• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI INDUKSI KALUS Aglaonema Donna Carmen SECARA IN VITRO PADA MEDIA MS DAN VW DENGAN NAA DAN BAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI INDUKSI KALUS Aglaonema Donna Carmen SECARA IN VITRO PADA MEDIA MS DAN VW DENGAN NAA DAN BAP"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Undergraduate Theses dari JIPTUMMPP / 2007-01-22 14:56:06

STUDI INDUKSI KALUS Aglaonema Donna Carmen SECARA IN VITRO

PADA MEDIA MS DAN VW DENGAN NAA DAN BAP

Oleh: Novi Trias Rosawati (02710016) agronomy

Dibuat: 2007-01-22 , dengan 3 file(s).

Keywords: induksi kalus, eksplan daun, Aglaonema, NAA

Aglaonema merupakan salah satu jenis tanaman hias daun karena keindahan tanaman ini terletak pada bentuk, corak, dan warna daunnya. Untuk memperbanyak jumlah aglaonema secara

seragam dalam jumlah banyak maka digunakan salah satu cara memperbanyak tanaman aglaonema yaitu dengan kultur in vitro.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan jaringan dengan penambahan

beberapa kombinasi konsentrasi NAA dan BAP pada tiap media yang berbeda terhadap induksi kalus dari eksplan daun Aglaonema Donna Carmen secara in vitro.

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mitra Anggrek Indonesia, Batu Malang pada bulan April sampai dengan bulan Agustus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial, yang terdiri dari dua faktor.

Pengamatan dilakukan secara visual 2 Minggu Setelah Tanam (MST) dengan interval 1 minggu sekali, dengan parameter pengamatan berupa : persentase eksplan hidup, persentase eksplan kontaminasi, pengamatan secara mikroskopis.

Berdasarkan hasil pengamatan persentase eksplan hidup pada perlakuan N1V4 (media MS dengan 7,5µM NAA dan 2,5µM BAP) merupakan persentase hidup tertinggi,yaitu 100%. Dari pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa terjadi respon akibat pemberian perlakuan dengan ciri bentuk dari selnya sudah mengalami perubahan menjadi tidak teratur dibandingkan dengan kontrol. Pada tulang daun pendahuluan terdapat zona-zona pembelahan dan jaringan

pembuluhnya semakin ketengah sedangkan pada perlakuan terdapa zona-zona pemanjangan sel yang terdapat pada bagian sel epidermis, pada helaian daun juga mengalami perubahan bentuk karena terdapat zona-zona pembelahan dan terjadi pembesaran dan pemanjangan sel.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

(pengamatan mikroskpois) dan pengamatan kuantitatif yang meliputi Saat Inisisai Tunas, Persentase Eksplan Hidup, Persentase Kontaminasi, dan Persentase Eksplan Browning..

Dari pengamatan secara mikroskopis tunas aksilar Aglaonema Dona Carmen pada usia 6 MSI (akhir pengamatan) menunjukkan terjadinya pengaruh pada eksplan yang diberikan perlakuan

Sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyususnan skripsi dengan judul “Pengaruh Kombinasi 2,4-D dan BAP Terhadap Induksi Kalus Eksplan Daun dan

Hasil dari penelitian kalus kompak menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi 2,4-D dan BAP terhadap induksi kalus metabolit ciplukan Physalis angulata yang paling optimal pada

Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi NAA dengan BAP yang ditambahkan ke media MS, berbeda nyata pengaruhnya terhadap tinggi tunas dan waktu bertunas tetapi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi hormon 2,4-D dan BAP yang efektif untuk menginduksi kalus pisang barangan merah Musa acuminata Colla yaitu 2 ppm 2,4-D

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi hormon 2,4-D dan BAP yang efektif dalam menginduksi kalus pisang barangan merah Musa acuminata Colla secara in

Semua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul kalus, hal ini diduga karena interaksi antara ZPT (NAA dan BAP) yang ditambahkan dengan ZPT endogen belum