• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPON TANAMAN PADI (Oryzaa sativa L.) TERHADAP SISTEM OLAH TANAH DAN CARA TANAM YANG BERBEDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESPON TANAMAN PADI (Oryzaa sativa L.) TERHADAP SISTEM OLAH TANAH DAN CARA TANAM YANG BERBEDA"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Undergraduate Theses dari JIPTUMMPP / 2006-02-28 10:51:32

RESPON TANAMAN PADI (Oryzaa sativa L.) TERHADAP SISTEM OLAH

TANAH DAN CARA TANAM YANG BERBEDA

Oleh: Lilis Budiarti (99710108) AGRONOMI

Dibuat: 2006-02-28 , dengan 3 file(s).

Keywords: RESPON, PADI, SISTEM OLAH, CARA TANAM

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap sistem pengolahan tanah dan cara tanam yang berbeda. Hipotesis dari percobaan ini adalah kombinasi antara sistem pengolahan tanah dan cara tanam, sistem tanpa olah tanah dan cara tanam benih langsung dapat meningkatkan poduktifitas tanaman padi pada satu musim tanam. Penelitian ini dilakukan di Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Penelitian ini dimulai pada bulan November 2004 dan diakhiri pada bulan Maret 2005 dan terdiri dari 2 faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan RAK yang di ulang 3 kali. petak utama yaitu pengolahan tanah (O) terdiri atas 3 level : tanpa olah tanah (O1), olah tanah minimum (O2) dan olah tanah sempurna (O3). Anak petak adalah cara tanam (C) terdiri atas 4 level : tanam benih langsung (C1), tanam pindah (C2), legowo tanam benih langsung (C3) dan legowo tanam pindah (C4).

Pengamatan dilakukan dengan interval 14 hari sekali yang dimulai pada umur 39 hari setelah tanam dan diakhiri pada 95 hari setelah tanam. Adapun parameter yang diamati terdiri dari 3 parameter pengamatan yaitu parameter non-destruktif yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun dan jumlah anakan per rumpun. Parameter destruktif terdiri dari luas daun dan parameter panen terdiri dari jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, bobot gabah isi per malai, berat gabah kering giling dan hasil gabah per hektar.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa perlakuan (TOT) tanpa olah tanah (P 2 ) berbeda nyata dengan perlakuan (OTS) olah tanah sempurna (P 1 ) Pada pengamatan jumlah

Selisih tersebut terjadi karena dengan menggunakan sistem model sistem tanam jajar legowo 2:1 jumlah populasi tanaman per satuan luas yang ada pada lahan jauh lebih tinggi

Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang

Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang

Hasil analisis ragam menunjukan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan pola tanam jajar legowo dan kombinasi pupuk terhadap jumlah bulir per malai, berat gabah

Perlakuan sistem jajar legowo 2:1 berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat 1000 biji, dan hasil per

Salah satu sistem tanam dengan sistem jajar legowo mempunyai beberapa keuntungan yaitu tanaman berada pada bagian pinggir sehingga mendapatkan sinar matahari yang optimal yang

Selanjutnya pada saat tanaman mencapai umur 85 hst sistem tanam menunjukkan pengaruh tidak beda nyata antara sistem tanam jajar legowo dan SRI 40 cm x 40 cm namun berbeda nyata dan