STUDI PEMODELAN CURAH HUJAN HARIAN SINTETIK DI KABUPATEN TANGGAMUS
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dengan memasukkan komponen stokastik, model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan sangat akurat dengan koefisien korelasi rata-rata model periodik adalah
Kemudian dari model tersebut diuji apakah memiliki efek asimetris dengan melihat korelasi antara (standar residual kuadrat model Box Jenkins ) dengan (lag standar
Pada penelitian ini dilakukan analisis peramalan curah hujan di tiga stasiun pengukuran yaitu stasiun Bluri, Bluluk dan Gondang dengan menggunakan ARIMA
Metode yang dapat diandalkan untuk mengatasi ketidakpastian ini adalah pemodelan stokastik, hali ini dikarenakan pemodelan stokastik merupakan suatu model yang
Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,
keywords: daily rainfall, autoregresif models, stochastic component. Data yang digunakan data curah hujan harian dengan panjang data tahun 1986-2013 di 3 stasiun yaitu stasiun
Sepektrum curah hujan dari data curah hujan seri waktu dapat digunakan sebagai ma- sukan untuk menghasilkan program periodik dan stokastik curah hujan buatan dengan menggunakan
Pemodelan ini juga memberikan gambaran prilaku stokastik dari komponen stokastik yang merupakan selisih antara data hujan harian ( data terukur) dengan model