• Tidak ada hasil yang ditemukan

REST AREA KM 22 JALAN TOL SEMARANG-SOLO - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "REST AREA KM 22 JALAN TOL SEMARANG-SOLO - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Rest Area KM 22 Jalan Tol Semarang - Solo Tugas Akhir Per iode 37

58 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1. Kesimpulan

o Diperlukan adanya fasilitas Tempat Istirahat di Jalan Tol Semarang – Solo yang

mendukung segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan tujuan untuk tempat

istirahat dan pelayanan bagi pengguna jalan Tol.

o Rest Area merupakan satu bentuk fasilitas publik yang berhubungan dengan

kegiatan Transportasi yang ditawarkan dengan konsep bangunan Kawasan dengan

menekankan pada aspek keramahan serta kenyamanan bagi penggunanya.

o Fasilitas yang akan didukung dalam Rest Area Jalan Tol Semarang – Solo adalah

SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), Restoran, Parkir Pengunjung, Toilet,

Mini Market, Musholla, Ruang Istirahat (aula), Bengkel, Kantor Pengelola, Retail

Area serta beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti ATM, Telepon Umum,

Ruang Istirahat Terbuka berupa sitting group, serta fasilitas relaksasi berupa pijat

refleksi.

o Studi banding untuk Rest Area Jalan Tol Semarang - Solo adalah Rest Area pada

Jalan Tol Cikampek yang Berada di Kilometer 19 dan Rest Area di KM 57.

4.2. Batasan

Lokasi fasilitas Rest Area ini berada pada ruas jalan Tol Semarang – Solo dan

Penentuan lokasi sesuai dengan kebijakan peningkatan pelayanan jalan tol oleh PT.

Jasa Marga (Persero).

Adapun batasan yang diberikan adalah :

o Perencanaan penataan kawasan memiliki acuan untuk massa yang akan datang

dengan bertitik tolak pada eksisting yang ada serta analisa terhadap perkembangan

dan kebutuhan kawasan dimasa yang akan datang.

o Skala pelayanan adalah skala jalan tol antar kota yaitu jalan tol Semarang – Solo

yang menghubungkan kota tersebut.

o Perencanaan fasilitas rest area pada ruas jalan tol Semarang – Solo ini diprediksikan

untuk 10 tahun yang akan datang.

o Standarisasi dan perhitungan beberapa ruang mengacu kepada salah satu buku

pedoman standarisasi perencanaan tempat istirahat dan tempat pelayanan di jalan

bebas hambatan yang dikeluarkan oleh PT. Jasa Marga (Persero).

o Pembahasan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur yang

(2)

Rest Area KM 22 Jalan Tol Semarang - Solo Tugas Akhir Per iode 37

59 terhadap jumlah kendaraan yang melewati jalur rencana tempat istirahat, studi

literatur dan kebutuhan masa kini.

o Jenis kegiatan atau aktifitas yang diwadahi kawasan sesuai dengan fungsi kawasan

sebagai tempat istirahat di jalan tol.

o Permasalahan diluar disiplin arsitektur, seperti permasalahan yang berkaitan dengan

manajemen dan perekonomian kawasan tidak dibahas secara mendalam

4.3. Anggapan

o Permasalahan fasilitas rest area ini adalah perencanaan kawasan tempat istirahat

yang baru.

o Data yang digunakan untuk perencanaan penataan rest area dianggap telah

memenuhi syarat sesuai dengan hasil analisa terhadap perkembangan dan

kebutuhan kawasan.

o Aspek-aspek pembangunan dan penguasaan tanah dapat dilaksanakan oleh PT.

Jasa Marga dan Swasta.

o RTRW setempat dianggap tidak mengalami perubahan selama kurun waktu

perencanaan dan perancangan.

o Kondisi tanah pada tapak dianggap baik, tidak ada masalah dengan daya dukung

tanah.

o Sarana prasarana utilitas kawasan yang memadai.

o Biaya pembangunan serta pegawai dianggap telah tersedia.

o Lokasi tapak terpilih dianggap telah memenuhi persyaratan teknis dan administratif

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Landasan Teori dan Program dengan judul “Rest Area Tol Semarang- Solo” ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Arsitektur di Fakultas Arsitektur

Dengan demikian, rest area jalan tol Solo-Semarang berupaya menghadirkan sarana peristirahatan sebagai upaya pengembalian kebugaran dan penanda pencapaian Kota Ungaran

dan Perancangan Arsitektur yang berjudul “ Rest Area KM 22 Jalan Tol Semarang - Solo Penekanan Desain Arsitektur Post Modern ” untuk memenuhi sebagian..

Rest Area Jalan Tol Solo-Semarang berdasarkan Psikologi Perilaku dengan Pendekatan. Idiomatik Kota Ungaran

456 Jalan Tol Semarang – Solo yang terdiri dari 2 lantai dan 1 rooftop, fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang pancang dengan diameter fondasi 0,3m, 0,4m dan 0,5m

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan

Pada pencahayaan alami, hal – hal yang dapat dimaksimalkan pada bangunan untuk meredam panasnya matahari, bangunan dapat dilengkapi teritisan yang lebar, kanopi yang luas, ataupun

Rest Area sejatinya memang digunakan untuk beristirahat karena lelah, maka dari itu, perlu kemudahan, kenyamanan, dan keamanan disana, seperti pengaturan