSN 2407-389X (Media Cetak) Hal : 66-68

66

PERBANDINGAN METODE RASTERIZATION DENGAN

METODE CLIPPING UNTUK PEMECAHAN FILE GAMBAR

Setiawati Br Damanaik 1, Garuda Ginting 2

1 Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma 2 Dosen Tetap STMIK Budi Darma

1,2 Jl.Sisingamangaraja Np.338 Simpang Limun Medan

ABSTRAK

Pengolahan citra banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memacu perkembangan teknologi komputer terutama yang berhubungan dengan media penyimpanan yang semakin besarUntuk dapat menyimpan sebuah berkas yang besar ke dalam media penyimpanan yang lebih kecil maka harus dipecahkan terlebih dahulu menjadi berkas yang kecil-kecil. Metode clipping biasa didefinisikan sebagai prosedur yang mendefinisikan bagian gambar, baik di dalam maupun di luar suatu bidang tersebut. Dalam konteks grafika komputer, untuk melakukan clipping, kita lebih dulu harus menentukan bentuk window dan baru kemudian menentukan hanya objek yang terdapat di dalam window tersebut yang akan ditampilkan, window ini disebut juga clipping window sedangkan rasterization adalah sebuah proses mengkonversi sebuah penggambaran vertex menjadi sebuah penggambaran pixel. rasterization juga biasa disebut scan conversionyang memanfaatkan koherensi.

Kata Kunci: Pemecahan File Gambar, Clipping, Rasterization

I. PENDAHULUAN

Pada saat ini perkembangan teknologi komputer sangat pesat salah satunya tentang pengolahan citra (image processing) yang memegang peranan sangat penting, dimana dalam pengolahan tidak sekedar memberikan efek-efek yang menjadiakan suatu citra menjadi lebih baik tetapi juga harus dapat memperbaiki kualitas citra itu sendiri. Pengolahan citra banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memacu

perkembangan teknologi komputer

terutama yang berhubungan dengan media penyimpanan yang semakin besar. Berkas-berkas gambar yang dulu berukuran kecil kini dengan semakin meningkatnya kualiatas gambar maka

berkas-berkas gambar

membutuhkan media penyimpanan

yang cukup besar. Untuk dapat menyimpan sebuah berkas yang besar ke dalam media penyimpanan yang lebih kecil maka harus dipecahkan terlebih dahulu menjadi berkas yang kecil-kecil.

Pengolahan citra merupakan sebuah proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra dimana secara umum sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer dan pengolahan citra digital juga mencakup seluruh data dua dimensi. Meskipun sebuah citra kaya informasi, namun seringkali citra yang kita miliki penurunan intensitas mutu dan sulit di representasikan sehingga informasi yang ada menjadi berkurang. Agar citra yang mengalami ganguan mudah di representasikan maka citra tersebut perlu dimanipulasi menjadi citra yang lain yang kualitasnya lebih baik dan pada umumnya file citra memiliki format JPEG/JPG, GIF, TIFF, PNG dan BMP.

Metode clipping biasa didefinisikan sebagai prosedur yang mendefinisikan bagian gambar, baik di dalam maupun di luar suatu bidang tersebut (Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VIII, Nomor: 3, Desember 2014). Dalam konteks grafika komputer, untuk melakukan clipping, kita lebih dulu harus menentukan bentuk window dan baru kemudian menentukan hanya objek yang terdapat di dalam window tersebut yang akan ditampilkan, window ini disebut juga clipping window sedangkan rasterization adalah sebuah proses mengkonversi sebuah penggambaran vertex menjadi sebuah penggambaran pixel. rasterization juga biasa disebut scan conversion yang memanfaatkan koherensi (Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VIII, Nomor: 3, Desember 2014).

II. TEORITIS A. Citra Digital

Citra adalah suatu proyeksi scane tiga dimensi ke dalam permukaan dua dimensi. (Pelita Informatika Budi Darma, Volume III Nomor : 2). Scane didefinisikan sebagai kumpulan objek tiga dimensi dengan pengaturan geometris dan biasanya diatur secara fisik oleh hukum alam. Secara umum, pengolahan citra digital menunjuk pada pemrosesan gambar 2 dimensi menggunakan komputer. Dalam konteks yang lebih luas, pengolahan citra digital mengacu pada pemrosesan setiap data 2 dimensi. Citra digital merupakan sebuah larik (array) yang berisi

nilai-nilai real maupun komplek yang

direpresentasikan dengan deretan bit tertentu.

Ada beberapa tipe gambar digital yang sering digunakan yaitu:

(2)

Jurnal Riset Komputer (JURIKOM), Vol. 2 No. 6, Desember 2015 ISSN 2407-389X (Media Cetak) Hal : 66-68

67 Tipe file BMP umum digunakan pada sistem operasi windows dan OS/2. Kelebihan tipe file BMP adalah dapat dibuka oleh hampir semua aplikasi pengolah gambar.

2. Joint Photographic Experts Group (JPG/ JPEG)

Tipe file JPG sangat sering digunakan untuk

web atau blog. File JPG menggunakan teknik

kompresi yang menyebabkan kualitas gambar turun (lossy compression).

I. Graphics Interchange Format (GIF)

Tipe file GIF memungkinkan penambahan warna transparan dan dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana, tetapi saat ini standar GIF hanya maksimal 256 warna saja.

II. Portable Network Graphics (PNG)

Tipe file PNG merupakan solusi kompresi yang kuat dengan warna yang lebih banyak (24 bit RGB + alpha). Berbeda dengan JPG yang menggunakan teknik kompresi yang

menghilangkan data, file PNG menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossless compression).

B. Resolusi Citra

Resolusi citra merupakan tingkat detail suatu citra. Semakin tinggi suatu resolusi citra maka akan semakin tinggi pula tingkat detail dari citra tersebut. Satuan dalam pengukuran resolusi citra dapat berupa ukuran fisik (jumlah garis per mm/jumlah garis per inchi) ataupun dapat juga berupa ukuran citra menyeluruh (jumlah garis per tinngi citra). Resolusi sebuah citra dapat diukur dengan berbagai cara sebagai berikut.

.

C. Jenis Citra

Nilai atau pixel memiliki nilai dalam rentang tertentu dari nilai minimum sampai nilai maksimum. Jangkauan yang digunakan berbeda-beda tergantung jenis warnanya. Namun secara umum jangkauannya adalah 0-255. Citra dengan penggambaran seperti ini digolongkan ke dalam citra integer. Berikut jenis-jenis citra berdasarkan nilai pixelnya.

a. Citra Biner

Citra biner adalah citra digital yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai pixel yaitu hitam dan putih. Citra biner juga disebut sebagai citra B&W (Black and White) atau citra monokrom. Hanya dibutuhkan 1 bit untuk mewakili nilai setiap pixel dari citra biner. Citra biner sering kali muncul sebagai hasil dari proses pengolohan seperti segmentasi, pengambangan, morfologi ataupun dithering.

b. Citra Grayscale

Citrra grayscale merupakan citra digital yang hanya memiliki satu nilai kanal pada setiap pixelnya dengan kata lian nilai bagian RED = GREEN = BLUE. Nilai tersebut

digunakan untuk menunjukan tingkat intensitas. Warna yang dimiliki adalah warna hitam, keabuan dan putih. Tingkat keabuan di sini merupakan warna abu dengan berbagai tingkatan dari hitam hingga mendekati putih. Citra greyscale berikut memiliki kedalaman warna 8 bit (256 kombinasi warna keabuan).

III. ANALISA dan PEMBAHASAN

Analisis pemecaha file citra digital dengan menggunakan metode Rasterization dengan Metode Clipping dimana aplikasinya akan menampilkan hasi lkualitas gambar seperti pada

keadaan sebelum terjadi

pemecahan tanpa mengalami kerusakan

pada gambar dimana dapat dilakukan dengan

membagi gambar

secara horisontal atau hanya terjadi pada tinggi ga

mbar yaitu tahapan

membagi gambar secara horisontal dan

pemecahan file gambar..

A. Analisa Metode Clipping

Di dalam masalah ini, telah disiapkan sebuah cita digital yang mempunyai citra dimensi325x168 dan telah ditransformasikan menjadi 20x7 dengan format *.jpg. adapun tampilan yang dijadikan sampel pengujian ini dapat dilihat pada gambar 1

Gambar 1. Citra RGB 325x168 di Transformasi Menjadi Citra 20x14

Desain logika pada penelitian ini menggunakan alat bantu Unifield Modeling Language (UML). Perancangan ini terdiri dari diagram UML citra pemecaha gambar, rancangan diagram UML algotirma clipping dan algoritma rasterizationdan terakhir rancangan desain form dimana menggambarkan tentang desain form utama, form operator rasterization dan form operator clliping

(3)

Jurnal Riset Komputer (JURIKOM), Vol. 2 No. 6, Desember 2015 ISSN 2407-389X (Media Cetak) Hal : 66-68

68

IV. KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Untuk memproses pemecahan file gambar dengan metode rasterization dan metode

clipping diambil hasil matrik citra dan

dilakukan konvolusi matriks citra.

2. Untuk menganalisa dibutuhkan sebuah gambar yang telah di rubah ke matriks citra greyscale dan hasilnya dikonvolusikan ke dalam ra sterization dan clipping.

3. Dalam membandingkan kedua metode tersebut dibuat sebuah aplikasi dengan menggunakan microsoft visual studio 2008 dalam mencari perbandingan hasil kualitas sisi tepi citra.

V. DAFTAR PUSTAKA

[1].Putra Darma, Pengolahan Citra, 2010

[2].Hermawati F Astuti, Konsep dan Teori Pengolahan Citra Digital, 2013

[3].Nugroho Adi, Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek, 2010

[4].Ketut Darmayuda, Microsoft Visual Basic .NET 2008 [5].Adi Nugroho,2010

Gambar

Gambar 2. Use case Proses Citra Ke Grayscale

Referensi

Dokumen terkait

Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 ia memperoleh kabar bahwa bagian Indonesia Timur akan melepaskan diri dari kesatuan Indonesia bila soal syariat ini ditegakkan, dan ia

Pentingnya melakukan pengukuran kinerja modul Materials Management dengan pendekatan model Balanced Scorecard adalah untuk mengukur seberapa efektif penerapan

[r]

Tujuan dilakukan skenario pengujian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara dataset 1 yang diawali oleh aktivitas ‘A’ dan diakhiri oleh aktivitas apapun

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024) 8508081,

[r]

Pada skenario ini, aplikasi yang digunakan sebagai tambahan trafik data yang seharusnya tidak dimasukan ke dalam rule firewall yang diujikan adalah trafik data akses ke situs

penerangan/dramatis yang sesuai, kasir, signage yang komunikatif, teknik grouping yang sesuai karakter/target konsumen dan korelasi antar produk, pendingin ruangan yang