• Tidak ada hasil yang ditemukan

profil kadar laktat pada neonatus di RS dr. Moewardi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "profil kadar laktat pada neonatus di RS dr. Moewardi"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

Profil Laktat Darah pada Neonatus Risiko Tinggi Yang Dirawat di NICU RSUD. Dr. Moewardi

Yanuar Nus Pitriandani, Dwi hidayah

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Latar Belakang. Deteksi dini dari neonatus risiko tinggi dapat membantu kemungkinan bertahan hidup dan menurunkan angka mortalitas. Laktat sudah diteliti sebagai salah satu penanda biokimiawi hipoksia jaringan pada pasien dengan sakit kritis. Kadar laktat janin telah terbukti dapat digunakan untuk memprediksi hasil akhir perinatal, skor appearance, pulse, grimace, activity, respiration (APGAR) rendah dan kejadian hypoxic ischemic encephlalopathy (HIE). Peningkatan kadar laktat diperkirakan berhubungan dengan hipoksia jaringan global, peningkatan glikolisis, metabolisme anaerob, dan peran endotoksin pada sel, menyebabkan terjadinya respons sistemik terhadap infeksi, gagal jantung dan paru, dan disfungsi organ multipel yang dapat mengakibatkan kematian.

Tujuan. mengetahui gambaran kadar laktat pada neonatus risiko tinggi yang dirawat di Neonatus Intensive Care Unit (NICU).

Metode. Penelitian dilakukan pada neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU RSUD Dr. Moewardi antara bulan Desember 2016 – Juni 2017. dilakukan pemeriksaan kadar laktat bersamaan dengan Analisis Gas Darah kemudian dilakukan penelitian deskriptif.

Hasil kadar laktat pada neonatus dengan umur kehamilan <37 minggu rata-rata 2.57 + 0.89 mg/dl dan kadar laktat pada bayi dengan umur kehamilan >37 minggu rata-rata 2.51 + 1.07 mg/dl. Kadar laktat pada bayi dengan berat badan < 2500 g rata-rata 2.51 + 0.90 mg/dl dan kadar laktat pada bayi dengan berat badan > 2500 g rata-rata 2.58 + 1.05 mg/dl.

Kesimpulan. kadar laktat pada neonatus yang dirawat di NICU rata-rata 2.54 + 0.95 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

(2)

2

PENDAHULUAN

Deteksi dini dari neonatus dengan risiko tinggi dapat membantu kemungkinan bertahan hidup dan menurunkan angka mortalitas. Kesulitan dalam memperoleh penanda yang sederhana, sensitif dan spesifik untuk memprediksi luaran pada neonatus berakibat dikembangkannya sistem skoring. Skala atau skor merupakan instrumen yang sangat bermanfaat bagi tenaga klinis untuk memperkirakan alur perjalanan suatu penyakit. Instrumen ini dapat memprediksi kemungkinan komplikasi atau kematian, dan bermanfaat untuk pengembangan dan evaluasi program-program kesehatan. Skor-skor ini tidak sepenuhnya memenuhi tujuan yang diinginkan. Beberapa penanda biokimiawi juga telah telah diteliti.

Laktat sudah diteliti sebagai salah satu penanda biokimiawi hipoksia jaringan pada pasien dengan sakit kritis, trauma dan neonatus pada dekade terakhir. Analisis laktat darah juga dapat memberikan informasi yang berharga dalam penilaian status biokimiawi neonatus setelah kelahiran. Asidemia metabolik akan terjadi pada janin bila terjadi kekurangan ketersediaan oksigen yang memicu munculnya pembakaran anaerob. Kadar laktat yang tinggi dapat merusak organ-organ tubuh. Kadar laktat janin telah terbukti dapat digunakan untuk memprediksi hasil akhir perinatal, skor appearance, pulse, grimace, activity, respiration (APGAR) rendah dan kejadian hypoxic ischemic encephlalopathy (HIE). Peningkatan kadar laktat diperkirakan berhubungan dengan hipoksia jaringan global, peningkatan glikolisis, metabolisme anaerob, dan peran endotoksin pada sel, menyebabkan terjadinya respons sistemik terhadap infeksi, gagal jantung dan paru, dan disfungsi organ multipel yang dapat mengakibatkan kematian.

Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar laktat pada neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar dalam melakukan penelitian lebih lanjut.

(3)

3

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU. Penelitian dilakukan di ruang NICU Bagian/KSM Ilmu Kesehatan Anak UNS-RSUD Dr. Moewardi antara bulan Desember 2016 – Juni 2017. Populasi target adalah pasien bayi berusia 0-28 hari yang dirawat di NICU. Populasi terjangkau adalah neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU Rumah Sakit dr. Moewardi Surakarta. Pengambilan subyek dilakukan secara konsekutif.

1. Kriteria Inklusi

a. Semua neonatus yang dirawat di NICU Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi Surakarta antara bulan Desember 2016 - Juni 2017 yang dilakukan pengambilan analisis gas darah.

b. Orang tua atau wali menandatangani inform consent penelitian. 2. Kriteria Eksklusi.

Pasien atau orang tua menolak ikut penelitian.

Semua subyek penelitian dilakukan pemeriksaan kadar laktat bersamaan denganpemeriksaan AGD. Subjek dilakukan penilaian karakteristik dasar subjek (usia kehamilan, berat badan lahir ) data kategori disajikan dalam jumlah dan presentase sedangkan data numerik disajikan dalam mean + SD

(4)

4

HASIL

Penelitian ini dilakukan pada 30 neonatus. Subjek penelitian diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan atas persetujuan orangtua atau wali dengan cara menandatangani informed consent yang diajukan oleh peneliti.

Tabel 1 Karaterstik Dasar Neonatus yang dirawat di NICU

Variabel n (%) Mean + SD Usia Kehamilan < 37 Minggu 18 (60,0%) > 37 Minggu 12 (40,0%) Berat Badan < 2500 g 17 (56,7%) > 2500 g 13 (43,3%)

Tabel 1 menjelaskan bahwa neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU berdasarkan usia kehamilan mayoritas dengan usia kehamilan < 37 minggu yaitu ada 18 pasien (60,0%), sedangkan sisanya dengan usia kehamilan > 37 minggu, yaitu ada 12 pasien (40,0%), sedangkan berat badan bayi lahir pada bayi neonatus mayoritas < 2500 g (BBLR) yaitu ada 17 pasien (56,7%), sedangkan sisanya dengan berat badan > 2500 g (BBLN) yaitu ada 13 pasien (43,3%).

Tabel 2 Gambaran Kadar Laktat pada neonatus yang dirawat di NICU

Laktat N Mean SD Median Minimum Maximum

Umur_Kehamilan <37 Minggu 18 2.57 0.89 2.50 1.30 3.80 >=37 Minggu 12 2.51 1.07 2.15 1.30 4.10 Berat_badan <2500 g 17 2.51 0.90 2.50 1.30 3.80 >=2500 g 13 2.58 1.05 2.30 1.30 4.10 Total 30 2.54 0.95 2.50 1.30 4.10

Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa kadar laktat pada bayi dengan umur kehamilan <37 minggu rata-rata 2.57 + 0.89 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 3.80 mg/dl. kadar laktat pada bayi dengan umur kehamilan >37 minggu rata-rata 2.51 + 1.07 mg/dl, dengan nilai minimum 1.30 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

Kadar laktat pada bayi dengan berat badan < 2500 g rata-rata 2.51 + 0.90 mg/dl , dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 3.80 mg/dl. Kadar laktat pada bayi dengan berat

(5)

5 badan > 2500 g rata-rata 2.58 + 1.05 mg/dl, dengan nilai minimum 1.30 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

Total kadar laktat pada bayi neonatus rata-rata 2.54 + 0.95 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

DISKUSI

Neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU mayoritas usia kehamilan < 37 minggu yaitu 18 pasien (60,0%). Bayi yang dilahirkan dengan masa gestasi < 37 minggu (< 259 hari) lebih cenderung memiliki risiko tinggi, kemudian diikuti dengan bayi berat lahir rendah < 2500 g (BBLR) yaitu 17 pasien (56,7%). Neonatus dengan risiko tinggi yaitu: umur kehamilan kurang dari 37 minggu atau lebih dari 42 minggu, berat lahir kurang dari 2500 gram, kecil masa kehamilan, resusitasi saat persalinan, kelainan kongenital, gawat napas, infeksi, kejang, hipoglikemia, dan memerlukan tunjangan suportif cairan, oksigen, tansfusi darah atau yang lainnya (Guyette et al, 2011).

Beberapa kelainan atau kondisi neonatus yang sering dirawat di NICU yaitu: anemia, apneu, bradikardia, hidrosefalus, perdarahan intrakranial, hiperbilirubinemia, enterokolitis nekrotikan, patent ductus arteriosus (PDA), gawat napas, sepsis, transient tachypnea of the newborn, dan kondisi klinis lainnya. Perawatan neonatus di ruang intensif diindikasikan untuk neonatus dengan: asfiksia, kegawatan pada pernapasan, prematuritas dan berat lahir sangat rendah, kejang, perdarahan intrakranial, syok, hiperbilirubinemia yang memerlukan transfusi tukar, enterokolitis nekrotikandan sepsis (Guyette et al, 2011).

Kadar laktat pada bayi dengan umur kehamilan <37 minggu rata-rata 2.57 + 0.89 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 3.80 mg/dl. Kadar laktat pada bayi dengan umur kehamilan >37 minggu rata-rata 2.51 + 1.07 mg/dl, dengan nilai minimum 1.30 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl. Kadar laktat pada bayi dengan berat badan < 2500 g rata-rata 2.51 + 0.90 mg/dl , dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 3.80 mg/dl. Kadar laktat pada bayi dengan berat badan > 2500 g rata-rata 2.58 + 1.05 mg/dl, dengan nilai minimum 1.30 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl. Total kadar laktat pada bayi neonatus rata-rata 2.54 + 0.95 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

Metabolisme laktat pada janin dipengaruhi oleh ketersediaan oksigen dan energi. Sumber energi utama janin adalah glukosa. Janin yang memiliki nutrisi baik membentuk simpanan glikogen sehingga glukosa dapat dengan mudah diperoleh. Glikolisis merupakan proses utama pemecahan glukosa menjadi unit energi yang lebih kecil yang disebut adenosine triphosphate

(6)

6 (ATP) dan kemudian ATP akan digunakan oleh sel. Glukosa dikonversi menjadi piruvat menghasilkan 2 molekul ATP pada tahap awal glikolisis. Piruvat diubah menjadi asetil-CoA dan memasuki siklus asam sitrat (Jumah dan Hassan, 2007). Semakin besar usia kehamilan, maka HbF akan digantikan dengan HbA. Pergantian ini terjadi secara bertahap. Sekitar 20% hemoglobin janin adalah HbA saat usia kehamilan mendekati aterm. Karena Hb merupakan suatu buffer dan HbF dan HbA memiliki kemampuan membawa dan mengantarkan oksigen yang berbeda, maka perubahan jenis Hb sesuai usia kehamilan dapat menggangu kapasitas buffer janin dan kurva disosiasi oksigen-hemoglobin (Kadivar et al, 2007; Mia et al, 2006).

Laktat sudah diteliti sebagai salah satu penanda biokimiawi hipoksia jaringan pada pasien dengan sakit kritis, trauma dan sepsis. Analisis laktat darah dapat memberikan informasi yang berharga dalam penilaian status biokimiawi neonatus setelah kelahiran. Asidemia metabolik akan terjadi pada janin bila terjadi kekurangan ketersediaan oksigen yang memicu munculnya pembakaran anaerob. Kadar laktat yang tinggi dapat merusak organ-organ tubuh. Hartherill dkk pada tahun 2000 menemukan pada kelompok dengan kadar laktat >2,5 mmol/L antara subjek yang hidup dan yang meninggal terdapat hubungan yang bermakna.

KESIMPULAN

Kadar laktat pada neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU rata-rata 2.54 + 0.95 mg/dl, dengan nilai minimum 1.3 mg/dl dan maksimum 4.10 mg/dl.

(7)

7

Daftar Pustaka

1. Thaver D, Zaidi AKM. Burden of neonatal infections in developing countries a review of evidence from community-based studies. Pediatr Infect Dis J. 2009;28:S3–9.

2. Koliski A, Cat I, Giraldi DJ, Cat ML. Blood lactate concentration as prognostic marker in critically ill children. J Pediatr. 2005;81(4):287–92.

3. Mokarami, P. 2013. Disertasi Doktor : Pitfalls in Interpreting Umbilical Cord Blood Gases and Lactate at Birth. Department of Obstetrics and Gynecology Institute of Clinical

Sciences, Malmö Faculty of Medicine at Lund University : Swedia; 18-26.

4. Duke TD, Butt W, South M. Predictors of mortality and multi organ failure in children with sepsis. Intensive Care Med. 1997;23(6):684–92.

5. Jumah DS, Hassan MK. Predictors of mortality outcome in neonatal sepsis. MJBU. 2007;25(1):11–8.

6. Kadivar M, Sagheb S, Bavafa F, Moghadam L, Eshrati B. Neonatal mortality risk assessment in a neonatal intensive care unit (NICU). Iran J Ped. 2007;17(4):325–31. 7. Mia RA, Etika R, Harianto A, Indarso F, Sylviati MD. The use of score for neonatal acute

physiology perinatal extention II (SNAPPE II) in predicting neonatal outcome in neonatal intensive care unit. Pediatr Indones. 2006;45:241–5.

8. Charpie JR, Dekeon MK, Goldberg CS, Mosca RS, Bove EL, Kulik TJ. Serial blood lactate measurements predict early outcome after neonatal repair or palliation for complex congenital heart disease. J Thorac Cardiovasc Surg. 2000;120:73–80.

9. Cheung PY, Finer NN. Use of plasma lactate concentration as a predictor of death in neonates with severe hypoxemia requiring extracorporeal membrane oxygenation. J Pediatr. 1994;125:763–8.

(8)

8 10. Jansen TC, van Bommel J, Mulder PG, Lima AP, van den Hoven B, Rommes JH, dkk. Prognostic value of blood lactate levels: does the clinical diagnosis at admission matter? J Trauma. 2009;66(2):377–85.

11. Agrawal S, Sachdev A, Gupta D, Chugh K. Role of lactate in critically ill children. Indian J Crit Care Med. 2004;8(3):173–81.

12. Deshpande SA, Platt MPW. Association between blood lactate and acid-base status and mortality in ventilated babies. Arch Dis Child. 1997;76:F15–20.

13. Hatherill M, McIntyre AG, Wattie M, Murdoch IA. Early hyperlactatemia in critically ill children. Intensive Care Med. 2000;26:314–8.

14. Stoll BJ. Infections of the neonatal infants. Dalam: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, penyunting. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia: WB Saunders Co; 2007. hlm. 623–40.

15. Jansen TC, van BJ, Bakker J: Blood lactate monitoring in critically ill patients: a systematic health technology assessment. Crit Care Med 2009, 37(10):2827-39.

16. Shapiro NI, Howell MD, Talmor D, Nathanson LA, Lisbon A, Wolfe RE, et al: Serum lactate as a predictor of mortality in emergency department patients with infection. Ann Emerg Med 2005, 45(5):524-8.

17. Callaway DW, Shapiro NI, Donnino MW, Baker C, Rosen CL: Serum lactate and base deficit as predictors of mortality in normotensive elderly blunt trauma patients. J Trauma 2009, 66(4):1040-4.

18. Howell MD, Donnino M, Clardy P, Talmor D, Shapiro NI: Occult hypoperfusion and mortality in patients with suspected infection. Intensive Care Med 2007, 33(11):1892-9. 19. Hung KK: Best Evidence Topic report. BET 2. Serum lactate as a marker for mortality in

patients presenting to the emergency department with trauma. Emerg Med J 2009, 26(2):118-9.

(9)

9 20. Kaplan LJ, Frangos S: Clinical review: Acid-base abnormalities in the intensive care unit

(10)

10 Lampiran No Umur Kehamilan BBL Bilirubin total Bilirubin direk Bilirubin

indirek SGOT SGPT Laktat 1 >=37 Minggu >=2500 g 7.5 1.5 6 68 12 4.1 2 >=37 Minggu >=2500 g 1.6 1.4 0.3 62 50 2.3 3 <37 Minggu <2500 g 10.8 1.9 8.9 92 36 2.5 4 <37 Minggu >=2500 g 8 6.4 1.6 35 17 1.5 5 <37 Minggu >=2500 g 9.7 6 3.7 95 23 1.8 6 >=37 Minggu <2500 g 19.4 18.1 1.3 20 15 1.4 7 <37 Minggu <2500 g 8.5 5.6 2.9 50 33 3.4 8 <37 Minggu <2500 g 7.2 5.7 1.5 93 47 1.9 9 <37 Minggu <2500 g 5.8 4.7 1.2 65 25 3.3 10 <37 Minggu <2500 g 24.3 22.5 1.8 88 25 1.5 11 >=37 Minggu >=2500 g 22.6 17.5 5.2 83 29 3.2 12 >=37 Minggu >=2500 g 7.4 5.6 1.7 47 31 4.1 13 >=37 Minggu >=2500 g 10 2.2 7.8 75 21 4 14 >=37 Minggu <2500 g 16.3 11.6 4.7 39 45 1.8 15 <37 Minggu <2500 g 23.3 12.3 11 82 24 2.5 16 <37 Minggu <2500 g 8.9 4.8 4.1 27 25 1.3 17 >=37 Minggu >=2500 g 21.2 17.1 4.2 90 45 1.5 18 <37 Minggu <2500 g 7.3 4 3.3 22 27 3.4 19 <37 Minggu <2500 g 18.3 1.7 16.6 93 12 3.1 20 >=37 Minggu >=2500 g 0.5 0.2 0.3 39 32 1.3 21 >=37 Minggu <2500 g 23.4 15.1 8.3 89 38 1.9 22 <37 Minggu <2500 g 14.2 6.4 7.8 43 40 3.7 23 <37 Minggu <2500 g 0.9 0.5 0.4 22 29 3.8

(11)

11 No Umur Kehamilan BBL Bilirubin total Bilirubin direk Bilirubin

indirek SGOT SGPT Laktat 24 <37 Minggu >=2500 g 24.6 17.8 6.8 29 26 2.5 25 <37 Minggu >=2500 g 20.3 11.1 9.2 53 14 3.4 26 <37 Minggu <2500 g 10.7 5.9 4.8 93 23 1.3 27 <37 Minggu >=2500 g 5.5 1.3 4.2 37 30 1.9 28 >=37 Minggu >=2500 g 16 7.1 8.9 68 25 2 29 >=37 Minggu <2500 g 14.3 14.1 0.2 56 20 2.5 30 <37 Minggu <2500 g 6 5.6 0.4 83 17 3.4

(12)

12 Hasil Pengolahan Data SPSS

Frequencies Frequency Table Statis tics 30 30 0 0 Valid Missing N Umur_ Kehamilan Berat_badan Um ur_Keham ilan 18 60.0 60.0 60.0 12 40.0 40.0 100.0 30 100.0 100.0 <37 Minggu >=37 Minggu Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Be rat_badan 17 56.7 56.7 56.7 13 43.3 43.3 100.0 30 100.0 100.0 <2500 g >=2500 g Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(13)

13

Means

Case Proce ssing Sum m ary

30 100.0% 0 .0% 30 100.0%

30 100.0% 0 .0% 30 100.0%

Laktat * Umur_ Kehamilan

Laktat * Berat_badan

N Percent N Percent N Percent

Inc luded Excluded Total

Cases

Lak tat * Um ur_Keham ilan

Laktat 18 2.5667 .88716 2.5000 1.30 3.80 12 2.5083 1.07235 2.1500 1.30 4.10 30 2.5433 .94784 2.5000 1.30 4.10 Umur_Kehamilan <37 Minggu >=37 Minggu Total

N Mean Std. Dev iation Median Minimum Maximum

Lak tat * Berat_badan

Laktat 17 2.5118 .89644 2.5000 1.30 3.80 13 2.5846 1.04710 2.3000 1.30 4.10 30 2.5433 .94784 2.5000 1.30 4.10 Berat_badan <2500 g >=2500 g Total

Gambar

Tabel 1 menjelaskan bahwa neonatus risiko tinggi yang dirawat di NICU berdasarkan usia  kehamilan  mayoritas  dengan  usia  kehamilan  &lt;  37  minggu  yaitu  ada  18  pasien  (60,0%),  sedangkan  sisanya  dengan  usia  kehamilan  &gt;  37  minggu,  yaitu

Referensi

Dokumen terkait

Semakin rendah kadar Iaktat darah pra bedah maka semakin tinggi nilai glasgow outcome scale penderita hematoma subdural akut traumatik, Pemeriksaan kadar laktat darah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mikroorganisme udara yang terdapat dalam ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung dan

Untuk mengetahui sensitivitas bakteri penyebab sepsis neonatorum terhadap menopenem di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan perinatologi RSUP DR M

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) adalah suatu unit yang melakukan perawat- an intensif pada bayi yang baru lahir, yang memiliki masalah seperti berat badan lahir

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola bakteri aerob penyebab infeksi nosokomial pada ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) BLU RSUP Prof.. Penelitian

KARAKTERISTIK PENGGUNAAN ANALGESIK DAN OBAT SEDASI PADA PASIEN KRITIS YANG DIRAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT RSUP DR..

Semakin rendah kadar Iaktat darah pra bedah maka semakin tinggi nilai glasgow outcome scale penderita hematoma subdural akut traumatik, Pemeriksaan kadar laktat darah

Berdasarkan hasil penelitian pola bakteri aerob penyebab infeksi nosokomial pada ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) BLU RSUP Prof.. D Kandou Manado maka dapat dirumuskan