ABSTRAK
PERBANDINGAN ANTARAECONOMIC VALUE ADDED(EVA)
DANRETURN ON ASSETS(ROA) PADA KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Oleh
SORAYA AYU PRATIWI
Bank dikenal sebagai lembaga keuangan dimana kegiatan utamanya adalah menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Jenis bank di Indonesia ada dua macam yaitu bank konvensional dan bank syariah. Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah terdapat perbedaan prinsip yang digunakan. Bank syariah beroperasi menggunakan prinsip bagi hasil untuk menghindari riba, sedangkan bank konvensional menggunakan bunga dalam operasi dan berprinsip meraih keuntungan yang sebesar–besarnya, selain itu pada bank syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) sedangkan pada bank
konvensional tidak ada.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan yang signifikan atas hasil pengukuran kinerja keuangan Perusahaan Perbankan Syariah di Indonesia denganEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA). Hipotesis dalam penelitian ini adalah Terdapat perbedaan yang signifikan antara EVA dan ROA pada kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk membandingkanEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA) dalam menilai kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia yang dilakukan dengan
menggunakan uji dua beda rata-rata (Pair Sample T-Test).
Bank yang diteliti adalah Bank Syariah yang terdaftar di BI, dari 10 Bank yang terdaftar di BI terdapat 7 bank syariah yang diteliti dalam penelitian ini. Tujuh bank syariah tersebut adalah Bank BCA, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Panin, Bank BNI, Bank
periode lima tahun EVA bernilai positif sedangkan ROA perkembangannya fruktuatif dan cenderung negatif.
MetodeEconomic Value Added(EVA) dinilai lebih menguntungkan juga karena penilaian kinerja dengan menggunakan EVA membantu para manajer untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik, mengidentifikasi kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan mempertimbangkan benefit jangka panjang dan jangka pendek untuk perusahaan, sedangkan metodeReturn On Assets(ROA) dinilai kurang
menguntungkan karena rasio ini merupakan ukuran yang berfaedah jika seseorang ingin mengevaluasi seberapa baik perusahaan telah memakai dananya, tanpa memperhatikan besarannya relatif sumber dana sehingga keputusan-keputusan yang meningkatkanReturn On Assets(ROA) suatu pusat investasi dapat menurunkan laba secara keseluruhan.
Ada beberapa hal yang dapat disarankan untuk pihak perusahaan diharapkan mampu mengelola modal sendiri untuk mencapai laba yang maksimal, perusahaan seharusnya melakukan analisis laporan keuangan secara keseluruhan secara rutin dan untuk investor diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor serta jadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang tepat sehubungan dengan investasinya.
PERBANDINGAN ANTARAECONOMIC VALUE ADDED(EVA)
DANRETURN ON ASSETS(ROA) PADA KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Oleh
Soraya Ayu Pratiwi
Skripsi
sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA EKONOMI
Pada
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
PERBANDINGAN ANTARAECONOMIC VALUE ADDED(EVA)
DANRETURN ON ASSETS(ROA) PADA KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
(Skripsi)
Oleh
Soraya Ayu Pratiwi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
i
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...i
DAFTAR TABEL ...iv
DAFTAR GAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 8
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
1.5 Kerangka Pemikiran ... 10
1.6 Batasan Masalah ... 12
1.7 Hipotesis penelitian ... 13
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kinerja ... 14
2.2 Pengertian Perbankan Syariah ... 15
2.3 Pengertian Pengukuran Kinerja ... 16
2.4 Laporan Keuangan... 17
2.5 Metode Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan... 20
ii
2.5.2Return On Assets(ROA) ... 25
2.6Net Operating Profit After Tax(NOPAT) ... 27
2.7Invested Capital(IC) ... 27
2.8Weighted Average Cost of Capital(WACC)... 28
2.9Cost of Capital(CC)... 28
2.10 Penelitian Terdahulu... 29
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian... 31
3.2 Populasi Dan Sample... 32
3.3 Jenis Dan Sumber Data... 33
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 34
3.5 Analisis Data... 34
3.6 Uji Statistik ... 35
3.6.1 Analisis Dua Beda Rata-Rata (Pair Sample T-test)... 35
3.6.2 Menentukan Keputusan Uji Statistik... 36
3.7 Analisis Kualitatif... 36
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis data ... 37
4.2 Statistik Deskriptif ... 46
4.3 Pengujian Hipotesis ... 49
4.3.1 Uji Normalitas ... 49
iii
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ... 52 5.2 Saran ... 53
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Komposisi DPK pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha
Syariah pada tahun 2010-2014 (dalam milyar rupiah)... 5
2. Daftar Bank Syariah Yang Menjadi Sample ... 33
3. Ringkasan NOPAT tahun 2010-2014 ... 38
4. Ringkasan WACC tahun 2010-2014... 39
5. RingkasanInvested Capitaltahun 2010-2014 ... 41
6. RingkasanCapital Chargestahun 2010-2014 ... 42
7. Ringkasan Nilai EVA tahun 2010-2014 ... 44
8. Ringkasan ROA Bank Syariah tahun 2010-2014... 46
9. Analisis Deskriptif Bank Syariah di Indonesia dengan Metode EVA dan ROA ... 47
10. Rata-rata Nilai dan Perkembangan EVA serta ROA per tahun dari Tujuh Bank Syariah yang di Teliti... 48
MOTO
LIFE IS AN EXPERIENCE, SOMETIMES WE WILL FIND A GOOD THING BUT NOT
SELDOM WE WOULD FIND THE WORST
BERDOA DAN BERUSAHA LALU KEMBALIKAN SEMUANYA
PADA ALLAH SWT
BERJUANGLAH ...!!!
HANYA DENGAN BEGITU
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 19 Agustus 1993. Anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Muzanni dan Ibu Aruyani.
Penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Pratam pada tahun 1999, Sekolah Dasar di SDN 2 Rawa Laut Pahoman pada tahun 2005, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 11 Bandar Lampung pada tahun 2008, dan Sekolah Menengah Atas 12 Bandar Lampung pada tahun 2011.
SEBUAH KARYAKU
✁ ✂✄rsembahkan dengan sepenuh hati untuk ....
Allah SWT atas berkat Rahmat dan Ridho-Nya aku dapat
Menyelesaikan karyaku ini ....
Papa dan mamaku yang tersayang, terima kasih atas bimbingan,
Doa, nasihat, perhatian, serta dukungan moril maupun materil
selama aku menuntut ilmu dan kesabarannya dalam menanti
keberhasilanku ....
kakakku, saudara-saudaraku dan keluarga besarku yang tercinta,
Terima kasih atas doa dan dukungannya ...
Dan untuk hafidzku sayang, terima kasih atas perhatian dan semangat
yang kamu berikan untukku, terima kasih telah mengisi hari-hariku
dengan cinta dan kasih sayangmu ...
Terakhir untuk teman-teman ku Ayu, Wica, Ranita, semua teman-teman
seperjuanganku dan semua teman-teman sengakatanku serta Almamater
KebanggaankuTerima kasih karna kalian sudah memberi warna
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya adalah lembaga yang menjadi sarana dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yaitu kebijakan moneter. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan dimana kegiatan utamanya adalah menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Jenis bank di Indonesia ada dua macam yaitu bank konvensional dan bank syariah. Perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional adalah terletak pada prinsip yang digunakan.
2
Perkembangan bank syariah dimulai tahun 1990 dengan diselenggarakannya simposium MUI yang menyepakati pendirian Bank Syariah Indonesia.
Simposium MUI ini mendorong lahirnya UU No. 7/1992 tentang perbankan yang memperkenalkan “Bank bagi hasil”. Dengan aturan pelaksana PP No. 72/1992 tentang Bank berdasarkan Prinsip Bagi Hasil, maka lahirlah bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia di tahun 1992. Undang-undang tersebut juga telah memberikan peluang untuk dibukanya bank yang dijadikan dengan sistem syariah serta menjadi landasan hukum supaya dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah, dengan adanya undang-undang ini membuat industri perbankan syariah semakin diakui keberadaannya didunia perbankan nasional (Antonio, 2001).
Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking systematau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.
Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan
3
bertransaksi keuangan. Perbankan syariah menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah disamping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan harga jangka menengah-panjang.
Diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Progres perkembangannya yang
impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir (bi.go.id), maka diharapkan peran
4
Pertumbuhan setiap bank sangat dipengaruhi oleh perkembangan kemampuannya di dalam menghimpun dana dari masyarakat. Tanpa adanya dana yang cukup, bank tidak dapat berfungsi sama sekali. Dana adalah uang tunai yang dimiliki atau dikuasai oleh bank dalam bentuk tunai atau aktiva lain yang dapat segera diubah menjadi uang tunai. Bank memiliki peranan sebagai badan usaha yang kekayaannya terutama berupa aset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, bukan hanya mencari keuntungan saja.
Berdasarkan Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang perbankan yang telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998. Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Hasibuan, 2005). Bank
5
Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah tahun 2014 mengalami
peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Deposito Mudharabah pada bank syariah yang mendominasi struktur pendanaan, dapat dilihat dari Tabel 1. Komposisi DPK.
Tabel 1. Komposisi DPK pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah pada tahun 2010-2014 (dalam milyar rupiah)
2010 2011 2012 2013 2014
Giro
Wadiah 9.056 12.006 17.708 18.523 18.649
Deposito
Mudharabah 44.072 70.806 84.732 107.812 135.629
Tabungan
Mudharabah 22.908 32.602 45.072 57.200 63.581
Total DPK 76.036 115.414 147.512 183.535 217.859
Sumber : Bank Indonesia, 2010-2014 (Data Diolah, 2015)
6
Perbankan syariah secara tidak langsung memperlihatkan kinerja yang sangat baik di dalam mewujudkan cita-cita perbankan syariah yaitu, ikut serta dalam
memajukan perekonomian Indonesia di sektor riil terutama dalam sektor perbankan, meskipun asset bank syariah tumbuh dengan pesat, namun pangsa pasar untuk bank syariah masih relatif rendah yaitu sebesar 5,00% (bi.go.id). Bank syariah cenderung lebihlikuiddan prospektif jika dilihat dari nilai assetnya.
Mengetahui kinerja bank dapat dengan melihat kinerja keuangannya. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan alat analisis yang disebut rasio seperti rasio
solvabilitas, kualitas aktiva produktif, rentabilitas, efisiensi, dan likuiditas. Rasio-rasio tersebut diperoleh berdasarkan laporan keuangan bank. Banyak peneliti yang berpendapat bahwa pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang didasarkan pada rasio-rasio keuangan adalah kurang dapat mewakili kondisi perusahaan yang sebenarnya, sehingga digunakan metode lain dalam melakukan penilaian tersebut, metode tersebut adalahReturn On Asset(ROA) danEconomic Value Added(EVA).
Return On Asset(ROA) merupakan rasio keuangan perusahaan yang berhubungan dengan profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan
7
dilakukan oleh bank yang bersangkutan (Selamet Riyadi, 2006). Return On Asset (ROA) merupakan bagian dari rasio profitabilitas dalam analisis laporan keuangan atau pengukuran kinerja keuangan perusahaan.
Selama beberapa tahun terakhir telah berkembang suatu pendekatan baru dalam mengukur kinerja perusahaan yang dikenal dengan pendekatan nilai tambah ekonomis (Economic Value Added) atau lebih dikenal dengan sebutan EVA. EVA adalah pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang dihitung dengan cara mengurangkanNet Operating After Tax(NOPAT) denganCapital Charges(CC). EVA merupakan indikator tentang adanya penciptaan nilai dari suatu investasi. EVA yang positif menandakan perusahaan berhasil menciptakan nilai (create value), bagi pemilik perusahaan ini sejalan dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu meneliti perbandingan antara kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio keuanganReturn On Asset(ROA) danEconomic Value Added (EVA), jika suatu perusahaan dinilai kinerjanya dengan rasio keuangan dan menghasilkan penilaian yang baik, tetapi bila diukur dengan konsep EVA belum tentu menghasilkan penilaian yang baik, karena dalam perhitungan kinerja keuangan melalui konsep EVA unsur biaya modal
8
Economic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA) merupakan cara yang digunakan untuk mengukur kinerja pusat investasi suatu perusahaan oleh sebab itu penulis membandingkan kedua cara tersebut untuk dapat mengetahui mana yang lebih memberikan nilai bagi perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul“PERBANDINGAN ANTARAECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DENGANRETURN ON ASSET(ROA) PADA KINERJA
PERBANKAN SYARIAH di INDONESIA.”
1.2 Rumusan Masalah
Penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: Apakah terdapat perbedaan yang signifikan atas hasil pengukuran kinerja keuangan Perusahaan Perbankan Syariah di Indonesia denganEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset (ROA)?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1 Maksud Penelitian
9
1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran kinerja keuangan perusahaan denganEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA).
2. Untuk membandingkan pengaruh kinerja keuangan antara EVA dan ROA pada perusahaan Perbankan Syariah di Indonesia.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Kegunaan Akademis
Penelitian atas analisis komparatif kinerja keuangan perusahaan diharapkan dapat berguna bagi semua pihak yang berkepentingan dan disamping itu, penelitian itu dapat memberikan manfaat:
1. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman mengenai pengukuran kinerja perusahaan khususnya mengenai EVA sebagai alternatif dalam pengukuran kinerja keuangan perusahaan.
2. Bagi Peneliti Lain
10
3. Bagi Pengembangan Ilmu Akuntansi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi tentang analisis PerbandinganEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA) pada Kinerja Perbankan Syariah di Indonesia.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca tentang perbandinganEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA) pada Kinerja Perbankan Syariah di Indonesia serta sebagai bahan perbandingan antara teori dengan praktek nyata di perusahaan yang selanjutnya dapat digunakan sebagai referensi.
1.5 Kerangka Pemikiran
Pengukuran terhadap kinerja keuangan merupakan hal yang penting untuk menilai seberapa baik kemampuannya untuk menghasilkan laba dan meningkatkan nilai perusahaan. Konsep yang dapat mengukur seberapa besar kesejahteraan maupun kekayaan yang berhasil diciptakan kepada inverstor atas modal yang telah
diberikan adalahEconomic Value Added(EVA) danReturn On Asset(ROA). EVA adalah nilai tambah ekonomis yang diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama periode tertentu (Stewart, 1993), sedangkan ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari
11
kinerja dan prestasi keuangan manajemen perusahaan karena EVA berhungungan langsung dengan nilai pasar sebuah perusahaan. Menurut Young dan O’Byrne (2001) aplikasi manajerial dari teori ini lebih mudah diakses oleh manajer perusahaan yang tidak terlatih dengan baik dalam keuangan atau tidak pernah memikirkannya. Sumber utama yang diperlukan dalam perhitungan EVA adalah laporan keuangan, berupa laporan laba rugi, neraca, dan deviden yang terdapat di keterangan laporan keuangan. Cara penghitungannya didapat dariNet
Operating Profit After Tax(NOPAT) dikurangiCapital Charges(CC).
Return On Asset(ROA) adalah rasio yang mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Return On Assets(ROA) merupakan teknik yang lazim digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Semakin besar Return On Assets(ROA) menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena tingkat pengembalian (return) semakin besar.
Setelah nilai EVA dan ROA didapatkan, dapat dilihat kinerja keuangan
perusahaan sehingga dapat dibuatlah saran untuk mendapatkan nilai EVA yang baik yang berarti nilainya positif. EVA dalam hal penetapan tujuan membantu manajemen untuk berpedoman pada penambahan nilai, sedangkan dengan tingkat Return On Assets(ROA) yang tinggi dapat mencerminkan kemampuan
12
Batasan penelitian ini adalah mengetahui nilai EVA dan ROA pada periode 2010-2014 pada perusahaan perbankan syariah di Indonesia, kerangka pemikiran dapat dilihat pada Gambar 1.
Keterangan :
--- = Batas Penelitian
Gambar 1. Skema Kerangka Pemikiran
1.6 Batasan Masalah
Penelitian ini hanya akan mengamati kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari aspek keuangan. Aspek lainnya yang mempengaruhi kinerja keuangan
perusahaan tidak diamati dalam penelitian ini.
Kinerja Perusahaan Perbankan Syariah di Indonesia
Laporan Keuangan
Analisis Laporan Keuangan
Return On Assets(ROA)
Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan ROA
Economic Value Added(EVA)
Uji Beda
13
1.7 Hipotesis
Pengujian apakah EVA dan ROA memiliki perbedaan yang signifikan pada perusahaan perbankan syariah di Indonesia untuk periode 2010-2014 maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
14
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Kinerja
Istilah kinerja seringkali dikaitkan dengan kondisi keuangan perusahaan. Kinerja merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan dimanapun karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. Kinerja juga bisa diartikan sebagai suatu prestasi kerja, maka penilaian atas prestasi kerja itu dapat dilihat dari siapa yang melakukan penilaian terhadap prestasi tersebut.
Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi para karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diharapkan. Standar prilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran.
15
Organisasi dijalankan oleh manusia maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan di dalam organisasi, sedangkan penilaian kinerja yang dilakukan oleh pihak di luar perusahaan yaitu untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat hasil pelaksanaan usaha atau bisnisnya.
2.2 Pengertian Perbankan Syariah
Pengertian perbankan secara umum menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank yang mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan
pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Pengertian bank secara umum menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 adalah badan usaha yang mengimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Pengertian lain dari bank menurut para ahli yaitu sebagai berikut : “Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk asset keuangan (financial assets) serta bermotif profit dan juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan
16
“Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat, serta memberikan jassa-jasa pada bank lainnya”. (Kasmir, 2008). Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa bank adalah suatu badan usaha yang berbentuk lembaga keuangan bermotif profit dan sosial yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa keuangan demi meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Perbankan syariah secara khusus menurut Undang-Undang No.21 Tahun 2008 yang mengatur tentang perbankan syariah menyatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanaakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, demokrasi
ekonomi, dan prinsip kehati-hatian. Didalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah islam.
2.3 Pengertian Pengukuran Kinerja
17
kinerja perusahaan oleh stakeholder digunakan sebagai salah satu dasar
pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kepentingan mereka terhadap perusahaan. Kepentingan terhadap perusahaan tersebut berkaitan erat dengan harapan kesejahteraan yang mereka peroleh.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perusahaan, karena pengukuran tersebut digunakaan sebagai dasar untuk
menyusun sistem imbalan dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi perilaku pengambilan keputusan dalam perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan perushaan sendiri bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna dalam membuat keputusan penting mengenai aset yang digunakan dan untuk memacu para manajer untuk membuat keputusan yang menyalurkan kepentingan
perusahaan serta untuk mengukur kinerja unit usaha.
2.4 Laporan Keuangan Sebagai Informasi dalam Menilai Kinerja Perusahaan
Laporan keuangan yang disusun dan disajikan kepada semua pihak yang
berkepentingan dengan eksistensi suatu perusahaan, pada hakekatnya merupakan alat komunikasi. Artinya laporan keuangan itu adalah suatu alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan dari suatu perusahaan dan kegiatan-kegiatannya kepada mereka yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut, dari laporan keuangan itu manajer memperoleh informasi yang digunakan untuk :
18
2. Mengorganisasikan dan mengkordinasikan kegiatan-kegiatan atau aktivitas dalam perusahaan.
3. Merencanakan dan mengendalikan aktifitas sehari-hari dalam perusahaan. 4. Mempelajari aspek dan tahap-tahap kegiatan tertentu dalam perusahaan. 5. Menilai keadaan atau posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
Analisis laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu manajer dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam perencanaan dan pengendalian perusahaan. Sehingga dengan adanya laporan keuangan diharapkan mampu memberikan bantuan informasi kepada pengguna untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finansial. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekomoni.
Salah satu kegunaan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi kinerja perusahaan terutama profitabilitas yang diperlukan untuk menilai
perubahan potensial sumberdaya ekonomi yang mungkin dikendalikan. Analisis keuangan sangat tergantung pada informasi yang diberikan oleh laporan kuangan perusahaan. Laporan kuangan perusahaan merupakan salah satu sumber
informasi yang penting disamping informasi lain seperti informasi industri,
19
yang ditahan , perubahan modal sendiri, dan diskusi-diskusi oleh pihak manajemen.
Manfaat analisis laporan keuangan dalam pembuatan keputusan adalah :
1. Mengetahui manfaat analisis laporan keuangan untuk proses perencanaan dan pengendalian perusahaan.
2. Mengetahui pengaruh ketepatan ramalan laba untuk kegiatan investasi. 3. Memahami analisis efisiensi.
4. Memahami alat-alat yang dipakai untuk mengukur kinerja efisiensi perusahaan.
5. Mengaplikasikan berbagai alat analisis efisiensi.
Laporan keuangan merupakan salah satu dari sekian informasi yang biasa
digunakan untuk merevisi dan mendeteksi harga sekuritas seperti saham, obligasi, dan surat berharga lainnya. Jika laporan keuangan disajikan tepat waktu maka akan sangat bermanfaat untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan. Pentingnya laporan keuangan bagi pelaku pasar modal adalah :
1. Memahami analisis fundamental laporan keuangan.
2. Memahami hubungan antara kinerja keuangan perusahaan dan nilai saham. 3. Memahami penerapan analisis laporan keuangan untuk dijadikan dasar dalam
20
2.5 Metode Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan
Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak di ukur berdasarkan rasio-rasio keuangan selama periode tertentu. Pengukuran berdasarkan rasio keuangan ini sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunkan dalam
menyusun laporan keuangan perusahaan, sehingga seringkali kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja tidak mengalami peningkatan bahkan penurunan.
Apabila kinerja keuangan perusahaan menunjukan adanya prospek yang baik, maka sahamnya akan diminati investor dan harganya akan meningkat, dalam konsep investasi ada teori yang menyatakan return yang tinggi juga mempunyai risiko yang tinggi pula, sehingga perusahaan yang kinerjanya sangat bangus maka sangat mungkin risiko untuk jatuh tinggi jika dibandingkan kinerja yang sedang-sedang saja. Metode pengukuran kinerja keuangan perusahaan di bagi dua yaitu Economic Value Added (EVA) dan Return On Assets (ROA)
2.5.1 Economic Value Added (EVA)
21
nilai bagi pemilik modal karena perusahaan mampu menghasilkan tingkat penghasilan yang melebihi tingkat modalnya, sebaliknya EVA yang negatif menunjukan bahwa nilai perusahaan menurun karena tingkat pengembalian lebih rendah dari pada biaya modalnya.
Adanya Economic Value Added (EVA) menjadi relevan untuk mengukur kinerja berdasarkan nilai ekonomis yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, dengan adanya EVA maka pemilik perusahaan akan memberikan imbalan (reward) aktivitas yang menambah nilai dan membuang fasilitas yang merusak atau
mengurangi nilai keseluruhan suatu perusahaan dan membantu manajemen dalam hal menetapkan tujuan internal perusahaan untuk implikasi jangka panjang dan bukan jangka pendek saja. Economic Value Added (EVA) dalam hal investasi memberikan pedoman untuk keputusan penerimaan suatu proyek (capital budgeting decision), dalam hal mengevaluasi kinerja rutin (performance
assesment) manajemen, EVA membantu tercapainya aktivitas yang value added.
Suatu sistem pengukuran kinerja dalam perusahaan harus dapat membedakan aktivitas yang value added dengan aktivitas yang non value added. Pembagian ini diperlukan sehingga manajemen organisasi dapat fokus untuk mengurangi biaya-biaya yang timbul akibat aktivitas yang tidak menambah nilai, dengan
mengkomunikasikan secara awal bahwa tujuan perusahaan adalah
memaksimalkan nilai bukan laba, sehingga para manajer menjadi lebih terfokus pada penciptaan nilai bukan mengejar laba yang besar.
22
excess earning) setelah penyedia modal memberikan kompensasi sesuai tingkat pengembalian (rate of return) yang dibutuhkan atau setelah semua biaya kapital yang digunakan untuk menghasilkan laba. Yang dimaksud dengan laba disini adalah Net Operating Profit After Tax (NOPAT) yaitu laba operasi bersih sesudah pajak. Sedangkan biaya kapital adalah biaya bunga pinjaman dari biaya ekuitas yang digunakan untuk menghasilkan NOPAT yang dihitung secara rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital = WACC). EVA yang positif menunjukkan bahwa perusahaan berhasil menciptakan nilai (create value) bagi pemilik modal, konsisten dengan tujuan memaksimumkan nilai perusahaan, sebaliknya EVA yang negatif menandakan nilai perusahaan berkurang sebagai akibat tingkat pengembalian yang dituntut investor.
Tolak Ukur Penilaian Kinerja Keuangan dalam EVA
Penilaian kinerja keuangan diukur dengan ketentuan:
a. Jika EVA > 0, maka kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan baik, karena perusahaan bisa menambah nilai bisnis. Dalam hal ini, karyawan berhak mendapat bonus, kreditur tetap mendapat bunga dan pemilik saham bisa mendapatkan pengembalian yang sama atau lebih dari yang ditanam. b. Jika EVA = 0, maka secara ekonomis “impas” karena semua laba
digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham, sehingga karyawan tidak mendapat bonus hanya gaji.
23
sehat, karena perusahaan tidak bisa memberikan nilai tambah. Dalam hal ini karyawan tidak bisa mendapatkan bonus hanya saja kreditur tetap mendapat bunga dan pemilik saham tidak mendapat pengembalian yang sepadan dengan yang ditanam.
Langkah-langkah menghitung Economic Value Added (EVA)
1. Menghitung Net Operating After Tax (NOPAT) dan Invested Capital (IC)
2. Menentukan Weight Average Cost of Capital (WACC)
Tahapan menghitung Weight Average Cost of Capital (WACC) cara yang dapat dilakukan untuk mengisi rumus tersebut adalah sebagai berikut :
a. Menghitung tingkat modal dari hutang (D)
b. Menghitung biaya hutang jangka pendek/Cost of Debt (rd)
c. Menentukan tingkat pajak penghasilan (T)
d. Menghitung tingkat modal dari ekuitas (E)
e. Menghitung biaya modal/ Cost of Equity (re)
NOPAT = (Laba Sebelum Pajak + Bunga) - Pajak Invested Capital = (Total Hutang + Ekuitas) – Hutang Jangka
WACC = {(D × rd (1-Tax) + (E × re)}
D = Total Hutang/Total Hutang dan Ekuitas × 100%
rd = Biaya Bunga(Beban Bunga) / Total Hutang Jangka Panjang × 100%
T = Beban Pajak / Laba Bersih Sebelum Pajak × 100%
E = Total Ekuitas / Total Hutang dan Ekuitas × 100%
24
3. Menghitung Capital Charges
4. Menghitung Economic Value Added (EVA)
Sumber : Ronald Hilton (2009)
Keunggulan Economic Value Added (EVA)
EVA adalah nilai tambah ekomonis yang diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama periode tertentu. Prinsip EVA memberikan sistem pengukuran yang baik untuk menilai suatu kinerja dan prestasi keuangan manajemen
perusahaan karena EVA berhubungan langsung dengan nilai pasar sebuah perusahaan. Pihak manajemen perusahaan dapat melakukan banyak hal untuk menciptakan nilai tambah, tetapi pada prinsipnya EVA akan meningkat jika manajemen melakukan satu dari tiga hal berikut ini :
1. Meningkatkan laba operasi tanpa adanya tambahan modal.
2. Menginvestasikan modal baru kedalam project yang mendapatkan return lebih besar dari biaya modal yang ada.
3. Menarik modal dari aktivitas-aktivitas usaha yang tidak menguntungkan. Meningkatnya laba operasi tanpa adanya tambahan modal berarti manajemen dapat menggunakan aktiva perusahaan secara efisien untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Keunggulan EVA sebagai alat pengukuran kinerja keuangan perusahaan menurut meliputi :
1. Dengan EVA seluruh unit usaha memiliki sasaran laba yang sama untuk perbandingan investasi.
CC= WACC × Invested Capital (IC)
25
2. Dengan meningkatnya EVA maka investasi-investasi akan menghasilkan laba diatas biaya modal sehingga akan lebih menarik para manajer untuk
berinvestasi dalam perusahaan tersebut.
3. Adaanya tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan untuk jenis asset yang berbeda jauh.
4. EVA memiliki korelasi positif yang lebih kuat terhadap perubahan-perubahan nilai pasar perusahaan.
Kelemahan Economic Value Added (EVA)
EVA juga memiliki kelemahan yaitu EVA hanya menggambarkan penciptaan nilai pada suatu periode tertentu, padahal nilai perusahaan merupakan akumulasi EVA selama umur perusahaan. Sehingga suatu perusahaan mempunyai nilai EVA pada periode tertentu positif tetapi nilai perusahaan tersebut rendah karena nilai EVA dimasa lalunya negatif, selain itu kelemahan EVA adalah dalam perhitungan biaya modalnya EVA relatif sulit karena memerlukan data yang lebih banyak dan di analisa secara lebih mendalam, dengan demikian secara tidak langsung
mendorong para eksekutif untuk berfikir dan bertindak seperti para pemegang saham, yaitu memilih tingkat investasi yang meningkatkan tingkat return dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat maksimum.
2.5.2 Return On Assets (ROA)
26
perusahaan (operating asset). Operating Asset adalah semua aktiva kecuali investasi jangka panjang dan aktiva-aktiva lain yang tidak digunakan dalam kegiatan atau usaha memperoleh penghasilan yang rutin atau usaha pokok perusahaan.
Pengukuran kinerja perusahaan dengan ROA menunjukkan kemampuan atas modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba. Return On Asset (ROA) adalah rasio keuntungan bersih setelah pajak untuk menilai seberapa besar tingkat pengembalian dari asset yang dimiliki oleh perusahaan. ROA yang negatif disebabkan laba perusahaan dalam kondisi negtif pula atau rugi, hal ini menunjukan kemampuan dari modal yang diinvestasikan secara keseluruhan belum mampu untuk menghasilkan laba. Menghitung ROA dirumuskan sebagai berikut :
ROA = Laba Bersih Setelah Pajak x 100% Total Asset
Sumber : Brigham Eugene (2001)
Keunggulan Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA) memiliki keunggulan diantaranya sebagai berikut: 1. ROA merupakan pengukuran yang komprehensif dimana seluruhnya
mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dari rasio ini.
2. ROA mudah dihitung, dipahami, dan sangat berarti dalam nilai absolut. 3. ROA merupakan denominator yang dapat diterapkan pada setiap unit
27
Kelemahan Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA) memiliki kelemahan diantaranya sebagai berikut: 1. Pengukuran kinerja dengan menggunakan ROA membuat manajer divisi
memiliki kecenderungan untuk melewatkan project-project yang menurunkan divisional ROA, meskipun sebenarnya proyek-proyek tersebut dapat
meningkatkan tingkat keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
2. Manajemen juga cenderung untuk berfokus pada tujuan jangka pendek dan bukan jangka panjang.
3. Sebuah project dalam ROA dapat meningkatkan tujuan jangka pendek, tetapi project tersebut mempunyai konsekuensi negatif dalam jangka panjang. Yang berupa pemutusan beberapa tenaga penjualan, pengurangan budget
pemasaran, dan penggunaan bahan baku yang relatif murah sehingga menurunkan kualitas produk dalam jangka panjang.
2.6 Laba Operasi Bersih Sesudah pajak (Net Operating Profit After Tax/NOPAT)
Net Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah pajak merupakan sejumlah laba yang akan dihasilkan jika perusahaan tidak memiliki utang ataupun aset finansial.
2.7 Modal yang Diinvestasikan (Invested Capital/IC)
Modal yang diinvestasikan merupakan penjumlahan dari ekuitas pemegang saham, seluruh utang jangka pendek dan jangka panjang yang menanggung
bunga, utang dan kewajiban jangka panjang lainnya ( Young dan O’byrne, 2001).
28
besarnya capital yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh kreditor dan
pemegang saham, serta seberapa besar capital yang diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan aktivitas non-operasional lainnya.
2.8 Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/WACC)
Biaya modal rata-rata tertimbang adalah tingkat pengembalian minimum yang dibobot berdasarkan proposi masing-masing instrumen pembiayaan dalam struktur pemodalan perusahaan yang harus dihasilkan perusahaan untuk memenuhi ekspetasi kreditor dan pemegang saham pembobotan perlu, karena setiap pembiayaan yang berbeda tidak sama resikonya bagi investor. Tujuan dasar mencari biaya modal rata-rata tertimbang adalah untuk memperoleh kriteria yang masuk akal dalam mengukur investasi baru. Jumlah dihitung untuk menetapkan tingkat pengembalian yang cukup tinggi untuk mengkompensasi semua penyedia dana sesuai dengan harapan perusahaan.
2.9 Biaya Modal (Cost of Capital)
Biaya modal suatu perusahaan adalah suatu tingkat keuntungan yang harus
29
Biaya modal ini harus dilebihi untuk menciptakan nilai, semakin besar risiko yang harus ditanggung investor, semakin besar pula tingkat pengembalian yang harus diperoleh sebelum nilai tercipta dan semakin tinggi pula biaya modal.
2.10 Penelitian Terdahulu
Sebelum penelitian ini dilakukan sudah ada yang meneliti tentang kinerja keuangan dengan menggunakan metode EVA dan MVA, hal tersebut akan dikemukakan berikut ini:
Penelitian Heny Fuji Rosyidiana pada tahun 2003, dengan judul “Penerapan Economic Value Added(EVA) dan Market Value Added (MVA) dalam Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Mustika
Ratu Tbk”. Hasil analisis data pada PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Mustika
30
Penelitian Fina Setyarini pada tahun 2003, dengan judul “Analisa Penerapan
Antara EVA Dengan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Perusahaan ( Studi
Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di BEJ )”.Hasil analisis
31
BAB III
METODELOGI PENELTIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Melakukan suatu penelitian sangatlah perlu dilakukan perencanaan dan
perancangan penelitian, agar penelitian dapat berjalan dengan baik dan sistematis. Rancangan penelitian adalah desain penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Rancangan penelitian akan sangat berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.
Menurut (Nazir, 2003) “Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode
dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat hubungan
antarfenomena yang diselidiki”.
32
adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variable
atau lebih pada dua atau lebih sampel atau variable lain yang berbeda”.
Selanjutnya (Sugiyono, 2004) menyatakan bahwa “variable adalah suatu konstruk atau sifat yang dipelajari atau sifat yang diambil dari nilai yang berbeda (different
values)”. Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dirumuskan variable
dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan.
3.2 Populasi dan Sampel
Teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode probabilitas atau non random, sehingga elemen-elemen populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sample. Teknik ini menggunakan metode purposive judgment sampling yaitu pemilihan sample dilakukan dengan mengambil sample dari populasi berdasarkan kriteria berupa suatu pertimbangan tertentu. (Jogiyanto, 2008)
Adapun kriteria dalam pemilihan sample yang digunakan sebagai berikut : 1. Merupakan Bank Syariah di Indonesia yang tercatat di Bank Indonesia. 2. Pada periode penelitian tidak mengalami kerugian atau defisiensi modal. 3. Bank Syariah yang memiliki laporan keuangan lengkap yang berakhir pada 31
Desember 2010 sampai dengan 31 Desember 2014.
33
Tabel 2. Daftar Bank Syariah Yang Menjadi Sample
Sumber : Bank Indonesia (Data Diolah, 2015) 3.3 Jenis Data dan Sumber Data
3.3.1 Jenis Data
Jenis dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang didasari oleh falsafah positivism yaitu ilmu yang valid, ilmu yang di bangun dari empiris, teramati, terukur, menggunakan logika matematika dan membuat generalisasi atas rerata. 3.3.2 Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan gabungan antara data time series (data tahunan) dan cross section dengan periode data yang diambil mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2014. Data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu pada satu objek untuk menggambarkan perkembangannya. Data cross section adalah data yang
34
menggambarkan keadaan. Model dalam penelitian ini menggunakan dua variable yang merupakan indicator pengukur Kinerja Keuangan Perusahaan yaitu
Economic Value Added (EVA) dan Return On Assets (ROA). Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa sumber, yaitu penerbitan laporan data Bank Indonesia seperti Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) dan Direktori Perbankan Indonesia.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Pengumpulan dimulai dengan tahap penelitian pendahuluan yaitu dengan cara studi kepustakaan melalui buku-buku atau bacaan-bacaan lain yang berhubungan dengan tingkat suku bunga deposito berjangka khusus untuk perhitungan
Economic Value Added (EVA) karena menggunakan biaya modal (cost of capital) dalam perhitungannya. Tahap ini dilakukan pemilihan data-data sebagai sumber referensi penelitian mengenai jenis data yang dibutuhkan, ketersediaan data, dan gambaran pengolahan data dari sumber/referensi yang telah didapatkan. Tahap berikutnya adalah mengumpulkan keseluruhan data untuk selanjutnya diolah dan dianalisis melalui teknik / metode analisis data guna menjawab persoalan
penelitian.
3.5 Analisis Data
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Langkah-langkah analisis data kuantitatif terhadap penilitian ini adalah:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan sehingga laporan
35
mendapatkan data dari situs website masing-masing Bank Syariah yang diteliti periode 2010-2014.
b. Melakukan perhitungan terhadap Return On Assets (ROA) dan Economic Value Added (EVA) pada Perusahaan Perbankan Syariah tahun 2010-2014. c. Menilai kinerja keuangan yakni dengan membandingkan rasio keuangan
dengan standar yang ditetapkan Bank Indonesia dan dinilai berdasarkan matriks komponen dari setiap masing-masing komponen rasio keuangan sesuai dengan SE BI No. 6/23/DPNP Tahun 2004.
d. Melakukan perbandingan kinerja keuangan berdasarkan pada rasio keuangan Return On Assets (ROA) dengan Economic Value Added (EVA) pada masing-masing bank. Dengan menggunakan analisis Beda Rata-rata.
3.6 Uji Statistik Analisis Beda Rata-Rata dan Menentukan Keputusan Uji Hipotesis
3.6.1 Analisis Beda Rata-rata
36
3.6.2 Menentukan Keputusan Uji Hipotesis
Hipotesis yang diajukan adalah :
Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan kinerja perusahaan menggunakan metode EVA dan ROA.
Ho : Tidak terdapat perberdaan yang signifikan kinerja perusahaan menggunakan metode EVA dan ROA.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji signifikansi dengan membandingkan nilai probabilitas (Sig) dengan = 5% dengan ketentuan sebagai berikut : - Jika probabilitas > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima.
- Jika probabilitas < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
3.7 Analisis Kualitatif
☎ ✆
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan mengenai perbandingan kinerja keuangan Bank Syariah di Indonesia dengan menggunakan metodeEconomic Value Added(EVA) danReturn On Assets(ROA) di masing-masing Bank Syariah yang diteliti di Indonesia periode 2010-2014. Dilihat dari nilai Sig. (2-tailed) memiliki nilai .001, karena nilai Sig. (2-tailed) .001 < 0,05 maka Ha diterima. Artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam menilai kinerja perbankkan syariah menggunakan metodeEconomic Value Added (EVA) danReturn On Assets(ROA). Dilihat dari sisi perkembanganya metode Economic Value Added(EVA) dinilai lebih menguntungkan karena secara rata-rata dalam periode lima tahun EVA bernilai positif sedangkan ROA
✝ ✞
perusahaan. Sedangkan metodeReturn On Assets(ROA) dinilai kurang
menguntungkan karena rasio ini merupakan ukuran yang berfaedah jika seseorang ingin mengevaluasi seberapa baik perusahaan telah memakai dananya, tanpa memperhatikan besarannya relatif sumber dana sehingga keputusan-keputusan yang meningkatkanReturn On Assets(ROA) suatu pusat investasi dapat menurunkan laba secara keseluruhan.
5.2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka ada beberapa hal yang dapat disarankan untuk pihak perusahaan dan investor.
1. Perusahaan
a. Diharapkan mampu mengelola modal sendiri untuk mencapai laba yang maksimal.
b. Disarankan perusahaan melakukan analisis laporan keuangan secara keseluruhan secara rutin.
2. Investor
DAFTAR PUSTAKA
Antonio, Syafi’I M. 2001.Bank Syariah Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press. Jakarta.
Eugene,Brigham and Joel Houston. 2001.Fundamentals Of Financial Management.Eighth Edition,Diterjemahkan oleh Herman
Wibowo,Manajemen Keuangan,Edisi kedelapan, Erlangga, Jakarta. Hasibuan, Malayu. 2005.Dasar-dasar Perbankan. Jakarta : Bumi Aksara. Hilton, Ronald. 2009.Managerial Accounting. Salemba Empat.
Jogiyanto, Hartono. 2008.Teori Portofolio dan Analisis Investasi.Yogyakarta: BPFE. Edisi Kelima.
Kasmir. 2008.Bank dan Lembaga Keuangan Lainya. Jakarta : Raja Grafindo.
Nazir, Mochammad. 2003. “Metode Penelitian”. Salemba Empat : Jakarta.
Mulyadi. 2001.Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat, dan Rekayasa. Edisi ke-3. Salemba Empat. Jakarta.
Riyadi, Slamet. 2006. Banking Assets And Liability Management. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Rosyidiana, Heny F. 2003.“Penerapan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) dalam Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Mustika Ratu
Tbk”.Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.
Setyarini, Fina. 2003.“Analisa Penerapan Antara Eva Dengan Rasio Keuangan dalam Menilai Kinerja Perusahaan ( Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di BEJ )”. Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.
Sugiyono. 2004. “Metode Penelitian Bisnis”. Alfabeta, CV : Bandung.
Universitas Lampung 2011.Panduan Penulisan Karya Ilmiah.Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Indonesia). Jurnal Manajemen dan Bisnis. Vol 11, No. 3. Mei 2015. Young, S. Davidand Stephen O’Byrne. 2001.EVA and Value-Based
Management: A pratical Guide to Implementation,Diterjemahkan oleh Lusy Widjaja. Salemba Empat, Jakarta.
.Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 1992Tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil.
.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992Tentang Perbankan.
.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang
Perbankan.
.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008Tentang Perbankan Syariah.
.www.bi.go.id. Diakses tanggal 25 Juni 2015.Nama-nama Bank Syariah Yang Terdaftar di Bank Indonesia.
.www.BankBCASyariah.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank BCASyariah.
.www.BRISyariah.com. Diakses tanggal 02 September 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank BRI Syariah.
.www.MandiriSyariah.com. Diakses tanggal 02 September 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank Mandiri Syariah.
.www.PaninSyariah.com. Diakses tanggal 02 September 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank Panin Syariah.
.www.BNISyariah.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank BNI Syariah.
.www.MuamalatSyariah.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2015. Laporan Keuangan Tahunan yang di publikasikan oleh Bank Muamalat Syariah.