• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemakaian Tato Pada Anggota Yakuza

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemakaian Tato Pada Anggota Yakuza"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Gambar 1: Yakuza dengan Tato Gambar Naga.

4.

5.

[image:1.595.115.475.176.466.2]
(2)
(3)
[image:3.595.163.526.80.670.2]

Gambar 2: Yakuza dengan Tato Gambar Singa

(4)

Gambar 3: Yakuza dengan Tato Gambar Jibo Kannon

(5)
[image:5.595.167.397.145.695.2]

Gambar 4: Yakuza dengan Tato Gambar Jigaku Dayu

(6)
[image:6.595.167.518.180.574.2]

Gambar 5: Yakuza dengan Tato Ikan Koi

(7)
(8)
[image:8.595.172.592.114.605.2]

Gambar 6: Proses Pembuatan Tato Tradisional Jepang

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Hatib 2006. Tato. Yogyakarta: LKiS

Abdurrahman. 1999. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Azwar, Saifuddin. 1998. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Inami, Shinnosuke, 1992. Going After The Yakuza. Japan Quarterly Vol XXXIX

Kaplan, David E. & Alec Dubro. 2011. Sejarah Dunia Hitam Jepang Yakuza.

Depok: Komunitas Bambu.

Koentjaraningrat. 1976. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama.

Lebra, Takie Sugiyama, 1974. Japanese Patterns of Behaviour. Honolulu:

University of Hawai Press.

Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif (Cetakan Ke-23). Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Ratna, Nyoman Kutha, 2004. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra.

(10)

Situmorang, Hamzon, 1995. Perubahan Kesetiaan Bushi dari Tuan kepada

Keshogunan dalam Feodalitas Zaman Edo di Jepang. Medan:

USU Press.

. 2009. Ilmu Kejepangan I (Edisis Revisi). Medan: USU

Press.

Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suryabrata. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta: CV. Rajawali

Suryohadiprojo, Sayidiman, 1982. Manusia dan Masyarakat Jepang dalam

Perjuangan Hidup. Jakarta: UI

Tendo, Shoko. 2008. Yakuza Moon. Jakarta: Gagas Media.

Winardi, 2003. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: P.T Raja

Grafindo Persada

Zairun, Buchari, 1982. Organisasi dan manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia

http://news.infopilihan.com/2013/08/harga-dan-makna-tato-anggota-geng.html

( Diakses Juni 2014)

http://slodive.com/inspiration/yakuza-tattoo/ ( Diakses Juni 2014)

http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/ini-tato-di-sekujur-tubuh-shoko-tendo- putri-bos-besar-yakuza.html ( Diakses Juni 2014)

(11)

http://www.tattooeasily.com/yakuza-tattoo/( Diakses Juni 2014)

http://www.tempo.co/read/news/2014/06/05/118582703/10-Fakta-Unik-tentang-Yakuza. ( Diakses Juni 2014)

http://en.wikipedia.org/wiki/Yamaguchi-gumi (Diakses Oktober 2014)

http://en.wikipedia.org/wiki/Sumiyoshi-kai (Diakses Oktober 2014)

wikipedia.org/wiki/Inagawa-kai 24 (Diakses Oktober 2014)

http://organihealth.wix.com/yakuza#!families (Diakses Oktober 2014)

http://muda.kompasiana.com/2010/12/28/tato-religi-politik-dan-tren-328214.html

(Diakses Oktober 2014)

http://bimbimblitar.web.id/2014/06/10/5-alasan-yakuza-mafia-jepang-mentato-tubuhnya/ (Diakses Oktober 2014)

http://bagasranggas.blogspot.com/2012/06/arti-lambang-dari-yin-dan-yang.htm l

(Diakses Oktober 2014)

http://bagasranggas.blogspot.com/2012/06/arti-lambang-dari-yin-dan-yang.html

(Diakses Oktober 2014)

www.squidoo.com (Diakses Oktober 2014)

sumber lain:

(12)

BAB III

PEMAKAIAN TATOPADA ANGGOTA YAKUZA

3.1 Tato Gambar Naga

Bagi setiap anggota yakuza, tato adalah sebuah tanda dari statusnya. Bagi

mereka tato adalah melambangkan kekuatan dan juga bentuk dari solidaritas dan

loyalitas terhadap organisasi. Menurut Kaplan dan Dubro (2011) hampir 73% dari

anggota yakuza memiliki tato. Ada berbagai macam gambar tato dengan ikon-ikon

berbeda yang digunakan yakuza. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga

dimensi) yang menyerupai apa yang direpresentasikannya, representasi ini

ditandai dengan kemiripan (Mulyana, 2008:92), gambar-gambar tato tersebut

memiliki makna di baliknya.

Naga merupakan salah satu makluk mitos yang paling populer dan

superior yang berbentuk ular yang panjang yang berhabitat di darat, udara dan laut.

Ada berbagai cerita rakyat (folklore) mengenai naga. Naga merupakan musuh

utama manusia yang terkesan menakutkan dan berdarah dingin. Akan tetapi dalam

masyarakat Cina, naga merupakan hewan penjaga yang tangguh untuk menjaga

kerajaan dan melindungi masyarakat dari ancaman penjahat (Abdul, 2006:180).

Ada dua naga yang berbeda, yaitu naga Timur dan naga Barat. Naga

Timur dilihat sebagai naga yang dermawan yang melindungi kehidupan,

kesuburan dan keberuntungan baik. Sedangkan Naga Barat cenderung jahat yang

suka menghancurkan dan suka menimbun harta penjaga.

Banyak dari anggota yakuza menato tubuhnya dengan gambar naga. Naga

(13)

Bagi yakuza tato bergambarkan naga bermakna pelindung serta memiliki

kepintaran, kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki. Para anggota yakuza

biasanya memakainya di seluruh badan dan lengan agar kelihatan dengan jelas

dan dapat ditambahkan dengan karakter-karakter pendukung lainnya. Tato gambar

naga biasanya terlihat dengan warna hitam dan putih.

Naga Jepang adalah salah satu makluk mitologi yang paling populer untuk

desain tato di kalangan yakuza. Biasanya digambarkan seperti ular besar dengan

kaki kecil bercakar, dengan kepala memiliki tanduk dan berhubungan dengan laut,

awan dan langit. Naga Jepang cenderung lebih ramping dan lebih sering terbang.

Selain itu naga Jepang memiliki tranformasi dan tak terlihat. Beberapa di

antaranya memiliki kepala yang besar yang memiliki arti bahwa mereka tidak bisa

dibandingkan dengan apapun di dunia hewan. Naga Jepang berhubungan erat

dengan naga Cina, yang membedakannya hanyalah jumlah cakarnya. Naga di

Jepang memiliki tiga cakar, sedangkan di Cina memiliki lima cakar.

Tato bergambarkan naga yang dipakai yakuza biasanya ditambahkan

karakter seram Kabuki (seni tradisional masyarakat Jepang) untuk memperjelas

statusnya sebagai organisasi yang di takuti. Selain itu ada juga tato naga muncul

dengan gelombang laut, awan dan mutiara. Terkadang dalam gambar terlihat

cakar naga mencengkram mutiara besar yang bisa memiliki kekuatan

memperbanyak apapun yang disentuhnya. Mutiara melambangkan harta yang

(14)

3.2 Tato Gambar Singa

Singa merupakan hewan yang hidup berkelompok, dan dapat menjaga

daerah kekuasaannya dengan baik. Singa dipercaya sebagai hewan yang lebih

unggul dan perkasa dibandingkan dengan kucing-kucing besar lainnya. Singa

merupakan hewan penguasa di hutan, hal ini juga yang menjadi salah satu pilihan

yang digunakan yakuza yang ingin menguasai seluruh anggotanya dan

bisnis-bisnis mereka.

Salah satu alasan mengapa yakuza menyukai tato gambar singa

berdasarkan dongeng “The Wizard of Oz”. Dongeng ini menceritakan seekor singa yang memiliki karakter pengecut, tetapi memiliki keinginan besar memiliki

keberanian sepanjang hidupnya. Hal tersebut lalu digambarkan dan diartikan oleh

yakuza bahwa tato gambar singa pasti akan membantu menumbuhkan rasa

keberanian yang amat luar biasa.

Ada pula yakuza yang memilih desain tato singa yang sedang duduk, yang

dingin dan anggun dalam berpenampilan. Gambar tato singa ini berartikan yakuza

tersebut memiliki rasa tanggung jawab yang besar atas kekuasaannya. Dalam

rangka untuk mendapatkan rasa hormat, seorang yakuza tidak perlu unjuk gigi.

Sedangkan tato bergambarkan singa yang menyerang memiliki arti bahwa yakuza

tidak akan menghindar diri untuk kelompok.

Selain itu pada cerita anak-anak di Jepang, terdapat kisah mengenai seekor

tikus dan singa. Kisah tersebut dimulai dengan seekor tikus yang ceroboh

tersandung oleh kepala seekor singa. Singa terbangun dan dan menangkap si tikus.

(15)

mengampuni tikus dan membebaskannnya. Tikus berterima kasih atas kebaikkan

singa karena telah membebaskannya. Beberapa tahun kemudian, pada suatu hari

singa tertangkap jaring pemburu, dan kemudian si tikus datang untuk

membebaskan si singa sebagai balas budi karena telah membebaskannya dulu. Si

singa pun meminta maaf kepada tikus atas arogansinya ketika bertemu tikus

dahulu. Semenjak kejadian itu tikus dan singa pun menjadi sahabat.

Dongeng versi Jepang ini memuat pesan tentang permintaan maaf yang

kaya akan pesan moral, menekankan pentingnya sikap saling tergantung satu sama

lain yang menjadi simbol dari budaya Jepang.

Pada cerita tersebut, yakuza juga memegang erat kata permintaan maaf

yang mereka interpretasikan dengan yubitsume (potong jari). Hal tersebut terlihat

bila seorang yakuza melakukan kesalahan, maka mereka harus meminta maaf dan

bertanggung jawab atas kesalahannya. Memang cara memotong jari ini sangat

ekstrim atau terkesan berlebihan, tetapi mereka beranggapan ada harga yang harus

di bayar dalam sebuah kesalahan.

3.3 Tato Gambar Jibo Kannon

Tidak semua tato yang dipakai oleh anggota yakuza memiliki makna yang

menyeramkan dan tidak dipungkiri bahwa tato yang digunakan yakuza justru

adalah tato-tato yang bersifat feminim. Mereka juga manusia biasa yang memiliki

(16)

Bagi yakuza tato Jibo Kannon melambangkan dari sosok yang lemah

lembut, rela berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain. Hal tersebut

yang menjadi alasan yakuza menato tubuhnya dengan gambar Jibo Kannon.

Dalam sejarah Jepang,Jibo Kannon merupakan “ibu penuh kasih” dan juga simbol dari pemberi anak.

Jibo Kannon adalah wujud dari Avalokitesvara sebagai ibu yang welas

kasih, melengkapi wujud-Nya sebagai Koyasu Kannon. Dalam

saddharmapundarika Sutra bab Avalokitesvara, Samantamukha Varga dikatakan

apabila seseorang dengan tulus memohon anak laki-laki atau perempuan pada

Avalokitesvara, maka harapannya akan terkabulkan. Songzi Guanyin berasal dari

Avalokitesvara yang berada dalam Garbhakosa (Mandala Rahim). “Rahim” ini dikaitkan dengan pemberian anak. Songzi Guan Yin biasanya digambarkan

dengan menggendong seorang anak, menyimbolkan diri-Nya sebagai “pemberi anak”. Di Guangzhou, ulang tahun-Nya jatuh pada tanggal 24 bulan 2 lunar dan diadakan perayaan Shengchai Hui (perayaan sayur mentah) dimana para umat

memberikan sayur mentah (Shengcai) dengan harapan melahirkan anak

(Shengzai).

Pada zaman dinasti Jin, seorang bernama Sun Daode pada umur 50 tahun

belum mempunyai anak. Seorang bhiksu yang tinggal di Vihara dekat rumahnya

menganjurkan membaca Guanyin Jing dan tak lama kemudian istrinya hamil dan

(17)

3.4. Tato Gambar Jigaku Dayu

Tato tidak hanya dipakai oleh laki-laki, tetapi juga perempuan. Begitu juga

dengan yakuza perempuan. Mereka menggunakan tato yang lebih menginterpretasikan sisi feminim perempuan dengan gambar yang seorang

pelacur nomor satu di era Muromachi yaitu Jigaku Dayu.

Didominasi kaum pria, wanita pun dengan segala keanggunannya

berlomba-lomba menyematkan simbol-simbol indah itu di tubuh mereka. Seakan

tidak perduli lagi pandangan masyarakat yang belum terbiasa karena masih terikat

erat dengan adat ketimuran. Sebuah pemikiran picik, sempit, dan dangkal ketika

melihat semua yang terlihat aneh, seperti halnya wanita bertato selalu diidentikkan

dengan hal-hal yang negatif.

Pro dan kontra di masyarakat Jepang tentang tato rupanya telah

melahirkan pandangan modern sebagai wanita yang menyikapi tato dengan alasan

yang beragam. Ada kecendrungan mereka (para wanita) menginginkannya seperti

sebuah candu, tapi tidak berani karena takut ketagihan. Tetapi ada juga yang

berpikiran bahwa tidak ada yang salah dengan tato. Sama saja dengan karya seni

yang lain, ada media, ada seniman, ada pelaku dan penikmatnya. Inilah bukti

bahwa makna tato telah bergeser di Jepang. Tidak lagi difungsikan sebagai

penanda kriminal dalam kehidupan, namun telah menjadi fashion dan tren gaya

hidup.

Perempuan yang bergabung dalam yakuza biasanya juga memakai tato.

(18)

yakuza dan ada dari golongan pekerja seks. Kedua golongan tersebut

menggunakan tato sama-sama bertujuan untuk memperindah tubuh mereka.

Pada zaman Edo, tato banyak digunakan di kalangan pelacur yang

mempunyai langganan tetap, atau yang biasa disebut dengan juyos dan kalangan

geisha. Penggunaan tato sangat jarang ditemui di kalangan gadis biasa. Tato di

kalangan juyos dan geisha menyimbolkan tanda mata cinta yang pernah mereka

jalin dengan seseorang. Tato dianggap sebagai sebuah tanda bukti betapa kuatnya

mereka memegang janji.

Para juyos memilih menato dibagian lengan atas dan sekitar ketiak. Akan

tetapi, ada anggapan lain bahwa tato hanyalah hiasan untuk memikat para

pelanggan agar sang juyos mendapat kegemilangan dan kesuksesan dalam karir

kepelacurannya. Selain itu, memang terdapat beberapa cara para juyos dan geisha

dalam memikat dan mengikat para pelanggannya, seperti memotong rambut dan

kuku, menato lengan dengan panggilan kesayangan, melicinkan siku dan paha,

bahkan memberi janji tertulis kepada para pelanggan tercintanya.

Akibat tingginya tingkat transaksi juyos dan geisha kepada pelanggan

yang berbeda-beda, menyebabkan eksitensi tato yang melekat pada tubuh mereka

sering menjadi masalah. Para hidung belang sering mengeluh dan risih melihat

tato tersebut. Bahkan, beberapa pelanggan menuntut agar perempuan

penghiburnya menghapus tato tersebut. Ada beberapa juyos dan geisha yang

menghapus dengan cara membakar tato dengan moxa (terbuat dari herbal yang

(19)

Pada saat ini gambar atau karakter seseorang pun bisa menginspirasi untuk

membuat tato. Dayu adalah tokoh nyata yang hidup di tempat pelacuran. Dia

bekerja sampai bisa menebus dirinya atau menarik perhatian seorang tuan yang

bisa membebaskannya. Persamaan kehidupan yang keras itu yang dimaknai oleh

yakuza perempuan. Seperti Shoko Tendo, dia adalah putri salah satu bos besar yakuza. Shoko menato punggungnya dengan gambar Jigaku Dayu untuk

menunjukkan kehidupan yang kelam juga bisa membuatnya tegar dan menjadi

nomor satu dalam menyelesaikan masalah dan keluar dari masalah yang selama

ini membelenggunya.

Ada beberapa alasan yang mengemuka mengenai daya tarik seks tato

dalam hubungan intim penggunanya. Beberapa pola menunjukkan tato pada

perempuan dapat menunjukkan sisi seksualitasnya, apalagi dengan letak gambar

tato yang dapat berada didalam jangkauan intim. Jika hal itu merupakan sebagian

kecil asumsi tato yang memiliki daya tarik seksual tersendiri, maka tato

setidaknya memiliki nilai jual untuk dapat membentuk image tersendiri bagi

penggunanya. Memang tidak selalu dihubungkan dengan seks, tetapi ini trend lain

yang ditunjukkan dari fenomena tato.

3.5 Tato Gambar Ikan Koi

Yin Yang merupakan salah satu simbol yang sudah ada sejak zaman Cina

kuno dan sangat digemari di Jepang.Yin dan Yang dalam masyarakat Jepang

disebut Yandare. Secara sederhana, simbol ini mempunyai arti “bagaimana segala

(20)

mendeskripsikan sifat yang saling berhubungan, berlawanan dan saling mengisi

satu sama lain, hal tersebut sangat identik dengan sifat yakuza.Yin lebih di

deskripsikan kepada sisi hitam dan Yang adalah sisi putih, hal ini juga yang

mendorong yakuza menyukai tato Yin dan Yang, karena warna hitam dan putih

merupakan warna yang berlawanan seperti yakuza sekaligus warna dasar dari tato

yang sering digunakan yakuza. Titik kecil hitam dan putih yang berada pada Yin

dan Yang menggambarkan sisi yang saling mengisi satu dan lainnya. Yin lebih

bersifat pasif, tenang, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian.

Yin berhubungan dengan air, bumi, bulan, feminitas dan malam hari.Yang

berhubungan erat dengan api, langit, matahari, maskulinitas dan siang hari. Yin

dan Yang sering juga digambarkan sebagai sinar matahari yang berada di atas

gunung dan lembah.Ini menandakan banwa yakuza ada dimana saja dan siap

menyerang kapan saja bila dibutuhkan.Yin digambarkan adalah sebuah daerah

gelap yang merupakan bayangan dari gunung, sementara Yang digambarkan

adalah bagian yang tidak terhalang oleh gunung. Saat matahari bergerak, Yin dan

Yang secara bertahap bertukar tempat satu sama lain, mengungkapkan apa yang

tidakjelas dan menyembunyikan yang sudah terungkap.

(http://bagasranggas.blogspot.com/2012/06/arti-lambang-dari-yin-dan-yang.html)

Yakuza biasanya menato Yin dan Yang di tubuhnya dengan gambar ikan

Koi, karena ikan hidup di air dan di anggap masyarakat Jepang sebagai sumber

kehidupan. Selain itu ikan Koi juga dia nggap sebagai simbol dari kekuatan,

(21)

ikan Koi untuk membangkitkan kekuatan spiritual dan emosional. Yakuza

meyakini bahwa ikan Koi bertindak layaknya para samurai, berani menghadang

kematiannya sendiri setelah tertangkap lawan, dan kemampuan ikan Koi yang

berenang ratusan mil telah dipercaya sebagai simbol ketekunan.Yakuza menato

tubuhnya dengan warna yang berbeda-beda sekaligus untuk mewakili unsur-unsur

yang terkandung dalam Yin dan Yang itu sendiri.

(image: www.squidoo.com)

Warna hijau diartikan sebagai musim semi dan identik dengan pagi hari

dan mewakili unsur kayu sekaligus dimulainya sebuah kehidupan baru. Selain itu

unsur kayu melambangkan kretivitas dan pelaksanaan yang baik. Warna merah

bermakna unsur api dan identik dengan siang hari. Sekaligus warna merah

mewakili perasaan dan emosi yang harus bisa dikendalikan oleh yakuza. warna

putih mewakili dari unsur besi dan identik dengan malam hari, dan memiliki

karakter kemandirian dan kemauan keras. Warna kuning diartikan sebagai unsur

tanah dan mewakili kelembaban. Bagi yakuza sendiri warna kuning merupakan

konsentrasi, realisme dan stabilitas. Dan warna hitam mewaliki unsur air dan

dikaitkan dengan musim dingin sekaligus air merupakan lambang dari pemikiran

yang jernih.

Warna dan unsur tersebut memiliki makna saling berinteraksi dengan

saling mengisi satu sama lain. Kayu dibakar menjadi api yang kemudian berubah

menjadi tanah (abu), tanah adalah sumber besi, zat besi adalah mineral yang dapat

(22)

menghidupkan api, memperkuat tanah, memperkuat besi, memperkuat air dan

menghidupkan kayu.

(23)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Yakuza adalah kelompok kejahatan terorganisir di Jepang. Yakuza dikenal

juga sebagai gokudou (sindikat kejahatan transnasional) karena memiliki struktur

organisasi yang tersusun dengan rapi untuk mengatur segala aktifitas anggotanya.

Yakuza bukan sekedar preman jalanan seperti umumnya yang kita kenal selama

ini. Yakuza dapat dikatakan pertama kali muncul pada zaman Edo (1603-1868),

tepatnya pada pemerintahan Tokugawa Ieyasu. Pada awalnya yakuza adalah

sekumpulan samurai yang telah kehilangan tuannya (ronin) ketika terjadi perang

Sekigahara (1600), kemudian mereka tidak memiliki pekerjaan lagi.

Istilah yakuza sendiri muncul dari permainan judi yang sering dimainkan

oleh para pejudi (bakuto), yang sebagian besar anggotanya adalah para ronin yang

tidak memiliki pekerjaan. Yakuza memiliki arti orang yang tidak berguna, karena

sering kalah dalam permainan judi. Pada pertengahan zaman Edo, kelompok ini

membentuk dua difisi, yaitu tekiya dan bakuto. Tekiya adalah kelompok orang

yang bekerja sebagai pedagang dan menjual barang palsu serta

barang-barang hasil curian. Mereka juga bekerja sebagai pihak keamanan dan menarik

sejumlah uang dari pedagang lain atas jasa perlindungan.

Di dalam organisasi yakuza terdapat satu tradisi permohonan maaf

kepadaoyabun (orang tua) karena melakukan suatu kesalahan yang disebut

yubitsume. Yubitsume adalah pemotongan salah satu ruas jari dan dikirimkan

(24)

rahasia yang dikembangkan dan hanya diketahui artinya oleh sesama anggota

yakuza itu sendiri, gunanya agar rahasia dari organisasi tidak mengalir hingga ke

luar organisasi.

Selain memotong jari (yubitsume) tato merupakan suatu identitas

keanggotaan yakuza. Mentato diri merupakan ritual untuk menjadi anggota yakuza,

hal ini bermaksud untuk menunjukkan kesetiaan dan dedikasi mereka kepada

oyabun (orang tua) dengan merasakan rasa sakit dari proses pentatoan tersebut.

Tato atau rajah (tattoo) adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan

pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, tato atau rajah adalah implantasi

pigmen mikro.

Dalam bahasa Jepang, tato dikenal dengan istilah Horimono dan irezumi.

Irezumi lebih mengarah kepada pengertian tato yang diberikan kepada para

kriminal sebagai hukuman sehingga orang tersebut memang dipaksa untuk ditato.

Sedangkan Horimono orang yang ditato secara sukarela, sehingga orang yang

bertato dapat menentukan model, gambar atau tulisan yang diinginkan

Tato pada awalnya merupakan bentuk hukuman yang digunakan untuk

mengasingkan pelaku kejahatan dari masyarakat, yang biasanya terdapat di sekitar

lengan untuk setiap kejahatan yang telah dilakukannya.Penggunaan tato bagi

anggota yakuza mempunyai beberapa fungsi yaitu tato merupakan suatu jimat

yang efektif bagi anggota yakuza yang masuk penjara, tato bagi anggota yakuza

berfungsi untuk membuat orang takut.

Tato yang banyak digunakan anggota yakuza merupakan jenis tato

(25)

garis tebal, pola bersejarah dan gambar tradisional, seperti harimau, burung,

hewan mitos (naga), bunga (ceri jepang dan krisan), dan motif seperti amitabha

budha sangtathagata, bodhisattva siddham script (bonji).

Bagi setiap anggota yakuza, tato adalah sebuah tanda dari statusnya. Bagi

yakuza tato bergambarkan naga bermakna pelindung serta memiliki kepintaran,

kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki. Para anggota yakuza biasanya

memakainya di seluruh badan dan lengan agar kelihatan dengan jelas dan dapat

ditambahkan dengan karakter-karakter pendukung lainnya. Tato bergambarkan

naga yang dipakai yakuza biasanya ditambahkan karakter seram Kabuki (seni

tradisional masyarakat Jepang) untuk memperjelas statusnya sebagai organisasi

yang di takuti.

Bagi yakuza yang menggunakan tato bergambarkan singa dipercaya akan

membantu menumbuhkan rasa keberanian yang amat luar biasa. Gambar tato

singa ini berartikan yakuza tersebut memiliki rasa tanggung jawab yang besar atas

kekuasaannya. Dalam rangka untuk mendapatkan rasa hormat, seorang yakuza

tidak perlu unjuk gigi. Sedangkan tato bergambarkan singa yang menyerang

memiliki arti bahwa yakuza tidak akan menghindar diri untuk kelompok.

Bagi yakuza tato Jibo Kannon melambangkan dari sosok yang lemah

lembut, rela berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain.Hal tersebut

yang menjadi alasanyakuza menato tubuhnya dengan gambar Jibo Kannon. Dalam

(26)

Tato tidak hanya digunakan oleh yakuza laki-laki, tetapi juga yakuza

perempuan. Biasanya gambar dan motif yang digunakan oleh yakuza perempuan

ini lebih mengarah ke hal yang feminim, seperti Jigaku Dayu. Bagi mereka tato ini

dipercaya dapat menyelesaikan masalah dan keluar dari masalah yang selama ini

membelenggunya.

Yakuza biasanya memakai tato Yin dan Yang untuk mendeskripsikan sifat

yang saling berhubungan, berlawanan dan saling mengisi satu samalain, hal

tersebut sangat identik dengan sifat yakuza.Yakuza biasanya menato Yin dan Yang

di tubuhnya dengan gambar ikan Koi, karena ikan hidup di air dan di anggap

masyarakat Jepang sebagai sumber kehidupan. Selain itu ikan Koi juga dia nggap

sebagai simbol dari kekuatan, keberanian dan keindahan bagi yakuza.Yakuza

menato tubuhnya dengan gambar ikan Koi untuk membangkitkan kekuatan

spiritual dan emosional.

4.2 Saran

Sebagai penutup dari skripsi ini, penulis memberikan saranyang

hendaknya diperhatikan oleh para pembaca dalam menilai orang yang bertato.

Adapun saran-saran penulis adalah sebagai berikut:

1. Bila ingin menato tubuh, hendaknya mempertimbangkan akibatnya.

Karena orang yang menggunakan tato dianggap orang jahat.

2. Hendaknya bagi anda yang ditato gunakan bahan yang higienis dan

sterill, sehingga terhindar dari penyakit.

3. Gunakan motif dan gambar sesuai dengan kepribadian masing-masing

(27)

BAB II

YAKUZA DAN TATO

2.1 Yakuza

2.1.1 Awal Terbentuknya Yakuza

Sistem pemerintahan feodal di Jepang dimulai pada zaman Kamakura

(1192-1333) dan di akhiri dengan zaman Edo atau Tokugawa (1603-1868). Zaman

Edo atau Tokugawa ditandai dengan terjadinya perang Sekigahara (1600) di

Jepang yang melibatkan keluarga dari Toyotomi dengan keluarga Tokugawa.

Perang Sekigahara terjadi karena perselisihan para daimyo dari kedua keluarga

tersebut untuk mewarisi kekuasaan dan kedudukan sebagai shogun yang baru

menggantikan Toyotomi Hideyoshi yang meninggal pada tahun 1598.

Menurut tradisi, yang berhak mewarisi kedudukan shogun Toyotomi

Hideyoshi adalah putranya, yaitu Toyotomi Hideyori. Namun keluarga Tokugawa

Ieyasu yang kuat bisa merebut kedudukan sebagai shogun. Hal tersebut

meresahkan daimyo Ishida Mitsunari (1560-1600) yang merupakan pendukung

Toyotomi Hideyori. Maka Ishida Mitsunari mengumpulkan pengikutnya untuk

menjatuhkan Tokugawa Ieyasu sehingga terjadi perang Sakigahara. Perang

Sakigahara berhasil dimenangkan keluarga Tokugawa Ieyasu. Daimyo adalah

penguasa daerah yang berpenghasilan 10.000 koku per tahun, dan untuk yang

berpenghasilan di bawah 10.000 koku per tahun disebut Hatamot, (Situmorang,

(28)

2.1.2 Tekiya (Pedagang)

Kemenangan Tokugawa Ieyasu menyebabkan penguasa baru, dan

kemudian Tokugawa Ieyasu diangkat sebagai Sei Tai Shogun (Jendral berkuasa

penuh) dan mendirikan pemerintahan Bakufu di Edo (Tokyo) tahun 1603,

(Totman dalam Situmorang, 1995:20). Kondisi Jepang setelah perang sekigahara

belum begitu stabil karena banyak bushi yang tidak bertuan (ronin) berkeliaran di

jalan-jalan dan mengganggu masyarakat, karena mereka tidak mempunyai

pekerjaan, sedangkan mereka adalah orang-orang yang ahli dalam perang dan bela

diri.

Keadaan itu menyebabkan para ronin harus beralih profesi dari samurai

menjadi pedagang, menjadi guru seni bela diri dan sebagian bekerja di

pemerintahan. Namun tidak semua dari mereka yang berhasil dengan profesi

barunya dan kemudian menggunakan segala cara untuk bertahan hidup. Para ronin

yang gagal dengan profesi barunya tersebut biasanya membentuk

kelompok-kelompok dalam melakukan segala kegiatannya. Pada saat itu ada kelompok-kelompok yang

terkenal dengan gaya yang eksentrik bernama kabuki mono. Kabuki mono

merupakan para ronin yang sering melakukan tindakan yang menyimpang dan

berpenampilan eksentrik dengan cara berpakaian dan potongan rambut yang tidak

lazim serta selalu membawa pedang panjang kemanapun mereka pergi sebagai

alat untuk menakut-nakuti masyarakat pada zaman itu.

Oleh karena itu untuk melindungi kota dari ancaman kaum ronin para

pedagang dan masyarakat biasa membentuk machi-yokko (satgas kampung).

(29)

daerah mereka dari kaum ronin (kabuki mono).Kaum machi-yokko akhirnya

semakin mendapat pujian dari rakyat karena berjasa melindungi kaum miskin

yang tak berdaya. Di kalangan rakyat Jepang abad ke 17 kaum machi-yakko di

anggap sebagai pahlawan, padahal merekalah cikal bakal terbentuknya

Yakuza.Setelah berhasil mengalahkan kaum ronin, anggota dari machi-yokko

malah meninggalkan tugas awal mereka dan memilih menjadi preman. Profesi ini

di perparah dengan adanya campur tangan dari shogun dalam memelihara dan

melindungi para machi-yokko. Pada pertengahan zaman Edo, kelompok ini

membentuk dua difisi, yaitu tekiya dan bakuto. Tekiya adalah kelompok orang

yang bekerja sebagai pedagang dan menjual barang palsu serta

barang-barang hasil curian. Mereka juga bekerja sebagai pihak keamanan dan menarik

sejumlah uang dari pedagang lain atas jasa perlindungan.

2.1.3 Bakuto (Pejudi)

Sebenarnya kata yakuza berasal dari permainan kartu yang sering di

mainkan oleh para ronin yaitu sammai karuta atau tiga kartu, mirip dengan

permainan Black Jack. Jenis kartu yang digunakan pada permainan ini adalah

Hanafuda.Pada permainan kartu ini setiap pemain akan dibagikan tiga buah kartu.

Untuk menentukan menang atau kalah, akan dilihat dari angka terakhir dari total

nilai yang diperoleh. Seorang pemain dinyatakan menang jika total nilai yang

diperoleh adalah 19 karena angka terakhir adalah 9 yang merupakan nilai tertinggi

dari permainan tersebut. Awalnya kaum bakuto (pejudi) disewa oleh shogun untuk

(30)

gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa

disewa dengan harga murah.

Yakuza memiliki arti tidak berguna yang menunjuk pada seorang pemain

yang kalah dalam permainan judi karena memiliki kartu 8-9-3 atau

ya-ku-za.Istilah yakuza pada awalnya hanya di tujukan kepada pemain yang kalah dalam

permainan kartu, namun maknanya berkembang dan tidak lagi ditujukan kepada

seorang pemain saja, tetapi mengacu kepada seluruh orang yang bermain judi dan

kepada orang-orang yang melakukan penyimpangan dan menggangu ketentraman

masyarakat. Dalam masyarakat Jepang pada masa itu, orang-orang yang berjudi

dianggap sebagai pecundang dan tidak berguna, (Inami, 1992:353).

2.1.4 Yakuza Modern

Waktu pun berlalu, kaum bakuto dan tekiya menjadi satu identitas sebagai

yakuza. Kaum yang asalnya bertugas sebagai pelindung masyarakat dan kini di

takuti masyarakat. Para pemimpin Jepang memanfaatkan hal ini untuk

mengendalikan masyarakat dan menggerakkan nasionalisme. Yakuza direkrut oleh

pemerintah Jepang dalam aksi pendudukan di Manchuria dan Cina oleh Jepang

pada tahun 1930-an. Para yakuza dikirim ke daerah tersebut untuk merebut tanah,

dan memperoleh hak monopoli sebagai imbalan.

Peruntungan para yakuza berubah setelah Jepang menyerang Pearl Harbor.

Militer mengambil alih kendali dari tangan yakuza. Para anggota yakuza harus

memilih bergabung dalam birokrasi pemerintahan, jadi tentara atau masuk penjara.

(31)

Setelah Jepang menyerah, para anggota yakuza kembali ke masyarakat.

Muncul seseorang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi yakuza. Orang

itu ialah Yoshio Kodame, seseorang mantan prajurit militer dengan pangkat

terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame

berhasil mempersatukan kedua fraksi besar yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang

dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Yakuza

pun bertambah besar keanggotaannya, terutama di periode 1958-1963 saat

organisasi yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak

dari pada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame

dinobatkan sebagai goodfather-nya yakuza.

Yakuza sangat menyukai nilai-nilai dalam bushido atau kode etik dalam

kaum samurai. Layaknya ksatria, yakuza akan membuktikan kejantanan mereka

dengan ketabahan dalam menahan rasa sakit, lapar ataupun hukuman penjara. Tak

ubahnya samurai, kematian bagi yakuza adalah takdir yang puitis, tragis,

sekaligus terhormat.

Inti sistem nilai yakuza terletak pada konsep Giri dan Ninjo.Gagasan di

balik konsep Giri dan Ninjo mempunyai dampak besar bagi kaum samurai dan

terus menanamkan pengaruh kuat dalam masyarakat Jepang secara umum. Secara

sederhana, Giri bisa diartikan sebagai kewajiban atau tanggung jawab besar yang

sangat berkaitan dengan nilai-nilai tradisional Jepang yang kompleks. Nilai-nilai

yang dimaksud mencakup kesetiaan, terima kasih dan utang budi. Bisa dikatakan,

Giri adalah kain sosial yang yang mengikat Jepang dengan penerapan yang

(32)

Ruth Benedict, dalam buku klasiknya tentang kebudayaan Jepang, The

Chrysanthemum and the Sword (Pedang Samurai dan Bunga Seruni,1946),

mengutip peribahasa kuno: “Giri adalah hal yang paling berat untuk dipikul”, yang mengartikan bahwa kewajiban-kewajiban yang membentang luas, mulai dari

rasa terima kasih terhadap kebaikan hingga kewajiban membalas dendam.

Makna Ninjo kurang lebih sejajar dengan perasaan atau emosi. Salah satu

makna yang terkandung dalam Ninjo adalah kemurahan hati, simpati terhadap

kaum yang lemah, tidak berdaya, serta empati kepada orang lain. Ninjo biasanya

digunakan sebagai ungkapan penghubung dengan Giri. Friksi yang tercipta dari

dua kekuatan kewajiban melawan kasih sayang membentuk tema utama dalam

kesusasteraan Jepang. Dengan mengadopsi Giri dan Ninjo, yakuza bisa

menaikkan kedudukan mereka dalam masyarakat. Mereka bisa menunjukkan

bahwa, layaknya samurai, mereka mampu menggabungkan kasih sayang dan

kebaikkan melalui keahlian beladiri.

Setelah perang dunia ke-2 terbentuklah difisi ketiga yakuza, yaitu Guretai

(tukang pukul bayaran). Mereka menggunakan ancaman dan kekerasan untuk

mencapai tujuan mereka. Divisi ini membawa kekerasan terorganisir di

Jepang.Mereka menggantikan pedang tradisional dengan senjata api modern. Pada

masa militerisasi Jepang sebagian dari mereka ikut ambil bagian dalam dunia

politik dan membentuk garis militan ultra nasional atau disebut uyoku. Anggota

uyoku adalah orang-orang pemerintahan, pejabat militer dan para anggota dunia

bawah yang bertugas mengurus spionase dan pembunuhan politik. Selain itu

yakuza memiliki bisnis illegal seperti pachinko, perdagangan ampethamin

(33)

Di tahun 1980-an, yakuza mengembangkan sayap mereka hingga ke

Amerika Serikat, dan ikut masuk bisnis legal untuk mencuci uang mereka. Dalam

operasinya, yakuza membeli asset di Amerika dan salah satu yang pernah mencuat

ke permukaan adalah keterlibatan Prescott Bush, saudara dari presiden George

H.W.Bush dan paman dari George W. Bush, dalam asset Management

International Financing & Settlements di awal 1990-an.

Saat ini oraganisasi yakuza terpecah menjadi beberapa klan besar dan kini

ada empat klan terbesar. Klan tersebut adalah Yamaguchi gumi, Sumiyoshi kai,

Inagawa kai danAizukotetsu kai. Setiap klan dipimpin oleh goodfather-nya

masing masing. Setiap klan memiliki kekuatan yang berbeda-beda karena setiap

klan tidak memiliki anggota yang sama. Selain itu setiap klan memiliki lambang

atau simbol yang berbeda untuk membedakan asal dari yakuza tersebut.

Yamagumi guchi merupakan klanyakuza yang terbesar sekaligus salah satu gangster terkaya di dunia. Klan yakuza ini dipimpin oleh Harukichi Yamaguchi

yang memiliki kantor pusat di Kobe. Yakuza ini mengklaim telah berdiri sejak

tahun 1915 dan masih aktif hingga sekarang. Yakuza ini memiliki jumlah anggota

terbesar dengan jumlah 39.000 orang. Menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang,

pada tahun 2007 terdapat 20.400 anggota aktif dan 18.600 anggota asosiasi.

Yakuza yamagumi guchi memiliki banyak kegiatan kriminal, meliputi

perdagangan senjata, pembunuhan, penipuan bank, persekongkolan tender,

pemerasan,taruhan, pembunuhan kontrak, pemerasan,perdagangan narkoba,

perjudian ilegal, pornografi internet, loansharking, penipuan mail, pengaturan

pertandingan, pencucian uang, penipuan hipotek, pembunuhan, prostitusi,

(34)

Yakuza yamagumi guchi juga aktif dalam kegiatan sosial di Jepang, hal ini

terbukti dalam upaya bantuan besar-besaran untuk korban gempa di Kobe, mereka

membantu dengan distribusi makanan dan persediaannya. Bantuan ini sangat

penting bagi penduduk Kobe, karena dukungan resmi tidak konsisten dan kacau

selama beberapa hari. Selain itu yakuza ini juga terlibat dalam membantu korban

gempa Tohoku 2011 dan tsunami dengan membuka kantornya untuk umum dan

dengan mengirimkan pasokan ke daerah yang terkena gempa dan tsunami.

Lambang Yakuza KlanYamaguchi gumi.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Yamaguchi-gumi)

Sumiyoshikai (住) atau sering disebut dengan Sumiyoshi Rengo (

) adalah kelompok yakuza terbesar kedua di Jepang dengan perkiraan

anggota 20.000 orang. Sumiyoshikai adalah konfederasi geng kecil yang di pimpin

oleh Shigeo Nishiguchi. Kelompok ini memiliki sejarah yang kompleks, dengan

banyak perubahan nama sepanjang jalan. Yakuzaini didirikan pada tahun 1958

oleh Minatokai (港会) dan Shigesaku Abe yang merupakan Socho ke 3 (総

長)sebagai pemimpin tertinggi dari SumiyoshiIkka. Yoshimitsu Sekigami yang

Socho 4 dari SumiyoshiIkka menamainya ke Sumiyoshi kai. Itu menerima kontrol

(35)

Lambang dari yakuza Klan Sumiyoshi Kai

(http://en.wikipedia.org/wiki/Sumiyoshi-kai)

Inagawa kai (稲 川 会) Adalah klan yakuza yang terbesar ketiga di Jepang, jumlah anggota yakuza ini 15.000 anggota . Hal ini didasarkan di wilayah

Kanto, dan merupakan salah satu organisasi yakuza pertama yang mulaiberoperasi

di luar negeri.Inagawa kai didirikan di Atami dan Shizuoka pada tahun 1949

sebagai Inagawagumi (稲川組) oleh Kakuji Inagawa.Inagawagumi berganti nama

menjadi Inagawakai pada tahun 1972 Setelah Kakuji Inagawa meninggal.Sebagian besar anggotanya diambil dari bakuto (penjudi tradisional),

dan perjudian ilegal telah lama menjadi sumber penghasilan utama yakuza ini. Hal

ini juga diperluas ke bidang-bidang seperti perdagangan narkoba, pemerasan,

danprostitusi .

Yakuza ini juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini terbukti dalam

berbagai aksi kemanusiaan seperti gempa dan tsunami Tohoku pada tahun 2011.

Mereka mengirimkan 100 ton pasokan makanan, termasuk ramen instan, tauge,

(36)

Lambang dari yakuza Klan Inagawa Kai

(wikipedia.org/wiki/Inagawa-kai 24)

Aizukotetsu kai (五 代 目 会 津 小 鉄 会) atau sering disebut Godaime

Aizukotetsu kai. Kadang-kadang ditulis Aizu Kotetsukai atau Aizu Kotetsu kai,

adalah organisasi yakuza terbesar keempat di Jepang dan berbasis di

Kyoto.Aizukotetsu kai adalah sebuah federasi dari sekitar 100 kelompok yakuza

Kyoto, yang terdiri dari sekitar 7.000 anggota.Pada tahun 1992 Aizukotetsu kai

menjadi salah satu sindikat yakuza pertama dibawah undang-undang

antiboryokudan Jepang, yang memberikan polisi kekuasaan diperluas untuk

menindak yakuza.

Lambang dari yakuza Klan Aizukotetsu kai

(37)

2.1.5 Struktur Yakuza

Struktur yakuza setelah perang dunia II terlihat semakin jelas dan rapi, ini

dapat dibuktikan dengan adanya kerjasama yang baik dan rapi sesama anggota

yakuza. Selain itu organisasi yakuza pada saat ini telah memiliki beberapa jabatan

layaknya pemerintahan sendiri.

Pada setiap organisasi yakuza, setidaknya terdiri dari unit terkecil yaitu

oyabun dan kobun. Oyabun memiliki penasehat (saiko komon), saiko komon

terdiri dari pengacara, akuntan dan sekretaris. Dibawah oyabun terdapat

wakagashira, yaitu orang nomor dua setelah oyabun tetapi tidak memilki

kekuasaan. Wakagashira adalah atasan dari wakashu atau yang lebih dikenal

dengan kobun, dan tugas dari wakagashira ini adalah menjadi penghubung antara

oyabun dengan kobun-kobun-nya. Selain itu terdapat juga shatei gashira, yang

merupakan orang nomor tiga di dalam organisasi yakuza. Shatei gashira

merupakan pemimpin dari para anggota yakuza yang masih junior.

Sebelum bertindak, setiap anggota yakuza terlebih dahulu menunggu

perintah dari oyabun, dan tidak akan bertindak sesuka hati tanpa adanya perintah

dari oyabun. Setiap organisasi yakuza memiliki peraturan-peraturan sendiri yang

wajib dipatuhi dan dijalankan oleh anggotanya. Oyabun memegang kekuasan

penuh untuk mengatur jalannya organisasi, termasuk wewenang untuk

menghukum anggota yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan organisasi.

Jika seorang oyabun memiliki banyak kobun yang mendirikan ikka-nya

sendiri, dan kobun tersebut menjadi oyabun di ikka yang baru didirikannya

(38)

menunjukan bahwa ia merupakan pimpinan tertinggi dari sebuah organisasi

kompleks yang membawahi banyak unit semi independent, dikatakan semi

independent karena ikka yang baru terbentuk merupakan cabang dari ikka yang

didirikan pertama kali oleh oyabun, namun ikka baru tersebut berhak menjalankan

kegiatannya sendiri tetapi tetap berada dibawah perlindungan ikka inti.

Pada saat ini, semakin banyak organisasi-organisasi yakuza baru yang

bermunculan, ini disebabkan karena banyak yang menilai menjadi anggota yakuza

merupakan cara yang gampang untuk dapat memproleh uang, meskipun harus

berhadapan dengan resiko yang besar. Selain itu banyak terjadi

pertikaian-pertikaian dan selisih paham yang mengakibatkan terjadinya perpecahan di

organisasi yakuza, sehingga tidak jarang seorang anggota keluar dari satu

oraganisasi dan mendirikan organisasinya sendiri dan menjadioyabundi organisasi

yang baru didirikannya tersebut.

2.1.6 Yubitsume (Potong Jari)

Di dalam organisasi yakuza terdapat satu tradisi permohonan maaf

kepadaoyabun (orang tua) karena melakukan suatu kesalahan yang disebut

yubitsume. Yubitsume adalah pemotongan salah satu ruas jari dan dikirimkan

kepadaoyabun (orang tua). Ada banyak alasan pemotongan jari ini dilakukan,

seperti memperkosa, tidak melakukan kewajiban dengan baik, memalukan

keluarganya, menyebabkan anggota keluarga lain tertangkap atau terbunuh maka

(39)

memotong ruas jarinya dan mempersembahkannya kepada oyabun (orang tua)

dengan membungkusnya menggunakan kain berwarna putih.

Jari yang pertama sekali dipotong adalah jari kelingking, berikutnya jari

kelingking tangan yang satunya. Lalu menuju ke jari manis, begitu seterusnya

kalau dia melakukan kesalahan. Bakuto (orang tua) biasanya memaafkan

kesalahan yang tidak terlalu besar, tetapi jika tingkat kesalahannya terlalu besar

seperti menghianati keluarga, maka tidak ada lagi yang bisa membantunya selain

dengan cepat di eksekusi mati.

Kebiasaan ini berasal dari kelompok bakuto. Jika pejudi tidak bisa

membayar hutang, maka dia akan memotong jari kelingkingnya, yang

mengakibatkan lemahnya menggenggam samurai atau pedang. Dilain sisi juga

menyebabkan beberapa masalah buat dirinya sendiri, karena orang yang jarinya di

potong salalu gampang untuk diawasi dan ditangkap polisi.

2.1.7 Kode dan Bahasa Rahasia

Pada saat sesama anggota yakuza bertemu, mereka memiliki kebiasaan

untuk saling memperkenalkan identitas mereka masing-masing. Jika yang bertemu

adalah oyabun dari suatu organisasi dengan kobun dari organisasi lain, maka tata

cara hirarki dapat dengan mudah dilakukan. Misalnya pada saat memperkenalkan

diri masing-masing, oyabun mengidentitaskan dirinya dengan cara menunjukkan

ibu jarinya, sedangkan kobun akan menyembunyikan ibu jarinya dan menunjukan

jari kelingkingnya yang menandakan bahwa dia merupakan kobun yang masih

(40)

Selain itu, organisasi yakuza juga memiliki bahasa rahasia yang

dikembangkan dan hanya diketahui artinya oleh sesama anggota yakuza itu sendiri,

gunanya agar rahasia dari organisasi tidak mengalir hingga ke luar organisasi

(Lebra, 1974:54).

1. Membalikkan penggalan kata dari belakang ke depan, seperti:

Takusan menjadi santaku artinya banyak,

Yaku menjadi kuya artinya tidak beruntung,

Tabi menjadi bita artinya perjalanan.

2. Memenggal sebagian huruf dari satu kata, seperti:

Keisatsu menjadi satsu berarti Polisi, Shobai menjadi bai berarti Pasar.

2.2 Tato

2.2.1 Sejarah Tato

Tato adalah salah satu simbol tertua yang digunakan oleh berbagai

suku-suku kuno dan memiliki arti penting. Secara etimologis, simbol (symbol) berasal

dari kata Yunani yang berarti melemparkan bersama suatu (benda atau perbuatan)

dikaitkan dengan suatu ide, (Dihta dalam Hartoko & Rahmanto, 1998:133). Ada

pula yang menyebutkan “symbolos” yang berarti tanda atau ciri yang memberitahukan sesuatu hal kepada seseorang, (Ditha dalam Herusatoto,

(41)

Manusia selalu berusaha untuk meningkatkan penampilan mereka. Oleh

karena itu, perhiasan, pakaian dan aksesoris lainnya telah ada sejak dahulu kala.

Salah satu cara kuno untuk menghias diri yang dikenal umat manusia dan telah

berlangsung lama adalah tato. Pada awalnya tato digunakan untuk semua tujuan.

Selama bertahun-tahun tato digunakan sebagai simbol pangkat, simbol

spiritualitas, pengabdian, agama dan penghargaan untuk keberanian atau juga

jimat. Tato juga digunakan sebagai simbol hukuman dan perbudakan. Tato telah

menjadi salah satu seni tubuh yang paling sering digunakan masyarakat untuk

mengenang suatu kejadian.

Secara bahasa, tato berasal dari kata “tatau” dalam bahasa Tahiti yang berarti tanda atau menandakan sesuatu. Tato merupakan adaptasi dari kata

polinesia, yaitu “tatao” yang berarti tekan atau menandai seseorang. Kata ini diciptakan oleh Kapten James Cook pada tahun 1769. Cara asli untuk membuat

tato saat itu jauh lebih ekstrim dari pada zaman sekarang. Sebuah sisir yang

runcing dicelupkan ke dalam jelaga yang kemudian ditusukkan ke tubuh. Bahan

awalnya pun berasal dari arang tempurung yang dicampur dengan air tebu.

Tato atau rajah (tattoo) adalah suatu tanda yang dibuat dengan

memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, tato atau rajah adalah

implantasi pigmen mikro. Rajah dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan.

Rajah pada manusia merupakan suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara rajah

(42)

2.2.2 Keberadaan Tato di Setiap Negara

Tidak ada bukti yang jelas tentang keberadaan tato dalam sejarah, hingga

ditemukannya tubuh manusia yang telah membeku, yang telah berusia 5000 tahun,

pada tahun 1991. Para ahli meyakini bahwa mumi ini muncul sekitar 3300 tahun

SM.

Sejarah tato dalam budaya Mesir telah lazim di dalam bentuk seni mereka.

Pada tahun 1891, mumi dari seorang imam dari dewi Hathor bernama Amunet

ditemukan. Mumi ini memiliki beberapa pola geometris tato di sekujur tubuhnya.

Seni tato Mesir melambangkan praktek ritual dan dari situlah seni tato tersebar

sampai ke Yunani, Persia, Arab dan Asia.

Di Cina, seni tato kuno telah ditampilkan dalam sastra Cina sejak dinasti

Zhou dari 1045 SM sampai 256 SM. Di dataran Tiongkok kuno, tato dikaitkan

dengan kelompok penjahat, bandit dan gangster. Orang-orang Cina menganggap

tato sebagai tanda dan digunakan hanya sebagai hukuman. Selain itu tato alias

Wen Shen konon artinya akupuntur badan. Pada masa dinasti Ming (350 tahun

yang lalu), wanita dari suku Drung membuat tato di wajah dan bokongnya agar

kelihatan kurang menarik. Ketika itu mereka diserang oleh sekelompok etnis

lainnya dan pada saat itu mereka menangkapi beberapa wanita dari etnis Drung

untuk dijadikan sebagai budak. Demi menghindari terjadinya perkosaan, para

wanita tersebut kemudian mentato wajah mereka untuk membuat mereka

kelihatan kurang menarik di mata sang penculik. Meskipun kini para wanita dari

etnis minoritas Drung ini tidak lagi dalam keadaan terancam oleh penyerangan

(43)

adat-istiadat ini sebagai sebuah lambang kekuatan kedewasaan. Para anak gadis dari

etnis minoritas Drung mentato wajahnya ketika mereka berusia antara 12 dan 13

tahun sebagai sebuah simbol pendewasaan diri.

Tato di Negara Yunani biasanya digunakan untuk menunjukkan lambang

perbudakan. Bangsa Maya dan Aztec Incans juga diketahui menggunakan tato.

Untuk tanda atau simbol milik kelompok suku. Selain itu bangsa Yunani kuno

memakai tato sebagai tanda pengenal para anggota intelijen mereka, alias

mata-mata perang pada saat itu. Disini tato menunjukkan pangkat dari mata-mata-mata-mata

tersebut.

Bangsa Romawi memakai tato sebagai tanda bahwa seseorang itu berasal

dari golongan budak dan tato digunakan para tahanan ke seluruh tubuhnya. Di

Kepulawan Solomon, tato digunakan di wajah perempuan sebagai ritus untuk

menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Sementara suku Nuer di Sudan

memakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak laki-laki. Suku Indian

menato tubuh mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukan status sosial.

Menurut kepercayaan orang Polinesia, kekuatan spiritual dan keyakinan

yang kuat diwakili oleh tato. Dalam budaya Samoa, tato melambangkan jajaran,

kelahiran, reputasi keluarga, dsb.

Arkeolog telah menemukan seni tato Jepang dibanyak patung-patung

tanah liat dari makam kuno yang telah berusia sekitar 5000 tahun. Patung-patung

tanah liat tersebut memiliki wajah manusia dengan tanda tato. Tato dianggap

religius dan diketahui memiliki kekuatan magis. Dalam sejarah dinasti di Cina

(44)

Jepang memperluas tato dalam bentuk seni yang estesis, dimulai sekitar tahun

1700 M. Pada saat itu tato bagi orang Jepang kelas menengah bawah juga

dimaksudkan sebagai reaksi disiplin terhadap hukum menyangkut cara hidup

konsumtif. Pada waktu itu orang kaya di Jepang biasa berpakaian dengan banyak

hiasan. Oleh karena itu, sebagai resistensinya, kaum menengah bawah menghiasi

tubuhnya dengan tato.

Orang-orang di Timur Tengah menggunakan tato dalam keadaan

berkabung untuk orang mati. Hal ini dilakukan untuk menghormati orang mati

tersebut dan merasa kehilangan.

Sementara itu di Negara India dan Thailand, banyak berhala memiliki

desain tato. Para biarawan cenderung menggunakan tato agar memiliki kekuatan

magis tertentu untuk mendapatkan energi dan meningkatkan keterampilan mereka.

Di Indonesia, jenis tato tertua adalah tato yang dimiliki oleh suku Mentawai, tato yang digunakan suku Mentawai hanya berbentuk huruf.

Menurut catatan sejarah, orang Mentawai sudah menato badan sejak kedatangan

mereka ke pantai barat Sumatera. Bangsa Proto Melayu ini datang dari daratan

Asia (Indocina), pada zaman Logam, 1500 SM-500 SM. Di Mentawai, tato

dikenal dengan istilah titi. Bagi orang Mentawai, tato merupakan roh kehidupan.

Tato memiliki empat kedudukan pada masyarakat ini, salah satunya adalah untuk

menunjukkan jati diri dan perbedaan status sosial atau profesi. Bagi masyarakat

Mentawai, tato juga memiliki fungsi sebagai simbol keseimbangan alam.

(45)

Berbicara tentang Indonesia, tato tribal adalah desain tato dari Borneo

yang terkenal saat ini. Kalimantan merupakan salah satu dari beberapa tempat

yang berhasil menjaga warisan budaya, dalam masyarakat Dayak, tato bukan

sekedar hiasan tubuh atau agar dianggap jagoan. Tetapi, tato bagi masyarakat

Dayak memiliki makna yang sangat mendalam. Oleh karena itu, tato tidak bisa

dibuat sembarangan. Cara pembuatan tato suku Dayak pun masih sangat

tradisional dan alami, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya sekitar. Jelaga

dari lampu sentir atau arang periuk dan kuali digunakan sebagai pewarna. Bahan

tersebut dicampur dengan gula dan diaduk sedemikian rupa. Semetara itu

jarumnya menggunakan duri pohon jeruk yang ukurannya cukup panjang dan

tajam. Jika motif tatonya rumit, maka proses penatoan memakan waktu satu

hingga dua hari, dan menyebabkan pendarahan, bengkak hingga demam. Tato

tradisional suku Dayak hanya memiliki satu warna, yaitu hitam kebiru-biruan.

Bagi suku Dayak, tato lebih dari sekedar gaya hidup, tapi tato menjelaskan

beberapa hal, seperti tradisi religi, status sosial, penghargaan terhadap

kemampuan, ahli pengobatan dan menandakan seseorang sering mengembara.

2.3. Yakuza dan Tato

2.3.1 Sejarah Kedekatan Yakuza dengan Tato

Tato merupakan tradisi mulia di Jepang. Banyak orang beranggapan

desain tato Jepang adalah salah satu yang terbaik di dunia dan telah berusia

(46)

menyebutkan “orang bertubuh besar maupun kecil menato wajah dan tubuh

mereka”. Hal tersebut diterima secara luas oleh bakuto semasa Jepang feodal.

Fenomena tato tidak hanya dipunyai oleh masyarakat sipil Jepang, tradisi

tato juga melanda para samurai.Bahkan, diperkirakan selama masa periode Tenso

(1573-1591), pasukan klanSatsuma (kini merupakan daerah Kagoshima) menato

tubuh mereka dengan karakter tato Jepang yang khas, yaitu di lengan atas. Tato di

kalangan militer berlanjut pada abad pada abad 19. Mayoritas pasukan Samurai

menggunakan tato sebagai cara mudah melakukan identifikasi ketika berperang

dan juga sebagai penanda dalam evakuasi jenazah. Full body tattoo juga

terinspirasi dari kostum yang digunakan oleh pasukan Samurai yang disebut

jimbaori.Model pakaian ini berupa jas tak berlengan menyerupai rompi baja.

Kostum ini disukai para samurai karena menunjukkan keberanian dan kegagahan.

Selain dikalangan Samurai, tato juga berkembang dikalangan yakuza. pada

zaman Edo, tato sudah digunakan oleh para anggota yakuza, tetapi pada zaman

tersebut tato masih belum menjadi sesuatu yang luar biasa dikalangan yakuza.

Tato menjadi sangat popular di kalangan yakuza diawali dengan perkembangan

ekonomi Jepang. Perkembangan ekonomi menyebabkan munculnya sejumlah

pengusaha yang membutuhkan lembaga yang bergerak di luar jalur hukum

sebagai pelindung kegiatan bisnis mereka.

Tato yakuza merupakan bentuk hukuman yang digunakan pemerintah

untuk mengasingkan para penjahat dari masyarakat. Biasanya para penjahat diberi

tato di bagian lengan dengan bentuk lingkaran hitam, semakin banyak kejahatan

(47)

Pembuatan tato secara tradisional adalah proses yang sangat menyakitkan.

Seniman tato menggunakan alat yang diukir dari tulang atau kayu dengan ujung

berupa sekelompok jarum kecil. Ketika proses penatoan berlangsung maka akan

terasa menyakitkan, khususnya bagian yang sensitif seperti dada atau bokong.

Pembuatan tato besar kemudian menjadi semacam uji kekuatan. Para bakuto

dengan cepat menerapkan praktik tersebut demi menunjukkan keberanian,

ketangguhan dan maskulinitas mereka kepada dunia.

Pada saat yang sama, tato juga memiliki tujuan sederhana, yaitu sebagai

luka yang membedakan orang buangan dari kelompok buangan lainnya. Tato

menandakan yakuza sebagai orang yang tersisih dan selamanya tidak mampu atau

tidak bersedia beradaptasi dalam masyarakat. Oleh karena itu pada saat bermain

kartu Oicho kabu dengan sesama anggota yakuza, mereka akan membuka baju

mereka atau menggantungkan baju mereka di sekitar pinggang. Hal ini dilakukan

untuk menunjukkan seluruh tato yang ada ditubuh mereka, sebab biasanya mereka

selalu menjaga dan menyembunyikan tato yang mereka miliki dari masyarakat

dengan menggunakan kemeja lengan panjang dan berkerah tinggi.

2.3.2 Fungsi Tato bagi Yakuza

Tato selama ini banyak sekali ceritanya dan sudah terukir kuat di benak

semua orang di Jepang kalau orang yang bertato adalah yakuza. Tato memang

sejak dulu menjadi budaya Jepang dan sebagai lambang kelompok tertentu. Pada

hakekatnya yakuza dimulai dari kelompok orang berotot yang bekerja sebagi kuli

(48)

bekerja tanpa baju. Untuk memberikan pemandangan yang lebih baik, dari pada

badan berkeringat dianggap menjijikan dan tidak baik di pandang, maka para

pekerja banyak yang menato tubuhnya, sehingga keringat tidak begitu kelihatan

dan masyarakat sekitar hanya melihat gambar saja di badannya. Oleh karena itu

banyak markas besar yakuza di daerah pelabuhan seperti Yokohama, Kobe dan

Fukuoka.

Penggunaan tato bagi anggota yakuza mempunyai beberapa fungsi. Dulu

bagi anggota yakuza yang masuk penjara, tato merupakan suatu jimat yang efektif

karena orang yang menggunakan tato tidak akan diganggu dan tidak akan disiksa

oleh penghuni lapas lainnya sebab mereka tahu yang menggunakan tato adalah

yakuza. oleh karena itu bagi anggota yakuza yang memiliki tato lebih banyak

didiamkan.

Selain sebagai jimat di dalam penjara, tato bagi anggota yakuza berfungsi

untuk membuat orang takut. Dalam pekerjaan menjalankan perintah seseorang,

misalnya menagih hutang, apabila yang ditagih sedikit saja melihat tato biasanya

sudah langsung tau dan ketakutan, karena yang dihadapi adalah yakuza yang tak

pernah main-main sehingga tagihan dapat berjalan dengan lancar. Banyak

masyarakat yang sungkan, tidak mau menghadapi kesulitan, jadi yang diinginkan

anggota yakuza langsung dipenuhi.

(49)

2.3.3 Jenis Tato Yakuza

Dalam bahasa Jepang, tato dikenal dengan istilah Horimono (彫 物)

“hor i (彫 )” yang berarti ukiran atau pahatan, sedangkan “mono (物)” adalah

barang atau benda. Jadi, Horimono adalah benda yang berukir atau berpahat. Atau

Irezumi (入 墨 atau 入 墨) secara harfiah berarti memasukkan tinta. Pada awalnya kedua kata ini mempunyai arti yang berbeda walaupun lama-kelamaan

kedua mempunyai arti yang sama. Pada abad ke-17, kata Irezumi lebih mengarah

kepada pengertian tato yang diberikan kepada para kriminal sebagai hukuman

sehingga orang tersebut memang dipaksa untuk ditato. Sedangkan Horimono

orang yang ditato secara sukarela, sehingga orang yang bertato dapat menentukan

model, gambar atau tulisan yang diinginkan.Namun setelah hukuman dengan

tanda kenal dihapuskan sekitar 1720, maka tato dikenal dengan istilah Irezumi

yang tidak lagi punya hubungan dengan kriminal.

Ada pula yang ditulis dengan bunshin yang secara harfiah berarti

menghiasi tubuh. Namun demikian ucapannya tetap irezumi walaupun huruf

(irezumi) masih tetap digunakan. Selain ditulis dengan bunshin, tato juga ditulis

dengan huruf horiiremon yang berarti membuat pola dan beberapa wilayah seperti

di Saka dan Kyoto, tato disebut irebokuro. Tato semacam ini dikenal dikalangan

wanita penghibur yang umumnya dipakai sebagai pernyataan setia terhadap

kekasihnya atau pria pelanggannya dan memberikan sensasi yang berbeda ketika

bercinta.

Irezumi berbeda dengan tato kebanyakan, irezumi dibuat dengan ukuran

(50)

yang biasa digunakan dan menjadi tempat favorit untuk dijadikan media irezumi

adalah bagian punggung. Bentuk-bentuk yang biasa dipakai dalam irezumi adalah

bentuk dari makluk-makluk mitologi seperti naga dan burung phonix, kemudian

bentuk binatang liar seperti singa dan elang. Selain itu setan dan jin dan

tokoh-tokoh religius agama Budha juga sering dipakai dalam irezumi.

Pada awal pemerintahan Meiji (1868-1912) terjadi beberapa perubahan

dalam penggunaan pengertian tato,(1) digunakan istilah irezumi, yang mempunyai

kaitan dengan hukum; (2) bunshin; (3) tetap diucapkan sebagai irezumi atau shisei.

Tetapi setelah pemerintahan Meiji mengadopsi kebudayaan barat, maka irezumi

dilarang karena berpendapat bahwa irezumi merupakan warisan dari suku Barbar

pada masa lalu. Namun para seniman tato tidak kehilangan mata pencahariannya,

mereka mendapat klien baru yaitu pelaut-pelaut dari berbagai negara yang

berlabuh di pelabuhan di Jepang.

Karakter yang menggabungkan 刺青 makna “menembus”. “Menusuk”,

atau “tusuk”, dan “biru” atau “hijau”, merujuk kepada tradisional Jepang tato

metode dengan menggunakan tangan. Pengertian pada huruf pertama berarti tato

adalah menusuk atau melubangi, sedangkan huruf kedua hijau atau biru.

Walaupun tato pada umumnya dibuat dengan tinta berwarna hitam, tetapi apabila

sudah masuk kedalam kulit maka warnanya akan tampak hijau kebiruan.

Berdasarkan kedua istilah tersebut maka pengertian tato di Jepang, terdapat dua

pengertian: (1) istilah irezumi lebih umum digunakan bagi para kriminal, bersifat

(51)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia adalah mahluk sosial yang dalam kesehariannya berinteraksi dengan

sesamanya dengan menghasilkan apa yang disebut dengan peradaban. Semenjak

terciptanya peradaban dan seiring dengan terus berkembangnya peradaban

tersebut, melahirkan berbagai macam bentuk kebudayaan.

Ienaga Saburo dalam Situmorang (2009:2-3) menjelaskan kebudayaan dalam

arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas kebudayaan adalah seluruh cara hidup

manusia (ningen no seikatsu no itonami kata). Ienaga menjelaskan bahwa

kebudayaan ialah keseluruh hal yang bukan alamiah. Sedangkan dalam arti sempit

kebudayaan adalah terdiri dari ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan dan seni,

oleh karena itu Ienaga mengatakan kebudayaan dalam arti luas ialah segala

sesuatu yang bersifat konkret yang diolah manusia untuk memenuhi

kebutuhannya. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit ialah sama dengan

budaya yang berisikan sesuatu yang tidak kentara atau yang bersifat semiotik.

Kemajuan Negara Jepang yang sangat pesat pada saat ini tidak terlepas dari

cara hidup mereka yang sehat dan sistem pendidikan yang bagus. Setiap

membicarakan Jepang, selalu yang terbayang adalah Negara yang maju, kreatif,

inovatif yang dapat menciptakan teknologi yang canggih dan modern sehingga

menjadikan Jepang dengan tingkat perekonomian yang tinggi. Tetapi setiap

(52)

dan sangat meresahkan masyarakat. Bila di Italia terkenal dengan Mafia, di

Hongkong di kenal TRIADnya. Di Jepang juga memiliki kelompok kriminal yang

sangat meresahkan masyarakat, yang dikenal dengan sebutan yakuza.

Yakuza adalah kelompok kejahatan terorganisir di Jepang. Yakuza dikenal juga

sebagai gokudou (sindikat kejahatan transnasional) karena memiliki struktur

organisasi yang tersusun dengan rapi untuk mengatur segala aktifitas anggotanya.

Yakuza bukan sekedar preman jalanan seperti umumnya yang kita kenal selama

ini. Disaat pelaku kejahatan kriminal umumnya harus menyembunyikan identitas

dirinya dari kejaran pihak berwajib, mereka justru tampil sebaliknya, tampil beda

dengan gaya pakaian, bahasa khusus dan yang paling mencolok adalah tato.

Seluruh anggota yakuza harus menunjukan kesetian mereka dalam beberapa hal,

seperti rela mengorbankan diri sendiri untuk melindungi oyabun (orang tua) dan

siap menerima hukuman apa saja jika melakukan kesalahan yang ringan dan berat,

seperti mentato seluruh tubuh dan memotong jari (yubitsume), hal ini lama

kelamaan menjadi tradisi di organisasi yakuza dan menjadi identitas setiap

anggota yakuza. Hal inilah yang membedakan yakuza dengan organisasi kriminal

lainnya di dunia, seperti mafia di Italia dan gangster di Amerika.

Tradisi memotong jari (yubitsume) pada anggota yakuza dilakukan karena

melanggar larangan bakuto (pejudi tradisional), seperti memperkosa. Biasanya jari

yang dipotong terlebih dahulu adalah ruas jari pertama kelingking, kemudian ruas

jari yang telah dipotong dibungkus dengan kain yang berkualitas baik dan

dipersembahkan kepada oyabun (orang tua).Hal ini dimaksudkan sebagai

(53)

Selain memotong jari (yubitsume) tato merupakan suatu identitas keanggotaan

yakuza. Mentato diri merupakan ritual untuk menjadi anggota yakuza, hal ini

bermaksud untuk menunjukkan kesetiaan dan dedikasi mereka kepada oyabun

(orang tua) dengan merasakan rasa sakit dari proses pentatoan

Gambar

Gambar 1:  Yakuza dengan Tato Gambar Naga.
Gambar 2: Yakuza dengan Tato Gambar Singa
Gambar 4: Yakuza  dengan Tato Gambar Jigaku Dayu
Gambar 5: Yakuza  dengan Tato Ikan Koi  Sumber: www.google.com
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dermatitis kontak karena pemakaian tato temporer yang mengandung PFD, terbukti dengan adanya hasil uji tempel positif kuat (++) terhadap PFD dan bahan tato temporer yang

Atwar Bajari, M.Si danPembimbing Pendamping Agus Setiaman, S.Sos., M.Ikom.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui realitas makna tato menurut pandangan anggota komunitas

Oleh karena itu, perancangan buku ini dibuat agar dapat memberikan informasi tentang tato dan juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat bahwa

Namun seiring berjalannya waktu, sang pemilik studio tato, tattoo artist , sekaligus pendiri komunitas BCT ini, memutuskan membuka sebuah distro anak muda yang mengharuskan

Setiap gambar-gambar pada tubuh yang ditato pasti memiliki arti yang sangat penting didalam hidupnya, karena tato bukan hanya gambar sembarangan yang dapat

Sedangkan yang lebih di tekankan dalam pembuatan tato yang baik adalah SOP (standar oprasional prosedur) dalam pelaksaan tato, lebih menitik beratkan ke

Banyak anggota komunitas yang ingin lebih mengetahui tentang karakterisitik studio tato El Diablo terutama dari ciri khas gaya gambar tato artistnya yang memiliki kesan seram dan

Selain itu juga di era sekarang untuk melamar pekerjaan ada beberapa instansi khususnya Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS yang memiliki syarat tidak diperbolehkan memiliki tato di tubuh