• Tidak ada hasil yang ditemukan

07 RINA PUTRI KUSUMASTUTI (21020111140148) BAB VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "07 RINA PUTRI KUSUMASTUTI (21020111140148) BAB VI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

105

BAB VI

PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PENGEMBANGAN ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO

6.1 Program Dasar Perencanaan

Dalam perencanaannya, asrama ini merupakan tempat tinggal sementara bagi mahasiswa tahun pertama, sebagai tempat menyesuaikan diri pada lingkungan kampus, pendukung belajar, dan tempat pembentukan karakter mahasiswa.

Dalam program dasar perencanaan mengenai Pengembangan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro ini didasarkan pada pendekatan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Adapun tujuan program dasar perencanaan adalah sebagai landasan acuan dalam tahap desain grafis perancangan.

6.1.1 Program Ruang

Tabel 6.1 Kelompok Kegiatan Penghuni

Sumber: Analisa Penyusun Tabel 6.2Kelompok Kegiatan Penunjang

Kelompok Kegiatan Penunjang

No. Kebutuhan Ruang Kapasitas Luas (m2)

1. Kantin 150 orang 180

2. Ruang Kesehatan dan Konseling Sirkulasi 30% 387,3

(2)

106 Tabel 6.3Kelompok Kegiatan Pengelola

Kelompok Kegiatan Pengelola

No. Kebutuhan Ruang Kapasitas Luas (m2)

1. R. Kepala Asrama 1 orang 12

2. R. Sekretaris 2 orang 8

3. R. Koordonitor Bidang Sekeretariat, Keuangan dan Hunian Sirkulasi 30% 44,17

Total 191

Sumber: Analisa Penyusun

Tabel 6.4Kelompok Kegiatan Servis

Kelompok Kegiatan Servis Sirkulasi 70% 104,69

Total 254

Sumber: Analisa Penyusun

Tabel 6.5Kelompok Kegiatan Parkir

Kelompok Kegiatan Parkir 3. Parkir Pengelola

Mobil Sirkulasi 100% 1471

Total 2942

(3)

107 Rekapitulasi Program Ruang

1. Kelompok Kegiatan Utama : 8869 m2

2. Kelompok Kegiatan Penunjang : 1678 m2

3. Kelompok Kegiatan Pengelola : 191 m2

4. Kelompok Kegiatan Servis : 254 m2

5. Kelompok Kegiatan Parkir : 2942 m2

Total : 13934 m2

6.1.2 Tapak Terpilih

Dalam pengembangan Asrama mahasiswa Universitas Diponegoro, tapak yang akan digunakan masih berada di lingkungan asrama dan kampus Universitas Diponegoro (Lihat Gambar 5.6) memiliki luas lahan + 39.200 m2 dengan lahan

terbangun seluas + 18.000 m2 sebagai Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro saat

ini.

Secara fisik tapak Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro berbatasan dengan:

Sebelah Utara : Jl. Prof Soedharto, S.H.

Sebelah Timur : Stadion Universitas Diponegoro Sebelah Selatan : Permukiman

Sebelah Barat : LPPU Universitas Diponegoro

Gambar 6.1 Situasi Lokasi Tapak Sumber: Google Earth dan Analisa Penyusun

a. Kondisi Fisik : Lahan Kosong dan terbangun

b. Luas Lahan : + 39.200 m2

c. Kontur : Relatif berkontur

d. Garis Sempadan Bangunan (GSB) : 23 meter e. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 50% (0,5) f. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) : 1,6 g. Ketinggian Bangunan : 2-4 lantai

h. KDB x Luas Lahan : 50% x + 39.200 m2 = + 19.600 m2 118 m

94 m 220 m

108 m

(4)

108 Gambar 6.2 Tapak Terpilih

Sumber: Google Earth dan Analisa Penyusun

6.2 Program Dasar Perancangan 6.2.1 Aspek Kinerja

1. Sistem Pencahayaan a. Pencahayaan Alami

Pada Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro, orientasi bukaan dinding pada bangunan mengarah utara-selatn. Kondisi bukaan yang mengarah ke utara-selatan dinilai sudah baik dalam menerima cahaya matahari sebagai sumber pencahayaan alami. Selain itu, peletakkan massa bangunan yang berhadapan dengan bukaan void di bagian tengah bangunan sehingga sumber cahaya matahari siang bisa masuk ke dalam ruangan dengan maksimal.

b. Pencahyaan Buatan

Pencahayaan buatan digunakan pada malam hari dengan menggunakan lampu fluorescent pada area koridor kamar, dalam kamar asrama, lavatory. Di sekitar lingkungan asrama menggunakan lampu taman. Sedangkan pada area lainnya menggunakan lampu halogen.

2. Sistem Penghawaan a. Penghawaan Alami

Memanfaatkan bukaan pada dinding berupa jendela dan ventilasi udara yang diletakkan berhadapan (utara-selatan) sehingga ventilasi silang dapat terjadi. b. Penghawaan Buatan

(5)

109 3. Sistem Jaringan Air Bersih

Sistem jaringan air bersih menggunakan sistem jaringan air bersih yang sudah ada yaitu Down Feed System. Air bersih dari saluran PAM (deep well) masuk ke dalam distribusi bangunan dan ditampung dalam ground reservoir, dengan menggunakan pompa air bersih dinaikkan ke water tank pada atap bangunan untuk selanjutnya secara gravitasi air dialirkan ke tiap lantai pada unit hunian.

4. Sistem Jaringan Air Kotor

Pada Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro, jaringan air kotor dibagi

menjadi dua, yaitu limbah dari toilet dan kantin ke septictank. Sedangkan air bekas dari hujan, dan musholla/tempat wudhu dialirkan melalui saluran air yang kemudian dibuang ke sungai terdekat.

5. Sistem Jaringan Listrik

Pada Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro terdapat power house di bagian belakang gedung D, di dalamnya terdapat genset dengan kekuatan 250kvA, digunakan untuk 4 gedung dengan 4 lantai. Pada pengembangan yang akan dilakukan, ditambahkan 1 genset untuk 2 blok baru.

Setiap kamar di semua gedung mempunyai 2 MCB (Miniature Circuit

Breaker) untuk membatasi beban arus listrik hingga level tertentu. Satu MCB

diletakkan di dalam kamar dan satu lagi di luar kamar. 6. Sistem Pembuangan Sampah

Pada pengembangan yang akan dilakukan, sampah akan dipisah sesuai dengan jenisnya. Dan untuk sampah yang bisa dibakar akan langsung dibakar setelah semua sampah terkumpul.

Adanya shaft utama untuk pengumpulan shaft dari tiap gedung yang terletak di ujung-ujung gedung. Tiap gedung terdapat 2 shaft sampah yang berujung ke TPS. Disediakan kereta bak sampah yang selanjutnya ditampung di tempat pembuangan sementara untuk diangkut ke TPA.

7. Sistem Pencegahan Kebakaran

Sistem pencegahan kebekaran pada Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro yaitu smoke detector, hydrant box, pole hydrant, dan fire extinguisher.

8. Sistem Komunikasi

Sistem komunikasi yang diperlukan adalah telepon, faksimile, intercom/ Private Automatic Branch Exchange (PABX).

9. Sistem Penangkal Petir

Sistem penangkal petir yang digunakan pada pengembangan bangunan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro adalah sistem Faraday karena cocok untuk bangunan dengan bentang lebar.

10. Sistem Keamanan

(6)

110 11. Sistem Transportasi Vertikal

Sistem transportasi vertikal yang digunakan pada bangunan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro saat ini aadalah tangga. Terdapat dua tangga yaitu tangga utama sebagai penghubung antara ruang atas dan ruang bawa, tangga darurat yang digunakan saat keadaan darurat seperti kebakaran.

6.2.1 Aspek Teknis 1. Sistem Struktur

Sistem sub struktur yang akan digunakan pada bangunan ini adalah sloof beton, pondasi tiang pancang, dan lantai kerja. Sementara bagian struktur atas menggunakan struktur rangka beton.

2. Sistem Modul

Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro menggunakan sistem modul grid sehingga desain denah yang dihasilkan yaitu denah typical dengan ukuran dan luas ruangan yang sama. Hal ini juga memberikan kemudahan dalam pemeliharaan jika terjadi kerusakan pada bangunan dan bangunan menjadi lebih kokoh.

6.2.2 Aspek Visual Arsitektural 1. Tipologi Bangunan

a. Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Pengembangan Asrama Mahasiswwa Universitas Diponegoro merupakan asrama putra dan putri dengan pengelompokan ruang khusus bagi mahasiswa putra dan putri, dengan bangunan terpisah, kegiatan bersama dan pembinaan disediakan ruang-ruang bersama.

b. Berdasarkan Status Pernikahan

Pada Pengembangan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro diperuntukkan untuk mahasiswa yang belum berkeluarga.

c. Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pada Pengembangan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro diperuntukkan mahasiswa tingkat sarjana muda, khususnya mahasiswa tingkat pertama.

d. Berdasarkan Bentuk Fisik Bangunan

Pada Pengembangan Asrama Universitas Diponegoro merupakan asrama berupa Students Dormitiory yang bisa menampung beberapa ratus mahasiswa untuk hidup bersama dengan fasilitas tersendiri dari ruang tidur, ruang tamu, ruang makan, dapur dan KM/WC.

e. Berdasarkan Ketinggian Bangunan

Pada Pengembangan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro memiliki jumlah ketinggian bangunan 1-4 lantai, maka bangunan ini termasuk

Maisonette.

f. Berdasarkan Pola Dasar Penataan Ruang

(7)

111 berbentuk selasar yang terbuka pada satu sisinya. Bentuk sirkulasi terbuka pada satu sisi hingga membentuk kontinuitas ruang/visual dengan ruang-ruang yang dihubungkannya.

2. Konsep Penekanan Desain

Aspek Visual Arsitektural mengacu pada penekanan desain yang akan diterapkan yaitu Arsitektur Tropis agar bangunan responsif terhadap iklim setempat.

a. Orientasi Fasade Bangunan

Orientasi bangunan pada Pengembangan Asrama Mahasiswa Universitas Diponegoro mengikuti arah orientasi utara-selatan.

b. Bukaan pada Dinding untuk Ventilasi dan Penerangan

Bukaan pada dinding untuk ventilasi dan pencahayaan semaksimal mungkin berorientasi pada utara-selatan dibandingkan timur-barat.

c. Sun Shading Device

Penggunaan sun shading device sebagai penghasil bayangan pada bangunan berupa tritisan miring dan kisi-kisi. Tritisan miring juga membantu melindungi bangunan dari terpaan hujan, terlebih saat hujan disertai dengan angin kencang agar tidak terjadi tampyas.

d. Atap Bangunan

Penggunaan atap miring seperti atap perisai dinilai baik responnya terhadap iklim tropis dengan overhang yang lebar, melindungi bangunan dari sinar matahari langsung dan sebagai pengalir air hujan.

3. Konsep Penataan Ruang Luar

Menurut fungsinya, dapat dibagi 2 yaitu ruang luar aktif (sirkulasi kendaraan dan manusia, dan parkir outdoor) serta ruang luar pasif (taman-taman). Unsur-unsur ruang luar antara lain :

a. Landscaping

Penataan landscaping lahan dimaksimalkan lahan hijau untuk difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Pembuatan taman-taman di pelataran, dan sitting group di lingkungan asrama.

b. Sirkulasi

Penataan sirkulasi dan area parkir apartemen. Sirkulasi manusia disediakan pedestrian ways. Parkir menggunakan gedung parkir untuk mahasiswa sedangkan parkir pengelola dan tamu berada di dekat pos jaga agar mudah dalam pengawasan.

4. Bahan Bangunan a. Atap

(8)

112 b. Dinding

Dinding menggunakan beton diplester dan dicat serta penggunaan batu alam pada sebagian dinding agar tahan terhadap air hujan, kemudian kemampuan penghantaran panas kecil, penyerapan panas sedang dan pemantulan kecil. c. Lantai

Gambar

Tabel 6.2 Kelompok Kegiatan Penunjang
Tabel 6.3 Kelompok Kegiatan Pengelola
Gambar 6.1 Situasi Lokasi Tapak
Gambar 6.2 Tapak Terpilih Sumber: Google Earth dan Analisa Penyusun

Referensi

Dokumen terkait

Fasilitas ruang makan yang disediakan dalam asrama mahasiswa berupa dapur besar dengan peralatan yang sangat lengkap dengan ruang makan yang besar dan dapat menampung

Ruang ulangan yang jumlah mejanya tidak cukup, ditambah meja dari ruang lain yang tidak digunakan untuk ruang ulangan dengan. memanfaatkan tenaga pembantu umum dalam

Konsep Tata Massa yang digunakan adalah dengan susunan ruang yang saling berkaitan kemudian ditata dengan tata organisasi linier yang merupakan deretan ruang-ruang

Pada beberapa area juga dirancang ruang dengan bentuk segi empat yang difungsikan sebagai ruang-ruang untuk kegiatan pembelajaran.. Bentuk ruang dengan pola radila memiliki

Dibandingkan dengan struktur dan pola ruang maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Balangan dapat mengindentifikasi arah (geografis), Pengembangan

Skala bangunan yang digunakan pada Asrama Mahasiswa ini beragam, mulai dari skala megah untuk ruang-ruang komunal (serbaguna, ruang diskusi, lobby, kantin).. dan skala intim

Konsep tapak diharapkan menjadi solusi pemecahan masalah penataan ruang luar pada Apartemen Mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.. Gambar 6.3

Kebijakan penataan (khususnya perencanaan) ruang ini meliputi kebijakan pengembangan struktur dan kebijakan pengembangan pola ruang. Masing-masing kebijakan pada tiap