Nofi Yulianawati
Dari tabel di atas, maka dalam penentuan x adaah tidak sama dengan penentuan pada metode sebelumnya, karena x merupakan data riil. Berikutnya tabel lanjutan agar lebih mudah dalam penyelesaiannya.
NO Tahun Penjualan(Y) Permintaan(X) X2 Y2 XY
1 1991 15.00 4.00 16 225 60
Dari tabel di atas maka kita dapat mencari koefisien regresinya adalah sebagai berikut :
( 10 (504) – ((35)(143)) B =
(10 (133) - ((35)2
(5040) - (5005) B =
(1330) - (1225)
(35)
B = = 0.34
(105)
(143) (35) A = - (0.34)
(10) (10)
A = (14.3) – (1.19)
A = 13.11
Maka persamaan regresinya adalah :
Y’ = 13.11 + 0.34 X
Jika perusahaan meramalkan penjualannya untuk tahun 2001 dengan x yang sudah ditentukan, misanya x = 9 (9.00 Buku Tulis)
Y’ = 13.11 + 0.34 (9) Y’ = 13.11 + 3.06
Y’ = 16.17 dibulatkan menjadi 17. Jadi ramalannya penjualan untuk tahun 2001 adalah sebesar 17.000 unit (17 dikalikan 1000), demikian juga untuk ramalan penjualan periode-periode lainnya caranya juga sama.
Dari contoh soal diatas dapat dicari hubungan antara variabelnya. Dengan menggunakan formula korelasi :
((10(504) – (143).(35)) r =
((10.(133) – (35)2 (10.(2057) – (143)2))1/2
r =
((10.(133) – (1225) (10.(2057) – (20449))1/2
((5040) – (5005)) r =
((1330) – (1225) (20570) – (20449))1/2
(35) r =
(105) . (121)1/2
(35) r =
(12705)1/2
(35) r =
(112.72)
r = 0.31050 maka dapat dibulatkan menjadi 0.32
Karena nilai koefisien korelasi sama dengan 0,32, berarti ada hubungan antara variabel bebas dan terikat cukup / agak kuat dan positif. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat penjualan buku tulis mempunyai hubungan yang positif terhadap permintaan buku tulis. Selanjutnya secara koefisien penentu (koefisien determinasi), yaitu dengan mengkuadratkan nilai r atau (korelasi) maka diperoleh adalah sebagai berikut :
KP = r2
KP = (0,32)2
KP = 0,102
Dengan demikian maka penjualan buku tulis ditentukan oleh tingkat permintaan buku tulis sebesar 102 % dan selebinya ditentukan oleh variable lain.ss