• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN KURUKULUM PENDIDIKAN ANAK U

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMBANGAN KURUKULUM PENDIDIKAN ANAK U"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN KURUKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Endri Yanti

17330016

[email protected] Program Pascasarjana

Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini

ABSTRAK

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Kurikulum PAUD tidak hanya menyangkut sisi akademik tetapi juga psikologis dan medis karena siswa paud adalah anak dibawah lima tahun, aspek perkembangan anak dibagi dalam beberapa tahap yaitu 0-2 tahun 2- 4 tahun dan 4-5 tahun sehingga kurikulumnya harus disesuaikan dengan perkembangan anak. 10 Prinsip-Prinsip Pembalajaran PAUD Kurikulum 2013 Dalam Buku Panduan Pendidik Kurikulum 2013 PAUD Anak Usia 5-6 Tahun.Lingkup kurikulum PAUD meliputi: 1) Program kegiatan pembentukan prilaku yang meliputi penegembangan moral dan agama, pengembangan sosial dan emosional, dan keterampilan hidup; 2) Program kegiatan pengembangan kemampuan dasar, yang meliputi: pengembangan kognitif, pengembangan bahasa, pengembangan motorik, dan penegembangan seni. Pelayanan Paud terbagi atas TK Kelompok bermain tempat penitipan anak dan satuan pendidikan PAUD. Kurikulum PAUD tentu berbeda dengan kurikulum tingkat dasar dan menegah yang memuat delapan setandar sedangkan standar PAUD terdiri atas empat kelompok, yaitu: 1) Standar Tingkat Pencapaian, 2) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 3) Standar Isi, Proses, dan Penilaian, dan 4) Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan dan pembiayaan.

(2)

A.Pendahuluan

Pada usia 0-6 tahun (menurut UU No 20 tahun 2003), 0-7 tahun adalah

usia emas /Golden Age karena pada usia ini perkembangan otak percepatannya

hingga 80% dari keseluruhan otak orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa

seluruh potensi dan kecerdasan serta dasar-dasar perilaku seseorang telah mulai

terbentuk pada usia tersebut. (Anita. 2013:32)

Menurut Suryana (2014:68) usia satu sampai dua tahun. Pada usia tahun

kedua perkembangan dan kemampuan belajar akan berkembang dengan cepat.

Aktivitas fisik anak usia satu sampai dua tahun bagaikan batere yang penuh tidak

ada habisnya, antusiame, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Usia satu tahun menuju

dua tahun merupakan sebagai akhir dari kemampuan seorang bayi dan membuka

kemampuan yang baru bagi usianya. Pada usia ini berkembang kemampuan

gerak, otonomi, dan kemampuan menolong diri sendiri dari apa yang

dikerjakannya, seperti saat anak baru belajar mencuci tangan dan

mengeringkannya, belajar makan sendiri, atau memakai baju sendiri. Anak usia

ini mencoba melakukan pekerjaannya sendiri walaupun merasakan kesulitan dan

dapat menjadikan keluar emosionalnya. Pada usia ini orang dewasa harus

memperhatikan kemanan dan keselamatan, karena pada usia ini anak sedang

beracia Dada masa ek snlorasi denoan berjalan dan berlari, sehingga perlu

mendapatkan ruang gerak yang cukup dengan memperhasikan keamanan dan

keselamatan. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga berada pada

tahap trial and error.

Kesadaran akan kebutuhan pendidikan kini cenderung meningkat. Pendidikan

secara universal dapat dipahami sebagai upaya pengembangan potensi kemanusiaan

secara utuh dan penanaman nilai nilai sosial budaya yang diyakini oleh sekelompok

masyarakat agar dapat mempertahankan hidup dan kehidupan secara layak. Sarana

utama untuk membangun harkat, martabat dan derajat manusia adalah melalui jalur

(3)

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,

masyarakat, bangsa dan negara. (Hasballah. 2014:13)

Salah satu komponen oprasional pendidikan sebagi suatu system adalah

materi. Materi pendidikan adalah semua bahan pelajaran yang disampaikan kepada

peserta didik dalam suatu system institusional pendidikan. Materi pendidikan ini lebih

dikenal dengan istilah kurikulum, sedangkan kurikulum menunjuk kepada materi

yang sebelumnya telah disusun secara sistematis guna mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

Pada hakekatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk

menciptkan generasi yang berkualitas masyarakat sangat mengharapkan adanya

pendidikan yang memadai untuk putra putrinya terlebih pada saat mereka masih

berada dalam tataran usia dini. Dewasa ini, isu hangat dalam dunia pendidikan adalah

tentang penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia dini (PAUD). Dengan

diberlakukannya Undang-Undang No. 20 tahun 2003, maka sistem pendidikan di

Indonesia sekarang terdidri dari Pendidikan anak usia dini, Pendidikan dasar,

pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan

kesatuan yang sistemik. PAUD diselenggrakan sebelum jenjang pendidikan dasar

melalui kurikulum.

Menurut Suryana D (2015:2) pengembangan Kurikulum, artinya bukan

kurikulum baru seluruhnya. Khususnya pendekatan saintifik kaitannya dengan

penelitian ini, adalah bukan metode baru dalam proses belajar mengajar, namun

ternyata guru belum memahami secara utuh proses belajar mengajar melalui

pendekatan saintifik, guru belum memahami mengembangkan kemampuan

mengobservasi, mengembangkan kemampuan menanya anak, mengembangakan

kemampuan mengumpulkan informasi, mengembangkan kemampuan menalar, dan

(4)

Hurlock, E. B. (2013:20) PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur

pendidikan formal, nonformal dan atau informal. PAUD pada jalur pendidikan

formal berbentuk taman kanak kanak (TK) Raudatul Athfal (RA) atau bentuk lain

yang sederajat. PAUD pada jalur nonformal berbentuk kelompok bermain

(KOBER) taman penitipan kanak kanak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.

PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga dan yang

diselenggrakan oleh lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Batasan masalah

dalam penulisan makalah ini yaitu pengembangan kurukulum pendidikan anak

usia dini. Selanjutnya, tujuan penulisan dalam makalah ini yaitu mendeskripsikan

pengembangan kurukulum pendidikan anak usia dini.

B.Landasan Teoritis

1. Hakikat Anak Usia Dini

Usia dini adalah masa keemasan anak yang juga tahap keemasan dari

keseluruhan pendidikan setiap orang masa ini adalah masa terbaik untuk

mengoptimalkan fungsi otak anak dengan memberikan stimulasi yang sesuai. karena

itu pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan pada anak anak

usia dini, yang dilaksanakan melalui pemberian rangsangan untuk membantu

pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani mereka agar mereka memiliki

kesiapan untuk memasuki pendidikan dasar dan kehidupan berikutnya. (Hasballah.

2014:21)

Pembagian rentang usia berdasarkan keunikan menurut Suryana (2015:4)

dalam tingkat pertumbuhan dan perkembangannya di Indonesia, tercantum dalam

buku kurikulum dan hasil belajar anak usia dini yang terbagi ke dalam rentang

tahapan. Pertama, Masa bayi berusia lahir – 12 bulan. Kedua, Masa “toddler” atau

batita usia 1-3 tahun. Ketiga, Masa prasekolah usia 3-6 tahun. Keempat, Masa

kelas B TK usia 4-5/6 tahun. Masa ini saat yang sangat tepat untuk meletakan

(5)

diri, seni, moral dan nilai nilai agama, serta kecakapan hidup yang diberikan secara

terintegrasi dalam pelaksanaan pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan kondisi

dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan

perkembangan anak tercapai.

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia

ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan

kepribadian anak (Arief 2015:43). Usia dini merupakan usia di mana anak

mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai

usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang

intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut.

Sementara itu, menurut Anita (2014:32) dalam direktorat pendidikan anak

usia dini, pengertian anak usia dini adalah anak usia 0 – 6 tahun, baik yang

terlayani maupun yang tidak terlayani di lembaga pendidikan anak usia dini. 27 hal

ini sesuai dengan ketentuan umum Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan anak

usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak

lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian

rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan

jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki

pendidikan lebih lanjut. Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan

mendasar di sepanjang rentang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan

manusia. Pada masa ini ditandai oleh berbagai periode penting yang fundamental

dalam kehidupan anak selanjutnya sampai periode akhir perkembangannya. Salah

satu periode yang menjadi penciri masa usia dini adalah the golden age atau

(6)

2. Prinsip-prinsip Pengembangan Pembelajaran PAUD

Ahmad (2013:56) Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam

pembelajaran PAUD meliputi: 1) Berorientasi pada perkembangan anak. Dalam

melakukan kegiatan pembelajaran, guru perlu memberikan kegiatan yang sesuai

dengan tahapan perkembangan anak, maka perlu memperhatikan perbedaan anak. 2)

Bermain sambil belajar. Bermain adalah keinginan anak secara alamiah. Mainan

berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Kadang kadang anak anak lebih

mementingkan bermain daripada makan dan minum, maka seorang guru PAUD harus

dapat mengarahkan anak kepermainan yang dapat meningkatkan perkembangan

intelek (Kognitif) dan juga memilih permaian yang mengarah ke psikomotor.

Nurhaini (2014:40) bermain merupakan penedekatan dalam melaksanakan

pembelajaran PAUD. Kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik

hendaknya dilakukandalam situasi yang menyenangkan dan menggunakan strategi/

bahan yang menarik serta mudah diikuti anak. 3) Lingkungan Kondusif. Lingkungan

pemebelajaran harus diciptakan sedemikan menarik dan menyenagkan serta

demokratis sehingga anak selalu betah dalam lingkunaga sekolah baik didalam

maupun diluar kelas. Lingkunag belajar hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai

nilai budayanya, yaitu tidak membedakan nilai nilai yamng dipelajari dirumah dan

disekoalh ataupun dilingkungan sekitar, seorang guru PAUD harus peka terhadap

karakteristik budaya masing masing anak. 4) Menggunakan berbagai media dan

sumber belajar. Setiap kegaiatan untuk menstimulasi perkembanagan potensi anak

perlu memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar, anatara lain lingkungan

alam sekitar atau bahan yang dibuat yang disiapkan oleh guru.

Prinsip-Prinsip Pembalajaran PAUD Kurikulum 2013 dengan pendekatan

sentifik. Pengertian prinsip-prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah

metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan harus

bagaimana sebuah metode dilihat dari segi: (1) bahan yang akan dibelajarkan, (2)

(7)

bahan), (3) gurunya, dan (4) siswanya. Nurhaini (2014:43) 10 Prinsip-Prinsip

Pembalajaran PAUD Kurikulum 2013 usia 3-6 tahun disebutkan ada sepuluh

prinsip-prinsip pembelajaran PAUD yaitu sebagai berikut:

1. Belajar melalui bermain

Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian

rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan

pembelajaran yang bermakna pada anak.

2. Berorientasi pada perkembangan anak

Pendidik harus mampu mengembangkan semua aspek perkembangan sesuai

dengan tahapan usia anak. Guru harus tahu dengan perkembangan anak. Guru

dituntut harus selsktif dengan hal tersebut.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak

Pendidik harus mampu memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi

sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan

khusus.

4. Berpusat pada anak

Pendidik harus menciptakan suasana yang bisa mendorong semangat

belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian

sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan

(8)

5. Pembelajaran aktif

Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif

mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan melakukan

serta mengalami sendiri.

6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter

Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-

nilai yang membentuk karakter yang positif pada anak. Pengembangan nilai- nilai

karakter tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk

mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan serta melalui

pembiasaan dan keteladanan.

7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup

Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan

kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik

melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan

keterampilan maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.

8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif

Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik,

menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur agar anak dapat

(9)

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis

Pembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan

rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak

lain.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber

Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di

lingkungan PAUD bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.

Termasuk narasumber adalah orang-orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan

sesuai dengan tema, misalnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam

kebakaran.

Menurut Suryana (2017:70) pembelajaran dengan pendekatan saintifik

didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut. Beberapa tujuan pembelajaran

dengan pendekatan saintifik adalah untuk meningkatan kemampuan intelektual anak,

khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi anak; untuk membentuk kemampuan

anak dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik; terciptanya kondisi

pembelajaran di mana anak merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan;

diperolehnya hasil capaian perkembangan yang signifikan; 1) untuk melatih anak

dalam mengomunikasikan ide-ide khususnya dalam menghasilkan suatu karya atau

pekerjaan; untuk mengembangkan karakter anak. 2) Prinsip-prinsip pembelajaran

dengan pendekatan saintifik.

3. Model Perkembangan Kurukulum PAUD

Menurut Suryana (2013:200) sikap mengajar guru pendidikan anak usia dini

tercermin pada respons guru terhadap setiap peristiwa dengan melakukan catatan,

sebagai usaha untuk mengetahui peristiwa-peristiwa khusus yang terjadi pada anak.

(10)

pembelajaran yang diikuti oleh anak. saat guru memiliki sikap yang baik, maka anak

merasa kehangatan dan perasaan diperhatikan dan dipedulikan. Hal itu sejalan dengan

prinsip-prinsip pembelajaran bagi anak usia dini yang menerapkan pembelajaran

seraya bermain ataupun model-model pembelajaran.

Hurlock, E. B. (2013:23) model pembelajaran adalah langkah-langkah

pemebelajaran dengan memperhatikan karakteristik anak dan kompetensi yang akan

dicapai, interaksi dalam proses pembelajaran, alat/media, dan penilaian. Karena

model pemebalajaran di PAUD bersifat tematis yang dilakukan secara integrative,

maka pemebalajaran di PAUD tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal,

pembelajaran yang dikenalkan di PAUD adalah yang bersifat paduan (integral).

Ada banyak model yang dapat digunakan diantaranya: 1) Model

keterhubungan (connected). Pembelajaran yang dilakukan mengaitkan satu pokok

bahasan dengan satu pokok bahasan berikutnya, mengaitkan satu konsep dengan

konsep lainnya, mengaitkan satu keterampilan dengan keterampilan lainnya.

kelebihan dari konsep ini adalah konsep utama saling terhubung mengarah pada

pengulangan dengan konsep lain. Kelemahannya disiplin disiplin ilmu tidak berkaitan

konten tetap pada disiplin ilmu. 2) Model jaring laba laba. Model jaring laba laba

adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan penedekatan tematik, pendekatan ini

pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu.

Model pembelajaran PAUD suatu desain atau rancangan yang

menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang

memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan

atau perkembangan pada diri anak. Adapun komponen model pembelajaran meliputi :

konsep, tujuan pembelajaran, materi/tema, langkah-langkah/prosedur, metode,

alat/sumber belajar, dan teknik evaluasi.

Ramli, M. (2015:45) penyusunan model pembelajaran di TK didasarkan pada

(11)

mingguan (SKM), dan satuan kegiatan harian (SKH). Dengan demikian model

pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik dan peserta

didik sesuai dengan satuan kegiatan harian.Ada beberapa model pembelajaran yang

dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak, diantaranya adalah Model Pembelajaran

Klasikal, Model Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman, Model

Pembelajaran Berdasarkan Sudut-Sudut Kegiatan, Model Pembelajaran Area, dan

Model Pembelajaran Berdasarkan Sentra. Model-model pembelajaran tersebut pada

umumnya menggunakan langkah-langkah yang relatif sama dalam sehari, yaitu

kegiatan pendahuluan/awal, kegiatan inti, istirahat/makan, dan kegiatan

akhir/penutup.

Menurut Hurlock, E. B. (2013:34) (1) Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan

awal dalam pembelajaran yang ditujukan untuk memfokuskan perhatian,

membangkitkan motivasi sehingga peserta didik siap untuk mengikuti kegiatan

pembelajaran. (2) Kegiatan inti, merupakan proses untuk mencapai kompetensi dasar

yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan

partisipatif. Kegiatan inti dilakukan melalui proses eksplorasi, eksperimen, elaborasi,

dan konfirmasi. (3) Kegiatan penutup adalah kegiatan yang dilakukan untuk

mengakhiri aktivitas pembelajaran. Bentuk kegiatannya berupa menyimpulkan,

umpan balik, dan tindak lanjut

4. Struktur Perkembangan Kurikulum PAUD

Menurut Hurlock, E. B. (2013:35) adalah suatu perencanaan pengalaman

belajar secara tertulis. khusus yang berkaitan dengan PAUD. Ia mengatakan bahwa

kurikulum adalah seluruh usaha/kegiatan sekolah untuk merangsang anak supaya

belajar dalam rangka pengembangan seluruh aspek yang ada pada dirinya baik

didalam maupun diluar kelas serta lingkungannya. Batasan ini dapat dikemukakan

(12)

dalam kurikulum. Ini berarti dari kurikulum dapat diketahui gambaran pengalaman

belajar apa yang akan diperoleh anak.

Hurlock, E. B. (2013:43) ruang Lingkup kurikulum PAUD meliputi: 1)

Program kegiatan pembentukan prilaku yang meliputi penegembangan moral dan

agama, pengembangan sosial dan emosional, dan keterampilan hidup; 2) Program

kegiatan pengembangan kemampuan dasar, yang meliputi: pengembangan kognitif,

pengembangan bahasa, pengembangan motorik, dan penegembangan seni.

Tabel 1.

Menu Kurikulum PAUD tahun 2006 sampai tahun 2013 terbagi beberapa sub,

(13)

Fisik : Kemampuan dalam mengkordinasikan beberapa gerakan kasar (dapat

mengangkat kaki dan memainkan jari tangan)

Bahasa : Kemampuan berbicara, kemampuan mendengar

Kognitif : Kemampuan mengenal hubungan pola dan fungsi

Sosial Emosional : Berinteraksi dengan orang lain

Kemandirian : Kemampuan makan

Menu kurikulum tahun 2006, 2009 dan 2013 untuk moral dan nilai agama

tidak terbagi sub. Adapun Struktur dan muatan kurikulum PAUD meliputi sejumlah

pengembangan keluasaan dan kedalamannya merupakan program belajar bagi peserta

didik pada satuan pendidikan.

Menurut Trianto (2014:42) struktur dan muatan kurikulum PAUD dapat

dikelompokan dalam lima cakupan program pembelajaran yaitu: 1) Program

pembelajaran agama dan akhlak mulia; 2) Program pembelajaran sosial dan

kepribadian; 3) Program pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; 4) Program

pembelajaran estetika; dan 5) Program pembelajaran jasmani, olah raga dan

kesehatan.

Tabel 2.

Program Pembembangan Pembelajaran Pada Kurukulum PAUD No Program

Pembelajaran Cakupan

1. Agama dan akhlak mulia

(14)

3. Pengetahuan dan tekhnologi

Mempersiapkan peserta didik secara akademik memasuki SD/MI dengan menekankan pada penyiapan kemampuan berkomunikasi dan berlogikamelalui berbicara, mendengarkan pra membaca, pra menulis dan pra berhitungyang harus

dilaksanakan secara hati hati tidak memaksa dan menyengkan sehingga anak menyukai belajar.

4. Estetika Meningkatkan sensitivitas kemampuan mengekpresikan diri dan kemampuan mengekpresikan keindahandan harmoni yang terwujud dalam tingkah laku keseharian.

C. Kesimpulan

Pengembangan kurikulum, artinya bukan kurikulum baru seluruhnya.

Khususnya pendekatan, bukan metode baru dalam proses belajar mengajar, namun

ternyata guru belum memahami secara utuh proses belajar mengajar melalui

pendekatan guru belum memahami mengembangkan kemampuan mengobservasi,

mengembangkan kemampuan menanya anak, mengembangakan kemampuan

mengumpulkan informasi, mengembangkan kemampuan menalar, dan

mengembangkan kemampuan mengomunikasikan. Kurikulum PAUD tidak hanya

menyangkut sisi akademik tetapi juga psikologis dan medis karena siswa paud adalah

anak dibawah lima tahun, aspek perkembangan anak dibagi dalam beberapa tahap

yaitu 0-2 tahun 2- 4 tahun dan 4-5 tahun sehingga kurikulumnya harus disesuaikan

dengan perkembangan anak. Kurikulum PAUD tentu berbeda dengan kurikulum

tingkat dasar dan menegah yang memuat delapan setandar sedangkan standar PAUD

terdiri atas empat kelompok, yaitu: 1) Standar Tingkat Pencapaian, 2) Standar

Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 3) Standar Isi, Proses, dan Penilaian, dan 4)

(15)

KEPUSTAKAAN

Dadan Suryana, Elina, Nurevi, dan Ratnawilis. 2015. Model Pembelajaran Berbasis Pendekatan Sentifik Pada Anak-Anak Kota Padang. Dipa Universitas Negeri Padang. Jurnal UNP/National.

Dadan Suryana. 2013. Pengetahuan Tentang Strategi Pembelajaran, Sikap, dan Motivasi Guru. Jurnal National/Universitas Negeri Padang.

Dadan Suryana. 2014. Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berbabasis Perkebangan Anak. Jurnal National. ISSN. 1-72. April 2014.2337-9227. Universitas Negeri Padang.

Dadan Suryana. 2017. Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Pendekatan Saintifik Di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Pendidikan Usia Dini. Volume 11 Edisi 1, April 2017. Universitas Negeri Padang. DOI: https://doi.org/10.21009/JPUD.111.05.

Hasballah. 2014. Pertumbuhan dan perkembangan anak. Yayasan Pena: Banda Aceh.

Hurlock, E. B. 2013. Perkembangan Anak Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Nurhaini. 2014. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal. Dinas Pendidikan Propinsi Banten.

Ramli, M. 2015. Pendampingan Anak Usia Dini. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.

Sadiman, Arief. 2015. Media Pendidikan. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta

Susanto, Ahmad. 2013. Perkembangan Anak Usia Dini.Kencana: Jakarta.

Trianto. 2014. Struktur dan Muatan Kurikulum PAUD. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta

Yus, Anita. 2011. Penilaian Perkembangan Belajar Anak TK, Jakarta: Kencana.

Yus, Anita. 2013. Undang Undang Sisdiknas. Bandung: Citra Umbara.

Gambar

Tabel 1.
Tabel 2.

Referensi

Dokumen terkait

Pada keluarga asal suami dan istri yang saat ini berstatus tidak miskin, baik di desa maupun di kota, memiliki skor perilaku investasi yang lebih baik

“Apakah dengan menggunakan metode kooperatif tipe think pair share kemampuan membaca huruf jawa siswa kelas IV meningkat?”. E.

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Joko Santosa, M.Ag Pembimbing I yang telah dengan sabar memberi bimbingan, Motivasi, dan nasehat yang sangat berharga.. Ilham Sunaryo,

Kami harapkan kehadiran Saudara pada waktu yang telah ditentukan, apabila berhalangan dapat diwakilkan dengan membawa surat kuasa, dan apabila tidak hadir maka perusahaan

From the study realized over all four chemical systems of calix[4]resorcinarenes functionalized with organic-phosphorus groups it was seen that for all these systems the

Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi sumber dan pengetahuan bagi penulis dan masyarakat mengenai bentuk, fungsi dan makna bangunan Pagoda Shwedagon di Berastagi

Tak hanya soal jumlah suara dukungan/ perdebatan yang tidak kalah seru/ juga adalah berkenaan dengan visi-misi calon/ yang diharapkan kedua kubu// Kedua kubu/

Terdapat Dosen Studi Lanjut S2/S3 yang belum menyelesaikan studi sesuai dengan batas