• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN HUTAN DAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP PERTAMBANGAN BATU BARA DI KAMPUNG TUKUL KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SKRIPSI ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN HUTAN DAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP PERTAMBANGAN BATU BARA DI KAMPUNG TUKUL KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

i SKRIPSI

ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN HUTAN DAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP PERTAMBANGAN BATU BARA DI KAMPUNG TUKUL

KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR

Diajukan oleh : JIMMY HENRY

NPM : 090510104

Program Studi : Ilmu Hukum

Program Kekhususan : Hukum Pertanahan dan Lingkungan Hidup

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA FAKULTAS HUKUM

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini dipersembahkan kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati, melindungi dan menyertai kehidupanku. Tuhan selalu membimbing dan menjaga serta memberi kesabaran untuk selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan ini termasuk dalam Penulisan Skripsi ini.

2. Bapak Sepin Hendrik dan Mamak Yonni, dan kakak Cornelius Henry serta adik tercinta Edlin Janitra yang selalu memberikan doa, semangat, dukungan dan kepercayaan sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Skripsi ini dengan baik.

3. Istri Paulina dan anak tercinta Maria Clarissa Henry yang selalu ada menemani dan menghibur Penulis.

4. Keluarga besar yang berada di Tenggarong dan di Kutai Barat yang selalu memberi dukungan dan semangat dalam penyelesaian penulisan ini.

(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang selama ini melimpahkan berkat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN HUTAN DAN MASYARAKAT ADAT DI

KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR” dengan baik. Penulisan

hukum ini disusun dalam rangka pelaksanaan tugas akhir pada Program Studi S1 Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dalam Skripsi ini penulis banyak memperoleh bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung berupa bimbingan, dukungan, petunjuk, saran, maupun doa. Maka izinkan penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. R. Maryatmo, M. A. selaku Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta; 2. Bapak F.X. Endro Susilo, SH., LL.M. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas

Atma Jaya Yogyakarta;

3. Bapak Hyronimus Rhiti, S.H., LL.M. selaku Dosen Pembimbing Skripsi, atas segala kesabaran, bersedia meluangkan waktu, ketelitian memriksa dan membagi ilmunya sehingga penulisan hukum ini selesai;

(6)

vi

5. Bapak dan Ibu Dosen yang telah memberikan ilmunya selama penulis menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta;

6. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Barat;

7. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Barat; 8. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat

9. Kepala Dinas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan Kabupaten Kutai Barat;

10.Kepala Adat Kampung Tukul;

11.Semua pihak yang telah membantu penulis, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Yogyakarta, 20 April 2015

(7)

vii ABSTRACT

The title of this law research is the legal aspect of the protection of forests and indigenous people in Western Kutai Regency of East Kalimantan. Forests destruction is more alarming and the rights of indigenous peoples is no longer guaranteed for violations committed by coal mining, thus needed legislation and responsibility of the government in implementing the rules relating to the protection of forests and indigenous people in Western Kutai.

The purpose of writing this law is to specify the legal aspects of forests protection and indigenous peoples towards the coal mining and find out what are the obstacles and solutions, the author hope to contribute to the government, society, and the development of legal science. The method used in this research is the study of empirical legal research and sampling using purposive sampling.

Based on the results of research conducted by the authors, it was found that the legal aspects of the protection of forests and indigenous people in Western Kutai Regency in practice is still less than the maximum and inconsistent, this is due to the overlap between the regulations made by the central government and local government, lack of commitment of local governments in fulfilling their duties to protect the forests and indigenous peoples, and the lack of participation by indigenous peoples.

(8)

viii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

PERNYATAAN KEASLIAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Keaslian Penelitian ... 7

(9)

ix

G. Metode Penelitian ... 13

1. Jenis Penelitian ... 13

2. Sumber Data ... 13

3. Metode Pengumpulan Data ... 15

4. Lokasi Penelitian ... 16

5. Populasi dan Sampel ... 16

6. Responden dan Narasumber ... 17

7. Metode Analisis ... 17

BAB II PEMBAHASAN A. Tinjauan tentang Hutan ... 19

1. Pengertian Hutan ... 19

2. Jenis Hutan ... 20

3. Manfaat Hutan ... 23

4. Perlindungan Hutan ... 24

5. Pengertian Masyarakat Adat ... 25

6. Perlindungan Masyarakat Adat ... 26

B. Tinjauan tentang Pertambangan Batu Bara ... 28

1. Pengertian Pertambangan Batu Bara ... 28

2. Wilayah Pertambangan ... 29

3. Izin Usaha Pertambangan ... 30

(10)

x

C. Aspek Hukum Perlindungan Hutan dan Masyarakat Adat terhadap Pertambangan Batu Bara di Kampung Tukul Kecamatan Tering

Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur ... 33

1. Gambaran Umum Kabupaten Kutai Barat ... 33

a. Sejarah Kuati Barat ... 33

b. Letak Geografis dan Topografi Kutai Barat ... 35

2. Gambaran Umum Masyarakat Adat dan Hutan Adat Kabupaten Kutai Barat ... 37

a. Masyarakat Adat ... 37

b. Hutan Adat ... 39

3. Potensi Hutan dan Tambang Batu Bara ... 41

a. Hutan ... 41

b. Tambang Batu Bara ... 42

4. Penambangan Batu Bara di Kabupaten Kutai Barat ... 44

5. Dampak Pertambangan Batu Bara terhadap Hutan dan Masyarakat adat ... 47

a. Dampak Negatif ... 47

b. Dampak Positif ... 49

6. Perlindungan Hutan dan Masyarakat Adat ... 49

a. Landasan Hukum ... 49

1) Hutan ... 50

2) Masyarakat Adat ... 53

(11)

xi

1) Dinas Kehutanan ... 54

2) Badan Lingkungan Hidup ... 55

3) Dinas Pertambangan dan Energi ... 57

7. Hambatan dan Solusi ... 59

a. Hambatan ... 59

b. Solusi ... 61

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 62

B. Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Lampiran Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Barat

Lampiran Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Barat

Lampiran Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat

Lampiran Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan Kabupaten Kutai Barat

Lampiran Surat Tanda Uji UPT Laboratorium Lingkungan Kabupaten Kutai Barat

Lampiran PT. Kedap Sayaaq

(12)

xii

[image:12.595.83.525.185.735.2]

DAFTAR TABEL

Gambar 1 : Peta Administrasi Kabupaten Kutai Barat ... 36

Tabel 1 : Mayoritas Kesukuan dalam Rumah Tangga Kutai Barat ... 38

Tabel 2 : Sumber Daya dan Cadangan di Kabupaten/Kota ... 43

Gambar 2 : Produksi Batu Bara (Ton) 2008-2013 ... 45

(13)

xiii

PERNYATAAN KEASLIAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain. Jika Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

Yogyakarta, 24 Maret 2015 Yang menyatakan

Gambar

Gambar 1 : Peta Administrasi Kabupaten Kutai Barat  ..........................................

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian sifat fisik gel menunjukkan dengan adanya variasi HPMC meningkatkan viskositas gel, daya lekat gel dan menurunkan daya sebar gel, namun tidak

Bagaimana merancang software aplikasi dengan menggunakan android yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi siswa SMP dalam mempelajari matematika

Pada umumnya, para pengajar tasawuf atau para sui adalah guru-guru pengembara, dengan sukarela mereka menghayati kemiskinan, juga seringkali berhubungan dengan perdagangan,

Dugaan ini rnendukung pernyataan Morais dan Morais (1994) dalarn Barletta- Bergan ef a/., (2002) yang rnenyatakan bahwa kelirnpahan relatif larva ikan di estuaria daerah

Berdasarkan kajian preferensi konsumen terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi pangan asal jagung disimpulkan bahwa semua responden menyukai produk-produk

konsep siswa pada materi Pythagoras dengan menggunakan software. GeoGebra ” di kelas VIII D SMP N 1 Musuk tahun ajaran 2012

Kata Kunci : Perkembangan, Industri batik, Laweyan Solo. Industri batik di kawasan sentra batik Laweyan Solo dalam kegiatan usahanya tidak lepas dari masalah-masalah dalam

Hasil penelitian ada peningkatan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika melalui strategi realistic mathematics education dengan tutor sebaya.. Dari hasil penelitian