• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimasi Kondisi Ekstraksi Secara Mae (Microwave Asisted Extraction) Plantago Major L. yang diperoleh dari Purwodadi Jawa Tengah - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimasi Kondisi Ekstraksi Secara Mae (Microwave Asisted Extraction) Plantago Major L. yang diperoleh dari Purwodadi Jawa Tengah - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

v

OPTIMASI KONDISI EKSTRAKSI SECARA

MAE (MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION)

Plantago major L. YANG DIPEROLEH DARI

PURWODADI, JAWA TENGAH

Eunike Giovanie Wijaya, 2012

Pembimbing: (I)Kartini (II)Azminah

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi ekstraksi secara

MAE (Microwave Assisted Extraction) yang optimal terhadap Plantago major L.

yang diperoleh dari Purwodadi, Jawa Tengah. Variabel ekstrak yang dioptimasi meliputi: bagian tanaman (helai daun, tangkai, akar), suhu ekstraksi (400 C, 700 C, 1000 C), dan waktu ekstraksi (10 menit, 20 menit, 30 menit). Parameter yang diukur untuk mengetahui kondisi optimal adalah aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH secara spektrofotometri sinar tampak dan aktivitasnya dihitung sebagai EC50, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan

menggunakan pereaksi AlCl3 secara spektrofotometri sinar tampak dan dihitung

sebagai mg Catechin Equivalent (CE)/100 g bahan. Penelitian dilakukan secara acak lengkap terhadap 3 variabel ekstraksi (masing-masing 3 level), sehingga total melibatkan 27 (33) kali percobaan. Penentuan kondisi optimal dilakukan melalui analisis faktorial. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kondisi ekstraksi yang optimal dari aktivitas antioksidan tidak dapat ditentukan, sedangkan untuk kadar flavonoid totalnya adalah dengan menggunakan bagian helai daun, pada suhu 700 C dan waktu selama 20 menit..

Kata kunci: Optimasi, Plantago major L., antioksidan, flavonoid total,

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan, kondisi optimum ekstraksi senyawa total fenolik buah labu siam menggunakan RSM diperoleh pada waktu ekstraksi 2 jam, nisbah

Dari hasil penelitian, kondisi optimum MAE adalah daya 450 W, pelarut etanol 60%, perbandingan simplisia – pelarut 1 : 8 dan lama ekstraksi 8 menit untuk menghasilkan

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbandingan suhu 40°C dan 70°C pada ekstraksi dengan bantuan microwave ( Microwave Assisted Extraction = MAE ) terhadap

Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) lama waktu ekstraksi ramuan daun tanaman cabai mempengaruhi aktivitas antioksidan, (2) waktu ekstraksi optimal baik bagi

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kadar lemak yang dapat teresktrak, kandungan fenol yang dapat terekstrak, kandungan eugenol yang terekstrak, warna minyak atsiri,

Berdasarkan hasil penelitian ekstraksi zat warna alami dari kayu mahoni (Swietenia mahagoni) menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE), dapat diketahui

Berdasarkan hasil penelitian ekstraksi zat warna alami dari kayu mahoni (Swietenia mahagoni) menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE), dapat diketahui

30 Gambar 3.3 Diagram Alir Optimasi Pektin dari Kulit Jeruk Manis Widiastuti, 2015 10 gram Bubuk Kulit Jeruk Manis Dilakukan ekstraksi melalui Vacuum Microwave Assited Extraction