• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN KEMAJUAN SEBUAH USAHA KULINER DENGAN PENAMBAHAN TEKNOLOGI WiFi. Aswandi, S.Kom,.M.Kom Politeknik Negeri Lhoksemawe - Aceh ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENINGKATKAN KEMAJUAN SEBUAH USAHA KULINER DENGAN PENAMBAHAN TEKNOLOGI WiFi. Aswandi, S.Kom,.M.Kom Politeknik Negeri Lhoksemawe - Aceh ABSTRAK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN KEMAJUAN SEBUAH USAHA KULINER DENGAN

PENAMBAHAN TEKNOLOGI WiFi

Aswandi, S.Kom,.M.Kom

Politeknik Negeri Lhoksemawe - Aceh

ABSTRAK

Para era globalisasi saat ini pemakaian teknologi sudah sangat pesat sekali karena merupakan

elemen terpenting dalam dunia bisnis sehingga sangat mempengaruhi persaingan antar

usaha-usaha di berbagai bidang. Seiring dengan persaingan yang terjadi terutama di dunia usaha-usaha kuliner

makin lama makin ketat, semakin banyak pengusaha yang bergerak didalam satu bidang usaha yang

sama akan semakin ketat juga persaingannya. Untuk meningkatnya usaha kuliner turut berpengaruh

dalam menciptakan pemain-pemain baru yang berujung pada inovasi serta persaingan. Persaingan

dalam sebuah bidang usaha banyak faktor yang harus diperhatikan, namun pada tulisan ini tidak

membahas tentang hal tersebut. Tulisan ini memberikan gambaran pada pungusaha bagaimana

cara meningkatkan kemajuan usahanya dengan melakukan penambahan fasilitas teknologi WiFi

(Wireless Fidelity) untuk memberikan bebas akses internet di dalam area usahanya bagi tiap-tiap

konsumen yang datang. Teknologi WiFi saat ini sudah berkembang dengan pesat hal ini sangat

membantu bagi pengembangan sebuah usaha. Bagaimana cara menerapkan teknologi WiFi dalam

satu bidang usaha akan diuraikan dengan lengkap pada tulisan ini. Penulisan karya ilmiah ini dapat

ditarik kesimpulan bahwa koneksi wifi dapat dimanfaatkan untuk menarik pelanggan yang

digabungkan dengan usaha kuliner sekali pun sangat menarik pelanggan untuk berkunjung, apalagi

daya tariknya adalah koneksi internet gratis yang sekarang banyak diminati kaula muda dan

kalangan pekerja.

Kata Kunci : Usaha kuliner, Teknologi, WiFi, Internet

1.

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Untuk meningkatkan kemajuan sebuah

usaha ada banyak hal yang bisa dilakukan

oleh pengusaha itu sendiri. Meningkatkan

daya tarik konsumen dalam satu bidang usaha

menjadi salah satu faktor utama yang harus

diperhatikan.

Banyak

cara

yang

bisa

dilakukan untuk meningkatkan daya tarik

konsumen terhadap satu bidang usaha, pada

tulisan ini akan membahas salah satu cara

untuk meningkatkan daya tarik konsumen,

yaitu dengan penerapan teknologi WiFi

(Wireless Fidelity).

Dari pengalaman perjalanan penulis di

Kota Medan, banyak kita jumpai diberbagai

lokasi jenis bidang usaha kuliner saat ini yang

sudah menerapkan hal tersebut, sebagai

contoh ditempat jajanan Merdeka wall saat ini

sudah menerapkan teknologi WiFi sebagai

salah satu daya tarik pelanggan, kemudian

dirumah-rumah makan juga sudah ada yang

menerapkan teknologi WiFi ini, misalnya

rumah makan wong Solo.

Layanan WiFi ini digunakan untuk

mempermudah

bagi

pengguna

dalam

memperoleh

informasi

yang

terkoneksi

internet yang dapat diakses melalui laptop,

notebook, PDA, Hanphone maupun perangkat

lainnnya yang mendukung teknologi WiFi dan

diteruskan ke server Mikrotik.

Tulisan ini diharapkan dapat memberikan

gambaran kepada pengusaha bagaimana

teknik penerapan dari teknologi WiFi yang

dapat mengakases internet dimanapun selama

kita masih berada diarea usaha kuliner. Tidak

membahas secara rinci tentang analisa

keuntungan dengan menggunakan teknologi

ini. Fokus pembahasan hanya pada bidang

teknologi yang akan digunakan.

(2)

Untuk memaksimalkan layanan WiFi

yang diterapkan di usaha kuliner diperlukan

sistem autentikasi, user management dan

memonitor jaringan sehingga administrator

lebih

mudah

dalam

management

dan

memonitor user dalam jaringan layanan di

usaha

kuliner.

Laptop,

notebook

atau

perangkat lainnya akan melakukan request ke

server dengan menginputkan login terlebih

dahulu, setelah diterima oleh server maka

akan di proses sesuai dengan yang terdaftar di

server sehingga bisa mengakses WiFi dengan

layanan internet.

1.2 Perumusan Masalah

Adapun yang menjadi permasalahan

dalam

pembangunan

sistem

ini

dapat

dijelaskan pada bagian dibawah ini :

a.

Bagaimana cara membuat layanan WiFi

bisa diakses oleh customer disekitar usaha

kuliner

b.

Bagaimana

membatasi

user

yang

mengakases

layanan

WiFi

dengan

memanfaatkan OS Mikrotik sebagai server

DHCP agar user dapat secara otomatis

menerima IP.

c.

Bagaimana melakukan memonitor trafik

jaringan terhadap semua pengguna WiFi di

usaha kuliner

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari menerapkan teknologi WiFi

dengan layanan internet dapat diakases oleh

customer sehingga nanti dapat meningkatkan

usaha

kuliner.

Bagaimana

cara

mengimplementasikan autentikasi jaringan

mengunakan

OS

Mikrotik,

sehingga

diharapkan jaringan ini bekerja secara optimal

sehingga bisa memonitor trafik jaringan yang

ada.

Kemudian tujuan dari penulisan ini

adalah sebagai berikut :

a.

Bagaimana cara menerapkan teknologi

jaringan WiFi di usaha kuliner.

b.

Apa saja komponen dan peralatan yang

dibutuhkan dalam pembuatan sistem ini.

c.

Sistem operasi server apa saja yang cocok

agar user yang mengakases jaringan WiFi

bisa di manage dan dimonitor.

d.

Bagaimana cara konfigurasi setting server

dan WiFi.

1.4 Batasan Masalah

Agar pembuatan sistem ini bisa terfokus

dan tidak berkembang kemana-mana maka

pada bagian ini akan dilakukan pembatasan

masalah yang akan dibahas. Adapun batasan

masalah yang akan dibahas adalah sebagai

berikut :

a.

Membahas bagaimana semua user atau

customer usaha kuliner dapat mengakses

internet di jaringan WiFi.

b.

Semua user dapat di manage agar didaftar

terlebih dahulu sebelum mengunakan

fasilitas internet agar tidak digunakan yang

bukan tamu usaha kuliner

1.5 Metodologi Penyelesaian Masalah

Uraian

metodologi

yang

digunakan

penulis dalam menyelesaikan masalah dalam

penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai

berikut :

a.

Mengumpulkan bahan-bahan yang berupa

data, tulisan, keterangan melalui buku, atau

sumber informasi lainnya sebagai landasan

teori dalam penulisan ini.

b.

Membahas bagaimana cara membuat

server sehingga internet bisa diakses lewat

WiFi.

c.

Membahas komponen-komponen apa saja

yang akan digunakan dalam pembuatan

sistem ini.

d.

Membahas bagaimana cara konfigurasi

atau setting server yang akan digunakan

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Protokol

Protokol merupakan sekumpulan aturan

yang mengatur dua atau lebih komputer dalam

suatu jaringan melakukan interaksi pertukaran

format data. Protokol memiliki suatu fungsi

yang spesifik satu sama lain pada sebuah

hubungan telekomunikasi [William Stanlling

2010].

TCP/IP merupakan sekumpulan protokol

yang dikembangkan untuk mengizinkan

komputer-komputer

agar

dapat

saling

membagi sumber daya yang dimiliki

masing-masing melalui media jaringan. TCP/IP

(3)

memungkinkan

komunikasi

diantara

sekumpulan interkoneksi jaringan dan dapat

diterapkan pada jaringan LAN ataupun WAN

[Nial Mansfield, 2004].

TCP/IP dapat diterima oleh masyarakat

dunia karena memiliki karakteristik sebagai

berikut :

a.

Protokol

TCP/IP

dikembangkan

menggunakan

standar

protokol

yang

terbuka.

b.

Standar protokol TCP/IP dalam bentuk

Request For Comment (RFC) dapat

diambil oleh siapapun tanpa biaya.

c.

TCP/IP

dikembangkan

dengan

tidak

tergantung pada sistem operasi atau

perangkat keras tertentu

d.

Pengembangan TCP/IP dilakukan dengan

konsensus dan tidak tergantung pada

vendor tertentu.

e.

TCP/IP independen terhadap perangkat

keras jaringan dan dapat dijalankan pada

jaringan Ethernet, Token Ring, Jalur

Telepon, dan lain-sebagainya.

f.

Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam

skala global. Dengan cara ini komputer

dapat saling terhubung tanpa batasan jarak

dan luas jangkauannya.

g.

TCP/IP memiliki fasilitas routing yang

memungkinkan sehingga dapat diterapkan

pada internetwork.

2.2 Teknologi WiFi

Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi

terkenal

yang

memanfaatkan

peralatan

elektronik untuk bertukar datasecara nirkabel

(menggunakangelombang radio) melalui

sebuah

jaringan

komputer,

termasuk

koneksi Internet

berkecepatan

tinggi

[[www.wikipedia.org].

Wi-Fi

Alliance mendefinisikan

Wi-Fi

sebagai

"produk jaringan

wilayah

lokal

nirkabel (WLAN) apapun yang didasarkan

pada standar Institute of Electrical and

Electronics Engineers (IEEE) 802.11". Meski

begitu, karena kebanyakan WLAN zaman

sekarang didasarkan pada standar tersebut,

istilah "Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris

umum sebagai sinonim "WLAN"

Ada beberapa teknologi yang diterapkan

pada Wireless LAN. Yang pertama disebut

dengan teknologi Wi-fi, kemudian Wi-max

dan yang ketiga adalah teknologi Bluetooth.

Wi-fi sebagai komunikasi LAN tanpa kabel

antara Notebook, PDA dan computer yang

tidak bergerak. Perangkat Wi-fi menjadi

perangkat mobile yang sederhana, cepat, dan

memiliki jangkauan yang luas [Alam, M.A.J,

2008].

Wireless LAN menggunakan standar

IEEE 802.11. Dibandingkan dengan sinyal

radio dan TV. Wireless LAN memiliki

beberapa perbedaan, yaitu:

Wireless LAN tidak mengirim sinyal

audio atau video, melainkan sinyal data

Untuk

meningkatkan

keamanannya,

sinyal Wireless LAN disebar. Jadi

Wireless LAN menggunakan jangkauan

frekuensi yang lebih luaas cakupannya

daripada transmisi yang diperlukan.

Jaringan

tanpa

kabel

menggunakan

frekuensi yang berbeda dengan perangkat

radio dan TV

Wi-fi bekerja dalam frekuensi antara

2,402 sampai 2,480 Ghz. Frekuensi ini disebut

ISM (Industrial, Scientific, Medical) Band.

Wireless LAN memiliki jangkauan sekitar

30m didalam ruangan, dan sekitar 100 m di

luar ruangan . Kecepatan transfer file pada

Wireless LAN mencapai 11 Mbps untuk

perangkat yang bekerja sesuai dengan standar

IEEE 802.11 b dengan frekuensi 2,4 Ghz.

Perangkat yang bekerja sesuai standar IEEE

802.11 a memiliki kecepatan transfer data

sampai 54 Mbps dengan frekuensi 5,4 Ghz.

Saat ini perangkat yang digunakan sesuai

standar IEEE 802.11 g yang memiliki

kecepatan transfer data sampai 54 Mbps dan

bekerja dengan frekuensi 2,4 Ghz.

Jaringan komputer tanpa kabel disebut

dengan istilah Wireless-LAN (W-LAN) atau

disebut juga dengan istilah Wi-Fi

(Wireless-Fidelity). Jika LAN menggunakan kabel

sebagai media pertukaran data, W-LAN

menggunakan teknologi gelombang radio

untuk pertukaran data. Teknologi WiFi saat

ini bekerja sesuai standar IEEE 802.11 b dan

802.11 g yang bekerja pada pita frekuensi 2,4

GHz. Kecepatan transfer data sebesar 11

Mbps. Selain menggunakan teknologi Wi-Fi

juga dapat digunakan teknologi Bluetooth

(4)

yang bekerja dengan standar IEEE 802.15.1.,

untuk membangun sebuah wireless LAN.

Sebuah

Wireless

LAN

yang

menggunakan teknologi Wi-fi memiliki dua

buah topologi, yaitu topologi Ad-hoc dan

topologi Infrastruktur.

Jika digunakan topologi Ad-Hoc cukup

dengan memasang Wireless Adapter pada

computer

yang

ingin

dihubungkan

ke

Wireless

LAN.

Topologi

Ad-Hoc

diperlihatkan seperti pada gambar berikut.

Gambar 1 Wireless LAN tipe Ad-Hoc

Topologi kedua dari Wireless LAN

adalah tipe Infrastructure. Pada tipe ini

terdapat perangkat jaringan yang disebut

Acces Point (AP). AP berfungsi sebagai

sebuah hub pada sebuah Wireless LAN.

Topologi Access Point pada PAN terlihat

seperti pada gambar berikut.

Gambar 2 Wireless LAN Infrastructure

Ada beberapa Standar WiFi antara lain :

a.

WiFi, kependekan dari Wireless Fidelity

adalah

standar

yang

dibuat

oleh

konsorsium perusahaan produsen peranti

W-LAN;

Wireless

Ethernet

Communications

Alliance

untuk

mempromosikan kompatibilitas perangkat

802.11

b.

Semua produk WiFi adalah 802.11, tapi

tidak semua 802.11 mengikuti standar

WiFi

3. Pembahasan

3.1

Analisa Kebutuhan

Analisa kebutuhan agar mendapatkan

tentang apa yang dibutuhkan sistem WiFi yang

akan diimplementasikan pada usaha kuliner

sehingga

pengguna/pelanggan

mudah

melakukan koneksi ke jaringan WiFi di area

tempat

usaha.

Berdasarkan

kebutuhan

pelanggan dapat mengunakan koneksi sesuai

bandwith yang diberikan oleh admin atau yang

membatasi

akses

sehingga

terciptanya

keamanan dan kenyaman.

Peralatan

yang

dibutuhkan

untuk

menimplementasi-kan teknologi WiFi antara

lain :

a.

PC server OS mikrotik yang terhubung ke

jaringan

b.

Telepon

c.

Speedy

d.

Modem

e.

Hub/Swicth

f.

WiFi/WLAN

3.2

Sistem Jaringan WiFi yang diusulkan

Sebuah

usaha

kuliner

harus

bias

menambahkan dengan mengunakan teknologi

WiFi yang sudah ada layanan internet agar

layanan yang diberikan kepada customer atau

pelanggan yang dating menjadi lebih fleksibel

dan agresif aman dan handal.

Pengusaha kuliner perlu direncanakan /

usulkan pengembangan dan integrasi jaringan

infrastruktur dan sistem informasi layanan

pelanggan lebih cepat sebagai berikut :

1.

Sistem koneksi WiFi dapat menarik

pelanggan yang ada, mudah diakses,

dimonitor, aman, handal, dan tanpa batasan

waktu.

2.

Sistem tersebut mampu meningkatkan

perfomasi dan kompetisi usaha maupun

sesuai dengan trend bisnis modern.

3.

Koneksi internet gratis yang sekarang

banyak diminati kaula muda dan kalangan

pekerja.

4.

Support service internet untuk data yang

berkualitas, handal, dan akurat (reliability)

dengan kecepatan yang memadai.

(5)

3.3

Topologi yang digunakan

Dalam

rancangan

topologi

yang

digunakan dari Jaringan internet melalui

modem ADSL yang nantinya di fungsikan

sebagai bridge melalui Router Mikrotik yang

akan disalurkan ke pelanggan melalui

teknologi WiFi yang telah di konfigurasi

sebagai server router.

Gambar 2. Topologi yang digunakan

3.4

Model Teknologi WiFi

Dalam

rangka

peningkatan

upaya

pengembangan dari sebuah usaha bisnis,

penerapan teknologi WiFi ini adalah salah

satu daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Dimana saat sekarang ini penggunaan internet

sudah sangat banyak digemari oleh orang,

banyak sudah kalangan masyarakat yang

sudah memiliki perangkat koneksi ke jaringan

internet, seperti HP dan Laptop.

Sebagai contoh dari penerapan teknologi

WiFi ini adalah misalkan anda seorang

pengelola rumah makan atau restoran atau

juga kape, maka anda pasti membutuhkan

banyak pelanggan agar usaha bisnis anda bisa

maju. Banyaknya pelanggan yang akan

mengunjungi tempat usaha anda tergantung

kepada daya tarik dari usaha anda tersebut,

bila daya tariknya banyak maka pasti

pelanggan akan banyak berdatangan.

Penerapan teknologi WiFi pada usaha

yang anda geluti sangat mudah dan sederhana.

Perangkat yang perlu disediakan adalah akses

internet, misalnya dengan menggunakan

Speedy, kemudian perangkat komputer dan

perangkat Acces Point. Pemasangan teknologi

ini sudah banyak kalangan yang bisa untuk

melakukannya, dan saat ini penggunaan

teknologi ini sangat memungkinkan apalagi

dengan adanya layanan internet melalui

jaringan Speedy/telpon. Model penerapan

teknologi WiFi ini bisa dilihat pada gambar

dibawah ini.

Gambar 3. Model Teknologi WiFi

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa

dengan adanya teknologi WiFi ini maka

semua pengunjung dalam satu usaha akan bisa

melakukan koneksi ke internet melalui Acces

point. Agar pelanggan yang melakukan

koneksi keinternet bisa bebas masuk maka

tidak perlu dilakukan scurity dari teknologi

WiFi

ini,

namun

kalau

mau

dibuat

pembatasan akses masuk ke jaringan wireless

bisa juga dilakukan scurity dari acces point

yang digunakan.

Penerapan

teknologi

WiFi

ini

merupakan salah satu cara peningkatan

pelayanan yang dilakukan dalam sebuah

perusahaan. Karena akses internet saat ini

sangat banyak diminati dan dibutuhkan orang.

Maka kalau dalam sebuah restoran teknologi

WiFi ini diterapkan kemudian gratis maka

bisa dipastikan bahwa orang akan banyak

datang mengunjungi usaha anda.

4. Implementasi dan pengujian Sistem

4.1 Dial-up

SPEEDY

lewat

Mikrotik

Router (PPPoE)

Dial

Speedy

melalui mikrotik, di mana

modem dari

Speedy

akan kita gunakan hanya

sebagai bridge dan mikrotik untuk dial-nya.

(6)

Langkah-langkah

setup

PPPoE

Speedy

dengan mikrotik.

a.

Setup Modem

sebagai Bridge

Setting modem dilakukan melalui

browser dengan mengakses alamat

http://192.168.1.1

(silahkan

baca

manualnya)

Masukkan username dan password :

admin/admin

Masuk ke menu “Advanced Setup”

kemudian pilih “WAN” dan klik tombol

“Edit”

Masukkan

nilai

PVC

Configuration : (masukkan nilainya

sesuai wilayah TELKOM

masing-masing

daerah)

VPI = X, VCI = XX

Nb : Tanyakan kepada pihak Telkom

setempat

Service Category = UBR Without PCR,

kemudian klik tombol Next

Connection type = Bridging

Encapsulation = LLC, kemudian klik

tombol Next

Tandai atau kasih

untuk pilihan

“Enable Bridge Service”, kemudian klik

Next dan klik tombol Save

Selanjutnya klik tombol Save/Reboot

(Modem akan reboot -/+1 menit dan

tunggu sampai modem normal kembali)

b.

Setting PPPoE

lewat mikrotik sebagai Dial

Up (silahkan baca manualnya). Mikrotik

kali ini akan kita fungsikan sebagai router

yang langsung mendial speedy sebagai

berikut :

Pertama tentukan dahulu nama yang

akan digunakan pada masing masing

Card Lan yang ada pada Mikrotik.

Berikan Nama pada masing2 kartu

jaringan.

Setelah masing masing card lan diberi

nama, tentukan IP-nya. beri IP pada

masing2 kartu jaringan yang telah diberi

nama diatas.

Pemeriksa apakah nama card lan dan ip

yang diberikan sudah benar. Cek IP

dan lanjutkan dengan melakukan ping

ke masing masing IP tersebut untuk

memastikan konfigurasi sudah tepat.

Tahapan

selanjutnya

adalah

mengaktifkan fitur PPOE pada Modem

ADSL

Speedy

lewat

Mikrotik.

dan lanjutkan dengan melakukan ping

ke masing masing IP tersebut untuk

memastikan konfigurasi sudah tepat.

Tahapan

selanjutnya

adalah

mengaktifkan fitur PPOE pada Modem

ADSL Speedy lewat Mikrotik.

Mengaktifkan

fitur

PPOE

[admin@MikroTik] interface pppoe-client add name=pppoe-user-speedy

user=111xxxxxxxxx@telkom.net

password=(masukkan pasword speedy) interface=Speedy service-name=internet disabled=no

Memasukkan

Gateway

[admin@MikroTik] /ip route add gateway= 125.164.123.1

Cek

gateway

:

[admin@MikroTik] /ip route print

Memasukkan

/

Setting

DNS

[admin@MikroTik] /ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-request=yes

[admin@MikroTik] /ip dns set secondary-dns=203.130.209.242 allow-remote-request=yes

Selanjutnya

proses

masquerading,

untuk penerusan (forward) perintah dari

routing yang diteruskan ke nat firewall

mikrotik untuk proses routing ke semua

client yang terhubung. (ini berfungsi

agar

semua

client

nantinya

bisa

internetan)

[admin@MikroTik] /ip firewall nat add

chain=srcnat

action=masquerade

[admin@MikroTik] interface ethernet set ether1

name=Speedy

[admin@MikroTik] interface ethernet set ether2 name=Lan

[admin@MikroTik] ip address add

address=192.168.1.254/24 interface=Speedy [admin@MikroTik] ip address add

address=192.168.10.254/24 interface=Lan

[admin@MikroTik] ip address print

(7)

Setelah Proses diatas selesai, lakukan

ping

ke

202.134.1.10

atau

ke

google.com. Jika koneksi terhubung

artinya kita telah berhasil membuat

mesin

Mikrotik

router

sebagai

gateway/router dan dialpup server.

4.2 Pengujian Sistem

Pada saat pengujian perlu diperhatikan

adalah masalah keamanan akses WiFi untuk

mencegah orang tidak berhak atau yang bukan

pelanggan di usaha kuliner yang dimaksud.

Karena akses WiFi dapat dimanfaatkan oleh

pesaing usaha kuliner karena koneksi internet

yang diberikan gratis dalam mengunakan

fasilitas jaringan WiFi. Dalam karya ilmiah

ini untuk masalah keamanan sudah diterapkan

dengan memanfaatkan server OS mikrotik

sebagai

autentikasi

sebelum

pelanggan

melakukan akses internet sehingga yang yang

bukan pelanggan usaha kuliner tidak bisa

mengaksesnya

sehingga

pemanfaatan

teknologi WiFi bisa disempurnakan.

Teknologi jaringan WiFi dilengkapi

dengan keamanan sehingga beban pada

bandwidth usaha bisa diatur, jika tidak akan

dihasilkan kecepatan koneksi menjadi lambat.

Salah satu cara untuk mengevaluasi keamanan

WiFi adalah semua pelanggan mencoba akses

internet, sebelum akses login terlebih dahulu

maka user akan menginputkan user name dan

password yang telah diberikan oleh petugas

usaha kuliner.

Semakin banyak jaringan WiFi maka

akan menjadi hacker dan cyber atau orang

yang ingin memanfaatkan jaringan WiFi bisa

dikurangi sehingga terhindar dari gangguan

bandwith dan pencurian akses.

5. Kesimpulan

Dari uraian diatas maka dapat diambil

beberapa kesimpulan diantaranya adalah :

a.

Teknologi WiFi merupakan teknologi

jaringan komputer dengan menggunakan

wireless.

b.

Penerapan teknologi WiFi ini akan menjadi

daya tarik tersendiri bagi pelanggan usaha

anda.

c.

Penerapan teknologi WiFi sangat mudah

dan sudah banyak dikenal orang.

d.

Jaringan WiFi dapat dibatasi dengan sistem

login sehingga pelanggan yang mengakses

WiFi di usaha kuliner dapat dimonitor.

6. Daftar Pustaka

Alam, M.A.J, 2008, Mengenal WiFi, Hospot,

LAN dan Sharing Internet, Elek Media

Bandung

Green, DC, 2002, Pengantar Komunikasi

Data, Andi, Yogyakarta.

http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/20/a

pa-sih-jaringan-komputer-nirkabel-itu/

http://id.wikipedia.org/wiki/Portal:Teknologi

Imron A.Md, 2006, Konfigurasi Wlan

Dengan Menggunakan Ap, Teknik

Komputer,UNSRI.

Mansfield, Nial, 2004, Pratical TCP/IP di

Linux dan Windows, Andi, Yogyakarta

Rafiuddin, Rahmat, 2006 Sistem Komunikasi

Data Mutakhir, Andi, Yogyakarta

Roger L Freeman, 1997, Telecommunication

Transmission Handbook, Prentice Hall

Sunomo, 2004, Pengantar Sistem Komunikasi

Nirkabel, Grasindo, Jakarta

Stalling, William, 2010, Data and Computer

Communications, 9 th ed, New York :

MacMilan,

www.mikrotik.co.id

Gambar

Gambar 1 Wireless LAN tipe Ad-Hoc  Topologi  kedua  dari  Wireless  LAN   adalah  tipe  Infrastructure
Gambar 2. Topologi yang digunakan  3.4 Model Teknologi WiFi

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari semua hasil yang telah diperoleh pada proses pembelajaran membaca permulaan dengan menerapkan model pembelajaran langsung dari siklus I dan siklus II, maka

Summary Ten-year-old ‘Tai So’ lychee ( Litchi chinensis Sonn.) trees growing on a sandy loam soil in subtropical South Africa (latitude 25 ° S) were watered weekly

[r]

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1) bagi para tenaga kependidikan, diharapkan

Yang dimaksud dengan asas “intensitas urusan pemerintahan dan potensi Daerah” adalah penentuan jumlah dan susunan Perangkat Daerah didasarkan pada volume beban tugas

Bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti penugasan dan atau kuis pada saat yang seharusnya, dikarenakan tugas kantor dan berada dalam daerah yang tidak memiliki sinyal untuk

Visi dan kebijakan organisasi dilandasi oleh rasa tanggung jawab terhadap masyarakat Menekankan pada pemecahan masalah produk setelah dibuat Pengukuran dan

[r]