• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS II TKR 1 SMK NEGERI 1 MERDEKA T. A. 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS II TKR 1 SMK NEGERI 1 MERDEKA T. A. 2015/2016."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT

CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA MELALUI

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS

II TKR 1 SMK NEGERI 1

MERDEKA T. A.

2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin

Oleh:

SATRIA GINTING

5113122043

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Satria Ginting. NIM. 5113122043 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Diklat

Chasis Dan Pemindah Tenaga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Tahun Ajaran 2015/2016.

Skripsi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2017.

Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar serta mengetahui hubungan antara hasil belajar dan aktivitas belajar pada Mata Diklat Chasis dan Pemindah Tenaga dengan menggunakan Model Pembelajaraan Kooperatif Tipe Jigsaw. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II TKR 1 SMK N 1 Merdeka semester genap tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 35 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang meliputi suasana belajar, keaktifan siswa, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siklus I diperoleh 21 orang siswa yang tuntas belajarnya (60%) dengan nilai rata-rata 71,8068 dan pada siklus II menjadi 30 orang siswa yang tuntas belajarnya (85,71%) dengan nilai rata-rata 78,2834. Dengan demikian terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 25,71%. Dari hasil perhitungan koefisien korelasi pada siklus I dan II secara berturut-turut, nilai r yang diperoleh adalah 0,933 dan 0,91. Setelah nilai r dikonsultasikan dengan r tabel pada taraf signifikan 5% dengan nilai N sama dengan 35 (0,334), maka dapat dilihat bahwa r hitung (siklus I dan siklus II) > r tabel. Karena telah mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II dan nilai koefisien korelasi (r) siklus I dan siklus II lebih besar dari r tabel maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Mata Diklat Chasis dan Pemindah Tenaga pada siswa kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka T.A. 2015/2016 serta terdapat hubungan yang yang positif aktivitas belajar dengan antara hasil belajar siswa.

(6)

ii ABSTARCT

Satria Ginting. NIM. 5113122043 : The Improving Of Students Achievement In

Chassis And Power Transfer Subject By Using Cooperative Learning Model Jigsaw On The Students of Class II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Academic Year 2015/2016. Thesis Faculty of Engineering, State University of Medan. 2017.

The purpose of this research to improve learning outcomes and learning activities as well as determine the relationship between learning outcomes and learning activities on the chassis and power transfer using cooperative learning model Jigsaw. The subject of this research was students of class II TKR 1 SMK N 1 Merdeka second semester of the 2015/2016 academic year, amounting to 35 students. The object of this research is the variety of activities that occur in the classroom during the adoption of Cooperative Learning Model Jigsaw which includes a learning atmosphere, student activity and student learning outcomes. Based on the analysis of learning outcomes cycle I gained 21 students who completed the study (60%) with the average value of 71.8068 and the second cycle to 30 students who completed the study (85.71%) with an average value of 78,2834. Thus an increase of 25.71% learning outcomes. From the calculation of the correlation coefficient in the cycle I and II respectively, r value obtained was 0.933 and 0.91. Having consulted r with the

r of table at significant level of 5% with the value of N is 35 (0.334), it can be seen

that the count r (cycle I and cycle II) > r of table. Because it has been increased from the first cycle to the second cycle and the value of the correlation coefficient (r) the first cycle and the second cycle is greater than r of table it can be concluded that the Cooperative Learning Model Jigsaw can improve learning outcomes on Chasis and Power Transfer in Class II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Academis Year 2015/2016 and there is a positive correlation between the activity of learning with student learning outcomes.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan

rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Diklat Chasis dan

Pemindah Tenaga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada

Siswa Kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Tahun Ajaran 2015/2016”.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak

Drs. Hidir Efendi, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing Skripsi penulis, dimana

berkat bimbingan dan arahan beliau skripsi ini dapat diselesaikan dan penulis juga

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas

Negeri Medan.

2. Dr. Hj. Rosnelli, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas

Teknik Universitas Negeri Medan.

3. Drs. Hidir Efendi, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas

Negeri Medan.

4. Drs. Selamat Riadi, M.T, selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Universitas

Negeri Medan.

5. Dr. Lisyanto, M.Si, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif

Universitas Negeri Medan

6. Janter P. Simanjuntak, S.T. M.T. Ph.D, selaku Dosen Pembimbing Akademik

(8)

iv

7. Seluruh dosen yang mengajar di Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif

yang telah membagikan ilmunya kepada saya.

8. Bapak Simson Pelawi, S.E. selaku guru dan Kepala Sekolah SMK Negeri 1

Merdeka yang telah membantu proses pelaksanaan penelitian ini.

9. Teristimewa kepada kedua orang tua penulis, yaitu R. Ginting dan N. Br.

Tarigan atas dukungan moril serta material yang senantiasa diberikan dengan

tulus dan penuh kasih sayang kepada penulis.

10.Kepada teman-teman terakrab, Renni Handayani Kembaren, Damaianus Karo

Sekali, Richo Andy Tarigan, Cristio Valentino Tarigan, Gustrino Purba,

Friady Nababan, dan Harrys Sitorus.

11.Seluruh Teman-teman Pendidikan Teknik Otomotif stambuk 2011 yang telah

membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari skripsi ini

belum sempurna baik dari segi penulisan maupun dari segi ilmiah. Untuk itu

penulis dengan hati terbuka menerima segala kritik dan saran dari semua pihak

yang sifatnya membangun guna penyempurnaan penulisan karya ilmiah di

kemudian hari.

Medan, November 2016 Penulis,

(9)

v A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

F. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN TEORI, KRANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori ... 7

1. Latar Belakang Masalah ... 7

2. Hakikat Hasil Belajar Chasis dan Pemindah Tenaga ... 11

3. Hakikat Pembelajaran Kooperatif ... 13

4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ... 20

B. Penelitian Yang Relevan ... 26

C. Kerangka Berpikir ... 28

D. Hipotesis Penelitian... 29

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 30

(10)

vi

C. Defenisi Operasional Variabel ... 31

D. Jenis Penelitian ... 31

E. Prosedur Penelitian ... 35

F. Data dan Teknik Pengumpulan Data ... 41

1. Data dan Sumber Data ... 41

2. Teknik Pengumpulan Data ... 42

G. Teknik Analisis Data ... 43

H. Indikator Keberhasilan ... 44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 46

1. Hasil Belajar ... 47

2. Hasil Observasi Aktivitas Belajar ... 48

B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 50

1. Deskripsi Siklus I ... 50

2. Deskripsi Siklus II ... 57

C. Analisis Peningkatan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II ... 62

D. Hubungan Aktivitas Belajar dengan Hasil Belajar ... 64

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 66

B. Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

(11)

vii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 Hasil Belajar Mata Diklat Chasis dan Pemindah Tenaga Kelas II

TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Tahun Ajaran 2013/2014 dan

2014/2015 ... 3

Tabel 2 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif ... 16

Tabel 3 Lembar Observasi Aktivitas Siswa ... 37

Tabel 4 Pedoman Konversi Aktivitas Belajar Siswa ... 38

Tabel 5 Data Hasil Belajar Siswa... 47

Tabel 6 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa ... 49

Tabel 7 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I ... 52

Tabel 8 Data Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 55

Tabel 9 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II ... 59

Tabel 10 Data Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 61

(12)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 Ilustrasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ... 21

Gambar 2 Bagan Kerangka Berpikir ... 29

Gambar 3 Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ... 36

Gambar 4 Grafik Hasil Belajar ... 47

Gambar 5 Grafik Observasi Aktivitas Belajar Siswa ... 49

Gambar 6 Grafik Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I ... 53

Gambar 7 Grafik Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II ... 59

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus ... 70

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 73

Lampiran 3 Materi Sistem Rem ... 82

Lampiran 12 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I ... 148

Lampiran 13 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II ... 152

Lampiran 14 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Belajar Siswa ... 156

Lampiran 15 Data Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 160

Lampiran 16 Data Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 161

Lampiran 17 Perhitungan Korelasi Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 162

Lampiran 18 Perhitungan Korelasi Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa Siklus II... 163

Lampiran 19 Tabel Nilai r Product Moment ... 164

Lampiran 20 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Guru ... 165

Lampiran 21 Surat Penugasan Dosen Pembimbing ... 166

Lampiran 22 Surat Pengajuan Judul Skripsi ... 167

Lampiran 23 Surat Izin Observasi... 168

Lampiran 24 Surat Balasan Observasi ... 169

(14)

x

x

Lampiran 26 Surat Permohonan Izin Penelitian ... 171

Lampiran 27 Surat Izin Penelitian... 172

Lampiran 28 Surat Keterangan Melaksanakan Penelitian ... 173

Lampiran 29 Kartu Kendali Bimbingan Skripsi ... 174

Lampiran 30 Lembar Revisi Skripsi ... 175

(15)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling penting terutama di

negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini dikarenakan melalui sektor

pendidikan kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan, seperti yang

disebutkan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 bahwa:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk

watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan

kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar

menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara

yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas, suatu lembaga

pendidikan harus memiliki sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses

pembelajaran, terutama guru yang berkualitas. Guru yang berkualitas sangat

menentukan keberhasilan setiap proses pendidikan. Dengan kata lain peningkatan

kualitas pendidikan tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan kualitas guru.

Apabila guru belum berkualitas, pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud

walaupun didukung oleh kurikulum yang baik dan sarana prasarana yang

memadai. Oleh karena itu guru yang mengajar di suatu lembaga pendidikan harus

(16)

2

Salah satu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk

menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah Sekolah Menengah

Kejuruan (SMK). Untuk mewujudkan hal itu, pembelajaran dibagi menjadi 2 jenis

mata diklat yaitu produktif dan non-produktif. Mata diklat produktif merupakan

mata diklat yang berhubungan dengan kejuruan sedangkan non-produktif tidak

berhubungan dengan kejuruan. Pada prosesnya, pembelajaran mata diklat

produktif terdiri dari pembelajaran teori dan praktek dimana keduanya harus

dikuasai oleh peserta didik sebagai modal dasar dimasa yang akan datang.

SMK Negeri 1 Merdeka merupakan sekolah kejuruan yang memiliki 4

(empat) jurusan yaitu Teknik Kendaraan Ringan, Elektronika, Listrik, dan

Bangunan. Teknik Kendaraan Ringan adalah salah satu jurusan favorit di sekolah

ini. Chasis dan Pemindah Tenaga merupakan salah satu mata diklat produktif

yang diajarkan di jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Merdeka.

Oleh karena itu peserta didik harus memahami mata diklat Chasis dan Pemindah

Tenaga baik teori maupun praktek sehingga pada saat berhadapan dengan dunia

kerja peserta didik sudah siap dan tidak canggung menjalaninya.

Berdasarkan hasil observasi awal penulis, hasil belajar siswa pada mata

diklat Chasis dan Pemindah Tenaga kelas II TKR 1 di SMK Negeri 1 Merdeka

masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat melalui hasil belajar siswa dalam

dua (2) semester pada tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015 di tabel 1, yang

menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM

(17)

3

Tabel 1. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas II TKR 1

Tahun Ajaran 2013/2014 dan 2014/2015

Tahun Ajaran Semester Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas

2013/2014 Ganjil 1 orang 33 orang

Genap 16 orang 18 orang

2014/2015 Genap 14 orang 23 orang

Ganjil 12 orang 25 orang

Sumber : Daftar nilai SMK Negeri 1 Merdeka, Berastagi

Data pada tabel 1 merupakan data mentah hasil belajar siswa mata diklat

Chasis dan Pemindah Tenaga. Karena banyak siswa yang belum memperoleh nilai

≥70 sesuai dengan KKM, maka sekolah melalui guru mata pelajaran yang

bersangkutan menyelenggarakan remedial yang bertujuan untuk memperbaiki

nilai hasil belajar siswa agar mencapai KKM. Adapun bentuk remedial yang

diberikan kepada siswa yaitu berupa ujian ulangan ataupun tugas yang harus

dikerjakan untuk memperbaiki nilai yang belum tuntas. Selanjutnya setelah

perbaikan maka nilai hasil belajar siswa dilampirkan di laporan hasil belajar.

Namun pada hakikatnya proses pemberian remedial kepada siswa yang

belum tuntas tidaklah efisien karena sebenarnya siswa yang bersangkutan bisa

saja tetap bermasalah ataupun belum menguasai pembelajaran tetapi memperoleh

nilai remedial yang mencapai KKM. Untuk menghindari ketidakefisienan

pelaksanaan remedial maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat

meningkatkan hasil belajar siswa sehingga pelaksanaan remedial tidak perlu lagi

dilakukan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah

(18)

4

kerja sama antar siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga

pembelajaran berlangsung secara efektif dan berimbas kepada peningkatan hasil

belajar peserta didik. Adapun model pembelajaran yang dilaksanakan dengan

membuat siswa bekerja sama dan bertanggung jawab pada kemajuan belajar

temannya disebut dengan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran

kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar

dan bertanggung jawab terhadap teman satu kelompoknya akan mampu

menghasilkan tingkatan belajar yang sama baiknya (Slavin, 2005;10).

Salah satu jenis pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran kooperatif

tipe Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran

yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa. Siswa dibagi ke dalam

kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-6 orang secara heterogen. Dalam

pembelajaran ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli

dimana setiap siswa bertanggung jawab atas keberhasilan teman sekelompoknya.

Di dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, siswa akan dilatih untuk mampu

berpartisipasi secara aktif dan berani mengutarakan pendapatnya, terlibat secara

langsung dengan materi pelajaran, terlatih untuk mampu belajar secara mandiri,

memecahkan masalah dan bekerja sama untuk meningkatkan keterampilan dan

pengetahuan siswa. Selain itu, di dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw,

siswa harus menguasai materi dalam kelompok ahli dan membagikannya kepada

anggota kelompok asal.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan

(19)

5

Chasis Dan Pemindah Tenaga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Jigsaw Pada Siswa Kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka Tahun Ajaran

2015/2016”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis mengidentifikasi

beberapa masalah sebagai berikut:

1. Hasil belajar siswa pada mata diklat Chasis dan Pemindah Tenaga masih

rendah.

2. Model pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada guru.

3. Siswa cenderung pasif saat proses pembelajaran berlangsung.

4. Siswa tidak memiliki kepercayaan diri untuk bertanya maupun mengutarakan

pendapat.

C. Batasan Masalah

Sesuai dengan latar belakang dan identifikasi masalah di atas maka perlu

adanya pembatasan masalah dalam penelitian ini agar terhindar dari penafsiran

yang berbeda, yaitu:

1. Peningkatan hasil belajar dan aktifitas belajar mata diklat chasis dan

pemindah tenaga pada siswa kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka.

2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata diklat chasis

(20)

6

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas maka rumusan masalah pada

penelitian ini yaitu: “Apakah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat

meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar siswa pada mata diklat chasis dan

pemindah tenaga siswa kelas II TKR 1 SMK Negeri 1 Merdeka?”.

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar siswa pada mata diklat chasis

dan pemindah tenaga.

2. Mengetahui hubungan antara hasil belajar dan aktifitas belajar siswa pada

mata diklat chasis dan pemindah tenaga.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi siswa, menambah keaktifan dan hasil belajar teori di kelas.

2. Bagi penulis, menambah wawasan dan pengetahuan mengenai model

pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai bekal pengalaman menjadi calon

guru.

3. Bagi guru, sebagai bahan masukan dalam mengajar mata diklat Chasis dan

Pemindah Tenaga untuk menetapkan model pembelajaran yang lebih sesuai.

4. Sebagai bahan referensi bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya yang ingin

melakukan penelitian yang berhubungan dengan upaya meningkatkan hasil

(21)

66 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka kesimpulan dalam

penelitian ini adalah: “penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar mata diklat Chasis dan

Pemindah Tenaga pada siswa kelas II TKR I di SMK Negeri 1 Merdeka tahun

ajaran 2015/2016”. Peningkatan hasil dan aktifitas belajar siswa tersebut yaitu :

1. Pada siklus I terdapat 21 orang siswa (60%) yang tuntas dan nilai rata-rata

kelas sebesar 71,8068, pada siklus II terdapat 30 orang siswa (85,71%) yang

tuntas dan nilai rata-rata kelas sebesar 78,2834 dengan peningkatan hasil

belajar secara klasikal sebesar 6, 4766.

2. Persentase aktifitas belajar siswa meningkat dari 75,06% pada siklus I menjadi

84,94% pada siklus II.

3. Terdapat hubungan yang positif (+) antara aktifitas belajar dengan hasil

belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan Korelasi Product Moment

dimana r hitung yang diperoleh pada siklus I dan II yaitu 0,933 dan 0,91 lebih

besar dari r tabel pada taraf signifikan 5% dengan N sama dengan 35 yaitu

(22)

67

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, saran yang dapat

disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Efektifitas pembelajaran dipengaruhi oleh keaktifan belajar siswa, semakin

aktif siswa membelajarkan diri maka hasil belajar akan semakin lebih baik.

Oleh sebab itu disarankan kepada guru untuk membuat variasi mengajar

dengan menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa berperan

lebih aktif dalam pembelajaran.

2. Menerapkan model pembelajaran yang menuntut siswa berperan lebih aktif

dalam proses pembelajaran tentunya memiliki kendala tersendiri, terutama

dalam mengkoordinir ketertiban belajar. Oleh sebab itu sebelum menerapkan

model pembelajaran yang menuntut peran aktif siswa, diharapkan kepada

guru untuk memanajemen pembelajaran dengan matang agar sistem kontrol

pada pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik.

3. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai alternatif

masukan bagi guru lain dalam proses pembelajaran karena dapat

(23)

68

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan: Edisi 2. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi dkk. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Istarani. (2011). 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.

Jihad, Asep. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo.

Mertler, Craig A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas: Meningkatkan Sekolah dan

Memberdayakan Pendidik. Jakarta: PT. Indeks.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Purwanto, Ngalim. (2010). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara. Jakarta.

Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme

Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Situmorang, Benyamin. (2013). Penelitian Pendidikan: Konsep dan Implikasi. Medan: Unimed Press.

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, Robert E. (2005). Cooperatif Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Sudjana, Nana. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,

(24)

69

Suyanto dan Asep, Jihad. (2013). Menjadi guru profesional: Strategi

meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global. Jakarta: Esensi

Erlangga Group.

Kemendikbud. Sekolah Menengah Kejuruan. Diakses pada tanggal 26 November 2015 dari http//www.kemendikbud.go.id

Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Diakses pada tanggal 06 Februari 2017 dari

http://eprints.ung.ac.id/8295/

Universitas Negeri Medan (UNIMED). Diakses pada tanggal 07 Februari 2017 dari http://digilib.unimed.ac.id/11078/

. Diakses pada tanggal 07 Februari 2017 dari http://digilib.unimed.ac.id/10628/

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Diakses pada tanggal 15 Mei 2015 dari

Gambar

Tabel 1    Hasil Belajar Mata Diklat Chasis dan Pemindah Tenaga Kelas II
Gambar 1     Ilustrasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ...............
Tabel 1. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas II TKR 1

Referensi

Dokumen terkait

Mata Pelajaran Nilai

Pembelajaran matematika sekolah menengah pertama Berdasarkan learning trajectory. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Taksiran bawah dilakukan dengan caramenaksir hasil operasi hitung dengan membulatkan semua. suku dalam operasi hitung kedalam pembulatan tertentu yang ada dibawahnya, baik

Pengumpulan data dari penelitian ini adalah: (1) data hasil belajar dari siklus I dan siklus II yang dilakukan siswa dan diambil dari penilaian tes hasil belajar oleh

Kemudian dipastikan bahwa seluruh titik bantu baru P tidak berdekatan dengan sumber keramaian maka, dapat ditentukan lokasi titik-titik bantu baru P yang akan menjadi lokasi

Plat –plat tulang ini dikepala bersatu dengan tengkorak yang terbuat dari tulang rawan, mulut sebelah kebawah ujung kepala (hidung) runcing, sirip ekor tidak simetris, bertutup

Diketahui bahwa satu himpunan S dalam sebuah bidang atau dalam sebuah ruang adalah convex polygon (atau himpunan convex) jika dan hanya jika titik X dan Y ada di dalam S,