• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Religiusitas Terhadap Psychological Well Being (Pwb) Pada Pensiunan Suku Batak Toba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Religiusitas Terhadap Psychological Well Being (Pwb) Pada Pensiunan Suku Batak Toba"

Copied!
178
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.
Tabel 7. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Usia
Tabel 8. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 10. Hasil Uji Normalitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Komunitas online “X” dengan derajat Positive Relation with Others yang tinggi, mengevaluasi dirinya berhasil menjalin relasi yang baik dan hangat, merasa puas,

Sebaliknya, orang yang indeks Subjective well-beingnya rendah adalah adalah orang yang kurang puas dengan hidupnya, jarang merasa bahagia, dan lebih sering merasakan emosi yang

Berbeda dengan karyawan pria yang dalam Masa Persiapan Pensiunnya memiliki PWB rendah, mereka tidak tertarik untuk mengembangkan dirinya, tidak merasa puas dengan hidupnya,

Sementara bila guru SLB mendapatkan derajat PWB yang rendah, maka perilakunya adalah kecewa dengan diri sendiri, kurang mampu menjalin hubungan yang hangat dan penuh

Individu yang memiliki psychological well-being yang tinggi adalah individu yang merasa puas dengan hidupnya, kondisi emosional yang positif, mampu melalui

Seorang siswa dikatakan memiliki tingkat hubungan interpersonal yang tinggi maupun rendah ketika individu yang merasa puas akan bentuk fisiknya dan bangga atas apa yang ia miliki,

yang lebih tinggi pada dimensi hubungan positif dengan orang.. lain dan skor yang rendah pada dimensi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well being pada janda lansia suku Batak Toba yang tinggal dengan anak melalui gambaran dimensi