• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT REHABILIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT REHABILIT"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

D I N A S P E R K E B U N A N

BALAI PENGEMBANGAN BENIH TANAMAN PERKEBUNAN

(BPBTP)

Jln. Arcamanik - Sindanglaya

BANDUNG

DOKUMEN

R K S

(SPESIFIKASI TEKNIS)

KEGIATAN

PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KANTOR

PEKERJAAN

REHABILITASI GUDANG SARANA DAN PRASARANA

BALAI PENGEMBANGAN BENIH TANAMAN PERKEBUNAN

(BPBTP)

DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT

TAHUN ANGGARAN 2013

LOKASI

Jln. Arcamanik - Sindanglaya BANDUNG

(2)

SPESIFIKASI TEKNIS

1.URAIAN UMUM

Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada :

1. Rencana kerja dan syarat-syarat 2. Bestek, detail dan gambar kerja 3. Risalah Aanwizjing

4. Keputusan Direksi lapangan

Apabila terjadi perbedaan teknis/ persepsi tentang pelaksanaan maka diharuskan berkonsultasi dan persetujuan pihak Direksi

Pemborong diharuskan menyerahkan contoh material/ bahan/ barang sebelum digunakan/ dipasang di lapangan

2.LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pengadaan material, tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang termasuk dalam persyaratan teknis diantaranya meliputi :

I. PEKERJAAN PERSIAPAN& BONGKARAN II. PEKERJAAN GALIAN, URUGAN DAN PONDASI III. PEKERJAAN BETON

IV. PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN V. PEKERJAAN ATAP

VI. PEKERJAA KUSEN PINTU/JENDELA

VII. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI VIII. PEKERJAAN LANTAI

IX. PEKERJAAN PLAFOND

X. PEKERJAAN SANITARY DAN PLUMBING XI. PEKERJAAN LISTRIK

XII. PEKERJAAN PENGECATAN DAN LABURAN XIII. PEKERJAAN PEMBERSIHAN SISA PEKERJAAN XIV. LAIN-LAIN

XV. PENUTUP

3.SITUASI

Pada saat Aanwizjing lapangan lokasi akan ditunjukan pekerjaan yang akan dilaksanakan, untuk itu setiap rekanan diharuskan meneliti dengan seksama setiap detail bangunan rencana

(3)

I.PEKERJAAN BONGKARAN

Lingkup Pekerjaan Bongkaran ini meliputi :

1.Pekejaan Bongkaran Atap

Sebelum peleksanaan pembongkaran atap dimulai ,terlebih dahulu ijin kepada pihak direksi dan benda-benda atau baarang yang ada dibawahnya(di ruangan-ruangan) harus

dibersihkan dan dipindahkan dan tidak boleh ada benda pecah. Pekerjaan pembongkaran yang dikerjakan segala sesuatu merupakan tanggungjawab pihak kontraktor.

Pekerjaan pembongkaran dapat dimulai apabila sekitar pekerjaan harus dipersiapkan dan dibersihkan/ dibereskan dari segala hal yang akan mengganggu kelancaran pekerjaan dan atau mempengaruhi kualitas pekerjaan, sesuai arahan/ petunjuk pihak Direksi

Tahapan dalam pembongkaran atap dan kontruksi kuda-kuda diantaranya:

 Pembongkaran penutup atap dan nok bubung dilaksanakan terlebihdahulu  Pembongkaran kayu reng, kaso dan listplang

 Pembongkaran balok Gordeng dan balok kuda-kuda

Benda-benda/ barang bekas bongkaran yang akan akan digunakan kembali harus ada persetujuan dari direksi atap pengawas di lapangan. Segala yang mengakibatkan kerugian yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan adalah menjadi tangung jawab penuh pihak pelaksana.

2.Pekejaan Bongkaran Plafond

Sebelum pelaksanaan pembongkaran plafond dimulai , dahulkan pembongkaran instalasi kabel yang menempel pada rangka plafond. Pekerjaan pembongkaran yang dikerjakan segala sesuatu merupakan tanggungjawab pihak kontraktor.

Sebelum pembongkaran plfond dilaksanakan semua jaringan instalsi listrik harus sudah terputus aliran listriknya, sesuai arahan/ petunjuk pihak Direksi

Segala sesuatu Benda-benda/ barang bekas bongkaran yang akan akan digunakan kembali harus ada persetujuan dari direksi atap pengawas di lapangan. Segala yang mengakibatkan kerugian yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan adalah menjadi tangung jawab penuh pihak pelaksana.

3.Pekejaan Bongkaran Dinding dan Lantai

Pekerjaan pembongkaran dinding dilaksanakan sesuai arahan/ petunjuk pihak Direksi dan menyesesuai gambar perubahan pada gambar rencana.

Segala sesuatu Benda-benda/ barang bekas bongkaran yang akan akan digunakan kembali harus ada persetujuan dari direksi atap pengawas di lapangan. Segala yang mengakibatkan kerugian yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan adalah menjadi tangung jawab penuh pihak pelaksana.

4.Pekejaan Pengerokan/ Kupasan Cat

Semua cat dinding existing sebelum dilaksanakan pengecatan harus dikupas terlebih dahulu, pengupasan cat existing di kupas sampai k=pada dasar permukaan finish dinding existing.

(4)

5.Pelaporan dan Dokumentasi lapangan

Semua kegiatan dilapangan kontraktor pelaksana harus membuat Lamporan kegiataan harian pekerjaan dilapangan, dengan melaporkan kegiatan sehari-hari, jumlah bahan dan pekerja yang dilaksanakan. Kontraktor pelaksana harus melampirkan dokumentasi foto kegiatan sehari-hari, semua pelaporan dan dokumentasi merupakan tanggungjawab pelaksana.

6.Pengadaan Air dan Listrik kerja

 Pengadaan Air kerja bagi kontraktor pelaksana merupakan kewjiban yang harus ada, air kerja yang dibutuhkan adalah air kerja untuk pengadukan dan air kerja untuk kebutuhan pekerja sehari-hari selama kegiatan pelaksanaan berjalan, pengadaan air kerja ini dapat dilakukan dengan pengeboran air sumur atau melakakukan penyedotan dari aliran sungai terdekat dengan pompa kemudian di tampung pada druk atau tangki.  Sedangkan untuk pengadaan Listrik kerja yaitu kontraktor harus menyediakan listrik

kerja untuk kebutuhan alat kerja yang menggunakan listrik dan penerangan untuk kerja malam atau lembur, pengadaan Listrik kerja ini dapat menggunakan generator (genset) atau penyambungan daya baru dari PLN terlebih dahulu dilaksanakan

II.PEKERJAAN GALIAN, URUGAN DAN PONDASI

a.Galian tanah

Penyedia Jasa Pemborongan harus bertanggung jawab untuk semua penggalian yang dilakukan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, Galian tanah untuk pondasi-pondasi, saluran-saluran pipa, septictank dan lain-lain harus dilaksanakan sesuai dengan yang ditentukan dalam gambar. Dalamnya semua galian harus mendapat persetujuan dari Pengawas.

Dalam keadaan penggalian cukup dalam dan memungkinkan tanah dapat longsor, Penyedia Jasa Pemborongan harus memasang turap sesuai persyaratan yang disertai perhitungan kekuatannya dan diperiksa Pengawas.

Penyedia Jasa Pemborongan harus melaporkan hasil pekerjaan galian tanah yang selesai dan menurut pendapatnya sudah dapat digunakan untuk pemasangan pondasi kepada Pengawas untuk dimintakan persetujuannya.

Semua pekerjaan pondasi yang dilaksanakan tanpa persetujuan Pengawas, dapat mengakibatkan dibongkarnya kembali pekerjaan pondasi tersebut. Pekerjaan pembongkaran dan pemasangan pondasi kembali adalah menjadi tanggungan Penyedia Jasa Pemborongan.

Penyedia Jasa Pemborongan harus melaporkan dan meminta persetujuan Pengawas atas hasil pekerjaan galian tanah yang sudah selesai untuk melanjutkan pekerjaan pasangan pondasi.

b.Pekerjaan urugan

Semua daerah sebelum pengurugan tanah harus dibersihkan dari sampah; puing bangunan, tumbuhan dan lainnya. Tanah urug harus bersih dari bahan organis, dan sampah. Material yang digunakan untuk timbunan dan subgrade harus memenuhi standard spesifikasi AASHTO-M 57-64 dan harus diperiksa dahulu di laboratorium tanah yang disetujui Pengawas.

Bila tanah galian ternyata tidak baik atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan maka kontraktor harus mandatangkan tanah urug yang baik. Pengawas berhak menolak material yang tidak memenuhi syarat.

(5)

Untuk memenuhi persyaratan pemadatan tersebut harus dilakukan pengetesan terhadap hasil pemadatan yang dilaksanakan. Sistem pengetesan harus disetujui dan disepakati terlebih dahulu oleh Pengawas. Pekerjaan selesai jika sudah disetujui Pengawas.

c.Pondasi batu kali

Lingkup Pekerjaan Pondasi :

Pekerjaan Pondasi batu kali adalah pekerjaan dasar kaki bangunan untuk menahan baban yang bersifat merata untuk tumpuan dinding dan kontruksi lainnya.

Ukuran pondasi batu kali yang dipasang harus sesuai dengan gambar, dan adukan yang dipakai adalah 1PC : 4Psr. Kesatuan pondasi harus sedemikian kokoh sehingga tidak dapat retak ataupun turun.

Adanya keretakan atau penurunan dinding yang diakibatkan oleh penurunan pondasi harus diperbaiki atau diganti oleh Penyedia Jasa Pemborongan atas biaya sendiri

III.PEKERJAAN BETON

Lingkup Pekerjaan beton meliputi : a. Beton Sloof

b. Beton Kolom Praktis c. Beton Ring balok

Ketentuan umum

 Pelaksanaan :

-Pekerjaan pemasangan Sloof dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi terpasang

-Pelaksanaan pemasangan kolom praktis dilakasanakan selama pekerjaan pemasangan dinding dilaksanakan, beton kolom praktis dipasang antara sudut dinding dan sambungan antara dinding yang melebihi jarak lebih dari 3meter, maka dipasang kolom praktis. Penyedia Jasa Pemborongan dalam pemasangan kolom praktis wajib mengadakan penelitian terhadap ketegakan dinding sertas siku agar sesuai dengan gambar rencana.

-Ringbalk praktis adalah beton balok praktis yang fungsinya mengikat bagian atas antara dinding dengan dinding sehingga dinding yang terpasang menjadi kokok.

-Sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa Pemborongan diwajibkan untuk mengajukan gambar kerja pelaksanaan terlebih dulu.

Bahan yang digunakan, pada dasarnya semua jenis bahan yang dugunakan dalam pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan diantaranya :

PC/semen :

- Semen yang digunakan adalah satu jenis semen sekualitas TIGA RODA atau yang memenuhi persyaratan dalam peraturan Portland Cement Indonesia NI-8 atau ASTM C-150 Type I Atau Standard Inggris BS-12.

- Semen yang telah mengeras sebagian / seluruhnya,tidak diperkenankan untuk digunakan.

- Tempat penyimpenan semen harus diusahakan sedemikian rupa sehingga semen bebas dari kelembapan

(6)

contoh-contoh tersebut,semen yang tidak dapat diterima sesuai pemeriksaan oleh Konsultan Pengawas,harus tidak dipergunakan/diafkir.

- Jika semen yang dinyatakan tidak memuaskan tersebut telah dipergunakan untuk beton,maka Konsultan Pengawas dapat memerintahkan untuk dibongkar, beton tersebut dan diganti dengan memakai semen yang telah disetujui atas beban kontraktor.

Pasir Beton

- Bahan Pasir yang dipakai harus terdiri dari pasir dengan butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan – bahan organis,Lumpur dan lain sebagainya,serta memenuhi komposisi butir dan kekerasan seperti yang tercantum dalam NI – 2 PBI 1971.

Koral/Split

- Split yang digunakan harus bersih dan bermutu baik serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai persyaratan yang tercantum dalam NI-2 PBI 1971 ,koral yang digunakan ukuran 1/2 cm.

Air

- Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak ,asam,garam alkalis serta bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton. - Apabila dipandang pertlu Pengawas dapat meminta kepada pemborong supaya air

yang dipakai diperiksa dilaboratorium pemerisaan bahan yang resmi atas biaya pemborong.

Baja Tulangan

- Baja tulangan beton yang dipakai adalah baja beton harus baru,mutu dan ukuran sesuai dengan standard Indonesia untuk beton NI-2, PBI – 1971 atau ASTM Deignation A-15,dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.

- Baja tulangan Beton harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat-cacat seperti serpih-serpih,karat dan zat kimia lainnya yang dapat mengurangi/merusak daya lekat antara baja tulangan dengan

Ukuran diameter baja tulangan harus sesuai dengan gambar rencana dan tidak diperkenankan adanya toleransi bentuk ukuran.diameter besi ulir adalah diameter dalam.

 Komposisi Campuran Beton

a. Beton harus dibentuk dari semen Portland,pasir,kerikil,dan air seperti yang ditentukan sebelumnya.

Bahan beton dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik.

b. Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan/ditentukan dalam spesipikasi ini,harus dipakai ‘ campuran yang direncanakan’(MIX DESIGNED) Mutu beton yang dipakai adalah mutu K125 dengan komposisi sesuai mix design c. Ukuran maxsimal dari Agregat kasar dalam beton untuk bagian-bagian

dari pekerjaan tidak boleh melampaui ukuran yang ditetapkan dalam persyaratan bahan beton,

 Selimut Beton

Penempatan besi beton di dalam cetakan tidak boleh menyinggung dinding atau dasar cetakan,serta harus mempunyai jarak tetap untuk setiap bagian – bagian konstruksi.

Apabila tidak ditentukan di dalam gambar rencana,maka tebal selimut beton untuk satu sisi pada masing-masing konstruksi adalah sebgai berikut :

(7)

 Sambungan Baja Tulangan

Jika diperlukan untuk menyambung tulangan pada tempat-tempat lain dari yang ditunjukan pada gambar – gambar,bentuk dari sambungan harus disetujui oleh konsultan pengawas . Overlap pada sambungan-sambungan tulangan harus minimal 40 kali diameter batang yang dipakai/digunakan,kecuali jika ditetapkan dalam secara pasti di dalam gambar rencana dan harus mendapat persetujuan konsultan pengawas

Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan beton.

Perlengkapan-perlengkapan tersebut dan pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.

Bahan-bahan pembentuk beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu ‘ Batch Mixer’.

Konsultan pengawas berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan,kecuali bila diminta adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi.

Air harus dituang lebih dahulu selama pekerjaan penyerpurnaan.

Tidak diperkenankan melakukan pengadukan beton yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki. Messin pengaduk yang memproduksi hasil yang tidak memuaskan harus diganti.

Mesin pengaduk tidak boleh dipakai melebihi dari kapasitas yang telah ditentukan Suhu beton sewaktu dituang tidak boleh lebih dari 32o C dan tidak kurang dari 4,50 C.

Bila suhu dari Beton yang dituang berada antara 270 C dan 320 C,beton harus diaduk ditempat

pekerjaan untuk kemudian langsung dicor.

Bila beton dicor pada waktu iklim sedemikian rupa,sehingga suhu dari beton melebihi 320

C,sebagai yang ditetapkan oleh konsultan pengawas,kontraktor harus mengambil langkah – langkah yang efektif,upamanya mendinginkan agregat,mencampur dengan es dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu,untuk mempertahankan suhu beton,waktu dicor pada suhu dibawah 320 C.

Cetakan harus sesuai dengan bentuk,dan ukuran yang ditentukan dalam gambar rencana. Bahan yang dipergunakan harus mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas sebelum pembuatan cetakan dimulai.

Sewaktu-waktu Konsultan pengawas dapat mengafkir sesuatu bagian dari bentuk yang tidak dapat diterima dalam segi apapun dan kontraktor harus dengan segera mengambil bentuk yang diafkir dan menggantinya atas biaya sendiri.

 Cetakan (Bekisting)

Semua cetakan harus betul-betul teliti kuat dan aman pada kedudukannya sehingga dapat dicegah pengembangan atau gerakan selama /sesudah pengecoran beton.

Sebelum beton dicor,permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan untuk maksud itu yang mencegah secara efektif lekatnya beton pada cetakan dan memudahkan dalam pembongkaran cetakan beton.

Penggunaan minyak cetakan harus hati-hati untuk mencegah kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat.

(8)

 Pengecoran

Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan,ukuran dan letak baja tulangan beton sesuai gambar rencana/pelaksanaan,pemasangan sparing-sparing

instalasi,penyokong,pengikat dan lain-lainnya selesai dikerjakan.sebelum pengecoran dimulai permukaan – permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus sudah disetujui oleh konsultan pengawas.

Segera sebelum pengecoran beton dimulai ,semua permukaan pada tempat pengecoran beton (cetakan) harus bersih dari air yang tergenang,reruntuhan atau bahan lepas.

Permukaan bekisting dengan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata sehingga kelembaban/air dari beton yang baru dicor tidak akan diserap.

Pengecoran beton tidak boleh dijatuhkan lebih dari 2 meter,semua penuangan beton harus selalu lapis-perlapis horizontal dan tebalnya tidak lebih dari 50 cm.Konsultan pengawas berhak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal 50 cm,tidak dapat

memenuhi spesifikasi ini.

Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras berlangsung sehingga spesikasi mortar terpisah dari agregat kasar.

Selama hujan,air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joint dan air semen atau spesi yang terhampar harus dibuang sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai sepadat mungkin ,sehingga bebas dari kantong-kantong kerikil,dan menutup rapat-rapat semua permukaan dari cetakan dan matrial yang diletakan

Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton,kepala alat penggetar( Vibrator) harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah.Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya ,semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immerson beroprasi dengan kecepatan paling sedikit 3000 putaran per menit ketika dibenamkan dalam beton.

Beton boleh dicor hanya waktu Konsultan pengawas pekerjaan atau wakilnya yang ditunjuk serta staf kontraktor yang setaraf ada di tempat kerja,dan persiapan betul-betul telah memadai. Waktu cara Pembonkaran Cetakan/Bekisting

Beton boleh dicor hanya waktu Konsultan pengawas pekerjaan atau wakilnya yang ditunjuk serta staf kontraktor yang setaraf ada di tempat kerja,dan persiapan betul-betul telah memadai.

IV.PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN

1. Pekerjaan Pasangan Dinding Bata

 Lingkup Pekerjaan.

Meliputi pekerjaan; dinding-dinding sisi luar bangunman ( diluar dinding kaca) dinding pembatas ruangan, dinding-dinding toilet, serta pekerjaan dinding bata sesuai gambar.

 Bahan-bahan

Apabila bahan-bahan yang datang oleh Direksi dianggap tidak memenuhi syarat, maka Direksi berhak menolak bahan-bahan tersebut dan Pemborong wajib untuk segera mengeluarkan dari kompleks pembangunan.

 Batu Bata

(9)

- Pemborong wajib memberikan contoh pada Direksi untuk diperiksa kwalitasnya. Ukuran batu bata 5 x 10 x 20 cm,atau menyesuai ukuran yang dipasarkan dari pabrik yang di produksi

 Semen/Portland Cemen ( PC )

- Semen yang datang diproyek harus disimpan didalam gudang yang lantainya kering

dan minimum 30 Cm lebih tinggi dari permukaan tanah. Supplier yang mengirim semen kepekerjaan hendaknya dapat menunjukan sertifikat dari pabriknya.

- Bila mana pada setiap pembukaan kantong, ternyata semennya sudah lembab dan

menunjukan gejala membatu, maka semen tersebut tidak boleh dipergunakan dan segera dikeluarkan dari komplek pembangunan.

 Pasir pasang

- Pasir yang akan dipakai harus bersih, pasir alami dan bebas dari segala macam kotoran dan bahan-bahan kimia, sesuai dengan NI-3 pasal 14 ayat 2.

- Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat diatas, Pemborong wajib untuk mencuci pasir tersebut untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Khusus untuk plester, harus dipakai pasir yang lebih halus tingkat gradasi.

 Adukan.

Jenis adukan sesuai keperluannya yaitu :

Pasangan ini dipakai bila untuk dinding diatas tanah, di mulai dari sloof sampai 30 cm diatas tanah . Untuk dinding-dinding sering terkena air (K Mandi, Cuci), dibuat minimum 1,5 m diatas lantai. Serta seluruh dinding luar bangunan yang tidak terlindung oversteak dibuat dengan pasangan 1PC : 3Psr.

Untuk pasangan dinding biasa ; 1PC : 5Psr.

Pelaksanaan pembuatan adukan, harus dibuat dalam bak kayu yang besarnya memenuhi syarat dan dilaksanakan dengan baik. Semen dan pasir harus dicampur didalam keadaan kering, yang kemudian di beri air sesuai persyataran sampai di dapat campuran yang plastis. Adukan yang sudah mengering tidak boleh dicampur dengan adukan yang baru

 Pelaksanaan Pembuatan Dinding

Pemborong harus mengerjakan pengukuran bangunan serta letak-letak dinding yang akan dilaksanakan secara teliti sesuai gambar . Dalam satu hari, pasangan dinding tidak boleh lebih tingggi dari 1 meter dan pengakhiranya dibuat bertangga menurun, untuk menghindari retak. Pekerjaan dinding dilaksanakan horizontal dengan menggunakan benang dan teliti setiap lantai kerataanya .

Lapisan yang satu dengan lapisan yang diatasnya harus dipasang secara zig-zag dengan perbedaan separuh panjang. Untuk dinding 1/2 batu pada tiap pertemuan tegak lurus harus diperkuat dengan kolom beton praktis. Demikian juga setiap luas dinding 12 M2 harus diberi penguat kolom praktis dan balok lantai.

Semua pertemuan tegak lurus harus benar-benar bersudut 90 derajat. Sebelum pemasangan bahan dinding harus direndam dulu dalam air untuk permukaan yang dipasang basah. Tebal siar tidak bole kurang dari 1 Cm dan siar harus benar-benar terisi adukan.

Sebagai persiapan plesteran, siar harus dikerok sedalam 1Cm supaya cukup mengikat plester. Semua lubang yan terdapat pada dinding harus ditutup dengan baik sebelum plesteran dipasang.

(10)

Pekerjaan pemasangan pipa atau alat-alat yang di tanam di dalam dinding, harus dibuat pahatan dengan kedalaman yang cukup. Pahatan tersebut setelah di pasang alat-alat/ pipa, harus ditutup dengan adukan plesteran yang dilaksanakan secara sempurna. Untuk pahatan lebih dari 7 Cm sebelum dipelester harus dipasang kawat ayam yang dipakukan pada dinding bata.

Sesudah pasangan dinding selesai dikerjakan, dan sesudah kering baru pekerjaan plesteran dimulai. Plesteran menggunakan adukan yang sama dengan adukan untuk pasangan. Untuk pengakhiran sudut dinding, hendaknya dibuat denagan sudut tumpul.

2.Pekerjaan Plesteran dan Acian

 Lingkup Pekerjaan, bahan dan Jenis Pekerjaan.

Meliputi penyediaan bahan plesteran, penyiapan bidang yang akan diplester, serta pelaksanaan pekerjaan. Sesuai dengan yang tertera dalam gambar denah dan notasi penyelesaian dinding.

Bahan yang di pergunakan meliputi semen yang sesuai persyaratan NI-8, pasir yang halus dengan warna alami sesuai NI-3 pasal 14 dan telah mendapat persetujuan dari direksi. Air untuk mengaduk kedua bahan tersebut ditas sesuai NI-3 pasal 10.

Jenis-jenis plesteran yang digunakan adalah:

 Plesteran dengan adukan 1Pc : 3Psr digunakan pada plesteran untuk menutup dinding kedap air, sisi-sisi bangunan yang tidak terlindung oversteak, menutup dinding beton, dan membuat pengakhiran sudut dari bidang-bidang plesteran.

 Plesteran dengan adukan 1Pc : 5Psr digunakan untuk plesteran biasa, selain yang disebut diatas.

 Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran.

o Sebelumnya semua siar dipermukaan dinding dikerok sedalam ± 1 Cm agar

bahan plester dapat merekat. Permukaan bidang yang akan di plester harus dibersihkan dan disiram air sebelum pekerjaan plesteran di mulai. Semua bidang plesteran harus dijaga kelembabannya selama seminggu sejak penempelen plesterannya. Untuk pekerjaan plesteran dinding beton, bidang beton harus dikasarkan terlebih dulu.

o Adukan plesteran diharuskan sesuai dengan persyaratan yang ada. Apabila

perlu dan sesuai rencana, kontaktor diperkenankan menggunakan bahan-bahan kimia sebagai campuran.

o Untuk dapat mencapai tebal plesteran yang rata, sebagian diadakan

pemeriksaan secara silang oleh pelaksana dengan menggunakan garisan panjang yang digerakan secara vertikal dan horizontal.

o Penyedia Jasa Pemborongan harus membuat contoh-contoh bidang plesteran

dari setiap macam pekerjaan yang diminta. Bila sudah mendapat persetujuan pengawas maka semua pekerjaan plesteran harus sama dengan contoh.

 Pelaksanaan Pekerjaan Acian

o Setelah Plesteran selesai dilaksanakan , dan bidang plesteran sudah kering

(11)

o Setelah permukaan dinding diratakan dengan acian PC maka permukaan agar

pada dan merata di gosok dan diratakan secara padat.

 Sudut, Naad, dan perbaikan Plesteran.

o Semua sudut vertical dan horizontal, luar dan dalam harus dilaksanakan secara

sempurna, sesuai rencana sudut.

o Naad-naad harus dibuat sesuai dengan gambar rencana. Pembuatan naad

harus lurus dan rata baik horizontal maupun vertical, dan kedalamnya harus sama. Pembuatanya dapat dengan menggunakan list kayu sesuai ukuran naad dan tali untuk mengukur kelurusan.

o Bila terdapat bidang plesteran yang bergelombang tidak rata, harus diperbaiki

secara sempurna. Bagian yang akan di perbaiki hendaknya di bobok secara teratur terbentuk segi empat dan plesteran baru harus rata dengan sekitarnya.

3. Pekerjaan pemasangan Dinding Keramik

 Ketentuan Umum dan Lingkup Pekerjaan Dinding keramik

 Pemasangan keramik dinding dilaksanakan stelah keramik existing atau plesteran dikupas dan dibongkar selesai dilaksanakan.

 Pada bagian dinding yang akan dikerjaan harus tegak lurus dan siku terhadap ruangan toilet, urutan pemasangan dinding dilaksanakan pemasangan dari atas kebawah dengan patokan ketinggian pemasangan yang sudah ditentukan dari gambar rencana.

 Sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa Pemborongan diwajibkan untuk mengajukan gambar kerja pelaksanaan.

 Peil tinggi keramik yang diinginkan harus diteliti terlebih dahulu dan betul-betul sesuai dan bila terdapat hal-hal yang menimbulkan persoalan harus dilaporkan kepada Pengawas. Permukaan yang akan dipasang bahan dinding harus bersih dari berbagai macam kotoran. Expantion joint hendaknya dipasang tiap 9 (3x3m2)

 Lingkup pekerjaan meliputi pengawasan pekerjaan, penyediaan bahan-bahan ubin dinding bahan untuk pemasangan alat-alat bantu, persiapan yang akan dipasang, serta pemasanganya pada dinding keramik, sesuai gambar rencana, gambar kerja pelaksanaan, dan petunjuk pengawas.

 Bahan Dan Pelaksanaan. 1) Keramik tile.

 a. Bahan : Keramik tile

 b. Produk : Mulia, atau setara c. Ukuran : 20 x 25 cm d. Tekstur : Warna /Motif

e. Warna : Ditentukan kemudian f. Cadangan : 5%

 Pemasangan :

-Persiapan permukaan yang akan dipasang keramik harus permukaan dinding sudah siap.

-Untuk daerah yang ada instalasi Pipa air bersih, terlebih dahulu diselesaikan pemasangan pipa tersebut sudah harus selesai dan sudah di tes instalasinya. -Ambil/ tarik tulangan, dengan melihat design ruangan yang ada. Pemasangan

(12)

-Sebelum dipasang, keramik dinding sebaiknya di rendam dalam air terlebih dulu. Tiap jalur pasangan ditarik benang untuk segaris arah garis naat dengan lantai. Lebar naad berkisar 2Mm

-Pelaksanaan pemasangan dinding keramik dilaksanakan setebal minimal 1,5cm dengan adukan 1Pc : 1Psr untuk daerah basah, dan adukan 1PC : 2Psr permukaan yang tidak terlalu lembab.

-Mortal ( adukan ) harus penuh, baik dipermukaan dinding ataupun dibadan belakang keramik/ tile.

-Beri waktu sebelum melakukan pengisian naad juga pembersihan segera atas bekas-bekas grouting tersebut.

 Hasil Akhir Yang Dikehendaki

- Bahan dinding yang dipasang harus sesuai dengan contoh yang sudah disetujui pengawas dan keseluruhan yang terpasang harus mempunyai jenis dan warna yang sama serta tekstur yang senada.

- Siar-siar yang terjadi pada pertemuan ubin harus merupakan garis lurus kedua arah dan saling tegak lurus sama lainnyaantara dinding dengan lantai.

- Permukaan dinding harus rata, tidak bergelombang dan tidak ada yang menonjol. Kerusakan selama pemasangan yang terjadi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Pemborongan.

V.PEKERJAAN ATAP

Lingkup Pekerjaan atap meliputi : a. Kontruksi Rangka bajaringan b. Penutup atap metal

c. Nok metal

d. Listplang GRC/kalsiplang

Persyaratan Bahan

a. Kontruksi Rangka bajaringan

 Menggunakan material Baja Mutu Tinggi G550 dengan tegangan leleh minimum 550 Mpa

 Lapisan coating terdiri dari 55% aluminium, 43,5% Zinc, dan 1,5% Silicon, yang dibuktikan dengan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Ketebalan Pelapisan : 100 gr/m2 (AZ 100)

 Profil Material : - Rangka Atap

Profil yang digunakan untuk rangka atap adalah profil C

a. C75.100 (tinggi profil 75 mm dan tebal dasar baja 1,00 mm) b. C75.75 (tinggi profil 75 mm dan tebal dasar baja 0,75 mm) - Reng (batten)

Profil yang digunakan untuk reng adalah profil U

a. TS. 41.055 (tinggi profil 41 mm dan tebal dasar baja 0,55 mm) b. TS. 41.048 (tinggi profil 41 mm dan tebal dasar baja 0,48 mm)

 Garansi Kontruksi bajaringan

(13)

b.Penutup Atap Metal

Kententuan Umum dan Lingkup Pekerjaan.

Yang menjadi lingkup pekerjaan penutup atap adalah : dari rangka atap setelah reng baja ringan terpasang.

 Pekerjaan penutup atap bisa dilaksanakan setelah pekerjaan kuda- kuda dan pekerjaan rangka penutup atap selesai dikerjakan. Sebelum pekerjaan penutup atap dilaksanakan, kontraktor harus memeriksa peil garis atap yang akan terpasang, apabila terjadi penyimpangan yang cukup jauh agar dikonsultasikan dahulu kepada pengawas / perencana .  Penyedia Jasa Pemborongan harus mempelajari dan memahami semua

elemen atap yang berhubungan dengan finishing atap dan list plank, penangkal petir, mahkota atap,dll agar kontraktor bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

 Profil Material :

a. Bahan : Metal zinkalum b. Produk : Ex .Hanna atau setara c. Ukuran : 910 x 414 / lembar d. Tebal : 0,2 mm

e. Warna : Maron,Black & Red (ditentukan kemudian)

b.Listplank

 Listplang yang digunakan adalah listplang dari bahan asbes semen dengan ukuran tebal miniman 2cm dan lebar 20cm.

 Finishing listplang menggunakan cat minyak atau cat tembok menyesuaikan dengan kondisi design arsitektur di lapangan

 Bahan yang digunakan adalah bahan yang setara dengan GRC atau Kalsiplang  Lisplank dipasang setelah pemasangan lapisan penutup atap selesai.

Persyaratan Design

a. Desain harus menggunakan software komputer khusus untuk aplikasi baja ringan, yang telah mendapat rekomendasi dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) b. Produsen baja ringan haruslah perusahaan yang sudah mendapat sertifikasi

internasional dalam hal kualitas mutu dan manajemen, dibuktikan dengan adanya sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001

c. Produsen baja ringan harus memiliki tenaga pemasang terampil yang telah mengikuti pelatihan dari instansi teknis pembina jasa konstruksi, yang dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari instansi tersebut

d. Kontraktor wajib menyerahkan mill certificate (sertifikat pabrik) dari material baja yang akan digunakan

 Pemasangan.

- Sebelum dilakukan pemasangan, kontrator wajib melakukan pengukuran dan menggunakan gambar pelaksanaan

(14)

 Hasil yang diharapkan.

- Permukaan lapisan penutup atap terlihat rata tanpa ada gelombang.

- Sedapat mungkin dihindari kebocoran-kebocoran atau ketidak sempurnaan pemasangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Pemborongan untuk memperbaiki.

VI.PEKERJAA KUSEN PINTU/JENDELA

1. Kententuan dan Persyaratan bahan yang dipakai;

 Bahan Kusen yang digunakan adalah jenis Aluminium dengan ukuran 3,jenis ketebalan miniman 0,4mm.warna kusen adalah warna naturan atau CA.

 Bingkat pintu aluminium yang dipakai adalah ukuran 1,5”X 4”, sedangkan untuk daun jendela 1,5’X3”, aluminiumyang dipakai adalah aluminium natural atau CA ukuran 4”, ketebalan minimal 0,4mm

 Rangka Daun Pintu Panel tripleks ,bahan rangka kayu yang digunakan adalah jenis kayu Kelas II sekelas kamper open dengan ukuran jadi 4/10cm,bahan kayu dipasang expose, bagian panel manggunakan bahan megateak/teakwood 4mm rangkap dengan finish cat melamik.

 Sedangkan untuk Pintu Toilet menggunakan Pintu Aluminium spanrel

2. Persyaratan Pelaksanaan;

1. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar dan kondisi lapangan serta membuat gambar Shop Drawing.

2. Tipe Pintu yang terpasang harus sesuai daftar tipe yang tertera dalam Gambar dengan memperhatikan ukuran-ukuran, Bentuk Profil, Material, Detail Arah Bukaan dan lain-lain, dengan petunjuk sebagai berikut

3. Semua ukuran dan bentuk kusen maupun daun pintu, bovenlicht yang tercantum dalam gambar kerja adalah ukuran jadi

4. Disyaratkan dipasang angker/skrup pada kusen pintu, jendela dan bovenlicht. 5. Jumlah skrup dan pisher disesuaikan dengan kebutuhan baha

6. Ukuran dan jarak penempatan sesuai dengan Gambar Kerja atau petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi.

7. Disayaratkan pula dibuat alur air pada sisi sebelah luar kusen pada dua batang kusen vertical dan sebuah batang kusen bagian bawah ; untuk kusen pintu, jendela, maupun bovenlicht

8. Sambungan-sambungan pertemuan dan sudut harus benar-benar siku ,tegak lurus, kokoh dan tidak dapat digerak-gerakkan, serta pengerjaannya harus rapi.sesuai gambar kerja atau petunjuk konsultan pengawas/Direksi.

9. Setiap bagian dari pekerjan ini yang buruk, tidak memenuhi persyaratan seperti yang tertulis dalam Buku ini maupun tidak sesuai dengan Gambar Kerja, ketidak cocokan, kesalahan maupun kekurangan lain akibat kelalaian dan ketidak telitian Kontraktor dalam 10. Pemasangan Kusen dilaksanakan setelah Finishing Opening selesai dilaksanakan, semua opening yang dilaksanakan harus sesuai dengan ukuran dan bentuk kusen yang tercantum pada gambar kerja.

11. Gambar Pelelangan; dan atau perbaikan finish yang tidak memuaskan akan ditolak dan harus diganti hingga disetujui Konsultan Pengawas/Direksi.

(15)

VII.PEKERJAA PENGGANTUNG DAN PENGUNCI

1. Kententuan dan Persyaratan bahan yang dipakai;

 Bahan engsel Pintu yang digunakan engsel swing setara Dekson ukuran 4”

 Bahan untuk engsel jendela menggunakan jenis engsel jendela casement ukuran 14” , setara dekson

 Kunci pintu yang digunakan adalah jenis kunci pintu silinder putar , setara Dekson, kunci tersebut sudah satu set berikut handel dan kunci.

 Bahan Slot; untuk slot jendela yang dipakai slot jendela putar, setara Dekson, sedangkan untuk Slot Pintu ganda menggunakan slot tanam setara dekson.

 Semua bahan kusen maupun pintu mengacu pada persyaratan yang ditentukan oleh direksi konsultan pengawas.

VII.PEKERJAAN LANTAI

 Ketentuan Umum dan Lingkup Pekerjaan Lantai keramik

Setelah pembongkaran lantai selesai dilaksanakan, pelaksana harus mengadakan penelitian atau pengecekan kembali terhadap kemiringan lantai serta elevasi lantai agar lantai yang akan dipasang sesuai dengan gambar rencana.

Untuk pemasangan keramik lantai yang letaknya diatas dak beton , sebelum dipasang lantai beton harus dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan puing bekas bongkaran, kemudian setelah bersih dilapis dengan lapisan waterproofing agar tidak terjadi kebocoran pada lantai ,setelah selesai pemasangan lapisan waterproofing pelaksana harus melakukan pengetesan dengan di rendam dengan air selama beberapa jam, untuk mengetahui lantai ada bocorana atau tidak ada. Pekerjaan dan bahan-bahan yang akan digunakan harus mendapat persetujuan direksi.

Unuk pemasangan Lantai yang langsuna diatas tanah atau urugan ,sebelum lantai keramik dipasang terlebih dahulu dibawah lantai keramik diurug pasir urug setebal maximal 10cm kemudian di lantai kerja tebal minimal 3cm,sedangkan untuk lantai keramik diasat dak beton harus diurug dahulu dengan pasir urug tebal mmaximal 10cm agar celah udara yang tertutup keramik tidak mudah memuai yang akan mengakibatkan lantai memuai dan pecah.

Sebelum Lantai dipasang harus diperhatikan Peil lantai yang diinginkan harus diteliti betul dan bila terdapat hal-hal yang menimbulkan persoalan harus dilaporkan kepada Pengawas. Permukaan yang akan dipasang bahan lantai harus bersih dari berbagai macam kotoran. Expantion joint hendaknya dipasang tiap 9 (3x3m2)

Lingkup pekerjaan meliputi pengawasan pekerjaan, penyediaan bahan-bahan ubin lantai, bahan untuk pemasangan alat-alat bantu, persiapan lantai yang akan dipasang, serta pemasanganya pada lantai bangunan, sesuai gambar rencana, gambar kerja pelaksanaan, dan petunjuk pengawas.

 Ketentuan Bahan Dan Pelaksanaan. 1) Keramik tile Ruangan.

 a. Bahan : Keramik tile

 b. Produk : Mulia/Asia atau setara c. Ukuran : 30 x 30 cm

d. Tekstur : Polos/Motif

(16)

1) Keramik tile Toilet.

 a. Bahan : Keramik tile

 b. Produk : Mulia/Asia atau setara c. Ukuran : 20 x20, 30 x 30 cm d. Tekstur : Rock tile/anti slip

e. Warna : Ditentukan kemudian f. Cadangan : 5%

 Pemasangan :

-Persiapan permukaan yang akan dipasang keramik harus bersih dan dapat rata air, dengan waktu pengeringan yang cukup.

-Untuk daerah dengan rencana diberi Waterproofing, pasangan Waterproofing tersebut sudah harus terlaksana.

-Ambil/ tarik tulangan, dengan melihat design ruangan yang ada. Pemasangan keramik tile pada jalur tulangan tersebut.

-Sebelum dipasang, keramik tile sebaiknya di rendam dalam air terlebih dulu. Tiap jalur pasangan ditarik benang untuk segaris. Lebar naad berkisar 4Mm

-Pelaksanaan pemasangan lantai ubin keramik/ homogenous tile dilaksanakan setebal minimal 2,5cm dengan adukan 1Pc : 3Psr untuk daerah basah seperti Toilet/KM/WC, dan adukan 1PC : 3Psr untuk selasar luar, sedangkan adukan 1PC : 5Psr untuk ruangan dalam.

-Mortal ( adukan ) harus penuh, baik dipermukaan dasar ataupun dibadan belakang keramik/ tile.

-Beri waktu sebelum melakukan pengisian naad juga pembersihan segera atas bekas-bekas grouting tersebut.

 Hasil Akhir Yang Dikehendaki

Bahan lantai yang dipasang harus sesuai dengan contoh yang sudah disetujui pengawas dan keseluruhan yang terpasang harus mempunyai jenis dan warna yang sama serta tekstur yang senada.

Siar-siar yang terjadi pada pertemuan ubin harus merupakan garis lurus kedua arah dan saling tegak lurus sama lainnya.

Permukaan lantai harus rata, tidak bergelombang dan tidak ada yang menonjol. Kerusakan selama pemasangan yang terjadi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Pemborongan.

IX.PEKERJAAN PLAFOND

Ketentuan dan Lingkup Pekerjaan Plafond meliputi  Pemasangan Rangka Plafond Hollow

 Pemasangan Penutup Plafond  Pemasangan List Plafond

Persyaratan Bahan untuk rangka plafond

a. Bahan rangka plafond yang menggunakan bahan besi hollow , bahan hollow yang berukuran 40x40mm untuk rangka utama dengan jarak minimal tiap 3meter dan hllow 20x40mm untuk rangka pembagi, ketebalan hollow yang digunakan miniman ketebalan 0,04mm

b. Untuk bahan rangka hollow sebelum dipasang harus sudah dilapisi dengan meni besi c. Untuk bahan kayu Sebelum kayu di pabrikasi dan dipasang terlebih dahulu dilabur

(17)

d. Bahan Rangka yang digunakan a. Bahan : Besi

b. Produk : KS/JS atau setara c. Ukuran : 40 x40 mm dan 20x40mm

d. Tebal : 0,04mm

Persyaratan Bahan untuk penutup plafond

a. Bahan penutup plafond yang menggunakan bahan Gypsum tebal 9mm , bahan panel gypsum pada umumnya berukuran 120x240cm, gypsum dipasang secara plat dan merata pada rangka yang sudah siap dipasang, penutup gypsum dipasang menggunakan skrup apabila dipasang pada rangka hollow,sedangkan untuk dipasang pada rangka kayu menggunakan paku khusus gypsum, sambungan antara gypsum harus rata dan dapih, pada sambungan antara gypsum sebelum dirapihkan harus menggunakan plaster sambungan kemudian dikompon dengan semen kornis gypsum. b. Bahan penutup plafond yang menggunakan bahan GRC tebal 5mm , bahan panel

GRC pada umumnya berukuran 120x240cm, gypsum dipasang utuk palfond toilet dan bagian luar (overstek atap) secara plat dan merata pada rangka yang sudah siap dipasang, penutup GRC yang dipasang menggunakan skrup apabila dipasang pada rangka hollow,sedangkan untuk dipasang pada rangka kayu menggunakan paku khusus GRC, sambungan antara gypsum harus rata dan dapih, pada sambungan antara GRC sebelum dirapihkan harus menggunakan plaster sambungan kemudian dikompon dengan semen kornis khusus GRC.

c. Lingkup pekerjaan meliputi bahan plafond, rangka penggantung, serta pemasangan rangka penggantung dan bahan plafond pada tempat-tempat yang sesuai dengan gambar rencana dan daftar pemakaian bahan.

d. Bahan Penutup Dan Pelaksanaan 1) Asbest plat,.

a. Bahan : GRC/Kalsi

b. Produk : GRC/Kalsi atau setara c. Ukuran : 120 x240 cm

d. Tebal : 5mm 2) Gypsum plat,.

a. Bahan : Gypsum

b. Produk : Jayaboard/knauf atau setara c. Ukuran : 120 x240 cm

d. Tebal : 9mm

Persyaratan Bahan List Plafond

1) List kayu

 a. Bahan : Kayu kamper b. Ukuran : lebar 3-5cm

c. Finishing : -Cat minyak. 2) List Gypsum

 a. Bahan : Gypsum b. Ukuran : lebar 7-10cm

(18)

Pemasangan.

- Penyedia Jasa Pemborongan harus memahami dan memastikan bahwa semua Instalasi kabel Listrik yang terpasang di atas plafond sudah terpasang.

- Sedapat mungkin dihindari kegiatan bongkar pasang terkait dengan pekerjaan ME di atas plafond, kegiatan bongkar pasang menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Pemborongan.

- Semua pekerjan plafond dipasang harus rata, rapih, dan tidak bergelombang,sesuai dengan existing yang terpasang. Semua bahan yang dipasang harus baru, baik, tidak cacat, basah, siku dan tidak melengkung. Peil ketinggian plafond harus sesuai gambar rencana

- Sebelum dilakukan pemasangan Penyedia Jasa Pemborongan harus terlebih dahulu mengajukan shop drawing dan contoh bahan serta perlengkapan untuk mendapatkan persetujuan direksi.

- List dipasangkan setelah pekerjaan tambahan pada dinding, dan pemasangan plafond selesai dilaksanakan.

Hasil yang diharapakan

- Plafond terpasang dengan rata, kuat tanpa terjadi lengkung atau lendutan, miring atau bergelombang.

- Finishing plafond harus rapi, ratra tanpa ada belang-belang cat.

- Naad atau list penggantung harus terpasang dengan rapi dan saling siku.

- Penyedia Jasa Pemborongan wajib memnperbaiki atau mengganti terhadap ketidak sempurnaan hasil pekerjaan di bawah pengarahan pengawas.

- Didalam pemasangan pertemuan bahan plafond harus lurus , saling tegak lurus dan siku. Konstruksi penggantung plafond dibuat dengan memperhatikan dan memperhitungkan faktor kekuatan perletakan lampu, fixtures yang akan dipasang pada permukaan plafond.

X.PEKERJAAN SANITARY DAN PLUMBING

Ketentuan dan Lingkup pekerjaan Instalasi air meliputi pekerjaan

a.Pekerjaan sanitary

 Ketentuan Umum dan Lingkup pekerjaan sanitary

Sebelum melakukan pekerjaan pemasangan alat-alat sanitary dan perlengkapannya, contoh bahan dari alat-alat tersebut harus diajukan terlebih dahulu kepada Pengawas.

Bahan-bahan yang akan dipasang harus baru dan tidak boleh cacat.Bahan-bahan yang akan dipasang harus sesuai dengan contoh bahan yang telah didetujui Pengawas.Apabila ada suatu bahan pada sanitary yang berfungsi sebagai kelengkapan pada alat tersebut dalam aturan ini, maka alat tersebut harus diperhitungkan sebagai kelengkapan fungsi sanitary.

Kecuali ditentukan lain, maka bahan-bahan tersebut dibawah ini hanya dipilih dari salah satu merek saja.Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan asesories, serta pemasangannya pada tempat sesuai dengan gambar rencana.

Pemasangan harus mengikuti petunjuk dari pabrik, serta tenaga-tenaga yang ahli dibidangnya.

Sebelum pemasangan alat sanitary, maka instalasi pipa air bersih maupun air kotor harus sudah sesuai dengan ukuran snitary yang akan dipakai diantaranya ;

(19)

b. Untuk Kloset Duduk yang akan dipakai jarak pemasangan pipa air kotor dari dinding jangan terlalu dekat atau jauh, minimal harus sesuai type kloset yang akan dipakai, untuk pipa instalasi air bersih untuk tangki kloset juga harus sesuai type kloset yang dipakai. c. Pemasangan instalasi Wasstafel, sistem pemasangan pipa air kotor atau air bersih jarak

pemasangan harus diseuaikan dengan type wasstafel yang di pasang.

Cara Pemasangan Sanitary

Sistem pemsangan sanitary yang akan dipasang diantaranya:

a. Kloset Jongkok dipasang pada lantai dengan penggunakan adukan semen dan pasir

b. Wasstafel yang duduk pada meja beton dipasang menempel denga adauka PC setelah meja beton difinish dengan keramik untuk Meja

c. Pemasangan untuk urinal dipasang menggunakan Hanger sama seperti wasstafel gantung.

d. Untuk skap urinal porselin dipasang dengan menggunakan pisher dan sekrup yang ditanam pada dinding

e. Sitem pemasangan sanitary seperti wasstafel,urinal,Kloset jongkok,dan sekat urinal dipasang setelah pekerjaan dinding dan lantai keramik selesai dilaksanakan, sedangkan untuk kloset jongkok pemasangan dapat dilaksanakan selama pemasangakn keramik lantai.

f. Peralatan Sanitaries.

Persyaratan bahan Sanitary yang dipakai

Water Closet Jongkok : TOTO atau setara Wasstafel : TOTO atau setara Urinal : TOTO type U57M Skat Urinal (Porselin) : TOTO

Floor drain : Lokal stainlesstel Kran air : San Ei atau setara

b.Pekerjaan Instalasi Pipa Air Bersih

Pemasangan Instalasi Pipa air bersih dilaksanakan sebelum pekerjaan dinding keramik dan Sanitary dipasang.

Persyaratan bahan

- Bahan Pipa PVC jenis AW dengan ketebalan minimal 3mm .

- Bahan Pipa yang digunakan bahan PVC yang setara Rucika/Maspion. - Bahan lem yang digunakan lem khusus PVC

Tata cara pemasangan instalasi air bersih

- Sebelum pemasangan dilaksanakan kontraktor pelaksana agar membuat shop drawing

agar memudahkan pemasangan kepada pekerja, gambar shop drawing tersebut sebelum dilaksanakan agar diperiksan kepada konsultan pengawas.

- Pemasangan instalasi pipa air bersih dipasang pada dinding dengan tertanam dan

tertutup di dalam dinding/lantai keramik

- Pipa yang disambungkan untuk outlet pada sanitary menggunakan PVC AW dengan

ukuran ½ inci sedangkan untuk jalur distribusi menggunakan ukuran ¾ inci.

- Sistem penaymbungan pipa menggunakan lem PVC.

- Sebelum pipa disambungkan, permukaan pipa yang dilem harus dibersihkan dan

(20)

- Sebelum pekerjaan dinding /lantai keramik dipasang,instalasi pipa dilakukan pengetesan

dengan tes tekan dengan semua outlet pipa di tutup menggunakan dop.

c.Pekerjaan Instalasi Pipa Air Kotor

Pemasangan Instalasi Pipa air kotor dilaksanakan sebelum pekerjaan urugan dan lantai dilaksanakan.Pipa yang dipasang harus mengacu pada gambar yang rencanakan  Persyaratan bahan

- Bahan Pipa PVC jenis D dengan ketebalan minimal 3mm .

- Bahan Pipa yang digunakan bahan PVC yang setara Rucika/Maspion. - Bahan lem yang digunakan lem khusus PVC

cara Pemasangan instalasi air kotor

- Pemasangan instalasi pipa air kotor dipasang sesuai dengan keminringan pada arah pembuangan, kemiringan pipa yang digunakan minimal 1% s/d 2%

- Bahan Pipa yang disambungkan menggunakan PVC AW dengan ukuran 3 inci untuk pembuangan dari floor drain,wasstafel dan urinal dan untuk jalur pembuangan dari kloset menggunakan ukuran 4inci.

- Sistem penaymbungan pipa menggunakan lem PVC

- Sebelum pipa disambungkan, permukaan pipa yang dilem harus dibersihkan dan dihampelas, agar penyambungan pipa kuat dan tidak bocor .

- Agar melakukan pengetesan dengan tes kemiringan air, sehingga arah pembuangan air lancar dan mempermudah arus air untuk membuang

- Sistem pemasangan pipa untuk air padat jangan terlalu banyak belokan, pipa sambungan belokan untuk air padat agar menggunakan belokan/knee elbow sehingga arah belokan tidak terlalu patah.

- Untuk sambungan cabang atara pembuangan air padat agar menggunakan sambungan Tee Y, sehingga arah air padat tidak terjadi penyumbatan .

XI.PEKERJAAN LISTRIK

Lingkup pekerjaan Elektrikal meliputi pekerjaan 1. Pemasangan Instalasi Penerangan 2. Penasangan Instalasi Stop kontak/Daya 3. Pemasangan Armatur Stop kontak 4. Pemasangan Armatur Saklar 5. Pemasangan Armatur Lampu

1.Pemasangan Instalasi Lampu/Penerangan

Lingkup pekerjaan instalasi penerangan meliputi :

- Pemasangan kabel - Pemasangan Pipa Konduit - Pemasangan Inbow dus

- Pemsangnan Tee dus (Terminal Box) - Pemasangan klem kabel

Kabel yang digunakan adalah kabel yang telah memenuhi SPLN dan LMK yang ditandai adanya tulisan pada kabel tersebut,jenis kabel yang digunakan adalah sebagai berikut ;

Persyaratan bahan

(21)

- Untuk Instalasi Daya/Stop Kontak adalah menggunakan jenis kabel NYM ukuran 3x2,5mm

- Untuk instalasi kabel yang tertanam dalam tembok harus dilindungi dengan pipa PVC listrik dia 5/8” dan diklem pada dinding bata

- Penampang minimum kabel adalah 2,5 mm merk yang dapat digunakan adalah merk SUPREME,PRIMA atau setaraf.Penyambungan kabel menggunakam Terminal Box dan dengan sistim Terminal.

- Untuk jaringan kabel luar bangunan dipergunakan kabel NYY yaitu kabel distribusi antara main panel ke pembagi dengan ukuran sesuai gambar kerja.Penarikan kabel harus dilaksanakan sedemikian rupa,sehingga rapih dan teratur .stop kontak dan Saklar yang digunakan adalah setaraf merk BROCO dan dipasang dengan system ‘inbow’.Sistem pentanahan untuk seluruh stop kontak pada setiap bangunan adalah terpusat pada arde panel bangunan tersebut.

Panel Penerangan dan Panel Daya

Panel Penerangan dipasang pada setiap bangunan dengan jumlah group pada setiap panel,sesuai yang tercantum dalam gambar kerja .setiap panel dilengkapi dengan kabel Arde BC-16 mm2,tertanam ditanah sehingga mempunyai tahanan pentanahan maksimal 2 ohm.

Full Breaker yang digunakan adalah Type MCB (Magnetic Circuit Breaker) lengkap dengan Box pengaman dengan kapasitas sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja dan Komponen-komponen panel yang digunakan adalah produksi Merlin Gerin atau General Electric.

Persyaratan Umum

- Seluruh pekerjaan Elektrikal ini harus dikerjakan oleh kontraktor yang ahli dan

berpengalaman serta memiliki SIKA yang masih berlaku.Instalatur liatrik harus melakukan testing atas seluruh instalasi yang dikerjakan dengan disaksikan oleh konsultan pengawas.

- Instalasi Listrik yang dipasang dipersiapkan untuk menahan tegangan sebesar 220

volt.Masa pemeliharaan pekerjaan listrik adalah selama 3 bulan,terhitung sejak dilakukan penyerahan pertama pekerjaan listrik secara keseluruhan.selama masa pemeliharaan tersebut Instalatur listrik berkewajiban untuk melaksanakan perbaikan /penyerpurnaan atas kerusdakan /cacat yang timbul selama masa pemeliharaan.

- Pekerjaan Elektrikal dapat diterima oleh konsultan pengawas,apabila disertai dengan

bukti-bukti hasil pemeriksaan

Persyaratan Pelaksanaan

Untuk pemasangan kabel-kabel dan komponene-komponen lainnya yang harus tertanam di dalam dinding/plesteran

(22)

XII.PEKERJAAN PENGECATAN DAN LABURAN  Ketentuan Umum dan Lingkup Pekerjaan meliputi:

- Pengecatan Plafond - Pengecatan Dinding - Pengecatan Listplang

Sebelum pekerjaan penyelesaiaan dinding dilakukan, pada bagian-bagian yang harus dibuat dari bahan kedap air serta peraturan teknis untuk dinding yang lain harus sudah terlaksana sesuai spesifikasi pekerjaan dan disetujui Pengawas.

Sebelum pekerjaan penyelesaian dilakukan, Penyedia Jasa Pemborongan harus menyerahkan contoh bahan dan keterangan teknis serta cara pemasangan bahan tersebut unuk mendapat persetujuan Direksi. Bahan- bahan dinding yang cacat tidak boleh dipasangkan.

Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan penyelesaian dinding, penyiapan bidang, serta pemasangannya pada tempat-tempat yang sesuai gambar rencana daftar pemakain bahan.

Untuk pemasangan bahan-bahan tertentu perlu dibuat gambar Kerja Pelaksanaan (shop drawing) berdasarkan gambar rencana dan kondisi lapangan.

 Bahan dan Pelaksanaan. 1) Bahan Cat Plafond

 a. Bahan : Cat Tembok Emulsi b. Produksi : Sanlex. atau setara c. Jenis : Acrylic emulsion.

d. Warna : akan ditentukan kemudian 2) Bahan Cat Dinding

 a. Bahan : Cat Tembok Emulsi b. Produksi : Sanlex. atau setara c. Jenis : Acrylic emulsion

d. Warna : akan ditentukan kemudian

1) Bahan Cat Listplang

 a. Bahan : Cat minyak b. Produksi : SEIV. atau setara

c. Jenis : Acrylic emulsion untuk interior. d. Warna : akan ditentukan kemudian

Seluruh bahan persiapan untuk pengecatan harus dari produk cat yang dipakai. Sebelum warna yang dipilih, maka Penyedia Jasa Pemborongan harus melakukan mock up pada dinding untuk dipilih dan disetujui warnanya oleh pengawas/ Arsitek, dengan luas yang akan ditentukan kemudian.

 Pengecatan:

Setelah dinding diplester dan diaci dengan baik, dinding harus ditunggu sampai betul-betul kering (untuk memperoleh hasil pengecatan yang baik) cat harus diaduk rata sebelum digunakan jika keenceran diperlukan tergantung pada temperatur, cara aplikasi dan alat-alat semprot.

Setelah kering, dinding lalu dibersihkan dan lubang-lubang pada dinding diisi dan di ratakan dengan plamur.

(23)

Apabila terdapat retak-retak pada bidang cat harus di perbaiki dengan plamur, diamplas kemudian dicat kembali sampai baik.

Pengecetan dilakukan 2-3 lapis sampai didapatkan hasil yang rata atau baik.

 Hasil yang di harapkan.

Hasil pengecatan harus terlihat rata, tanpa ada belang-belang warna yang disebabkan karena pengecatan yang tidak rata, bidang yang bergelombang dsb. Penyedia Jasa Pemborongan wajib memperbaiki / mengganti pekerjaan yang kurang sempurna dengan pengarahan dari pengawas.

XIII.PEMBERSIHAN /PEMBERSIHAN BEKAS BONGKARAN DAN PEKERJAAN

Lingkup Pekerjaan

Pembersihan tapak Konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam lingkup pekerjaan seperti tercantum di gambar kerja dan terurai dalam buku RKS ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi setelah pekerjaan selesai menjadi tanggung jawab kontraktor .

Selama pembangunan berlangsung,kontraktor harus menjaga keamanan bahan / material ,barang maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima.

XIV. PEKERJAAN LAIN -LAIN

Hal-hal yang timbul pada pelaksanaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan diatur/dibicarakan dilapangan oleh konsultan pengawas dan kontraktor,bila diperlukan akan dibicarakan dengan konsultan perencana.

XV. PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

1) Kefasihan dalam pemecahan masalah mengacu pada keberagaman (bermacam-macam) jawaban masalah yang dibuat siswa dengan benar, sedang dalam pengajuan masalah

Salah satu tindakan yang dilakukan oleh wisatawan untuk menanggulangi masalah penyakit atau kecelakaan yang dialami adalah datang ke pusat pelayanan kesehatan, dalam hal ini

Demikian juga f ( r ,  ) adalah data diskrit karena merupakan fungsi yang mewakili nilai piksel-piksel pada posisi tertentu sepanjang tampang lintang obyek yang

Selvia, Lena. ‘’ Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pilkada bupati Ponorogo tahun 2015 siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Ponorogo’’. Skripsi, Pendidikan Pancasila dan

Tetes tebu ( molase ) merupakan hasil samping dari pabrik gula, selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan zat additive yang biasa dikenal sebagai fitcin,

Negara-negara maju mempunyai angka kesakitan yang tinggi tetapi angka kematiannya rendah.2 Di Amerika Serikat ada 3 juta kasus per tahun dengan angka kematian kurang dari

72 Hendri Febrianto - HONOR Montong Praya Barat Jonggat Lombok Tengah. 73 Lalu Suhariadi - HONOR Dusun Nyangget Gerung

Menurut Eriyatno (2003) ISM adalah salah satu alat strukturisasi dalam teknik permodelan deskriptif yang digunakan terutama untuk pengkajian oleh suatu tim tetapi