• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Kesiapan Self Directed Learning Pada Mahasiswa Tahap Pendidikan Klinik UIN Syarif Hidayatulah Dan Faktor– Faktor Yang Berhubungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Kesiapan Self Directed Learning Pada Mahasiswa Tahap Pendidikan Klinik UIN Syarif Hidayatulah Dan Faktor– Faktor Yang Berhubungan"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN KLINIK UIN SYARIF

HIDAYATULLAH DAN FAKTOR-FAKTOR YANG

BERHUBUNGAN

Laporan Penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk meperoleh gelar SARJANA KEDOKTERAN

OLEH:

Nurhalimah Aruan

NIM: 1110103000025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

ii

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat yang telah diberikan, yang mengizinkan penulis untuk belajar hingga tepat pada waktunya penulis harus menuliskan laporan penelitian ini. Penulis menyadari, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak maka penelitian ini tidak akan pernah terselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr (hc). dr. M.K Tadjudin, SpAnd, dr. M. Djauhari Widjajakusumah, DR. Arif Sumantri, S.KM, M.Kes, Dra. Farida Hamid, MA selaku Dekan dan Pembantu Dekan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. dr. Witri Ardini, M.Gizi, Sp.GK selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter atas bimbingan yang diberikan selama penulis menempuh pendidikan di PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

3. dr. Francisca A. Tjakradidjaja, MS, SpGK, M.Biomed selaku pembimbing 1 yang telah banyak mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga untuk membimbing penulis dalam melakukan penelitian dan menyusun laporan penelitian ini.

4. dr. Erfira, SpM selaku pembimbing 2 yang telah memberikan masukan judul penelitian dan banyak mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga untuk membimbing penulis dalam melakukan penelitian dan menyusun laporan penelitian ini.

5. drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D selaku penanggungjawab modul Riset yang tidak pernah lelah selalu mengingatkan penulis untuk segera menyelesaikan penelitian.

(6)

iii

8. Kakak dan Adik tersayang, Endang Darlina Aruan, Nurbaya Aruan, Nurafni Aruan, Nurubah Aruan, Daruan aruan, Sherli indah permay Aruan Terimakasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan.

9. Teman-teman satu kelompok penelitian, Emi, Dela. Terimakasih atas kerja sama yang luar biasa 1 tahun belakangan. Semoga kerja sama kita dapat berlanjut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat penulis harapkan. Demikian laporan penelitian ini penulis susun, semoga bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Dan semoga Allah SWT berkenan memasukkannya sebagai amal jariyah di Akhirat kelak. Amiin.

Ciputat,11 September 2013

(7)

iv

Nurhalimah Aruan. Gambaran Kesiapan Self Directed Learning Pada Mahasiswa Tahap Pendidikan Klinik UIN Syarif Hidayatulah Dan Faktor– Faktor Yang Berhubungan. 2013

Self Directed Learning didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk berinisiatif dalam mengatur, mengelola dan mengontrol proses belajar dalam mengatasi berbagai permasalahan belajar dengan cara mengevaluasi dan menetukan cara belajar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Semakin tinggi nilai kesiapan self directed learning mahasiswa maka diharapkan semakin baik prestasi mahasiswa tersebut dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kesiapan self directed learning mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahap pendidikan klinik dan faktor-faktor yang berhubungan. 108 responden mengisi kuesioner, untuk menilai tingkat kesiapan self directed learning responden dengan alat ukur Self Directed Learning Readiness Scale (SDLR). Tingkat kesiapan self directed learning dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Responden yang mempunyai tingkat kesiapan SDL rendah 11 orang (10,1%), responden yang mempunyai tingkat kesiapan SDL sedang 82 orang (75,9%), responden yang mempunyai tingakat kesiapan SDL tinggi 15 orang (13,9%). Faktor yang berhubungan dengan SDL pada penelitian ini jenis kelamin, tahun masuk universitas, asal sekolah, sumber bacaan, dan tahun masuk pendidikan klinik. Kata kunci: self directed learning dan faktor-faktor yang berhubungan

ABSTRACT

Nurhalimah Aruan. Overview of Self Directed Learning readiness among Clinical Medical Student UIN Syarif Hidayatulah

(8)

viii

Halaman

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK/ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

1.4.Manfaat Penelitian... 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…... 4 2.4. Definisi Operasional... BAB III METODE PENELITIAN 6 3.4.2. Cara Pengumpulan Data………... 3.4.3. Alat Pengumpulan Data………... 3.4.4. Izin Penelitian... 3.5.1. Teknik Pengumpulan Data...…………...………..………… 3.5.2. Pengolahan Data...……...………..…...

4.2. Hubungan Kesiapan SDL dengan Jenis Kelamin... 4.3. Hubungan Kesiapan SDL dengan Usia... 4.4. Hubungan Kesiapan SDL dengan Tahun Masuk Universitas... 4.5. Hubungan Kesiapan SDL dengan Asal Sekolah...

(9)

4.6. Hubungan Kesiapan SDL dengan Jalur Masuk... 4.7. Hubungan Kesiapan SDL Dngan Waktu Membaca... 4.8. Hubungan Kesiapan SDL Dengan Sumber Bacaan Responden ... 4.9. Hubungan Kesiapan SDL Dengan Tahun Masuk Koas... 4.10.Hubungan Kesiapan SDL Dengan Stase yang Sedang Dijalani…... 4.11.Hambatan Penelitian...

28 29 30 31 32 33

BAB V. PENUTUP…... 33

5.1. Simpulan ... 33

5.2. Saran ... 34

DAFTAR PUSTAKA ... 35

(10)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu metode belajar yang

bersifat (student centered learning) SCL. Metode ini telah banyak diterapkan di fakultas-fakultas kedokteran Indonesia. Penerapan metode PBL menuntun mahasiswa untuk lebih bisa belajar mandiri atau yang dikenal dengan self directed learning.1 Menurut Knowles Self directed learning adalah sebuah proses dimana individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dan proses dalam self-directed learning ini dilakukan dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengatur tujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar dan menilai hasil. 1

Kemampuan belajar mandiri sangat dibutuhkan agar saat setelah lulus menjadi dokter diharapkan tetap bisa menjadi dokter yang terus belajar, dan terus mengikuti perkembangan ilmu kesehatan khususnya ilmu kedokteran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar masing-masing mahasiswa berbeda, dan terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan self directed learning, baik dari internal maupun eksternal mahasiswa, seperti jenis kelamin, usia, tempat tinggal mahasiswa selama menempuh pendidikan, waktu yang digunakan mahasiswa untuk membaca. 1

(11)

mahasiswa akan menempati stase yang berbeda–beda. Hal ini tergantung dari waktu menyelesaikan tahap preklinik. Pada tahap pendidikan klinik masing– masing mahasiswa akan mendapat kesulitan yang berbeda.2 Mahasiswa yang sedang menjalani tahap pendidikan klinik diharapkan dapat belajar secara mandiri atau menerapkan self directed learning agar dapat menentukan kebutuhan, tujuan, mengevaluasi cara belajar, mencari solusi dari masalah atau kesulitan yang dihadapi saat proses pendidikan klinik. Semakin baik kesiapan SDL mahasiswa diharapkan akan semakin mampu menentukan solusi terhadap kesulitan yang dihadapi. Untuk mempunyai self directed learning yang baik tentunya ada beberapa faktor yang berhubungan. Ada dua faktor yang mempengaruhi kesiapan

self directed learning yaitu faktor internal seperti jenis kelamin, mood, kesehatan, cara belajar, intelegensi, pendidikan. Faktor eksternal seperti ketersediaan fasilitas, waktu belajar, motivasi belajar dan pola asuh orang tua.

Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur kesiapan belajar mandiri mahasiswa adalah Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). SDLRS dirancang untuk mengukur sejauh mana seseorang menilai dirinya memiliki keterampilan dan sikap-sikap yang sering dikaitkan dengan kemandirian dalam belajar. Berdasarkan penjelasan di atas peneliti ingin mengetahui tingkat kesiapan self directed learning mahasiswa klinik dan faktor yang berhubungan pada mahasiswa UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta dengan alat ukur SDLRS . 3

1.2 RUMUSAN MASALAH

Kesiapan self directed learning sangat dibutuhkan bagi setiap mahasiswa baik yang tahap sarjana pendidikan dokter maupun yang sedang tahap pendidikan klinik. Untuk mempunyai kesiapan self directed learning terdapat faktor- faktor yang berhubungan, dan masing- masing mahasiswa akan mempunyai kesiapan

(12)

1.3 HIPOTESIS

Semua mahasiswa pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatulah Jakarta mempunyai kesiapan self directed learning yang baik, dan terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan hasil gambaran kesiapan self directed learning

pada mahasiswa pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatulah Jakarta.

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Untuk melihat gambaran kesiapan self directed learning dan faktor- faktor yang berhubungan pada mahasiswa tahap pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

1.4.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui karakteristik subjek penelitian meliputi usia, jenis kelamin, asal sekolah, jalur masuk ke universitas, biaya pendidikan mahasiswa, angkatan atau tahun masuk universitas, tahun masuk kepaniteraan klinik, waktu yang digunakan untuk membaca, sumber bacaan mahasiswa.

2. Mengetahui gambaran kesiapan self directed learning subyek penelitian. 3. Mengetahui hubungan antara karakteristik subjek yang diteliti dengan

kesiapan self directed learning.

1.5 Manfaat Penelitian

 Subjek penelitian

1. Mengetahui gambaran atau tingkat kesiapan SDL

2. Mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kesiapan SDL. 3. Mengevaluasi dan memperbaiki sistem belajar agar mempunyai

kesiapan SDL yang lebih baik lagi.

 Peneliti

(13)

2. Menambah pengetahuan dan memberi pengalaman dalam melaksanakan penelitian khusus nya tentang self directed learning

dan faktor-faktor yang berhubungan.

 Manfaat bagi perguruan tinggi

(14)

5

2.1Konsep Self Derected Learning (SDL) 2.1.1Pengertian

Self derected learning dalam penelitian menurut Knowles adalah sebuah proses ketika individu mengambil inisiatif, dengan atautanpa bantuan orang lain, dan proses dalam Self directed learning ini dilakukan dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengaturtujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar dan menilai hasil. 4

Teori Guglielmino mengemukakan bahwa Self directed learning dapat terjadi dalam banyak situasi yang bervariasi, mulai dari ruangan kelas yang berfokus pada guru secara langsung (teacher directed) menjadi belajar dengan perencanaan siswa sendiri (self planned) dandilakukan sendiri (self conducted). 1

Menurut Darmayanti SDL yang dimiliki oleh pelajar didefinisikan sebagai kemampuan untuk berinisiatif dalam mengatur (regulate), mengelola danmengontrol proses belajarnya untuk mengatasi berbagai masalah dalam belajar dengan mempergunakan berbagai alternatif atau strategi belajar. 6

Menurut Gibbons, Self directed learning adalah peningkatan pengetahuan, keahlian, prestasi, dan mengembangkan diri dimana individu menggunakan banyak metode dalam banyak situasi dalam setiap waktu. 6

2.1.2 Faktor–Faktor yang Mempengaruhi self directed learning

SDL dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor yang terdapat di dalam dirinya (internal) dan faktor-faktor yang terdapat di luar dirinya (eksternal). 7

(15)

Faktor internal adalah semua pengaruh yang bersumber dari dalam dirinya sendiri, seperti keadaan keturunan. Segala sesuatu yang dibawa sejak lahir adalah merupakan bekal dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan individu selanjutnya. Bakat, potensi intelektual, jenis kelamin, mood, kesehatan, cara belajar, intelegensi, pendidikan tentunya dapat mempengaruhi kesiapan SDL seseorang. 7, 8

1. Jenis Kelamin

Adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan anak perempuan menyebabkan adanya perbedaan pada hal-hal dibawah ini, yaitu:

a) Prestasi sekolah, nampak bahwa perempuan lebih konsisten dari pada laki-laki. Kenyataan bahwa secara konsisten wanita mengerjakan tugas tugas verbal lebih baik, telah menempatkan perempuan di tempat teratas dalam prestasi di sekolah. 9

b) Bakat-bakat atau kemampuan-kemampuan yang ditest menunjukkan antara lain bahwa dalam kemampuan intelektual, wanita secara konsisten lebih tinggi dari pria.

2. Cara Belajar

Dalyono menyebutkan bahwa cara belajar dapat menentukan keberhasilan pembelajaran seseorang.12 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran mahasiswa harus memahami cara belajar yang sesuai untuki mahasiswa tersebut. Dengan self directed learning maka mahasiswa akan dapat memahami, mengetahui kekurangan dalam cara belajar dan mencari solusi cara belajar yang tepat.

3. Mood dan Kesehatan

Mood dan kesehatan dianggap berpengaruh terhadap kesiapan self directed learning mahasiswa, mood atau suasana hati yang baik, kesehatan yang baik akan mempengaruhi keinginan mahasiswa untuk belajar secara mandiri. 10

(16)

4. Intelegensi

Anak yang berperilaku mandiri mampu meningkatkan adanya kontrol diri terhadap perilakunya terutama unsur-unsur kognitif (seperti mengetahui, menerapkan, menganalisa, mensintesa dan mengevaluasi) dan afektif (seperti menerima, menanggapi, menghargai, membentuk, dan berpribadi) ikut serta berperan. Selanjutnya dikatakan bahwa berperilaku mandiri mampu mengembangkan sikap kritis terhadap kekuasaan yang datang dari luar dirinya. Anak yang berperilaku mandiri mampu melakukan dan memutuskan sesuatu secara bebas tanpa pengaruh orang lain. Dengan demikian intelegensi berperan dalam pembentukan kemandirian belajar.

5. Pendidikan

Pendidikan harus menolong anak didik mampu menolong dirinya sendiri untuk dapat mencapai perilaku mandiri melalui potensi-potensi yang dimilikinya, untuk itu anak didik perlu mendapatkan berbagai pengalaman dalam mengembangkan konsep-konsep, prinsip, generalisasi, intelek, inisiatif, kreativitas kehendak, emosi dan lain-lain. Orang yang berpendidikan akan mengenal dirinya lebih baik termasuk mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga mereka mempunyai percaya diri.

`2.1.2.2Faktor eksternal

(17)

1. Waktu Belajar

Pengaturan waktu belajar pribadi merupakan bagian dari planning dalam pelaksanaan belajar mandiri. Salah satu pelaksanaan pembelajaran mandiri adalah mahasiswa mengatur rencana kebutuhan belajarnya sendiri, termasuk mengatur waktu belajarnya sendiri. Apabila mahasiswa dapat melakukan manajemen waktu yang baik, maka akan terlaksana pembelajaran mandiri. 12

2. Tempat Belajar

Tempat belajar dapat berarti tempat belajar di kampus seperti ruang kuliah, ruang kelas, ruang diskusi, dan daerah sekitar kampus. Tempat belajar yang nyaman merupakan fasilitas yang dapat mendukung tentunya dapat memberi kesadaran dan keinginan mahasiwa untuk belajar secara mandiri. 10

3. Motivasi Belajar

Motivasi belajar adalah kekuatan yang menyebabkan mahasiswa terlibat dalam suatu proses pembelajaran, fokus pada tujuan belajar, dan mengerjakan tugas belajar. Motivasi dalam belajar dibagi menjadi 2: motivasi ekstrinsik dan intrinsik. Contoh motivasi ekstrinsik adalan ujian, nilai, penghargaan diri orang lain sedangkan contoh motivasi intinsik adalah untuk belajar dan menyadari pentingnya belajar secara mandiri.10

4. Pola Asuh Orang Tua

(18)

2.1.4 Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS)

Salah satu instrumen yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat

self directed learning adalah Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS), yang dikembangkan oleh Lucy M. Guglielmino padatahun 1977. 14

SDLRS dirancang untuk mengukur sejauh mana seseorang menilai dirinya memiliki keterampilan dan sikap-sikap yang sering dikaitkan dengan kemandirian dalam belajar. Peneliti memilih Instrumen SDLRS untuk digunakan dalam meneliti

(19)

2.2 Kerangka Konsep

Keterangan:

Variabel tidak diteliti

Variabel diteliti

Berhubungan tidak diteliti

(20)

2.3 Definisi Operasional N

o

Variable Definisi Alat ukur Cara pengukura

Kuesioner Kuesioner Kategorik

1.≥ 94,24 = nilai SDL

Kuesioner Kuesioner Kategorik a. Laki-laki

Kuesioner Kuesioner Kategorik

(21)

mahasiswa

Kuesioner Kuesioner Kategorik a. Mandiri

Kuesioner Kuesioner Kategorik a. Buku

Kuesioner kuesioner Kategorik a. <1 jam

(22)

universita

Kuesioner Kuesioner Kategorik a. 2009

Kuesioner Kuesioner Kategorik 1. stase mayor

(23)
(24)

14

3.1Desain Peneltian

Penelitian ini dilakukan secara deskriptif - analitik dengan metode pengumpulan data secara cross sectional untuk mengetahui gambaran kesiapan self directed learning pada mahasiswa tahap pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan faktor-faktor yang berhubungan 17.

3.2Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kampus FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, RS Fatmawati, RSUD Bekasi, RS Paru dr. Gunawan, RS Marzuki mahdi, RS Polri Keramat Jati tempat mahasiswa mengikuti pendidikan dokter tahap klinik. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-September 2013.

3.3Populasi Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, populasi target, yaitu seluruh mahasiswa tahap pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Total populasi 120 orang dan seluruh nya menjadi objek penelitian.

3.4Cara Kerja Penelitian

(25)

penelitian. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan langsung turun kelapangan dan dikirim melalui email. Sebelum pengisian kuisioner, peneliti memberikan petunjuk dalam pengisian kuesioner serta mengadakan penjelasan kembali bila responden mengalami kesulitan dan hal – hal yang kurang jelas

3.4.1 Jenis Data

Jenis data yang diambil merupakan data primer, yaitu data diambil langsung dari responden.

3.4.2 Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan pemberian kuesioner langsung.

3.4.3 Alat Pengumpulan Data

Sebagai alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.

3.4.4 Izin Penelitian

Subjek yang dimasukan dalam penelitian ini, adalah mereka yang telah menyetujui secara tertulis untuk diikutsertakan dalam penelitian ini.

3.4.5 Alur penelitian

Pendataan seluruh mahasiswa tahap pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pengolahan data hasil kuisioner dengan SPSS Persetujuan kepada subjek penelitian

(26)

3.5 Manajemen Data 3.5.1 Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti kemudian diolah dengan menggunakan program komputer meliputi variabel independen atau variabel bebas, yaitu: usia, jenis kelami, asal sekolah, jalur masuk universitas, tahun masuk universitas, biaya selama pendidikan, waktu membaca dalam sehari, sumber bacaan, tahun masuk kepanitraan kepanitraan klinik, stase yang sedang dijalani. Sedangkan variabel dependen atau variabel tergantung adalah gambaran kesiapan

self directed learning pada mahasiswa tahap pendidikan klinik.

Perhitungan data menggunakan SPSS for windows versi 17.0. Tahapan pengolahan data yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

1.Coding

Coding merupakan kegiatan mengklasifikasikan data dan memberikan kode untuk masing-masing pertanyaan. Kode yang diberikan akan menjadi panduan untuk menentukan skor yang didapat responden.

2. Editing

Kegiatan yang dilakukan untuk menyunting data sebelum data dimasukan, agar data yang salah atau meragukan dapat diklarifikasi lagi kembali kepada responden.

3. Entry data

Setelah semua isian kuesioner terisi penuh dan sudah dilakukan pengkodingan, langkah selanjutnya adalah memproses data agar dianalisis. Pemrosesan data dilakukan dengan memasukkan data dari kuesioner ke dalam komputer dengan menggunakan program komputer sesuai dengan kode yang telah ditetapkan.

4. Cleaning data

Kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dimasukkan untuk mengetahui adanyakesalahan atau tidak. Tahapan cleaning data terdiri dari :

(27)

b) Mengetahui variasi data. c) Mengetahui konsistensi data

3.5.2 Analisis data

3.5.2.1 Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian ini berupa distribusi dan persentase pada setiap variabel independen yaitu, usia, jenis kelamin, asal sekolah, jalur masuk universitas, tahun masuk universitas, biaya selama pendidikan, waktu membaca dalam sehari, sumber bacaan, tahun masuk kepanitraan klinik, stase yang sedang dijalani, sedangkan variabel tergantung adalah gambaran kesiapan self directed learning pada mahasiswa tahap pendidikan klinik 17.

3.5.2.2 Analisis Bivariat

Digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu variabel independen dan dependen, adapun yang dipakai adalah uji Lambda dan Gamma .

(28)

bermakna atau tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. 17

(29)

18

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang akan dijabarkan berikut adalah data yang berasal dari mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sedang menjalani tahap pendidikan klinik. Pada bab ini akan dijabarkan hasil univariat dan bivariat variabel independen dan dependen yang tercantum dalam kerangka konsep.

4.1 Kertebatasan Penelitian

Dalam tahap penelitian hingga akhir penelitian ditemukan beberapa keterbatasan melaksanakan penelitian, antara lain:

1. Tidak tersedianya waktu khusus untuk melakukan penelitian sehingga harus mengambil waktu kuliah untuk melakukan persiapan penelitian, maka dibutuhkan cara mengatur waktu yang tepat, agar penelitian bisa selesai tepat waktu dan tidak mengaggu perkuliahan.

2. Adanya beberapa data dari masing-masing responden yang tidak lengkap, sehingga peneliti perlu melakukan konfirmasi ulang untuk mengisi data yang kosong.

3. Adanya beberapa kuesioner yang tidak dikembalikan oleh responden ke peneliti. 120 kuesioner yang disebarkan yang kembali ke peneliti hanya 108 kuesioner.

(30)

4.2 Karakteristik Subjek Penelitian b) Usia Responden

Grafik 4.1. Distribusi Usia Responden.

Dari Grafik 4.1. dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia 22 tahun (47,2 %), karena syarat untuk menjadi responden penelitian adalah mahasiswa yang sedang menjalani kepanitraan klinik dan rata-rata mahasiswa yang sedang menjalani kepaniteraan klinik ialah mempunyai usia 22 tahun.

c) Jenis Kelamin

Grafik 4.2.Distribusi jenis kelamin responden.

(31)

Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam satu angkatan jumlah perempuan selalu lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki.

d) Asal sekolah

Grafik 4.3.Distribusi asal sekolah responden sebelum masuk universitas.

(32)

e) Seleksi Masuk Universitas

Grafik 4.4.Distribusi seleksir masuk universitas responden.

Dari grafik 4.4. dapat dilihat bahwa sebagian besar seleksi masuk universitas responden adalah melalui jalur mandiri (44%). Jalur mandiri merupakan seleksi terakhir untuk bisa masuk universitas dan mempunyai peluang lebih besar untuk bisa lulus masuk universitas.

f) Tahun Masuk Universitas

Grafik 4.5.Distribusi jalur masuk universitas responden.

(33)

2008 lebih banyak karena hampir seluruhnya sedang mengikuti kepaniteraan klinik, 2009 lebih sedikit karena masih ada angkatan 2009 yang belum ikut kepaniteraan klinik tahun ini, dan 2007 lebih sedikit karena sebagian besar angkatan 2007 sudah menyelesaikan kepaniteraan klinik.

g) Biaya Selama Masa Pendidikan

Grafik 4.6. Distribusi biaya selama masa pendidikan.

(34)

h)Waktu Membaca Dalam Sehari

Grafik 4.7.Distribusi waktu membaca responden dalam sehari.

Dari grafik 4.7. dapat dilihat bahwa sebagian besar waktu membaca responden dalam sehari adalah >2jam ( 53%). Banyak nya ilmu yang harus dipelajari menyebabkan, waktu yang diluangkan untuk membaca mungkin harus lebih dari 2 jam. Pada saat kepaniteraan klinik mungkin jadwal nya lebih padat dibandingkan masa pendidikan preklinik, sehingga banyak juga responden yang waktu membaca nya kurang dari dua jam.

i) Sumber Bacaan

(35)

Dari grafik 4.8. dapat dilihat bahwa sebagian besar sumber bacaan responden adalah semua (buku, artikel, internet, jurnal) sebesar 86,1%. Untuk memperoleh ilmu yang banyak ataupun untuk mengerjakan tugas-tugas di kepaniteraan klinik dan dapat memahami ilmu yang selalu berkembang tidak cukup hanya dari satu sumber. Hal ini yang dialami responden sehingga memilih sumber ilmu dari buku, artikel, internet dan jurnal.

j) Tahun Masuk pendidikan klinik

Grafik 4.9.Distribusi tahun masuk pendidikan klinik responden.

(36)

k) Stase Yang Sedang Dijalani

Grafik 4.10.Distribusi stase yang sedang dijalani responden.

Dari grafik 4.10. dapat dilihat bahwa sebagian besar stase yang sedang dijalani responde adalah stase mayor (58,3%). Satu satase mayor bisa menampung 20 orang mahasiswa, dan rata-rata mahasiswa angkatan 2008 sedang menjalani stase mayor. Satu stase minor hanya bisa menampung mahsiswa 5-7 orang, inilah yang menyebabkan jumlah mahasisiwa stase mayor lebih banyak.

4.3 Gambaran Kesiapan SDL

Grafik 4.1. Kategori kesiapan SDL. responden

Kategori Rumus Batasan

Rendah < X - Standart deviasi 86,62 + 7,62 < 79

Sedang X ± Standart deviasi 79 - 94,24

Tinggi > X + Standart deviasi 86,62 - 7,62 > 94,24

(37)

Grafik 4.11. Distribusi tingkat kesiapan self directed learning responden. Dari grafik 4.11. dapat dilihat bahwa sebagian besar responden mempunyai kesiapan self directed learning sedang (75,9 %) . Pada penelitian Eti Poncorini Pamungkasari sebagian besar mahasiswa tahap pendidikan profesi mempunyai kesiapan SDL yang tinggi. 2

4.4 Hubungan Kesiapan SDL dengan Usia

Tabel.4.2. Distribusi hubungan kesiapan SDL dengan usia.

Usia

20 21 22 23 24 Total P Value

SDL Rendah 0 0 7 2 0 11 0,053

Sedang 2 8 39 30 2 82

Tinggi 1 1 5 8 3 15

Total 3 9 51 40 5 108

Tabel 4.2. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik dengan menggunakan uji

lambda diperoleh nilai p = 0,053, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar mandiri dengan usia responden

karena nilai p > α (0,05).

(38)

Brockett & Hiemstra menyatakan bahwa bertambahnya usia secara nyata berhubungan dengan bertambahnya skor SDLRS. Terlihat adanya hubungan yang positif antara usia dengan skor SDLRS . Dilihat dari hasil penelitian sebelumnya, semakin bertambah usia dari responden maka semakin tinggi jumlah skor SDLRS atau semakin tinggi kesiapan SDL responden tersebut. Menurut teori di atas bila dikaitkan dengan hasil penelitian ini, seharusnya responden dengan usia lebih tinggi maka akan mempunyai skor SDLRS yang tinggi atau kesiapan SDL yang tinggi, tetapi pada kenyataannya tidak semua responden dengan usia lebih tinggi mempunyai kesiapan SDL yang tinggi. 6

4.5. Hubungan Kesiapan SDL dengan Jenis Kelamin

Table 4.3. Distribusi hubungan kesiapan SDL dengan Jenis kelamin responden.

Jenis kelamin

Tabel 4.3. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik menggunakan uji lambda

diperoleh nilai p = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kesiapan SDL dengan jenis kelamin responden karena nilai p < α (0,05).

(39)

4.6 Hubungan Kesiapan SDL dengan Asal Sekolah

Tabel 4.4. Hubungan kesiapan SDL dengan asal sekolah.

Asal sekolah

SMA Aliyah Pesantren Total P Value

SDL Rendah 10 1 0 11 0,007

Sedang 56 8 18 82

Tinggi 13 1 1 15

Total 79 10 19 108

Tabel 4.4. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik menggunakan uji lambda

diperoleh nilai p = 0,007, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan asal sekolah responden karena nilai p < α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang asal sekolah SMA (10 orang), sebagian responden dengan kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang asal sekolah SMA (56 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang asal sekolah SMA (13 orang). Dari hasil tabel di atas dapat dilihat ternyata nilai kesipan SDL rendah, sedang dan tinggi adalah asal sekolah SMA, hal ini menjelaskan nilai rata-rata kesiapan SDL asal SMA lebih tinggi, karena jumlah responden asal sekolah SMA lebih banyak dari jumlah responden asal sekolah madrasah aliyah dan pesantren.

Untuk mencapai kesiapan SDL kembali ke pribadi setiap mahasiswa, harus bisa memahami kebutuhan, kekurangan,dan apa yang harus diperbaiki dari sistem belajar mahasiswa untuk mencapai target yang dibutuhkan.6

(40)

4.7 Hubungan Kesiapan SDL dengan Jalur Masuk

Tabel 4.5. Hubungan kesiapan SDL dengan jalur masuk universitas.

Jalur masuk

Tabel 4.5. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik menggunakan uji lambda

diperoleh nilai p = 0,141, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan jalur masuk universitas responden karena nilai p > α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang jalur masuk universitas melalui jalur mandiri (6 orang), sebagian responden dengan kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang jalur masuk universitas melalui jalur mandiri ( 36 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang jalur masuk universitas melalui jalur PMDK (11 orang).

Walaupun masuk universitas melalui seleksi yang berbeda-beda dari setiap responden, tetapi pada sat sebelum ikut seleksi harus memenuhi kriteria terlebih dahulu seperti harus lulus SMA sederajat, jurusan IPA sewaktu masa SMA. Maka seharus nya semua mahasiswa bisa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan nilai kesipan SDL yang tinggi pada saat sudah menempuh perkuliahan baik yang jalur masuk universitas melalaui jalur mandiri, PMDK, SMPTN, maupun jalur beasiswa.

4.8 Hubungan Kesiapan SDL dengan Tahun Masuk Universitas

Tabel 4.6. Hubungan kesiapan SDL dengan tahun masuk universitas.

(41)

Tabel 4.6. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik dengan uji gamma

diperoleh nilai p = 0,032, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan tahun masuk universitas responden karena nilai p < α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang masuk universitas tahun 2008,(7 orang),sebagian responden dengan kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang masuk universitas tahun 2008 (42 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang masuk universitas tahun 2008 (13 orang).

Semakin cepat mahasiswa memasuki pendidikan di universitas diharapkan kesiapan SDL nya juga akan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang baru masuk universitas. Mahasiswa yang masuk tahun 2007 diharapkan mempunyai kesiapan SDL yang lebih tinggi dari pada mahasiswa yang masuk universitas tahun 2009 . Pada penelitian ini terdapat hubungan anatara kesiapan SDL dengan tahun masuk universitas mahasiswa, karena SDL merupaka kesadaran dari diri sendiri, semakin lama responden menjalani masa perkuliahan diharapkan semakin bisa mengatur waktu secara baik agar terciptanya SDL. dilihat dari nilai rata-rata mahasiwa dengan angkatan 2008 mempunyai skor SDLR lebih tinggi di bandingkan dengan mahasiwa angkatan 2009.

4.9 Hubungan Kesiapan SDL dengan Biaya Selama Masa Pendidikan

Tabel 4.7. Hubungan kesiapan SDL dengan biaya selama masa pendidikan

Orang tua Beasiswa Total P Value

Tabel 4.7. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik dengan uji lambda

(42)

yang signifikan antara kesiapan SDL dengan biaya selama masa pendidikan responden karena nilai p >α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa dengan biaya orang tua (10 orang),sebagian responden dengan kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang dengan biaya orang tua (60 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa dengan biaya orang tua (13 orang). Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjelasakan bahwa sebagian besar biaya selama masa pendidikan yang sering digunakan mahasiswa adalah biaya dari orang tua dan tidak terdapat hubungan antara kesiapan SDL dengan biaya selama masa pendidikan .18

4.10 Hubungan Kesiapan SDL dengan Waktu Membaca Dalam 1 Hari

Tabel 4.8. Hubungan kesiapan SDL dengan waktu membaca dalam 1 hari

yang signifikan antara kesiapan SDL dengan waktu membaca responden dalam 1 hari karena nilai p > α (0,05).

(43)

Sikap, minat, dan kebiasaan masing-masing mahasiswa juga tentunya berpengaruh terhadap kebiasaan berapa lama mahasiswa tersebut bisa membaca dalam satu hari. Kebutuhan membaca dari masing-masing mahasiswa juga berbeda, ada dengan waktu membaca 1 jam saja dalam sehari sudah mencukupi kebutuhan dari mahasiswa tersebut, ada yang harus sampai 2 jam atau bahakan lebih dari 2 jam dalam sehari untuk mencukupi kebutuhan mahasiswa.

Penjelasan diatas bila dikaitkan dengan hasil penelitian ini, seharusnya tidak ada hubungan anatara kesiapan SDL dengan waktu membaca mahasiswa dalam 1 hari.

4.11 Hubungan Kesiapan SDL dengan Sumber Bacaan Mahasiswa

Tabel 4.9. Hubungan kesiapan SDL dengan sumber bacaan mahasiswa.

Sumber bacaan

diperoleh nilai p = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan sumber bacaan responden karena nilai p <

α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang sumber bacaan semuanya yaitu dari buku,internet, jurnal,artikel (8 orang), sebagian besar kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang sumberbacaan dari semuanya yaitu buku,internet, jurnal,artikel (70 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang sumber bacaan dari semuanya yaitu buku,internet, jurnal,artikel (15 orang).

(44)

penelitian ini terdapat hubungan antara kesiapan SDL dengan sumber bacaan

Tabel 4.10. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik menggunakan uji

gamma diperoleh nilai p = 0,04, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan tahun masuk pendidikan klinik responden karena nilai p < α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang masuk tahap pndidikan klinik tahun 2011 (7 orang), sebagian besar kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang tahun masuk pendidikan klinik tahun 2011 (40 orang), kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang tahun masuk tahap pendidikan klinik tahun 2011 (13 orang). Pada penelitian Darmayanti menyatakan tidak ditemukan perbedaan skor SDLRS yang nyata berdasarkan tingkat pendidikan mahasiswa. 6

(45)

4.10 Hubungan Kesiapan SDL dengan Stase yang Sedang Dijalani Responden

Tabel 4.11. Hubungan kesiapan SDL dengan tahun masuk stase yang sedang dijalani responden.

Stase

Mayor Minor Total P Value

SDL Rendah 8 3 11 0,049

Sedang 42 40 82

Tinggi 13 2 15

Total 63 45 108

Tabel 4.11. memperlihatkan bahwa hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,049, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesiapan SDL dengan tahun masuk tahap pendidikan klinik responden karena nilai p < α (0,05).

Sebagian besar responden dengan nilai SDL rendah adalah mahasiswa yang sedang menjalani stase mayor (8 orang), sebagian besar kesiapan SDL sedang adalah mahasiswa yang sedang menjalani stase mayor (42 orang) kemudian sebagian besar responden dengan kesiapn SDL tinggi adalah mahasiswa yang sedang menjalani stase mayor (13 orang).

(46)
(47)

36

5.1 Simpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

Setelah melihat beberapa gambaran yang ada pada responden mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahap pendidikan klinik ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dan menjawab dari tujuan penelitian, antara lain :

1. Tingkat kesiapan self directed learning responden mahasiswa tahap pendidikan klinik berada dalam kategori sedang (75,9 %).

2. Usia responden terbanyak berada pada kategori usia 22 tahun (47,2 %) 3. Jenis kelamin responden terbanyak adalah perempuan perempuan (63,9

%).

4. Asal sekolah responden sebelum masuk universitas terbanyak adalah asal sekolah SMA ( 73,1 %).

5. Jalur masuk universitas responden terbanyak adalah jalur mandiri (44%) 6. Tahun masuk universitas responden terbanyak adalah kategori tahun 2008

(57,4%)

7. Biaya selama masa pendidikan responden terbanyak adalah kategori yang dibiyai oleh orang tua (76,9%).

8. Waktu membaca dalam 1 hari responden terbanyak adalah kategori mwaktu membaca dalam satu hari >2 jam ( 53%).

9. Sumber bacaan responden terbanyak adalah kategori sumber bacaan semua nya(buku, artikel,jurnal, internet) (86,1%).

10.Tahun masuk tahap pendidikan klinik responden terbanyak adalah kategori masuk tahap pendidikan klinik tahun 2011 (55,6%).

11.Stase yang sedang di jalani responden terbanyak adalah kategori stase mayor (58,3%).

(48)

13.Tidak terdapat hubungan antara usia responden dengan nilai kesiapan SDL dengan nilai p = 0,053.

14.Terdapat hubungan tahun masuk universitas responden dengan nilai kesiapan SDL dengan nilai p = 0,032.

15.Terdapat hubungan antara asal sekolah dengan nilai kesiapan SDL responden dengan nilai p = 0,007.

16.Tidak terdapat hubungan antara tahun masuk universitas dengan nilai kesiapan SDL responden dengan nilai p = 0,141.

17.Tidak terdapat hubungan antara waktu membaca dalam 1 hari dengan nilai kesiapan SDL responden dengan nilai p = 0,468.

18.Terdapat hubungan antara sumber bacaan dengan nilai kesiapan SDL responden dengan nilai nilai p = 0,000

19.Terdapat hubungan antara tahun masuk tahap pendidikan klinik dengan nilai kesiapan SDL responden dengan nilai p = 0,04

20.Terdapat hubungan antara stase yangt sedang dijalani responden dengan kesiapan SDL dengan nilai p = 0.049

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan, disarankan:

1. Seluruh mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahap pendidikan untuk lebih meningkatkan kesiapan self directed learning dengan cara memahami terlebih dahulu apa itu SDL dan mengatur waktu seefektif mungkin agar tercapainya SDL. 2. Untuk penelitian selanjutnya, menyarankan agar mengembangkan atau

mencari lebih banyak faktor-faktor yang di anggap dapat mempengaruhi kesiapan self directed learning pada mahasiswa, khusus nya mahasiswa tahap pendidikan klinik. Seperti faktor mood, kesehatan, motivasi dll. 3. Untuk menghindari ada kekosongan data responden pada saat mengisi

(49)
(50)

38

Readiness Pada Prestasi Belajar Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Nniversitas Riau. Yogyakarta. UGM. 2008.

2. Eti Pancorini. Pengukuran Kemampuan Belajar Mandiri Pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter. Semarang. 2012.

3. MI Nurjahan. Self directed learning what it is, and how to promote it, International Medical University. Seremban, Malaysia 2008.

4. Susan L- Stockdele, Ralph, G Brockett. Development Of Pro SDLRS: A Measure On The Personal Responsibility Orientation Model. A merican Asociation For Resprint Ann Permision. 2011

5. Sudesh Gyawan, Akhiles C Jauhari, P Ravi Shanker, Arcana Saha, Meraj Ahmad . Readlines For Self Directet Learning Among First Semester Student Of A Medical School In Nepal. Medical Scool In Nepal. 2011. 6. Dharmayanti, Brockett & Hiemstra Dalam Tulisan Islam, Samsul.

Kesiapan Belajar Mandiri Mahasiswa UT dan Siswa SMAuntuk Belajar Dengan Sistem Pendidikan Tinggi Terbuka Dan Jarak Jauh Indonesia. Tangerang Selatan.

7. Natalia, Annisa Devi. Hubungan Tingkat Self Efficacy dengan Tingkat Kesiapan Belajar Mandiri (Self Directed Learning) Untuk Memasuki Jenjang Pendidikan Siswa SMA. Surabaya.2002

8. Lilik Fadli. Hubungan Antara Self Directed Learning dengan Sel Efficacy. Semarang. 2010.

9. Secandi M.R, Verdika, Retno Gandes R, Suhoyo. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Mahasisiwa FK UGM untuk Melakukan Pembelajaran yang Konstruktif, Mandiri, Kolaboratif dan Kontekstual. UGM Yogyakarta, 2010.

10.Fauziah Nuraini. Penerapan Student Centered Learning dari Teacher Centered pada Ilmu Kesehatan. 2009

(51)

12.Wahyuni, Dwi. Pengaruh kesiapan belajar, motivasi belajar, pengulanagn materi belajar terhadap hasil belajar. Gunung pati. 2005.

13.Romauli T, Rahayu GR, Suhoyo Y, Dibyasakti BA. Indikator-indikator penilaian pelaksanaan pembelajaran secara konstruktif, mandiri, kolaboratif, dan kontekstual di Fakultas Kedokteran UGM. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM, 2010.

14.Eti, P. Pengukuran kemampuan belajar mandiri pada mahasiswa pendidikan profesi dokter. FKUIN Semarang. No. 2. 2012.

15.Hamdu Gullan, Agustina Lisa. Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA di sekolah dasar. Vol. 12, No. 1, april 2011

16.Reem Rachel braham, Murray Fisher, Asha Kamath, T.Aizan Izzati, Saidatul Nabila, Nik Nur Atikah. Exploring Firs Years Undergraduated

Medical, Student’s Self Directed Learning Readines To Phisiology. American Physiological Society. 2009.

17.Sopiyudin, D. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat. Jakarta: Penerbit Salemba Medika, 2009.

(52)

40

LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian QUETIONER PENELITIAN

GAMBARAN KESIAPAN SELF DIRECTED LEARNING PADA MAHASISWA TAHAP PENDIDIKAN KLINIK UIN SYARIF HIDAYATULLAH DAN FAKTOR –

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

Mahasiswa yang terhormat,

Saat ini saya Nurhalimah aruan. sebagai peneliti di Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta sedang melakukan penelitian mengenai “kesiapan self directed learning

pada mahasiswa pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan di universitas, maka anda akan menjalani penelitian ini dengan pengisian kuesioner yang saya bagikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan self directed learning pada mahasiswa pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Peneliti,

Nurhalimah Aruan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Jl.X, Ciputat, Tanggerang Selatan

(53)

Surat Persetujuan untuk Mengisi Quesioner

Yang bertanda tangan dibawah ini

Nama :

Usia :

NIM :

Alamat :

Nomer telp/Hp :

Menyatakan bahwa saya telah mengerti sepenuhnya atas penjelasan yang diberikan oleh Nurhalimah Aruan dari PSPD UIN Jakarta, dan bersedia menjalani penelitian mengenai gambaran kesiapan self directed learning mahasiswa pendidikan klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pernyataan ini dibuat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan.

Jakarta, Mengetahui,

Peneliti Peserta Penelitian

(54)

I. Petunjuk pengisian

a. Isilah kuesioner ini dengan lengkap dan benar dengan memberikan tanda ceklist (√)

pada jawaban yang telah tersedia

b. Bila terdapat jawaban yang salah dan ingin diperbaiki gunakan tanda silang (X) pada tanda ceklist dan rubah jawaban ke jawaban yang menurut anda lebih benar

dengantanda ceklist yang baru : contoh (√) dirubah menjadi (X)

c. Isilah quetioner berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dari diri anda sendiri

bukan karena pengaruh orang lain.

d. Bila trdapat pertanyaan yang tidak ada pilhan jawabannya silahkan menuliskan

jawaban anda berdasarkan dari diri anda sendiri.

(55)

II. Kuesioner Data Demografi a) Nama:

b) Usia:

c) Jenis kelamin: L / P

d) Tempat tinggal selama masa pendidikan / sekarang:

1. Asrama

g) Tahun masuk universitas/angkatan: h) Biaya selama pendidikan:

1. Orang tua 2. Beasiswa

i) waktu membaca dalam 1 hari

1. <1 jam 2. 1 jam

3. 2 jam 4. >2 jam

(56)

l) Stase yang sedang di jalani: memotivasi diri secara konsisten

2. Saya sering melakukan pekerjaan tambahan dalam belajar karena saya tertarik..

3. Saya tidak melihat adanya hubungan antara pekerjaan tambahan yang saya lakukan untuk tujuan pribadi saya dan kepentingan.

4. Jika saya tidak melakukan sebaik yang saya inginkan dalam belajar saya selalu membuat perubahan yang dibutuhkan untuk peningkatan perbaikan.

5. Saya selalu bertanggung jawab secara efektif untuk studi saya sendiri..

6. Saya sering memiliki masalah motivasi diri dalam belajar.

7. Saya sangat yakin pada keterampilan saya untuk memproritaskan tujuan belajar.

8. Saya menyelesaikan kebanyakan dari

perkuliahan saya karena saya menginginkannya bukan karena saya harus menyelesaikannya. 9. Saya lebih suka berinisiatif untuk mempelajari

hal baru dalam belajar daripada menunggu dosen mengembangkan pembelajaran baru.

(57)

11.Hampir seluruh pelajaran, saya tidak tahu mengapa saya menyelesaikan tugas.

12.Saya sangat yakin memiliki kemampuan untuk mengendalikan cara belajar saya.

13.Saya biasanya berusaha dalam belajar jika dosen saya mengizinkan untuk mengatur jadwal saya sendiri untuk menyelesaikan tugas.

14.Sebagian besar dari pekerjaan yang saya lakukan dalam kursus saya adalah pribadi menyenangkan atau tampaknya relevan dengan alasan saya untuk menghadiri kuliah.

15.Meskipun kelas telah berakhir, saya melanjutkan untuk menghabiskan waktu saya membahas topic yang diberikan.

16.Tujuan utama saya menyelesaikan syarat belajar adalah untuk memperoleh nilai yang saya harapkan.

17.Saya sering mengumpulkan informasi tambahan tentang topic yang menarik bahkan setelah kelas berakhir.

18.Tujuan utama saya melakukan kegiatan belajar adalah untuk menjauhi perasaan bersalah atau mendapatkan nilai yang buruk.

19.Saya sangat berhasil dalam memprioritaskan tujuan belajar saya.

20.Kebanyakan dari tugas yang saya lakukan untuk perkuliahan saya semata-mata bukan hanya berguna untuk kepentingan dan keinginan pribadi.

(58)

22.Saya tidak yakin terhadap kemampuan saya secara pribadi untuk mendapatkan materi yang dibutuhkan diluar pembelajaran.

23.Saya selalu efektif mengatur waktu belajar saya.

24.Saya tidak terlalu percaya diri secara pribadi terhadap kemampuan saya untuk menjalankan rencana belajar saya.

(59)

Lampiran 2 Hasil SPSS

siap sdl * usia Crosstabulation

Count

siap sdl * jenis kelamin Crosstabulation

(60)

siap sdl * jenis kelamin Crosstabulation

siap sdl * tempat tinggal Crosstabulation

Count

tempat tinggal

Total asrama kosan kontrakan rumah sendiri

(61)

siap sdl * asal sekolah Crosstabulation

Count

asal sekolah

Total SMA madrasah aliyah pesantren

siap sdl 1 10 1 0 11

siap sdl * jalur masuk Crosstabulation

Count

jalur masuk

Total

mandiri PMDK SMPTN Beasiswa

(62)

2 36 20 6 20 82

3 2 11 0 2 15

Total 44 33 8 23 108

siap sdl * sumber bacaan Crosstabulation

Count

sumber bacaan

Total

buku internet semuanya

siap sdl 1 2 1 8 11

siap sdl * tahun masuk universitas Crosstabulation

(63)

siap sdl * tahun masuk KOAS Crosstabulation

siap sdl * stase yang sedang dijalani Crosstabulation

(64)
(65)

Lampiran 3 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Nurhalimah Aruan

Tempat, tanggal lahir : Medan, 10 mei 1993

Alamat : Labuhan Batu Utara, Medan, Sumatera Utara

No. HP : 0812 1294 9895

Email : imah.aruan@gmail.com

Riwayat Pendidikan :

1. SDN 117506 (1998-2004)

2. MTS Daar Al-Uluum (2004-2007)

3. MA Daar Al-Uluum (2007-2010)

(66)

Gambar

Grafik  4.1. Distribusi Usia Responden.
Grafik  4.3.Distribusi asal sekolah responden sebelum masuk universitas.
Grafik 4.5.Distribusi jalur masuk universitas responden.
Grafik 4.6. Distribusi biaya selama masa pendidikan.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa relasi dukun dan calon kepala Desa Studi Kasus Pemilihan Kepala Desa Seguring Kecil Pada tahun 2017 di sebabkan karena masyarakat masih

c. Dalam persoalan pengelolaan keuangan desa, azas medebewind tentunya mempunyai faktor pendukung dan penghambat. Karena Tugas pembantuan mengacu pada pemberian

IREO Padang adalah perusahaan swata di Sumatera Barat yang mengolah minyak IREO Padang adalah perusahaan swata di Sumatera Barat yang mengolah minyak sawit mentah (CPO) menjadi

Ruang lingkup dari praktikum Ilmu Ukur Tanah ini adalah pada pelaksanaan dari teori- teori yang dipelajari pada perkuliahan Ilmu Ukur Tanah dan pengarahan dari instruktur

Panjang Larva lele dengan pemberian pakan Cacing Sutera ( Tubifex sp.) hasil kultur massal menggunakan kotoran ayam, roti afkir dan ampas tahu yang difermentasi.. Larva lele

Pengertian Dumping dalam kamus hukum ekonomi, dumping adalah praktik dagang yang dilakukan pengekspor dengan menjual komoditi di pasaran internasional dengan harga

Berdasarkan hasil analisis baik secara kuan- titatif maupun kualitatif serta pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Rangkaian pengembangan kapasitas dalam PNPM-MPd

Hal ini disebabkan karena para pejalan kaki yang cenderung menyaberangi badan jalan di depan Pasar Prawirotaman untuk melakukan aktivitas pasar oleh karena itu, letak