• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Menggunakan Pendekatan Active Learning pada Materi Bangun Datar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Menggunakan Pendekatan Active Learning pada Materi Bangun Datar"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 6. Aktivitas  Guru  dalam  Mengelola  Model  Pembelajaran  Kooperatif  Tipe
Gambar 1.  Aktivitas  Guru  dalam  Mengelola  Model  Pembelajaran  Kooperatif  Tipe Jigsaw
Gambar 2. Aktivitas Siswa dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw  Berdasarkan Tabel 5 dan Gambar 2 tersebut, dapat diketahui bahwa dalam  dua  kali  pertemuan  aktivitas  siswa  dalam  mendengarkan  mencapai  rata-rata  9%,  membaca  mencapai  rat
Tabel 8. Angket Respon Siswa Terhadap Jawaban Senang/Tidak Senang
+5

Referensi

Dokumen terkait

1) Hasil belajar siswa berdasarkan nilai tes kelompok menunjukkan nilai yang sangat baik tetapi siswa mengerakkan secara maksimal karena masih mengandalkan jawaban dari teman

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang dirancang untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, respon siswa, hasil belajar siswa, dan kemampuan guru

(2) Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal selama dua kali pertemuan berturut-turut adalah 89.5% dan 97.4% sehingga dapat dikatakan model

Berdasarkan hasil aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar siklus II pertemuan I diperoleh jumlah rata-rata prosentase 79,17 % dan siklus II pertemuan II diperoleh rata-rata

Karena prosentase penilaian angket siswa lebih dari atau sama dengan 75% maka dapat dikatakan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap LKS sehingga LKS yang

1) Hasil belajar siswa berdasarkan nilai tes kelompok menunjukkan nilai yang sangat baik tetapi siswa mengerakkan secara maksimal karena masih mengandalkan jawaban dari teman

Untuk siswa A2 dapat dikatakan bisa bekerja sama dengan teman pasangan, tetapi kurang bisa bekerja sama dengan pasangan lain, karena 2 aktivitas diskusi kelompok tidak

oleh Lorn Curran (1995) dalam mencari variasi model berpasangan. Dengan memakai media kartu soal dan jawaban, setiap siswa diajak memikirkan jawaban dari soal yang