• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Model Tanam Jajar Legowo terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.)

N/A
N/A
siti asiyah

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Model Tanam Jajar Legowo terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Upaya peningkatan Produksi Padi (Orhyza Sativa L) Dengan Pengaturan Model Tanam Jajar Legowo

Fauzia Hulopi dan Sutoyo

PS Agroteknologi,Fakultas IPSA, Universitas Tribhuwana Tunggadewi

ELDANETI NIM.23280003

ELDANETI

NIM.23280003

(2)

Abstrak

Upaya peningkatan produksi padi antara lain dengan menetapkan model tanam jajar legowo, tujuan mempelajari model pengaturan penanaman jajar legowo pada padi, percobaan dilakukan pada lahan persawah di Desa Pulongdowo kecamatan Tumpang Malang. Lokasih penelitian terletak pada ketinggian ±597 mdpl, tanah alluvial dengan suhu antara 22- 30℃ dan curah hujan rata-rata 2.113mm/th. Percobaan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2009. Percobaan menggunakan Rencana Acak Kelompok Faktorial dengan menggulangan sebanyak 5 kali. Model tempat perawatan terdiri dari 5 jenis yaitu 1= persegi, 2= persegi Panjang, 3 =jajar legowo 2:0,4=jajar legowo 4:0, dan 5=jajar legowo 8.0. Data yang diperoleh diuji LSDa 1% . Hasil peneliatian menunjukan perlakuan tanaman persegi, persegi Panjang, dan jajar genjang legowo 2:0 dengan anakan produktif tidak berbeda nyata. Begitu pula barisan legowo 4:0 dan 8:0 hasil panen tinggi dan anak produktif tidak berbeda nyata. Perlakuan barisan legowo persegi, persegi Panjang, dan jajar genjang 2:0 berbunga lebih awal dibandingkan perlakuan barisan legowo 4;0 dan 8;0. Perlakuan jajar legowo 4;0 dan 8;0 menghasilkan panen gabah keringlainnya. Perlakuan persegi dan persegi Panjang menghasilkan panen gabah kering masing-masing 8.02ton.ha dan7.95ton.ha namun lebih rendah dan berbeda dengan perlakuan lainnya.

(3)

PENDAHULUAN

Tanaman padi merupakan tanaman pengasil beras sebagai bahan makanan utama

penduduk Indonesia. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi

padi yaitu melalaui perbaikan paket teknologi budidaya, pasca panen, peningkatan mutu

itensifikasi, meningkatkan luas areal pertanaman , rehabilitas lahan dan percetakan sawah

baru. Dengan Menerapkan paket teknologi budidaya spesifik Lokasi sesui dengan kondisi

agroekologi daerah setempat dengan memperhatikan potensi sosial ekonomi petani,

salahsatu diantaranya melalui penerapan teknologi budidaya tanaman padi sistem legowo,

yang mempunyai prinsip dasar pengaturan jarak tanam dengan harapan meningkatkan

jumlah tanaman pinggir yang bisa memamfaatkan Cahaya matahari lebih efisien. Selain

efisien memamfaatkan Cahaya mata hari jarwo juga memiliki beberapa keuntungan, antara

lain memudahkan dalam perawatan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, dan

juga dalam pemupukan padi, sehingga pengelolaan tanaman lebih baik, dan juga bisa mina

padi.

(4)

Penelitian dilakukan dilahan sawah di Desa Pulongdowo kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, lokasih penelitian terletak diketinggian ± 597 m dpl, jenis tanah alluvial dengan kisaran suhu antara 22º- 30ºC, dan rata-rata curah hujan 2113 mm/tahun, penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2009, Varietas yang ditanam adalah Cibogo

Bahan dan Metoda

Metoda penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan 5 kali.

Perlakuan adalah model tanaman terdiri dari lima macam, yaitu Bujur Sangkar (20x20cm), Persegi Panjang (40x10cm), jajar legowo 2:0 (40x20x10cm), jarwo 4:0 (40x20x10cm), jarwo 8:0 (40x20x10cm).

(5)

Tabel 1 menunjukan perlakuan model tanam jarwo 8:0 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi pada saat panen (106,64cm), perlakuan bujur sangkar, persegi Panjang, dan jarwo 2:0 menghasilkan tinggi tanaman tidak berbeda nyata.

HASIL DAN PEMBAHASAN

(6)
(7)
(8)

KESIMPULAN

 Model Bujur Sangkar, Persegi Panjang dan jarwo 2:0 menghasilakan tinggi tanaman dan anakan produktif tidak berbeda nyata, begitu juga jarwo 4:0 dan 8:0.

 Model Bujur Sangkar, Persegi Panjang dan jarwo 2:0 berbunga lebih awal dibandingkan jarwo 4:0 dan 8:0

 Model jarwo legowo 4:0 dan 8:0 menghasilkan gabah

kering panen masing-masing 9,17 ton/ha dan 9,04

ton/ha

(9)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa peningkatan produksi padi tahun 2016 difokuskan pada peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam (PAT), melalui penerapan jajar legowo. Bahwa pelaksanaan

AYUDYA MELASARI (060304001), dengan judul skripsi “ Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Melalui Sistem Tanam Jajar Legowo Dengan Sistem Tanam Jajar Non Legowo

AYUDYA MELASARI (060304001), dengan judul skripsi “ Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Melalui Sistem Tanam Jajar Legowo Dengan Sistem Tanam Jajar Non Legowo

Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 114 rumpun per petak d.. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 154 rumpun per petak

Sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan produksi padi dengan menjadikan lebih banyak atau semua tanaman menjadi tanaman pinggir, sehingga menghasilkan gabah lebih

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara perlakuan sistem tanam jajar legowo dan macam varietas terhadap berat gabah kering per petak pada

Kesimpulan pada hasil penelitian pengaruh macam varietas dan sistem jajar legowo terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi ( Oryza sativa L .) adalah

Didapat pada perlakuan jenis padi dan jarak tanam sistem jajar legowo terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, berat gabah per petak perlakuan dan