NAMA SEKOLAH
: SMA NEGERI 2 BANJAR
MATA PELAJARAN
: MATEMATIKA
KELAS/PROGRAM
: XII ( DUA BELAS )/ ILMU PENGETAHUAN ALAM
SEMESTER
: 1 ( SATU )
STANDAR KOMPETENSI : 3. MENGGUNAKAN KONSEP MATRIKS, VEKTOR, DAN TRANSFORMASI DALAM PEMECAHAN MASALAH
NO KOMPETENSI
DASAR INDIKATOR MATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN
WAKT BELAJARSUMBER JENIS BENTUK INSTRUM
1 2 3 4 5 7 8 9 10 11
1. 3.1. Mengguna kan sifat - sifat operasi matriks untuk menun-jukkan bahwa suatu matriks persegi merupaka n invers dari matriks persegi lainnya
3.1.1. Menyebut-kan pengertian matriks
1. Pengertian matriks 1. Mencari informasi tentang pengertian matriks.
2. Mengumpulkan daftar bilangan seperti jadwal pelajaran, kalender bekas, data statistik yang ada di ruang BK dan lain sebagainya. Kemudian menyusunya dalam bentuk matriks.
3. Mengidentifikasi matriks yang sudah didapatkan untuk menentukan mana baris dan kolom.
4. Menyimpulkan tentang pengertian matriks.
5. Menkomunikasikan di dalam kelompoknya tentang pengertian matriks
6. Menuliskan bentuk umum matriks berordo ( m x n ) sebagai berikut :
A =
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution )
Buku refrensi dan LKS 3.1.2. Menuliskan
informasi ke dalam bentuk matriks.
1. Menuliskan informasi ke dalam bentuk matriks.
Kuis Uraian terlampir
3.1.3. Menyebut-kan bentuk umum matriks
1. Menyebutkan bentuk umum matriks
Kuis Uraian terlampir
3.1.4. Menyebut-kan unsur matriks yang
1. Menyebutkan unsur matriks yang terletak pada baris ke – I dan kolom
Kuis Uraian Terlampir
terletak pada baris ke – I dan kolom ke-j
ke-j
7. Menuliskan informasi ke dalam bentuk matriks.
8. Menyebutkan unsur unsur matriks yang terletak pada baris ke – I dan kolom ke-j
9. Menyebutkan jenis - jenis matriks 3.1.5.
Menyebut-kan jenis - jenis matriks
1. Jenis - jenis matriks Tugas Uraian Terlampir
3.1.6. Menyebut-kan kesamaan dua matriks
1. Kesamaan dua
matriks 1. Mencari informasi tentang pengertian kesamaan dua matriks.
2. Mengidentifikasi kesamaan dua matriks 3. Menyimpulkan tentang kesamaan dua matriks sebagai beriku : Dua matriks A dan B dikatakan sama jika matriks tersebut memiliki ordo sama dan unsur – unsur yang bersesuaian juga sama,
Jika
4. Menkomunikasikan di dalam
kelompoknya tentang kesamaan dua matriks
5. Menggunakan kesamaan dua matriks untuk menyelesaikan persoalan matriks
Ulanga n harian
2 x 45
menit Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution )
3.1.7. Menentukan penjumlaha n dua matriks.
1. Operasi aljabar pada dua matriks dan persamaan matriks sederhana.
1. Mencari informasi tentang operasi aljabar pada dua matriks , seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks dan perkalian dua matriks.
2. Menyimpulkan tentang operasi aljabar pada dua matriks , seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks dan perkalian dua matriks sebagai berikut :
-
3. Menkomunikasikan di dalam
kelompoknya tentang operasi aljabar pada dua matriks.
4. Menentukan jumlah, selisih, hasil kali sekalar dengan matriks dan hasil kali dua matriks.
5. Menyelesaikan persamaan matrik sederhana yang berkaitan dengan operasi aljabar matriks.
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution )
Buku refrensi dan LKS 3.1.8. Menentukan
selisih dua matriks.
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.1.9. Menentukan hasil kali skalar dengan matriks.
Tugas Uraian terlampir
3.1.10. Menentu-kan hasil kali dua matrik.
Ulanga n blok
Obyektit Terlampir
3.1.11. Menyele-saikan persamaan matriks sederhana yang berkaitan dengan operasi aljabar matriks.
Ulanga n blok
Obyektit Terlampir
3.1.12. Menentu-kan transpose
1. Transpose suatu matriks
1. Mencari informasi tentang pengertian transpose suatu matriks.
2. Menyimpulkan tentang transpose suatu
Tugas Uraian terlampir 2 x 45 menit
suatu matriks.
matriks sebagai berikut : misalkan dari
matrik
d c
b a
A . dapat kita bentuk
suatu matriks baru diperoleh dengan cara mengubah baris ke – i matriks A menjadi kolom ke – i matriks baru dan atau dengan mengubah kolom ke – j matriks A menjadi baris ke – j matriks baru. Matriks baru yang dihasilkan ini di sebut transpose dari matriks A yang di tulis dengan At. Dari
perubahan tersebut jika matriks A berordo m x n, maka atriks At berordo n x m,
sehingga transpose matriks A di atas
adalah :
d b
c a A .
3. Menkomunikasikan di dalam kelompoknya tentang transpose suatu matrik
4. Menentukan transpose dari suatu matriks yang sudah ditentukan.
Nasution )
Buku refrensi dan LKS
3.1.13. Menyebut-kan sifat – sifat transpose suatu matrik.
1. Sifat – sifat transpose suatu matrik.
1. Menyebutkan sifat – sifat transpose suatu matriks.
2. Menunjukkan kebenaran sifat – sifat transfose suatu matriks.
3. Menyimpulkan sifat – sifat transpose suatu matriks, sebagai berikut :
- (At)t = A
- ( A + b )t = At = Bt
- k( At) = kAt
- (AB)t = Bt.At
- A . At = adalah matriks
simetri jika A = At
4. Mengkomunikasikan di dalam kelompoknya sifat – sifat matriks transpose.
2. 3.2. Menentu-kan ditermina n dan invers matriks persegi ordo 2 x 2
3.2.1. Menentukan determinan matriks persegi ordo 2 x 2
1.Determinan matriks persegi ordo 2 x 2
1. Mencari informasi tentang pengertian determinan matriks persegi ordo 2 x 2. 2. Mengidentifikasi tentang determinan
matriks persegi ordo 2 x 2.
3. Menyimpulkan tentang determinan matriks persegi ordo 2 x 2, ebagai berikut :
Jika
d c
b a
A . , maka
bc ad
A , dimana A dibca determinan matrks A
4. Menkomunikasikan di dalam
kelompoknya tentang determinan matriks persegi ordo 2 x 2.
5. Menentukan determinan dari suatu matriks persegi ordo 2 x 2.
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution ) Buku refrensi dan LKS
3.2.2. Menyebut-kan pengertian matriks singular dan non singular
1. Pengertian matriks singular dan non singular
1. Menyebutkan pengertian matriks singular dan non singular
2. Menyimpulkan matriks singular dan non singular, sebagai berikut
Untuk setiap matriks
d c
b a A .
dan A ad bcmaka : matriks A dikatakan singular apabila A 0, dan sebaliknya jika A 0maka matriks A
disebut matriks non singular
3.2.3. Menyele-saikan persamaan determinan berderajat dua
1. Persamaan determinan berderajat dua
1. Menyelesaikan persamaan determinan
berderajat dua Tugas Uraian Terlampir
3.2.4. Menentukan invers matriks persegi ordo 2 x 2
1. Invers matriks
persegi ordo 2 x 2 1. Mencari informasi tentang pengertian invers matriks persegi ordo 2 x 2.
2. Menentukan invers matriks persegi ordo 2 x 2, dengan menggunakan bahwa hasil kali matriks dengan inversnya adalah
merupakan matriks satuan, sebagai berikut ; misalkan kita ambil matriks
A , maka inversnya dapat
kita tentukan dengan menggunakan kesamaan matriks : A.A-1 = I, dimana A-1=
invers matriks A dan I adalah matriks
identitasdengan
diperoleh
3. Menjabarkan invers matrik persegi ordo 2 x 2 dengan mengambil matriks
n blok Obyektit Terlampir 2 x 45menit Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution )
Buku refrensi dan LKS 3.2.5.Membuktika
n rumus invers matriks persegi ordo 2 x 2
1. Membuktikan rumus invers matriks persegi ordo 2 x 2
4. Menkomunikasikan di dalam kelompoknya tentang invers matriks persegi ordo 2 x 2.
5. Menentukan invers matriks persegi ordo 2 x 2.
3.2.6. Menyebut-kan syarat suatu matriks mempunyai invers.
1. Syarat suatu matriks
mempunyai invers.
1. Menginvestigasi suatu matriks mempunyai invers.
2. Menyebutkan syarat suatu matriks mempunyai invers.
3. Menyimpulkan syarat suatu matriks mempunyai invers.
4. Mengkomunikasikan syarat suatu matriks mempunyai invers.
Kuis Uraian Terlampir
3.2.7. Menyebut-kan sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2
1. Menyebutkan sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2
1. Mencari informasi tentang sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2.
2. Mengidentifikasi tentang sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2.
3. Menyimpulkan tentang sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2, sebagai berikut :
Jika A dan B matriks persegi berordo 2 x 2 dan non singular maka berlaku :
- A.A-1 = A-1 . A = I
- ( A-1)-1 = A
- ( A . B ) = B-1 . A-1
- (At)-1 = ( A-1)t
4. Menkomunikasikan di dalam kelompoknya tentang sifat – sifat invers matriks persegi
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution )
ordo 2 x 2.
5. Menggunakan sifat – sifat invers matriks persegi ordo 2 x 2.dalam persoalan matriks.
3.2.8.Menjelaskan sifat operasi matriks
1. Sifat operasi matriks
1. Mencari informasi tentang sifat – sifat operasi matriks, seperti sifat – sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks, perkalian dua matriks dan sifat – sifat invers dari suatu matriks.
2. Mengidentifikasi tentang sifat – sifat operasi matriks, seperti sifat – sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks, perkalian dua matriks dan sifat – sifat invers dari suatu matriks.
3. Menyimpulkan tentang sifat – sifat operasi matriks, seperti sifat – sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks, perkalian dua matriks dan sifat – sifat invers dari suatu matriks, seperti :
* Sifat – sifat operasi penjumlahan matriks, jika diketahui A, B, C adalah matriks berordo m x n dan matrik O adalah matriks nol maka :
- A + B = B + A ( sifat komutatif ) - ( A + B ) + C = A + ( B + C ) (Sifat asosiatif )
- mempunyai elemen identitas terhadap operasi penjumlahan yaitu O,
sehingga untuk setiap matriks A
Kuis
Tugas
berlaku : A + O = O + A = A.
- Mempunyai invers terhadap
penjumlahan, yaitu A + ( -A ) = (-A) + A = O
* Sifat – sifat perkalian matriks dengan sekalar, jika k dan l bilangan riil, dan A, B adalah matriks matriks berordo m x n, maka berlaku sifat – sifat sebagai berikut :
- ( k + l ) A = kA + lA
- ( k – l ) A = kA – lA - k(AB) = (kA)B=A(kb)
- k(lA) = ( kl)A * Sifat perkalian matriks,
- Jika A dan B suatu matriks berordo m x n maka AB BA yaitu tidak berlaku
komutatif.
- Untuk sembarang k bilangan riil, A dan B adalah matrks berordo m x n, maka berlaku :
(kA)B = k(AB) ( Ak)B = A(kB) ( AB)k = A(Bk)
- Jika A, B dan C adalah matriks berordo m x n maka berlaku :
4. Menkomunikasikan di dalam
kelompoknya tentang sifat – sifat operasi matriks, seperti sifat – sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks, perkalian dua matriks dan sifat – sifat invers dari suatu matriks.
5. Menggunakan sifat – sifat operasi matriks, seperti sifat – sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar dengan matriks, perkalian dua matriks dan sifat – sifat invers dari suatu matriks, dalam persoalan matriks.
3.2.9. Menyele-saikan persamaan matriks dengan menggunak an invers.
1. Persamaan matriks dengan
menggunakan invers.
1. Menginvestigasi tentang penyelesaian persamaan matriks dengan
menggunakan invers matriks.
2. Menentukan penyelesaian persamaan matriks dengan menggunakan invers matriks.
3. Menyimpulkan penyelesaian persamaan matriks dengan menggunakan invers matriks, sebagai brikut :
- AX = B maka X = A-1B
- XA = B maka X = B . A-1
4. Mengkomunikasikan penyelesaian persamaan matriks dengan menggunakan invers matriks.
5. Menentukan penyelesaian persamaan matriks dengan menggunakan kesimpulan di atas.
Ulanga n harian
Uraian Terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika 2 ( Andi Hakim Nasution ) Buku refrensi dan LKS
kan determi-nan dan invers matriks persegi ordo 2 x 2 dalam menyeles aikan sistem persamaa n linier dua variabel.
penyelesaia n sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunak an invers matriks.
sistem persamaan linier dua variabel dengan
menggunakan invers matriks.
persamaan linier dua variabel dengan menggunakan invers matriks.
2. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan invers matriks.
3. Menyimpulkan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan invers matriks.
4. Mengkomunikasikan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan invers matriks.
5. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan kesimpulan di atas.
n harian
3.3.2. Menentukan penyelesai-an sistem persamaan linier dua variabel dengan mengguna-kan diterminan matriks persegi berordo 2 x 2.
1. Penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan
menggunakan diterminan matriks persegi berordo 2 x 2.
1. Menginvestigasi tentang sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan determinan matriks. 2. Menentukan penyelesaian sistem
persamaan linier dua variabel dengan menggunakan determinan matriks.
3. Menyimpulkan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan determinan matriks. Jika ditentukan sistem persamaan linier dua variabel sebagai beriku :
ax + by = p
cx + dy = q
maka D ca db ; Dx qp db ;
q c
p a
Dy , sehingga diperoleh
Ulanga n harian
D D x x , dan
D D y y
4. Mengkomunikasikan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan determinan matriks.
5. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan kesimpulan di atas.
6. 3.6.
Menggun a-kan sifat - sifat operasi aljabar vektor dalam pemecah-an masalah.
3.6.1. Menyebut-kan pengertian vektor
1. Pengertian vektor 1. Mencari informasi tentang pengertian vektor.
2. Memberikan contoh – contoh vektor. 3. Menyimpulkan pengertian vektor.
4. Mengkomunikasikan di dalam
kelompoknya tentang pengertian vektor.
5. Menyimpulkan tentang pengertian vektor, besar/panjang vektor, notasi vektor, ujung vektor dan pangkal vektor.
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
3.6.2. Menyebut-kan pengertian kesamaan du vektor
1. Kesamaan dua vektor
1. Mencari informasi tentang pengertian kesamaan dua vektor.
2. Menyebutkan pengertian kesamaan du vektor
3. Mengkomunikasikan di dalam kelompoknya tentang Menyebutkan pengertian kesamaan du vektor
Tugas Uraian terlampir
3.6.3. Menggam-bar penjumlaha n dua vektor
1. Menggambar penjumlahan dua vektor dengan cara segitiga maupun
1. Mencari informasi tentang penjumlahan dua vektor dengan cara segitiga maupun jajaran genjang.
2. Menggambar penjumlahan dua vektor
dengan cara segitiga maupun dengan jajaran genjang.
dengan jajaran genjang.
dengan cara segitiga maupun dengan jajaran genjang.
3. Menyimpulkan tentang menggambar penjumlahan dua vektor dengan cara segitiga maupun dengan jajaran genjang. 4. Mengkomunikasikan tentang menggambar
penjumlahan dua vektor dengan cara segitiga maupun dengan jajaran genjang.
3.6.4. Menyatakan perkalian vektor dengan sekalar
1. Perkalian vektor dengan sekalar
1. Mencari informasi tentang perkalian vektor dengan sekalar.
2. Menggambar tentang perkalian vektor dengan sekalar.
3. Menyimpulkan tentang perkalian vektor dengan sekalar.
4. Mengkomunikasikan tentang perkalian vektor dengan sekalar.
Tugas Uraian terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
3.6.5. Menyebut-kan pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurang-an dua buah vektor.
1. Pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurangan dua buah vektor.
1. Mencari informasi tentang pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurangan dua buah vektor.
2. Menyebutkan pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurangan dua buah vektor.
3. Menyimpulkan pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurangan dua buah vektor.
4. Mengkomunikasikan pengertian vektor nol, lawan vektor dan pengurangan dua buah vektor.
5. Menggambar pengurangan dua vektor dengan cara segitiga maupun dengan jajaran genjang.
3.6.6. Menyatakan vektor secara geometri maupun aljabar.
1. Menyatakan vektor secara geometri maupun aljabar.
1. Mencari informasi tentang menyatakan vektor secara geometri maupun aljabar.
2. Menyatakan vektor secara geometri maupun aljabar.
3. Mengkomunikasikan penulisan vektor secara geometri maupun aljabar.
Kuis Uraian terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
3.6.7. Menentukan panjang suatu vektor di ruang berdimensi dua dan dimensi tiga
1. Panjang suatu vektor di ruang berdimensi dua dan dimensi tiga
1. Mencari informasi tentang panjang vektor di ruang berdimensi dua dan tiga
2. Menyatakan panjang vektor di ruang berdimensi dua dan tiga
3. Mengkomunikasikan tentang panjang vektor di ruang berdimensi dua dan tiga
4. Menentukan panjang suatu vektor di ruang berdimensi dua dan dimensi tiga
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.6.8. Menyebut-kan pengertian vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal,
1. Pengertian vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal,
1. Mencari informasi tentang pengertian vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal,
2. Menyebutkan pengertian vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal,
3. Mengkomunikasikan tentang vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal,
4. Menentukan vektor posisi dari suatu titik, unit vektor basis ortogonal.
Kuis Uraian Terlampir
3.6.9. Menyatakan vektor kedalam vektor kolom dan vektor basis
1. Vektor kolom dan vektor basis ortogonal
1. Menyatakan vektor kedalam vektor kolom dan vektor basis ortogonal
2. Mengkomunikasikan tentang vektor kolom dan vektor basis ortogonal.
ortogonal
3.6.10. Menentu-kan jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan sekalar dan lawan vektor yang dinyatakan kedalam vektor kolom.
1. Jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan sekalar dan lawan vektor yang dinyatakan kedalam vektor kolom.
1. Menentukan jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan sekalar dan lawan vektor yang dinyatakan kedalam vektor kolom. 2. Mengkomuikasikan di dalam
kelompoknya tentang jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan sekalar dan lawan vektor yang dinyatakan kedalam vektor kolom
Tugas Ulanga n harian
Ulanga n blok.
Uraian Obyektit
Obyektif
terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.6.11. Menyebut-kan dan menggunak an sifat - sifat aljabar vektor
1. Menyebutkan dan menggunakan sifat - sifat aljabar vektor
1. Mengidentifikasi sifat - sifat aljabar vektor 2. Menyimpulkan sifat - sifat aljabar vektor
sebagai berikut : Jika a_ ,b_ dan c_ sembarang vektor, k dan l adalah skalar maka berlaku sifat sifat :
- Komutatif terhadap penjumlahan. - Assosiatif terhadap penjumlahan
- Mempunyai elemen identitas penjumlahan
- Mempunyai invers terhadap penjumlahan.
- k (la_ ) = ( kl )a_
- k (a_ +b_ ) =ka_ +kb_
- k (a_ -b_ ) =ka_ - kb_
Kuis Tugas
- ( k + l ) a_ = ka_ + la_
3. Mengkomunikasikan di dalam
kelompokya sifat - sifat perkalian opersi aljabar vektor
3.6.12.
Mengguna-kan perbanding-an ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
1. Perbandingan ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
1. Mencari informasi tentang rumus pembagian ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga 2. Menjabarkan rumus pembagian ruas garis
dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
3. Menyimpulkan tentang rumus pembagian ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
4. Mengkomunikasikan tentang rumus pembagian ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
5. Menggunakan rumus pembagian ruas garis dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pembagian ruas garis dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
Tugas Ulanga n Blok.
Uraian Obyektif
Terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.6.13.
Mengguna-kan rumus perbanding an ruas garis dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan vektor
1. Rumus
perbandingan ruas garis dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan vector
Tugas Uraian terlampir
7. 3.7.
Menggun a-kan sifat - sifat dan operasi
3.7.1. Menentukan hasil kali skalar dua vektor di bidang dan
1. Hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang.
1. Mencari informasi tentang hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang.
2. Mengidentifikasi definisi hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang, sebagai
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45
perkalian skalar dua vektor dalam pemecah-an masalah.
ruang. berikut : Misalkan _
adan b_ adalah dua
vektor yang bukan vektor nol, dan masing – masing adalah vektor posisi titik A dan B dimana
AOB = dengan 0
. Hasil kali sekalar a_dan b_ didefinisikan sebagai :
cos . ._ _ _
_
b a b
a
3. Menjabarkan hasil kali skalar dua vektor dalam bentuk komponen perkalian vektor di bidang dan ruang.
4. Menyimpulkan tentang rumus hasil kali skalar dua vektor dalam bentuk
komponen perkalian vektor di bidang dan
ruang, sebagai berikut : Jika
3 2 1 _
a a a a
dan
3 2 1 _
b b b
b , maka
3 3 2 2 1 1 _ _
.b ab a b bb
a
5. Mengkomunikasikan tentang hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang.
6. Menggunakan rumus hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang.
Ulanga n blok
Buku refrensi dan LKS
3.7.2. Menentukan sudut antara dua vektor di bidang dan
1. Sudut antara dua vektor di bidang dan ruang
1. Mengidentifikasi definisi perkalian sekalar dua vektor.
2. Menyimpulkan tentang hubungan antara sudut dua vektor dengan kedudukan dua
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45
ruang vektor tersebut dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
3. Mengkomunikasikan tentang hubungan antara sudut dua vektor dengan kedudukan dua vektor tersebut dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
4. Menggunakan hubungan antara sudut dua vektor dengan kedudukan dua vektor tersebut dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga
5. Menggunakan hubungan antara sudut dua vektor dengan kedudukan dua vektor tersebut dalam bidang maupun dalam ruang berdimensi tiga, untuk
menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan kedudukan dua vektor
Buku refrensi dan LKS 3.7.3.
Mengguna-kan cosinus dari sudut dua vektor untuk menentukan kedudukan dua vektor
1. Menggunakan cosinus dari sudut dua vektor untuk menentukan kedudukan dua vektor
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.7.4. Menyelesai-kan permasalah an yang berhubung-an dengberhubung-an kedudukan dua vektor
1. Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan kedudukan dua vektor
Ulanga
n blok Obyektit Terlampir
3.7.5. Menyebut-kan sifat - sifat perkalian sekalar dua vektor
1. Sifat - sifat perkalian sekalar dua vektor
1. Mengidentifikasi sifat – sifat perkalian skalar dua vektor.
2. Menyimpulkan sifat – sifat perkalian skalar dua vektor sebagai berikut :
- Tidak bersifat tertutup, karena hasil kali skalar dua vektor tidak
menghasilkan vektor. - Tidak bersifat assosiatif
- Tidak mempunyai elemen identitas - Bersifat komutatif
- Bersifat distributif terhadap penjumlahan
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3a Wono Setya Budhi, Phd
- _ _ _ 2 .a a
a
3. Menyebutkan sifat - sifat perkalian sekalar dua vektor
3.7.6. Menentukan unit vektor dari suatu vektor.
1. Unit vektor dari suatu vektor.
1. Mencari informasi tentang unit vektor dari suatu vektor.
2. Menyimpulkan tentang unit vektor dari suatu vektor, sebagai berikut :
Unit vektor U = _ _
u u
3. Mengkomunikasikan tentang unit vektor.
4. Menentukan unit vektor dari suatu vektor.
Tugas Uraian Terlampir
3.7.7. Menentukan vektor proyeksi dan panjang vektor proyeksi.
1. Vektor proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi.
1. Mencari informasi tentang vektor proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi. 2. Menyimpulkan tentang vektor proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi. 3. Mengkomunikasikan tentang vektor
proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi.
4. Menentukan vektor proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi.
5. Menggunakan Vektor proyeksi ortogonal dan panjang vektor proyeksi dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan vektor proyeksi seperti
menentukan jarak titik terhadap garis
Ulanga n blok
Obyektit Terlampir
3.7.8. Mengguna-kan vektor proyeksi untuk menentukan jarak sebuah titik terhadap garis.
1. Penerapan vektor proyeksi untuk menentukan jarak sebuah titik terhadap garis.
Tugas Uraian Terlampir
8. 3.8.
Menggun
3.8.1. Menyebut-kan
1. Pengertian transformasi
a-kan transform asi geometri yang dapat dinyata-kan dengan matriks dalam pemecah-an masalah.
pengertian transformasi geometri pada bidang datar dan jenis - jenisnya
geometri pada bidang datar dan jenis - jenisnya
transformasi geometri pada bidang datar.
2. Menyimpulkan tentang pengertian transformasi geometri pada bidang datar. 3. Mengkomunikasikan tentang pengertian
transformasi geometri pada bidang datar. 4. Memberikan contoh – contoh
transformasi dalam kehidupan sehari – hari dan jenis – jenisnya.
menit SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8. 2. Menyebut-kan pengertian translasi pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian translasi pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian translasi pada bidang datar serta aturannya .
2. Menyimpulkan tentang pengertian translasi pada bidang datar serta aturannya sebagai beriut : Bayangan titik
P ( x, y ) oleh translasi
persamaan translasi
3. Mengkomunikasikan tentang pengertian translasi pada bidang datar serta aturannya.
Kuis Uraian Terlampir
3.8.3. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asi kan dengan translasi tertentu dan
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasikan dengan translasi tertentu dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasikan dengan translasi tertentu dan sebaliknya
sebaliknya
3.8.4. Menentukan transformasi translasi apabila titik atau kurva asal dan bayangan-nya ditentukan
1. Menentukan transformasi translasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
1. Menentukan transformasi translasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8.5. Menyebut-kan pengertian transformasi rotasi pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi rotasi pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi rotasi pada bidang datar serta aturannya .
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap rotasi berpusat dititik O( 0, 0 ) sejauh
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap rotasi berpusat dititik O( 0, 0 ) sejauh : Bayangan titik P ( x, y ) oleh rotasi berpusat dititik O( 0, 0 ) sejauh adalah dinyatakan dengan
persamaan
y x y
x
cos sin
sin cos
' '
,
sedang
cos sin
sin cos
adalah
matriks operator yang bersesuaian dengan rotasi sebesar terhadap titik O( 0, 0 )
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap rotasi berpusat dititik O( 0, 0 ) sejauh
3.8.6. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan rotasi tertentu dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasikan dengan rotasi tertentu dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasikan dengan rotasi tertentu dan sebaliknya
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.8.7. Menentukan transformasi rotasi apabila titik atau kurva asal dan bayanganny a ditentukan
1. Menentukan transformasi rotasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
1. Menentukan transformasi rotasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya
ditentukan
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.8.8. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi terhadap sumbu X pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap sumbu – X pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap sumbu – X pada bidang datar serta aturannya.
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – X pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – X pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada sumbu – X adalah dinyatakan dengan persamaan
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8.9. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan
Ulanga
ditransform asikan dengan refleksi terhadap sumbu – X dan sebaliknya
dengan refleksi terhadap sumbu _ X dan sebaliknya
adalah matriks operator
yang bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap sumbu- X
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – X pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap sumbu _ X dan sebaliknya
3.8.10. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi terhadap sumbu - Y pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap sumbu – Y pada bidang datar serta aturannya
6. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap sumbu – X pada bidang datar serta aturannya.
1. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – Y pada bidang datar serta aturannya
2. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – Y pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada sumbu – Y adalah dinyatakan dengan persamaan
adalah matriks operator
yang bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap sumbu- Y
3. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada sumbu – Y pada bidang datar serta
Kuis Uraian Terlampir
3.8.11. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap sumbu – Y
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap sumbu - Y dan sebaliknya
Ulanga n blok
dan sebaliknya
aturannya
4. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap sumbu - Y dan sebaliknya
3.8.12. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya.
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada titik
adalah
matriks operator yang bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 )
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada titik asal O( 0, 0 ) pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) dan
Kuis Uraian Terlampir
3.8.13. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap titik asal O( 0, 0 ) dan sebaliknya
Ulanga n blok
sebaliknya
3.8.14. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi terhadap garis y = x pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap garis y = x pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap garis y = x pada bidang datar serta aturannya. 2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik
terhadap refleksi pada garis y = x pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = x pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis y = x adalah dinyatakan dengan persamaan
adalah matriks operator
yang bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap garis y = x
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = x pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = x dan sebaliknya
Kuis Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8.15. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap garis y = x dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = x dan sebaliknya
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.8.16. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap garis y = -x pada bidang datar serta
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap garis y = -x pada bidang datar serta aturannya.
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik
terhadap garis y = -x pada bidang datar serta aturannya
aturannya terhadap refleksi pada garis y = -x pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = -x pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis y = -x adalah dinyatakan dengan persamaan
adalah matriks operator
yang bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap garis y = -x
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = -x pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = -x dan sebaliknya
3.8.17. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap garis y = -x dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = -x dan sebaliknya
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.1.18. Menentu-kan bayangan titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap garis yang melalui O
1. Bayangan titik atau kurva yang ditransformasikan dengan refleksi terhadap garis yang melalui O ( 0, 0 ) dan bersudut θ terhadap sumbu – X positif
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap garis yang melalui O ( 0, 0 ) dan bersudut θ
terhadap sumbu – X positif.
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = x pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis yang melalui O ( 0, 0 ) dan bersudut θ
Ulanga
n blok Obyektit Terlampir 2 x 45menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
( 0, 0 ) dan bersudut θ terhadap sumbu – X positif
terhadap sumbu – X positif, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis y =m x, m ≠ 0 adalah dinyatakan dengan persamaan
adalah matriks operator yang
bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap garis y = mx, m ≠ 0
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = mx , m ≠ 0 pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = mx, m ≠ 0 dan sebaliknya
6. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik 3.1.19.
Menentu-kan bayangan titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi garis y = mx + n
1. Bayangan titik atau kurva yang ditransformasikan dengan refleksi garis y = mx + n
Tugas mandiri tidak bestrukt ur
terhadap refleksi pada garis y = mx+n pada bidang datar serta aturannya
7. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y mx + n, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis y =m x + n , m ≠ 0 adalah dinyatakan dengan persamaan
8. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis y = mx + n , m ≠ 0 pada bidang datar serta aturannya
9. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = mx + n, dan sebaliknya
3.1.20. Menentu-kan bayangan titik atau kurva yang ditransform asi-kan dengan
1. Bayangan titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi garis yang sejajar dengan sumbu Y
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap garis garis yang sejajar dengan sumbu Y .
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis garis yang sejajar dengan sumbu Y .
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
refleksi garis yang sejajar dengan sumbu Y
suatu titik terhadap refleksi pada garis garis yang sejajar dengan sumbu Y , sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis yang sejajar dengan sumbu Y ( x = a ) adalah dinyatakan dengan persamaan
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis x = a pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis x = a dan sebaliknya
3.1.21. Menentu-kan bayangan titik atau kurva yang ditransform asi-kan dengan refleksi garis yang sejajar dengan sumbu X
1. Bayangan titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi garis yang sejajar dengan sumbu X
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap garis garis yang sejajar dengan sumbu - X . 2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik
terhadap refleksi pada garis garis yang sejajar dengan sumbu-X.
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada garis garis yang sejajar dengan sumbu-X , sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhada garis yang sejajar dengan sumbu -X ( y = a ) adalah dinyatakan dengan persamaan
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi
Ulanga n harian
pada garis y = a pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap garis y = a dan sebaliknya
3.8.22. Menyebut-kan pengertian transformasi rrefleksi terhadap titik sembarang pada bidang datar serta aturannya
1. Pengertian transformasi refleksi terhadap titik sembarang pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi refleksi terhadap titik sembarang pada bidang datar serta aturannya.
2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada titik sembarang pada bidang datar serta aturannya 3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan
suatu titik terhadap refleksi pada titik sembarang pada bidang datar serta aturannya, sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhadap titik sembarang Q( a, b ) adalah dinyatakan dengan persamaan
, dengan
adalah matriks operator yang
bersesuaian dengan transformasi refleksi terhadap titik sembarang
4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap refleksi pada titik sembarang pada bidang datar serta aturannya
5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap titik sembarang dan
Kuis Uraian terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8.23. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan refleksi terhadap titik sembarang dan sebaliknya
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan refleksi terhadap titik sembarang dan sebaliknya
Ulanga
sebaliknya
3. 8.24. Menentu-kan transformasi refleksi apabila titik atau kurva asal dan bayanganny a ditentukan
1. Menentukan transformasi refleksi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
1. Menentukan transformasi refleksi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.8.25. Menyebut-kan pengertian transformasi dilatasi
A,k
den gan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya1. Pengertian transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya.2. Menjabarkan rumus bayangan suatu titik terhadap transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya
3. Menyimpulkan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya , sebagai berikut : Bayangan titik P ( x, y ) oleh refleksi terhadap transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya adalah dinyatakan dengan persamaan
Tugas Uraian terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.8.26. Menentu-kan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransform asikan dengan
1. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang
ditransformasi-kan dengan dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagaiUlanga n blok
dilatasi
A,k
den gan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian dan sebaliknyapusat serta k sebagai faktor perkalian dan sebaliknya
adalah titik O( 0, 0 ) maka
y x k y x
' '
dengan
k k
0 0
adalah matriks
operator yang bersesuaian dengan transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya.4. Mengkomunikasikan tentang rumus bayangan suatu titik terhadap transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya.5. Menentukan bayangan suatu titik atau kurva yang ditransformasikan dengan transformasi dilatasi
A,k
dengan A( a, b ) sebagai pusat serta k sebagai faktor perkalian pada bidang datar serta aturannya.3.8.27. Menentu-kan transformasi dilatasi apabila titik atau kurva asal dan bayanganny a ditentukan
1. Menentukan transformasi dilatasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
1. Menentukan transformasi dilatasi apabila titik atau kurva asal dan bayangannya ditentukan
Tugas Uraian terlampir
9. 3.9. Menentu-kan komposisi
3.9.1. Menyebut-kan pengertian
1. Pengertian transformasi komposisi secara
1. Mencari informasi tentang pengertian transformasi komposisi secara geometri.
Kuis Uraian terlampir 2 x 45 menit
dari beberapa tansforma si geometri beserta matriks transform asinya
transformasi komposisi secara geometri
geometri 2. Dengan metode ekspositori guru meneksplorasi pengertian transformasi komposisi secara geometri.
3. Menyebutkan pengertian transformasi komposisi secara geometri
4. Mengkomunikasikan pengertian transformasi komposisi secara geometri 5. Menentukan komposisi dari beberapa
tansformasi geometri beserta matriks transformasinya
Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.9.2. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap komposisi dua translasi
1. Bayangan titik atau kurva terhadap komposisi dua translasi
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir
3.9.3. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap pencermina n berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
1. Bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
1. Mencari informasi tentang pengertian bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
2. Menyimpulkan tentang bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar, sebagai berikut : Pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang sejajar menghasilkan translasi dengan sifat :
- Jauhnya 2( dua ) kali jarak kedua sumbu.
- Arahnya sama dengan arah dari sumbu pertama ( yang lebih dulu dikerjakan ) ke sumbu kedua.
- Titik A ( a, b ) dicerminkan x = m dilanjutkan dengan x = n, maka bayangannya adalah titik A’ [ a +2(n – m )]
- Titik A ( a, b ) dicerminkan y = m
Ulanga n harian
dilanjutkan dengan y = n, maka bayangannya adalah titik A’ [ a, b +2(n – m )]
3. Memberikan contoh – contoh tentang bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
4. Menentukan transformasi terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
5. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
3.9.4. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap pencermina n berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus.
1. Bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus.
1. Mencari informasi tentang pengertian bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus. 2. Menyimpulkan tentang bayangan titik
atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, sebagai berikut : Pencerminan berturut – turut terhadap sumbu yang saling tegak lurus
menghasilkan rotasi setengah putaran dengan titik pusat adalah perpotongan kedua sumbu. Pada rotasi setengah putaran terhadap titik ( h, k ) maka bayangan titik ( a, b ) adalah [(2h-a), ( 2k – b )]
3. Memberikan contoh – contoh tentang bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu tegak lurus.
Ulanga n harian
Obyektit Terlampir 2 x 45 menit
Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
4. Menentukan transformasi terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu tegak lurus.
5. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu sejajar.
3.9.5. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap pencermina n berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotonga n.
1. Bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan.
1. Mencari informasi tentang pengertian bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan. 2. Menyimpulkan tentang bayangan titik
atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan, sebagai berikut : Pencerminan berturut – turut terhadap sumbu yang saling
berpotongan menghasilkan rotasi dengan :
- Pusat = kedua titik potong kedua sumbu
- Sudut rotasi = 2 ( Dua ) kali sudut kedua sumbu
- Arah = arah dari sumbu I ke sumbu II
3. Memberikan contoh – contoh tentang bayangan titik atau kurva terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan.
4. Menentukan transformasi terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan.
5. Menentukan bayangan titik atau kurva
Ulanga n harian
terhadap pencerminan berturut – turut terhadap dua sumbu yang saling berpotongan.
3.9.6. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama.
1. Bayangan titik atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama.
1. Mencari informasi tentang pengertian bayangan titik atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama. 2. Menyimpulkan tentang bayangan titik
atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama, sebagai berikut : Rotasi – rotasi dengan pusat yang sama menghasilkan rotasi dengan :
- Pusat sama dengan pusat rotasi semula
- Jauhnya sama dengan jumlah sudut rotasi pertama dan rotasi kedua. - Rotasi searah jarum jam bertanda
negatif
3. Memberikan contoh – contoh tentang bayangan titik atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama.
4. Menentukan transformasi terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama.
5. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap rotasi – rotasi dengan pusat yang sama.
Tugas Uraian terlampir 2 x 45
menit Buku Paket Matematika SMA 3b Wono Setya Budhi, Phd
Buku refrensi dan LKS
3.9.7. Menentukan transformasi komposisi dari beberapa transformasi
1. Menentukan transformasi komposisi dari beberapa transformasi
1. Mencari informasi tentang pengertian bayangan titik atau kurva terhadap transformasi komposisi dari beberapa transformasi
2. Menentukan transformasi terhadap transformasi komposisi dari beberapa
transformasi.
3. Menentukan bayangan titik atau kurva terhadap transformasi komposisi dari beberapa transformasi
3.9.8. Menentukan bayangan titik atau kurva yang ditransform asikan dengan beberapa transformasi berturutan.
1. Menentukan bayangan titik atau kurva yang ditransformasikan dengan beberapa transformasi berturutan.
Ulanga n harian