• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE SEXUAL OPPRESSIONS OF WOMEN CHARACTERS IN ALICE WALKER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "THE SEXUAL OPPRESSIONS OF WOMEN CHARACTERS IN ALICE WALKER"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

THE SEXUAL OPPRESSIONS OF WOMEN CHARACTERS IN ALICE

WALKER’S THE COLOR PURPLE

A THESIS

In Partial Fulfillment of the Requirements for Strata-1 Degree in Literature

English Department of Diponegoro University

Submitted by:

Listya Nur Indriani

A2B 003 068

FACULTY OF LETTERS DIPONEGORO UNIVERSITY SEMARANG

(2)

ABSTRAK

Karya sastra merupakan pencerminan realitas dan kehidupan sosial yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Georg Lukacs (Salden 1977: 27) bahkan mengemukakan bahwa karya sastra adalah sebuah pencerminan realitas kehidupan sosial yang benar, lebih lengkap, lebih hidup, dan lebih dinamik. Sebuah novel atau karya sastra lain dapat membawa pembaca ke arah suatu pandangan yang lebih kongkret kepada realitas, melebihi penangkapan benda menurut pemahaman umum.

Sosiologi sastra adalah sebuah studi sastra yang menerapkan aspek-aspek sosiologi dalam karya sastra. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam sosiologi sastra adalah feminisme. Feminisme adalah sebuah konsep yang menentang seluruh struktur dan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan. Paham ini menolak adanya pembagian kelas antara laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki adalah kelas yang berkuasa sedangkan perempuan adalah kelas kedua.

Feminisme memandang patriarki sebagai semua sumber ketidakadilan terhadap perempuan. Gerakan ini juga memandang bahwa seksualitas adalah akar dari penindasan perempuan. Penindasan perempuan semuanya berawal dari dominasi laki-laki atas seksualitas perempuan ( sexual oppression) dalam ranah privat. Dominasi ini adalah sumber dari ketidaksetaraan perempuan di dalam masyarakat.

Novel The Color Purple karya Alice Walker adalah sebuah karya yang mengangkat topik mengenai penindasan seksualitas terhadap perempuan di dalam keluarga. Seluruh adegan di dalam novel ini menggambarkan tentang dominasi laki-laki terhadap perempuan yang berujung pada kekerasan domestik dalam keluarga. Hampir seluruh tokoh perempuan di dalam novel ini mengalami hal tersebut. Alice Walker secara detil menceritakan penindasan seksualitas yang dialami para tokoh perempuan sejak mereka kecil hingga dewasa. Topik-topik yang berkaitan dengan seksualitas perempuan seperti menstruasi, melahirkan, hubungan seksual dengan suami hingga pemerkosaan dan mutilasi klitoris (genital mutilation) menjadi fokus utama cerita dalam novel ini.

Referensi

Dokumen terkait

shows the scxu.t oppression happe.ed beace the patriehal in fanity, This prtrimhal fmily Dat€s the vomen get rhe scxuat viotene Eonr dE m.. in

This final project deals with The Role of Black Woman Character in Fighting against Sexism in Alice Walker’s Novel The Color Purple.. This topic illustrates the struggle of Celie

By developing this background, the writer decides to make this final project entitled “The Role of Black Woman Character in Fighting Against Sexism in Alice Walker’s Novel The

I have chosen The Color Purple to analyse because I find in the novel that the female protagonist can survive in facing oppression, can change, and can get a better life because

tahun 2000. Novel karya Djenar Mahesa Ayu, Ayu Utami, dan Fira Basuki menjadi awal bangkitnya sastrawan yang mengangkat topik emansipasi perempuan. Emansipasi perempuan

Tesis ini juga meliput analisis tentang solusi yang diberikan Beyonce atas penindasan yang dialami oleh perempuan.. Kesimpulan dari skripsi ini adalah wanita- wanita yang

129 GOD IN ALICE WALKER’S THE COLOR PURPLE; A PARADOX OF THE DIVINE Nailil Muna Yusak Graduate School of Global Studies Doshisha University Karasuma Campus Room #209 Kyoto,

“Celie’s Life Struggles in Alice Walker’s Novel The Color Purple 1982” Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bisnis dan Humaniora Universitas Teknologi Yogyakarta